cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agrikultura
ISSN : 08532885     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrikultura terbit tiga kali setahun (April, Agustus dan Desember), memuat artikel hasil penelitian dan kupasan (review) orisinal hasil dari penelitian yang sebagian telah dilakukan penulis, dan komunikasi singkat.
Arjuna Subject : -
Articles 395 Documents
Analisis Jaringan Komunikasi Petani pada Berbagai Zona Agroekosistem di Kabupaten Bandung Iwan Setiawan
Agrikultura Vol 19, No 1 (2008): April, 2008
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2234.66 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v19i1.641

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja koneksi, kinerja integrasi, Kinerja keterbukaan, struktur jaringan, dan peran petani dalam jaringan komunikasi pada berbagai zona agroekosistem (ZA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) koneksi petani pada berbagai ZA menampilkan kinerja yang lemah. Koneksi petani di ZA lahan kering dan ZA sawah lebih intensif ke dalam namun longgar ke luar sistem, sedangkan di ZA dataran tinggi sebaliknya; 2) integrasi petani pada berbagai ZA menampilkan kinerja yang moderat; 3) keterbukaan petani di ZA sawah dan ZA lahan kering menampilkan kinerja yang lemah, sedangkan di ZA dataran tinggi cenderung moderat; 4) struktur jaringan pada berbagai ZA lebih mendekati struktur “semua saluran” dan struktur "roda”; dan 5) pada berbagai ZA tidak ditemukan petani yang terisolir, sebagian anggota berperan sebagai opinion leaders, bridges dan liaisons. Ditemukan adanya ketimpangan akses terhadap ICT antara petani di ZA dataran tinggi dengan di ZA lainnya, dan antara mayoritas petani kecil dengan minoritas petani elit. Sebagai modal sosial, jaringan komunikasi layak diperhatikan dalam program pemberdayaan petani.
Pemanfaatan Kulit Biji Hanjeli (Coix lacryma-jobi L.) sebagai Pupuk Silika Organik terhadap Pertumbuhan, Serapan P dan Si, serta Hasil Hanjeli pada Inceptisol Jatinangor Zaenal Mutaqin; Anni Yuniarti; Tati Nurmala; Eso Solihin
Agrikultura Vol 28, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.164 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v28i3.15748

Abstract

ABSTRACTUtilization of hanjeli seed skin as organic silica fertilizer in influencing the growth, P and Si absorption, and yield of hanjeli (Coix lacryma-jobi L.)This experiment was conducted to determine the effect of hanjeli seed shell as organic silica fertilizer on plant uptake and hanjeli pulut (Coix lacryma-jobi L.) yield on Inceptisol. The experiment was conducted in Experimental Station of Agriculture Faculty of Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang Regency, West Java Province. The research was carried out in the altitude of 822 meters above sea level (asl) from May 2017 to October 2017. The method used was a Randomized Block Design (RBD) consisting of ten treatments with three replications, i.e. control, NPK standard, NPK + ¼ silica emulsion, NPK + ½ silica emulsion, NPK + ¾ silica emulsion, NPK + 1 emulsion of ash silica, NPK + ¼ nano colloidal silica, NPK + ½ nano colloidal silica, NPK + ¾ nano colloidal silica, and NPK + 1 nano colloidal silica. The results showed that the application of silica fertilizer influenced the absorption and the yield of hanjeli plant. The treatment of NPK + 1 colloidal nano silica gave the highest hanjeli yield of 210.63 g/plant.Keywords: Hanjeli seed skin, Organic silica fertilizer, Plant absorption, YieldABSTRAKPercobaan ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian kulit biji hanjeli sebagai pupuk silika organik terhadap pertumbuhan, serapan tanaman, dan hasil hanjeli pulut (Coix lacryma-jobi L.) pada Inceptisol. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Lokasi penelitian berada pada ketinggian 822 meter di atas permukaan laut (dpl) pada bulan Mei 2017 sampai dengan Oktober 2017. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari sepuluh perlakuan dengan tiga kali ulangan yaitu kontrol, NPK standar, NPK + ¼ emulsi abu silika, NPK + ½ emulsi abu silika, NPK + ¾ emulsi abu silika, NPK + 1 emulsi abu silika, NPK + ¼ nano koloid silika, NPK + ½ nano koloid silika, NPK + ¾ nano koloid silika, serta NPK + 1 nano koloid silika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian pupuk silika organik terhadap serapan P, Si tanaman dan hasil hanjeli. Perlakuan NPK + 1 nano koloid silika memberikan Serapan P, Si tanaman serta hasil hanjeli tertinggi dengan nilai masing-masing sebesar 0,61 g/tanaman, 7,56 g/tanaman, dan 210,63 g/tanaman.Kata Kunci: Kulit biji hanjeli, Pupuk Silika Organik, Serapan dan Hasil Hanjeli
Pengkajian Pengembangan Model Pabrikasi Pupuk Organik: Studi Kasus di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat Agus Ruswandi
Agrikultura Vol 21, No 1 (2010): April, 2010
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.983 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v21i1.987

Abstract

Di beberapa lokasi di Jawa Barat telah diintroduksikan model pabrikasi pupuk organik skala pedesaan antara lain di Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya. Dalam pengembangan model tersebut masih menemui beberapa hambatan, yaitu permasalahan dalam pengembangan kelembagaan produksi pupuk organik, serta terkait dengan prilaku petani (pengguna). Pengkajian bertujuan 1) Mengevaluasi  tingkat kelayakan usaha pabrikasi pupuk organik di pedesaan; 2) Mengetahui faktor penentu  pengembangan produksi pupuk organik di pedesaan; 3). Mengetahui faktor yang mempengaruhi perilaku petani menggunakan pupuk. Pengumpulan data dilakukan melalui Expert Meeting dan survei wawancara terhadap 42 petani responden. Data diolah secara deskriptif, analisis Margin Benefit Cost Ratio, dan analisis regresi logistik binari. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa usaha pabrikasi pupuk organik skala pedesaan dengan model introduksi mempunyai kelayakan usaha yang lebih tinggi, sehingga layak dikembangkan. Permasalahan utama pabrik pupuk organik pedesaan yaitu tingkat produksinya masih di bawah kapasitas produksi optimum disebabkan pemasaran hasil yang kurang baik. Peluang petani menggunakan pupuk organik dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu proporsi tanaman semusim yang diusahakan, kepemilikan ternak, serta keterampilan dalam membuat pupuk kompos terutama dalam pengetahuan penggunaan dekomposer.
Verifikasi Alat Multimeter Digital untuk Deteksi Cepat Residu Insektisida dalam Sayuran Asep Kurnia; Eman Sulaeman; Asep Nugraha Ardiwinata
Agrikultura Vol 29, No 3 (2018): Desember, 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.927 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v29i3.22725

Abstract

ABSTRACTVerification of digital multimeter for rapid detection of insecticide residues on vegetablesThe instruments that usually used for detection of pesticide residues are Gas Chromatography (GC), High Performance Liquid Chromatography (HPLC), and Thin Layer Chromatography (TLC), however, these instruments are expensive, take time, and need a large number of chemicals. Therefore, it is needed to develop rapid method in analyzing pesticide residues. One instrument that is potential for rapid detection of pesticide residues is digital multimeter. This method uses resistance differences of electrical current on chemical compounds. The aim of this research was to assess capability of digital multimeter for rapid detection of insecticide residues on vegetables by the aspects of precision, accuracy, linearity, and detection limit. The research was conducted in IAERI laboratory, Laladon, Bogor on January to December 2012. Insecticide residues that detected were organochlorine and organophosphate on some vegetables of potato, cabbage, carrot, onion, chili, and cucumber. The results showed that precision values of digital multimeter for detection organochlorine and organophosphate residues on vegetables were 0.02 to 2.46%. Linearity values of digital multimeter for detection endrin on onion and potato, heptachlor on onion, BHC on cucumber, chlorphyriphos on potato and cabbage, and dichlorvos on cabbage were 0.81, 0.84, 0.95, 0.71, 0.95, 0.80 and 0.76, respectively. Accuracy values of digital multimeter for detecting endrin and dieldrin on onion, chlorphyriphos on potato and cabbage, and profenophos on chili were 106.93%, 115.08%, 72.89%, 72.40%, and 98.06%, respectively. Detection and quantification limits of digital multimeter for detecting organochlorine were 0.08 to 0.17 ppm and 0.27 to 0.56 ppm, respectively. Meanwhile, detection and quantification limits of digital multimeter for detecting organophosphate were 0.05 to 0.27 ppm and 0.16 to 0.90 ppm, respectively. This result showed that digital multimeter was accurate and representative instrument for detecting pesticide residues on vegetables.Keywords: Digital Multimeter, Pesticides residue, VegetablesABSTRAKAlat yang digunakan untuk analisis residu pestisida antara lain Kromatografi Gas (KG), Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT), Kromatografi Lapis Tipis (KLT), namun alat tersebut sangat mahal, dan perlu proses cukup lama serta memerlukan bahan kimia yang banyak. Untuk itu perlu dikembangkan metode cepat analisis residu pestisida. Salah satu alternatif deteksi cepat residu pestisida adalah dengan menggunakan Alat Multimeter Digital (AMD). Teknik analisis ini menggunakan prinsip perbedaan resistensi (tahanan) terhadap arus listrik dari senyawa kimia residu pestisida. Percobaan ini bertujuan mengetahui cara kerja awal AMD untuk deteksi cepat residu insektisida pada tanaman sayuran dari aspek presisi, akurasi, linearitas, dan limit deteksi. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) di Laladon Bogor, mulai bulan Januari hingga Desember 2012. Residu insektisida yang dideteksi adalah organoklorin dan organofosfat pada beberapa sayuran yaitu kentang, kubis, wortel, bawang merah, cabe merah dan mentimun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai presisi AMD dalam mendeteksi organoklorin dan organofosfat pada sayuran berkisar 0,02-2,46%. Nilai linearitas AMD dalam mendeteksi endrin pada bawang merah dan kentang, heptaklor pada bawang merah, BHC pada mentimun, klorpirifos pada kentang dan kubis, serta diklorfos pada kubis masing-masing sebesar 0,81, 0,84, 0,95, 0,71, 0,95, 0,80 dan 0,76. Nilai akurasi AMD dalam mendeteksi endrin dan dieldrin pada bawang merah, klorpirifos padakentang dan kubis, serta profenofos pada cabe merah masing-masing sebesar 106,93 %, 115,08%, 72,89 %, 72,40%, dan 98,06%. Nilai LOD (limit deteksi) dan LOQ (limit quantifikasi) AMD terhadap organoklorin berkisar antara 0,08-0,17 ppm dan 0,27-0,56 ppm, sedangkan terhadap golongan organofosfat berkisar antara 0,05-0,27 ppm dan 0,16-0,90 ppm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa AMD merupakan alat yang cukup akurat dan representatif untuk deteksi cepat residu pestisida pada sayuran.Kata Kunci: Alat Multimeter Digital, Residu pestisida, Sayuran
Pelepasan Eretmocerus sp. (Hymenoptera: Aphelinidae) untuk Mengendalikan Bemisia tabaci Gennadius (Homoptera: Aleyrodidae) pada Tanaman Tomat Hidroponik Sudarjat Sudarjat; Yadi Supriyadi; Ramdhani Ramdhani
Agrikultura Vol 28, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.457 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v28i2.14957

Abstract

ABSTRACTThe Augmentation of Parasitic Wasp Eretmocerus sp. (Hymenoptera: Aphelinidae) to Control Bemisia tabaci Gennadius (Homoptera: Aleyrodidae) in Hidroponic TomatoesSweet potato whitefly Bemisia tabaci Gennadius (Homoptera: Aleyrodidae) is one of the most important agricultural insect pests especially vegetables in Indonesia. One of techniques to control this pest is the used of parasitic wasp Eretmocerus sp. This research aimed to find out an effective dose and interval application of Eretmocerus sp. release against B. tabaci at hydroponic tomatoes. This research was carried at the green house, Department of Plant Pests and Diseases, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran. The experiment was arranged in a Randomized Block Design consisting of nine treatments and three replications. The treatments were the combination between doses (2, 4 and 8 pupae of Eretmocerus sp.) and interval applications (1, 2 and 3 weeks). The result showed that doses of Eretmocerus sp. released and interval application had effect on parasitization level in the fifth and sixth week after first release. The highest parasitization occurred at treatment of releasing 8 pupae at one week interval (24.63%). However, the parasitization level at first week until fifth week had no significant different among treatments. The low level of parasitization may be caused by high population of B. tabaci at the first release, high temperature in greenhouse, different host plant of Eretmocerus sp. between mass rearing and treatment, not enough number of the released Eretmocerus sp., and the attack of Oidium sp., the patogen of powdery mildew disease on tomato.Keywords: Augmentation, Eretmocerus sp., Hydroponic tomatoes, Bemisia tabaciABSTRAKBemisia tabaci Gennadius (Homoptera; Aleyrodidae) atau lebih dikenal kutu kebul, merupakan salah satu hama penting yang menyerang beberapa komoditas pertanian khususnya sayuran di Indonesia. Salah satu teknik pengendalian yang ramah lingkungan yaitu dengan menggunakan parasitoid nimfa Eretmocerus sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis dan interval aplikasi pelepasan Eretmocerus sp. sehingga efektif dalam menekan populasi B. tabaci pada tanaman tomat hidroponik. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Terdapat sembilan perlakuan dan tiga ulangan yang merupakan kombinasi perlakuan antara dosis (jumlah pupa yang dilepaskan) yaitu 2, 4, dan 8 pupa Eretmocerus sp. dengan interval aplikasi yaitu 1 minggu, 2 minggu dan 3 minggu sekali. Hasil Penelitian menunjukkan dosis dan interval aplikasi mempengaruhi tingkat parasitisasi pada minggu kelima dan minggu keenam setelah pelepasan pertama dengan tingkat parasitisasi tertinggi mencapai 24,63% pada pelepasan 8 pupa dengan interval 1 minggu sekali. Akan tetapi, tingkat parasitisasi pada minggu pertama sampai minggu kelima masih sangat rendah pada seluruh perlakuan berkisar antara 2,49%-11,42% atau seluruh perlakuan tidak berbeda nyata. Rendahnya tingkat parasitisasi Eretmocerus sp. pada penelitian ini disebabkan oleh tingginya populasi B. tabaci pada perlakuan pertama, tingginya temperatur di dalam rumah kaca, perbedaan tanaman inang ketika perbanyakan dan percobaan, kurangnya jumlah Eretmocerus sp. yang dilepaskan, dan serangan jamur Oidium sp. penyebab penyakit embun tepung.Kata Kunci: Pelepasan, Eretmocerus sp., tomat hidroponik, Bemisia tabaci
Residu Pestisida pada Tanaman Hortikultura (Studi Kasus di Desa Cihanjuang Rahayu Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat) Euis Amilia; Benny Joy; Sunardi Sunardi
Agrikultura Vol 27, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.062 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v27i1.8473

Abstract

ABSTRACTResidue of Pesticides on Horticultural Crops (Case Study in Cihanjuang Rahayu Village, Parongpong District, West Bandung Regency)The purpose of this study was to investigate the type of residual concentrate of chlorpyrifos pesticides accumulated in horticultural crops, the impact of pesticide residues to the public health and daily intake assumption. This study used a quantitative approach to survey methods to know in depth about pesticide residues on horticultural crops where the data source consisted of primary data obtained from interviews and the results of chemical analysis and secondary data collected directly from some sources. In several types of insecticides used by farmers in Cihanjuang Rahayu village, there are kind of insecticides that did not recommended to control pests on broccoli. Based on the analysis of pesticide residues, residue results were obtained from four broccoli samples with 10%, 20%, 60% and 80% greater than the maximum residue limit. This suggests that the four samples tested contain harmful residues exceeding the maximum limit of 2 ppm residue. Health effects of pesticides on farmers included nausea, vomiting, dizziness and itching of the skin. The calculating results of intake assumption on the risk of health obtained the result of 1,505 g/day with the highest value of 4,014 g/day and the lowest risk was the amount of intake of 423 g/day. From the results of these calculations, it can be seen that the amount of consumption of vegetables and horticulture was having average risk to farmers as much as 1,505 g/day.Keywords: Residue, Pesticides, Horticulture, BroccoliABSTRAKTujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis konsentrat residu pestisida klorpirifos yang terakumulasi pada tanaman hortikultura, dampak residu pestisida bagi masyarakat dan asumsi asupan beresiko kesehatan per hari. Penelitian menggunakan pendekatan metode survei bersifat kuantitatif dengan sumber data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dan hasil analisis kimia serta data sekunder yang dikumpulkan secara langsung dari narasumber. Beberapa jenis insektisida yang digunakan oleh petani di Desa Cihanjuang Rahayu, Bandung Barat terdapat jenis insektisida yang tidak direkomendasikan untuk mengendalikan hama pada tanaman brokoli. Hasil analisis terhadap residu pestisida pada empat sampel tanaman brokoli diperoleh residu pada keempat sampel yang diuji dengan persentase 10%, 20%, 60% dan 82% dari batas maksimum residu. Dampak penggunaan pestisida terhadap kesehatan petani yaitu berupa mual-mual, muntah, pusing dan gatal-gatal pada kulit. Hasil perhitungan asumsi asupan beresiko kesehatan melalui analisis pemajanan diperoleh hasil 1.505 g/hari dengan nilai tertinggi 4.014 g/hari dan jumlah asupan beresiko terendah adalah 423 g/hari. Dari hasil perhitungan tersebut dapat diketahui bahwa jumlah konsumsi sayuran dan hortikultura rata-rata beresiko oleh para petani adalah sebesar 1.505 g/hari.Kata Kunci: Residu, Pestisida, Hortikultura, Brokoli
Respons Beberapa Varietas Padi (Oryza sativa L.) terhadap Wereng Batang Coklat (Nilaparvata lugens Stall) Koloni Karawang Dedi Darmadi; Tuti Alawiyah
Agrikultura Vol 29, No 2 (2018): Agustus, 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.705 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v29i2.19249

Abstract

ABSTRACTResponse of rice varieties (Oryza sativa L.) to brown planthopper (Nilaparvata lugens Stall) of Karawang coloniesThe research was conducted to determine the resistant level of several rice varieties (Oryza sativa L.) against brown planthopper (Nilaparvata lugens Stall) Karawang colony. The experiment was done at the Entomology Laboratory of Pest Forcesting Institute, Jatisari, Directorate General of Food Crops, Ministry of Agriculture. It was conducted from February to June 2017. The resistant of rice varieties against brown planthopper was tested using honey dew test method with bromocressol green as indicator. Honey dew test method is one of methods to evaluate rice variety reaction against brown planthopper population origin of certain area. This is due to the production of honey dew by brown planthopper which positively correlated with the amount of liquid being drawn from the plant. This study used Duncan Test on 5% level. The result demonstrated the variation of rice resistant against brown planthopper based on the area of honey dew spot, brown planthover mortality, attacks intensity, the destruction level on plant, and the rice yield. Inpari 13 was the most toleranct rice variety against the infestation of brown planthopper of Karawang colony.Keywords: Brown planthopper, Honey dew, Paddy, Resistance, VarietiesABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat ketahanan varietas padi (Oryza sativa L.) terhadap wereng batang coklat (Nilaparvata lugens Stall) koloni Karawang. Penilitian dilaksanakan di Laboratorium Entomologi Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Jatisari, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian. Penelitian berlangsung dari Bulan Februari sampai Bulan Juni 2017. Pengujian ketahanan varietas padi terhadap wereng batang coklat dilakukan dengan menggunakan metode uji embun madu (honeydew test) dengan memakai indicator bromocressol green. Metode uji embun madu merupakan salah satu metode untuk mengevaluasi reaksi suatu varietas terhadap populasi wereng batang coklat yang berkembang di suatu wilayah tertentu, karena jumlah embun madu yang dikeluarkan oleh wereng batang coklat mempunyai hubungan yang positif dengan jumlah cairan tanaman yang dihisap. Uji lanjut yang digunakan adalah uji lanjut Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat variasi ketahanan antar varietas padi yang diuji dilihat dari luas bercak embun madu yang dihasilkan pada masing-masing varietas padi, mortalitas wereng batang coklat, intensitas serangan, tingkat kerusakan tanaman, dan bobot hasil panen padi. BErdasarkan parameter tersebut di atas, Inpari 33 merupakan varietas padi yang tahan terhadap serangan wereng batang coklat koloni Karawang.Kata kunci : Embun madu, Ketahanan, Padi, Varietas, Wereng batang coklat
Analisis Beberapa Sifat Kimia Tanah Terhadap Peningkatan Produksi Kelapa Sawit pada Tanah Pasir di Perkebunan Kelapa Sawit Selangkun RR Darlita RR Darlita; Benny Joy; Rija Sudirja
Agrikultura Vol 28, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.304 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v28i1.12294

Abstract

ABSTRACTAnalyse of soil chemical properties in the encriment of oil palm production on sandy soil at Selangkun oli palm plantationSoil is one of basic components in the development of oil palm plantation. Limitation of land causes many companies expand their areas to the sub-optimal land, such as sandy soil. This research was aimed to analyzed chemical soil properties and its relation with bunch number and bunch weight in oil palm plantation, Arut Selatan sub-district, Central Kalimantan. Survey was made in sample points that were determined based on grid system, and each sample was taken in the depth of 30 cm. This research was descriptive and used double regression equation with backward-stepwise method. Several parameters have been analyzed, such as pH, organic carbon, CEC, total N, total P, P-availability, K, Ca, Mg, Cu, Zn, Mn, and B. The result showed that the pH was categorized acid, macro nutrients were medium to very low, except total P and P-availability, while micro nutrients were enough, except boron which had very high amount. Furthermore, statistical analysis showed that some chemical properties, such as total N, CEC, and exchangeable Al were parameters which influenced production of bunch number per oil palm plant.Keywords: Oil palm, Soil nutrient, Sandy soilABSTRAKTanah merupakan salah satu komponen dasar dalam pembangunan perkebunan kelapa sawit. Keterbatasan lahan menyebabkan banyaknya perusahaan yang memperluas areal perkebunan ke lahan sub-optimal, seperti tanah pasir. Penelitian ini bertujuan mengkaji sifat-sifat kimia yang ada pada tanah pasir dan hubungannya dengan produksi tandan per pohon dan berat tandan rata-rata tanaman kelapa sawit di kecamatan Arut Selatan, Kalimantan Tengah. Survei dilakukan pada titik sampel didasarkan pada metode grid, dan sampel diambil pada kedalaman 30 cm. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan menggunakan model persamaan regresi berganda metode backward-stepwise. Beberapa parameter yang dianalisis adalah pH, C-organik, KTK, N-total, P-total, P-tersedia, K, Ca, Mg, Cu, Zn, Mn, dan B. Hasil analisis menunjukkan bahwa pH tanah tergolong rendah, kandungan hara makro berkisar sedang sampai sangat rendah, kecuali P-total dan P-tersedia, sementara kandungan hara mikronya cukup, kecuali boron yang tergolong tinggi. Sifat kimia tanah seperti N-total, KTK, dan Al-dd merupakan parameter yang meningkatkan jumlah tandan per pohon.Kata Kunci: Kelapa sawit, Hara tanah, Tanah pasir
Hubungan Komitmen Organisasi dan Kepuasan Kerja Petani sebagai Fasilitator Pembelajaran di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Jawa Barat Ajat Jatnika; Trisakti Haryadi; P. Wiryono
Agrikultura Vol 26, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.208 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v26i2.8464

Abstract

ABSTRACTCorrelation between Organization Commitment and Job Satisfaction of Farmers as Active LearningFacilitators in Farmers‟ Agriculture and Rural Training Centre (FARTC), West JavaThe objective of the reaserach was to describe farmers‟ characteristics as facilitators and to analyzethe correlation of organization commitment and job satisfaction of farmers as facilitators in learningactivities at Farmers‟ Agriculture and Rural Training Centre (FARTC). The kind of research wassurvey that 140 farmers as facilitators in FARTCs located in 17 districs in West Java Provinceinvolved. 89% farmers as facilitators are male; 42,14% of them are 32 – 43 years old; 42,14% ofthem are high schools as their educational background; 74,27% of them have experiences infarming activities; 84,29% of them have experiences as facilitators during 0 – 10 years. This studyapplied the quantitave method namely the correlation analyze. The result of correlation analyzesshows that the organizational commitment has a positive correlation with job satisfaction offarmers as facilitators significantly (ρ < 0.01). The research results recommend that themanagement team of P4S and local government officers to maintain and increase the organizationalcommitment and job satisfaction of farmers as facilitators simultaneously to achieve theeffectiveness of FARTCs.Keywords: Organization commitment, job satisfaction, farmer facilitatorABSTRAKTujuan penelitian adalah mendeskripsikan karakteristik petani fasilitator dan menganalisishubungan komitmen dan kepuasan kerja petani fasilitator pembelajaran di Pusat PelatihanPertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S). Jenis penelitian adalah survei dengan melibatkan 140orang petani fasilitator P4S di 17 kabupaten di Jawa Barat. Penelitian menerapkan metodekuantitatif korelasional. Karakteristik petani fasilitator P4S di Jawa Barat diantaranya adalah 89%laki-laki, 40% berusia antara 32-43 tahun, 42,14% berlatar belakang pendidikan formal SLTA/SMK,74,27% memiliki pengalaman berusahatani 0-20 tahun, dan 84,29% menjadi fasilitator 0-10 tahun.Hasil penelitian menunjukkan bahwa komitmen dan kepuasan kerja petani fasilitator memilikihubungan yang signifikan pada taraf signifikansi 0,01. Disarankan baik untuk pengurus internalP4S dan instansi pemerintah sebagai pembina untuk mempertahankan dan meningkatkankomitmen organisasi dan kepuasan kerja petani fasilitator secara simultan dari waktu ke waktuguna mewujudkan P4S yang efektif.Kata Kunci: Komitmen organisasi, kepuasan kerja, petani fasilitator
Biologi dan Kemampuan Memangsa Paederus fuscipes Curtis (Coleoptera: Staphylinidae) terhadap Bemisia tabaci Gennadius (Homoptera: Aleyrodidae) Sudarjat Sudarjat; Argo Utomo; Danar Dono
Agrikultura Vol 20, No 3 (2009): Desember, 2009
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.267 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v20i3.959

Abstract

Bemisia tabaci merupakan hama tanaman di beberapa sentra produksi sayuran hingga mengakibatkan kerugian ekonomi sampai 100 %. Paederus fuscipes merupakan predator B. tabaci pada beberapa tanaman di Kecamatan Ciwidey, Bandung. Penelitian bertujuan untuk mengetahui biologi dan kemampuan memangsa imago P. fuscipes jantan terhadap nimfa B. tabaci. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri atas lima perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri atas: infestasi 10, 20, 40, 80, dan 160 nimfa B. tabaci per satu imago P. Fuscipes. Hasil pengamatan biologi menunjukkan bahwa siklus hidup P. fuscipes berkisar antara 38-75 hari. Fase telur berkisar 4-7 hari, larva instar-1 berkisar 4-5 hari, larva instar-2 berkisar 6-9 hari, pra-pupa berkisar 2-3 hari, pupa berkisar 3-5 hari, dan lama hidup imago berkisar 19-46 hari. P. fuscipes memperlihatkan tanggap fungsional terhadap peningkatan kepadatan B. tabaci sebagai mangsa. Jumlah pemangsaan nimfa B. tabaci tertinggi terjadi pada kepadatan 160 nimfa, yaitu 101,1 dan 100,1 nimfa B. tabaci per imago P. fuscipes, masing-masing untuk periode pagi dan sore. Kecepatan memangsa imago P. fuscipes terhadap nimfa B. tabaci yaitu berkisar 0,83-8,17 nimfa per jam pada siang hari, dan 0,75-8 nimfa per jam pada malam hari.

Page 6 of 40 | Total Record : 395