cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agrikultura
ISSN : 08532885     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrikultura terbit tiga kali setahun (April, Agustus dan Desember), memuat artikel hasil penelitian dan kupasan (review) orisinal hasil dari penelitian yang sebagian telah dilakukan penulis, dan komunikasi singkat.
Arjuna Subject : -
Articles 395 Documents
Rekayasa Mesin Pencacah Jerami Padi Wahyu K. Sugandi; Zaida Zaida; Devi Maulida
Agrikultura Vol 29, No 1 (2018): April, 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (919.004 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v29i1.16921

Abstract

ABSTRACTDesigning of Rice Straw Chopper MachineAccording to observations conducted in the field, the potential of straw wastes in Ciparay, Bandung, West Java Indonesia reaches 10-12 tons / ha but its utilization has not been optimazed to this date. After harvested, the remaining unused straw is abandoned on the ground and is eventually burned. In the long run, this straw burning will be very disadvantageous to farmers, especially in terms of the environmental impacts on rice paddy including decreasing soil fertility, killing soil biota, damaging soil physical properties and wasting energy. One of alternatives to utilize rice straw able to provide added value by utilizing its waste as a material to make compost on the condition that the straw should br chopped into a size of 5-10 cm according to SNI standards. Therefore, a study on rice straw chopping technology based on the composting requirements is required. The goal of this study was to design a prototype of rice straw chopper with capacity of 200 kg/hour. The method used in this research was engineering method including requirement observation, design criteria, functional and structural design, figure design, technical analysis, prototyping of rice straw chopper, machine functional and performance test. The measurement results of rice straw characteristics showed that the average length, diameter, bulk density and moisture content of rice straw are 708 mm, 4 mm, 160.6 kg/m3 and 34.6% wet basis. This straw chopper engineering produced a prototype with a dimension of 1040 mm (length) x 1000 mm (height) x 465 mm (width) with a power source generator using 5.5 HP gasoline motor. The result of functional test of the straw chopper showed that the actual capacity of this straw chopper was 100.32 kg/hour.Keywords: compost, prototype, functionalABSTRAKPotensi limbah jerami yang ada di Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung berdasarkan pengamatan di lapangan mencapai 10 – 12 ton/ha yang hingga saat ini pemanfaatannya belum optimal. Setelah panen, sisa jerami yang tidak terpakai disimpan begitu saja di lahan yang pada akhirnya dibakar. Pembakaran jerami ini dalam jangka panjang akan sangat merugikan petani karena terutama berdampak negatif bagi lingkungan di lahan sawah yang meliputi penurunan kesuburan tanah, mematikan biota tanah, merusak sifat fisik tanah dan pemborosan energi. Salah satu cara pemanfaatan jerami padi yang dapat memberikan nilai tambah yaitu dengan memanfaatkan limbah jerami padi sebagai bahan untuk membuat kompos dengan syarat bahwa jerami tersebut sudah dalam keadaan tercacah dengan ukuran 5 – 10 cm sesuai standar SNI. Oleh sebab itu diperlukan suatu penelitian teknologi pencacahan jerami padi sesuai syarat pembuatan kompos. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang bangun mesin protipe mesin pencacah jerami padi dengan kapasitas 200 kg/jam. Adapun metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode rekayasa (engineering) yang meliputi observasi kebutuhan, kriteria rancangan, rancangan fungsional, rancangan struktural, gambar desain, analisis teknik, pembuatan protipe mesin pencacah jerami padi, uji fungsional mesin dan uji kinerja mesin. Hasil pengkuran terhadap karakteristik jerami padi menunjukkan bahwa rata panjang, diameter, bulk density dan kadar air jerami padi masing-masing adalah 708 mm, 4 mm, 160 kg/m3 dan 34,6% basis basah. Hasil rekayasa mesin pencacah jerami mempunyai dimensi panjang 1040 mm, tinggi 1000 mm dan lebar 465 mm dengan sumber tenaga penggerak menggunkan motor bensin 5,5 HP. Hasil pengujian fungsional terhadap mesin pencacah jerami menunjukkan bahwa kapasitas aktual mesin penacacah jerami padi adalah 100,32 kg/jam, dengan panjang potongan < 5 cm.Kata Kunci : Kompos, Prototipe, Fungsional
Kompatibilitas Vegetatif Fusarium oxysporum dari Beberapa Tanaman Inang Sri Sri Hartati; Ummu Salamah Rustiani; Lindung Tri Puspasari; Wawan Kurniawan
Agrikultura Vol 27, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.943 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v27i3.10875

Abstract

ABSTRACTVegetatif compatibility of Fusarium oxysporum on various hostsMany strains or race of Fusarium oxysporum can be grouped based on compatibility reproduction from a variety of different strains called Vegetative Compatibility Group (VCG). This study was aimed to determine how the grouping of several isolates of F. oxysporum and grouping of several hosts of the fungus by vegetative compatibility group. Fusarium oxysporum isolated from chickpea plants that showed symptoms of fusarium wilt. The isolates of F. oxysporum of chili and tomatoes obtained from the culture collections of Mycology Laboratory of IPB. Stages of vegetative compatibility testing assayed through recovery of nit mutants, the identification of phenotype of nit mutant, and complementation test. There are 29 mutants isolated from the isolates of F. oxysporum. Nit1 mutant was obtained from all isolates of beans, tomatoes and peppers. NitM and Nit3 mutant isolates were obtained from chickpea 4 and chili sequentially. Two VCG and one single self compatibility (SSC) were assayed from isolates of F. oxysporum based on complementation testing.Keywords: Beans, Fusarium wilt, Nit mutant, SSC, VCGABSTRAKJamur Fusarium oxysporum memiliki banyak forma spesialis dan ras. Jamur ini dapat dikelompokkan berdasarkan kompatibilitas reproduksi dari berbagai strain yang berbeda disebut dengan vegetative compatibility group (VCG). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pengelompokkan F. oxysporum dan pengelompokkan jamur tersebut dari beberapa inang berdasarkan kelompok kompatibilitas vegetatifnya. Isolasi F. oxysporum dilakukan dari tanaman kacang panjang yang menunjukkan gejala layu fusarium. Isolat F. oxysporum dari cabai dan tomat berasal dari koleksi Laboratorium Mikologi IPB. Tahapan pengujian kompatibilitas vegetatif melalui pembiakan nit mutan, identifikasi fenotipe nit mutan, dan pengujian komplementasi. Isolasi mutan F. oxysporum didapatkan 29 mutan. Mutan nit1 didapatkan dari semua isolat yang diperoleh dari semua inang yang berbeda yaitu kacang panjang, tomat dan cabai. Mutan nitM hanya didapatkan dari isolat kacang panjang 4 dan mutan nit3 hanya didapatkan dari isolat cabai. Berdasarkan uji komplementasi F. oxysporum yang diuji terdiri dari dua VCG dan satu single self compatibility (SSC).Kata Kunci: Kacang panjang, Layu fusarium, Nit mutant, SSC, VCG
Perkembangan Alternaria solani pada Tiga Varietas Tanaman Tomat A. Marthin Kalay; J. Patty; M. Sinay
Agrikultura Vol 26, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.068 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v26i1.8455

Abstract

ABSTRACTDevelopment of Alternaria solani in three tomato varietiesAlternaria solani is a fungal plant pathogen that attacks tomatoes, potatoes, eggplant and peppers. Yieldlosses cause by this pathogen, especially in tomatoes, can reach up to 86% depends on grown tomatovarieties. This reaseach was aimed to examine the development of A. solani infection on three differenttomato varieties of Tombatu, Tyrana and Permata. The study was designed using a randomized block designand the observations included the proportion of the disease and the rate of infection. Results revealed thatthe highest development of the fungus A. solani occurred in Tombatu variety that reached 0.8445 andindicated the highest infection rate of 0.0810 per unit per day.Keywords: Alternaria solani , tomatoes, Tombatu, Tyrana, PermataABSTRAKAlternaria solani merupakan salah satu jamur patogen yang menyerang tanaman tomat, kentang, terung dancabai. Kerugian yang diakibatkan khususnya kehilangan hasil pada buah tomat dapat mencapai 86% yangsalah satunya bergantung pada varietas tomat yang ditanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuibagaimana perkembangan penyerangan patogen jamur A. solani pada tiga varietas tanaman tomat yangberbeda yaitu Tombatu, Tyrana dan Permata. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan AcakKelompok dengan pengamatan terhadap dua parameter yaitu proporsi penyakit dan laju infeksi penyakit.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan jamur A. solani paling tinggi terjadi pada varietasTombatu yang ditunjukkan dengan proporsi penyakit yang lebih tinggi mencapai 0,8445 dan laju infeksiyang lebih cepat mencapai 0,0810 per unit per hari dibandingkan pada dua varietas yang lain.Kata Kunci: Alternaria solani, tomat, Tombatu, Tyrana, Permata
Potensi Sumber Daya Lahan untuk Tanaman Tebu di Indonesia Memet Hakim
Agrikultura Vol 21, No 1 (2010): April, 2010
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.091 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v21i1.967

Abstract

Produksi gula Indonesia hanya 1,68 % sedangkan gula yang dikonsumsi  sebesar 2,79 % dari total konsumsi gula dunia. Swasembada gula dapat dicapai antara lain dengan ekstensifikasi lahan tebu oleh karena itu kajian mengenai potensi sumber daya lahan di Indonesia untuk perkebunan gula perlu dilakukan. Total areal tebu di Indonesia saat ini sekitar 430.000 ha, masih kekurangan 420.000 ha untuk swasembada gula. Kekurangan ini secara teknis dapat diatasi karena potensi lahan dengan karakteristik tanah yang cocok untuk tebu tersedia. Daerah yang sesuai untuk tanaman tebu berdasarkan kesesuaian lahan mencapai 33,80 juta ha, yang terdiri dari lahan sangat sesuai 12,70 juta ha, moderat cocok dengan 6,30 juta ha, dan marginal sesuai sekitar 14,80 juta ha. Penyebaran areal yang cocok untuk tebu adalah terluas di Kalimantan, Papua, dan Sumatera Selatan, Riau, Sumatera Utara, dan Lampung.
Teknik Inokulasi Buatan Clavibacter michiganensis subsp. sepedonicus, Penyebab Penyakit Busuk Cincin Bakteri, pada Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.) Luciana Djaya; Ineu Sulastrini; Iin Rusita
Agrikultura Vol 27, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.768 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v27i2.9967

Abstract

ABSTRACT Inoculation Techniques of Clavibacter michiganensis subsp. sepedonicus, the Cause of Bacterial Ring Rot Disease, on Potato (Solanum tuberosum L.). Clavibacter michiganensis subsp. sepedonicus, the cause of bacterial ring rot disease on potatoes, has been detected in potato fields in Pangalengan. To anticipate the spread of the pathogen, researches on the desease epidemiology are urgent to be carried out. Artificial inoculation techniques will be useful in the epidemiological studies. The objective of this reasearch was to evaluate some inoculation techniques, which are simple, cheap and fast in causing disease symptoms. The experiment was carried out at the laboratory and glasshouse of Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa), Lembang. The experiment was arranged in the randomized block design with five treatments of inoculation technique and five replications. The treatments were (a) soaking wounded seed tubers in pathogen suspension, (b) soaking not wounded seed tubers in pathogen suspension, (c) pathogen suspension was injected into leaf axil, (d) pathogen suspension was injected into seed tubers, and (e) pathogen suspension was poured into the planting holes. The results showed that stabbing and soaking tubers in pathogen suspension caused the shortest incubation period (17 days after inoculation) and the highest disease incidence (60%). Keywords : Clavibacter michiganensis subsp. sepedonicus, Bacterial ring rot, Potatoes, Inoculation techniquesABSTRAKClavibacter michiganensis subsp. sepedonicus (Cms), penyebab penyakit busuk cincin bakteri pada tanaman kentang, telah terdeteksi keberadaannya pada pertanaman kentang di Pangalengan. Dalam upaya mencegah penyebaran penyakit busuk cincin bakteri di Indonesia, perlu adanya studi epidemiologi patogen tersebut. Pada penelitian epidemiologi akan diperlukan cara menginokulasi tanaman secara buatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan teknik inokulasi buatan yang dapat menyebabkan periode inkubasi yang lebih singkat dan persentase kejadian penyakit busuk cincin bakteri paling tinggi pada tanaman kentang. Percobaan dilaksanakan di rumah kaca dan laboratorium penyakit Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa), Lembang. Percobaan dirancang secara rancangan acak kelompok dengan lima perlakuan teknik inokulasi Cms dan lima ulangan, yaitu inokulasi dengan (a) merendam ubi benih yang telah dilukai dalam suspensi bakteri, (b) merendam ubi benih tanpa dilukai dalam suspensi bakteri, (c) suspensi bakteri ditusukkan pada ketiak daun tanaman kentang, (d) suspensi bakteri ditusukkan pada ubi benih, dan (e) suspensi bakteri disiramkan pada lubang tanam. Masing-masing ulangan terdiri dari lima tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari lima teknik inokulasi buatan yang dilakukan, inokulasi dengan melukai ubi benih dan merendamnya dalam suspensi patogen menghasilkanJurnal Agrikultura 2016, 27 (2): 66-71ISSN 0853-2885Teknik Inokulasi Buatan Clavibacter….67periode inkubasi tersingkat, yaitu 17 hari setelah inokulasi, dan persentase kejadian penyakit tertinggi yaitu sebesar 60%.Kata Kunci : Clavibacter michiganensis subsp. sepedonicus, Busuk cincin bakteri, Kentang, Inokulasi buatan
Aktivitas Residu Ekstrak Biji Barringtonia asiatica (L.) Kurz. terhadap larva Crocidolomia pavonana F. (Lepidoptera : Pyralidae) Danar Dono; Rismanto Rismanto
Agrikultura Vol 19, No 3 (2008): Desember, 2008
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.251 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v19i3.999

Abstract

Penelitian rumah plastik ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepadatan populasi hama kutu daun persik (Myzus persicae Sulz.), tingkat kerusakan daun dan kehilangan hasil cabai merah (Capsicum annuum). Delapan taraf kepadatan populasi M. persicae (0, 2, 4, 8, 16, 32, 64, dan 128 ekor / tanaman) masing-masing diinfestasikan pada tanaman cabai pada fase pertumbuhan awal dan fase pembungaan awal.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa  populasi M. persicae dan tingkat kerusakan daun oleh hama tersebut berhubungan erat dengan kehilangan hasil cabai merah. Pada tanaman yang diinfestasi M. persicae saat fase pertumbuhan awal, hubungan antara kepadatan populasi (X) dengan kehilangan hasil (Y) mengikuti persamaan garis regresi Y = 19,1865 + 0,3568 X dengan keefektifan menduga sebesar 73,85% dan koefisien kerusakan sebesar 0,8724 g/ekor. Persamaan garis untuk tanaman yang diinfestasi M. persicae saat fase pembungaan awal adalah Y = 19,8504 + 0,3181X dengan keefektifan menduga  62,18 % dan koefisien kerusakan 0,7179 g/ekor. Hubungan antara tingkat kerusakan daun dengan kehilangan hasil pada tanaman cabai yang diinfestasi M. persicae saat fase pertumbuhan awal mengikuti persamaan garis regresi Y = 25,93 + 64,51 X1 + 0,26  X2 – 2,27 X3 {(Y = kehilangan hasil (%); X1 = tingkat kerusakan daun oleh M. persicae (%); X2 = populasi awal M. persicae (ekor/tanaman) dan X3 = waktu pengamatan (minggu setelah infestasi)} dengan  keefektifan menduga 78,75 % dan koefisien kerusakan 1,577 g/% kerusakan daun. Persamaan garis untuk tanaman cabai yang diinfestasi M. persicae saat fase pembungaan awal adalah Y = 25,59 + 1164,87 X1 + 0,08 X2 – 4,60 X3, dengan keefektifan menduga 79,18 % dan koefisien kerusakan 3,72  g/% kerusakan daun.
Kualitas Bibit dan Potensi Hasil Sembilan Kultivar lntroduksi Asparagus di Lembang,]awa Barat Tino Mutiarawati Onggo
Agrikultura Vol 19, No 1 (2008): April, 2008
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1526.544 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v19i1.629

Abstract

Uji adaptasi sembilan kultivar asparagus introduksi dari Amerika dan New Zealand telah dilakukan di Lembang, lawa Barat, pada tahun 2003—2004 untuk menentukan potensi hasil kultivar tersebut dan mempelajari hubungan antara kualitas bibit dengan hasil rebung yang diperoleh pada periode panen awal selama 5 minggu. Lokasi penelitian berada pada ketinggian 1100 m dpl, jenis tanah Andisol, dan tipe curah hujan D3 menurut klasifikasi Oldeman. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan sembilan perlakuan dan tiga ulangan. Uji lanjut menggunakan Duncan’s test pada taraf kepercayaan 5%. Hasil menunjukkan bahwa kuitivar Appolo, Purple Passion, dan UC 157-F1 mempunyai bobot bibit yang tinggi, namun hasil rebung asparagus hijau yang tinggi diperoleh dari kultivar Atlas, Purple Passion, dan Pacific Purple. Hubungan antara bobot bibit, jumlah akar, dan jumlah tunas dengan hasil rebung pada periode awal panen tidak terlihat nyata. Kultivar Atlas menunjukkan potensi yang baik untuk dikembangkan di daerah Lembang.
Ketahanan Sistemik Terinduksi pada Tanaman Padi dengan Ekstrak Tumbuhan terhadap Nematoda Bengkak Akar (Meloidogyne graminicola Golden and Birchfiels) Toto Sunarto; Tarkus Suganda; Martua Suhunan Sianipar; Aep Wawan Irawan
Agrikultura Vol 30, No 1 (2019): April, 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.37 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v30i1.22700

Abstract

ABSTRACTInduced systemic resistance in rice plant with plant extract to rice root-knot nematode (Meloidogyne graminicola Golden and Birchfiels)Rice is one of important crop that constantly infected by various pathogens. Root-knot nematodes (Meloidogyne graminicola) can decrease rice productivity in Southeast Asia. These nematodes have been reported in Indonesia. Currently nematode control is focused on biological control, application of organic and inorganic materials, natural nematicide, and induction of resistance. The study was conducted in the greenhouse Department of Plant Pest and Disease, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran. The purpose of this study was to obtain an effective type of plant extract as an inducer of rice plant resistance to M. graminicola. The experiment used experimental method with Randomized Block Design consisting of 6 treatments and 4 replications. The treatment consists of application of plant leaf extract: kirinyuh (Chromolaena odorata), beluntas (Plucea indica), water hyacinth (Eichornia crassipes), spinach thorn (Amaranthus spinosus), control (without plant extract), and carbofuran. The experimental results showed that the extract of beluntas (P. indica) and spinach thorn (A. spinosus) can decrease the amount of gall on the roots of rice plants, and can suppress the amount of juvenile II M. graminicola in 100 ml of soil.Keywords: Induced systemic resistance, Meloidogyne graminicola, Plant extract, RiceABSTRAKTanaman padi merupakan tanaman serealia penting di dunia. Patogen tanaman seperti jamur, bakteri, virus, dan nematoda merupakan faktor pembatas pada budidaya tanaman padi. Nematodabengkak akar (Meloidogyne graminicola) dapat menurunkan produktivitas padi di Asia Tenggara, dan nematoda ini telah dilaporkan terdapat di Indonesia. Pengendalian nematoda parasit tanaman sangat sulit, umumnya menggunakan nematisida kimia yang berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Saat ini pengendalian nematoda difokuskan pada pengendalian secara biologi, aplikasi bahan organik dan inorganik, nematisida alami, dan induksi resistensi. Penelitian ini dilakukan di rumah kaca Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh jenis ekstrak tumbuhan yang efektif sebagai bahan penginduksi ketahanan tanaman padi terhadap M. graminicola. Penelitian menggunakan metode percobaan dengan Rancangan Acak Kelompok terdiri dari 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari kontrol (tanpa ekstrak tumbuhan), aplikasi ekstrak daun tumbuhan kirinyuh, beluntas, eceng gondok, bayam duri, dan karbofuran. fek ekstrak tumbuhan sebagai bahan penginduksi tanaman diuji terhadap jumlah gall pada akar, jumlah juvenile tingkat kedua (J2) M. graminicola dalam tanah, berat basah bagian atas tanaman, berat basah akar, dan tinggi tanaman padi. Hasil percobaan menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak daun tanaman bayam duri dan beluntas dengan metode seed treatment (perendaman benih padi) dan soil drench (penyiraman pada tanah sekitar tanaman padi) dapat menurunkan jumlah gall pada akar padi dan tanaman padi resisten terhadap M. graminicola. Ekstrak daun bayam duri dan beluntas dapat menekan jumlah J2 M. graminicola dalam tanah dan meningkatkan berat basah akar dan tinggi tanaman padi.Kata Kunci: Ekstrak tumbuhan, Ketahanan sistemik terinduksi, Meloidogyne graminicola, Padi
Kemampuan Kompos dan Kompos Plus untuk Meningkatkan Ketahanan Tanaman Tomat terhadap Penyakit Bercak Coklat (Alternaria solani Sor.) Noor Istifadah; Nasrul Hakim
Agrikultura Vol 28, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.425 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v28i3.15742

Abstract

ABSTRACTAbilities of compost and compost plus to enhance tomato resistance to early blight (Alternaria solani Sor.)Compost can be used for organic fertilizer and also for disease control. To enhance its effectiveness, compost was fortified with antagonistic microbes and called compost plus. The aims of this study were to examine the potential of compost plus and its component, compost and antagonistic fungi (Trichoderma harzianum, Papulaspora sp. and Paecylomyces sp.) to enhance tomato resistance to early blight disease (Alternaria solani) and also to obtain the effective and efficient application methods of compost plus for enhancing the plant resistance. The results showed that compos, compost plus and T. harzianum enhanced the tomato resistance so that suppressed early blight disease by 39.2%-40.1%. The application methods were not significantly influenced the effectiveness of compost plus in enhancing the plant resistance. The application of compost plus as seed dressing, in the planting site or spraying water extract onto leaves solely or in combination suppress early blight disease by 31.96%-42.08%. The separation between the treatments and pathogen inoculation indicated the increase or induction of tomato resistance to the disease.Keywords: Antagonistic microbes, Trichoderma harzianum, Application method, Induced resistanceABSTRAKKompos selain dapat berfungsi sebagai pupuk organik juga dapat dimanfaatkan untuk pengendalian penyakit. Guna meningkatkan keefektifannya, kompos ditambah dengan jamur antagonis dan disebut ‘kompos plus’. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan kompos plus dan komponen penyusunnya yaitu kompos dan jamur antagonis (Trichoderma harzianum, Papulaspora sp. dan Paecylomyces sp.) untuk meningkatkan ketahanan tanaman tomat terhadap penyakit bercak coklat dan mendapatkan cara aplikasi kompos plus yang efektif dan efisien untuk meningkatkan ketahanan tanaman. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kompos plus, kompos, dan T. harzianum dapat meningkatkan ketahanan tanaman tomat sehingga menekan penyakit bercak coklat sebesar 39,2%-40,1%. Cara aplikasi kompos plus tidak berpengaruh secara nyata terhadap kemampuannya dalam meningkatkan ketahanan tanaman. Aplikasi kompos plus dengan cara perendaman benih dalam air rendaman kompos plus, aplikasi pada lubang tanam atau penyemprotan dengan air rendaman kompos baik secara tunggal maupun dengan cara gabungan dapat menekan penyakit bercak coklat sebesar 31,96%-42,08%. Pemisahan tempat antara perlakuan dengan inokulasi patogen mengindikasikan adanya peningkatan atau induksi ketahanan tanaman terhadap penyakit.Kata Kunci: Mikroba antagonis, Trichoderma harzianum, Cara aplikasi, Induksi ketahanan
Pengaruh Inokulasi Azotobacter Penghasil Eksopolisakarida terhadap Berat Kering dan Kandungan Kadmium Kubis (Brassica oleracea) di Tanah yang Dikontaminasi Kadmium Reginawanti Hindersah; Dedeh H. Arief
Agrikultura Vol 21, No 1 (2010): April, 2010
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.568 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v21i1.979

Abstract

Di lahan pertanian, kadmium (Cd) dapat berasal dari pupuk anorganik terutama pupuk fosfat. Kadmium dapat diakumulasi dalam jumlah berlebih di tanaman akumulator seperti keluarga Brassicacea tanpa gelaja keracunan. Serapan Cd dapat meningkat jika disertai inokulasi pupuk hayati Azotobacter yang menghasilkan Eksopolisakarida. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peningkatan kandungan Cd di tajuk tanaman kubis yang ditanam di tanah dikontaminasi Cd melebihi ambang batas setelah inokulasi bakteri Azotobacter. Percobaan rumah kaca dirancang dalam rancangan acak kelompok pola faktorial dengan aplikasi CdCl2 ke tanah Andisols sebagai  faktor pertama dan inokulasi isolat Azotobacter sebagai faktor kedua. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa inokulasi Azotobacter isolat LKM6 meningkatkan kandungan Cd tajuk kubis yang ditanam di tanah yang dikontaminasi Cd melebihi ambang batas. Pada penelitian ini tanaman kubis yang ditanam di tanah dikontaminasi CdCl2 tidak memperlihatkan gejala keracunan.

Page 7 of 40 | Total Record : 395