Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada (JIK Media Husada) menerima publikasi artikel asli dalam bentuk makalah penelitian, makalah tinjauan, laporan kasus dalam bahasa Indonesia atau Inggris. Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini berhubungan dengan berbagai topik seperti Keperawatan, Epidemiologi, Biostatistik dan Kesehatan Reproduksi, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan dan Kesehatan masyarakat, Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Kesehatan Ibu dan Anak, dan artikel terkait lainnya di depan umum. kesehatan. Jurnal diterbitkan pada bulan Maret, dan Oktober.
Articles
247 Documents
HUBUNGAN JUMLAH CD4 DENGAN KUALITAS HIDUP PADA ORANG DENGAN HIV/AIDS (ODHA)
Wira Daramatasia;
Dwi Soelistyoningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 8 No 1 (2019): April
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1787.185 KB)
|
DOI: 10.33475/jikmh.v8i1.198
ABSTRAK Latar Belakang: Kualitas hidup pada ODHA merupakan aspek yang sangat penting untuk diperhatikan, karena HIV/AIDS bersifat kronis dan progresif sehingga berdampak luas pada permasalahan fisik, psikologis, kemandirian, sosial, lingkungan maupun spiritual. Dengan meningkatnya kualitas hidup ODHA dapat mengurangi angka kesakitan bahkan angka kematian karena HIV/AIDS. Tujuan penelitian: mengetahui hubungan jumlah CD4 dengan kualitas hidup ODHA pada kelompok dukungan sebaya di Jombang Care Center Plus. Metode penelitian:menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Responden berjumlah 79 orang yang diambil dari 367 ODHA yang bergabung di KDS JCC+ berdasarkan quota sampling dan memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Kualitas hidup (Quality of Life/QoL) ODHA dikaji menggunakan kuisioner WHOQoLHIVBREF, Jumlah CD4 diukur dengan alat flowcytometry. Analisis data menggunakan t test untuk menguji signifikansi antara jumlah CD4 dan QoL dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil :kualitas hidup ODHA secara umum responden memiliki kualitas hidup baik sebesar 68%, sebesar 32% memiliki kualitas hidup cukup dan tidak terdapat responden dengan kualitas hidup kurang. Jumlah CD4 pada ODHA setelah diterapi ARV, Jumlah CD4 >350 sebanyak 70 0rang (99%) dan CD4<350 sebanyak 9 orang (11%). Adanya hubungan yang signifikan antara kualitas hidup dengan jumlah CD4, ODHA dengan jumlah CD4 yang lebih tinggi lebih baik kualitas hidupnya dibandingkan pasien dengan jumlah CD4 yang lebih rendah (P <0,05). Saran: Diharapkan ODHA dapat proaktif untuk lebih memperhatikan kesehatannya, pada KDS, tenaga kesehatan maupun pihak terkait dapat meningkatkan pelayanan Provider Initiated Testing and Counseling (PITC) kepada seluruh lapisan kelompok sasaran penularan HIV/AIDS pada kelompok tertular kelompok beresiko, kelompok rentan dan masyarakat umum Kata Kunci : Kualitas hidup, HIV, AIDS, WHOQoLHIV BREF, CD4.
PENDEKATAN PERAWAT PADA KELUARGA PASIEN YANG MENGALAMI KECEMASAAN KARENA ANGGOTA KELUARGANYA DIRAWAT DI RUANG ICU
Wahyu Rima Agustin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 8 No 2 (2019): November
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1225.909 KB)
|
DOI: 10.33475/jikmh.v8i2.183
Pendekatan perawat dapat mengurangi kecemasan yang dialami keluarga pasien. Pendekatan perawat tersebut berkontribusi dalam hal mengurangi gejala depresi dan kecemasan sehingga memberi manfaat terhadap kesehatan termasuk mengurangi depresi, kesepian, meningkatkan kematangan dalam berhubungan, kompetensi sosial dan penilaian psikososial yang lebih baik dalam menghadapi stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pendekatan perawat terhadap keluarga pasien yang mengalami kecemasaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologis. Sampel dalam penelitian adalah 3 partisipan. Data dalam penelitian ini dianalisa menggunakan metode Collaizzi. Hasil penelitian ini didapatkan empat tema yaitu, bentuk pendekatan perawat secara fisik, bentuk pendekatan perawat secara psikologi, bentuk pendekatan perawat secara spiritual, bentuk pendekatan perawat secara sosial. Kesimpulan penelitian ini adalah perawat menyatakan mampu memberikan pendekatan kepada anggota keluarga yang mengalami kecemasaan. Pendekatan perawat kepada keluarga dapat dilihat dari tindakan yang dilakukan perawat sehari-hari dalam penanganan kecemasaan keluarga pasien. Perawat diharapkan mampu mengaplikasikan tindakan-tindakan untuk menurunkan kecemasaan sehari-hari dan bila dibutuhkan oleh keluarga.
RETRACTED : ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN EFIKASI DIRI REMAJA DALAM MELAKUKAN RESUSITASI JANTUNG PARU
ahsan ahsan
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 8 No 2 (2019): November
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1675.535 KB)
|
DOI: 10.33475/jikmh.v8i2.185
Latar Belakang Angka kematian yang terjadi di luar rumah sakit akibat henti jantung atau Out-of-Hospital Cardiac Arrest (OHCA) menjadi salah satu fokus permasalahan kesehatan dunia karena angka kejadiannya yang tinggi dan meningkat setiap tahunnya. Penyebabnya adalah terlambatnya pelaporan dan pemberian tindakan RJP. Kepercayaan diri remaja dalam melakukan RJP dipengaruhi oleh banyak hal. Oleh karena itu beberapa faktor yang sangat penting untuk meningkatkan efikasi diri pada remaja semakin ditekankan untuk meningkatkan angka keselamatan pasien yang mengalami henti jantung di luar rumah sakit. Tujuan Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan efikasi diri remaja dalam melakukan Resusitasi Jantung Paru Metode Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional study . Lokasi penelitian di SMK Negeri 2 Singosari Malang. Jumlah responden sebanyak 110 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Analisa data menggunakan uji chi-square dan uji regresi logisitk. Hasil Hasil uji Chi-Square menunjukkan p value sebagai berikut variabel pengalaman yaitu nilai p = 0,007 (p<0,05) yang artinya ada hubungan yang signifikan antara pengalaman responden dengan efikasi diri remaja, untuk variabel persepsi didapatkan nilai p = 0,588 (p>0,05). Artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi dengan efikasi diri remaja, untuk kesadaran nilai p = 0,000 (p <0,05) yang berarti hubungan yang signifikan antara kesadaran dengan efikasi diri, pada pengetahuan didapatkan nilai p = 0,663 (p>0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang resusitasi jantung paru dengan efikasi diri remaja. Uji regresi logistik dilakukan untuk mengetahui faktor yang paling berhubungan dengan efikasi diri remaja dalam melakukan resusitasi jantung paru adalah variabel kesadaran Kesimpulan Kesadaran situasional tentang henti jantung merupakan faktor prediktor yang dapat digunakan untuk memprediksi efikasi diri, dimana kesadaran merupakan faktor prediktor paling dominan dalam mempengaruhi efikasi diri remaja dalam melakukan resusitasi jantung paru di SMK Negeri 2 Singosari. Kata Kunci: Resusitasi Jantung Paru (RJP), Remaja, Efikasi Diri, Faktor Efikasi Diri
PENGARUH PIJAT RELAKSASI TERHADAP PENURUNAN SAKIT KEPALA PADA IBU HAMIL TRIMESTER I
nicky danur jayanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 8 No 2 (2019): November
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (889.656 KB)
|
DOI: 10.33475/jikmh.v8i2.188
Headache is a diffuse pain in various parts of the head which varies in its intensity, and the duration of which is a neurological complaint during pregnancy, to reduce headaches by providing provision of drug therapy from aroma therapy, relaxation massage, hot and cold compresses. A relaxing massage is given to ease the discomfort, maintain the overall function of the body and provide emotional support. The study aimed to find out if there is an effect of a relaxation massage in decreasing headaches in pregnant women trimester I.The research method used was a comparative study using a pre-test and post-test group design. The samples used were 15 pregnant women who fit the inclusion criteria and population as many as 19 respondents. The sampling technique used was purposive sampling. Analysis of the results of research was using the Wilcoxon test analysis. Most of the first trimester pregnant women have headaches prior to the relaxation massage were 10 respondents (66.7%), relaxation massage after having a mild headache were 11 respondents (73.3%). Based on the analysis of Wilcoxon test obtained value ρ = 0.002, thus it is said that Ha is accepted because ρ <0.05 means that there is an effect of the level of head pain in the first trimester pregnant women before and after a relaxing massage treatment. It is advised to pregnant women, to add motivation to deal with headaches naturally.
HUBUNGAN LINGKUNGAN KERJA DAN RELIGIUSITAS DENGAN PENERAPAN K3 DI RUMAH SAKIT “X”
Devita Sari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 8 No 2 (2019): November
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (694.75 KB)
|
DOI: 10.33475/jikmh.v8i2.189
Upaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja harus diselenggarakan untuk mewujudkan produktivitas kerja yang optimal di semua tempat kerja termasuk di dalam Rumah Sakit. Salah satu instalasi di Rumah Sakit yang perlu mendapatkan perhatian lingkungan kerja dan penerapan K3 yaitu instalasi gizi, hal ini karena berdasarkan data studi pendahuluan terdapat kejadian kecelakaan kerja ringan sampai dengan sedang. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan metode analisis kuantitatif dengan pendekatan Cross-sectional. Sampel 42 orang karyawan bagian produksi di instalasi gizi RS “X” dengan metode total sampling. Sedangkan uji statistik yang digunakan adalah uji korelasi spearman. Hasil uji bivariat menggunakan korelasi spearman didapatkan bahwa ada hubungan antara lingkungan kerja dan religiusitas dengan penerapan K3 (p=0.000;p=0.042). Lingkungan kerja denga penerapan K3 menunjukan tingkat hubungan yang cukup kuat yaitu sebesar 0.599, sedangkan untuk religiusitas dengan penerapan K3 menunjukan tingkat hubungan yang lemah atau rendah yaitu sebesar 0.316. Secara keseluruhan karyawan bagian produksi di instalasi Gizi RS “X” merasa nyaman dengan lingkungan kerja yang ada pada saat ini. Lingkungan kerja sudah memenuhi standard atau baku mutu peraturan. Sedangkan religiusitas lebih kepada privasi yang dipengaruhi oleh budaya organisasi dan budaya kerja.
EFEKTIFITAS THERMOMECHANICAL VICO TERHADAP TINGKAT NYERI SAAT INJEKSI VAKSINASI
Ika Subekti Wulandari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 8 No 1 (2019): April
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (888.174 KB)
|
DOI: 10.33475/jikmh.v8i1.194
ABSTRAK Pengalaman nyeri saat injeksi vaksin akan berpengaruh terhadap persepsi psikologis mahasiswa terhadap nyeri dimasa mendatang. Nyeri merupakan pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan. Perlu intervensi yang optimal efektif dan efisien untuk mengatasi hal tersebut. Perawat berperan penting dalam mengatasi masalah nyeri akibat tindakan invasif dan mengurasi distres emosional pada anak dan remaja. Berbagai tehnik mengatasi nyeri saat ini banyak dikembangkan baik secara farmakologi dan nonfarmakologi. Tehnik nonfarmakologi yang murah, efektif, efisien dan mudah digunakan sangat dibutuhkan untuk mengatasi nyeri saat injeksi terutama saat vaksinasi. Salah satu metode yang digunakan adalah kombinasi antara kompres dingin dan vibrasi. Kedua metode tersebut dapat menurunkan sensasi nyeri tanpa efek samping dan berbiaya ringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Thermomechanical VICO (Vibration and Cold) terhadap nyeri saat injeksi vaksinasi pada mahasiswa keperawatan STIKes Kusuma Husada Surakarta yang diteliti dengan menggunakan desain postest only with control group design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat nyeri pada kelompok intervensi adalah 2,97 sedangkan pada kelompok kontrol adalah 4,75. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian Thermomechanical VICO sebelum injeksi efektif untuk menurunklan nyeri dengan nilai p value 0,000. Kata kunci : Thermomechanical, Nyeri, Vaksinasi ABSTRACT The experience of pain when injecting vaccines will affect students' psychological perceptions of pain in the future. Pain is an unpleasant sensory and emotional experience. Need effective and efficient optimal interventions to overcome this. Nurses play an important role in overcoming pain problems due to invasive actions and reducing emotional distress in children and adolescents. Various techniques to deal with pain are currently being developed both pharmacologically and non-pharmacologically. Cheap, effective, efficient and easy to use nonfarmacology techniques are needed to deal with pain during injection, especially during vaccination. One method used is a combination of cold compresses and vibrations. Both methods can reduce the sensation of pain without side effects and are low-cost. This study aims to determine the effectiveness of Thermomechanical VICO (Vibration and Cold) against pain during vaccination injection in nursing students of STIKes Kusuma Husada Surakarta who were studied using posttest only with control group design. The results showed that the average pain level in the intervention group was 2.97 while in the control group it was 4.75. The conclusion of this study was the provision of Thermomechanical VICO before effective injection to decrease pain levels with a p value of 0,000. Keywords : Thermomechanical, Pain, Vaccination
SIMULASI BENCANA BAGI MAHASISWA KEPERAWATAN: STUDI FENOMENOLOGI
Maria Wisnu Kanita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 8 No 1 (2019): April
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (887.47 KB)
|
DOI: 10.33475/jikmh.v8i1.195
Mahasiswa keperawatan harus dibekali dengan pengetahuan dan kemampuan keperawatan bencana melalui pendidikan dan pelatihan. Simulasi bencana dikembangkan sebagai metode pembelajaran bagi mahasiswa keperawatan untuk memiliki kompetensi yang dibutuhkan selama bencana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi persepsi mahasiswa keperawatan mengenai simulasi bencana. Studi fenomenologi dilakukan dengan menggunakan focus group discussion. Sebanyak tujuh mahasiswa keperawatan diwawancarai terkait dengan simulasi bencana yang telah mereka lakukan sebelumnya. Ketujuh orang tersebut merupakan peserta pertama dari simulasi bencana. Tujuh tema telah diperoleh, - upaya perwujudan simulasi bencana, kebutuhan simulasi bencana, respons terhadap simulasi bencana, hambatan pelaksanaan, potensi metode simulasi, pengembangan keperawatan bencana di Indonesia, peningkatan mendasar bencana keperawatan di Indonesia. Indonesia memiliki banyak daerah rawan bencana. mahasiswa keperawatan perlu dibekali dengan kompetensi keperawatan bencana untuk mempersiapkan lulusan secara memadai untuk berpartisipasi ketika bencana terjadi. Pengembangan simulasi bencana sebagai metode pembelajaran membutuhkan dukungan dari berbagai pihak pembuat kebijakan. Simulasi bencana sebagai metode pembelajaran sebagai upaya pengembangan keperawatan bencana di Indonesia. Kata kunci: simulasi bencana, keperawatan, fenomenologi
PENINGKATAN PENGETAHUAN ORANG TUA DALAM PERAWATAN EFEK SAMPING KEMOTERAPI PADA ANAK LEUKEMIA MELALUI BOOKLET DI RUMAH SAKIT
Happy Indri Hapsari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 8 No 2 (2019): November
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (717.442 KB)
|
DOI: 10.33475/jikmh.v8i2.196
Leukemia is the number one cancer that attacks children aged 0 to 18 years. Parents who have children with leukemia will experience a heavy burden in caring for children. Health education is one way for nurses to ease the burden of parents in finding information about leukemia. The use of booklets has long been known as a medium in health education, where effectiveness is very significant in increasing parental knowledge. The purpose of the study: to determine the effect of health education with booklets on the level of knowledge of parents in caring for leukemic children who are on chemotherapy. Method: quasi experiment and using Wilcoxon data analysis. Results: p-value 0.00, where the p - value <0.005 so that there is an effect of booklets in increasing parental knowledge about the treatment of side effects of chemotherapy in children with leukemia. Conclusion: booklet administration increases parental knowledge about the treatment of chemotherapy side effects in leukemic children.
KEJADIAN HIPERTENSI PADA ANAK DAN REMAJA DENGAN STATUS GIZI OBESITAS
Lailatun Nimah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 8 No 2 (2019): November
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (728.3 KB)
|
DOI: 10.33475/jikmh.v8i2.200
Introduction: The incidence of hypertension in children and adolescents can not be explained. Methods: This research is a correlative descriptive with research population of children and adolescents with nutritional status in elementary, junior and senior high school in Surabaya. The sample was 113 people, used consecutive sampling. The independent variable is obesity nutritional status of children and adolescent, while dependent variable is hypertension in child and adolescent. Data analysis with Chi Square for nutritional status variables and hypertension. The standard nutritional status variables using height measuring instruments and calibrated scales to obtain the status of child and adolescent nutritional data are adjusted to the 2007 WHO standards required by Ministry of health Republik Indonesia 2010. The hypertension variable of research using digital oscillometric.Results: Blood pressure measuremented data is sistole value, most of which is hypertension level II. The results of diastolic data are mostly in the prehypertension category. Conclussion:The incidence of hypertension in children and adolescents in Surabaya is boys bigger than women. The sistole value in blood pressure in children and adolescents with the most obesity is hypertension level II. Diastole values in blood pressure with the most obesity is prehypertension. Key words: Hypertension, Obesity, Children, Adolescent
PENGARUH COGNITIVE BEHAVIOUR THERAPY (CBT) TERHADAP PENINGKATAN BODY IMAGE SATISFACTION PADA REMAJA
Nia Agustiningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 8 No 2 (2019): November
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (726.436 KB)
|
DOI: 10.33475/jikmh.v8i2.207
Adanya pemikiran yang salah terhadap body image akan menyebabkan seorang remaja melakukan perilaku yang maladaptif untuk meningkatkan body image satisfaction. Berkaitan dengan hal tersebut maka remaja yang mengalami penurunan body image satisfaction bisa diberikan cognitive behaviour therapy (CBT). Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui body image satisfaction sebelum dan setelah diberikan cognitive behaviour therapy (CBT). Penelitian ini merupakan merupakan Quasy Experimental Pre – Post Test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen dengan tehnik pengambilan sampel simple random sampling dengan besar sampel 50 orang. Tahapan penelitian dalam penelitian ini adalah terdiri dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan yang terdiri dari pre test, pemberian intervensi cognitive behaviour therapy (CBT) dan post test. Instrument yang digunakan untuk pre test dan post test adalah kuesioner tentang body image satisfaction. Penelitian dilakukan di SMK 5 Muhammadiyah Kepanjen pada bulan Mei 2019. Analisis data dilakukan dengan menggunakan paired t-test. Data hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata – rata body image satisfaction (pre test) yaitu 93,7 dan body image satisfaction (post test) yaitu 108,74 dengan rata – rata selisih adalah 15,04. Hasil analisis data didapatkan bahwa nilai p-value 0,000 < 0,05 yang artinya ada perbedaan bermakna pada body image satisfaction antara sebelum dan sesudah diberikan cognitive behaviour therapy (CBT). Dari hasil tersebut bahwa cognitive behaviour therapy (CBT) bisa digunakan sebagai alternatif pemberian psikoterapi pada remaja yang mengalami penurunan terhadap body image satisfaction.