cover
Contact Name
Neneng Siti Latifah
Contact Email
nenengmalahayati@gmail.com
Phone
+6281315863446
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka NO 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 24768944     EISSN : 2579726X     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini berisi naskah tentang Ilmu Kesehatan yang meliputi: asuhan Kebidanan, Gizi, Psikologi, kebidanan komunitas, kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lansia, Kesehatan Masyarakat
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2" : 9 Documents clear
HUBUNGAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DENGAN KEMATIAN NEONATAL DI RSUD. DR. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG TAHUN 2013 Neneng Siti Latifah; Meilia Syafitri
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v1i2.548

Abstract

Bayi dengan BBLR merupakan salah satu penyebab kematian bayi Neonatal berdasarkan data yang menunjukkan kasus terjadinya BBLR memungkinkan terjadinya kematian neonatal. Pada tahun 2013 terjadi peningkatan pada kasus BBLR yaitu terdapat 624 bayi (39,2%)  dengan jumlah kelahiran 1.592 dan jumlah bayi yang meninggal akibat BBLR tersebut sebanyak 189 bayi (30,2%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan bayi berat lahir rendah dengan kematian neonatal di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun 2013Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan rancangan analitik dan pendekatan cross sectional. Tempat penelitian RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung, pada tanggal 5 Mei 2014 - 5 juni 2014. Populasi semua bayi yang lahir di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek  tahun 2013 sebanyak 1.592 bayi, dengan jumlah sampel 320 orang. Teknik pengambilan sampel sistematik random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan data sekunder yang didapat dari data rekam medik pasien. Teknik analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan analisa bivariat.Hasil analisa univariat didapat distribusi frekuensi bayi baru lahir di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2014 dalam kategori BBLR sebesar 177 (55,3%) dan tidak BBLR sebesar 143 (44,7%). Dan distribusi frekuensi BBLR di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2014 dalam kategori meninggal sebanyak 186 (58,1%) dan yang hidup sebanyak 134 (41,9%). Hasil analisa bivariat didapat p-value = 0,028 yang berarti ada hubungan bayi berat lahir rendah dengan kematian neonatal di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun 2013 dan diperoleh OR = 1,693. Saran penelitian adalah diharapkan dapat meningkatkan kualitas kerja tenaga kesehatan khususnya bidan, agar angka kejadian BBLR dan kematian neonatal menurun. Kata Kunci :  BBLR, kematian neonatal
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERJADINYA ISPA PADA BAYI (1-12 BULAN) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAJABASA INDAH BANDAR LAMPUNG TAHUN 2013 Ana Mariza; Trisnawati Trisnawati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v1i2.544

Abstract

Infeksi saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan satu contoh penyakit infeksi yang menular pada pernafasan dan merupakan penyakit infeksi akut menular yang masih menjadi isu kesehatan global disemua negara. Berdasarkan hasil Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) di Provinsi Lampung tahun 2011 penyakit ISPA merupakan penyakit saluran pernafasan yang banyak diderita oleh responden (19.0%) diikuti oleh pneumonia (0.9%).Berdasarkan hasildiagnosis tenaga kesehatan Bandar Lampung menempati urutan keempat terbesar prevalensi ISPA yaitu 8,9% (2). Tujuan penelitian Diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya ISPApada bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Raja Basa Indah tahun 2013.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Rajabasa Indah Bandar Lampung tahun 2013 sebesar 105 orang. Besar sampelnya 58 orang. Analisa data menggunakan chi square.    .Hasil penelitian didapat Pengetahuan ibu tentang pencegahan ISPA yang kurang baik sebesar 41 orang (70,7%) dan bayi yang terkena ISPA sebesar 26bayi (63,4%). Hasil uju chi square didapat ada hubungan pengetahuan ibu tentangpencegahan ISPA dengan terjadinya ISPA pada bayi p value < ???? ( 0,038 < 0,05). Status gizi bayi yang kurang sebesar 28 orang (48,3%) dan bayi yang terkena ISPA sebesar 20 orang (71,4%). Hasil uji chi square didapat ada hubungan status gizi pada bayi dengan terjadinya ISPA p value < (0,017 < 0,05). Keberadaan anggota keluarga yang merokok kategori ada sebesar 32 orang (55,2%) dan bayi yang terkena ISPA 23 bayi (71,9%). Hasil uji chi square didapat ada hubungan keberadaan anggota keluarga yang merokok dengan terjadinya ISPA pada bayi p-value < ???? (0,04 < 0,05). Diharapkan petugas kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Rajabasa Indah dapat mensosialisasikan pentingnya pencegahan ISPA dengan cara melakukan penyuluhan kepada ibu-ibu menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Kata kunci  : ISPA, Pengetahuan, Status Gizi, Keberadaan Anggota Keluarga yang Merokok
HUBUNGAN IBU HAMIL ANEMIA DENGAN KEJADIAN PERDARAHAN PADA SAAT MELAHIRKAN (Studi Kasus Di RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2014) Rosmiyati Rosmiyati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v1i2.549

Abstract

Di RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2013 yaitu pada periode  Januari – Desember 2013 sebanyak 298  orang dengan anemia , sedangkan yang memiliki HB < 11 gr% sebanyak 170 orang. Pada bulan Januari  2014 data ibu yang mengalami perdarahan post partum adalah sebanyak 28 kasus sedangkan data ibu yang mengalami perdarahan saat melahirkan  dan memiliki HB < 11 gr% adalah sebanyak 14 kasus. Tujuan penelitian adalah Diketahui  Hubungan Ibu Hamil anemia dengan kejadian perdarahan pada saat melahirkan  di RSUD Abdul Moeloek  Bandar Lampung Tahun 2014.Jenis penelitian adalah survey analitik, Populasi dalam penelitian ini adalah pada bulan Januari – Desember 2013 data ibu bersalin perdarahan dengan anemia  adalah sebanyak 170 orang, dengan menggunakan random sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan pengujian statistik chi-square.Hasil penelitian didapat secara umum bahwa dari 58 orang Ibu yang mengalami anemia saat kehamilan, yang mengalami perdarahan saat melahirkan sebanyak 42 orang (72,4%), sedangkan yang tidak mengalami perdarahan saat melahirkan sebanyak 16 orang (27,6%). Selain itu dari 62 orang Ibu yang tidak mengalami anemia saat kehamilan, yang  mengalami perdarahan saat melahirkan sebanyak 18 orang (29%), sedangkan yang tidak mengalami perdarahan saat melahirkan sebanyak 44 orang (71%). Perlu lebih ditingkatkannya pemberian dukungan terhadap peningkatan gizi ibu hamil melalui penyuluhan, bimbingan serta memberikan informasi mengenai pengaruh anemia terhadap resiko perdarahan persalinan bagi ibu hamil agar kesadaran masyarakat bertambah. Kata Kunci : Hubungan, Anemia, Perdarahan
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKS REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 1 NEGERI AGUNG KABUPATEN WAY KANAN TAHUN 2014 Lady Octaviany Iqmi; Rena Guspita Liasari
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v1i2.545

Abstract

Perilaku seksual terjadi karena beberapa alasan yaitu perubahan hormon yang berpengaruh pada seksualitas. Pengetahuan, sikap, kelornpok sebaya, penundaan usia perkawinan, adanya norma agama, tingginya dorongan media yang menyebabkan munculnya rasa ingin tahu, sosialisasi seksualitas yang tidak sempurna melalui orang tua. Perilaku seks remaja di Lampung mencapai sekitar 46,2%. Berdasarkan hasil razia dari pihak kepolisian didapatkan data bahwa rata-rata remaja ditemukan sedang melakukan seks di kamar kost dan hotel, dan berdasarkan hasil prasurvey di temukan Jumlah SMA Negeriyang ada di Negeri Agung sebanyak 4 sekolah. Berdasarkan laporan dari Puskesmas Negeri agung, SMA Negeri 1 Negeri Agung pernah terjadi 2 kasus hamil diluar nikah, sedangkan data dari SMA Negeri lainnya seperti SMA Negeri 2 ditemukan kasus seks pranikah sebanyak 1 kasus, hamil diluar nikah 1 kasus dan 2 kasus perkosaanTujuan penelitian diketahuinya hubungan pengetahuan, sikap dan kelornpok sebaya dengan perilaku seks remaja putri di SMA Negeri 1 Negeri Agung tahun 2014.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi kelas XI dan XII berjumlah 158 orang di SMA Negeri 1 Negeri Agung tahun 2014.Dengan jumlah sampel Sebanyak 113 orang.Tehnik sampling pada penelitian ini menggunakan metode propotional stratyied random sampling. Analisa dalam penelitian adalah chi square.Hasil uji statistik didapatkan ada hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi (p-Value=0,000 dan 0R=9,8), sikap (p-vaIue=0,001 dan OR= 3,7) dan kelompok teman sebaya (p-vaIue=0,001 dan OR= 3,9) dengan perilaku seks remaja putri di SMA Negeri 1 Negeri Agung tahun 2014. Saran untuk penelitian selanjutnya tentang faktor-faktor lain seperti persepsi, pergaulan, pengaruh teman sebaya keyakinan, nilai, pendidikan kesehatan, komponen program, promosi kesehatan, kebijaksanaan, peraturan, organisasi yang berhubungan dengan perilaku seksual berisiko yang belum diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci : Pengetahuan, sikap, kelompok sebaya dan perilaku seks
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DAN DUKUNGAN SUAMI PADA IBU HAMIL TERHADAP KETERATURAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) DI PUSKESMAS WATES LAMPUNG TENGAH TAHUN 2014 Yulistiana Eva Yanti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v1i2.550

Abstract

Berdasarkan data pendahuluan di Puskesmas Wates Lampung Tengah Tahun 2014 pada tanggal 10 Februari 2014 data tentang kunjungan K1 tahun 2011 sebesar 86,40% dan menurun ditahun 2012 menjadi 80,49%, K4 tahun 2011 sebesar 77,8% dan menurun ditahun 2012 menjadi 63,4% data ini masih jauh dari standar pelayanan minimal (SPM) Dinas kesehatan Lampung Selatan target kunjungan K1 dan K4 sebesar 93%.Tujuan Penelitian: Diketahui apakah ada hubungan antara pengetahuan ibu dan dukungan suami dengan kunjungan Antenatal Care pada ibu hamil di Puskesmas Wates Lampung Tengah Tahun 2014.Jenis penelitian ini adalah  survei analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil  yang melakukan kunjungan Antenatal Care di Puskesmas Wates pada saat penelitian sebesar 40 orang dengan sampel total population sebanyak 40 orang. Alat pengumpulan data menggunakan lembar angket. Analisa data menggunakan chi – square.penelitian ini dilakukan di Puskesmas Wates Lampung Tengah pada tanggal 10 Januari – 20 Juni 214.Penelitian dengan analisa univariat terdapat 22 responden (55%) yang memiliki pengetahuan kurang baik, 24 responden (60%) yang kurang mendapatkan dukungan dari suami dan terdapat 22 (55%) responden yang kurang teratur melakukan kunjungan Antenatal Care, dan pada analisa bivariat didapat hasil bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu hamil dengan keteraturan kunjungan antenatal care pada ibu hamil dimana p = 0,001< 0,05 dan dukungan suami dengan kunjungan antenatal care pada ibu hamil dimana p = 0,000< 0,05. Saran: Bagi petugas kesehatan di Puskesmas Wates Lampung Tengah  khususnya unit program KIA untuk lebih meningkatkan promosi kesehatan tentang pentingnya kunjungan antenatal care bagi ibu hamil dan memberikan informasi kepada keluarga tentang bentuk dukungan yang harus diberikan kepada ibu hamil melalui komunikasi interpersonal saat suami mengantar ibu melakukan Antenatal Care ataupun memanfaatkan kader yang memiliki ikatan psikologis lebih dekat dengan masyarakat untuk melakukan kunjungan rumah dalam rangka mensosialisasikan peran suami dalam mendukung keberhasilan Antenatal Care pada ibu hamil. Kata Kunci : pengetahuan, dukungan suami, kunjungan antenatal care
HUBUNGAN PIJAT OKSITOSIN PADA IBU NIFAS TERHADAP PENGLUARAN ASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAJA BASA INDAH BANDAR LAMPUNG TAHUN 2015 Nurul Isnaini; Rama Diyanti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v1i2.551

Abstract

ASI adalah nutrisi alamiah terbaik bagi bayi dengan kandungan gizi paling sesuai untuk pertumbuhan optimal (1). Berdasarkan data presurvey yang diperoleh dari Wilayah Kerja Puskesmas Raja Basa Indah Bandar Lampung bulan maret - mei terdapat 78 ibu nifas. Dari 44 ( 6% ) orang ibu  nifas yang mengeluh ASI tidak keluar pada hari pertama pospartum, dan 13 (1,8%)  orang ibu nifas mengeluh masih sedikit pengluaran ASInya dan 29 (4%) ibu nifas mengeluh ASI tidak lancar mengakibatkan ibu untuk memilih susu formula dan terdapat 2 (0,3 %) ibu post partem yang mengalami perdarahan yang disebabkan oleh lemahnya kontraksi (atonia uteri). Tujuan peneliti : Diketahui hubungan pijat oksitosin pada ibu nifas terhadap pengeluaran ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Raja Basa Indah Bandar Lampung Tahun 2015.            Yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan rancana penelitian menggunakan Quasi Eksperimen, dengan desain penelitian yang digunakan adalah Static Group Comparison, penelitian dilakukan pada tanggal 15   juni - 1 juli 2015 dan penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja puskesmas raja basa indah. Tehnik sampling yang di gunakan purposive  sampling, data dalam penelitian ini merupakan data primer dan data sekunder, pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan analisis data yang di gunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan Chi Square            Berdasarkan hasil peneliti diketahui dari 15 responden yang dilakukan pijat oksitosin sebanyak 9 ibu nifas (60%) yang pengeluaran asinya cepat, 5 ibu nifas (33 % ) yang pengeluaran asinya normal dan ibu yang mengalami pengeluaran asinya lambat sebesar 1 ibu nifas (7 % ) dan kelompok yang tidak dilakukan pijat oksitosin 15 responden sebanyak 12 ibu nifas (80%) yang pengeluaran asinya lambat, 3 ibu nifas (20 % ) yang pengluaran asinya normal dan tidak ada ibu yang mengalami pengeluaran asinya cepat, perhitungan menggunakan SPSS ditemukan p value 0,000 <p α 0,05 atau (5%). Dengan demikian Ho tolak yang artinya adanya hubungan pijat oksitosin pada ibu nifas terhadap pengeluaran ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Raja Basa Indah Bandar Lampung Tahun 2015. Kata kunci : Pijat Oksitosin
GAMBARAN PENGETAHUAN PEKERJA SEKS KOMERSIAL TENTANG KEPUTIHAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANJANG BANDAR LAMPUNG TAHUN 2014 Nita Evrianasari; Widya Iriani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v1i2.547

Abstract

Keputihan yang terjadi pada wanita ini sangat besar, 75% wanita Indonesia pasti mengalami keputihan minimal satu kali dalam kehidupan, sekitar 95% kasus kanker leher rahim pada wanita Indonesia ditandai dengan keputihan. Hasil pr survey tanggal 11 Februari 2014, terdapat 73 pekerja seks komersial (PSK) ditemukan adanya 58 pekerja seks komersial (PSK) yang mengalami keputihan berdasarkan pemeriksaan laboratorium yang telah dilakukan petugas. Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui gambaran pengetahuan Pekerja Seks Komersial tentang keputihan di Wilayah Kerja Puskesmas Panjang Kecamatan Panjang tahun 2014. Jenis penelitian kuantitatif adalah deskriptif dengan pendekatan. Populasi dalam penelitian ini adalah Pekerja Seks Komersial Di Wilayah Kerja Puskesmas Panjang dari Bulan Januari – April 2014 sejumlah 153 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling dan jumlah sampel ada 43 responden. Pengumpulan data dengan menggunakan angket. Teknik analisa data yang digunakan adalah menggunakan analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan sebagaian besar responden memiliki pengetahuan yang kurang tentang keputihan yaitu sebanyak 21 responden (48,8%). Saran bagi Petugas Puskesmas Panjang meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat khususnya pekerja seks komersial dengan terus melakukan pemeriksaan kesehatan seara rutin dan tepat waktu, serta saran bagi Pekerja Seks Komersial diharapkan lebih mengetahui dan memahami tentang keputihan serta mampu menjaga kesehatan lebih baik dan benar. Kata Kunci : Pengetahuan, Keputihan
PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU POST PARTUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAJA BASA INDAH BANDAR LAMPUNG TAHUN 2015 Yuli Yantina; Popi Fitriani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v1i2.552

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih banyaknya bayi yang tidak mendapatkan ASI secara eksklusifMenurut WHO 2011 hanya 35.5% bayiberusiakurangdari 6 bulan di Duniamendapatkan ASI Eksklusif. ASI eksklusifsebesar 54,3% padatahun 2013 darijumlah total bayiusia 0 - 6 bulandansecaraabsolut  1.348.532 bayiataubayi 0-6 bulan yang tidak ASI eksklusifsebesar 1.134.952 bayi. Salah satu cara dengan di lakukan pijat oksitosin, Pemijatan ini dapat merangsang hormon oksitosin yang dapat mempertahankan produksi ASI pada ibu Post partum(7).Tujuan penelitian: di ketahui pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap produksi ASI pada ibu post partum di Wilayah kerja puskesmas raja basa indah bandar lampung pada Tahun 2015.Jenis penetitian: Jenispenelitian yang di gunakan adalah jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan Quasi ekperimen, populasi dalam penelitian ini adalah ibu post partum normal yang ASInya sudah keluar di wilayah kerja puskesmas raja basa indah Bandar lampung pada saat penelitian sebanyak 30 responden eksperimen dan kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampel. Alat pengambilan data menggunakan lembar observasi.            Hasil penelitian, bahwa dari 15 responden Eksperimen atau yang dilakukan pijatan oksitosin, sebanyak 13 responden (86,7) yang produksi ASInya baik dan kurang baik sebanyak 2 responden (13,3%), sedangkan pada 15 responden kontrol / yang tidak dilakukan pijat oksitosin, sebanyak 3 responden (20%) yang produksi ASInya baik dan kurang baik sebanyak 12 responden (80%). Pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI (p value 0,001) Bagi petugas kesehatan pijat oksitosin dapat dijadikan prosedur tetap playanan post partum di rumah sakit. Kata kunci : pijat oksitosin, produksi ASI
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG GIZI IBU MENYUSUI DI BPS MULYATI, Amd.Keb NATAR LAMPUNG SELATAN TAHUN 2014 Anggraini Anggraini; Marina Mahesi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v1i2.546

Abstract

Latar belakang: Gizi pada ibu menyusui sangat erat kaitannya dengan produksi air susu, yang sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang bayi. Kekurangan gizi pada ibu menyusui selain menimbulkan gangguan kesehatan pada ibunya juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada bayinya. Dinas Kesehatan Provinsi Lampung tahun 2010 yang menunjukkan 12,6% proses pertumbuhan dan perkembangan anak terganggu, bayi mudah sakit dan mudah terkena infeksi ini terjadi akibat kekurangan gizi berulang dalam waktu lama, kurangnya pemberian ASI. Diketahui gambaran pengetahuan ibu nifas tentang gizi ibu menyusui di BPS Mulyati, Amd.Keb Natar Lampung Selatan Tahun 2014Metode penelitian: Jenis penelitian kuantitatif rancangan deskriptif dengan pendekatan Cross sectional. Responden dalam penelitian ini adalah ibu nifas yang menyusui yang berkunjung ke BPS Mulyati, Amd.Keb. Natar Lampung Selatan sejumlah 32 ibu nifas yang menyususi pada tanggal 16 Mei 2014 sampai dengan 11 Juni 2014. Teknik sampling yang digunakan adalah Accidental sampling.Kesimpulan: Bahwa sebanyak 18 ibu (56,2%) memiliki pengetahuan tentang gizi ibu menyusui dalam kategori kurang baik, 17 ibu (53,1%) memiliki pengetahuan tentang gizi ibu menyusui berupa manfaat gizi pada ibu menyusui dalam kategori kurang baik, 18 ibu (56.2%) memiliki pengetahuan tentang gizi ibu menyusui berupa sumber gizi pada ibu menyusui dalam kategori kurang baik, 16 ibu (50%) memiliki pengetahuan tentang gizi ibu menyusui berupa dampak kekurangan gizi pada ibu menyusui dalam kategori kurang baik.Saran: Ibu nifas agar lebih meningkatkan kesadaran terhadap perlunya pengetahuan tentang gizi ibu menyusui sehingga mereka dapat mengetahui dan mengenali apa manfaat dan dampak kekurangan gizi pada ibu menyusui dengan demikian diharapkangangguan/komplikasi dalam masa nifas dapat dideteksi secara dini. Kata Kunci : Pengetahuan, Gizi, Ibu Menyusui

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2026): Volume 12 No 2 Februari 2026 Vol 12, No 1 (2026): Volume 12 No 1 Januari 2026 Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025 Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025 Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025 Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025 Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025 Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025 Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025 Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025 Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025 Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025 Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025 Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025 Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024 Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024 Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024 Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024 Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024 Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024 Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024 Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024 Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024 Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024 Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024 Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024 Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023 Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023 Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023 Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022 Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022 Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021 Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021 Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021 Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020 Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020 Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020 Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020 Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019 Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019 Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 More Issue