cover
Contact Name
Jatmiko Wahyudi
Contact Email
jatmiko.mil@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.litbangpati@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. pati,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK
ISSN : 19782306     EISSN : 26556618     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Litbang diterbitkan oleh Badan Perencanaan Pengembangan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati dengan p-ISSN 1978-2306 dan e-ISSN 2655-6618. Jurnal Litbang terbit dua kali dalam setahun yaitu pada Bulan Juni dan Bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 163 Documents
KENAKALAN REMAJA AWAL DI LINGKUNGAN SEKOLAH DITINJAU DARI KETIDAKHADIRAN ORANG TUA KARENA MERANTAU Aini, Siti Qorrotu
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 11, No 2 (2015): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.049 KB) | DOI: 10.33658/jl.v11i2.70

Abstract

ENGLISHEarly adolescent phase that coincided with the beginning of secondary school age have characteristics that emotionally still volatile because of the influence of hormonal changes in adolescents. This forms a distinctive characteristic in early adolescence which includes aspects social behavior, moral, religious, affective, cognitive and personality. The reviewed purpose is to explain the potential of early adolescent delinquency in the school environment on students whose parents migrated for temporary. Adolescent phase needs nurturing, guidance, direction and supervision. The parents roles is needed for the success of adolescent development. Adolescent who left by their parents for temporal migration have psychosocial youth impact in their school life. Adolescent beside studied academicly also required to comply with the applicable rules at school. Adolescent who are left for temporal migration and have psychosocial problem, forms of delinquency includes substance abuse such as alcohol, behavioral problems includes coming late, ditching, not doing homework, words are rude, alcohol, viewing pornography, fighting, courting school environment, write inappropriate words on the walls of the bathroom and indications brawl. INDONESIAFase remaja awal yang bertepatan dengan usia sekolah menengah memiliki karakteristik yang secara emosional masih bergejolak karena pengaruh perubahan hormonal dalam diri remaja. Hal ini membentuk karakteristik yang khas pada masa remaja awal yang meliputi aspek perilaku sosial, moral, religi, afeksi, kognitif dan kepribadian. Tujuan penulisan untuk menjelaskan potensi kenakalan remaja awal di lingkungan sekolah pada siswa yang orang tuanya merantau. Fase remaja membutuhkan pengasuhan, bimbingan, arahan dan pengawasan. Peran orang tua sangat dibutuhkan untuk keberhasilan perkembangan anak remaja. Remaja yang ditinggal orang tuanya merantau memiliki dampak psikososial remaja dalam kehidupannya bersekolah. Remaja, selain belajar secara akademis juga dituntut untuk mematuhi aturan yang berlaku disekolah. Remaja yang ditinggal merantau dan memiliki masalah psikosial, bentuk-bentuk kenakalannya meliputi penyalahgunaan zat berupa minuman keras, masalah perilaku meliputi terlambat, membolos, tidak mengerjakan tugas/PR, perkataan yang kasar, minuman keras, melihat pornografi, berkelahi, pacaran dilingkungan sekolah, menulis kata-kata tidak pantas di tembok kamar mandi dan indikasi tawuran.
TABOO IN PREGNANCY (Study in Pakem and Jrahi, Pati Regency) Aeni, Nurul
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 10, No 2 (2014): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.022 KB) | DOI: 10.33658/jl.v10i2.86

Abstract

ENGLISHThe practices of maternal care during pregnancy are still found in some areas in Pati Regency. This research aims to describe taboo during pregnancy in Pakem and Jrahi villages in Pati Regency. This research used qualitative method with ethnography approach. Informants used in this research were pregnant mothers with have more than seven month pregnancy, mother who have less than 2 month baby, public figures, and Family health section on Health Institutionof Pati Regency. This research used primary data which were obtained by depth-interview and observation and secondary data which were obtained by relevant documents. Data were analyzed descriptively. Results of this research were: (1) the forms of taboo during pregnancy were food restrictions and behaviors; (2) the aim of taboo during pregnancy was to have prominent and health baby, besides to get spontaneous delivery. (3) Jrahi villagers applied taboo more strictly than Pakem villagers. INDONESIAPraktik perawatan kehamilan berbasis budaya masih ditemukan di beberapa wilayah di Kabupaten Pati. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan pantangan dalam perawatan kehamilan di Desa Pakem dan Desa Jrahi Kabupaten Pati. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Informan penelitian adalah ibu hamil dengan usia kandungan lebih dari 7 bulan, ibu yang telah melahirkan dengan usia bayi kurang dari 2 bulan, tokoh adat, dan Bagian Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kabupaten Pati. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer yang didapatkan melalui wawancara mendalam dan observasi, serta data sekunder yang didapatkan melalui dokumen yang relevan. Pengolahan data menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pantangan selama kehamilan berupa pantangan makanan dan perilaku (1) tujuan dari pantangan selama kehamilan adalah mendapatkan keturunan yang sehat dan sempurna serta diberikan kemudahan dalam persalinan. (3) Masyarakat Desa Jrahi lebih ketat dalam melaksanakan pantangan dibandingkan masyarakat Desa Pakem.
KEBIJAKAN PENGEMBANGAN PASOKAN PANGAN DOMESTIK TELUR AYAM DI KABUPATEN PATI Suroso, Suroso
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 14, No 1 (2018): Juni
Publisher : Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.969 KB)

Abstract

ENGLISHFood supply is very important to ensure adequate food comsumption for community. The objectives of the research are: (1) to analyze the production of chicken eggs; (2) to analyze the consumption of chicken eggs; and (3) to analyze the balance and food supply chain of chicken eggs in the study area.This research used descriptive-quantitative approach. The research used primary and secondary data. Data collecting was conducted by interview and survey. The reserch used descriptive analysis. The research has 3 findings. Firstly, in Pati Regency production of race chicken eggs are 13,008,982 granules equal to 455,922.69 kilograms and the consumption of race chicken eggs are 455,922.69 kilograms so it has minus balance (-7,465,713.83) kilograms of race chicken eggs for a year. Secondly, the production local chicken eggs are 23,355,221 granules eggs equal to 830,745.21 kilograms and the consumption of local chicken eggs are 198,392.25 kilograms so it has surplus balance 632,353 kilograms of local chicken eggs for a year. Thirdly, in composite, the production of chicken eggs is less than consumption of chichen eggs and the supply of chicken eggs in Pati Regency is mostly derived from other regions including: Tuban, Blitar, Lamongan, Nganjuk and Bojonegoro. Then the sale trade of chicken eggs fot outside market is just little especially in the market of Kudus Regency. INDONESIAPasokan pangan sangat penting untuk menjamin konsumsi pangan memadai bagi masyarakat. Penelitian ini memiliki tujuan: (1) menganalisa tingkat produksi telur ayam; (2) menganalisa tingkat konsumsi telur ayam dan (3) menganalisa neraca dan rantai pasokan pangan komoditas telur ayam di area studi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif. Data penelitian meliputi data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan survey. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Penelitian ini memiliki 3 temuan. Pertama, Kabupaten Pati memiliki produksi telur ayam ras sebanyak 13.008.982 butir setara dengan 455.922,69 kg dan konsumsi telur ayam ras sebanyak 8.116.162,95 kg maka daerah ini memiliki neraca minus (-7.465.713,83) kg telur ayam ras per tahun. Kedua, Kabupaten Pati memiliki produksi neto telur ayam buras 23.355.221 butir setara dengan 830.745,21 kg dan konsumsi telur ayam buras sebanyak 198.392,25 kg maka daerah ini memiliki neraca surplus 632.353 kg telur ayam buras per tahun. Ketiga, secara komposit, produksi telur di Kabupaten Pati lebih sedikit dibandingkan konsumsi telur dan rantai pasokan pangan komoditas telur ayam sebagian besar didatangkan dari luar daerah meliputi: Tuban, Blitar, Lamongan, Nganjuk dan Bojonegoro. Kemudian perdagangan penjualan telur ayam keluar daerah relatif kecil dengan target pasar Kabupaten Kudus.
KELAYAKAN USAHA INDUSTRI IKAN PINDANG SKALA RUMAH TANGGA DI KABUPATEN PATI Herna Octivia Damayanti
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 12, No 1 (2016): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.012 KB) | DOI: 10.33658/jl.v12i1.49

Abstract

ENGLISHBoiled fish is quite popular in Pati Regency. The purpose of this study is to conduct economic analysis of industrial fish boiled in household scale in Pati Regency. The study was conducted in Banyutowo village, Dukuhseti Sub district and Dukutalit village, Juwana Sub district on October 2015. The research method is descriptive quantitative. The primary data were obtained by interviews with boiled fish employers of household scale. While secondary data were derived from relevant documents from marine and fisheries agency of Pati regency. Sampling method was purposive sampling. Respondents were boiled fish employers of household scale. Data were analyzed using analysis of financial feasibility comprising: NPV, R/C ratio, IRR and PP. Results of the research show that: 1) NPV is Rp527,580,791 which means investing for boiled fish industry of household scale in Pati Regency acceptable; 2) The ratio R/C is 1.24 which means feasible to be run and developed; 3) The IRR is 5.11 meaning IRR > relevant interest rate (4.14%), so the investment is profitable; 4) PP is 4.8 years or 4 years and 10 months, including the category of medium refund. INDONESIABentuk olahan hasil perikanan laut yang cukup populer di Kabupaten Pati adalah ikan pindang. Tujuan penelitian adalah untuk melakukan analisis ekonomi terhadap industri ikan pindang dengan skala rumah tangga di Kabupaten Pati. Metode penelitian adalah deskriptif kuantitatif dan dilaksanakan bulan Oktober 2015. Sumber data berupa data primer yang diperoleh dari wawancara dengan pengusaha ikan pindang skala rumah tangga. Sedangkan data sekunder berasal dari dokumen relevan Dislautkan Kab. Pati. Pengambilan sampel dengan purposive sampling. Responden merupakan pengusaha ikan pindang skala rumah tangga. Lokasi penelitian berada di Desa Banyutowo Kecamatan Dukuhseti dan Desa Dukutalit Kecamatan Juwana. Analisis data dengan analisis finansial kelayakan usaha yang terdiri dari: NPV, Rasio R / C, IRR dan PP. Hasil Penelitian yaitu NPV adalah Rp527.580.791 berarti investasi untuk industri ikan pindang skala rumah tangga di Kabupaten Pati dapat diterima. Rasio R / C yaitu 1,24 artinya layak untuk dijalankan dan dikembangkan. IRR yang dihasilkan adalah 5,11 artinya IRR > tingkat bunga relevan yaitu 5,11% > 4,14% sehingga investasi dikatakan menguntungkan. PP yang dihasilkan adalah 4,8 tahun atau 4 tahun 10 bulan termasuk kategori pengembalian sedang.
FAKTOR-FAKTOR LINGKUNGAN YANG MEMPENGARUHI PENGEMBANGAN BUDIDAYA BAWANG MERAH (Allium ascalonicum, sp) DI KABUPATEN PATI Sutrisno Sutrisno
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 11, No 2 (2015): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.162 KB) | DOI: 10.33658/jl.v11i2.65

Abstract

ENGLISHOnion is one of the featured vegetable commodities that have long been cultivated by farmers intensively. This study aims to analyze the factors internal and external environment (IE) in the development of onion cultivation in Pati regency. Research used descriptive method with data sources derived from primary and secondary data. Analysis of data using the strategy formulation consisting of (1) Matrix Internal Factor Evaluation (IFE) and External Factor Evaluation (EFE), (2) Matrix Internal External (IE). The results showed the total value of the average score of 2.67 on a matrix IFE located on the cell II (on average), while the total score of the matrix EFE gained an average of 2.80 lies in cell IV (moderate). These results position the development of onion cultivation in Pati regency in cell II and IV, called a strategy to grow and build. INDONESIABawang merah merupakan salah satu komoditas sayuran unggulan yang sejak lama telah diusahakan oleh petani secara intensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal (IE) dalam pengembangan budidaya bawang merah di Kabupaten Pati. penelitian menggunakan metode deskriptif dengan sumber data berasal dari data primer dan sekunder. Analisis data menggunakan formulasi strategi terdiri dari (1) Matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE), (2) Matriks Internal External (IE). Hasil penelitian menunjukkan nilai total skor rata-rata pada matriks IFE sebesar 2,67 terletak pada sel II (rata-rata), sedangkan matriks EFE memperoleh total skor rata-rata sebesar 2,80 terletak pada sel IV (sedang). Hasil tersebut menempatkan posisi pengembangan budidaya bawang merah di Kabupaten Pati pada sel II dan IV, disebut strategi tumbuh dan membangun.
PENGEMBANGAN PERLUASAN AREAL TANAM DALAM PENINGKATAN PRODUKSI KACANG TANAH (Arachis hypogaea L) DI KABUPATEN PATI Sutrisno Sutrisno
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 10, No 2 (2014): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.846 KB) | DOI: 10.33658/jl.v10i2.81

Abstract

ENGLISHPeanuts are legumes commodity important after soybeans. Objectives of the research are to identify internal environment , external and formulate development strategies planting expansion in increased peanuts production in Pati regency. The research method uses descriptive with primary data source derived from observation and in-depth interviews with informants department of agriculture crops and livestock, farmer instructor, Agricultural Extension, community leaders, peanut farmers and stakeholders in 8 subdistrict centers of peanut plants, while the secondary data obtained from relevant documents. Data analysis using descriptive and SWOT . The results showed, among others : (1) land optimization with the support of the implementation of PAT peanut program, (2) improving institutional effectiveness and institutional farmer extension. INDONESIAKacang tanah merupakan komoditas kacang-kacangan yang penting setelah kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi lingkungan internal, eksternal dan merumuskan strategi pengembangan perluasan tanam dalam peningkatan produksi kacang tanah di Kabupaten Pati. Metode penelitian menggunakan deskriptif dengan sumber data primer berasal dari observasi dan wawancara mendalam dengan narasumber Dispertannak, Mantri tani, Penyuluh Pertanian, Tokoh masyarakat, petani kacang tanah dan Stakeholders di 8 Kecamatan sentra tanaman kacang tanah, adapun data sekendair diperoleh dari dikumen yang relevan. Analisis data menggunakan deskriptif dan SWOT analisis. Hasil penelitian menunjukkan antara lain: optimasi lahan dengan dukungan pelaksanaan program PAT kacang tanah dan meningkatkan efektivitas kelembagaan penyuluhan dan kelembagaan petani.
FAKTOR RISIKO PENYAKIT FILARIASIS (KAKI GAJAH) Ernawati, Aeda
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 13, No 2 (2017): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.784 KB) | DOI: 10.33658/jl.v13i2.98

Abstract

ENGLISHFilariasis is a chronic infectious disease caused by filarial worms and transmitted through mosquito's bites. Filariasis has a large social and economic impact. The purpose of the paper is to explain the risk factors of filariasis transmission, regarding environmental factors, community behaviour, and socio-economic factors. The study used systematic review method. The data comprised eight studies published in electronic journals. The ORs of those studies were analyzed to determine the strength of the risk factors. The result showed: The environmental factors of filariasis transmission were: (1) The prevalence of mosquito habitat surrounded the house; (2) Ventilation without wire mesh; (3) Hanging good practices; and (4) Poor environmental sanitation. The community behavior factors that increased the filariasis transmission were (1) the habit of going out at night; (2) The use of mosquito repellent; (3) The use of mosquito nets while sleeping; and (4) well-covered clothing practices. Socioeconomic factors related to filariasis risk was occupation. INDONESIAFilariasis adalah penyakit menular menahun yang disebabkan cacing filaria dan ditularkan melalui gigitan nyamuk. Filariasis menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang besar. Tujuan penulisan adalah membahas faktor risiko penularan filariasis berdasarkan faktor lingkungan, perilaku masyarakat, dan sosial ekonomi. Penelitian menggunakan metode systematic review. Data yang digunakan data sekunder berupa hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal elektronik sebanyak delapan hasil penelitian. Besarnya risiko dari nilai Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko kejadian penyakit filariasis berdasarkan faktor lingkungan antara lain; (1) Adanya habitat nyamuk di sekitar rumah; (2) ventilasi tanpa kawat kasa; (3) adanya barang-barang bergantung terutama dalam kamar; (4) Sanitasi lingkungan yang buruk. Adapun faktor perilaku masyarakat yang meningkatkan risiko penularan filariasis antara lain; (1) kebiasaan keluar rumah pada malam hari; (2) penggunaan obat nyamuk; (3) tidur tanpa kelambu; (4) kebiasaan memakai baju dan celana panjang saat malam hari. Faktor sosial ekonomi yang berkaitan dengan risiko filariasis adalah jenis pekerjaan.
KEMENARIKAN KONTEN BERITA DALAM MENARIK MINAT PEMBACA MAJALAH BUMI MINA TANI Oktiningtyas, Putri
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 14, No 2 (2018): Desember
Publisher : Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.969 KB)

Abstract

ENGLISHBumi Mina Tari (BMT) magazine is distributed regularly to all government institutions in Pati District, includes Regional Secretary Office (Setda). It aims to improve employe’s knowledge regarding programs/actions and regulations that are conducted by the local government. The objectives of this study are: (1) to describe the attractiveness of news content of BMT Magazine and readers’ interest to read the magazine and (2) to analyse the correlation between the two variables. The study used quantitative approaches, especially descriptive and correlational. The number of samples was 25 employees of Setda were chosen randomly. The data were analysed using descriptive and Spearman rank tests. The study resulted: (1) The use of language and The easiness to understand news content were the largest contributors to the attractiveness of News Content Variable; (2) Meanwhile, Reading Motivation and Satisfaction of news materials were the largest contributors to Readers Interest Variable. (3) There was a positive and significant correlation between the attractiveness of news contents and readers’ interest of the employees Setda, Pati District. INDONESIAPendistribusian majalah Bumi Mina Tani (BMT) di seluruh Perangkat Daerah, termasuk Sekretariat Daerah (Setda) diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan ASN terhadap program kegiatan serta kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah Daerah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menggambarkan kemenarikan Majalah BMT dan minat membaca karyawan Setda Kabupaten Pati dan (2) Menganalisis korelasi antara kedua variabel tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, baik deskriptif maupun korelasional. Sampel penelitian adalah 25 karyawan Setda Kabupaten Pati yang dipilih secara acak. Data yang didapat diolah menggunakan uji deskriptif dan Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Dimensi Penggunaan Bahasa dan Kemudahan Memahami Isi Berita memberikan kontribusi terbesar terhadap variabel Kemenarikan Isi Majalah BMT; (2) Motivasi Membaca dan Kepuasan terhadap Bacaan memberikan kontribusi tertinggi terhadap variabel Minat Membaca; (3) Terdapat hubungan positif dan signifikan antara kemenarikan isi majalah dengan minat membaca karyawan Setda.
MEMOTIVASI PETANI DALAM PENGEMBANGAN PADI ORGANIK DI KECAMATAN SUKOLILO KABUPATEN PATI Sutrisno Sutrisno
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 12, No 2 (2016): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.188 KB) | DOI: 10.33658/jl.v12i2.44

Abstract

ENGLISHThe essence of organic farming is ‘back to the nature’. This paper aims to identify the farmers’ motivation and the management strategy of organic rice in Sukolilo Subdistrict Pati District. This paper concludes: 1) the growth of farmers’ motivation to cultivatethe land with organic farming needs the strengthening. The positive reinforcement might change the behaviour continuously;2) The development of organic farming systems in Sukolilo Subdistrict Pati Regency generally dependson the government's policy framework on agriculture. Therefore, the organic rice development programmust have the vision to strengthen of Indonesian agriculture. Moreover, it should be environment-based as the basic for national independency in the free-market era. The mission should be able to developthe farmer’s bargaining position in the development of agricultural program through a community-based approach, so that the development of the agricultural sector is able to meet the international market demand throughdirected, controlled and sustained program planning. INDONESIAPada hakekatnya pertanian organik adalah back to nature. Tulisan ini bertujuan untuk mengindentifikasi motivasi petani dan strategi pengembangan tanaman padi organik di Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati. Tulisan ini menyimpulkan: 1) Tumbuhnya motivasi petani dalam mengelola lahan dengan sistem pertanian organik perlu diberikan penguatan. Dengan penguatan atau rangsangan yang positif, petani akan mengubah perilaku secara kontinyu atau terus menerus. 2) Kegiatan pengembangan sistem pertanian organik di Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati secara umum tidak terlepas dari kerangka kebijakan pemerintah pada sektor pertanian. Oleh karena itu kegiatan pengembangan padi organik harus memiliki visi membangun kekuatan pertanian Indonesia, berwawasan lingkungan sebagai basis kemandirian bangsa menghadapi era pasar bebas. Misi yang diemban juga hendaknya mampu membangun posisi tawar masyarakat tani dalam pengembangan kegiatan pertanian melalui pendekatan berbasis masyarakat, sehingga pengembangan sektor pertanian mampu memenuhi keinginan pasar internasional, dalam perencanaan program yang terarah, terkendali dan berkelanjutan.
GAMBARAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI KABUPATEN PATI Aeda Ernawati
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 11, No 1 (2015): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.551 KB) | DOI: 10.33658/jl.v11i1.60

Abstract

ENGLISHLow Birth Weight is one of the health problems during neonatal period. The purpose of this study is to describe Low Birth Weight (LBW) incidences in Pati Regency, include time, sex, place, and contributing for neonatal mortalities. This research used descriptive and quantitative approaches. Data sources derived from secondary data, i.e. Low Birth Weight records in Pati Regency 2011-2014. Data were analyzed descriptively. Results of study are the percentage of Low Birth Weight (LBW) incidence in Pati Regency in 2014 was 3.19% and it tended to increase from the previous year. Based on infant’s sex, there was slight different percentage between male infant and female infant (about 0.09% to 0.17%). The highest percentage of LBW in 2014 was found in Community Health Center (Puskesmas) of Winong 2, i.e. 6.69%. Period 2011-2014, LBW was the prior determinant of neonatal mortality in every year with the percentage ranged 32-45%. Threathment and prevention for LBW should become priority to decrease neonatal mortality. INDONESIABerat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu masalah kesehatan pada masa neonatal. Tujuan penelitian untuk menggambarkan kejadian BBLR di Kabupaten Pati berdasarkan waktu, jenis kelamin, tempat dan kontribusinya terhadap kematian neonatal. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sumber data berasal dari data sekunder berupa data BBLR di Kabupaten Pati tahun 2011-2014 kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan angka kejadian BBLR di Kabupaten Pati tahun 2014 sebesar 3,19% dan ada kecenderungan meningkat dari tahun sebelumnya. Persentase BBLR pada bayi laki-laki berbeda dengan persentase BBLR pada bayi perempuan, meskipun perbedaannya tidak terlalu jauh yaitu sekitar 0,09% sampai 0,17%. Angka kejadian BBLR tertinggi tahun 2014 terjadi di Puskesmas Winong 2 yaitu sebanyak 6,69%. BBLR menjadi penyebab kematian neonatal terbesar yaitu sekitar 32-45% setiap tahun. Penanganan dan pencegahan BBLR menjadi prioritas dalam rangka menurunkan angka kematian neonatal.

Page 6 of 17 | Total Record : 163