cover
Contact Name
Jatmiko Wahyudi
Contact Email
jatmiko.mil@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.litbangpati@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. pati,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK
ISSN : 19782306     EISSN : 26556618     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Litbang diterbitkan oleh Badan Perencanaan Pengembangan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati dengan p-ISSN 1978-2306 dan e-ISSN 2655-6618. Jurnal Litbang terbit dua kali dalam setahun yaitu pada Bulan Juni dan Bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 163 Documents
STRATEGI PEMANFAATAN KOTORAN SAPI Hermain Teguh Prayitno
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 10, No 1 (2014): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.064 KB) | DOI: 10.33658/jl.v10i1.76

Abstract

ENGLISHCow feces abundant in the pati district. In the theory, anaerobic organic matter change into inorganic produce energy. Meanwhile, scarcity and rising prices of LPG and chemical fertilizers are common, due to the disparity subsidized and non-subsidized price. Purpose of the study is to know the strategy of utilization cow faces, with descriptive quantitative method and SWOT analysis. Internal factors and external factors assessed by the results of 2.38 and 2.92, the positioning strategy of growth through horizontal integration and stability that is intensified and innovation process of making biogas, liquid manure, solid manure becomes easier, cheaper and can be emulated to provide own needs, and towards the avaibility of farmers to face post-subsidy removal. INDONESIAKotoran sapi berlimpah di kabupaten pati. Dalam teori, perubahan anaerob bahan organik menjadi anorganik menghasilkan energi. Sementara, kelangkaan dan peningkatan harga LPG dan pupuk kimia sering terjadi, akibat adanya disparitas harga subsidi dan non subsidi. Tujuan penelitian ingin mengetahui strategi pemanfaatan kotoran sapi, dengan metode deskriptif kuantitatif dan analisis SWOT. Faktor internal dan faktor eksternal dinilai dengan hasil 2,38 dan 2,92 pada posisi strategi pertumbuhan melalui integrasi horisontal dan stabilitas yaitu menggiatkan dan menginovasi proses pembuatan biogas, pupuk cair, pupuk padat menjadi lebih mudah, murah dan dapat ditiru untuk mencukupi kebutuhan sendiri, dan menuju ketahanan peternak dan petani menghadapi paska pencabutan subsidi.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP TERJADINYA HIPERTENSI PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II (Studi di Wilayah Puskesmas Kabupaten Pati) Sari, Gracilaria Puspa; Samekto, Marek; Adi, Mateus Sakundarno
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 13, No 1 (2017): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.353 KB) | DOI: 10.33658/jl.v13i1.92

Abstract

ENGLISHThe prevalence of hypertension in type 2 diabetic patients is 1,5-3 times higher than in nondiabetic The objectives of this research is to explain the risk factors affecting hypertension in type 2 diabetic patients. The research used an observational studies with case-control study design in Primary Healthcare Centers patients in Pati Regency of 2014. Case group were 57 patients with hypertension in type 2 diabetes, while control group were the type 2 diabetes patients without hypertension. Data were obtained from medical records and qualitative interviews. Chi-square test in bivariate and multiple logistic regression in multivariate analysis. This study has been obtained ethical clearance from The Ethical Committee of Health Research Medical Faculty of Diponegoro University or dr. Kariadi Hospital. Results : factors that influence hypertension in type 2 diabetic patients were physical activity (OR=6.4; 95% CI: 2.18-18.77; p=0.001), diabetes duration ≥ 5 years (OR=5.4; 95% CI: 1.97 – 14.704; p=0.001), and medication adherence (OR=3.6; 95% CI: 1.32-9.83; p=0.012). Other risk factors that not significantly influenced were age ≥45 years, male, diet compliance, history of hypertension, smoking, salt consumption, coffee consumption, and sleep duration. INDONESIAPrevalensi hipertensi pada penderita DM tipe 2 lebih tinggi dibandingkan non DM tipe 2. Tujuan penelitian untuk menjelaskan faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya hipertensi pada penderita DM tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Kabupaten Pati tahun 2014. Jenis Penelitian observasional dengan rancangan studi kasus kontrol pada pasien Puskesmas. Kelompok kasus adalah 57 pasien DM tipe 2 dengan hipertensi sedangkan kelompok kontrol adalah 57 pasien DM tipe 2 tanpa hipertensi. Data diperoleh dari observasi catatan medis dan wawancara. Uji chi-square pada analisis bivariat dan analisis multivariat dengan regresi logistik ganda. Penelitian ini telah memdapatkan Ethical clearance dari Komisi Etik FK UNDIP/RSUP dr. Kariadi Semarang. Hasil Penelitian : faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya hipertensi pada penderita DM tipe 2 adalah aktivitas fisik kurang (OR=6,4; 95% CI: 2,18 - 18,77; p=0,001), lama menderita DM ≥5 tahun (OR=5,4; 95% CI: 1,97 - 14,704; p=0,001), dan kepatuhan minum obat DM (OR=3,6; 95% CI: 1,32 - 9,83; p=0,012). Faktor yang tidak berpengaruh adalah : usia ≥45 tahun, jenis kelamin laki-laki, kepatuhan diet DM, riwayat hipertensi, kebiasaan merokok, kebiasaan makan asin, kebiasaan minum kopi, dan lama waktu tidur.
STRATEGI PENGEMBANGAN BANK SAMPAH DI KABUPATEN PATI Riswana, Iwan; Rukmana, Didi; Bulkis, Sitti
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 14, No 1 (2018): Juni
Publisher : Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.969 KB)

Abstract

ENGLISHTrash bank is a place for sorting and collecting of trash that can be recycled or reused which has economic value. This research aimed to formulate the strategy of trash bank development in the settlement of Pati Regency. This research used descriptive method with quantitative and qualitative approach (mix method). The data were collected through observation, interviews, and document study. The research was conducted in Pati Regency. The result indicates that the sustainability level of trash bank in Pati Regency is at 60%. It means that the trash bank system is considered normal. There are 6 groups which are influential and have interests in the trash banks that are Environmental Office of Pati Regency, Village Government, customers, collectors, scavengers and the community. The main strategies that can be used in the development of trash banks are: 1) encouraging Environmental Office of Pati Regency to provide training and ready to accommodate and to buy the trash products; 2) Along with village government, environmental office conduct socialization of proper waste management and optimization of waste bank management. INDONESIABank sampah adalah tempat pemilahan dan pengumpulan sampah yang dapat didaur ulang dan atau diguna ulang yang memiliki nilai ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah mencari strategi pengembangan bank sampah pemukiman di Kabupaten Pati. Penelitian ini berjenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian dilakukan di Kabupaten Pati. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumen. Data diolah dan dianalisis dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan aspek keberlanjutan bank sampah di Kabupaten Pati berada pada angka 60% yang berarti sistem bank sampah dianggap wajar. Terdapat enam kelompok yang berpengaruh dan berkepentingan terhadap bank sampah, yaitu Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pati, pemerintah desa, nasabah, pengepul, pemulung dan masyarakat. Strategi utama yang dapat digunakan dalam pengembangan bank sampah adalah : 1) mendorong Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pati untuk memberikan pelatihan dan siap menampung serta membeli produk kerajinan sampah; dan 2) bersama Pemerintah Desa melakukan sosialisasi terkait pengelolaan sampah dan pengoptimalan manajemen bank sampah.
POTENSI DAN EKSISTENSI PRODUKSI GARAM KONSUMSI DI KABUPATEN PATI Suroso Suroso
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 11, No 1 (2015): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.082 KB) | DOI: 10.33658/jl.v11i1.55

Abstract

ENGLISHPati Regency has a great potential production of consuming salt but there is an indication that the existing production of consuming salt is not optimum. The objectives of the research are: 1) to analyze the potential production of consuming salt in the study area; and 2) to analyze the existing production of consuming salt in the study area. The research uses descriptive approach. The data consist of primary data and secondary ones. Data collecting uses techniques of interview, field-events and document observation. The analysis uses descriptive one. There are three main findings in the research. Firstly, the potential production of consuming salt in Pati Regency is nearly 209,202 tons yearly but the existing production of consuming salt is 73,380 tons yearly, which is equal to 35.076% from the provided local potential production of consuming salt. Secondly, normatively local community in Pati Regency has consumption to salt 6,674 ton yearly, and the ekspor potential of salt is 202,527 ton yearly but the approximately annual salt ekspor is 66,706 ton because the realized production is not optimum. Thirdly, the product quality of consuming salt in the study area is under standard in general because of under standard raw materials and under standard equipments for production. INDONESIAKabupaten Pati memiliki potensi produksi garam sangat besar tetapi ada indikasi realisasi produksi garam konsumsi belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menganalisa potensi produksi garam konsumsi di area studi; dan 2) Menganalisa eksistensi produksi garam konsumsi di area studi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif. Data penelitian meliputi data primer dan data sekunder. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi lokasi (field-events) dan observasi dokumen. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Penelitian ini memiliki 3 temuan utama. Pertama, potensi produksi garam konsumsi di Kabupaten Pati sebanyak 209.202 ton per tahun tetapi realisasi produksi hanya sebesar 73.380 ton per tahun (35,076%) dari total potensi yang tersedia. Kedua, secara normatif konsumsi masyarakat domestik terhadap garam konsumsi di Kabupaten Pati sebesar 6.674 ton/tahun, dan daerah ini memiliki potensi ekspor garam konsumsi sebanyak 202.527 ton per tahun tetapi realisasi ekspor garam konsumsi hanya sebesar 66.706 ton per tahun karena realisasi produksi yang tidak optimal. Ketiga, kualitas produksi garam konsumsi di area studi umumnya di bawah standar dikarenakan faktor bahan baku yang kurang baik dan proses produksi yang tidak memiliki sarana/prasarana yang memadai.
PENERAPAN PENDEKATAN DISCON UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR TATA NAMA SENYAWA (Studi Pada Siswa Kelas X SMA N 1 PATI) Idha Nurhayati
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 11, No 2 (2015): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.019 KB) | DOI: 10.33658/jl.v11i2.71

Abstract

ENGLISHResults of studying chemistry class X SMA N 1 Pati from year to year in material Nomenclature Compounds are always low. The research objective was to determine the increase in activity and learning outcomes of chemical compounds on the material Nomenclature for class X MIA 9 SMA Negeri 1 Pati, by applying the approach DISCON (Discovery-Contectual) and games Tameo (Take Me Out). The research method is descriptive with qualitative and quantitative approaches, implemented January to March 2014 in SMA Negeri 1 Pati. The primary source is obtained from class X MIA 9 SMA Negeri 1 Pati consisting of 34 students (24 girls and 10 boys) and partner teachers. While secondary data derived from the study documents. Descriptive data were analyzed qualitatively and quantitatively. Results of the research is the liveliness of students in active and very active categories of the initial condition of 58.82%; cycle 1 of 73.53%; cycles 2 of 91.17%. The average value of 71.35 with an initial condition in classical learning completeness 64.71%; cycle1 of the average value of 76.94 with a classical mastery learning 76.47%; cycle 2 average value of 84.29 with a classical mastery learning 85.30%. Affective value in cycle 1 in the category of good and very good by 70.58%; cycle 2 of 88.23. INDONESIAHasil belajar kimia siswa kelas X SMA N 1 Pati dari tahun ke tahun pada materi Tata Nama Senyawa selalu rendah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan aktifitas dan hasil belajar kimia pada materi Tata Nama Senyawa bagi siswa kelas X MIA 9 SMA Negeri 1 Pati, dengan menerapkan pendekatan Discon (Discovery-Contectual) dan permainan Tameo (Take Me Out). Metode penelitian yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, dilaksanakan bulan Januari sampai Maret 2014 di SMA Negeri 1 Pati. Sumber primer diperoleh dari siswa kelas X MIA 9 SMA Negeri 1 Pati yang terdiri dari 34 siswa (24 siswa perempuan dan 10 siswa laki-laki) dan guru mitra. Sedangkan data sekunder berasal dari dokumen pembelajaran. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian yaitu keaktifan belajar siswa pada kategori aktif dan sangat aktif kondisi awal 58,82%; siklus 1 sebesar 73,53%; siklus 2 sebesar 91,17%. Nilai rata-rata kondisi awal 71,35 dengan ketuntasan belajar secara klasikal 64,71%; siklus 1 nilai rata-rata 76,94 dengan ketuntasan belajar secara klasikal 76,47%; siklus 2 nilai rata-rata 84,29 dengan ketuntasan belajar secara klasikal 85,30%. Nilai afektif pada siklus 1 pada kategori baik dan sangat baik sebesar 70,58 %; siklus 2 sebesar 88,23.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEKERJA SEKS KOMERSIAL (PSK) PADA REMAJA LAKI-LAKI (Studi Kasus Terhadap Remaja Laki-Laki Pelaku Prostitusi Di Kabupaten Pati) Siti Qorrotu Aini
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 10, No 2 (2014): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.084 KB) | DOI: 10.33658/jl.v10i2.87

Abstract

ENGLISHThe phenomenon of MSM (Men Sexual associated with man) is rapidly evolving, no longer limited to personal relationships but it is up to the commercial. Some adolescent boys had decided to become commercial sex workers. The purpose of this study was to describe the decision making process of teenage boys to become commercial sex workers. The research method is qualitative descriptive approach. Primary data were obtained by interview and observation. Secondary data were obtained from documents relevant agencies. Key informants numbered 2 teen boys sex workers by means of purposive sampling. The results showed that the decision to sex work through several stages including: assessing information, assess alternatives exist, consider alternatives, make commitments, and persist despite negative feedback. INDONESIAFenomena LSL (Lelaki berhubungan Seksual dengan Lelaki) semakin merebak, tidak lagi sebatas hubungan pribadi tetapi sudah sampai ranah komersial. Beberapa remaja laki-laki sudah memutuskan untuk menjadi Pekerja Seks Komersial. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan proses pengambilan keputusan remaja laki-laki untuk menjadi pekerja seks komersial. Metode penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data primer diperoleh dengan wawancara dan observasi. Data sekunder diperoleh dari dokumen instansi terkait. Informan kunci berjumlah 2 remaja laki-laki pekerja seks komersial dengan cara purposif sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengambilan keputusan menjadi pekerja seks komersial melalui beberapa tahap diantaranya: menilai informasi, menilai alternatif-alternatif yang ada, mempertimbangkan alternatif, membuat komitmen, bertahan meskipun ada feedback negatif.
TINGKAT KETAHANAN PANGAN PADA RUMAH TANGGA MISKIN DI DAERAH RAWAN BANJIR (Studi di Desa Tanjang dan Desa Kosekan Kecamatan Gabus Kabupaten Pati) Damayanti, Herna Octivia
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 14, No 1 (2018): Juni
Publisher : Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.969 KB)

Abstract

ENGLISHFood security is a key issue in the fulfillment of peoples welfare. The condition of food insecurity that can be called vulnerable food is experienced mostly by the poor. Besides economic factors, food insecurity can occur in flood vulnerable area. Objectives of the research are: (1) to analyze the food security level in the poor households; and (2) to analyze the inequality of food security. This quantitative descriptive research was conducted between March and September 2017 in Tanjang village and Kosekan village, Gabus Subdistrict, Pati regency. Sampling size is 89 households consisting of 41 households in Kosekan village and 48 households in Tanjang village. Data analysis: (1) food security with Current Population Survei (CPS) Food Security Suplement and (2) the inequality of food security statistically. Results of the research: (1) the food security index of poor households in Tanjang and Kosekan villages can be categorized as food resistant households; and (2) the level of food inequality of Tanjang and Kosekan villages were similar or not significantly different. INDONESIAKetahanan pangan merupakan isu pokok dalam pemenuhan kesejahteraan masyarakat. Kondisi tidak tahan pangan disebut juga rawan pangan banyak dialami oleh golongan masyarakat atau rumah tangga miskin. Selain karena faktor ekonomi, kerawanan pangan dapat terjadi di daerah rawan banjir. Tujuan penelitian : (1) menganalisis tingkat ketahanan pangan rumah tangga miskin; (2) menganalisis ketimpangan ketahanan pangan. Penelitian deskriptif kuantitatif ini dilakukan bulan Maret-September 2017 dengan lokasi di Desa Tanjang dan Desa Kosekan Kecamatan Gabus Kabupaten Pati. Jumlah sampel Desa Kosekan 41 KK dan Desa Tanjang 48 KK. Analisis data : (1) ketahanan pangan dengan Current Population Survei (CPS) Food Security Suplement dan (2) ketimpangan ketahanan pangan rumah tangga miskin secara statistik. Hasil penelitian yaitu (1) indeks ketahanan pangan rumah tangga miskin di Desa Tanjang dan Desa Kosekan termasuk kategori rumah tangga tahan pangan dan (2) tingkat ketimpangan pangan Desa Tanjang dan Desa Kosekan sama atau tidak berbeda nyata (tidak signifikan).
PENERAPAN KANTONG PLASTIK BERBAYAR SEBAGAI UPAYA MEREDUKSI PENGGUNAAN KANTONG PLASTIK Arieyanti Dwi Astuti
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 12, No 1 (2016): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.456 KB) | DOI: 10.33658/jl.v12i1.50

Abstract

ENGLISHThe use of plastic bag tends to increase and it causes the increase of plastic waste. Plastic waste is a hazardous material because it is difficult to be decomposed biologically. Waste management in Indonesia is regulated by Law Number 18/2008 and Government Regulation Number 81/ 2012. Besides the use of biodegradable plastics, reducing the number of plastic bag can be done by implementing a no free plastic bag policy. The policy was issued by the Directorate General Waste Management, Waste and Hazardous and Toxic under the Ministry of Environment and Forestry (KLHK). The content of this policy is to urge people to bring their own bag when shopping, otherwise they have to buy plastic bags. The policy has been implemented in several countries and succeeded in reducing the number of plastic bags significantly. In Indonesia, the pilot implementation of the policy was conducted from February 21, 2016 to June 5, 2016 in 22 cities. Funds raised from the sale of plastic bag are public funds that will be used for waste management activities. By implementating this policy is expected to reduce the use of plastic bag in Indonesia, as in other countries that already have implemented it. INDONESIAPenggunaan kantong plastik yang cenderung mengalami peningkatan, akan meningkatkan jumlah sampah plastik. Sampah plastik merupakan sampah berbahaya karena sifatnya yang sulit terurai secara biologis. Pengelolaan sampah di Indonesia sudah diatur dalam UU No 18 Tahun 2008 dan PP No 81 Tahun 2012. Selain dengan penggunaan plastik biodegradable, penurunan jumlah penggunaan kantong plastik dapat dilakukan dengan menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar. Kebijakan ini dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui surat edaran Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun. Isi dari kebijakan ini menghimbau masyarakat untuk membawa alternatif kantong plastik saat berbelanja atau jika masyarakat tidak membawa kantong plastik belanjaan, pelaku ritel akan mengenakan harga pada kantong plastik yang diminta masyarakat saat belanja. Kebijakan ini sudah banyak diterapkan di beberapa negara dan berhasil menurunkan jumlah penggunaan kantong plastik secara signifikan. Di Indonesia, uji coba penerapan kebijakan ini dilakukan mulai 21 Februari 2016 hingga 5 Juni 2016 di 22 kota. Dana yang terkumpul dari hasil penjualan kantong plastik merupakan dana publik yang nantinya digunakan untuk kegiatan pengelolaan sampah. Dengan penerapan kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan kantong plastik di Indonesia, seperti pada negara-negara lain yang sudah menerapkan kebijakan ini sebelumnya.
PEMETAAN POTENSI BIOGAS DAN PUPUK DARI KOTORAN SAPI UNTUK MENDUKUNG WISATA PAMELO DI DESA BAGENG KECAMATAN GEMBONG KABUPATEN PATI Hermain Teguh Prayitno
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 11, No 2 (2015): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.658 KB) | DOI: 10.33658/jl.v11i2.66

Abstract

ENGLISHBageng village is a village which has pummelo plant and the highest number of cattle in Gembong Subdistrict. Therefore, this area known as the Pummelo Tourism Village. High number of cattle not followed by good handling of cow waste so that in some areas experience the environmental pollution. To reach the better pummelo tourism village, it necessary to improve the quality of the environment. One of the way is by mapping the potential of biogas from cow waste. This study aims to: 1) describe the condition of cattle in Bageng village; 2) mapping the potential of biogas and manure from cow waste for development of Pummelo. This research is exploratory. The primary data required includes cage density, number of cattle, the amount of pummelo and public information obtained from the questionnaire. Secondary data were obtained from village and subdistrict monograph. Data processing is also reinforced with satellite images of google earth, the google MAP data. The results showed that : 1) The number of cattle counted 508-720 head with 8.7 tons of cow waste/day; 2) The largest biogas potency contained in Rubiyah hamlet Bageng village. From this research are expected the use of cow waste as biogas to meet the energy needs of the communities as well as to meet the needs of Pummelo plant manure. INDONESIADesa Bageng merupakan desa yang memiliki tanaman jeruk pamelo dan jumlah ternak sapi tertinggi di Kecamatan Gembong. Oleh karenanya, daerah ini dikenal sebagai Desa Wisata Pamelo. Jumlah ternak sapi yang tinggi tidak diikuti dengan penanganan kotoran sapi yang baik sehingga di beberapa daerah mengalami pencemaran lingkungan. Untuk menuju Desa Wisata Pamelo yang lebih baik, diperlukan adanya peningkatan kualitas lingkungan. Salah satunya dengan cara pemetaan potensi biogas dari kotoran sapi. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menggambarkan kondisi ternak sapi Desa Bageng; 2) memetakan potensi biogas dan pupuk dari pemanfaatan kotoran sapi untuk perkembangan Jeruk Pamelo. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif. Data primer yang dibutuhkan meliputi kerapatan kandang, jumlah ternak, jumlah jeruk pamelo dan informasi masyarakat yang diperoleh dari kuesioner. Data sekunder diperoleh dari Monografi Desa dan Kecamatan. Pengolahan data juga diperkuat dengan foto citra satelit google earth, data google MAP. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Jumlah ternak sapi terhitung 508 – 720 ekor dengan 8,7 ton kotoran sapi /hari; 2) Potensi biogas terbesar terdapat di Dukuh Rubiyah Desa Bageng. Dari penelitian ini diharapkan adanya pemanfaatan kotoran sapi sebagai biogas untuk mencukupi kebutuhan masyarakat akan energi sekaligus untuk memenuhi kebutuhan pupuk tanaman Jeruk Pamelo.
TINJAUAN KUALITAS DAN DAMPAK EKONOMI KONSENTRASI TOTAL DISSOLVED SOLID (TDS) AIR DI AREA PERTAMBAKAN DESA BULUMANIS KIDUL Herna Octivia Damayanti
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 10, No 2 (2014): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.111 KB) | DOI: 10.33658/jl.v10i2.82

Abstract

ENGLISHHigh Total Dissolved Solid (TDS) concentration can increase salinity ultimately reduce the availability of dissolved oxygen (DO). Objectives of the research are to Bulumanis Kidul village aquaculture area : (1) determine the irrigation channels TDS concentration, (2) determine the fishpond pools TDS concentration, (3) conduct the aquaculture economic review to fishpond pools water exchange. This research used descriptive method. Primary data is TDS data of water samples taken on July 7, 2013 and secondary data from the relevant documents. Sampling of water in Bugag and Daleman irrigation canal, Block Kali Bugag 6 samples and Block Kali Daleman 3 samples. Analysis data by descriptive analysis. TDS concentration data of water sample compared with Class III water quality criteria in the Goverment Regulation Number 82 of 2001. While results of literature and documents study are presented in narrative form. The results are : (1) TDS concentration in Bugag and Daleman irrigation canal not fulfill the Class III water quality criteria, (2) TDS concentration in and Block Kali Bugag and Block Kali Daleman fishpond pool not fulfill Class III water quality criteria, (3) the water exchange or mixing in a short time due to the unfavorable water source conditioncan reduce the business profit. INDONESIAKonsentrasi Total Dissolved Solids (TDS) tinggi dapat meningkatkan salinitas yang akhirnya mengurangi ketersediaan oksigen terlarut (DO). Tujuan penelitian adalah untuk area pertambakan Desa Bulumanis kidul : (1) mengetahui konsentrasi TDS saluran irigasi, (2) mengetahui konsentrasi TDS kolam tambak, (3) melakukan tinjauan ekonomi terhadap penggantian air kolam tambak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Data primer yaitu data TDS sampel air yang diambil pada 7 Juli 2013 dan data sekunder dari dokumen yang relevan. Pengambilan sampel air di saluran irigasi Bugag dan Daleman, Blok Kali Bugag sebanyak 6 sampel dan Blok Kali Daleman sebanyak 3 sampel. Analisis data secara deskriptif. Data konsentrasi TDS sampel air dibandingkan dengan kriteria mutu air kelas III dalam PP No. 82 Tahun 2001. Sedangkan hasil studi literatur dan dokumen disajikan dalam bentuk narasi. Hasil penelitian adalah (1) konsentrasi TDS di saluran irigasi Bugag dan Daleman tidak memenuhi kriteria mutu air kelas III; (2) konsentrasi TDS di kolam tambak Blok Kali Bugag dan Blok Kali Daleman tidak memenuhi kriteria mutu air kelas III; (3) penggantian atau pencampuran air dalam waktu yang singkat karena kondisi sumber air yang kurang baik dapat mengurangi keuntungan usaha.

Page 7 of 17 | Total Record : 163