cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,379 Documents
HUBUNGAN KEPATUHAN PENGOBATAN TERHADAP KEJADIAN KEJANG PADA PASIEN EPILEPSI YANG BEBAS KEJANG SELAMA MINIMAL 1 TAHUN PENGOBATAN DI POLI NEUROLOGI RSUD DR. A. DADI TJOKRODIPO BANDAR LAMPUNG Komang Ari Susanti; Zamzanariah Ibrahim; Muhammad Ibnu Sina
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.479 KB) | DOI: 10.33024/.v4i2.781

Abstract

Latar Belakang : Epilepsi merupakan keadaan gangguan sinyal listrik di otak yang bermanifestasi menjadi kejang maka prinsip umum pengobatan Epilepsi adalah membebaskan mereka dari kejang dimana terapi Farmakologi merupakan fundamental utama untuk melindungi pasien Epilepsi dari kejang.11 Sementara terapi epilepsi bersifat khas, yaitu program minum obat dalam jangka waktu yang lama bahkan bertahun-tahun sehingga dalam prakteknya masalah terapi epilepsi meliputi ketidak patuhan dalam meminum obat dengan alasan bosan, di takut kan obat-obatan tersebut memperparah kejang dan beberapa lainnya berfikir pada efek samping yang didapat dari pengobatan, yang pada akhirnya serangan Epilepsi tidak segera hilang atau tetap muncul seperti sebelum minum obat.Tujuan : Mengetahui Hubungan Kepatuhan Pengobatan Terhadap Frekuensi Kejang Pada Pasien Epilepsi di Poli Neurologi RSUD.dr. A.Dadi Tjokrodipo Bandar LampungMetode : Pada penelitian ini jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik dengan menggunakan pendekatan rancangan cross sectional. Pengumpulan data penelitian dilakukan menggunakan tekhnik purposive sampling Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 38 penderita dengan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data diambil dari data primer pasien mengisi kuesioner yg telah diberi oleh peneliti.Hasil Penelitian : Dari hasil penelitian mayoritas responden yang memiliki tingkat kepatuhan kategori tidak patuh yaitu sebanyak 25 orang (65,8%). Memiliki frekuensi kejang dengan kategori sering yaitu sebanyak 24 orang (63,2%). Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh p-value = 0,000 yang berarti ada Hubungan Kepatuhan Pengobatan Terhadap Frekuensi Kejang Pada Pasien Epilepsi di Poli Neurologi RSUD.dr. A.Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung. Dengan nilai OR 38,000. 
HUBUNGAN MASA KERJA DAN SIKAP KERJA DENGAN KEJADIAN CARPAL TUNNEL SYNDROM PADA PEKERJA PEMBUAT KERUPUK DI INDUSTRI PEMBUAT KERUPUK AHAK KECAMATAN SUNGAILIAT PROVINSI BANGKA BELITUNG TAHUN 2016 Muhammad Yunus; Neno Fitriyani Hasbie; Gusti Rian Tami
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.082 KB) | DOI: 10.33024/.v3i3.749

Abstract

Background: Unnatural and ergonomic working attitude for a long time can cause various health problems inworkers one of them is a movement disorder in certain body parts such as hands or called as musculoskeletal.One of musculoskeletal disorders is carpal tunnel syndrome. Crackers makers do repetitive movements, handmovements with strength, flexion and extension, static hand positions, the position of the upper body andlower are not ergonomic, causing stress to the tissue surrounding the carpal tunnel. The purpose of this studyis to determine the relationship of working time and attitude among crackers makers in ahak crackers industry.Methods: An analytical survey with cross sectional approach. The total of sample was 38 respondents. Thestudy was done by spreading questionnaires and doing phalen test measurement. The data was analyzed by chisquare tests.Result : Research shows that respondents with tenure ≥ 4 years as many as 24 people ( 63. 2% ) and with high-risk work attitude as many as 27 people ( 71.12 % ), and then From 38 respondents,25 were having Carpal Tunnel Syndrome. The result showed the relationship between working time (p=0.000< 0,05 and 0R=17,5), working attitude (p= 0.000< 0,05 and OR=25,875) with Carpal Tunnel Syndromeincidences.Conclusion: There is relationship Between Working Time And Attitude With Carpal Tunnel SyndromeIncidences Among Workers In Ahak Crackers Industry Sungailiat Bangka Belitung Province 2016
TINJAUAN PUSTAKA MENGENAI PERBEDAAN DERAJAT KECEMASAN MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN TAHAP PREKLINIK DAN KLINIK Atica Ramadhani Putri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.866 KB) | DOI: 10.33024/jikk.v7i1.2220

Abstract

Kecemasan merupakan salah satu gangguan kondisi kejiwaan yang sering ditemui dan dapat dialami setiap orang dalam kehidupan sehari-hari. Kecemasan biasa terjadi saat seseorang mengalami atau menghadapi suatu hal yang di luar rutinitas seperti sesaat sebelum ujian, sebelum memberikan pidato di depan orang banyak, pada saat perubahan lingkungan kerja atau pendidikan, dan pada situasi lainnya. Mahasiswa kedokteran cenderung memiliki tingkat stres lebih tinggi dibanding mahasiswa fakultas lain. Faktor-faktor yang dapat membuat stres mahasiswa salah satunya ialah harapan yang sangat tinggi dari keluarga dan masyarakat. Kebiasaan membaca selama berjam-jam dalam sehari dan kewajiban untuk memahami pelayanan kesehatan yang nyata di lapangan merupakan faktor yang dapat menyebabkan stres juga. Tahun 2010, sekitar 4,5% dari populasi secara global memiliki gangguan kecemasan, atau sekitar 273 juta penduduk, dimana wanita lebih sering berisiko dibanding laki-laki, sekitar 5,2% untuk wanita dan 2,8% untuk laki-laki. Di Indonesia terdapat kurang lebih 39.106.283 yang terpengaruh dengan gangguan kecemasan dari sekitar populasi 238.452.952. Metode yang digunakan berupa studi pustaka yang didasarkan atas hasil studi terhadap berbagai literatur yang telah teruji validitasnya, berhubungan satu sama lain, relevan dengan kajian tulisan serta mendukung analisis pembahasan.
HUBUNGAN STATUS GIZI TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) NEGERI 02 BANDAR LAMPUNG TAHUN 2015 Asri Mutiara; Neno Hasbie Fitriyani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.505 KB) | DOI: 10.33024/.v2i3.713

Abstract

Gizi merupakan salahsatu faktor penting yang menentukantingkat kesehatan dan keserasian antaraperkembangan fisik dan perkembanganmental. Ketidakseimbangan antaramakanan yang dikonsumsi menyebabkanmenurunnya kemampuan, konsentrasibelajar, gangguan belajar dan perubahanfisik. Penelitian ini dilakukan dengantujuan mengetahui hubungan statusgizi terhadap prestasi belajar siswaSekolah Menengah Pertama (SMP)Negeri 02 Bandar Lampung.Metode : Penelitian survei analitikdengan desain penelitian crosssectional. Sampel berjumlah 110responden dengan simple randomsampling. Data diperoleh dari datapengukuran berat badan dan tinggibadan di Sekolah Menengah Pertama(SMP) Negeri 02 Bandar Lampung.Hasil : Dari sampel yang ditelitididapatkan responden dengan statusgizi normal sebanyak 59 siswa(53,6%) serta responden dengankelebihan berat badan sebanyak 51(46,3%) dan responden yang memilikitingkat prestasi belajar yangmemenuhi KriteriaKetuntasanMinimum (KKM) ≥ 70sebanyak 96 siswa (87,2%) serta yangmemiliki tingkat prestasi belajardibawah KriteriaKetuntasanMinimum (KKM) < 70sebanyak 14 siswa (12,7%).Berdasarkan hasil uji statistik berupauji Sperman’s rho didapatkanP(value)= 0.00dengan R= 0.581 yangberarti terdapat hubungan yang cukuptinggi antara status gizi denganprestasi belajar.Kesimpulan : Terdapat hubunganyang cukup tinggi antara status giziterhadap prestasi belajar siswaSekolah Menengah Pertama (SMP)Negeri 02 Bandar Lampung.
HUBUNGAN STUNTING DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA BALITA USIA 6-59 BULAN DI DESA MATARAM ILIR KEC. SEPUTIH SURABAYA KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN 2019 Yesi Nurmalasari; Novaldo Yudhasena; Deviani Utami
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.717 KB) | DOI: 10.33024/jikk.v6i2.2122

Abstract

. Berdasarkan data situasi dan analisis gizi di Indonesia pada tahun 2017 Status gizi balita diukur dengan indeks tinggi badan per umur (TB/U), tinggi badan per umur (TB/U). Hasil pengukuran status gizi tahun 2017 dengan indeks TB/U pada balita 0-59 bulan, mendapatkan persentase balita pendek sebesar 8,6%, dan sangat pendek sebesar 19,0%. Provinsi dengan persentase balita pendek dan sangat pendek terbesar adalah Kalimantan Barat (32,5%) dan terendah adalah Sumatera Selatan (14,2%). Diketahui hubungan kejadian stunting dengan perkembangan motorik kasar pada balita usia 6-59 bulan di Desa Mataram Ilir Kec. Seputih Surabaya Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2019. Jenis penelitian kuantitatif, rancangan survei analitik dengan pendekatan cross sectional, Populasi seluruh balita usia 6-59 bulan sebanyak 463 orang. Sampel sebanyak 215 orang dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner. Teknik analisis data menggunakan uji statistik Chi Square. Distribusi frekuensi kejadian stunting pada balita, dengan kategori mengalami stunting sebanyak 106 responden (49,3%). Distribusi frekuensi perkembangan motorik kasar pada balita usia 6-59 bulan, dengan kategori tidak normal sebanyak 111 responden (51,6%). Hasil analisis diperoleh nilai (p-value 0,000< α 0,05). OR: 18,280. Kesimpulanya ada hubungan kejadian stunting dengan perkembangan motorik kasar pada balita usia 6-59 bulan.
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN DEMAM TIFOID PADA ANAK YANG DIRAWAT DI BANGSAL ANAK RSUD DR H ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2013 Zulfian Zulfian; Rakhmi Rafie
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.82 KB) | DOI: 10.33024/.v1i4.680

Abstract

Latar Belakang: Demam tifoid masihmerupakan masalah kesehatan yang penting diberbagai negara sedang berkembang padamasyarakat dengan standar hidup dankebersihan rendah, cenderung meningkat danterjadi secara endemis. Kematian umumnyadisebabkan oleh komplikasi demam tifoidantara lain radang paru- paru, perdarahan usus,dan kebocoran usus.Tujuan penelitian: Untuk mengetahuihubungan personal hygiene dengan kejadiandemam tifoid pada anak yang dirawat diBangsal Anak RSUD dr. H. Abdul MoeloekProvinsi Lampung Tahun 2013.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalahobservasional analitik dengan menggunakanpendekatan perspective. Analisis data bivariatyang digunakan dalam penelitian ini adalahchi Square dengan uji kemaknaan 95%Hasil Penelitian: Personal hygiene pada anakyang dirawat di Bangsal Anak RSUD dr. H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2013termasuk dalam kategori baik yaitu sebanyak128 orang (64%), sedangkan selebihnyakurang baik yaitu sebanyak 72 orang (36%).Anak yang dirawat di Bangsal Anak RSUD dr.H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun2013 yang mengalami demam tifoid sebanyak100 orang (50%).Kesimpulan: Ada hubungan personal hygienedengan kejadian demam tifoid pada anak yangdirawat di Bangsal anak RSUD dr. H. AbdulMoeloek Provinsi Lampung Tahun 2013
PERBEDAAN KPSP (KUESIONER PRA SKRINING PERKEMBANGAN) ANAK USIA 4-5 TAHUN ANTARA IBU YANG BEKERJA DAN TIDAK BEKERJA DI TK WILAYAH KERJA PUSKESMAS PALAPA KECAMATAN TANJUNG KARANG PUSAT KOTA BANDAR LAMPUNG Aspri Purwanto; Yunita Sari
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.924 KB) | DOI: 10.33024/.v4i1.772

Abstract

Latar Belakang Penelitian: Perkembangan pada balita disebut golden periods karena pada masa ini perkembangan kognitif, bahasa, motorik, sensorik, emosi dan sosial berlangsung sangat cepat. Rangsangan maksimal otak anak usia 0-4 tahun di negara berkembang hanya mencapai 50% dan mencapai 80% hingga usia 8 tahun.  Tujuan penelitian: Mengetahui perbedaan KPSP (Kuesioner Pra Skrining  Perkembangan) anak usia 4-5 tahun antara ibu yang bekerja dan tidak bekerja di Tk Wilayah Kerja Puskesmas Palapa Kecamatan Tanjung Karang Pusat  Kota Bandar Lampung. Metode Penelitian: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai anak usia 4-5 tahun di TK Wilayah kerja Puskesmas Palapa Kecamatan Tanjung Karang Pusat Kota Bandar Lampung  sebesar 802 orang., sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling, sehingga sampel dalam penelitian dihitung menggunakan rumus slovin sehingga didapat sebanyak 89 orang. Analisa data menggunakan univariat dan bivariat dengan menggunakan chi square. Hasil penelitian: Status pekerjaan ibu sebanyak 49 responden (55,1%) tidak bekerja dan sebanyak 40 (44,9%) bekerja, perkembangan anak usia 4-5 tahun di TK wilayah kerja Puskesmas Palapa Kecamatan Tanjung Karang Pusat Kota Bandar Lampung sebanyak 36 orang (40,4%) memiliki perkembangan yang sesuai, sebanyak 25 orang (28,1%) memiliki perkembangan yang meragukan dan sebanyak 28 orang  (31,5%) memiliki perkembangan yang menyimpang, hasil analisis bivariate diperoleh p value 0,015.
Analisis Pengaruh Kepuasan Atas Pelayanan Dokter Terhadap Minat Kunjungan Ulang (Studi Pada Pasien Umum Di Instalasi Rawat Jalan RSUD A Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung) Nita Sahara
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.021 KB) | DOI: 10.33024/.v3i2.739

Abstract

Background: a number of patient with personal payment was only 10% of overall visitation in 2014. Pre survey of 33 respondents in Rsud A Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung in may 2015, showed that 60% of patients did not interest to re-visit and 65% of them were not satisfied with the doctor services. The aim of this research was to obtain the influence of satisfaction with doctor services to revisit interest in ambulatory care of Rsud A Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung 2015.Methods: quantitative analytic with cross sectional approach. The study was conducted at the ambulatory care patients. Sample of the research was 178 people taken by using accidental sampling based on the inclusion and exclusion criteria. The data analysed with univariate, bivariate by chi square test, and multivariate by logistic regression test.Results: the percentage of patients most satisfied with the technical medical doctors (57.9%), attitude of doctors (54.5%), the delivery of information by doctor (51.7%), timeliness of care doctor (52.8%), and availability time consulting doctor (55.1%) and 56.7% interest in visiting again. There were influence from satisfaction for services provided doctor to patient revisit interest in ambulatory care of rsud a dadi tjokrodipo bandar lampung 2015, with variable satisfaction of attitude doctor most influence to patient revisit interest (OR = 2.759). Suggestion: the management called on doctors to cultivate smiles, greetings and arrive on time in providing services and facilitate the training of the doctor-patient personality.
Perbandingan Hasil Pemeriksaan Widal Tabung Negatif dengan Pemeriksaan Polimerase Chain Reaction (PCR) dalam Menegakan Diagnosa Demam Tifoid Wiwik Dwi Irawati
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.523 KB) | DOI: 10.33024/jikk.v6i4.2110

Abstract

Demam tifoid merupakan suatu penyakit infeksi sistemik yang disebabkan oleh Salmonella typhi yang masih dijumpai secara luas di berbagai Negara berkembang. Penegakan diagnose demam tifoid dilakukan secara klinis dan melalui pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan laboratorium yang selama ini banyak dilakukan adalah pemeriksaan serologis yaitu tes widal. Metode lain untuk identifikasi bakteri Salmonella typhi yang memiliki nilai diagnostic tinggi adalah PCR (Polimerase Chain Reaction). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil pemeriksaan widal tabung negative dengan pemeriksaan PCR dalam menegakan diagnose demam tifoid. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Berdasarkan hasil pemeriksaan dari 20 sampel uji Widal tabung negative setelah dilakukan pemeriksaan PCR Salmonella typhi 12 sampel positif Salmonella typhi dan 8 sampel Salmonella typhi negatif. Dari hasil penelitian ada perbedaan persentase hasil pemeriksaaan uji Widal tabung negative dengan pemeriksaan PCR, hal ini membuktikan bahwa metode PCR mempunyai sensitifitas dan spesifisitas lebih tinggi dibandingkan dengan uji Widal tabung. Selama ini PCR lebih banyak digunakan terbatas dalam lingkup penelitian diharapkan kedepannya dapat digunakan sebagai salah satu alat diagnostic rutin penyakit demam tifoid.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS RAWAT INAP KEDATON BANDAR LAMPUNG TAHUN 2015 Marisa Anggraini; Boby Suryawan
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.491 KB) | DOI: 10.33024/.v2i2.704

Abstract

Konsep pelayanan Primarypelayanan kesehatan yang diberikan pada pasien.Health Care (PHC) menurut World Health Organization (WHO) adalah pelayanan kesehatan dan kepuasan.

Page 10 of 138 | Total Record : 1379


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue