cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,379 Documents
Effect Of Islamic Spiritual Interventions (Wudhu And Dhuha Prayer) On Anxiety Levels Of Medical Students Before Clinical Skills Examination Artanto, Ardi; Oktariza, Rury Tiara; Rifanza, Hafiz; Zalika, Putri; Ilma, Ridha
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i3.22535

Abstract

Anxiety is a physiological and emotional response to perceived threats, often experienced by medical students before exams such as the LKK exam. High levels of anxiety can negatively affect academic performance and mental well-being. Islamic psychotherapy techniques, such as wudhu (ablution) and dhuha prayer, are believed to have calming effects that reduce stress and anxiety. This study aims to analyze the effect of wudhu therapy and dhuha prayer on anxiety levels among medical students at Muhammadiyah University of Palembang before the LKK exam. This quasi-experimental study employed a pretest-posttest design without a control group. A total of 62 students meeting the inclusion and exclusion criteria were selected through simple random sampling. Anxiety levels were assessed using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) questionnaire. Data analysis was performed using the Wilcoxon test with a significance level of p 0.05. The study findings indicate a significant reduction in anxiety levels following the intervention, with a p-value of 0.05. Before the intervention, 87.1% of students exhibited moderate anxiety, while after the intervention, 91.9% of students reported mild anxiety. These results support the effectiveness of wudhu therapy and dhuha prayer as non-pharmacological interventions for reducing anxiety. The practice of wudhu and dhuha prayer significantly reduces anxiety levels in medical students before exams. These findings highlight the potential benefits of integrating Islamic psychotherapy into academic stress management strategies.
Efektivitas Ekstrak Phoenix Dactylifera Terhadap Eritrosit Dan Fragmented Red Blood Cell Pada Darah Tepi Tikus Wistar Anemia Defisiensi Besi Akibat Pemberian Deferasirox Putri, Ahista Saskirana; Almas, Nisrina Raudhatul Jannah; Aulia, Hiski; Raharjo, Budiono; Soelistyaningtyas, Anggraheny; Linggawan, Stephani; Soetedjo, Farida Anggraini; Gunawan, Catherine Keiko; Sumarpo, Anton
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i3.22432

Abstract

Anemia defisiensi besi (ADB) merupakan salah satu masalah kesehatan global yang paling umum, terutama pada kelompok rentan. Penggunaan deferasirox sebagai agen kelator besi dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping berupa penurunan kadar eritrosit dan peningkatan Fragmented Red Blood Cell (FRC). Maka diperlukan alternatif terapi pendamping yang bersifat alami, aman, dan efektif. Buah Phoenix Dactylifera (kurma) diketahui mengandung zat besi, vitamin C, serta senyawa bioaktif yang berpotensi mendukung eritropoiesis dan melindungi eritrosit dari kerusakan. Tujuannya untuk mengetahui efektivitas pemberian ekstrak Phoenix Dactylifera terhadap jumlah dan morfologi eritrosit serta FRC pada tikus Wistar yang mengalami ADB akibat induksi deferasirox. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain randomized control group pretest-posttest. Sebanyak 24 ekor tikus Wistar jantan dibagi menjadi empat kelompok, termasuk kontrol negatif dan tiga kelompok perlakuan dengan dosis ekstrak Phoenix Dactylifera yang berbeda. Jumlah eritrosit dan proporsi FRC diukur sebelum dan sesudah perlakuan menggunakan hematology analyzer dan analisis mikroskopis. Data dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan Dunn’s post-hoc test. Hasilnya tidak didapatkan perbedaan signifikan jumlah eritrosit antar kelompok (p = 0,907), namun terdapat perbedaan signifikan pada proporsi FRC antar kelompok (p 0,001). Kelompok yang diberi ekstrak Phoenix Dactylifera dosis 500 mg/kg BB menunjukkan penurunan FRC paling signifikan dibandingkan kelompok kontrol. Kesimpulannya yakni pemberian ekstrak Phoenix Dactylifera menunjukkan efektivitas dalam menurunkan Fragmented Red Blood Cell (FRC) dan cenderung meningkatkan jumlah eritrosit, sehingga berpotensi sebagai terapi pendamping yang aman dalam penanganan anemia defisiensi besi akibat deferasirox.
Hubungan Antara Merokok Dengan Derajat Keparahan Psoriasis Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Gitasaloka, Made Windu; Effendi, Arif; Alfarisi, Ringgo; Aryunisri, Chyntia Giska
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i3.21239

Abstract

Psoriasis merupakan penyakit autoimun kronis yang ditandai oleh inflamasi dan skuama pada kulit. Merokok merupakan faktor risiko yang dapat dimodifikasi dan diketahui dapat memperburuk derajat keparahan psoriasis.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku merokok dengan derajat keparahan psoriasis pada pasien yang menjalani pengobatan di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Lampung.Penelitian ini merupakan studi analitik dengan desain potong lintang yang melibatkan 32 pasien psoriasis yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Perilaku merokok dinilai menggunakan kuesioner, sedangkan derajat keparahan psoriasis diukur menggunakan Psoriasis Area Severity Index (PASI). Analisis data dilakukan menggunakan uji Somers’ D.Sebanyak 50% responden merupakan non-perokok, dan derajat psoriasis berat merupakan kategori yang paling banyak ditemukan (31,3%). Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku merokok dengan derajat keparahan psoriasis (p = 0,008).Kesimpulan: Perilaku merokok berhubungan secara signifikan dengan peningkatan derajat keparahan psoriasis, sehingga upaya penghentian merokok penting dalam penatalaksanaan pasien psoriasis.
Hubungan Peran Kader Puskesmas Dan Pengetahuan Pasien Tb Terhadap Kesembuhan Tuberkulosis Paru Di Puskesmas Cibatu Bekasi Rokhmatuloh, Ade; Purba, Evniwani; Kadang, Yulta
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i3.22781

Abstract

TB Paru merupakan penyakit menular yang masuk ke dalam salah satu kategori penyakit berbahaya dan menjadi salah satu penyakit penyebab kematian di dunia setelah Human Immunodeficiency Virus (HIV). Metode yang di pakai oleh peneliti dalam melakukan penelitian ini dengan menggunakan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 79 dan teknik Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Non Probability Sampling dengan pendekatan Purposive Sampling dan menggunakan instrumen yang digunakan adalah dengan lembar Kuesioner. Hasil uji statistik dengan menggunakan Uji Chi-Square menunjukkan bahwa P-value = 0,001 (p0,05) dari nilai fisher exact test karena ada sel dengan frekuensi harapan kurang dari 5, maka dapat diartikan bahwa H0 ditolak yang berarti terdapat hubungan antara Peran Kader dengan Kesembuhan Pasien TB Paru. Kesimpulan yang didapatkan dalam penelitian ini bahwa terdapat hubungan yang signifikan terhadap peran kader puskesmas pada kesembuhan penderita dengan Tuberkulosis Paru di puskesmas Cibatu, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.
Health Belief Model Dan Penggunaan Masker Pada Pekerja PT. X Di Kota Bandar Lampung Benni Kurniawan, Agus Kelana; Sary, Lolita; Nuryani, Dina Dwi; Noviansyah, Noviansyah; Angelina, Christin
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i3.22411

Abstract

PT X memproduksi pakan ternak dari jagung yang menghasilkan debu yang dapat menimbulkan risiko kesehatan pernapasan bagi pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konstruk Model Keyakinan Kesehatan dan penggunaan masker di kalangan pekerja PT X di Bandar Lampung. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional yang melibatkan 47 pekerja produksi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan checklist dan dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil: Kerentanan yang dirasakan (p=0,003; OR=7), keparahan yang dirasakan (p=0,022; OR=5,1), manfaat yang dirasakan (p=0,026; OR=4,7), hambatan yang dirasakan (p=0,002; OR=10,5), dan efikasi diri (p=0,001; OR=9,1) secara signifikan berhubungan dengan perilaku penggunaan masker. Kesimpulan: Hambatan yang dirasakan merupakan faktor paling dominan yang memengaruhi penggunaan masker di kalangan pekerja.
Keberhasilan Pleurodesis Bleomisin Pada Pneumotoraks Spontan Sekunder Berulang Akibat Tuberkulosis Paru: Laporan Kasus Mustofa, Syazili; Fitri, Reggina Annisa; Choerunnisa, Nida; Soemarwoto, Retno Ariza; Putri, Giska Tri; Busman, Hendri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i3.23187

Abstract

Pneumotoraks spontan sekunder merupakan komplikasi serius tuberkulosis paru dengan risiko kekambuhan yang tinggi. Dilaporkan seorang perempuan 17 tahun dengan tuberkulosis paru yang mengalami pneumotoraks berulang meskipun telah dilakukan pemasangan chest tube. Pasien kemudian menjalani pleurodesis menggunakan bleomisin, dengan hasil resolusi klinis dan radiologis lengkap tanpa kekambuhan selama 2 bulan follow-up. Temuan ini menunjukkan bahwa pleurodesis bleomisin berpotensi menjadi pilihan terapi yang efektif pada pneumotoraks spontan sekunder berulang terkait tuberkulosis, terutama pada kasus yang tidak responsif terhadap chest tube. Secara klinis, pendekatan ini dapat dipertimbangkan sebagai alternatif minimal invasif pada pasien dengan kontraindikasi tindakan bedah atau risiko kekambuhan yang tinggi.
Gambaran Perbedaan Hemodinamik Non Invasif Pasien Operasi Bedah Dengan General Dan Regional Anestesi Di RSI Purwokerto Fernando, Marcel; Yudono, Danang Tri; Surtiningsih, Surtiningsih
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i3.22483

Abstract

Perubahan hemodinamik yang tidak terkendali selama anestesi dapat menimbulkan risiko serius pada pasien bedah. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perbedaan parameter hemodinamik non-invasif antara pasien bedah yang menjalani anestesi umum dan anestesi regional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain penelitian cross sectional. yang dilakukan di Rumah Sakit Islam Purwokerto. Sebanyak 150 pasien bedah dimasukkan menggunakan teknik purposive sampling. Mayoritas responden berusia 50–59 tahun (30,7%), sebagian besar perempuan (54%), dan diklasifikasikan sebagai status fisik ASA II (54,7%).Pada kelompok anestesi umum, tekanan darah sistolik/diastolik menurun dari 141/81 mmHg menjadi 118/68 mmHg. Denyut jantung menurun bertahap dari 90 bpm menjadi 85 bpm, frekuensi napas menurun dari 21 menjadi 19 x/menit, suhu tubuh sedikit turun dari 36,4°C menjadi 36,3°C, SpO₂ tetap stabil pada 99,2% hingga 99,1%, dan MAP menurun dari 100 mmHg menjadi 83 mmHg. Pada kelompok anestesi regional, tekanan darah menurun dari 142/83 mmHg menjadi 121/71 mmHg, denyut jantung menurun dari 85 bpm menjadi 61 bpm, frekuensi napas tetap stabil pada 21 hingga 20 x/menit, suhu tubuh tetap 36,3°C, SpO₂ tetap 99%, dan MAP menurun sedikit dari 100 mmHg menjadi 89 mmHg.Anestesi regional menunjukkan stabilitas hemodinamik yang lebih baik pada fase awal anestesi dibanding anestesi umum, terutama pada denyut jantung dan tekanan arteri rata-rata.
Hubungan Paparan Asap Rokok Dengan Kejadian Rhinitis Alergi Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Julia, Ersa; Hutasuhut, Arti Febriyani; Pebriyani, Upik; Kasim, Muslim
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i3.21309

Abstract

Rhinitis alergi merupakan penyakit inflamasi pada mukosa hidung yang dimediasi oleh IgE. Rhinitis alergi merupakan salah satu masalah kesehatan Global, menurut WHO hampir 400 juta orang di seluruh dunia mengalami rhinitis alergi.Paparan asap rokok dapat meningkat stres oksidatif dan peradangan pada mukosa saluran pernapasan. Mengetahui hubungan antara paparan asap rokok dengan kejadian rhinitis alergi pada mahasiswa kedokteran. Penelitain ini menggunakan medtode desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 177 mahasiswa diikutsertakan menggunakan teknik total sampling. Rhinitis alergi dinilai menggunakan kuesioner SFAR. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Dari 177 responden, 63,8% mengalami rhinitis alergi dan 77,4% terpapar asap rokok. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara paparan asap rokok dengan rhinitis alergi ( p 0,05 ; Odds rasio 10,855). Paparan asap rokok berhubungan secara signifikan dengan kejadian rhinitis alergi pada mahasiwa kedokteran.
Heparin Vs Enoxaparin: Effects On D-Dimer And Hospital Stay In Covid-19 Patients Cokro, Fonny; Suryamin, Novita; Notario, Dion; Sahamastuti, Agnes Anania Triavika; Gunawan, Catherine Keiko; Sumarpo, Anton
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i3.23094

Abstract

Elevated d-dimer levels due to venous thromboembolism and hypercoagulability in covid-19 patients play a role in disease severity and poor clinical outcomes. This study aims to compare the effectiveness of heparin and enoxaparin, two recommended anticoagulants, in reducing d-dimer levels and hospital stay duration in hospitalized covid-19 patients. This retrospective cohort study involved 106 hospitalized covid-19 patients with abnormal d-dimer levels treated between March 2020 and March 2023. The assessment included changes in d-dimer levels and hospitalization duration. Statistical analyses were performed using stata software. Patients receiving enoxaparin were 5.913 times more likely to experience a reduction in d-dimer levels compared to those receiving heparin (p=0.021). While smoking status (or=0.034; p=0.001) and the number of comorbidities (or=11.247; p=0.018) were notable factors influencing d-dimer reduction, enoxaparin administration was linked to significantly longer hospitalization (p=0.024). The severity of covid-19 also had a substantial impact on hospital stays, with severe (β = 5.757; p= 0.004) and critical (β = 9.147; p 0.001) cases requiring extended care. Thus, enoxaparin demonstrates greater efficacy in reducing d-dimer levels in hospitalized covid-19 patients, though at the cost of prolonged hospital stays. 

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue