cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,379 Documents
PERAN ESTROGEN DAN LEPTIN DALAM HOMEOSTASIS ENERGI Dita Fitriani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.882 KB) | DOI: 10.33024/.v5i2.794

Abstract

Leptin dan estrogen memiliki peran penting dalam homeostasis energi melalui efek anoreksigenik pada sistem saraf pusat. Kedua hormon ini dapat menurunkan asupan makan, meningkatkan pengeluaran energi dan termogenesis. Defisiensi estrogen pada wanita menopause dan konsumsi diet tinggi lemak dapat menyebabkan kerja kedua hormon ini terganggu. Pada review ini akan dibahas mengenai fisiologi hormon estrogen dan leptin, peran kedua hormon ini dalam homeostasis energi serta keterkaitannya dengan obesitas.
Hubungan Perokok Ringan, Sedang, Berat Terhadap Tekanan Darah Pada Mahasiswa Universitas Malahayati Angkatan Tahun 2013 Zulfian Zulfian; Yesi Nurmalasari; Fadli Mukhlisin
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.75 KB) | DOI: 10.33024/.v3i4.760

Abstract

Latar Belakang: Angka kesakitan akibat rokok di Indonesia masih tinggi, rokok menyebabkan lima jutakesakitan tiap tahunnya. Rokok menginduksi pelepasan katekolamin mengganggu fungsi sistemkardiovaskular dengan meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah yang dapat menyebabkan hipertensi.Tujuan Penelitian : Mengetahui adanya hubungan perokok ringan, sedang, berat terhadap tekanan darahpada mahasiswa Universitas Malahayati Angkatan tahun 2013.Metode Penelitian : Desain penelitian adalah purposive sampling yang pengambilan sampel di tentukan olehpeneliti dengan berdasarkan tujuan variable atau ukuran ukuran tertentu. Cara pengam bilan sampel dalampenelitian ini menggunakan teknik Purposive sampling. Data diolah menggunakan SPSS Versi16 denganmenggunakan uji anova.Hasil : Terdapat hubungan antara jumlah dan lama merokok yang dihisap dengan peningkatan tekanan darahsistolik dan diastolik dengan masing nilai p-value <0,05 dan <0,05.Kesimpulan :Ada hubungan antara kebiasaan merokok dengan jumlah rokok lebih 10 batang per haridanlama merokok lebih dari lima tahun pada mahasiswa lelaki Fakultas Kedokteran UniversitasMalahayatiangkatan 2013 mempunyai resiko lebih besar untuk mengalami peningkatan tekanan darah sistolikdan diastolic dibandingkan yang memiliki kebiasaan merokok dengan jumlah rokok kurang dari 10 batang perhari dan lama merokok kurang dari lima tahun
PEMANFAATAN ORGAN TUMBUHAN SEBAGAI OBAT YANG DIOLAH SECARA TRADISIONAL DI KECAMATAN KEBUN TEBU KABUPATEN LAMPUNG BARAT Maulidiah Maulidiah; Ovi Prasetya Winandari; Dwijowati Asih Saputri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.184 KB) | DOI: 10.33024/jikk.v7i2.2720

Abstract

Tanaman obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan alam yang berasal dari tumbuhan yang secara turun-temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat sudah dilakukan sejak lama. Pengetahuan tentang tumbuhan obat, merupakan warisan bangsa yang berdasarkan pengalaman yang telah diwariskan secara turun temurun. Pewarisan pengetahuan mengenai obat tradisional secara turun temurun pada masyarakat menjadi penyebab punahnya pengetahuan tersebut. Pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat tradisional di kampung jarang yang dituangkan dalam bentuk tertulis, kebanyakan hanya diketahui oleh mereka yang sudah tua. Sedangkan generasi muda, terutama yang sudah berintegrasi dengan kehidupan modern, jarang yang peduli dengan pengetahuan yang dimiliki masyarakatnya. Penelitian ini bertujuan untuk Mengumpulkan informasi dari masyarakat mengenai pemanfaatan organ tumbuhan sebagai obat yang diolah secara tradisional di Kecamatan Kebun Tebu, Kabupaten Lampung Barat dan Membuat arsip tentang pemanfaatan tumbuhan obat yang dapat dimanfaatkan masyarakat Kecamatan Kebun Tebu, Kabupaten Lampung Barat. penelitian ini merupakan penelitian deskriftif menggunakan metode wawancara dan observasi. Hasil penelitian ditemukan 42 jenis tumbuhan obat yang terbagi ke dalam 25 famili yang dimanfaatkan masyarakat di Kecamatan Kebun Tebu Kabupaten Lampung Barat sebagai bahan obat tradisional. Bagian dari tanaman obat yang dimanfaatkan yaitu akar, batang, daun, rimpang, umbi, bunga dan buah dengan cara pengolahan yang bervariasi seperti: direbus, diparut, mipis, ditumbuk, diremas, dimakan dan diminum langsung, digunakan langsung, diteteskan, diseduh dan dijus.
IDENTIFIKASI FASE DARI SPESIES PLASMODIUM FALCIPARUM PADA PEMERIKSAAN APUSAN DARAH TIPIS DI LABORATORIUM PUSKESMAS HANURA KABUPATEN PESAWARAN Teuku Marwan Nursi; Tussy Triwahyuni
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.978 KB) | DOI: 10.33024/.v1i4.682

Abstract

Malaria merupakan salahsatu penyakit menular yang pengendaliannyamenjadi komitmen global dalam MDGs.Angka kejadian malaria masih tinggi diKabupaten Pesarawan. Untuk daerah Hanurayang cukup endemis menggunakan IndikatorAPI yang sesuai Kebijakan KementerianKesehatan untuk mendeteksi penyakit malariadengan pemeriksaan sediaan darah. Untukmengetahui jenis dan fase dari Plasmodiumyang menginfeksi agar segera dilakukanpengobatan yang sesuai dengan fase yangmenyerang.Tujuan : Untuk mengetahui gambaran fasedari spesies Plasmodium falciparum denganpemeriksaan apusan darah tipis pada penderitamalaria di Laboratorium Puskesmas HanuraKabupaten Pesawaran.Metode Penelitian : survei deskriptif dengantotal sampling pada 250 preparat apusan darahtipis penderita malaria yang terinfeksiPlasmodium falciparum di laboratoriumPuskesmas Hanura.Hasil : Didapatkan hasil pemeriksaan darahfase trofozoid sebanyak 222 sampel (89%),fase gametosit sebanyak 3 sampel (1%), fasetrofozoid + gametosit sebanyak 25 sampel(10%), pengobatan ACT sebanyak 222 sampel(89%) dan pengobatan ACT + Primakuinsebanyak 28 sampel (11%)Kesimpulan : Jadi Plasmodium falciparumsebagian besar fase trofozoid diberikanpengobatan ACT, fase gametosit diberikanpengobatan ACT + Primakuin, dan fasetrofozoid + gametosit diberikan pengobatanACT + Primakuin.
HUBUNGAN ANTARA TIPE LOCUS OF CONTROL DENGAN PREVALENSI STRES PADA MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI BANDAR LAMPUNG Hariansyah Hariansyah; Octa Reni Setiawati
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.087 KB) | DOI: 10.33024/.v4i3.1312

Abstract

Latar Belakang : Stres adalah kondisi yang disebabkan oleh interaksi antara individu dengan lingkungan, menimbulkan persepsi jarak antara tuntutan-tuntutan yang berasal dari situasi yang bersumber pada sistem biologis, psikologis dan social dari seseorang. Kejadian stress dapat berhubungan dengan kemampuan untuk mengontrol diri pada tiap individu. Kemampuan ini juga menimbulkan suatu persepsi yang dialami oleh individu saat menghadapi situasi tertentu dalam hidup. Perseps iinilah yang disebut sebagai Locus of Control (LOC). LOC terbagi menjadi dua tipe yaitu, tipe LOC internal dan LOC eksternal yang dapat memicu terjadinya stres. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan tipe Locus of Control dan prevalensi  stres Pada mahasiswa kedoktrean Universitas Malahayati Bandar Lampung. Metode Penelitian : Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa kedokteran Universitas Malahayati angaktan 2014 – 2017. Pengambilan sampel  menggunakan metode statified random sampling dengan responden berjumlah 298 responden. Analisa data  menggunakan Chi Squere Hasil Penelitian : Diketahui sebanyak 152 orang (51,0%) responden tipe internal sebesar. Sedangkan pada kategori eksternal sebesar 146 orang (49,0%). Prevalensi stres sebanyak 135 (45.3%)responden.p< 0,05 yaitu 0,000 dan OR 41,605 Kesimpulan: Dari analisa data menggunakan Chi Square terdapat hubungan antara tipe Locus of Control dengan stres
PERBEDAAN INTENSITAS NYERI BERDASARKAN INDEKS MASSA TUBUH PADA PASIEN OSTEOARTRITIS DI RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG Ringgo Alfarisi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.534 KB) | DOI: 10.33024/.v5i1.783

Abstract

Latar Belakang : Osteoartritis merupakan penyakit sendi degeneratif yang berkaitan dengan kerusakan kartilago sendi. Salah satu faktor resiko OA adalah berat badan. Oleh karena itu untuk memantau status berat badan orang dewasa digunakan indeks massa tubuh (IMT). Indeks massa tubuh merupakan parameter yang paling banyak digunakan dalam menentukan kriteria proporsi tubuh. Dengan indeks massa tubuh diketahui apakah berat badan seseorang dinyatakan kurus, normal dan gemuk. Kelebihan berat badan dianggap sebagai salah satu faktor yang meningkatkan intensitas nyeri yang dirasakan pasien OA.Tujuan Penelitian : Mengetahui perbedaan intensitas nyeri berdasarkan indeks massa tubuh pada pasien osteoartritis di RSUD Dr.H.Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun 2017Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Dengan jumlah sampel sebanyak 61 pasien osteoartritis yang diambil dengan tehnik Purpossive Sampling. Data diperoleh dari pengukuran berat badan dan tinggi badan untuk indeks massa tubuh dan wawancara kuesioner NRS untuk intensitas nyeri. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji Mann Whitney dengan program SPSS.Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil uji statistik Mann Whitney diperolen nilai p = 0,001  (p < 0,05) yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan intensitas nyeri antara kelompok responden dengan Indeks Massa Tubuh lebih dari rata-rata dan kelompok responden dengan Indeks Massa Tubuh di bawah sama dengan rata-rata.Kesimpulan : Terdapat perbedaan tingkat intensitas nyeri berdsarkan indeks massa tubuh pada pasien Osteoartritis di RSUD Dr.H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2017 
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG DEMAM BERDARAH DENGUE DENGAN KEBERADAAN JENTIK Aedes aegypti DI DESA KALI BENING KECAMATAN TALANG PADAN G KABUPATEN TANGGAMUS LAMPUNG TAHUN 2016 Sri Maria Puji Lestari; Desty Ardianty
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.172 KB) | DOI: 10.33024/.v3i3.751

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue(DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Peningkatanpengetahuan masyarakat tentang DBD diperlukan karena sebagai modal awal perubahanperilaku masyarakat. Hal ini dikarenakan semakin baiknya pengetahuan masyarakatmaka diharapkan akan semakin baik pula untuk menurunkan angka kejadian DBDtersebut. Jumlah penderita DBD di Kabupaten Tanggamus Lampung pada Tahun 2015tercatat mencapai 119 kasus meningkat dari tahun 2013 yang hanya tercatat 6 kasuspenderita DBD. Sedangkan di wilayah Desa Kali Bening Kabupaten TanggamusLampung pada Tahun 2015 sebanyak 48 kasus.Tujuan: untuk mengetahui Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Demam BerdarahDengue dengan Keberadaan JentikAedes aegypti.Metode penelitian: Penelitian bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan crosssectionalyang dilakukan terhadap 151 responden.Hasil: Data dianalisa dengan menggunakan program SPSS. Dari hasil perhitungan ujiChi-Square diketahui bahwa sebagian besar tingkat pengetahuan tidak baik sebanyak 87responden (57,7%) dan ada jentik sebanyak 81 responden (53,6%) didapatkan p-value0,000, dengan nilai OR sebesar 29,33.Kesimpulan: ada hubungan signifikan tingkat pengetahuan masyarakat tentang DBDdengan keberadaan jentik Aedes aegypti di Desa KaliBening Kecamatan Talang Padang Kabupaten Tanggamus lampung Tahun 2016
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETIDAKSESUAIAN SOP PETUGAS PENJAMAH MAKANAN DI INSTALASI GIZI RUMAH SAKIT TIPE C KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2019 Akhmad Kheru Dermawan; Dhiny Easter Yanti; Khoidar Amirus
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.366 KB) | DOI: 10.33024/jikk.v7i1.2386

Abstract

Penjamah makanan memegang peranan penting dalam melindungi kesehatan penderita/pasien di rumah sakit dari penyakit akibat kontaminasi makanan. Sementara itu hasil presurvei yang dilakukan oleh peneliti di Rumah Sakit Tipe C Kota Bandar Lampung, didapat data bahwa jumlah petugas penjamah makanan sebanyak 40 orang dan dari hasil pengamatan langsung peneliti menemukan masih adanya tindakan abai petugas penjamah makanan pada perilaku hygiene. Tujuan penelitian adalah diketahui faktor yang berhubungan dengan ketidaksesuaian SOP petugas penjamah makanan. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh penjamah makanan di Instalasi Gizi Rumah Sakit Tipe C Kota Bandar Lampung Tahun 2019 sejumlah 67 orang, sampel menggunakan total populasi. Analisis multivariat menggunakan uji Regresi Logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 67 responden yang  diteliti, sebagian besar berpendidikan SMA/sederajat (86.6%), pengetahuan tentang SOP penjamah makanan yang tidak baik (58.2%), sikap positif (52.2%), motivasi yang rendah (56.7%) dan tidak sesuai dalam menerapkan SOP (56.7%).Ada hubungan pendidikan (p value 0,034. OR 5,7), pengetahuan (p value 0,001. OR 6,12). motivasi (p value 0,003. OR 5,3) dengan ketidaksesuaian SOP petugas penjamah makanan. Tidak ada hubungan sikap dengan ketidaksesuaian SOP petugas penjamah makanan (p value 0,098). Motivasi merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan ketidaksesuaian SOP petugas penjamah makanan, dimana memiliki nilai OR tertinggi yaitu 55,5. Saran dapat meningkatkan motivasi petugas penjamah makanan dengan cara mengadakan review ulang kepada semua petugas penjamah makanan tentang SOP yang ada, meningkatkan kualitas kebersihan makanan yang tersedia, serta meningkatkan kesadaran bahwa hygiene makanan adalah bagian dari pengabdian.
Hasil Pemeriksaan Psikologi sebagai Prediktor Performa Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Angkatan 2013 pada Tahun Pertama Sri Maria Puji Lestari
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.315 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v8i3.715

Abstract

Tahun pertama tahap pendidikan merupakan fase yang cukup berat bagi mahasiswa kedokteran. Seleksi mahasiswa menjadi tugas yang sulit dalam menyaring calon mahasiswa yang diprediksi dapat optimal mengikuti proses pendidikan sejak tahun pertama hingga tahap akhir pendidikan. Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati (FK UNIMAL) melaksanakan ujian tulis sebagai seleksi mahasiswa. FK UNIMAL melakukan pemeriksaan psikologi (instrumen SPM) sebagai tambahan (data formatif) setelah mahasiswa diterima untuk mengetahui potensi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil pemeriksaan psikologi mahasiswa dapat menjadi prediktor performa mahasiswa FK UNIMAL angkatan 2013 pada tahun pertama. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kohort retrospektif menggunakan data seluruh mahasiswa FK UNIMAL angkatan 2013 (total sampling). Data terdiri atas hasil pemeriksaan psikologi (instrumen SPM), dan performa mahasiswa tahun pertama (Indeks Prestasi (IP) semester 1, IP semester 2 dan IP Kumulatif (IPK) tahun pertama). Data yang diperoleh dilakukan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji komparatif Mann-Whitney. Hasil: Data yang diperoleh secara lengkap sejumlah 431. Terdapat hubungan antara hasil pemeriksaan psikologi (instrumen SPM) dengan seluruh performa mahasiswa pada tahun pertama (p<0,001). Kesimpulan: Hasil pemeriksaan psikologi (instrumen SPM) merupakan prediktor positif terhadap seluruh performa mahasiswa FK UNIMAL angkatan 2013 pada tahun pertama. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengetahui hubungannya dengan performa mahasiswa pada tahap pendidikan tahun berikutnya hingga menjadi dokter. 
KUNYIT (Curcuma domestica Val) SEBAGAI OBAT ANTIPIRETIK Abdul Azis
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.288 KB) | DOI: 10.33024/jikk.v6i2.2265

Abstract

Penyakit infeksi terus berkembang dewasa ini. Salah satu gejalanya adalah demam. Demam adalah kenaikan suhu tubuh yang ditandai adanya kenaikan titik ambang regulasi panas hipotalamus. Demam dapat mengakibatkan komplikasi jika tidak ditangani, maka dari itu perlu penanganan yang baik untuk mengobati demam. Salah satu obat antipiretik yang sering digunakan yaitu parasetamol. Terapi parasetamol dapat menyebabkan efek samping pada saluran cerna dan sistem kardiovaskular. Sesuai dengan efek sampingnya dalam menurunkan temperatur tubuh, dapat dilakukan pengembangan potensi tanaman berkhasiat obat sebagai terapi obat antipiretik dengan efek samping lebih kecil. Tanaman yang berpotensi sebagai antipiretik adalah kunyit. Kunyit (Curcuma domestica) merupakan salah satu tanaman herbal yang potensial sebagai terapi demam. Tanaman herbal ini bisa menjadi terapi alternatif untuk demam. Kunyit mengandung senyawa aktif yaitu curcumin. Senyawa tersebut telah banyak diteliti memiliki efek dapat menghambat protein Cyclooxygenase-2 (COX-2). COX-2 merupakan enzim yang dapat memediasi proses kenaikan suhu pada demam. Maka dari itu, curcumin yang terkandung di dalam kunyit memiliki efek antipiretik. Efek potensial tersebut yang bisa menjadi landasan untuk terapi demam.

Page 20 of 138 | Total Record : 1379


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue