cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,379 Documents
HUBUNGAN LAMA PEMAKAIAN KONTRASEPSI PIL KB DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA WANITA USIA SUBUR DI BPS ADE YULIANTI AMd.Keb DESA PARUNGSARI KABUPATEN LEBAK PROVINSI BANTEN TAHUN 2015 Mardheni Wulandari; Hetti Rusmini
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.021 KB) | DOI: 10.33024/.v2i2.706

Abstract

Hipertensidijumpaipada 2-4%wanita pemakai pil kontrasepsi, terutama yangmengandung etilestradiol (Zat Steroida yang terkandung dalam hormon estrogen).Kejadianhipertensimeningkatsampai2-3kalilipatsetelah4tahunpenggunaanpilkontrasepsi yangmengandungestrogen.Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan lama pemakaian kontrasepsi pil KB dengankejadian hipertensi pada wanita usia subur di BPS Ade Yulianti AMd.Keb Desa ParungsariKabupaten Lebak Provinsi Banten tahun 2015.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional.Populasi adalah akseptor Pil KB di BPS Ade Yulianti AMd.Keb Desa Parungsari KabupatenLebak Provinsi Banten sebanyak 175 orang, sampel diambil sebanyak 122 orang. Analisis datayang digunakan adalah uji chi square.Hasil Penelitian: Sebagian besar lama pemakaian kontrasepsi pil KB pada wanita usia subur diBPS Ade Yulianti AMd.Keb Desa Parungsari Kabupaten Lebak Provinsi Banten tahun 2015adalah ≤ 2 tahun yaitu sebanyak 62 orang (50,8%). Kejadian hipertensi pada wanita usia suburdi BPS Ade Yulianti AMd.Keb Desa Parungsari Kabupaten Lebak Provinsi Banten tahun 2015sebanyak 45 orang (36,9%). Ada hubungan lama pemakaian kontrasepsi pil KB dengankejadian hipertensi pada Wanita Usia Subur di BPS Ade Yulianti AMd.Keb Desa ParungsariKabupaten Lebak Provinsi Banten tahun 2015 dengan p-value = 0,000 dan OR = 7,280.Kesimpulan: Ada hubungan lama pemakaian kontrasepsi pil KB dengan kejadian hipertensipada Wanita Usia Subur di BPS Ade Yulianti AMd.Keb Desa Parungsari Kabupaten LebakProvinsi Banten tahun 2015Kata Kunci :
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEGAGALAN PENGOBATAN PASIEN TB PARU DI PUSKESMAS KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2018 Fransisca T Y Sinaga; Hernowo Anggoro Wasono; Debi Arivo; Rhadila Anjani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.544 KB) | DOI: 10.33024/jikk.v6i1.2171

Abstract

Penemuan kasus baru TB BTA (+), seluruh kasus TB, dan Case Notification Rate (CNR) per 100.000 penduduk di Provinsi Lampung pada tahun 2017 sebesar 4.195 kasus terdiri dari 2.587 kasus pada laki-laki dan 1.608 kasus pada perempuan, dan CNR seluruh kasus TB sebesar 51%. Hasil survei di wilayah Puskesmas Kota Bandar Lampung ditemukan peningkatan kasus TB paru pada tahun 2015,2016,2017, dan 2018 dengan hasil masing–masing 125,138,142, dan 157 kasus yang terdiagnosa TB paru. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kegagalan pengobatan pasien TB paru di Puskesmas Kota Bandar Lampung Tahun 2018. Jenis penelitian kuantitatif, rancangan survey analitik dengan pendekatan case control. Populasi seluruh pasien TB parugagal pengobatan sebanyak 63 pasien dengan teknik total sampling. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner. Teknik analisis data menggunakan uji statistik Chi Square. Ada hubungan merokok dengan kegagalan pengobatan pasien TB paru ( p-value 0,000 <α 0,05). OR: 4,180. Ada hubungan perilaku pencegahan dengan kegagalan pengobatan pasien TB paru ( p-value 0,000 < α 0,05).OR: 4,267. Ada hubungan pengawas minum obat dengan kegagalan pengobatan pasien TB paru ( p-value 0,011 < α 0,05). OR: 2,750. Ada hubungan lingkungan dengan kegagalan pengobatan pasien TB paru, diperoleh ( p-value 0,004 <α 0,05). OR: 3,088. Ada hubungan merokok, perilaku pencegahan, pengawas minum obat dan lingkungan dengan kegagalan pengobatan TB paru.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PENCEGAHAN OSTEOPOROSIS PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAJABASA BANDAR LAMPUNG Ahmad Taruna; Marni Marni
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.273 KB) | DOI: 10.33024/.v1i3.673

Abstract

Latar Belakang : Osteoporosis adalah salah satu penyakit degeneratif yang banyakdialami oleh para lansia, yaitu berkurangnya kepadatan/ massa tulang yangmengakibatkan tulang menjadi keropos dan mudah patah, orang yang mengalami patahtulang membutuhkan banyak biaya untuk pengobatannyadan mengakibatkan orangtersebut tidak lagi produktif serta selalu kepada orang lain. Di Indonesia 19,7% darijumlah lansia atau sekitar 3,6 juta orang diantaranya menderita osteoporosis.Tujuan Penelitian : Penelitian ini selain bertujuan untuk mengetahui gambaran akanpentingnya pengetahuan dan pencegahan yang dilakukan lansia di wilayah kerjaPuskesmas Rajabasa Bandar Lampung. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan sampelsebanyak 75 lansia dengan tekhnik pengambilan sampel purposive sampling pengambilandata dengan lembar observasi berupa kuisioner yang didalamnya terdapat beberapakomponen yaitu tabel pengetahuan dan pencegahan serta metode likert Uji analisamenggunakan chi- square dengan α < 0,05. Hasil Penelitian : Hasil ini menunjukkan bahwa hubungan pengetahuan terhadappencegahan yang baik terdapat 67 lansia (89,3 %) dengan OR = 6,136.Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang erat antara tingkatpengetahuan dengan pencegahannya dan juga pengetahuan yang baik maka mempunyaipeluang 6,1 kali untuk mendapatkan pencegahan yang baik dibandingkan denganpengetahuan yang kurang.
HUBUNGAN UPAYA PENCEGAHAN YANG DILAKUKAN IBU HAMIL TERHADAP BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEKAR BARU KABUPATEN TANGERANG TAHUN 2018 Nia Trisnawati; Festy Ladyani Mustofa; Muhammad Rifky Illahi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.528 KB) | DOI: 10.33024/.v5i4.968

Abstract

Penyebab kematian bayi terbanyak adalah karena gangguan perinatal. Dari seluruh kematian perinatal sekitar 2 –27% disebabkan karena kelahiran bayi berat lahir rendah (BBLR), yaitu bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gr. BBLR berisiko kematian 35 kali lebih tinggi dibandingkan dengan bayi yang berat badan lahirnya diatas 2500 gram. BBLR dapat berakibat jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak dan memiliki risiko penyakit jantung dan diabetes di masa yang akan datang. Penilitian ini bertujuan Untuk mengetahui hubungan upaya pencegahan yang dilakukan ibu hamil terhadap berat badan lahir rendah (BBLR) di wilayah kerja Puskesmas Mekar Baru Kabupaten Tangerang tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah  penelitian analitik observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional (potong lintang). Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu melahirkan yang melakukan pemeriksaan ANC dalam kurung waktu mei – juli tahun 2018 ke Puskesmas Mekar Baru Kabupaten Tangerang, dengan jumlah sebanyak 73 orang. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat menggunakan Chis-quare. Diketahui distribusi frekuensi upaya pencegahan baik (skor ≥ 10) sebanyak 80,8% serta upaya pencegahan kurang (skore < 10) sebanyak 19,2% dan distribusi frekuensi bayi berat lahir rendah   (BBLR) yang dilahirkan dengan bayi BBLR (< 2500 gr) sebanyak 31,5% serta dengan bayi BBLN (≥ 2500 gr) sebanyak 68,5%. Diketahui hasil analisis chi-square terdapat hubungan yang signifikan antara upaya pencegahan yang dilakukan ibu hamil terhadap berat bayi lahir rendah (BBLR). terdapat hubungan yang antara upaya pencegahan yang dilakukan ibu hamil terhadap berat bayi lahir rendah (BBLR)  dengan p-value = 0,000, OR = 0,113, (CI; 95% : 0,030 - 0,420).
ANALISIS PERANAN TERAPIS TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA PADA PASIEN AUTISME DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG Festy Ladyani; Febri Veronika Silaban
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.088 KB) | DOI: 10.33024/.v4i2.774

Abstract

Latar Belakang: Autisme adalah gangguan perkembangan  perpasif pada  anak yang ditandai dengan adanya gangguan dan keterlambatan dalam bidang kognitif, bahasa, perilaku, dan interaksi sosial. Pada setiap tahunnya jumlah anak yang terkena autisme semakin hari semakin meningkat yang  luarbiasa.  Penderita  autisme  akan menghambat perkembangan anak baik dari segi fisik maupun mental. Penyebab autisme adalah gangguan neurobiologis berat yang mempengaruhi fungsi otak sedemikian rupa sehingga anak tidak mampu berinteraksi dan berkomunikasi pada perkembangan bahasa dengan dunia luar secara efektif. Dengan adanya peranan terapis penderita autisme dapat diterapi untuk memperbaiki fungsi otak secara optimal. Penderita autisme diharapkan memdapatkan terapi lebih dini agar anak dapat berkembang  dari  segi  bahasa  maupun  perilaku agar dapat berinteraksi sosial.Tujuan: Mengetahui Peranan Terapis Terhadap Perkembangan Bahasa Pada Pasien Autisme Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar LampungMetode Penelitian:  Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan menggunakan jenis data  primer  yaitu  data  yang  diperoleh  langsung dari informan penelitian. Cara pengumpulan data yang penulis gunakan adalah melalui teknik wawancara terstruktur atau wawancara terbuka. Penelitian  ini  dilakukan  selama  bulan  Agustus 2017 di RSUD Dr. H. Abdul Moelok Bandar Lampung.  Pada penelitian ini terdapat 1 sampel dan 4 informan.Hasil: Terapis sangat berpengaruh terhadap perkembangan bahasa dan komunikasi pasien autisme untuk interaksi sosial.Kesimpulan: Terapis mempunyai peranan dalam kemampuan  berbahasa  baik  verbal  maupun  non dan komunikasi terhadap perkembangan bahasa pada pasien Autisme
PERBEDAAN EFEKTIVITAS MADU DAN PROPOLIS TERHADAP KONDISI KESEHATAN PADA BALITA DI POSYANDU MAWAR VII KELURAHAN SIDODADI, KECAMATAN KEDATON BANDAR LAMPUNG TAHUN 2014 Yesi Nurmalasari
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.404 KB) | DOI: 10.33024/.v3i2.741

Abstract

Kesehatan adalah suatu kondisi yang stabil atau umum dalam sistem koordinasi  badan dan jiwa raga manusia atau  makhluk hidup lainnya pada rata-rata normal. Kondisi kesehatan pada balita dapat dipengaruhi oleh nafsu makan, kualitas tidur, berat badan, kadar hemoglobin. Dari data Riskesdas tahun 2013, anak usia 5-14 tahun sebanyak 26,4% mengalami anemia, dan 11,2 % mengalami status gizi kurang. Sekitar  15-30% anak mengalami gangguan tidur dan sekitar 25% anak mengalami kesulitan makan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian propolis dan madu terhadap kondisi kesehatan pada balita.Penelitian ini termasuk penelitian quasi eksperimen dengan rancangan Randomized Control Group pretest posttest design. Jumlah sampel penelitian adalah 45 balita di posyandu mawar VII desa sidodadi kelurahan kedaton Bandar lampung. Analisis multivariate pada penelitian ini menggunakan one way anova.Hasil penelitian diperoleh, pada kelompok madu p-value < 0,05 yang artinya ada pengaruh pemberian madu terhadap berat badan, nafsu makan, kualitas tidur dan kadar hemoglobin balita. Pada kelompok propolis p-value < 0,05 yang artinya ada pengaruh pemberian madu terhadap nafsu makan, kualitas tidur dan kadar hemoglobin balita, sedangkan nilai p-value untuk berat badan adalah > 0,05 yang artinya tidak ada pengaruh pemberian propolis terhadap berat badan balita.Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian madu terhadap nafsu makan, kualitas tidur, berat badan dan kadar hemoglobin pada balita. Terdapat pengaruh pemberian propolis terhadap nafsu makan, kualitas tidur dan kadar hemoglobin pada balita. Disarankan menggunakan madu dan propolis sebagai alternative meningkatkan kesehatan pada balita. 
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS EKSTRAK ETANOL 96% AKAR DAN DAUN KUMIS KUCING (ORTHOSIPHON STAMINEUS) TERHADAP PENURUNAN GLUKOSA DARAH MENCIT (MUS MUSCULUS) Syarifah Nora Andriaty; Faidil Akbar; Abdul Wahab
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.702 KB) | DOI: 10.33024/jikk.v6i4.2118

Abstract

Orthosiphon stamineus yang dikenal dengan nama kumis kucing adalah tanaman herbal yang banyak digunakan dalam berbagai penyakit, termasuk diabetes melitus. Tanaman ini sangat mudah dijumpai di Indonesia. Hasil Riset Kesehatan dasar (Riskesdas) 2018 diperoleh data prevalensi diabetes melitus meningkat dari 6,9 % menjadi 8,5 %. Membandingkan efektivitas ekstrak etanol 96% daun dengan akar kumis kucing (Orthosiphon stamineus) terhadap penurunan kadar glukosa darah mencit (Mus musculus). Jenis penelitian ini adalah eksperimental, 25 ekor mencit diinduksikan aloksan secara I.P, ekstrak daun dan akar kumis kucing masing-masing diberikan dengan dosis 35 mg dan 50 mg/ 20 gBB /hari secara oral selama 7 hari. Hasil: Ekstrak daun kumis kucing dosis 35 mg dan 50 mg/20 gBB/ hari menurunkan kadar glukosa darah mencit 35,45% dan 41,61%, sedangkan eskstrak akar kumis kucing dosis 35 mg dan 50 mg/20 gBB/ hari sebanyak 25,5% dan 29,19%. Uji t berpasangan didapatkan nilai p = 0.000, artinya terdapat perbedaan penurunan kadar glukosa darah mencit yang signifikan. Kesimpulannya yaitu Ekstrak etanol 96% dari daun kumis kucing dosis 50 mg/20 gBB/ hari memiliki efek antidiabetik yang lebih tinggi daripada ekstrak akar kumis kucing.
PERBEDAAN PENGARUH PEMBERIAN BORAKS DENGAN DOSIS BERTINGKAT TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI ORGAN GINJAL TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus Norvegicus) GALUR WISTAR I Nyoman Trias Suadnyana; Resti Arania; Ringgo Alfarizi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.609 KB) | DOI: 10.33024/.v1i2.303

Abstract

Boraks merupakan bahan tambahan pangan yang dilarang oleh pemerintah. Boraks terakumulasi sedikit demi sedikit dalam organ hati, ginjal, otak dan testis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh pemberian boraks terhadap gambaran histopatologi organ ginjal tikus putih jantan galur wistar.Pada penelitian ini menggunakan hewan uji tikus putih ( Rattus novergicus L.) jantan galur wistar, umur 3 bulan dengan rata-rata 200gr. Jenis penelitian adalah eksperimental laboratory, dengan rancangan post test-only control group design. Sampel diambil menggunakan rumus Frederer dengan 5 kali ulangan untuk masing-masing ada 5 kelompok. Semua tikus dilakukan aklimatisasi selama 7 hari. Kelompok K ( kontrol ) , kelompok P1 (boraks 0,25 ml), kelompok P2 (boraks 0,5 ml), kelompok P3 (boraks 1 ml), dan kelompok P4 (boraks 2 ml). Perlakuan selama 14 hari. Pengamatan histopatologi organ ginjal tikus putih jantan meliputi gambaran histopatologi organ ginjal. Data yang diperoleh akan diuji dengan menggunakan ujiNilai rerata skor histopatologi organ ginjal tertinggi pada kelompok 5 dengan dosis 2 ml boraks. Pada uji Kruskall Wallis tampak perbedaan bermakna yaitu nilai p 0,001 < 0,05. Kemudian dilakukan uji Mann- Whitney dan didapatkan hasil dimana P3 memiliki nilai p 0,004 < 0,05.
ANALISIS DETERMINAN KEJADIAN PENYAKIT MALARIA DI KECAMATAN KUTAMBARU TAHUN 2017 Rahmadani Sitepu; Alamsyah Lukito; Elaninanivi Tarigan
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/.v5i3.942

Abstract

Malaria adalah penyakit yang menyerang manusia, burung, kera dan primata lainnya, hewan melata dan hewan pengerat yang disebabkan oleh infeksi protozoa dari genus plasmodium. Kejadian atau penularan penyakit menular ditentukan oleh faktor-faktor risiko/determinan yang disebut host, agent, dan environment. Dalam penelitian akan menggunakan penelitian analitik dengan desain case control, Penelitian ini bersifat retrospektif yaitu rancang bangun dengan melihat kebelakang tentang suatu kejadian yang berhubungan dengan kejadian kesakitan yang diteliti saat ini. Penilitaan ini dilakukan di kecamatan kutambaru dengan melihat determinan / faktor risiko terjadinya malaria Dengan tingkat kepercayan 95% dan α = 5%, hasil P<0,05. Hasil analisis data diperoleh faktor risiko kebersihan terhadap kejadian Malaria p=0,003, Odds Ratio= 3,852 dengan Confidence Interval (CI) = 1,574-9,428. Temperatur p=0,025, Odds Ratio= 2,833, Genangan air p=0,011 dan Odds Ratio= 3,063, Penggunaan Kelambu p=0,350 (p>0,05), Pengunaan obat anti nyamuk p=0,033, Kebiasaan keluar rumah pada malam hari p=0,055, faktor Umur p=0,392 dan Odds Ratio= 1,444, Jenis kelamin terhadap Malaria p=0,831 dan Odds Ratio= 1,095. Pada penelitian ini variabel yang menjadi faktor risiko terjadinya malaria adalah kebersihan, temperatur, genangan air, kelambu, anti nyamuk, keluar rumah, umur dan jenis kelamin. Untuk mendapat faktor mana yang paling dominan dengan terjadinya Malaria  maka variabel tersebut diuji secara bersama-sama dengan dilakukan uji regresi logistik berganda dengan menggunakan metode enter. Ada dua variabel yang memiliki p< 0,025 yaitu kebersihan dan genangan air, sehingga diperoleh masing-masing odds ratio 4,402 dan 3,562. Saran untuk penelitian ini berguna bagi Dinas kesehatan, Institusi dan peneliti.
ANALISIS FKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KONDILOMA AKUMINATA DI POLIKLINIK KULIT DAN KELAMIN RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG TAHUN 2016 Arif Effendi; Eka Silvia; Merry Putri Hernisa
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.36 KB) | DOI: 10.33024/.v4i1.765

Abstract

Latar Belakang: Kondiloma Akuminata (KA) adalah kelainan kulit berupa vegetasi bertangkai dengan permukaan berjonjot oleh Human Papilloma Virus (HPV) tipe tertentu. Penyakit ini tergolong penyakit Infeksi menular Seksual yang penyebaran kosmopolit melalui hubungan seksual. Predileksi tersering yang dijumpai pada wanita adalah di vulva, labia mayora, labia minora dan serviks sedangkan pada laki-laki kutil sering ditemukan di sulcus coronaria, preputium penis, glans penis, korpus penis dan anus. Faktor-faktor penyebab yang mempengaruhi kejadian KA diantaranya adalah usia, jenis kelamin, aktivitas seksual, merokok, kehamilan, riwyat IMS dan penurunan daya tahan tubuh.Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara usia,  jenis kelamin, pendidiikan dan status perkawinan dengan kejadian Kondiloma Akuminata di poliklinik kulit dan kelamin RSUD DR. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun 2016.Metode Penelitian: Deskriptif analitik melalui studi rekam medik pasien yang berobat ke poliklinik kulit dan kelamin RSUD DR. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun 2016. Populasi penelitian ini adalah semua  pasien IMS yang berobat ke poli kulit dan kelamin. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis bivariat dilakukan dengan menggunakan uji chi-square.Hasil Penelitian: Pada pasien KA yang tercatat di data rekam medik RSUD Dr. H. Abdul Moeleok Bandar Lampung tahun 2016 memperlihatkan kelompok umur terbanyak adalah usia 20-40 tahun sebanyak 42 orang (51,9%) pada jenis kelamin laki-laki sebanyak 54 orang (66,7%) dengan pendidikan rendah sebanyak 66 orang (81,5%) dengan status kawin sebanyak 62 orang (76,5%) .Kesimpulan: Ada hubungan antara usia, jenis kelamin, pendidikan dan status perkawinan  dengan kejadian Kondiloma Akuminata pada pasien IMS yang berobat di poliklinik kulit dan kelamin RSUD DR. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun  2016.

Page 21 of 138 | Total Record : 1379


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue