cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,379 Documents
HUBUNGAN KADAR HBA1C DENGAN RESIKO NEFROPATI DIABETIKUM PADA PASIEN DM TIPE 2 DI RSUD H. ABDUL MANAP KOTA JAMBI Susan Tarawifa; Samuel Batara Bonar; Imanuel Sitepu
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.223 KB) | DOI: 10.33024/jikk.v7i2.2755

Abstract

Hiperglikemia kronis pada diabetes mellitus tipe 2 berhubungan dengan disfungsi atau kegagalan beberapa organ tubuh seperti ginjal (nefropati diabetikum). Pengendalian hiperglikemia pada penderita DM tipe 2 sangat penting dan tidak boleh diabaikan karena berhubungan dengan morbiditas dan mortalitas penderita DM tipe 2 tersebut. HbA1c merupakan salah satu pemeriksaan status glikemik pada penderita DM tipe 2 dan pemeriksaan mikroalbuminuria berguna untuk pemantauan dini resiko nefropati diabetikum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar HbA1c dengan Resiko Nefropati Diabetikum pada pasien DM tipe 2 di RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan metode analitik cross-sectional dengan menggunakan teknik consecutive sampling sesuai dengan kriteria inklusi. Analisis data dilakukan univariat dan bivariate menggunakan uji Chi-Square. Dari hasil 30 subjek penelitian, didapatkan pasien dengan usia 56-65 sebesar 66, jenis kelamin perempuan sebesar 66,7% perempuan. Hasil kadar HbA1c tidak terkontrol didapatkan hasil 50% beresiko nefropati diabetikum dan 50% normal. Hasil kadar HbA1c yang terkontrol didapatkan hasil 62,5% normal dan 37,5% beresiko nefropati diabetikum Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai p-value=0,42 yang berarti tidak adanya hubungan yang bermakna antara kadar HbA1c dengan resiko nefropati diabetikum pada pasien DM tipe 2 di RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi.
Hubungan Mutu Pelayanan Metode ServqualDenganKepuasan Pasien BPJS Di Instalasi Farmasi RSUD Dr.H.Abdul Moeloek Hari Purwanto
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.915 KB) | DOI: 10.33024/.v3i1.730

Abstract

Mutu pelayanan di Instalasi Farmasi dapat diukur dengan memperhatikan 5 dimensi servqualyaitu: dayatanggap (responsiveness), jaminan (assurance), kehandalan (reliability),empati (emphaty)dan bukti fisik(tangible). Dari hasil presurvei di Instalasi Farmasi RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampungdidapatkan adanya 21 pengaduan melalui SMS center atas buruknya pelayanan Farmasi dan menyatakantidak puas terhadap pelayanan Instalasi Farmasi pada kurun waktu satu tahun terakhir.Tujuan penelitianmengetahui hubungan mutu pelayanan metode servqual dengankepuasan pasien BPJS Di Instalasi FarmasiRSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2016.Penelitian dilakukan secara observasional analitik dengan pendekatan crosssectional. Sampel sebanyak 307responden diambil dengan teknik accidental sampling. Analisis dengan uji chi-square. Hasil penelitianmenunjukkan jumlah responden yang menyatakan puas (200 responden, 65%) atas mutu farmasi lebih banyakdibanding yang tidak puas (107 responden ).Dilihat dari 5 dimensi mutu kebanyakan responden menjawabmutu pelayanan sudah baik yaitu daya tanggap (responsiveness) sebesar 212 pasien menyatakan baik (69%),jaminan (assurance)sebesar197 responden (64%), kehandalan (reliability) yaitu 180responden (58,6%),empati (emphaty) yaitu 222responden (72,3%), bukti fisik (tangible) yaitu 266responden (86,6%). Hasil Ujichi-square menunjukkan dimensi daya tanggap (responsiveness) (p=0,134), jaminan (assurance) (p=0,046),kehandalan (reliability) (p=0,234), empati (emphaty) (p=0,003) dan bukti fisik (tangible) (p=0,721).Simpulan,Lebih dari 50% dari responden menyatakan puas atas pelayanan Instalasi Farmasi dan mutupelayanan dinilai dari lima dimensi baik. Terdapat hubungan bermakna mutu pelayanan dimensi Empati danjaminan terhadap kepuasan pasien.Saran, Petugas farmasi dapat menunjukkan sifat empati terhadap pasiendengan selalu melayani dengan senyum, sapa dan salam. Dapat memberikan penjelasan tentang obat sedetailmungkin sampai pasien mengerti. dan Untuk penelitian selanjutnya hendaknya lebih memperhatikankarakteristik responden.
HUBUNGAN LINGKUNGAN RUMAH DENGAN KEJADIAN MALARIA DI DESA SIDODADI KABUPATEN PESAWARAN TAHUN 2018 Deviani Utami; Tusy Triwahyuni; Yelin Julita
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.398 KB) | DOI: 10.33024/jikk.v6i3.2269

Abstract

Malaria masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia. Desa Sidodadi merupakan salah satu desa di Kabupaten Pesawaran yang endemis malaria dengan API (Annual Parasite Insidence) pada tahun 2018 dari bulan ke bulan semakin meningkat. Pada bulan Agustus penderita mencapai 63 orang, meningkat menjadi 72 orang di bulan September dan di bulan Oktober angka penderita malaria menjadi 111 orang. Kejadian malaria disebabkan adanya kontak manusia dengan nyamuk malaria dan didukung oleh kondisi lingkungan yang kurang baik. Mengetahui hubungan lingkungan rumah dengan kejadian malaria di Desa Sidodadi Kabupaten Pesawaran tahun 2018. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan case control. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu random sampling. Data kejadian malaria diperoleh dari data sekunder dengan hasil laboratorium positif malaria di Puskesmas Hanura dan data kondisi fisik rumah diperoleh dari hasil pengisian lembar observasi, serta dianalisis berdasarkan univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Dari 62 responden (31 kasus dan 31 kontrol). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan semak-semak di lingkungan rumah dengan kejadian malaria dengan nilai p-value 0,000 (OR=7,028), terdapat hubungan kandang ternak di lingkungan rumah dengan kejadian malaria dengan nilai p-value 0,000 (OR=7,028) dan terdapat hubungan genangan air/parit di lingkungan rumah dengan kejadian malaria dengan nilai p-value 0,000 (OR=14,175). Kesimpulannya bahwa lingkungan rumah menunjukkan adanya hubungan yang bermakna terhadap kejadian malaria maka disarankan adanya penyuluhan bagi masyarakat serta perbaikan dan kebersihan pada lingkungan rumah.
KORELASI ANTARA JUMLAH EOSINOFIL ABSOLUT DENGAN DERAJAT KLINIS ASMA BRONKIAL PADA PENDERITA ASMA DI KLINIK HARUM MELATI PRINGSEWU Ian Ibnu Faizal; Hidayat Hidayat; Mala Kurniati; Retno Ariza
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.465 KB) | DOI: 10.33024/.v2i1.697

Abstract

Asma merupakan penyakit gangguan inflamasikronis saluran pernapasan dengan banyak selserta elemen seluler yang berperan. Asmadihubungkan dengan hiperresponsif bronkus,keterbatasan aliran udara dan gejalapernapasan yang bersifat reversibel. Salah satusel yang diketahui berperan besar dalampatogenesis asma adalah eosinofil, eosinofilmelepaskan berbagai mediator seperti majorbasic protein, Eosinofil Cation Protein,peroksidase eosinofil, leukotriene C4, sertaPlatelet-Activating faktor yang akan merusakepitel saluran napas serta menyebabkanperadangan. Penelitian ini bertujuam untukmenghubungkan antara jumlah eosinofilabsolut dengan derajat klinis asma bronkial.Metode penelitian : Jenis penelitian analitikkorelatif dengan pendekatan cross-sectional,populasi adalah seluruh pasien asma bronkialdi Klinik Harum Melati Pringsewu Lampungperiode Januari-Desember 2015 denganjumlah sampel 44 orang dari 350 subjekpenelitian. Penelitian dilakukan pada bulanMaret 2016 dengan melihat data rekam medispenderita asma bronkial di Klinik HarumMelati Pringsewu Lampung pada periodeJanuari – Desember 2015.Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2016dengan melihat data rekam medis penderitaasma bronkial di Klinik Harum MelatiPringsewu Lampung pada periode Januari –Desember 2015.Analisa yang digunakan berupa analisaunivariat dan bivariat yaitu korelasi pearsondan one-way ANOVAHasil : Dari 44 pasien, 22,7% diantaranyaderajat well controlled dengan jumlah rata-rataeosinofil absolut yaitu 454.8 sel/mm3, padaderajat partly controlled sebanyak 45,5%dengan jumlah rata-rata eosinofil absolut yaitu436 sel/mm3, dan 31,8% pada derajatuncontrolled dengan jumlah rata-rata eosinofilabsolut yaitu 686.4 sel/mm3. Hasil uji korelasipearson antara jumlah eosinofil absolutdengan spirometri dengan kategori wellcontrolled, partly controlled, uncontrolledmenunjukan korelasi yang sangat lemah (-0.194 , 0.006, 0.160) dan tidak terdapathubungan yang bermakna antara jumlaheosinofil absolut dengan spirometri. Hasil ujione way anova menunjukan p=0,691 (α =<0,05) tidak terdapat hubungan yangbermakna antara jumlah eosinofil absolutdengan derajat klinis asma bronkial.Kesimpulan : Pada derajat uncontrolledmemiliki rata-rata jumlah eosinofil yang lebihtinggi (686,4 sel/mm3) dibandingkan denganderajat well controlled (454.8 sel/mm3) danpartly controlled (9436 sel/mm3) walaupunsecara statistik tidak bermakna. Tidak terdapathubungan yang signifikan antara jumlaheosinofil absolut dengan derajat klinis asmabronkial
TINGKAT PENGETAHUAN PEGAWAI KAMAR MAYAT DALAM MELAKUKAN KEGIATAN PEMULASARAAN JENAZAH BERDASARKAN KUESIONER MENURUT PERATURAN YANG BERLAKU DI BEBERAPA RUMAH SAKIT TIPE C PROVINSI LAMPUNG Jims Ferdinan Possible; Dwi Robbiardy Eksa; Intan Rizka
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.496 KB) | DOI: 10.33024/.v4i4.1326

Abstract

AbstractHIV/AIDS is still a problem in Indonesia with the highest risk factors for transmission through heterosexual relations. Although heterosexual intercourse is the main cause of HIV transmission factors, there are still a couple people living with HIV can live normally without being infected with HIV even though many – year fixed sexual intercourse. The couple called serodiscordant. Phenomenology study was conducted to explore various sexual experience serodiscordant in maintaining negative HIV status at RSPI, Prof. Dr. Sulianti Saroso. As many as 6 serodiscordant participated in this study. Data collected by in-depth interviews. The four main themes identified in this study: (1) knowledge of HIV/AIDS, transmission method and causes the infected husband, (2) sexual Needs, (3) the prevention of HIV transmission, (4) views about sexuality. A good knowledge about the prevention of HIV serodiscordant ability badly in maintaining its negative HIV status during this time by means of the use of contraceptives and provide support in compliance to consume ARVS. Required education and ongoing counseling on improving his knowledge in serodiscordant about HIV/AIDS so as to reduce the occurrence of new cases of HIV. Keywords: sexual experience, Serodiscordant, maintaining a negative HIV statusHIV/AIDS masih menjadi masalah di Indonesia dengan faktor risiko tertinggi penularan melalui hubungan heteroseksual. Meskipun hubungan  heteroseksual merupakan faktor penyebab utama penularan HIV,  masih ada pasangan ODHA HIV Positif- HIV negatif dapat hidup dengan normal tanpa tertular HIV meski bertahun – tahun tetap melakukan hubungan seksual. Pasangan ini disebut serodiskordan. Studi fenomenologi ini dilakukan untuk mengeksplorasi berbagai pengalaman seksual serodiskordan dalam mempertahankan status HIV negatif di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso. Sebanyak 6 serodiskordan berpartisipasi dalam studi ini. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam. Empat tema utama teridentifikasi dalam studi ini : (1) Pengetahuan tentang HIV/AIDS, cara penularan dan penyebab suami terinfeksi, (2) Kebutuhan seksual, (3) Pencegahan penularan HIV, (4) Pandangan tentang seksualitas. Pengetahuan yang baik mengenai pencegahan penularan HIV sangat berdampak pada kemampuan serodiskordan dalam mempertahankan status HIV negatifnya selama ini dengan cara penggunaan kontrasepsi dan memberikan dukungan dalam kepatuhan mengkonsumsi ARV. Diperlukan edukasi dan konseling yang berkelanjutan pada serodiskordan dalam meningkatkan pengetahuannya mengenai HIV/AIDS sehingga dapat mengurangi terjadinya kasus baru  HIV.Kata Kunci: Pengalaman Seksual, Serodiskordan, Mempertahankan status HIV negatif
FAKTOR FAKTOR PENYEBAB ASFIKSIA NEONATORUM DI RUMAH SAKIT DAERAH MAYJEND H.M RYACUDU KOTABUMI LAMPUNG UTARA TAHUN 2015 Barudin Barudin; Boby Suryawan; Intan Permatasari
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v11i1.756

Abstract

Asfiksia berarti hipoksia yang progresif, penimbunan karbondioksida dan asidosis.Berdasarkan datayang diperoleh dari rekam medik RSUD H.M Ryacudu Kota Bumi Lampung Utara kejadian asfiksianeonatorum pada tahun 2014 sebanyak 425 atau (46,97%) dari 905 persalinan dan pada tahun 2015sebanyak 431 atau (48,05%) dari 897 persalinan. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui faktor-faktorpenyebab asfiksia neonatorum pada bayi di Rumah Sakit Umum HM Ryacudu Lampung utaraJenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasipenelitian ini adalah seluruh neonatus yang mengalami asfiksia Neonatorum di Rumah Sakit UmumHM Ryacudu Lampung Utara pada tahun 2015 sebanyak 431 Neonatus, sampel diambil menggunakanteknik total sampling.Data diperoleh menggunakan lembar cheklist. Analisa data menggunakanunivariat, bivariate menggunakan Chi squareHasil penelitian diketahui sebanyak 232 orang (53,8%) mengalami asfiksia neonatorum dansebanyak 189 orang (43,9%) tidak mengalami asfiksia neonatorum, sebanyak 237 orang (55,0%)mengalami partus lama, dan sebanyak194 orang (45,0%) tidak mengalami partus lama. sebanyak 215orang (49,9%) melakukan persalinan normal, dan sebanyak 216 orang (50,1%) melakukan persalinansectio caesarea, sebanyak 228 orang (52,9%) usia ibu beresiko, dan sebanyak 203 orang (47,1%) usiaibu tidak beresiko,sebanyak 237 orang (55,0%) bayi prematur, dan sebanyak194 orang (45,0%) bayitidak premature. Ada hubungan partus lama (p=0,000), preeklampsia (p=0,008), jenis persalinan(p=0,023), usia ibu (p=0,004), bayi prematur(p=0,012), persalinansulit (p=0,017) dengan kejadianasfiksia neonatorum di Rumah Sakit Umum HM Ryacudu Lampung Utara
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG VAKSIN MR (MEASLES RUBELLA) DAN TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA TERHADAP KEIKUTSERTAAN IMUNISASI MR DI DESA LAM BHEU, KECAMATAN DARUL IMARAH, KABUPATEN ACEH BESAR Alisa Putri; Aslinar Aslinar; Desiana Desiana
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.628 KB) | DOI: 10.33024/jikk.v7i1.2365

Abstract

Campak dan Rubella merupakan penyakit infeksi menular melalui saluran nafas yang disebabkan oleh virus Campak dan Rubella.Vaksin MR (Measles Rubella) memberikan manfaat seperti dapat melindungi anak dari kecacatan dan kematian akibat komplikasi pneumonia, diare, kerusakan otak, ketulian, kebutaan, dan penyakit jantung bawaan. Data tahun 2018 di Kabupaten Aceh Besar tedapat 42% kasus campak dan 61% kasus rubella. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang vaksin MR dan tingkat pendidikan orangtua terhadap keikutertaan imunisasi MR di desa Lam Bheu, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan Cross sectional. Jumlah responden penelitian sebanyak 69 responden dengan teknik Purposive Sampling. Analisis statistik menggunakan Uji Chi Square. Penelitian dengan jumlah 69 responden didapatkan hasil pengetahuan tinggi minat keikutsertaan tinggi sebanyak 95,5% sehingga didapatkan nilai P<0.05 (0,000). Hasil penelitian berdasarkan tingkat pendidikan tinggi minat keikutsertan tinggi sebanyak 77,3% sehingga didapatkan nilai p>0.05 (0,664). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat hubugan antara pengetahuan tentang vaksin MR dengan keikutsertaan imunisasi MR akan tetapi tidak terdapat hubungan antara tingkat pendidikan orangtua dengan keikutsertaan imunisasi MR.
DETERMINAN KEJADIAN PNEUMONIA BERAT PADA BALITA ( Studi Kasus Kejadian Pneumonia Pada Balita Di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Provinsi Lampung) Deviana Utami
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.476 KB) | DOI: 10.33024/.v2i4.720

Abstract

Pneumonia adalah faktor penyebab kematian balita yang paling sering, terutama di negara dengan angka kematian anak yang tinggi, bahkan pneumonia diidentifikasi sebagai  “forgotten killer of children” oleh United Nations Children’s Fund (UNICEF) and WHO. Sebagian besar kasus kematian akibat pneumonia pada anak (99.9%) terjadi di negara berkembang dan negara yang sedang berkembang. Berbagai faktor risiko yang meningkatkan kejadian, beratnya penyakit dan kematian karena pneumonia, yaitu status gizi, pemberian ASI, suplementasi vitamin A, suplementasi zinc, bayi berat badan lahir rendah, vaksinasi, dan polusi udara dalam kamar terutama asap rokok dan asap bakaran dari dapur. Faktor lain yang mempengaruhi morbiditas dan mortalitas pneumonia adalah pendidikan ibu dan status sosio-ekonomi keluarga. Tujuan penelitian adalah teridentifikasinya determinan kejadian pneumonia di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek tahun 2014. Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif. Rancangan penelitian analitik observasional dengan pendekatan Case Control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang dirawat di ruang rawat inap anak RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Bulan Juni-Juli 2014. Jumlah sampel sebanyak 102 orang, dimana 51 orang  kasus dan 51 orang kontrol. Pengolahan data dilakukan dengan chi-square dan regresi logistik. Hasil penelitian didapatkan ada 4 variabel yang berhubungan yaitu riwayat pemberian ASI eksklusif (p-value=0,005; OR=2,229), Imunisasi campak (p-value=0,040; OR=3,181), Kepadatan hunian (p-value=0,015; OR=3,262), Polusi udara (p-value=0,009; OR=4,060). Simpulan dari penelitian ini bahwa determinan kejadian pneumonia adalah polusi udara.  
ANALISISKELENGKAPAN PENGISIAN INFORMED CONSENT TINDAKAN BEEDAH DI RUMAH SAKIT PERTAMINA BINTANG AMIN TAHUN 2018 Mardheni Wulandari; Hernowo Anggoro Wasono; Sri Maria Puji Lestari; Ajeng Nabilah Maitsya
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.892 KB) | DOI: 10.33024/jikk.v6i2.2296

Abstract

Informed Consent adalah persetujuan yang diberikan pasien atau keluarga atas dasar penjelasan mengenai tindakan medik/operasi yang akan dilakukan terhadap pasien dan informed consent ini harus lengkap. Untuk mengetahui analisis kelengkapan pengisian informed consent tindakan bedah di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung Periode Desember tahun 2018. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan descriptive. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lembar informed consent tindakan bedah mayor elektif terencana. Pengambilan data menggunakan daftar tilik. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan uji statistik univariat. Hasil penelitian dari 100 lembar informed consent, persentase kelengkapan tertinggi ditemukan pada item nama dan TTL/JK sebanyak 56 lembar (56%). Pada komponen laporan penting kelengkapan informasi ditemukan pada item dasar diagnosa sebanyak 95 lembar (95%) dan persetujuan ditemukan pada item nama penerima sebanyak 81 lembar (81%). Pada kelompok Autentifikasi kelengkapan ditemukan pada item TTD penerima sebanyak 100 lembar (100%). Kesimpulan secara keseluruhan lembar informed consent yang memenuhi kelengkapan sebanyak 23%.
HUBUNGAN ANTARA KONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI DAN AKTIFITAS FISIK DENGAN KEJADIAN GIZI LEBIH PADA REMAJA DI SMP NEGERI 13 BANDAR LAMPUNG Eka Sylvia; Aswan Jhonet
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.651 KB) | DOI: 10.33024/.v1i4.687

Abstract

Gizi lebih / obesitas dapat terjadi pada siapa saja dan bisa terjadi mulai dari bayihingga usia lanjut, baik pria maupun wanita. Salah satu kelompok umur yang beresiko terjadi gizilebih adalah kelompok umur usia sekolah. Obesitas yang berlanjut pada saat dewasa berpotensimenyebabkan gangguan sindrom metabolik dimana prevalensinya lebih banyak terjadi pada laki-laki27,5% dibandingkan dengan perempuan 25%.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara konsumsi makanan cepat saji dan aktifitas fisik dengankejadian gizi lebih pada remaja di SMP Negeri 13 Bandar Lampung.Metode dan Sampel : Penelitian ini merupakan penelitian observasi analitik dengan pendekatancross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 55 sampel. Tekhnik pengambilan sampelmenggunakan purposive sampling. Data didapat dengan cara pengisian kuesioner dan observasi padaresponden. Uji statistik menggunakan uji Mann Whitney Test.Hasil : Dari hasil penelitian 55 responden menunjukan bahwa hubungan antara konsumsi makanancepat saji dengan kejadian gizi lebih pada remaja di SMP Negeri 13 Bandar Lampung berdasarkanuji statistik diperoleh nilai p-value = 0,186 artinya ada tidak ada hubungan. Dan untuk hubunganantara aktifitas fisik dengan kejadian gizi lebih pada remaja di SMP Negeri 13 Bandar Lampungberdasarkan uji statistik diperoleh nilai p-value 0,021 artinya ada hubungan.Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian gizi lebih.Dan terdapat hubungan antara aktifitas fisik dengan kejadian gizi lebih

Page 22 of 138 | Total Record : 1379


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue