cover
Contact Name
Angga Kautsar
Contact Email
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Editorial Address
Gedung Laboratorium I Fakultas Farmasi, UNPAD Jl. Raya Jatinangor KM 21, Bandung-Sumedang, Indonesia 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Farmaka
ISSN : 16931424     EISSN : 27163075     DOI : https://doi.org/10.24198/
Core Subject : Health, Science,
Farmaka is replacement for Pharmaceutical Bulletin, published since 1991, with a frequency of four times a year. Editors accept scholarly works of research results and literature review which was closely related to the science, pharmaceutical technology and practice.
Articles 784 Documents
REVIEW ARTIKEL: TERAPI HERBAL SEBAGAI ALTERNATIF PENGOBATAN DISLIPIDEMIA Ruth Anneke; Sulistiyaningsih Sulistiyaningsih
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.686 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.17495

Abstract

Dislipidemia adalah gangguan metabolisme yang ditandai dengan peningkatan konsentrasi kolesterol total, kolesterol Low-Density Lipoprotein (LDL), atau trigliserida, dan/atau penurunan kolesterol High-Density Lipoprotein (HDL) dan merupakan penyebab utama penyakit jantung koroner. Penggunaan obat-obatan sebagai terapi farmakologi dislipidemia tak jarang menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, untuk menghindarinya digunakan terapi herbal sebagai pilihan alternatif pengobatan. Berdasarkan aktivitasnya, beberapa tanaman yang dilaporkan berkhasiat untuk terapi herbal dislipidemia di antaranya adalah Glycine max, Citrullus lanatus, Dioscorea alata, Marrubium vulgare, Zanthoxylum heitzii, Heracleum persicum, Butea monosperma, Lagenaria siceraria, Vaccinium arctostaphylos, Ficus carica, Bixa orellana, Angelica acutiloba, Trifolium pratense, Cinnamomum osmophloeum, dan Morus alba.
Uji Aktivitas Larvasida Granul Ekstrak Batang Seledri (Avium graveolens) Terhadap Larva Instar III Nyamuk Aedes albopictus Stefany Rohaniar
Farmaka Vol 16, No 4 (2018): Prosiding Abstrak Pharmacopea 2018
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.82 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i4.18973

Abstract

ANTI-miRNA-99b DAN miRNA-223 DALAM VAKSIN INFLUENZA SEBAGAI INOVASI TERAPI TUBERKULOSIS FREDERICK ALEXANDER
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.065 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.12105

Abstract

Tuberculosis disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis dapat ditularkan melalui percikan dahak (droplet) dari seorang penderita kepada individu lain yang rentan. Berdasarkan laporan World Health Organization (WHO) pada tahun 2015, hampir 9,6 juta kasus TB baru telah muncul dan angka kejadian kematian pada tahun 2014 berjumlah 1,5 juta. Terapi yang umum diberikan pada pasien TB saat ini melalui pemberian obat anti-TB per oral. Lamanya durasi pengobatan meningkatkan peluang ketidakpatuhan pasien selama pengobtan yang akhirnya akan mengakibatkan risiko Multi Drug Resistance (MDR-TB). Penyisipan Anti-miRNA-99b dan miRNA-223 dalam vaksin influenza sebagai inovasi terapi baru diharapkan dapat meningkatkan efikasi, efektifitas, dan kepraktisan pengobatan TB.
REVIEW Artikel: UJI EFEKTIVITAS SAMPO DARI MINYAK MIMBA (Azadirachta Indica A. Juss) SEBAGAI ANTIKUTU DI RAMBUT AZIZUL HAKIM SULAIMAN
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5231.113 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.17329

Abstract

Kutu rambut (Pediculus humanus capitis) merupakan parasit yang menyebabkan masalah rambut yang seringkali terjadi pada masyarakat. Masalah ini sering menyebabkan seseorang merasa kurang  percaya  diri  serta  menganggu aktivitas sehariaan mereka. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan penatalaksanaan yang umumnya menggunakan  sediaan sampo. Salah satunya adalah dengan menggunakan sampo herbal antikutu dari minyak mimba (Azadirachta indica A. Juss). Artikel review ini akan menguraikan metode uji efektivitas sampo sebagai anti kutu, yaitu diantaranya adalah uji efektivitas sampo terhadap kutu dikepala manusia, uji efektivitas sampo  terhadap kutu (Pediculicidal activity) dan uji efektivitas sampo terhadap  telur kutu (Ovicidal activity).Kata Kunci: Kutu rambut, sampo rambut antikutu, minyak mimba(Azadirachta indica A. Juss), uji efektivitas.
REVIEW ARTIKEL: AKTIVITAS ANTIBAKTERI, ANTIOKSIDAN, DAN ANTIINFLAMASI MURBEI HITAM (Morus nigra L.) LAFIE URWATUL WUTSQO; ARIF BUDIMAN
Farmaka Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.125 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17588

Abstract

ABSTRAKKulit merupakan organ yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari pengaruh luar. Kerusakan pada kulit akan mengganggu kesehatan maupun penampilan sehingga kulit perlu dijaga dan dilindungi kesehatannya. Masalah kulit yang sering timbul diantaranya jerawat, kerutan, dan penuaan. Murbei hitam (Morus nigra L.) merupakan salah satu tanaman yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan kulit. Senyawa kimia yang terkandung dalam murbei hitam adalah flavonoid, polifenol, terpenoid, antosianin dan steroid yang berkhasiat sebagai antibakteri, antioksidan dan antiinflamasi. Review artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagian spesifik dari tanaman murbei hitam serta senyawa aktif yang berpotensi sebagai antibakteri, antioksidan dan antiinflamasi.Kata Kunci: Murbei hitam, Antibakteri, Antiinflamasi, Antioksidan
Metode SPE (Solid Phase Extraction) sebagai Alternatif Terbaru dalam Analisis dan Pemurnian Senyawa Obat TRI ULFA RAHMATIA
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.633 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.10822

Abstract

SPE (Solid Phase Extraction) merupakan metode ekstraksi fase padat yang dapat digunakan untuk analisis, pemisahan, purifikasi sampel dalam bidang industri farmasi, maupun analisis toksikologi seperti darah, serum, cairan dan makanan. SPE memiliki keunggulan yaitu proses ekstraksi menjadi lebih sempurna, pemisahan analit dari matriks menjadi lebih efisien, mengurangi pelarut organik yang digunakan. Untuk meningkatkan sensitivitas dan selektivitas dalam analisis sampel, metode SPE dapat digabungkan dengan metode lain seperti Kromatografi (GC-MS) Spektrofotometer UV-Vis, dan HPLC. Menjadi solusi untuk menggantikan teknik lain sebagai teknik terbaru yang bekerja lebih efisien.Kata kunci : SPE, Kromatografi (GC-MS) Spektrofotometer UV-Vis, HPLC
KELEBIHAN DAN KETERBATASAN PEREAKSI FOLIN-CIOCALTEU DALAM PENENTUAN KADAR FENOL TOTAL PADA TANAMAN STEFANNY AGNES SALIM; FEBRINA AMELIA SAPUTRI; NYI MEKAR SAPTARINI; JUTTI LEVITA
Farmaka Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.972 KB) | DOI: 10.24198/jf.v18i1.21909

Abstract

Senyawa fenolat merupakan metabolit sekunder dari tanaman dan dibagi menjadi dua kelas yaitu asam fenolat dan polifenol. Senyawa-senyawa ini memiliki aktivitas antioksidan tinggi. Tujuan dari artikel review ini untuk memberikan informasi dan gambaran mengenai aplikasi senyawa fenol dalam tanaman, serta kelebihan dan kekurangan dari pereaksi Folin-Ciocalteu dalam menentukan kadar fenol total pada beberapa jenis tanaman. Metode pencarian literatur menggunakan PubMed, ScienceDirect, dan Google, dipilih beberapa artikel dan dibuka total 131 Artikel dari semua sumber pencarian, 53 diantaranya merupakan kriteria inklusi yang digunakan pada review artikel ini. Pada penentuan kadar fenolat total dalam ekstrak tanaman, senyawa fenol bereaksi spesifik dengan pereaksi redoks (pereaksi Folin-Ciocalteu) membentuk senyawa kompleks fosfotungstat fosfomolibdenum berwarna biru yang dapat diukur pada panjang gelombang 760 nm. Kelebihan metode ini adalah sederhana dan cepat, namun kurang selektif karena dapat bereaksi dengan asam askorbat, gula, dan amin aromatik.Kata Kunci: antioksidan, asam galat, Malvaceae, redoks, Zingiberaceae
WEWENANG DAN ALUR PEMERIKSAAN OLEH BALAI BESAR PENGAWASAN OBAT DAN MAKANAN BANDUNG TERHADAP KASUS TEMUAN PARASIT CACING PADA PRODUK MAKEREL YOVIA RIZKI ARRAHMAN; Resmi Mustarichie
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.177 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.16736

Abstract

Sistem Pengawasan Obat dan Makanan (SISPOM) terdiri dari tiga lapis, antara lain sub-sistem pengawasan pelaku usaha (produsen), sub-sistem pengawasan pemerintah/BPOM, dan sub-sistem pengawasan konsumen. Kegiatan pengawasan obat dan makanan dilakukan melalui pengawasan ­pre-market dan post-market. Salah satu bentuk pengawasan post-market yang dilakukan yaitu sampling yang dilakukan oleh BPOM adalah terhadap sampel kasus makerel Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan wewenang dan alur pemeriksaan oleh Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) terhadap kasus temuan parasit cacing pada produk makerel di Bandung, Jawa Barat. makerel termasuk kedalam pangan olahan yang wajib teregistrasi dan diproduksi skala industri sehingga menjadi kewenangan BPOM untuk melaksanakan pengawasan terhadap produk yang telah dihasilkan. Alur pemeriksaan oleh BBPOM Bandung dimulai dari sampling pada sarana distribusi secara acak sampai dibuatnya laporan hasil uji atau (LHU) untuk dilaporkan kepada Badan POM.Kata Kunci: pengawasan, ­post-market, sampling, makerel. parasit cacing, obat dan makanan.
ARTIKEL ULASAN : PEMANFAATAN KULIT BUAH RAMBUTAN (Nephelium lappaceum Linn) SEBAGAI SEDIAAN FUNGSIONAL Hanifa Olgha Rizka; Nyi Mekar Saptarini
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.244 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17625

Abstract

Rambutan (Nephelium lappaceum L.) merupakan buah tropis musiman dengan masa panen bulan Desember hingga Februari. Daging buah ini kaya akan vitamin bagi tubuh manusia terutama vitamin C dan disukai oleh masyarakat karena bentuknya yang unik (berambut) dan rasa daging buahnya yang manis. Namun, konsumsi buah rambutan ini menyumbang limbah yang cukup banyak; terutama kulit dan biji. Pada beberapa penelitian, bagian rambutan yang dianggap limbah ini memiliki aktivitas yang bermanfaat, seperti antibakteri, antioksidan, antidiabetes hingga antikanker. Untuk kenyamanan penggunaan, kulit dari buah rambutan ini dibuat menjadi sebuah sediaan yang aplikatif dan familiar dalam kehidupan masyarakat kini. Ulasan ini memberikan informasi mengenai sediaan fungsional dari kulit buah rambutan dan menjadi ide berkelanjutan untuk penelitian kulit buah rambutan dan aplikasinya.Kata Kunci : Kulit buah rambutan, sediaan fungsional, Nephelium lappaceum L.
Uji Aktivitas Antifungi Emulsi Minyak Atsiri Bunga Cengkeh terhadap Jamur Kayu Tazyinul Qoriah Alfauziah; Arif Budiman
Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.242 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i1.8514

Abstract

Indonesia merupakan eksportir kayu lapis terbesar di dunia. Namun, kondisinya yang tropis justru meningkatkan potensi jamur untuk tumbuh dan kayu pun mudah mengalami pelapukan. Hal ini dicegah dengan penggunaan antimikroba sintesis, yang kemudian timbul masalah karena bersifat toksik. Berdasarkan penelitian, cengkeh memiliki aktivitas antifungi spektrum luas, dan ekstraknya terbukti memberikan aktivitas terhadap cendawan kayu. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membuat emulsi minyak atsiri cengkeh dan menguji aktivitas antifungi emulsi minyak atsiri cengkeh terhadap jamur kayu. Penelitian dimulai dengan melakukan determinasi tanaman cengkeh, skrining fitokimia, destilasi minyak atsiri cengkeh, isolasi jamur kayu, uji konsentrasi hambat minimum minyak atsiri cengkeh, formulasi sediaan emulsi minyak atsiri cengkeh dengan variasi emulgator, uji aktivitas sediaan, dan evaluasi fisik sediaan meliputi pengamatan organoleptis, pH, viskositas, uji tipe emulsi, dan uji homogenitas. Hasil menunjukkan bahwa minyak atsiri cengkeh dengan konsentrasi 1% memberikan aktivitas antijamur dengan zona hambat sebesar 1,12 cm. Formula A, dengan emulgator CMC 0,5%, merupakan formula paling baik dan memberikan aktivitas terhadap jamur kayu dengan diameter zona hambat sebesar 3 cm. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa sediaan emulsi minyak atsiri memiliki aktivitas terhadap jamur kayu.

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 3 (2025): Farmaka (November) (In Press) Vol 23, No 2 (2025): Farmaka (Juli) (In Press) Vol 23, No 1 (2025): Farmaka (Maret) (In Press) Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November) Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli) Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret) Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November) Vol 21, No 2 (2023): Farmaka (Juli) Vol 21, No 1 (2023): Farmaka (Maret) Vol 20, No 3 (2022): Farmaka (November) Vol 20, No 2 (2022): Farmaka (Juli) Vol 20, No 1 (2022): Farmaka (Maret) Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen) Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November) Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli) Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret) Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen) Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November) Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September) Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari) Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember) Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Februari) Vol 16, No 4 (2018): Prosiding Abstrak Pharmacopea 2018 Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September) Vol 16, No 3 (2018): Farmaka (September) Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus) Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni) Vol 15, No 4 (2017): Farmaka Desember Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember Vol 15, No 3 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Farmaka (Maret) Vol 15, No 1 (2017): Suplemen Vol 14, No 4 (2016): Farmaka Vol 14, No 3 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen Vol 14, No 1 (2016): Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement Vol 13, No 4 (2015): FARMAKA More Issue