cover
Contact Name
Angga Kautsar
Contact Email
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Editorial Address
Gedung Laboratorium I Fakultas Farmasi, UNPAD Jl. Raya Jatinangor KM 21, Bandung-Sumedang, Indonesia 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Farmaka
ISSN : 16931424     EISSN : 27163075     DOI : https://doi.org/10.24198/
Core Subject : Health, Science,
Farmaka is replacement for Pharmaceutical Bulletin, published since 1991, with a frequency of four times a year. Editors accept scholarly works of research results and literature review which was closely related to the science, pharmaceutical technology and practice.
Articles 784 Documents
MENGKAJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI NASTURTIUM OFFICINALE AND PILEA MELASTOMOIDES ETHANOL EXTRACT TERHADAP ESCHERICIA COLI SANJIV MENON A/L JOTHINATHAN; Arif Satria
Farmaka Vol 15, No 1 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.734 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i1.12799

Abstract

Consuming fresh vegetables has become one famous traditional Sundanese culture until today. Green leafy vegetables have been used since the past time and has a very important role in nutrition and diet. The content of bioactive compounds in green leafy vegetables have a biological function that is extensive, including antibacterial. This research  was  conducted  antibacterial  test  to    two ethanol  extracts  from  of fresh vegetables, namely lettuce water leaves and pohpohan leaves against eschericia coli which causes diarrhea , by using agar diffusion method. Test results showed both vegetables extracts had strong antibacterial activity against eschericia coli, these are indicated by the diameter of inhibition zone produced. Keywords: fresh vegetables, antibacteria, lettuce water, pohpohan, eschericia coli Mengkonsumsi sayuran lalapan menjadi salah satu tradisi budaya orang Indonesia yang terkenal dan masih dilakukan sehingga saat ini. Sayuran berdaun hijau telah digunakan sejak jaman dahulu dan memiliki perana yang sangat penting di dalam nutrisi dan diet. Kandungan senyawa-senyawa bioaktif   pada sayuran berdaun hijau memiliki fungsi biologis yang besar , di antaranya sebagai antibakteri. Pada penelitian   ini yang telah dilakukan pengujian aktivitas antibakteri terhadap ekstrak etanol 2 jenis sayuran lalapan, yaitu daun selada air dan daun pohpohan terhadap eschericia coli yang menjadi salah satu penyebab diare dengan menggunakan metode difusi agar.  Hasil pengujian menunjukkan kedua ekstrak lalapan uji memiliki aktivitas antibakteri yang kuat dalam menghambat eschericia coli, hal ini ditunjukkan dengan diameter zona hambat yang dihasilkanKata  kunci  :  sayuran  lalapan,  antibakteri,  selada air,  pohpohan, eschericia coli
FORMULASI GEL EKSTRAK KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana) DENGAN VARIASI KONSENTRASI BASIS WONG YI SHAN
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2189.581 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.17352

Abstract

ABSTRAKTeknologi formulasi sediaan farmasi dan sistem penghantaran obat mempunyai peranan penting dalam proses penemuan terapi farmasetis yang baru. Formulasi gel membutuhkan pelbagai basis agar menghasilkan gel yang baik. Sediaan gel akan diuji dengan organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar dan daya lekat setelah memperoleh sediaan. Optimasi formula basis hydrogel yang akan memberikan sifat fisik gel yang baik merupakan tujuan penelitian kali ini.  Formula dibuat dengan mevariasikan formula gel dengan perbezaan konsentrasi basis. Oleh karena itu, pelbagai formulasi basis hydrogel dilakukan dari ekstrak kulit buah manggis ini perlu dikaji lebih lanjut. Formulasi dari berbagai basis hydrogel dilakukan terhadap ekstrak kulit buah manggis ini perlu dikaji lebih lanjut, agar dapat sifat gel yang paling baik di pasaran.Kata Kunci: Hidrogel, Kulit manggis, Optimasi basis.
REVIEW: UJI AKTIVITAS TUMBUHAN SEBAGAI ANTI-TUBERKULOSIS ESTHER APRILLIA; AMI TJITRARESMI
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3294.56 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17597

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Pengobatan penyakit TB menggunakan antibiotik dapat menyebabkan resistensi atau dikenal dengan Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) sehingga diperlukan penemuan obat baru anti-tuberkulosis. Obat dari bahan alam dapat menjadi alternatif untuk pengobatan TB. Aktivitas tumbuhan sebagai anti-TB dapat diketahui dengan melihat nilai MIC (Minimum Inhibitory Concentration). Terdapat 15 tumbuhan yang dilaporkan memiliki aktivitas anti-TB yang diklasifikasikan berdasarkan nilai MIC, yaitu  8 tumbuhan sangat aktif, 4 tumbuhan aktif, dan 3 tumbuhan memiliki aktivitas sedang hingga rendah.
Karakterisasi Kristal Bahan Padat Aktif Farmasi : Review POPY SARAH CHAIRUNNISA; Yoga Windu Wardhana
Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.851 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i1.10576

Abstract

Setiap jenis Bahan Aktif Farmasi (BAF) memiliki variasi teknik analisis untuk mengkarakterisasi transformasi kristal yang terjadi. Setiap BAF yang mengalami transformasi kristal dapat dianalisis dengan  karakter fasa padat yang dimiliki. Dalam ulasan ini, teknik yang biasa digunakan pada analisis fasa padat, jenis informasi yang dikumpulkan, dan keuntungan dan kerugian dari masing-masing teknik dibahas, dengan fokus pada aplikasi mereka di karakterisasi fasa padat dan pemantauan transformasi fasa padat,  yaitu kristalisasi, dan pembentukan kokristal. Informasi yang dikumpulkan dari literatur terbaru dikompilasi dalam berbagai tabel untuk membantu pembaca untuk mendapatkan gambaran keseluruhan cepat tentang apa jenis fenomena baru-baru ini telah dipelajari, dan teknik analisis telah digunakan.
POTENSI Theobroma cacao L. SEBAGAI ANTIBIOTIK ALAMI NIDA ISTI`AZAH; Ade Zuhrotun
Farmaka Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.781 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i1.22123

Abstract

Penyakit infeksi masih sering terjadi di masyarakat, diantaranya yaitu infeksi saluran pernapasan, diare, dan tuberkulosis termasuk kedalam 10 besar penyakit penyebab kematian terbanyak di dunia. Sampai saat ini pengobatan yang digunakan untuk infeksi adalah antibiotik. Tetapi penggunaan obat antibiotik yang tidak tepat dan tidak sesuai dengan indikasi dapat menyebabkan masalah resistensi antibiotik. Pada skala global, resistensi antibiotik membunuh 700.000 jiwa setiap tahunnya. Review ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi salah satu tumbuhan yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai antibiotik alami. Metode yang digunakan adalah difusi agar dengan melihat Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan diameter hambat. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa beberapa bagian tumbuhan coklat (Theobroma cacao L.) terbukti memiliki aktivitas antibakteri dan ekstrak etanol kulit batang memiliki potensi paling kuat dalam menghambat pertumbuhan beberapa bakteri pada konsentrasi 100 mg/ml.
Terpen sebagai Peningkat Penetrasi pada Sediaan Transdermal Elizabeth Rosalina Suwalie; Soraya Ratnawulan MIta
Farmaka Vol 15, No 3 (2017): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.925 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i3.13664

Abstract

Sediaan transdermal merupakan suatu sediaan yang memungkinkan obat masuk ke dalam kulit dan memiliki efek sistemik. Penetrasi zat aktif sediaan transdermal ke dalam kulit dapat ditingkan dengan menambahkan peningkat penetrasi. Terpen merupakan salah satu golongan zat berasal dari alam yang berpotensi tinggi sebagai peningkat penetrasi. Review ini memaparkan penggunaan terpen dan mekanisme terpen sebagai peningkat penetrasi, serta beberapa contoh zat golongan terpen yang berpotensi menjadi peningkat penetrasi.Kata Kunci : Peningkat Penetrasi, Transdermal, Terpene, Kulit
KARAKTERISASI, AKTIVITAS DAN ISOLASI ENZIM BROMELIN DARI TUMBUHAN NANAS (Ananas sp.) Pramesthi Indah Wiyati; Ami Tjitraresmi
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.645 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17521

Abstract

Bromelin merupakan enzim yang berupa ekstrak kasar, diperoleh dari batang, buah, mahkota bunga, inti dan kulit nanas. Varietas Ananas fitzmuelleri merupakan varietas nanas yang memiliki kandungan bromelin tertinggi diantara spesies lainnya. Bromelin merupakan enzim pencerna protein (proteinase) atau dapat disebut juga enzim proteolitik yang dapat mempercepat reaksi hidrolisis dari protein. Selain sebagai proteinase, bromelin juga memiliki berbagai macam aktivitas seperti anti-inflamasi, anti kanker, anti bakteri, anti jamur, efek terhadap koagulasi darah dan fibrinolisis, dan perannya dalam pembedahan. Isolasi bromelin dari nanas dapat dilakukan dengan cara ekstrasi dengan larutan buffer fosfat, air destilasi, buffer natrium sitrat, atau buffer fosfat sitrat.
AKTIVITAS DAN FORMULASI REPELEN LOSIO EKSTRAK ETANOL LIMBAH HASIL PENYULINGAN MINYAK NILAM (Pogostemon cablin Benth.) TERHADAP NYAMUK Aedes aegypti DUDI RUNADI; Sriwidodo Sriwidodo; Sucilawati Ridwan
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.85 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.9288

Abstract

ABSTRAK Limbah hasil penyulingan minyak nilam mengandung terpen-terpen nonvolatil yang memiliki aktivitas antiserangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol limbah hasil penyulingan minyak nilam sebagai repelen terhadap nyamuk Aedes aegypti beserta konsentrasi optimumnya dan membuat formulasi losionya yang baik, aman, stabil, dan efektif. Penelitian ini meliputi skrining fitokimia; ekstraksi; pengujian parameter ekstrak; pengujian aktivitas ekstrak sebagai repelen; formulasi losio ekstrak; evaluasi sediaan losio dari segi fisik, kimia, dan mikrobiologi selama waktu penyimpanan; pengujian iritasi losio; serta pengujian aktivitas repelen dalam sediaan losio. Konsentrasi ekstrak yang diuji aktivitasnya sebagai repelen adalah  5%, 10%, 20% b/v dan losio yang mengandung N,N-dietil-m-toluamid (DEET) 13 % sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan semua perlakuan memiliki aktivitas yang sama berdasarkan analisis statistik Anova. Sehingga dipilih konsentrasi 5% dalam formulasi losio. Kemudian dibuat formulasi losio dengan variasi konsentrasi ekstrak yaitu 3%, 5%, dan 7%. Hasilnya diperoleh konsentrasi optimum ekstrak pada losio sebagai repelen terhadap nyamuk Aedes aegypti adalah losio yang mengandung 7% ekstrak. Losio repelen yang dihasilkan memiliki kualitas fisik dan kimia yang baik, aman secara mikrobiologis, tidak menimbulkan iritasi pada kulit, dan rata-rata daya proteksinya lebih baik dibandingkan losio yang mengandung DEET 13% dengan daya proteksi sebesar 65,76% selama 6 jam pemakaian.  Kata kunci : Limbah hasil penyulingan minyak nilam, Repelen, Aedes aegypti, Losio ABSTRACT Residue of nilam oil distillation contains nonvolatile terpens which has repellent activity. The aims of this research are finding the activity of extract ethanol of nilam oil distillation residue as Aedes aegypti mosquito repellent and its optimum concentration, and finding the formulation of lotion from extract ethanol of nilam oil distillation residue which has good quality, safe, stable, and effective when it applied. The methods used are phytochemical screening; extraction;  standarization extract assay; repellent extract activity assay; repellent lotion formulation;  physical, chemical, and microbiological evaluation; skin irritation test; and repellent lotion activity assay. The concentrations of extract used to test the repellent activity were 5%, 10%, 20% w/v, and lotion that contains 13% of (N,N-diethyl-m-toluamide) DEET was used as positive control. The result concluded that all  samples have same activities based on Anova statistical method. Thus the extract concentration chosen for formulation was 5%. Then lotion formulation is made with variated extract concentration 3%, 5%, dan 7%. The result showed that the most optimum extract concentration of lotion that gave repellent activity towards Aedes aegypti is 7%. Lotion had good physical and chemical  quality, microbiologically safe, non iritant and lotion that contains of 7% extract has protection level mean better than lotion that containing 13% DEET with protection level 65,76% for 6 hours application. Key : Nilam oil distillation residue, Repellent, Aedes aegypti, Lotion
Uji Antihipertensi Kombinasi Beberapa Ekstrak Tanaman pada Tikus : Review Artikel Frita Karisma Alvianita; Resmi Mustarichie
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.243 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.22065

Abstract

Review: Profiling Senyawa Kuersetin dari Tanaman Cocor Bebek (Kalanchoe pinnata) dengan Menggunakan Berbagai Metode Analisis VANIA PUTRI; ALIYA NUR HASANAH
Farmaka Vol 15, No 1 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1490.32 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i1.13030

Abstract

Cocor Bebek (K. pinnata) merupakan tanaman yang banyak ditemukan di Indonesia dengan berbagai aktivitas farmakologi karena adanya beberapa senyawa aktif yang terkandung dalam tanaman ini. Salah satu senyawa penting tersebut adalah kuersetin. Saat ini, banyak penelitian yang membahas tentang profiling kuersetin dalam tanaman ini dengan menggunakan berbagai metode analisis. Profiling terkait kuersetin dapat dilakukan dengan menggunakan metode analisis yaitu SDS PAGE, LC-MS-MS, TLC, HPLC-DAD, dan 1D-2D NMR. Kata kunci: Kalanchoe pinnata, kuersetin, metode analisis

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 3 (2025): Farmaka (November) (In Press) Vol 23, No 2 (2025): Farmaka (Juli) (In Press) Vol 23, No 1 (2025): Farmaka (Maret) (In Press) Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November) Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli) Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret) Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November) Vol 21, No 2 (2023): Farmaka (Juli) Vol 21, No 1 (2023): Farmaka (Maret) Vol 20, No 3 (2022): Farmaka (November) Vol 20, No 2 (2022): Farmaka (Juli) Vol 20, No 1 (2022): Farmaka (Maret) Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen) Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November) Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli) Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret) Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen) Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November) Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September) Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari) Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember) Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Februari) Vol 16, No 4 (2018): Prosiding Abstrak Pharmacopea 2018 Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September) Vol 16, No 3 (2018): Farmaka (September) Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus) Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni) Vol 15, No 4 (2017): Farmaka Desember Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember Vol 15, No 3 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Farmaka (Maret) Vol 15, No 1 (2017): Suplemen Vol 14, No 4 (2016): Farmaka Vol 14, No 3 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen Vol 14, No 1 (2016): Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement Vol 13, No 4 (2015): FARMAKA More Issue