cover
Contact Name
Angga Kautsar
Contact Email
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Editorial Address
Gedung Laboratorium I Fakultas Farmasi, UNPAD Jl. Raya Jatinangor KM 21, Bandung-Sumedang, Indonesia 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Farmaka
ISSN : 16931424     EISSN : 27163075     DOI : https://doi.org/10.24198/
Core Subject : Health, Science,
Farmaka is replacement for Pharmaceutical Bulletin, published since 1991, with a frequency of four times a year. Editors accept scholarly works of research results and literature review which was closely related to the science, pharmaceutical technology and practice.
Articles 784 Documents
HIDROKSI PROPIL METIL SELULOSA DAN KARBOMER SERTA SIFAT FISIKOKIMIANYA SEBAGAI GELLING AGENT CHRISTINE CITRA DEWI; Nyi Mekar Saptarini
Farmaka Vol 14, No 3 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.537 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i3.8593

Abstract

Hidroksi propil metil selulosa (HPMC) dan karbomer merupakan gelling agent yang umum dipakai dalam pembuatan gel. Kedua gelling agent ini memiliki sifat fisikokimia yang berbeda sehingga dapat menghasilkan sediaan gel yang berbeda. Selain sifat fisikokimia, konsentrasi gelling agent yang digunakan juga berpengaruh pada sediaan gel yang dihasilkan. Sifat fisikokimia yang dimiliki oleh gelling agent akan berpengaruh pada aplikasinya sebagai gelling agent. Meski sifat fisikokimianya berbeda, HPMC dan karbomer dapat dikombinasikan untuk menutupi kekurangan dari karbomer dan untuk mendapatkan sediaan gel dengan sifat fisika yang lebih baik. Kemampuan pelepasan obat serta viskositas dari HPMC dan karbomer dapat dipengaruhi oleh beberapa zat tambahan.Kata Kunci : HPMC, karbomer, gelling agent, sifat fisikokimia, sediaan gel, kombinasi, pelepasan obat, viskositas
AKTIVITAS KANDUNGAN SENYAWA DAN KARAKTERISTIK SPONS LAUT GENUS PETROSIA Restu Amelia Apriyandi; Yuni Elsa Hadisaputri
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5874.21 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.22107

Abstract

Spons merupakan salah satu biota laut yang tersebar hampir di seluruh dunia. Spons juga mempunyai banyak manfaat karena mengandung banyak senyawa yang memiliki aktivitas biologis.  Spons genus Petrosia memiliki banyak spesies, diantaranya yaitu Petrosia ficiformis, Petrosia nigricans, Petrosia strongylata, dan Petrosia corticata. Spons ini mengandung senyawa yang memiliki aktivitas biologis sebagai sitotoksik terhadap sel lini kanker, anti-malaria, anti-HIV, dan antibakteri. Selain mengandung banyak senyawa yang bermanfaat, spons ini juga memiliki karakteristik yang beragam, mulai dari bentuk, warna dan juga habitat.Kata Kunci: Spons, Petrosia, Aktivitas, Karakteristik
AKTIVITAS EKSTRAK Helianthus annuus L. Ranti Juniarti; Yedi Herdiana
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.7 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.13293

Abstract

ABSTRAKTanaman bunga matahari (Helianthus annuus L.) famili Asteraceae merupakan tanaman yang memiliki aktivitas terapetik dalam berbagai pengobatan, diantaranya: sebagai penyembuh luka, antioksidan, antikanker, antidiare, antihistamin, antiinflamasi,  serta sebagai analgesik. Pada artikel ini akan dipaparkan mengenai berbagai macam khasiat dan kandungan kimia dari Helianthus annuus L.Kata kunci: Helianthus annuus L., penyembuh luka, antioksidan, antikanker, antidiare, antihistamin, antiinflamasi, analgesik.
REVIEW JURNAL: AKTIVITAS SENYAWA BIOAKTIF ALGA MERAH (Rhodophyta) SEBAGAI ANTIMIKROBA DINA SOFA ISTIFADA; Nyi Mekar Saptarini
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.503 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.17506

Abstract

Rumput laut merupakan kelompok tumbuhan berklorofil yang memproduksi metabolit. Senyawa metabolit yang dihasilkan menunjukkan aktivitas antimikroba, yaitu antijamur dan antibakteri. Isolasi alga merah menunjukkan adanya senyawa bioaktif yang terkandung (polisakarida, pigmen, alkaloid, terpen) yang memiliki aktivitas antibakteri dan antijamur. Pada review ini akan membahas tentang pemanfaatan senyawa bioaktif yang dimiliki oleh alga merah dari berbagai wilayah, meliputi aktivitas biologinya sebagai antibakteri dan antijamur. Perbedaan hasil aktivitas antimikroba (antijamur dan antibakteri) disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu faktor lingkungan.
OBAT KUMUR HERBAL YANG MENGANDUNG EKSTRAK ETIL ASETAT KULIT BATANG BINTARO (Cerberra odollam Gaertn) SEBAGAI ANTIBAKTERI Streptococcus mutans PENYEBAB PLAK GIGI Nani Suryani
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.664 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.22606

Abstract

Persentase penduduk Indonesia yang mempunyai masalah gigi dan mulut menurut Riskedas tahun 2007 dan 2013 meningkat dari 23,2% menjadi 25,9%. Dari penduduk yang menerima perawatan medis gigi meningkat dari 29,7% tahun 2007 menjadi 31,1% pada tahun 2013. Beberapa permasalahan gigi dan mulut diantaranya adalah gigi berlubang, karies dan plak gigi. Beberapa cara pengendalian dari permasalahan gigi dan mulut diantaranya adalah dengan menyikat gigi, dental floss, scalling dan penggunaan obat kumur. Obat kumur adalah konsentrasi encer larutan antibakteri yang digunakan untuk melawan mikroba oral, melawan infeksi oral, pembersih, untuk menghilangkan bau mulut segar dan antiseptik. Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang digunakan sebagai antibakteri, salah satunya adalah tumbuhan Bintaro (Cerberra odollam Gaertn). Tumbuhan C. odollam G. memiliki manfaat bagi kesehatan mempunyai aktivitas sebagai antibakteri, antidiuretik dan antinosiseptif. Formulasi obat kumur dari ekstrak etil asetat kulit C. odollam G kemudian dievaluasi untuk mengetahui kestabilan dari sediaan obat kumur yang telah dibuat, evaluasi ini meliputi pengamatan sediaan uji selama 3 minggu waktu penyimpanan di suhu ruang meliputi uji organoleptis dan pH. Berdasarkan hasil pengamatan secara organoleptis, obat kumur yang mengandung 40% ekstrak etil asetat kulit C. odollam G berwarna coklat dengan aroma mint dan berasa manis mint dengan pH 4. Secara umum, sekitar 40 – 45% dari 30 panelis menyatakan suka terhadap obat kumur hasil formulasi. Obat kumur dari ekstrak etil asetat kulit batang C. odollam G. 40% efektif sebagai antibakteri terhadap bakteri S. mutans dengan diameter zona hambat rata-rata 17,7 mm.Kata kunci : obat kumur, Cerberra odollam Gaertn, formulasi, antibakteri, Streptococcus mutans
Uji Aktivitas Antioksidan Vitamin A, C, E dengan metode DPPH JACKIE KANG SING LUNG; Dika Pramita Destiani
Farmaka Vol 15, No 1 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.142 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i1.12805

Abstract

Beta karoten (Vitamin A), asam askorbat (Vitamin C) dan α-tokoferol (Vitamin E) merupakan senyawa antioksidan alami yang digunakan sebagai senyawa pembanding dalam menguji aktivitas antioksidan ekstrak tanaman. Tujuan ulasan artikel ini adalah untuk membandingkan aktivitas antioksidan antara Vitamin A, C, E. Pencarian artikel ilmiah telah menggunakan sumber internet dan didapati sebanyak 20 artikel. Metode yang digunakan untuk menguji aktivitas antioksidan adalah metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Hasil yang didapati berupa studi efek antioksidan Vitamin A,C,E. Vitamin C merupakan senyawa pembanding yang paling sering digunakan dibanding Vitamin A dan Vitamin E karena aktivitas antioksidannya yang sangat tinggi dengan mempunyai rata-rata Nilai IC50 yaitu 14,79 μg/mLKata Kunci: Antioksidan, DPPH, senyawa pembanding, Vitamin A,C,E
EFEK FARMAKOLOGI α- MANGOSTIN DARI KULIT MANGGIS TAI TZE HONG
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2924.027 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.17350

Abstract

Akhir-akhir ini, topik berkaitan dengan buah manggis sudah menjadi fokus para peneliti. Hal ini disebabkan kulit manggis mempunyai banyak aktivitas farmakologi. Sebenarnya, kulit manggis digunakan sebagai obat oleh penduduk Asia dalam pengobatan infeksi kulit dan kolera sejak zaman dahulu. Salah satu senyawa utama pada pericarp manggis adalah α- Mangostin. α- Mangostin menunjukkan aktivitas farmakologi  yang baik maupun dari model in vivo atau in vitro. α- Mangostin menunjukkan potensi kuat untuk dijadi sebagai obat pada masa depan. Namun begitu, aplikasi α- Mangostin dalam bidang klinis masih kurang. Tujuan untuk menulis review ini adalah membahas tentang aktivitas farmakologi α- Mangostin dalam segi antioksidan, antikanker, antibakteria dan antiinflamasi.
Karakterisasi Efisiensi Penjerapan pada Nanopartikel Natrium Diklofenak dalam Sediaan Topikal PUTRI EKA SAVITRY; NASRUL WATHONI
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3598.06 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17593

Abstract

Sistem penghantar nanopartikel telah banyak dijumpai karena memiliki berbagai keuntungan, di antaranya dapat meningkatkan pelepasan zat aktif. Natrium diklofenak merupakan jenis obat analgesik yang memiliki waktu paruh singkat serta efek samping berbahaya bagi pencernaan apabila dikonsumsi dalam jangka waktu panjang. Rute permberian secara topikal menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini. Sistem penghantaran obat melalui kulit telah banyak mengalami perkembangan, salah satunya dilakukan modifikasi ukuran partikel menjadi nanopartikel guna memanfaatkan keuntungannya sebagai sistem penghantar obat untuk meningkatkan penetrasi obat melalui stratum korneum. Karakterisasi nanopartikel menjadi hal yang penting dilakukan untuk mendapatkan nanopartikel yang optimal melalui berbagai teknik pembuatan nanopartikel. Salah satu karakterisasi yaitu menghitung efisiensi penjerapan/efisiensi enkapsulasi sebab menjadi kriteria penting apabila penggunaan zat aktif dengan harga yang tinggi. Review ini meninjau efisiensi penjerapan natrium diklofenak dalam berbagai polimer dan teknik nanopartikel yang digunakan dalam sediaan topikal. Kata kunci : Nanopartikel, natrium diklofenak, efisiensi penjerapan, sediaan topikal
Penggunaan Dipstick sebagat Alat Diagnosis Infeksi Saluran Kemih pada Kondisi Tertentu DINDA ARDITTA CHANDRA; Angga Prawira Kautsar
Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.114 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i1.10569

Abstract

Infeksi saluran kemih merupakan penyakit infeksi yang perlu dideteksi dengan cepat karena mikroorganisme tersebut dapat berkembang dan menyebar ke organ tubuh lainnya. Infeksi ini mampu terjadi pada ibu hamil, wanita, pria, anak-anak maupun pada bayi.  Dipstick merupakan salah satu alat diagnosis infeksi saluran kemih yang umum digunakan. Penggunaan alat Dipstick dalam mendeteksi nitrit, leukosit esterase dan darah perlu dievaluasi pada setiap kondisi tertentu seperti pada ibu hamil, wanita, pria, anak-anak dan bayi. Hasilnya menunjukkan diperlukan uji tes lebih lanjut setelah penggunaan Dipstick pada ibu hamil, wanita dan pria. Pada anak-anak dan bayi dapat dipertimbangkan bila ingin melanjutkan tes lebih lanjut, atau dapat menggunakan  data Dipstick sebab sensitivitas dan spesivitias alat tersebut cukup untuk memastikan ada tidaknya mikroorganisme dalam urin. Kesimpulannya penggunaan alat Dipstick masih efektif dalam mendiagnosis infeksi saluran kemih. 
PENENTUAN NILAI KHTM FRAKSI EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG TRENGGULI (Cassia fistula L.) TERHADAP Salmonella typhi ATCC 14028 Aisyah Nadila P
Farmaka Vol 16, No 4 (2018): Prosiding Abstrak Pharmacopea 2018
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jf.v16i4.18978

Abstract


Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 3 (2025): Farmaka (November) (In Press) Vol 23, No 2 (2025): Farmaka (Juli) (In Press) Vol 23, No 1 (2025): Farmaka (Maret) (In Press) Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November) Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli) Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret) Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November) Vol 21, No 2 (2023): Farmaka (Juli) Vol 21, No 1 (2023): Farmaka (Maret) Vol 20, No 3 (2022): Farmaka (November) Vol 20, No 2 (2022): Farmaka (Juli) Vol 20, No 1 (2022): Farmaka (Maret) Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen) Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November) Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli) Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret) Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen) Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November) Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September) Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari) Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember) Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Februari) Vol 16, No 4 (2018): Prosiding Abstrak Pharmacopea 2018 Vol 16, No 3 (2018): Farmaka (September) Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September) Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus) Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni) Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni Vol 15, No 4 (2017): Farmaka Desember Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember Vol 15, No 3 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Farmaka (Maret) Vol 14, No 4 (2016): Farmaka Vol 14, No 3 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen Vol 14, No 1 (2016): Supplement Vol 14, No 1 (2016): Farmaka Vol 13, No 4 (2015): FARMAKA More Issue