cover
Contact Name
Angga Kautsar
Contact Email
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Editorial Address
Gedung Laboratorium I Fakultas Farmasi, UNPAD Jl. Raya Jatinangor KM 21, Bandung-Sumedang, Indonesia 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Farmaka
ISSN : 16931424     EISSN : 27163075     DOI : https://doi.org/10.24198/
Core Subject : Health, Science,
Farmaka is replacement for Pharmaceutical Bulletin, published since 1991, with a frequency of four times a year. Editors accept scholarly works of research results and literature review which was closely related to the science, pharmaceutical technology and practice.
Articles 784 Documents
PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI ANTIPSIKOTIK TERHADAP EFEK SAMPING SINDROM EKSTRAPIRAMIDAL PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA SAMBANG LIHUM noor cahaya
Farmaka Vol 15, No 3 (2017): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.453 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i3.13324

Abstract

Data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 menunjukkan prevalensi skizofrenia di Kalimantan Selatan 1,4 per seribu penduduk. Skizofrenia ditangani dengan antipsikotik. Penggunaan antipsikotik dapat menyebabkan efek samping sindrom ekstrapiramidal (EPS) pada pasien skizofrenia. Tujuan penelitian mengetahui perbedaan kejadian efek samping sindrom ektrapiramidal penggunaan kombinasi haloperidol-chlorpromazin-clozapin dan haloperidol-chlorpromazin pada pasien skizofrenia rawat inap di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan observasional analitik dan pendekatan kohort prospektif. Populasi penelitian adalah semua pasien rawat inap pada bulan Februari-Maret 2017 yang memenuhi kriteria penelitian. Jumlah subjek penelitian adalah 33 pasien. Hasi analisis yang diperoleh adalah sebanyak 18 pasien (55%)  menggunakan kombinasi haloperidol-chlorpromazin dan 15 pasien (45%) menggunakan kombinasi haloperidol-chlorpromazin-clozapin. Penggunaan kombinasi haloperidol-chlorpromazin menyebabkan 13 pasien (72,2%)  mengalami sindrom ekstrapiramidal dan kombinasi haloperidol-chlorpromazin-clozapin terdapat 8 pasien (53,3%). Penggunaan kombinasi haloperidol-chlorpromazin   dan   kombinasi  haloperidol-chlorpromazin–clozapin tidak memiliki perbedaan yang signifikan terhadap kejadian sindrom ekstrapiramidal (p-value=0,261).Kata kunci: Skizofrenia, kombinasi antipsikotik, efek samping, sindrom ekstrapiramidal
SINTESIS MOLECULAR IMPRINTED-SOLID PHASE EXTRACTION (MI-SPE) ATENOLOL : Article Review ANGGI ISMI NOVITASARI; Mutakin Mutakin
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.184 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17651

Abstract

Atenolol adalah obat antihipertensi golongan β-blocker (β1-selektif) yang digunakan untukpengobatan lini hipertensi, aritmia, infark miokardia dan angina pektoris. Namun, atenololsering disalahgunakan di dalam cabang olahraga yang tidak membutuhkan aktivitas fisik yangberlebih tetapi membutuhkan ketenangan dan konsentrasi, seperti menembak dan memanah.Metode yang telah berkembang untuk pengujian atenolol adalah kromatografi,spektrofluorometri, dan diffuse reflectance spectroscopy. Metode tersebut masing-masingmemiliki kelebihan dan kekurangannya. Solid Phase Extraction (SPE) merupakan metodepreparasi sampel yang saat ini banyak digunakan karena waktu pengerjaannya yang lebihsingkat dibandingkan metode yang lainnya, namun metode ini memiliki kelemahan padaselektivitasnya, sehingga untuk meningkatkan selektivitas tersebut perlu dikombinasikandengan teknik molecular imprinting polymer. Kombinasi tersebut sering disebut dengan MISPEyang memiliki kelebihan, di antaranya biaya yang rendah, kemudahan dalam preparasi,tahap terhadap suhu dan tekanan, stabil dalam penyimpanan, dan dapat digunakan berulangtanpa mengurangi aktivitasnya.Kata Kunci : Atenolol, MIP, SPE
ANALISIS KADAR KAPSAISIN DARI EKSTRAK “BON CABE” DENGAN MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI (KCKT) ARIF SATRIA WIRA KUSUMA; Grabiella Rosalina
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.192 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.9286

Abstract

Kapsaisinoid adalah kelompok senyawa amida dari vanililamin dengan asam lemak rantai bercabang yang  merupakan  penyebab rasa pedas dari cabai. Pengujian kandungan kapsaisin pada sampel dilakukan dengan  tiga tahap, yaitu penentuan kurva baku standar, preparasi sampel cabai dan analisis sampel dengan istrumen KCKT. Penentuan kurva baku standar kapsaisin dilakukan dengan cara mengencerkan standar kapsaisin dari konsentrasi 200 ppm menjadi 40 ppm, 20 ppm, 10 ppm, 5 ppm, 2 ppm, dan 1 ppm menggunakan pelarut metanol: air (7 : 3). Sampel pengujian dipersiapkan dengan cara mencampurkan bubuk cabai dan kloroform sebanyak 8 ml yang disentrifugasi selama 5 menit pada kecepatan 3000 rpm, kemudian supernatan yang dihasilkan dalam  proses sentrifugasi dimasukkan kedalam vial dan dikeringkan hingga seluruh kloroform menguap. Sampel yang diperoleh diuji dengan menggunakan  KCKT. Berdasarkan kromatogram hasil pengujian dengan menggunakan KCKT, didapatkan nilai AUC sebesar 40195 pada 227 nm dan 112344 pada 281 nm. Kadar kapsaisin pada sampel bubuk cabe “Bon Cabe” (No Batch 8995899250143) yang ditentukan melalui nilai AUC adalah   2,06  ppm  pada panjang gelombang 227 nm dan 16,8 ppm pada panjang gelombang 281 nm.
Review Artikel : Potensi Tumbuhan Sebagai Imunostimulan Nita Listiani; Yasmiwar Susilawati
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.171 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.22045

Abstract

Review Artikel : Aktivitas Farmakologi Cassia fistula Linn Nita Sari; Nasrul Wathoni
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.998 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.13054

Abstract

Cassia fistula atau Trengguli adalah tanaman tropis yang memiliki banyak manfaat. Secara empiris, orang menggunakan Cassia fistula sebagai penyembuh pencahar dan luka. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk menguji aktivitas farmakologi Cassia fistula sebagai antibakteri, antijamur, antioksidan, laksatif, hepatoprotektor, nefroprotektor, anti inflamasi, antipiretik, antitusif, antiulcer, antelmentik, inhibitor asetilkolinesterase, anti aging, penyembuhan luka, dan hipolipidemik. Review ini akan membahas tentang beberapa aktivitas farmakologi ekstrak Cassia fistula dari berbagai pelarut dan dari beberapa bagian tanaman.Kata kunci: Cassia fistula, Golden Shower, Aktivitas Farmakologis.
Review : Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L.) dan Biji Jinten Hitam (Nigella sativa L.) dan Teori Uji Toksisitas ZAHRA DZAKIRAH ABNAZ; JUTTI LEVITA
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.54 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.17482

Abstract

Indonesia dianugerahi dengan kekayaan alam yang beraneka ragam dan merupakan negara terkaya di dunia dalam hal kekayaan hayati. Kekayaan hayati ini pun ada yang digunakan untuk obat tradisional. Obat tradisional telah diterima secara luas baik di negara maju maupun di negara berkembang. Dalam penggunaannya, obat tradisional, simplisia dan sebagainya harus diperhatikan keamanannya. Buah Mengkudu dan Biji Jinten Hitam memiliki banyak efek farmakologi yang baik untuk kesehatan, namun tetap saja diperlukan uji toksisitas agar untuk lebih memsatikan keamanan buah mengkudu dan biji jinten hitam. Uji toksisitas itu sendiri merupakan salah satu uji yang digunakan untuk mengetahui keamanan suatu obat yang akan dijadikan produk. Tujuan dari penelitian uji toksisitas subkronik ini adalah untuk mengetahui efek toksik pada buah mengkudu dan biji jinten hitam.
FORMULASI KRIM ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL BUAH SENGGANI (Melastoma malabathricum L.) Nurdianti Nurdianti
Farmaka Vol 16, No 4 (2018): Prosiding Abstrak Pharmacopea 2018
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.37 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i4.18971

Abstract

PENENTUAN LIMIT ALERT DAN LIMIT ACTION BERDASARKAN DATA PEMANTAUAN SUHU LABORATORIUM PENGAWASAN MUTU PT. HOLI PHARMA SELAMA TAHUN 2016 Septiyani Mustikawati
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.096 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.12546

Abstract

PT. Holi Pharma merupakan salah satu industri farmasi di Bandung, Jawa Barat yang telah memiliki izin untuk memproduksi sediaan tablet, tablet salut, kapsul keras, dan cairan oral nonbetalaktam. Berdasarkan standar sistem manajemen mutu laboratorium, laboratorium pengawasan mutu harus memantau, mengendalikan dan merekam suhu di ruangan pengujian karena berdampak pada validitas mutu data yang dihasilkan. Laboratorium pengawasan mutu PT. Holi Pharma menetapkan standar spesifikasi suhu ruangan di laboratorium yaitu 20o – 28oC. Dalam melakukan pemantauan suhu perlu dibuat rencanaan pemantuan untuk memastikan bahwa suhu ruangan laboratorium selalu dalam spesifikasi yang telah ditentukan, untuk itu perlu dirancang terlebih dahulu limit alert dan limit action. Limit alert didapat dengan rumus (Mean±2SD), sedangkan limit action didapat dengan rumus (Mean±3SD). Berdasarkan hasil perhitungan terhadap data pemantauan suhu laboratorium pengawasan mutu PT. Holi Pharma tahun 2016, didapatkan limit alert suhu laboratorium pengawasan mutu PT. Holi Pharma adalah 22,5oC dan 25,5oC, sedangkan limit action-nya berada pada suhu 21,8oC dan 26,2oC.
PENGGUNAAN HEAT SHOCK PROTEIN 90 (HSP90) DENGAN RADIONUKLIDA 18F, 68Ga ATAU 89Zr UNTUK KANKER PAYUDARA SINTHA NUR FITRIANI; Danni Ramdhani
Farmaka Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2945.407 KB) | DOI: 10.24198/farmaka.v18i1.26176

Abstract

Heat shock protein 90 (HSP90) adalah protein pendamping molekul yang tergantung pada ATP yang fungsinya sangat penting untuk mempertahankan beberapa protein utama yang terlibat dalam kelangsungan hidup dan proliferasi sel kanker. Pada sel-sel kanker terjadi peningkatan aktivitas HSP90 terutama pada kanker payudara yang mana HSP90 memiliki peran dalam meregulasi onkogen, apoptosis dan resistensi kemoterapi. Pencitraan molekular menggunakan isotop berumur pendek seperti galium 68 atau flourin 18 (Galium 68, t 1/2 = 68 menit; Flourin 18, t 1/2 = 110 menit) dan zirkonium 89 (t 1/2 = 78,41 jam). Tujuan dilakukannya review ini adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait HSP90 yang digunakan baik sebagai molekular target atau HSP90 inhibitor yang dilabeli dengan radioisotop Ga-68, F-18 dan Zr-89 untuk terapi kanker payudara. HSP90 inhibitor dapat diberikan terlebih dahulu untuk menurunkan overekspresi protein lalu dilakukan pencitraan molekular menggunakan radionuklida 68Ga, 18F atau 89Zr atau dapat juga dengan dilabeli secara langsung HSP90 inhibitor (Ganetespib) pada radionuklida dan dilihat serapan yang paling banyak pada sel kanker payudara.
POTENSI SILYMARIN (HEPAMAX) SEBAGAI SUPLEMEN DAN TERAPI PENUNJANG PADA GANGGUAN LIVER Achmad Junaidi; Zelika Mega Ramadhania
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.339 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.18132

Abstract

Hati merupakan salah satu organ utama dalam menjaga keseimbangan homeostatis dan detoksifikasi toksin yang ada di dalam darah. Virus hepatitis merupakan salah satu yang dapat menyebabkan kerusakan hati. Pengobatan secara natural sudah banyak dilakukan pengembangan, salah satunya adalah Silymarin. Penggunaan Silymarin sudah lama digunakan sebagai pengobatan hepatoprotektor. Silymarin adalah salah senyawa aktif yang terkandung dalam tanaman Silybum marianum yang memiliki efek biologi terhadap perbaikan fungsi hati. Sebagai hepatoprotektor, silymarin berperan dalam beberapa cara, termasuk antioksidan, antiinflamasi, regulator permeabilitas sel, penstabil membrane, stimulasi regenerasi sel hati dan menghambat penurunan serat kolagen yang dapat menyebabkan sirosis. Kata kunci     : Gangguan hati, Silymarin, Silybum marianum, hepatoprotektor

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 3 (2025): Farmaka (November) (In Press) Vol 23, No 2 (2025): Farmaka (Juli) (In Press) Vol 23, No 1 (2025): Farmaka (Maret) (In Press) Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November) Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli) Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret) Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November) Vol 21, No 2 (2023): Farmaka (Juli) Vol 21, No 1 (2023): Farmaka (Maret) Vol 20, No 3 (2022): Farmaka (November) Vol 20, No 2 (2022): Farmaka (Juli) Vol 20, No 1 (2022): Farmaka (Maret) Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen) Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November) Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli) Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret) Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen) Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November) Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September) Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari) Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember) Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Februari) Vol 16, No 4 (2018): Prosiding Abstrak Pharmacopea 2018 Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September) Vol 16, No 3 (2018): Farmaka (September) Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus) Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni) Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni Vol 15, No 4 (2017): Farmaka Desember Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember Vol 15, No 3 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Farmaka (Maret) Vol 15, No 1 (2017): Suplemen Vol 14, No 4 (2016): Farmaka Vol 14, No 3 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen Vol 14, No 1 (2016): Supplement Vol 14, No 1 (2016): Farmaka Vol 13, No 4 (2015): FARMAKA More Issue