cover
Contact Name
Angga Kautsar
Contact Email
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Editorial Address
Gedung Laboratorium I Fakultas Farmasi, UNPAD Jl. Raya Jatinangor KM 21, Bandung-Sumedang, Indonesia 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Farmaka
ISSN : 16931424     EISSN : 27163075     DOI : https://doi.org/10.24198/
Core Subject : Health, Science,
Farmaka is replacement for Pharmaceutical Bulletin, published since 1991, with a frequency of four times a year. Editors accept scholarly works of research results and literature review which was closely related to the science, pharmaceutical technology and practice.
Articles 784 Documents
Penggunaan Enzim Endolysin sebagai Antibakteri untuk Menghilangkan resisten Bakteri NADIA GITTA PARAMITA; Sriwidodo -
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.914 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17616

Abstract

Penggunaan Antibiotik yang kurang tepat atau yang tidak sesuai dengan dosis dapat menyebabkan resistensi bakteri terhadap antibiotik. Retensi bakteri ini merupakan suatu sifat suatu bakteri dimana kehidupan sel mikroorganisme ini tidak terganggu dengan adanya aktivitas antimikroba. Bakteriovaga merupakan salah satu pembunuh natural suatu bakteri dimana bakteriovaga ini dijadikan sebagai antimikroba. Resistensi bakteri ini dapat menyebabkan sulitnya kesembuhan bagi pasien apabila terkena suatu bakteri yang sudah bermutasi. Endolysin merupaka suatu enzim pada bakteriofa yang dapat melisis bakteri dan merupakan kandidat terbesar untuk melawan resistensi bakteri. Endolysin diketahui dapat melawan bakteri patogen gram positif dimana akan mengurangi resiko resistensi bakteri akibat penggunaan antibiotik yang tidak tuntas.
REVIEW ARTIKEL: PENINGKATAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN MENGGUNAKAN METODE PDCA YENI ANDRIYANI SETIAWAN; ANGGA PRAWIRA KAUTSAR
Farmaka Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2889.76 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i3.17731

Abstract

Dalam suatu instansi kesehatan, mutu pelayanan kesehatan merupakan hal yang perlu diperhatikan karena masih terdapat kualitas pelayanan yang kurang baik. Peningkatan mutu pelayanan secara tidak langsung berhubungan dengan kepuasan pasien. Salah satu cara untuk meningkatkan mutu pelayanan yaitu dengan menerapkan metode Plan-Do-Check-Act (PDCA). PDCA merupakan  metode yang digunakan secara berkesinambungan dengan suatu konsep yang telah direncanakan secara matang dan bertahap. Review ini bertujuan agar pembaca dapat memahami bahwa penting untuk dilakukan perbaikan dalam pelayanan kesehatan sehingga akan diperoleh pelayanan yang terbaik dalam kedepannya. Desain metode yang digunakan pada review ini yaitu systematic review, dimana hasil data yang diperoleh merupakan kumpulan dari beberapa penelitian terkait. Dari hasil penelusuran, penerapan metode PDCA memperoleh hasil yang signifikan jika dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Dapat disimpulkan bahwa metode ini terbukti mampu meningkatan mutu pelayanan kesehatan dan memiliki hubungan terhadap peningkatan kepuasan pasien.Kata kunci: Pelayanan kesehatan, mutu pelayanan, kepuasan pasien, PDCA, rumah sakit.
Review Analisis Penentuan Glibenklamid dalam Pharmaceutical Dosage Forms WULAN TRESNAWATI; Febrina Amelia Saputri
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.752 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.10840

Abstract

Glibenklamid merupakan obat antidiabetes oral yang paling sering digunakan untuk pengobatan Diabetes Mellitus (DM) Tipe 2[5]. Penggunaan glibenklamid ini sering dikombinasikan dengan antidiabetik lain. Dalam review artikel kali ini akan dibahas beberapa metode yang digunakan untuk analisis glibenklamid beserta kondisi dan metode validasi yang digunakan serta diskusi dari manfaat yang didapatkan. Metode yang digunakan adalah RP-HPLC, HPTLC, Spektrofotometri UV dan Spektroflourometri. 
Mekanisme Antikanker Tanaman Michelia champaca L: Review IYAN RIFKY HIDAYAT; Jutti Levita
Farmaka Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.271 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i1.22164

Abstract

Obat antikanker pada umumnya memiliki selektivitas yang rendah dan memerlukan biaya mahal. Oleh karena itu diperlukan obat herbal yang aman untuk digunakan dalam terapi penatalaksanaan kanker. Tujuan dari review ini adalah untuk mengetahui mekanisme antikanker pada berbagai bagian tanaman Michelia champaca L. Metode skrining artikel dilakukan dengan membuat kriteria eksklusi dan inklusi. Dari review ini dapat disimpulkan bahwa setiap bagian tanaman memiliki aktivititas antikanker dengan mekanisme dan senyawa aktif yang berbeda.
Marketing 4.0: A Digital Transformation in Pharmaceutical Industry to Reach Customer Brand Experience Alsya Utami Rahayu; Inneke Herawaty; Nujaimah Rahmawati S; Amelia Suci Pratifitriyani; Amita Putri Afini; Angga Prawira Kautsar
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.452 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.17082

Abstract

Nowadays, pharmaceutical industry improve various strategies in facing international market by improving the quality and capability of the industry to fulfill the customer needs. A new strategy of marketing approaches to reach customer brand experience is marketing 4.0. Marketing 4.0 is a new generation that changed the economic activities by digital transformation. Terms of marketing 4.0 is a marketing evolution of marketing 3.0 focused not only on internet and social media, but also can be used to design marketing strategies that enhance the brand-consumer relationships. It differs in terms of timing, talent management, data and analytics, degree of centralization and marketing organization models. The system must consist of brand identity, brand image, brand integrity and brand interaction in order to fulfil the market required and meet the customer needs. The growing technological trend is forcing pharmaceutical industry to innovate in marketing and sales. With this modern method, pharmaceutical industry will enhance the brand new image for health product in pharmacy.
KANDUNGAN SENYAWA MINYAK ATSIRI PADA TANAMAN PENGUSIR NYAMUK Fariza Fida Millati; Ferry Ferdiansyah Sofian
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1827.154 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17656

Abstract

Nyamuk merupakan salah satu organisme yang hidup dan berkembang di Indonesia. Sebagian besar nyamuk merugikan karena perannya yang dapat menyebarkan berbagai penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD), malaria, filariasis, dan radang otak hencephalitis. Oleh karena itu, upaya dibutuhkan untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk seperti menggunakan anti nyamuk. Namun, anti nyamuk yang beredar sebagian besar mengandung zat kimia yang berbahaya terhadap lingkungan maupun kesehatan. Oleh karena itu, perlu dibuat alternatif pengobatan menggunakan bahan alam yang salah satunya adalah dengan penggunaan minyak atsiri. Review ini telah menguraikan beberapa jenis tanaman yang terbukti memiliki aktivitas repelen atau pengusir nyamuk, serta komposisi senyawa minyak atsirinya yang berpotensi sebagai pengusir nyamuk dengan potensi paling tinggi yaitu pada tanaman serai, zodia, kemangi, rosemary dan jeruk dengan kandungan senyawa utama sitronela, geraniol, linalool dan limonen.Kata Kunci : Minyak atsiri, pengusir nyamuk
Review: POTENSI ALGA LAUT DAN KANDUNGAN SENYAWA BIOLOGISNYA SEBAGAI BAHAN BAKU KOSMESEUTIKAL IMAS LAILI LESTARI; SORAYA RATNAWULAN MITA
Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.139 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i1.10573

Abstract

Alga laut merupakan sumber yang kaya akan senyawa bioaktif struktural beragam dengan berbagai aktivitas biologis. Baru-baru ini, pentingnya alga sebagai sumber zat bioaktif baru berkembang pesat dan berbagai penelitian telah mengungkapkan bahwa alga laut berasal senyawa menunjukkan berbagai aktivitas biologis. Dewasa ini, banyak penelitian yang membuktikan bahwa produk laut memiliki banyak kegunaan dalam berbagai bidang, seperti nutraseutikal, farmaseutikal, maupun kosmeseutikal. Kosmeseutikal merupakan produk kosmetik yang memiliki efek medis sehingga dapat mempengaruhi fungsi biologis kulit dikarenakan jenis zat bioaktif yang dikandungnya. Alga laut berpotensi tinggi sebagai sumber bahan baku kosmeseutikal. Kandungan senyawa bioaktif dalam alga laut yang berpotensi dalam bidang kosmesetikal diantaranya MAA, fenol, fukoidan, fosfolipid, β-Karoten, derivat phlorotannin, fukosantin, DPHC, oxysterol, polisakarida, astaxanthin, dan lutein. Kandungankandungan tersebut dapat berfungsi sebagai antioksidan, protektor terhadap radiasi UV (UV filter), sintesis kolagen, regenerasi kulit, pelembab, serta menghambat pembentukan melanin.  
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN TEKANAN DARAH PADA MAHASISWA FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS PADJADJARAN Wijayanti, Sinthiya Eka; Maulida, Putri Kholilah; Rahmawati, Nurul Fitri; A, Adrian; Dwi, Fanny Seftiani; Faizah, Ulfa Rahmatul; Nurlatifah, Anggun; Latifa, Hanny; Rachmawati, Afina Dwi; Sinuraya, Rano Kurnia; Destiana, Dika Pramita; Wicaksono, Imam Adi
Farmaka Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.509 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i3.22194

Abstract

Orang dewasa dengan tekanan darah tinggi berisiko morbiditas dan mortalitas karena masalah kardiovaskular di kemudian hari. Tekanan darah tinggi mungkin dipengaruhi oleh kualitas tidur yang buruk. Maka dari itu diperlukan deteksi dini hipertensi dan kualitas tidur yang baik pada orang dewasa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengamati hubungan antara kualitas tidur dengan tekanan darah pada orang dewasa. Metode yang dilakukan adalah studi cross-sectional yang dilakukan selama satu bulan pada bulan April-Mei 2019 dengan objek (responden)  35 mahasiswa Farmasi Universitas Padjadjaran. Responden akan diminta untuk mengisi kuisoner PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index). Dari kuisioner yang telah diisi kemudian didapatkan skor cut-off PSQI. Data yang telah didapat diproses dan dianalisis dengan perangkat lunak SPSS untuk Windows versi 15.0.Kata kunci : orang dewasa, kualitas tidur, tekanan darah
REVIEW: KANDUNGAN SENYAWA KIMIA DAN AKTIVITAS FARMAKOLOGI EKSTRAK DAUN KEMBANG BULAN (Tithonia diversifolia (Hemsley) A. Gray) SEBAGAI ANTIMALARIA Maulana Yusuf Alkandahri; Anas Subarnas
Farmaka Vol 15, No 3 (2017): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.862 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i3.13739

Abstract

Artikel ini mengulas tentang kandungan senyawa kimia dan aktivitas antimalaria ekstrak daun kembang bulan (Tithonia diversifolia (Hemsley) A. Gray) sebagai obat alternatif dalam pengobatan malaria. Tanaman obat merupakan target potensial untuk penelitian dan pengembangan obat alternatif antimalaria. Telah banyak penelitian yang dilakukan untuk mengembangkan obat antimalaria dari berbagai tanaman, salah satunya adalah daun kembang bulan. Di dalam tanaman kembang bulan terdapat senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid dan terpenoid. Senyawa aktif dalam daun kembang bulan yang berfungsi sebagai antimalaria adalah tagitinin C yang memiliki mekanisme antimalaria dalam aktivitas penghambatan polimerasi heme. Ekstrak daun kembang bulan juga dapat digunakan sebagai terapi profilaksis malaria, karena dapat menghambat perkembangan parasit di dalam tubuh sebelum dan sesudah terjadinya infeksi. Pada hasil uji toksisitas akut ekstrak daun kembang bulan, tidak ada perbedaan yang signifikan pada parameter enzimatik antara sebelum dengan setelah pemberian ekstrak, demikian pula dengan hasil histopatologi organ-organ hewan coba. Tidak ada perubahan struktur jaringan dalam organ hepar dan ginjal. Hal yang serupa juga dijumpai pada pengujian berat badan tikus jantan dan tikus betina, tidak ada kelompok tikus yang menunjukkan perubahan berat badan secara signifikan, rata-rata terjadi kenaikan berat badan yang konstan secara perlahan-lahan. Kata kunci : Kembang Bulan, Tithonia diversifolia (Hemsley) A. Gray), Antimalaria, Tagitinin C
REVIEW: TEKNIK ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA KAROTENOID FIKRI DWI ALMINDA; Zelika Mega Ramadhania
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3186.468 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17535

Abstract

ABSTRAKTeknik Isolasi dan Identifikasi senyawa pada tanaman sangat diperlukan dalam pengembangan obat. Dalam pengembangan teknik ini, diperlukan juga pengembangan teknologi isolasi dan identifikasi yang lebih modern guna mempermudah, mempercepat dan menyatakan hasil yang akurat. Berbagai teknik yang digunakan untuk identifikasi antara lain FTIR (Fourier Trasnform Infra Red), Spektrofotometri UV-Vis, HPLC (High Performance Liquid Chomatography), dan NIR (Near Infrared Reflectance). Tiga tanaman dengan golongan karetonoid yang berbeda dipilih untuk membandingkan metode yang dinilai efisien. FTIR akan memberikan spektrum mengenai gugus fungsi yang terdapat pada karotenoid, HPLC akan memberikan data berupa AUC, serapan dan waktu retensi yang disesuaikan dengan standar, dan NIR akan memberikan gambar mengenai marker karotenoid. Hasil perbandingan metode dari tiga tanaman tersebut, FTIR dan HPLC dinilai paling efisien untuk identifikasi senyawa golongan karotenoid.Kata Kunci: FTIR, HPLC, NIR, KarotenoidAbstractIsolation and Identification Techniques of compounds in plants are indispensable in drug development. In the development of this technique, it is also necessary to develop more modern isolation and identification technology in order to facilitate, accelerate and declare accurate results. Various techniques used for identification include FTIR (Fourier Trasnform Infra Red), UV-Vis Spectrophotometry, HPLC (High Performance Liquid Chomatography), and NIR (Near Infrared Reflectance). Three plants with different classes of carotenoids were selected to compare methods that were considered efficient. FTIR will provide a spectrum of functional groups present in carotenoids, HPLC will provide data in the form of AUC, absorbance and retention time adjusted to the standard, and NIR will provide images of carotenoid markers. The results of the comparison of the methods of the three plants, FTIR and HPLC were considered the most efficient for the identification of carotenoid group compounds.Keywords: FTIR, HPLC, NIR, Carothenoid

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 3 (2025): Farmaka (November) (In Press) Vol 23, No 2 (2025): Farmaka (Juli) (In Press) Vol 23, No 1 (2025): Farmaka (Maret) (In Press) Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November) Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli) Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret) Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November) Vol 21, No 2 (2023): Farmaka (Juli) Vol 21, No 1 (2023): Farmaka (Maret) Vol 20, No 3 (2022): Farmaka (November) Vol 20, No 2 (2022): Farmaka (Juli) Vol 20, No 1 (2022): Farmaka (Maret) Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen) Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November) Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli) Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret) Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen) Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November) Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September) Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari) Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember) Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Februari) Vol 16, No 4 (2018): Prosiding Abstrak Pharmacopea 2018 Vol 16, No 3 (2018): Farmaka (September) Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September) Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus) Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni) Vol 15, No 4 (2017): Farmaka Desember Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember Vol 15, No 3 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Farmaka (Maret) Vol 14, No 4 (2016): Farmaka Vol 14, No 3 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen Vol 14, No 1 (2016): Supplement Vol 14, No 1 (2016): Farmaka Vol 13, No 4 (2015): FARMAKA More Issue