cover
Contact Name
Angga Kautsar
Contact Email
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Editorial Address
Gedung Laboratorium I Fakultas Farmasi, UNPAD Jl. Raya Jatinangor KM 21, Bandung-Sumedang, Indonesia 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Farmaka
ISSN : 16931424     EISSN : 27163075     DOI : https://doi.org/10.24198/
Core Subject : Health, Science,
Farmaka is replacement for Pharmaceutical Bulletin, published since 1991, with a frequency of four times a year. Editors accept scholarly works of research results and literature review which was closely related to the science, pharmaceutical technology and practice.
Articles 784 Documents
Bahan Baku (Raw Material) Serta Cara Penyimpanannya di Farmasi YUSUF PRAKOSO; Drs. Dolih Gozali, M. S.
Farmaka Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.263 KB) | DOI: 10.24198/jf.v18i1.22352

Abstract

Bahan baku adalah bahan yang digunakan dalam membuat produk dimana bahan tersebut secara menyrluruh tampak pada priduk jadinya (atau merupakan bagian terbesar dari bentuk barang). Penyimpanan merupakan salah satu hal penting yang berperan di dalam menjaga mutu produk. Produk obat yang dihasilkan oleh industri farmasi harus dapat memberikan efek yang diinginkan yaitu menyembuhkan suatu penyakit atau meningkatkan derajat kesehatan orang banyak, maka dari itu penanganan bahan awal, bahan pengemas, produk antara, produk ruahan dan produk jadi di industri farmasi harus dilakukan sebaik mungkin mengikuti aturan yang berlaku. Ketidaksesuaian prosedur atau kondisi penyimpanan dapat berakibat pada ketidakefektifan obat bahkan sampai menyebabkan kerusakan obat yang dapat merugikan bagi perusahaan dan tentunya bagi pasien yang akan mengkonsusi obat tersebut. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi kualitas suatu bahan atau obat yang disimpan. Salah satu elemen yang mempengaruhi kondisi penyimpanan yaitu suhu. Produk farmasi harus disimpan pada suhu yang sesuai untuk mencegah atau meminimalisir terjadinya degradasi obat yang akan mempengaruhi kualitas dan keamanan obat
Survei Kepuasan Pelanggan Farmasi Poliklinik di Rumah Sakit di Indonesia SILVIA PERMATA SARI; Rizky Abdulah
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.311 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17928

Abstract

Pelayanan Rumah Sakit seyogyanya memenuhi Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit. Pelayanan farmasi sebagai salah satu operasional dan bagian dari pelayanan memerlukan pengukuran indikator kerja, salah satunya dengan survei kepuasan pelanggan. Survei dilakukan di pelayanan farmasi poliklinik dengan metode accidental sampling dan sampel pasien yang menggunakan jasa pelayanan farmasi poliklinik berjumlah 150 responden. Kualitas pelayanan dilihat berdasarkan dimensi keandalan, ketanggapan, jaminan, empati dan bukti fisik sesuai urutan kepentingan relatifnya. Secara umum, hasil survei kepuasan pelanggan sudah cukup baik dengan nilai rerata 2,87 namun perlu dilakukan perbaikan untuk mengurangi waktu tunggu serta perbaikan kenyamanan ruang tunggu.Kata kunci: Kepuasan pelanggan, pelayanan farmasi
Review: Kandungan dan Aktivitas Farmakologi Tanaman Cempaka Kuning (Michelia champaca Linn.) WAHYU ASHRI ADITYA; ZELIKA MEGA RAMADHANIA
Farmaka Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3008.418 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i3.17295

Abstract

Michelia champaca L. atau dikenal dengan cempaka kuning merupakan tanaman yang termasuk dalam keluarga Magnoliaceae yang berasal dari India dan terdistribusi luas di seluruh Indo-Cina, Malaysia, Sumatra, Jawa, dan Cina barat daya. Michelia champaca L. merupakan salah satu tanaman yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai pengobatan untuk berbagai macam penyakit. Beberapa penelitian saat ini menunjukkan bahwa tanaman Michelia champaca Linn. memiliki aspek morfologi, etnofarmakologi dan senyawa aktif yang menunjukan tanaman tersebut penting dalam pengobatan. Diketahui bahwa tanaman cempaka kuning memiliki bermacam – macam aktivitas farmakologi seperti antihelmintik, antioksidan, antimikroba, antiinflamasi, analgesik, antifertilitas, antimalaria, antifibriotik, antiulser dan antikanker. Aktivitas farmakologi yang terdapat pada tanaman cempaka kuning dihasilkan karena adanya senyawa aktif yang terkandung antara lain seperti alkaloid, saponin, tanin, flavonoid, glikosida, karbohidrat, protein, sterol dan senyawa lain.
Perbandingan Berbagai Interaksi Obat dengan Herbal: Article Review YUNIKE KARUNIA PUTRI; Taofik Rusdiana
Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.941 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i1.10757

Abstract

Artikel ini mengulas tentang beberapa interaksi antara obat dengan herbal. Dalam artikel ini, data-data mengenai interaksi obat dengan herbal telah dikumpulkan untuk dibandingkan berdasarkan interaksi farmakokinetik. Interaksi farmakokinetik ini dapat terjadi pada beberapa tahap yang meliputi absorbsi, distribusi, metabolisme, dan ekskresi. Parameter farmakokinetik yang diukur antara lain Cmax, Tmax, AUC0-t, T1/2, dan Cl/F. Dari hasil yang didapat, disimpulkan bahwa beberapa memiliki interaksi yang signifikan antara obat dengan herbal, namun ada pula yang tidak terdapat interaksi setelah dilihat dari parameter farmakokinetiknya. Kata kunci: interaksi obat-herbal, interaksi farmakokinetik, parameter farmakokinetik
Tumbuhan dengan AKtivitas Antibaketri Khoirunnisa, Izzatul; Chaerunisa, Anis Yohana
Farmaka Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.509 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i3.22015

Abstract

Infeksi yang disebabkan oleh bakteri masih menjadi penyebab penyakit dan kematian yang sering terjadi di negara berkembang. Tetapi, akhi-akhir ini ditemukan masalah resistensi bakteri terhadap beberapa antibiotika yang telah umum digunakan. Hal ini mendorong banyak peneliti untuk menemukan agen antibakteri baru yang lebih efektif, contohnya metabolit sekunder dari tumbuhan. Metabolit sekunder dari tumbuhan seperti flavonoid, senyawa fenol, alkaloid, minyak atsiri tanin, saponin, steroid, dan triterpen memiliki aktivitas sebagai antibakteri pada konsentrasi tertentu. Tujuan literature review ini adalah untuk membahas tumbuhan dengan aktivitas antibakteri, beserta metabolit sekunder dan mekanisme metabolit sekunder yang terkandung didalam tanaman tersebut. 
KARAKTERISASI SERBUK SELULOSA MIKROKRISTAL ASAL TANAMAN RAMI (Boehmeria nivea L. Gaud) Ina Widia; Marline Abdassah; Anis Yohana Chaerunisaa; Taofik Rusdiana
Farmaka Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2087.59 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i3.15447

Abstract

AbstrakKarakteristik serbuk merupakan hal yang  penting untuk dipertimbangkan dalam proses pembuatan tablet, salah satunya akan mempengaruhi sifat alir massa cetak. Bahan pengisi tablet yang sering digunakan adalah selulosa mikrokristal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik serbuk selulosa mikrokristal hasil isolasi dari tanaman rami.  Metode penelitian ini meliputi penyiapan bahan baku serat rami, isolasi α-selulosa, pembuatan selulosa mikrokristal, dan karakterisasi selulosa mikrokristal. Hasil penelitian menunjukan rendemen selulosa mikrokristal sebesar 56,103%. Hasil karakterisasi serbuk selulosa mikrokristal meliputi reaksi warna, organoleptis, kelarutan, titik lebur, dan pH menunjukan kemiripan karakteristik dengan Avicel® PH 102 sebagai pembanding, kadar kelembapan selulosa mikrokristal hasil isolasi dan Avicel® PH 102 sebesar 0,88% dan 0,56%, laju alir 1,487 g/s dan 2,524g/s, sudut istirahat 28,5o dan 26,194o, kerapatan sejati 1,561 g/cm3 dan 1,533 g/cm3, kerapatan curah 0,326 g/cm3 dan 0,374 g/cm3, kerapatan mampat 0,435 g/cm3 dan 0,483 g/cm3, kompresibilitas 25,057% dan 22,567%, ukuran partikel dengan PSA 81,34 µm dan 129,9 µm. Kata kunci : karakteristik, serbuk, selulosa mikrokristal, rami. AbstractPowder characteristics are important to consider in the process of making tablets, one of which will affect the mass flow properties of the prints. The most commonly used tablet filler material is microcrystalline cellulose. The purpose of this research is to know the characteristic of microcrystalline cellulose powder from isolation from ramie. Methods of this study include preparation of raw materials of ramie fiber, α-cellulose insulation, microcrystalline cellulose manufacturing, and microcrystalline cellulose characterization. The result showed that microcrystalline cellulose yield was 56.103%. The results of characterization of microcrystalline cellulose powders include color reaction, organoleptic, solubility, melting point, and pH shown similarity in characteristic to Avicel® PH 102 as comparison, moisture content of microcrystalline cellulose and Avicel® PH 102 was 0.88% and 0.56%, flow rate at 1.487 g/s and 2.524 g/s, resting angle at 28.5o and 26.194o, true density at 1.561 g/cm3 and 1.533 g/cm3, bulk density at 0.326 g/cm3 and 0.374 g/cm3 , tapped density at 0.435 g/cm3 and 0.483 g/cm3, compressibility at 25.057% and 22.567%, particle size with PSA 81.34 μm and 129.9 μm.  Keywords : characteristics, powders, microcrystalline cellulose, ramie.
A REVIEW: THE NATURAL ANTIOXIDANT ACTIVITY OF BLACK MULBERRY AND ITS OTHERS FUNCTION ANDRIATI KHOERUNNISA; Insan Sunan Kurniawansyah
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.754 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17557

Abstract

Antioxidants are compounds that can be synthetic or natural products. These compounds have a mechanism which suppresses or delays the oxidation process of other molecules because of free radicals. Free radicals such as reactive oxygen species (ROS) are produced during cellular metabolism and environmental such as heavy metal ions, cigarette smoke. Natural antioxidants have been developed from several parts of the plants which contain flavonoids, phenolic acids, tannins, quinones and other phenolic compounds. One of the many plants examined for its antioxidant activity is black mulberry (Morus nigra L.). Black mulberry is known for their high content of phenolic compound. Thus have high antioxidant activity. This review attempt to focus on the relationship between antioxidant activity of black mulberry and composition of phytochemicals, especially phenolic compounds in black mulberry and to explore other potential functions of black mulberry in medicinal uses.
DISINTEGRAN DAPAT MENINGKATKAN KINERJA TABLET ORODISPERSIBEL (ODT) SEBAGAI NEW DRUG DELIVERY SYSTEM (NDDS) resa - handayani; Marline Abdassah
Farmaka Vol 14, No 3 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.158 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i3.10944

Abstract

Untuk mencegah disfagia dan meningkatkan kepatuhan pasien, tablet orodispersibel (ODT) diperkenalkan sebagai Drug Delivery  System (DDS) oral yang dikembangkan dengan penambahan disintegran untuk memberikan efek disintegrasi ketika kontak dengan sekresi air liur di mulut. Pada review kali ini dibahas tentang pengaruh perbedaan disintegran yang ditambahkan pada formulasi beberapa obat terhadap kinerja ODT dengan mengukur waktu hancur dengan disintegration tester dan laju disolusinya dengan dissolution tester. Hasilnya adalah disintegran yang berbeda dapat meningkatkan waktu hancur dan laju disolusi tablet ODT. Hal ini dipengaruhi oleh mekanisme kerja dari tiap disintegran, sifat fisikokimia zat aktif dan kompatibilitas dengan eksipien lainnya.Kata Kunci: ODT, NDDS Oral, disintegran, waktu hancur, laju disolusi
REVIEW ARTIKEL: PRODUKSI ENZIM STREPTOKINASE DENGAN TEKNOLOGI DNA REKOMBINAN ERLIN ELISABETH HUTAPEA; Tina Rostinawati
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7749.503 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.22263

Abstract

Trombosis merupakan penyumbatan pembuluh darah akibat gumpalan yang dapat menyebabkan infark miokard akut dan stroke iskemik. Pengobatan efektif dalam menangani penyakit tersebut adalah dengan pemberian agen trombolisis, Streptokinase. Akibat besarnya kebutuhan Streptokinase, terutama di negara berkembang, dilakukan produksi melalui Teknologi DNA Rekombinan. Dari berbagai penelitian, bakteri Streptococcus sp merupakan sumber utama produksi Streptokinase. Streptokinase rekombinan yang didapatkan beragam, dengan rata-rata massa molekular 47 kDa. Uji aktivitas trombolisis juga dilakukan dengan membandingkan Streptokinase rekombinan dengan Streptokinase komersial dan didapatkan hasil sebanding antar keduanya.
IBM PEMBUATAN MINUMAN KESEHATAN CUKA COKLAT DARI LIMBAH PULP BIJI COKLAT Aliya Nur Hasanah; Sri Agung Fitri Kusuma; Nyi Mekar Saptarini; Danni Ramdhani; Anisa Desy Ariyanti; Henry Ng Henry; Shelvy Elizabeth Suherman; Karen Low Ka Ling
Farmaka Vol 13, No 4 (2015): FARMAKA
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.284 KB) | DOI: 10.24198/jf.v13i4.13313

Abstract

Desa Hegarmanah yang masuk dalam wilayah Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis,Propinsi Jawa Barat yang memiliki lahan perkebunan coklat rakat yang cukup luas danberpotensi untuk terus dikembangkan. Para petani masih melakukan proses budidaya coklatdengan cara yang sederhana, begitu juga dengan proses pengolahan hasil panennya.Pengetahuan tentang pengolahan limbah hasil pengolahan biji coklat, terutama limbah pulpbelum diketahui oleh para kelompok tani coklat di sana. Oleh karena itu ProgramPengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan kepadamasyarakat mengenai pengolahan limbah pulp biji coklat menjadi minuman kesehatan cuka.Pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan memberikan pelatihan teknik fermentasiuntuk pembuatan minuman cuka, membuat fermentor yang dapat menghasilkan minumancuka dalam kapasitas besar dan memberikan pelatihan pembuatan kemasan yang baik.Melalui kegiatan ini masyarakat memiliki pengetahuan mengenai pengolahan limbah pulpbiji coklat menjadi produk yang memiliki nilai jual yaitu minuman kesehatan cuka. Hasil daripembuatan minuman dilakukan pemberian kuesioner dan hasilnnya adalah semua respondenyang mencoba produk memiliki rasa yang enak dan mereka berkeinginan membeli bilaproduk beredar di pasaran. Minuman cuka yang dihasilkan telah diperiksa kandungan logamberat dan cemaran mikrobanya. Minuman cuka tidak mengandung logam berat Pb dan hasiluji cemaran mikrobanya memenuhi syarat.Kata kunci: pulp biji coklat, fermentasi, cuka coklat

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 3 (2025): Farmaka (November) (In Press) Vol 23, No 2 (2025): Farmaka (Juli) (In Press) Vol 23, No 1 (2025): Farmaka (Maret) (In Press) Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November) Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli) Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret) Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November) Vol 21, No 2 (2023): Farmaka (Juli) Vol 21, No 1 (2023): Farmaka (Maret) Vol 20, No 3 (2022): Farmaka (November) Vol 20, No 2 (2022): Farmaka (Juli) Vol 20, No 1 (2022): Farmaka (Maret) Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen) Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November) Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli) Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret) Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen) Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November) Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September) Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari) Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember) Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Februari) Vol 16, No 4 (2018): Prosiding Abstrak Pharmacopea 2018 Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September) Vol 16, No 3 (2018): Farmaka (September) Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus) Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni) Vol 15, No 4 (2017): Farmaka Desember Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember Vol 15, No 3 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Farmaka (Maret) Vol 15, No 1 (2017): Suplemen Vol 14, No 4 (2016): Farmaka Vol 14, No 3 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen Vol 14, No 1 (2016): Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement Vol 13, No 4 (2015): FARMAKA More Issue