cover
Contact Name
Angga Kautsar
Contact Email
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Editorial Address
Gedung Laboratorium I Fakultas Farmasi, UNPAD Jl. Raya Jatinangor KM 21, Bandung-Sumedang, Indonesia 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Farmaka
ISSN : 16931424     EISSN : 27163075     DOI : https://doi.org/10.24198/
Core Subject : Health, Science,
Farmaka is replacement for Pharmaceutical Bulletin, published since 1991, with a frequency of four times a year. Editors accept scholarly works of research results and literature review which was closely related to the science, pharmaceutical technology and practice.
Articles 784 Documents
REVIEW : PENGGUNAAN METODE ANALISA DALAM PENGUJIAN KANDUNGAN ZAT BERBAHAYA DALAM KOSMETIKA RIZQA NURUL AULIA; Ade Zuhrotun
Farmaka Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i3.34394

Abstract

Kosmetik merupakan sediaan yang produknya paling banyak digunakan oleh masyarakat disemua kalangan mulai dari bayi hingga dewasa. Kosmetik digunakan pada bagian luar tubuh sebagai barang yang dimaksudkan untuk membersihkan, mempercantik, mempromosikan daya tarik, atau mengubah penampilan. Namun, tidak jarang ditemukan zat-zat berbahaya yang terkandung dalam kosmetik, sehingga perlu dilakukannya pengujian terhadap zat berbahaya dalamnya. Review ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait metode analisa yang tepat untuk mengidentifikasi zat berbahaya yang terkandung dalam kosmetik. Metode yang digunakan yaitu dengan studi literatur review artikel. Hasil dari review yang telah dilakukan yaitu masih banyak zat berbahaya yang terdapat dalam kosmetik diantaranya merkuri, timbal, cadmium, arsenic, bismuth, dan titanium, pewarna tekstil, asam retinoat dan alcohol yang ditambahkan berlebih. Zat –zat berbahaya ini dapat diidentifikasi dengan berbagai metode analisa diantaranaya AAS, FAAS, ICP-AES, ICP-MS, LCMS, Spektrofotometri Uv-Vis, KLT, dan Gas chromatography.Kata Kunci : Kosmetik, zat berbahaya, metode analisa
Adverse Drug Events Pengunaan Valproat pada Penelitian Klinis Angela Aprilia Karyadi; Irma Melyani Puspitasari
Farmaka Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i2.32814

Abstract

Valproat adalah obat antiepilepsi generasi pertama yang banyak digunakan, terutama pada pengobatan epilepsi dan gangguan bipolar. Valproat memiliki spektrum aktivitas yang sangat luas, memiliki efikasi yang baik, dan secara farmakoekonomi efektif karena aman dan murah. Namun, adverse drug events (ADE) telah dilaporkan sehubungan dengan penggunaan asam valproat, baik sebagai monoterapi atau politerapi dengan obat antiepilepsi lain atau obat antipsikotik. Sebanyak 14 artikel yang memuat uji klinis dari berbagai jenis valproat serta turunannya yang meliputi asam valproat, sodium valproat, divalproat, divalproex sodium (asam valproat 1:1 sodium valproat), serta bentuk semi-sodium lainnya dari valproat telah dikumpulkan. Artikel-artikel tersebut memuat valproat sebagai obat uji, obat pembanding, serta ajuvan. Adverse drug events valproat adalah kenaikan berat badan, dehidrasi, disfungsi hati, gangguan pada sistem saraf berupa somnolen dan rasa kantuk, gangguan latensi P300 dan P100, tremor, akathisia, gangguan gastrointestinal, trombositopenia, gangguan menstuasi, gangguan saluran pernapasan, serta gangguan kulit berupa kerontokan rambut dan alopecia. Gangguan metabolik berupa kenaikan berat badan adalah ADE yang paling sering ditemukan dalam pemakaian valproat.
REVIEW ARTIKEL: KESALAHAN PENGOBATAN DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN FITRI NURJANAH; DOLIH GOZALI
Farmaka Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i3.34841

Abstract

Kesalahan pengobatan merupakan suatu masalah yang sering terjadi di fasilitas pelayanan kesehatan. Kesalahan pengobatan dapat terjadi pada beberapa fase yaitu fase prescribing, transcribing, dispensing dan administrating Kesalahan pengobatan dapat merugikan pasien dan berpotensi membahayakan pasien dalam proses pengobatan ataupun perawatan sesuai dengan dampak klinisnya. Review artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait kejadian kesalahan pengobatan di fasilitas pelayanan kesehatan, faktor penyebab yang bervariasi pada setiap tahapahnya dan berbagai strategi  yang telah dilakukan untuk mencegah terjadinya medication error.Kata kunci: Medication error, prescribing, transcribing, dispensing, administrating
Review Artikel: Metode Analisis Vitamin D3 Dalam Sampel Sediaan Solid MAURA SYAFA ISLAMI
Farmaka Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i2.27116

Abstract

Vitamin D merupakan zat larut lemak yang sangat penting bagi hewan dan manusia, yang terdiri atas vitamin D2 (ergokalsiferol) dan D3 (kolekalsiferol). Saat ini, banyak industri yang mulai memproduksi suplemen vitamin D untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan asupan vitamin hariannya, sehingga mendorong adanya penelitian-penelitian terkait analisis vitamin D yang akurat, sensitif dan efisien pada sediaan farmasi atau sediaan lainnya untuk keperluan kontrol kualitas. HPLC menjadi salah satu metode yang banyak digunakan untuk analisis vitamin D dengan ultraviolet (UV) dan diode array detector (DAD) sebagai detektor. Selain instrumen, metode preparasi sampel seperti ekstraksi merupakan hal yang sangat krusial. Terdapat beberapa metode analisis vitamin D3 yang dipublikasikan beberapa tahun belakangan ini. Adapun dalam memilih metode mana yang dapat diaplikasikan, beberapa kriteria seperti LOD dan LOQ, ketersediaan alat dan bahan, dan kecepatan waktu analisis menjadi salah satu pertimbangan.
REVIEW: TERAPI UNTUK MENGHENTIKAN KEBIASAN MEROKOK (SMOKING CESSATION) GARNISA, INGKA TISYA
Farmaka Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i2.22374

Abstract

Merokok merupakan kebiasaan yang dapat membahayakan kesehatan baik bagi pengguna maupun orang-orang di sekitarnya yang menghirup asap dari rokok tersebut. Alasan kecanduan merokok diantaranya karena terdapat kandungan nikotin yang merupakan zat adiktif utama pada rokok. Review artikel ini bertujuan untuk memberikan berbagai pilihan terapi bagi pengguna yang ingin menghentikan kebiasaan merokok. Sumber data yang digunakan untuk dijadikan referensi pada review artikel ini terdiri dari dari 26 jurnal internasional, 5 text book, dan 1 website resmi. Dari review artikel ini didapatkan bahwa terapi untuk menghentikan kebiasaan merokok adalah terapi farmakologi dengan obat dan non farmokologi secara pendekatan perilaku. Terapi akan lebih efektif dengan menggabungkan pendekatan perilaku dan farmakologi. Terapi farmakologi lini pertama yang disetujui Food and Drug Administration (FDA) diantaranya varenicline, bupropion extend release, dan Nicotine Replacement Therapy (NRT). Kata Kunci: merokok, nikotin, terapi pemberhentian merokok ABSTRACTSmoking is habit that can be harmful for health, both the smoker and the people around who smoke from the cigarette. The reasons for smoking addiction include nicotine which is the main addictive substance in cigarettes. This article review aims to provide a variety of smoking cessation therapies. Data sources used as references in this article review consist of 26 International journals, 5 textbooks, and 1 official website. From the review of this article, therapy of smoking cessation divided into two therapies, they are pharmacology therapy with some drug and non-pharmacology by behavioral. It was found that combined between behavioral and pharmacology are more effective than itself. The first line drugs based on FDA are varenicline, bupropion extend release, and Nicotine Replacement Therapy (NRT).Keywords: smoking, nicotine, smoking cessation therapy
PENDEKATAN QUALITY BY DESIGN (QbD) DALAM VALIDASI PROSES PRODUKSI SEDIAAN TABLET SEBAGAI SALAH SATU ALAT PENJAMINAN MUTU PRODUK DI INDUSTRI FARMASI Dede Jihan Oktaviani; Sriwidodo Sriwidodo
Farmaka Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i3.34899

Abstract

Validasi proses produksi merupakan proses terdokumentasi yang membuktikan bahwa suatu proses akan menghasilkan produk yang sesuai spesifikasi dan atribut mutu yang telah ditetapkan sebelumnya secara konsisten. Untuk melakukan validasi proses, tren yang berkembang saat ini ialah dengan menggunakan pendekatan Quality by Design (QbD). Artikel review ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait penerapan pendekatan QbD dalam validasi proses produksi sediaan tablet yang menjadi salah satu alat dalam penjaminan mutu produk di industri farmasi. Metode yang dilakukan yaitu penelusuran pustaka dari database yang tersedia secara online dari Google Scholar. Hasil yang diperoleh berdasarkan review yaitu penerapan QbD berguna dalam tahap 1 validasi proses produksi obat (desain proses), dalam artikel ini mengacu pada tablet, dimana terdapat elemen-elemen kritis yang ditetapkan dalam proses untuk menjamin mutu sediaan. Selain itu, validasi proses menjadi penting untuk diterapkan di industri farmasi karena validasi proses merupakan elemen kunci dalam penjaminan mutu produk farmasi karena pengujian akhir dari produk jadi tidaklah cukup untuk menjamin mutu suatu produk.
REVIEW ARTIKEL: PERAN ZINK, VITAMIN C DAN D DALAM MENINGKATKAN IMUNITAS TUBUH Diah Siti Fatimah; Dolih Gozali
Farmaka Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i3.34787

Abstract

Saat ini, dunia sedang menghadapi pandemi Covid-19 yang disebabkan oleh virus SARS-COV-2. Oleh karena penyebarannya yang sangat cepat, maka sistem imun yang kuat diperlukan untuk melindungi tubuh dan mencegah infeksi Covid-19. Nutrisi seperti vitamin dan mineral memiliki peran penting dalam pengaturan fungsi fisiologis, termasuk sistem imun. Zink, Vitamin C dan D merupakan salah satu nutrisi yang diketahui dapat meningkatkan imunitas. Dalam review artikel ini, dibahas peran zink, vitamin C dan D dalam imunitas terkait dengan Covid-19. Dapat disimpulkan bahwa zink, vitamin C dan D memiliki ativitas sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan berperan sebagai imunomodulator dalam imunitas bawaan dan adaptif serta berperan dalam menjaga integritas epitel penghalang. Oleh karena itu, zink, vitamin C dan D dapat bermanfaat dalam meningkatkan imunitas tubuh dalam melawan infeksi, termasuk Covid-19. Hasil studi klinis diperlukan untuk mendukung dan memperjelas peran zink, vitamin C dan D terkait Covid-19.
REVIEW: ISOLASI SENYAWA TURUNAN BETALAIN DAN AKTIVITAS FARMAKOLOGI SENYAWA BETANIN DARI TANAMAN Rivina humilis L. Franatalia Sinaga; Rezsitta Oknine Husein; Maryam Hasymia Ishmatullah; Rania Aisha Nuralisa; Nisa Amalia; Bagas Adi Prasetya Nugraha; Ade Zuhrotun
Farmaka Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i2.33069

Abstract

Bahan herbal telah mengalami peningkatan dalam pemanfaatannya dalam pengobatan. Salah satu tanaman yang berpotensi dimanfaatkan dalam pengobatan adalah Rivina humilis L. Betanin merupakan senyawa yang terkandung dalam buah dan daun tanaman Rivina Humilis L. yang merupakan pigmen warna dasar merah hingga merah tua. Senyawa ini memiliki aktivitas utama sebagai antioksidan dan memiliki aktivitas sebagai penghambat toksisitas hati yang telah teruji secara praklinik. Aktivitas yang telah teruji klinik adalah sebagai alternatif terapi suplemen dalam mengatasi stress oksidasi, inflamasi, menurunkan kadar gula darah dan penyakit yang berhubungan tentang penuaan. Metode yang digunakan dalam tinjauan artikel ini adalah dengan studi literatur pada mesin pencarian serta laman jurnal nasional maupun internasional lainnya dengan kata kunci “betanin”, “betanin isolation from Rivina humilis fruit” “getih-getihan”, “betanin identification”, dan “pharmacology activity of betanin”. Tujuan dari penulisan review artikel ini adalah untuk menguraikan alur isolasi senyawa turunan betalain dari tumbuhan Rivina humilis L. sampai dengan purifikasi betasianin dan betaxanthin sebagai turunan betalain untuk digunakan dalam uji bioaktivitas.
PELAYANAN SWAMEDIKASI DAN PERAN APOTEKER PADA PANDEMI COVID-19 YASMIN FATINAH; Marline Abdassah
Farmaka Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i3.34882

Abstract

ABSTRAKPeningkatan pelayanan swamedikasi saat ini dilakukan dalam upaya mencegah, dan mengobati penyakit COVID-19. Pengobatan yang dilakukan secara swamedikasi mengakibatkan potensi serius akibat adanya risiko penggunaan obat yang tidak tepat. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan pengkajian terkait pelayanan swamedikasi dan peran apoteker sebagai tenaga kefarmasian yang bertanggung jawab dalam penyerahan obat. Metode yang digunakan dalam pembuatan artikel ini yaitu studi kepustakaan pada jurnal serta artikel ilmiah. Tinjauan dari artikel ini yaitu peningkatan swamedikasi pada pandemi COVID-19 disebabkan beberapa hal yang menimbulkan tantangan terkait penggunaan obat secara rasional, olehlkarenaaituiperananlapoteker sangatppentinguuntuk dapat memberikan informasi yang tepat terkait penggunaan obat pada pandemi COVID-19 sehingga dapat meminimalisir penggunaanuobatuyang tidak tepat.KataoKunci: Apoteker, swamedikasi, COVID-19IIABTRACTImprovements in self-medication services are currently being carried out to prevent and treat COVID-19 disease. Self-medication treatment has serious potential due to the risk of inappropriate drug use. Based on this, it is necessary to conduct an assessment related to self-medication services and the role of pharmacists as pharmacists who are responsible for drug delivery. The method used in making this article is literature study in journals and scientific articles. The review of this article is that the increase in self-medication in the COVID-19 pandemic is due to several things that pose challenges related to rational use of drugs, therefore the role of pharmacists is very important to be able to provide appropriate information regarding the use of drugs in the COVID-19 pandemic to minimize the use of inappropriate drugs.Keyword: Pharmacist, self-medication, COVID-19
REVIEW ARTIKEL : PELAYANAN KEFARMASIAN DAN PERAN APOTEKER PADA MASA PANDEMI COVID-19 BALQIST, SYARA NUR FITRI; BARLIANA, MELISA INTAN
Farmaka Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i2.32315

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) disebabkan oleh SARS-CoV-2 yang pertama kali terdeteksi pada akhir Desember 2019 di Wuhan, China. Seiring perkembangan waktu, COVID-19 telah dikonfirmasi di banyak negara, dan dikategorikan sebagai pandemi oleh World Health Organization (WHO) pada 11 Maret 2020. Pelayanan kefarmasian memberikan jaminan keamanan obat untuk pasien COVID-19. Review artikel ini merangkum manajemen penyediaan obat dan pelayanan kefarmasian serta peran apoteker pada masa pandemi untuk memberikan edukasi dalam rangka pencegahan COVID-19. Kegiatan manajerial di apotek harus mendukung pelayanan kefarmasian dengan menyediakan pasokan obat terkait COVID-19 dan produk pencegahan yang memadai, mengikuti pedoman dan memberikan pelatihan staf yang memadai. Apoteker harus menggunakan berbagai pendekatan untuk menyediakan pelayanan kefarmasian dalam pemberian obat, konsultasi dan rujukan, manajemen penyakit kronis, penggunaan infus yang aman, pendidikan pasien, panduan perawatan di rumah dan dukungan psikologis untuk mempromosikan pengendalian pandemi COVID-19 dan memastikan penggunaan pengobatan yang aman di masyarakat pasien selama pandemi.

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 3 (2025): Farmaka (November) (In Press) Vol 23, No 2 (2025): Farmaka (Juli) (In Press) Vol 23, No 1 (2025): Farmaka (Maret) (In Press) Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November) Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli) Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret) Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November) Vol 21, No 2 (2023): Farmaka (Juli) Vol 21, No 1 (2023): Farmaka (Maret) Vol 20, No 3 (2022): Farmaka (November) Vol 20, No 2 (2022): Farmaka (Juli) Vol 20, No 1 (2022): Farmaka (Maret) Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen) Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November) Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli) Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret) Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen) Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November) Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September) Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari) Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember) Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Februari) Vol 16, No 4 (2018): Prosiding Abstrak Pharmacopea 2018 Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September) Vol 16, No 3 (2018): Farmaka (September) Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus) Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni) Vol 15, No 4 (2017): Farmaka Desember Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember Vol 15, No 3 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Farmaka (Maret) Vol 15, No 1 (2017): Suplemen Vol 14, No 4 (2016): Farmaka Vol 14, No 3 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen Vol 14, No 1 (2016): Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement Vol 13, No 4 (2015): FARMAKA More Issue