cover
Contact Name
Angga Kautsar
Contact Email
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Editorial Address
Gedung Laboratorium I Fakultas Farmasi, UNPAD Jl. Raya Jatinangor KM 21, Bandung-Sumedang, Indonesia 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Farmaka
ISSN : 16931424     EISSN : 27163075     DOI : https://doi.org/10.24198/
Core Subject : Health, Science,
Farmaka is replacement for Pharmaceutical Bulletin, published since 1991, with a frequency of four times a year. Editors accept scholarly works of research results and literature review which was closely related to the science, pharmaceutical technology and practice.
Articles 784 Documents
Aktivitas Antiinsomnia dari Beberapa Ekstrak Tanaman Terhadap Mencit HANUM FIRDAUSYA
Farmaka Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i1.27322

Abstract

Insomnia is a symptom that is characterized by having difficulty sleeping, restless sleep and often wake up at night. Insomnia can occur due to a problem that afflicts life or from several illnesses suffered by someone. The use of plants used to treat and prevent various diseases has been used since time immemorial. The active compounds contained in plants are usually responsible for their biological properties which are used for various purposes in medicine and prevention. Based on searches, some plant extracts have antiinsomnia activity with different dosages and concentrations. Further investigation still needs to be in an effort to provide scientific and development information about plants that have the potential to have antiinsomnia activity.Keywords: Insomnia, Plants, Hypnotic-Sedative Drugs
Review Artikel: Menjaga Integritas Data Pada Proses Penanganan Sampel di Industri Farmasi MUHAMMAD NAUFAL MU'TASHIM; IDA MUSFIROH
Farmaka Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i1.29815

Abstract

Data merupakan fakta, angka dan statistik yang dikumpulkan bersama untuk referensi atau analisis dimana integritas dari suatu data penting untuk menjamin kualitas yang dihasilkan. Namun, masih terdapat berbagai masalah dalam proses pengambilan sampel dan preparasi sampel yang dapat berdampak pada integritas data. Industri farmasi dapat memanfaatkan perkembangan teknologi dengan menggunakan sistem barcoding selama proses penanganan sampel mulai dari pengumpulan sampel hingga preparasi sampel untuk menghindari terjadinya kesalahan, Sistem barcoding tersebut dapat meningkatkan integritas data yang dihasilkan serta dapat memangkas waktu pengerjaan menjadi lebih singkat.
REVIEW ARTIKEL: KAJIAN INTERAKSI OBAT PADA PASIEN GERIATRI DENGAN PERESEPAN POLIFARMASI Maulida, Riza; Puspitasari, Irma Melyani
Farmaka Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i1.32309

Abstract

ABSTRAK Interaksi obat pada usia lanjut (lansia) cenderung terjadi akibat adanya perubahan fisiologis pada tubuh seiring bertambahnya usia, sehingga berakibat terjadinya perubahan farmakokinetika dan farmakodinamika. Selain itu adanya komorbiditas menyebabkan pasien lansia mengkonsumsi banyak obat (polifarmasi) sehingga dapat berpotensi menimbulkan interaksi obat. Review literatur ini merupakan kajian interaksi obat yang terjadi pada pasien geriatri yang mendapatkan peresepan polifarmasi sehingga dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam peresepan obat pada geriatri. Metode yang digunakan dalam pengerjaan review literature ini adalah studi literatur yang berasal dari jurnal ilmiah dan e-book. Berdasarkan hasil studi literatur, didapatkan 6 jurnal yang memuat tentang interaksi obat-obat yang terjadi pada lansia dengan mekanisme yang umumnya terjadi adalah interaksi secara farmakodinamik.Kata Kunci: geriatri, interaksi obat, polifarmasi                                          ABSTRACT Drug interactions in the elderly tend to occur due to physiological changes in the body with age, resulting in changes in pharmacokinetics and pharmacodynamics. In addition, there are comorbidities that cause elderly patients to consume a lot of drugs (polypharmacy), which can potentially lead to drug interactions. This literature review is a study of drug interactions that occur in geriatric patients who are prescribed polypharmacy so that it can be used as a consideration in prescribing drugs in geriatrics. The method used in the work of this literature review is literature study from scientific journals and e-books. Based on the results of a literature study, 6 journals were found that contained drug-drug interactions that occurred in the elderly with the most common mechanism being pharmacodynamic interactions.Keywords: geriatrics, drug interactions, polypharmacy
REVIEW ARTIKEL: TUMBUHAN HERBAL SEBAGAI TERAPI KOMPLEMEN KANKER PARU BRIGITTA TIARA PUTRI PRIYANTONO; ANAS SUBARNAS
Farmaka Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i1.27917

Abstract

AbstrakKematian akibat kanker paru menduduki peringkat pertama di dunia, termasuk di Indonesia, apabila dibandingkan dengan jenis kanker lainnya. Terapi utama penyakit ini adalah kemoterapi dan operasi. Tetapi, pasien yang hanya menjalani terapi konvensional tersebut seringkali mengalami efek samping yang tidak diinginkan seperti mual, diare, depresi, dan sulit tidur. Konsumsi herbal yang merupakan bagian dari terapi komplemen dan alternatif telah banyak digunakan dalam pengobatan berbagai jenis penyakit. Hasil dari studi literatur ini menunjukkan bahwa penggunaan herbal sebagai terapi komplemen dalam pengobatan kanker paru dapat meningkatkan kualitas hidup dan meringankan efek samping dari kemoterapi.Kata Kunci: kanker paru, terapi komplemen, herbalAbstractLung cancer deaths are ranked first in the world, including in Indonesia, compared with other types of cancer. The main treatment of this disease is chemotherapy and surgery. However, patients who only underwent conventional therapy often experience unwanted side effects such as nausea, diarrhea, depression and sleeplessness. Consumption of herb that is part of complementary and alternative medicine has been widely used in the treatment of various diseases. The results of this literature study show that the use of herbs as complement therapy in lung cancer management can improve quality of life and alleviate the side effects of chemotherapy.Keywords: lung cancer, complement therapy, herbs
PERKEMBANGAN POLYMERASE CHAIN REACTION (PCR) DAN RAPID DIAGNOSTIC TEST (RDT) SEBAGAI PENGUJIAN COVID-19 KENNY DWI SIDHARTA; JAMES PRASETYO LAKSONO; TINA ROSTINAWATI
Farmaka Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i1.29823

Abstract

Pandemi COVID-19 yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 saat ini tengah menjadi masalah kesehatan global. Bila tidak ditangani dengan baik, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi fatal terutama pada pasien-pasien tertentu. Salah satu tahapan dalam menegakkan diagnosis COVID-19 adalah dengan uji laboratorium. Saat ini, WHO telah menetapkan beberapa metode untuk pengujian laboratorium COVID-19, di antaranya menggunakan PCR dan RDT. Artikel ini mengulas perkembangan metode PCR dan RDT saat ini sebagai pengujian COVID-19.  Ditemukan bahwa sampai saat ini metode PCR lebih direkomendasikan dalam pemeriksaan infeksi SARS-CoV-2 sementara pengembangan dan validasi dari metode RDT masih diperlukan untuk meningkatkan efektifitasnya.
Review Artikel: Berbagai Bentuk Liposomal Herbal untuk Sistem Penghantaran Transdermal APRINI, AMELIA; Mita, Soraya Ratnawulan
Farmaka Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i2.32728

Abstract

Liposom merupakan suatu vesikel bulat yang tersusun dari fosfolipid bilayer yang dapat digunakan sebagai pembawa obat untuk mencapai organ target. Saat ini, penggunaan obat herbal sering dianggap sebagai alternatif dari obat sintesis dikarenakan efek samping yang lebih sedikit. Namun, dikarenakan kelarutan, permeabilitas, stabilitas, serta bioavaibilitas senyawa bahan alam yang rendah, maka pembuatan obat herbal perlu dilakukan modifikasi dengan menggunakan sistem pembawa untuk meningkatkan efek terapeutik dan bioavaibilitasnya. Rute pemberian obat herbal melalui transdermal juga sedang banyak dikembangkan karena cara penggunaannya yang mudah dan nyaman. Sediaan transdermal merupakan sediaan yang menghantarkan obat melalui rute pemberian kulit (transdermal) dan dapat memberikan efek sistemik. Sistem pembawa yang dapat digunakan untuk obat herbal dengan sediaan transdermal diantaranya adalah liposom, etosom, fitosom, transfersom, proliposom, niosom. Review artikel ini mengacu hasil penelitian yang dipublikasi pada jurnal selama 10 tahun kebelakang.Kata Kunci: Liposom, obat herbal, sediaan transdermal
REVIEW : POTENSI SEL DENDRITIK SEBAGAI VAKSIN COVID-19 DAN PERBANDINGANNYA DENGAN VAKSIN YANG TELAH BEREDAR DI INDONESIA ADIRA RAHMAWATY; Keri Lestari
Farmaka Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i3.33638

Abstract

Covid 19 merupakan pandemi yang masih dihadapi hingga saat ini. Berbagai penelitian dilakukan untuk mencari agar dunia dapat kembali beraktivitas seperti sebelumnya, mulai dari penelitian obat hingga vaksin. Vaksin menjadi hal yang sangat populer akhir-akhir ini terutama di Indonesia. Hadirnya berbagai macam vaksin membawa efektifitas dan keunggulannya masing-masing, di satu sisi Indonesia sendiri melakukan penelitian dan pengembangan vaksin dalam negeri salah satunya vaksin nusantara. Metode yang digunakan untuk membuat vaksin ini berbeda dengan vaksin-vaksin yang sudah beredar di Indonesia. Vaksin nusantara ini menggunakan sel dendritik sehingga pembuatan dan penggunaan vaksin ini berdasarkan individu masing-masing. Sel dendritik memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi vaksin Covid 19. Berdasarkan hal tersebut didapatkan 318 artikel riset yang berkaitan dengan kata kunci dan 25 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Pengembangan sel dendritik untuk menjadi vaksin memang masih belum banyak dilakukan, sel dendritik sendiri selama ini dimanfaatkan sebagai terapi untuk pengobatan beberapa kanker. Pengembangan sel dendritik menjadi salah satu kandidat vaksin Covid 19 merupakan suatu hal yang menjadi tantangan karena segi efektifitas dan efisiensi dalam pembuatan vaksin tersebut hingga masalah biaya yang perlu ditanggung.
DISPERSI PADAT SEBAGAI METODE PENINGKATAN KELARUTAN BAHAN OBAT DALAM TABLET: FORMULASI DAN KARAKTERISASI Aslamnur Fikri Ramadhana; Anis Yohana Chaerunisa; Iyan Sopyan
Farmaka Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i2.34014

Abstract

Kelarutan adalah salah satu faktor fisikokimia penting yang mempengaruhi pelepasan bahan aktif obat dalam formulasi tablet. Peningkatan kelarutan menjadi salah satu parameter yang terus dikembangkan dalam meningkatkan ketersediaan obat. Diperkirakan 40% zat obat baru yang ditemukan memiliki kelarutan dalam air yang buruk. Berbagai metode digunakan untuk meningkatkan kelarutan, namun metode tersebut masih memiliki keterbatasan. Dispersi padat adalah sebuah metode yang cukup menjanjikan untuk meningkatkan kelarutan bahan obat. Dispersi padat memiliki berbagai kelebihan dibandingkan dengan metode tradisional. Dispersi padat terbukti dapat meningkatkan kelarutan obat yang sulit larut. Review artikel ini akan menjelaskan keuntungan dan kerugian dispersi padat, metode pembuatan dispersi padat, formulasi tablet dispersi padat, dan karakterisasi tablet dispersi padat.Kata kunci: dispersi padat, kelarutan, ketersediaan hayati, teknologi dispersi padat, polimer.
REVIEW ARTIKEL: EFIKASI TERAPI REMDESIVIR PADA PASIEN CORONAVIRUS DISEASES-19 (COVID-19) LISTIANI, NITA; DIANTINI, AJENG
Farmaka Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i2.32322

Abstract

Pada akhir tahun 2019, COVID-19 mulai menyebar ke seluruh belahan dunia, virus ini merupakan tipe baru dari coronavirus (SARS-Cov-2) dan pertama kali ditemukan di Wuhan,China. Hingga saat ini, Covid-19 masih menjadi pandemi yang terus meningkat jumlah kasusnya.  Berbagai penelitian terkait pengobatan penyakit ini banyak dipublikasikan, salahsatunya adalah terapi menggunakan antiviral remdesivir yang telah terbukti secara in vitro berefek pada SARS-Cov-2. Tujuan artikel ini adalah untuk mengetahui efikasi terapi remdesivir pada pasien Covid-19. Metode yang digunakan dalam penyusunan review artikel ini adalah systematic review dengan menggunakan database jurnal PubMed dan NCBI terkait terapi remdesivir melalui uji klinis. Berdasarkan hasil penelusuran, terapi remdesivir pada pasien Covid-19 dengan dosis muatan 200 mg i.v dan dilanjutkan dengan dosis 100 mg i.v rentang terapi 5-10 hari pada beberapa penelitian  memberikan hasil positif yaitu efek waktu pemulihan yang lebih cepat dan menurunnya gejala secara signifikan pada pasien Covid-19. Kata Kunci: Covid-19, Terapi, Remdesivir, Efikasi
Review Artikel: Pelayanan Telefarmasi di Masa Pandemi Covid-19 Wifaaq Ulima Putri; Imam Adi Wicaksono
Farmaka Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i3.34890

Abstract

Pelayanan telefarmasi merupakan kegiatan pelayanan penyediaan perawatan kefarmasian melalui penggunaan teknologi telekomunikasi dan informasi kepada pasien dari jarak jauh. Tujuan dibuatnya review artikel ini adalah untuk menganalisis pentingnya pelayanan telefarmasi di masa Covid-19 dengan memberikan gambaran secara singkat tentang pengertian telefarmasi, cara mengimplementasikan pelayanan telefarmasi, peran apoteker dalam pelayanan telefarmasi serta hasil evaluasi pelayanan telefarmasi dari beberapa negara seperti Australia, Amerika Serikat, Spnayol dan Uni Emirat Arab melalui metode review untuk 23 jurnal penelitian. Sehingga dapat diketahui bahwa pelayanan telefarmasi dapat membantu memaksimalkan pelayanan kefarmasian di masa pandemi Covid-19, dan dengan adanya hasil evaluasi dari negara lain, diharapkan dapat dijadikan acuan bagi Indonesia dalam membuat kebijakan dan prosedur terpadu untuk melaksanakan pelayanan telefarmasi kedepannya.Kata kunci: Telefarmasi, Peran Apoteker, Evaluasi Telefarmasi

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 3 (2025): Farmaka (November) (In Press) Vol 23, No 2 (2025): Farmaka (Juli) (In Press) Vol 23, No 1 (2025): Farmaka (Maret) (In Press) Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November) Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli) Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret) Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November) Vol 21, No 2 (2023): Farmaka (Juli) Vol 21, No 1 (2023): Farmaka (Maret) Vol 20, No 3 (2022): Farmaka (November) Vol 20, No 2 (2022): Farmaka (Juli) Vol 20, No 1 (2022): Farmaka (Maret) Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen) Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November) Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli) Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret) Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen) Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November) Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September) Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari) Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember) Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Februari) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen) Vol 16, No 4 (2018): Prosiding Abstrak Pharmacopea 2018 Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September) Vol 16, No 3 (2018): Farmaka (September) Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus) Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni) Vol 15, No 4 (2017): Farmaka Desember Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember Vol 15, No 3 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Farmaka (Maret) Vol 14, No 4 (2016): Farmaka Vol 14, No 3 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen Vol 14, No 2 (2016): Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement Vol 14, No 1 (2016): Farmaka Vol 13, No 4 (2015): FARMAKA More Issue