cover
Contact Name
Angga Kautsar
Contact Email
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Editorial Address
Gedung Laboratorium I Fakultas Farmasi, UNPAD Jl. Raya Jatinangor KM 21, Bandung-Sumedang, Indonesia 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Farmaka
ISSN : 16931424     EISSN : 27163075     DOI : https://doi.org/10.24198/
Core Subject : Health, Science,
Farmaka is replacement for Pharmaceutical Bulletin, published since 1991, with a frequency of four times a year. Editors accept scholarly works of research results and literature review which was closely related to the science, pharmaceutical technology and practice.
Articles 784 Documents
REVIEW : VERIFIKASI METODE ANALISIS OBAT RAMADHAN, SAQILA ALIFA; Musfiroh, Ida
Farmaka Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i3.32328

Abstract

Obat adalah bahan atau panduan bahan yang digunakan dalam peningkatan kesehatan manusia. Untuk memastikan keberhasilan pengobatan, obat harus terbukti berkhasiat, aman, dan berkualitas. Ketiga hal tersebut dapat tercapai dengan melakukan pengawasan mutu selama proses produksi berlangsung. Proses pengawasan mutu obat dilakukan dengan serangkaian pengujian kualitatif dan kuantitatif menggunakan metode analisis yang telah terverifikasi. Verifikasi metode analisis adalah sebuah konfirmasi ulang untuk memastikan kesesuaian metode analisa. Pada review artikel ini akan dipaparkan mengenai pengertian dan parameter pengujian dalam pelaksanaan verifikasi metode analisis obat.
REVIEW: AKTIVITAS ANTIHIPERLIPIDEMIA DARI BEBERAPA TUMBUHAN FAMILI APIACEAE Pramesti, Ardhia Kirana; Subarnas, Anas; Indradi, Raden Bayu
Farmaka Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i2.33986

Abstract

Hiperlipidemia merupakan keadaan terganggunya metabolisme lipid yang berdampak pada peningkatan kadar kolesterol total, trigliserida (TG), dan kadar kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein). Pasien dengan hiperlipidemia pada awalnya disarankan untuk melakukan modifikasi gaya hidup apabila tidak berhasil akan dilanjutkan dengan terapi obat antihiperlipidemia antara lain obat golongan statin, asam nikotinat, fibrat, ezetimibe, inhibitor PCSK9, bile acid sequestrant, dan asam lemak omega 3, namun penggunaan obat antihiperlipidemia secara jangka panjang kerap menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan, sehingga perlu dicari alternatif pengobatan dengan efek samping yang minimal terutama dari bahan alam. Review ini bertujuan untuk mengulas beberapa tumbuhan dari famili Apiaceae yang memiliki aktivitas antihiperlipidemia untuk memberikan informasi mengenai penggunaannya secara tradisional dan mengetahui kandungan senyawa kimia yang berperan sebagai antihiperlipidemia. Pencarian sumber review artikel menggunakan basis data Google Scholar dan PubMed dengan kata kunci “Tumbuhan Apiaceae”, “Aktivitas antihiperlipidemia … secara in vivo”, “Antihyperlipidemic activity … in vivo [All Field], “Traditional use of … [All Field], dan lainnya. Hasil penelitian-penelitian yang diulas terdapat 12 tumbuhan dari famili Apiaceae yang memiliki aktivitas antihiperlipidemia dan berdasarkan pengujian in vivo menunjukkan hasil yang signifikan terhadap perubahan profil lipid. Tumbuhan yang berasal dari famili Apiaceae digunakan secara tradisional untuk menangani hipertensi, menurunkan kolesterol, masalah pencernaan, dan gangguan pernapasan. Kandungan senyawa yang memiliki aktivitas antihiperlipidemia antara lain apigenin, asam p-kumarat, furanocoumarin, kumarin, dan linalool.
REVIEW ARTIKEL: PERBANDINGAN EFIKASI, EFISIENSI DAN KEAMANAN VAKSIN COVID-19 YANG AKAN DIGUNAKAN DI INDONESIA WITKA, BESKA ZAUSHA; WICAKSONO, IMAM ADI
Farmaka Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i2.32298

Abstract

Virus corona-beta terbaru (SARS-CoV-2) merupakan virus yang dengan sangat mudah dapat menyebar melalui kontak langsung antar manusia dan dapat menyebabkan gejala yang beragam, dimulai dari tanpa gejala, gejala seperti flu ringan hingga sindrom gangguan pernapasan akut, pneumonia dan kematian. Meskipun mengembangkan herd immunity melalui kekebalan alami yang didapatkan dari infeksi memungkinkan untuk mengontrol pandemi COVID-19, jumlah kematian dan konsekuensinya akan sangat merugikan dan bahkan menghancurkan. Oleh karena itu, mengembangkan vaksin yang efektif menjadi sangat penting dan dianggap sebagai satu-satunya cara praktis untuk membentuk herd immunity. Reviewartikel ini bertujuan untuk memberikan informasi serta pemahaman bagi publik mengenai vaksin COVID-19 yang akan digunakan di Indonesia, baik dari segi efikasi (khasiat), efisiensi, serta keamananya. Diharapkan penerimaan publik terhadap vaksin COVID-19 akan meningkat, begitu pula dengan tingkat partisipasi masyarakat sebagai penerima vaksin COVID-19. Terdapat 7 jenis vaksin COVID-19 yang akan digunakan di Indonesia yaitu vaksin yang diproduksi oleh Moderna (mRNA-1273), BioNTech/Pfizer (BNT162b2), AstraZeneca (AZD1222), Sinovac (Coronavac), Sinopharm (BBIBP-CorV), Novavax (NVX-CoV2373) dan PT Bio Farma. Ketujuh vaksin tersebut tidak ada yang paling efektif, efisien dan cocok untuk segala kondisi. Hal ini dikarenakan setiap vaksin memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Walaupun demikian setiap vaksin telah dibuktikan aman secara klinis dan sudah mendapatkan izin penggunaan darurat di berbagai negara.Kata kunci: vaksin COVID-19, efikasi, efisiensi, keamanan
REVIEW ARTIKEL: MANAJEMEN PENGOBATAN HIPERTENSI PADA PASIEN COVID-19 SAUSAN RIHHADATULAISY; Iyan Sopyan
Farmaka Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i3.34886

Abstract

 ABSTRAKCoronavirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit pandemi global yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) dan muncul pertama kali di kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, China pada Desember 2019. SARS-CoV-2 merupakan virus yang berikatan dengan ACE2 di paru-paru sehingga penggunaan penghambat angiotensin converting enzym (ACE inhibitor) dan angiotensin receptor blockers (ARB) secara teoritis dapat meningkatkan pengikatan SARS-Cov-2 ke paru-paru serta efek patofisiologisnya menyebabkan cedera paru yang lebih besar dan penggunaannya pada pasien COVID-19 untuk mengontrol hipertensi masih dipertanyakan. Maka karena itu, tujuan review artikel ini untuk mengkaji management pengobatan hipertensi pada pasien COVID-19. Hasil yang didapatkan bahwa belum ada bukti klinis atau ilmiah bahwa penggunaan ACE inhibitor atau ARB berbahaya, sehingga penggunaan ACE inhibitor atau ARB lebih disarankan dibandingkan dengan golongan antihipertensi lain untuk mengontrol tekanan darah pada pasien COVID-19.
REVIEW ARTIKEL CELLULOSE NANOFIBER : ISOLASI, KARAKTERISASI, DAN APLIKASI DI BIDANG FARMASI Fitriani, Anisa Nur; Zakiyah, Neily
Farmaka Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i3.33639

Abstract

AbstrakBanyak sediaan farmasi yang menggunakan kemasan berbahan dasar plastik yang  bisa berdampak buruk bagi lingkungan. Oleh karena itu, banyak peneliti yang mencari alternatif lain sebagai pengganti plastik atau lebih dikenal sebagai bioplastik. Salah satu bahan baku bioplastik yang banyak di kembangkan saat ini yaitu cellulose nanofibril (CNF). Isolasi CNF terdiri dari dua tahap yaitu tahap pretreatment dan tahap produksi. Tahap pretreatment memiliki beberapa jenis metode diantaranya pembuatan pulp, oksidasi TEMPO, hidrolisis enzim, hidrolisis asam, dan bleaching. Beberapa jenis metode dalam tahap produksi yaitu, homogenisasi, mikrofluidisasi, penggilingan ultra-fine friction, ekstruksi, ultrasonifikasi, dan cryocrushing. Karakterisasi terpenting dari CNF yang dihasilkan yaitu morfologi, derajat fibrilasi, dan sifat reologi. Di bidang farmasi, CNF juga telah digunakan sebagai bahan kemasan dan modifikasi pelepasan serta penghantaran obat dari formulasi tablet dan kapsul.Kata Kunci: Selulosa nanofiber, Isolasi, Karakterisasi, Aplikasi di bidang farmasi. AbstractMany pharmaceutical preparations use plastic-based packaging which can be bad for the environment. Therefore, many researchers are looking for other alternatives as plastic substitutes or better known as bioplastics. One of the most current and widely developed bioplastic raw materials is cellulose nanofibrils (CNF). CNF isolation consists of two stages, the pretreatment stage and the production stage. The pretreatment stage has several types of methods including pulp making, TEMPO oxidation, enzyme hydrolysis, acid hydrolysis, and bleaching. Several types of methods are in the production stage, namely, homogenization, microfluidization, ultra-fine friction milling, extruction, ultrasonification, and cryocrushing. The most important characterizations of the resulting CNF were morphology, degree of fibrillation, and rheological properties. In the pharmaceutical field, CNF has also been used as a packaging material and modification of drug release and delivery from tablet and capsule formulations.Keywords: Cellulosa nanofiber, Isolation, Characterization, Application in pharmacy.
Perubahan Disintegran Pada Formula Tablet untuk Efisiensi Biaya Produksi KURNIASARI, NADYA GALUH; Saptarini, Nyi Mekar; Destiani, Dika Pramita
Farmaka Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i4.32278

Abstract

Formula alternatif diperlukan dalam proses pengembangan formula, formula ini dibuat untuk menurunkan biaya produksi tanpa menurunkan kualitas produk. Pada formula tablet yang akan dikembangkan dilakukan penggantian eksipien yaitu disintegran karena konsentrasi disintegran yang digunakan lebih tinggi jika dibandingkan eksipien lainnya dan memiliki harga yang cukup mahal. Disintegran pada formula sebelumnya adalah croscarmellose sodium dengan 5% yang merupakan jenis superdisintegran. Dalam mengganti disintegran diperlukan studi literatur untuk membandingkan kemampuan disintegran tersebut, selain itu juga harus mempertimbangkan harga dari bahan baku. Hasil studi literatur dan perbandingan harga, menunjukkan bahwa sodium starch glikolat dengan konsentrasi 4% merupakan disintegran yang paling tepat untuk menggantikan croscarmellose sodium.Kata kunci: Formula alternatif, disintegran, efisiensi biaya.
EVALUASI SISTEM PENYIMPANAN OBAT DI SALAH SATU GUDANG PEDAGANG BESAR FARMASI (PBF) DI KOTA BANDUNG Agatha, Alda Anjella Lady Carina Paska; Sopyan, Iyan
Farmaka Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i4.34601

Abstract

Sistem penyimpanan yang termasuk dalam aspek operasional pada Cara Distribusi Obat yang Baik(CDOB) di Pedagang Besar Farmasi (PBF) merupakan parameter yang sangat penting untuk menjagamutu produk. Sistem penyimpanan yang baik dan benar diatur dalam CDOB. Beberapa penelitianmenunjukkan bahwa gudang PBF yang menerapkan sistem penyimpanan sesuai CDOB dapatmempertahankan kualitas obat, menghindari penumpukan produk kedaluwarsa, maupun kerugianfinansial. Sedangkan gudang PBF yang tidak menerapkan CDOB mengalami beberapa kerugian yangberpengaruh terhadap produktivitas dari PBF tersebut. Oleh karena itu, evaluasi sistem penyimpananobat pada salah satu PBF di Kota Bandung perlu dilaksanakan. Penelitian ini dilaksanakan selamabulan Februari 2021 dengan metode observasional yang bersifat deskriptif dan evaluatif serta metodewawancara. Hasil penelitian mengenai sistem penyimpanan obat pada salah satu PBF di Kota Bandung menunjukkan bahwa sistem penyimpanan yang diterapkan oleh PBF tersebut sudah sesuai dengan CDOB pada aspek bangunan, peralatan, suhu, dan sistem penyimpanan itu sendiri. Akan tetapi, masih terdapat satu persyaratan CDOB yang belum diterapkan yaitu membersihkan kontainer obat yang diterima sebelum disimpan.
DIET RENDAH PROTEIN DENGAN PENAMBAHAN SUPLEMEN KOMBINASI ASAM AMINO ESENSIAL DAN KETOANALOG PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS Afra, Dinda Nur; Rusdiana, Taofik
Farmaka Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i4.32291

Abstract

Diet rendah protein merupakan salah satu bagian dari terapi nutrisi yang harus dilakukan pada pasien gagal ginjal kronis. Diet rendah protein dapat melindungi ginjal dan menunda kerusakan ginjal dengan mengurangi albuminuria dan fibrosis ginjal. Diet rendah protein yang lebih efektif adalah diet sangat rendah protein (Very Low Protein Diet, VLPD) (0,3-0,4 g/kg/hari) dengan penambahan suplemen kombinasi asam amino esensial (EAA) dan ketoanalog (KA). Banyak manfaat dari penggunaan KA yang disertai dengan VLPD seperti meningkatkan Glomerular Filtration Rate (GFR), menurunkan toksin uremik, memperbaiki metabolisme lemak dan manfaat lainnya. Penggunaan KA yang disertai dengan VLPD juga tidak menunjukkan efek samping atau toksisitas pada pasien gagal ginjal kronis.
EFEK SAMPING DAN MANAJEMEN OBAT COVID-19 PADA GANGGUAN FUNGSI GINJAL DAN HATI Siti Saleha; Sri Adi Sumiwi; Julisiana Sanggelorang; Iis Leniawati
Farmaka Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i4.34645

Abstract

COVID-19  (coronavirus disease) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus korona baru yaitu Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 atau SARS-CoV-2. Paru-paru menjadi organ utama yang terkait dalam COVID-19, namun beberapa organ lain seperti ginjal dan hati juga penting. Sebagian besar obat yang diterima pasien dieksresikan melalui ginjal dan atau mengalami metabolisme di hati. Oleh karena itu, perubahan fungsi ginjal atau hati secara signifikan dapat mempengaruhi konsentrasi obat karena gangguan ekskresi dan metabolisme, sehingga mengakibatkan toksisitas atau mengurangi efikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menelaah efek samping dan manajemen obat COVID-19 pada pasien dengan berbagai tingkat gangguan ginjal dan hati sehingga dapat menjadi pertimbangan bagi tenaga kesehatan. Pengobatan COVID-19 dalam penelitian ini mengacu pada Protokol Tata Laksana COVID-19 oleh Kementerian Kesehatan Indonesia. Pencarian literatur dilakukan menggunakan google, google scholar, PubMed dan NCBI. Secara menyeluruh, kemampuan metabolisme dan ekskresi obat remdesivir, oseltamivir, favipiravir, azitromisin, levofloxasin, deksametason, dan antikoagulan serta vitamin C yang digunakan pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal dan atau gangguan fungsi hati perlu dipertimbangkan. Rekomendasi dosis obat yang digunakan harus memperhatikan derajat gangguan ginjal dan atau hati sebelum dapat diterapkan.Kata kunci: COVID-19, fungsi ginjal, fungsi hati
ARTIKEL REVIEW: PENERAPAN LEAN MANAGEMENT & SIX SIGMA SEBAGAI TOOLS DALAM PENERAPAN CONTINOUS IMPROVEMENT DI INDUSTRI FARMASI SARAH, DEWI; Saptarini, Nyi Mekar; Nugraha, Aristo Fajar; Rambia, Ikhsan
Farmaka Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i4.33164

Abstract

Continual improvement menjadi landasan dari banyak industri manufaktur di dunia karena telah terbukti mampu menghilangkan pemborosan yang memberi nilai tambah produk/jasa dari perspektif konsumen. Industri farmasi mengadopsi konsep tersebut, untuk tujuan mengefektifkan biaya dari segi cycle time, pemasaran, pengemasan, memantau rantai pasok, dan streamline proses manufaktur. Pendekatan Lean Six Sigma adalah salah satu tools yang dapat digunakan untuk melakukan continous improvement. Tujuan kajian artikel ini adalah untuk mendeskripsikan cara implementasi continuous improvement dengan pendekatan Lean Six Sigma dan pengaruhnya terhadap industri farmasi. Metode dengan cara pencarian melalui electronic database dari jurnal yang telah dipublikasi melalui Google Scholar, ProQuest, PubMed, dan ScienceDirect. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian artikel adalah continuous improvement, lean management, Six Sigma dan industri farmasi Hasil kajian menemukan bahwa implementasi continuous improvement dengan pendekatan Lean Six Sigma secara signifikan memberikan pengaruh positif dalam memaksimalkan keuntungan dengan meminimalkan waste selama produksi serta mengeliminasi berbagai tipe pemborosan, seperti proses yang tidak sesuai, proses yang tidak perlu, produksi berlebih, pengerjaan ulang, inventaris dan work in process serta pengangkutan material dan pengurangan penanganan.Kata kunci: perbaikan terus-menerus, perampingan manajemen, Six Sigma, industri farmasi

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 3 (2025): Farmaka (November) (In Press) Vol 23, No 2 (2025): Farmaka (Juli) (In Press) Vol 23, No 1 (2025): Farmaka (Maret) (In Press) Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November) Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli) Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret) Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November) Vol 21, No 2 (2023): Farmaka (Juli) Vol 21, No 1 (2023): Farmaka (Maret) Vol 20, No 3 (2022): Farmaka (November) Vol 20, No 2 (2022): Farmaka (Juli) Vol 20, No 1 (2022): Farmaka (Maret) Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen) Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November) Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli) Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret) Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen) Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November) Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September) Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari) Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember) Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Februari) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen) Vol 16, No 4 (2018): Prosiding Abstrak Pharmacopea 2018 Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September) Vol 16, No 3 (2018): Farmaka (September) Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus) Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni) Vol 15, No 4 (2017): Farmaka Desember Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember Vol 15, No 3 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Farmaka (Maret) Vol 14, No 4 (2016): Farmaka Vol 14, No 3 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen Vol 14, No 2 (2016): Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement Vol 14, No 1 (2016): Farmaka Vol 13, No 4 (2015): FARMAKA More Issue