cover
Contact Name
Agung Suharyanto
Contact Email
agungsuharyanto@staff.uma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agungsuharyanto@staff.uma.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL AGRICA
Published by Universitas Medan Area
ISSN : 19798164     EISSN : 2541593x     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
AGRICA Journal of Agribusiness Agriculture which aims to container for researchers in the field of agribusiness agriculture to publish the results of research. Coverage of AGRICA includes agricultural economics, agricultural policy, marketing and banking, agribusiness entrepreneurship. AGRICA Journal of Agricultural Agribusiness is published by Magister Agribisnis Universitas Medan Area, Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 413 Documents
ANALISIS PENGEMBANGAN PERKEBUNAN KAKAO RAKYAT DI KABUPATEN DELI SERDANG PROVINSI SUMATERA UTARA Maharani, Corry; Siregar, Edy Batara; Siregar, M.Akbar
JURNAL AGRICA Vol 8, No 2 (2015): JURNAL AGRICA
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.68 KB) | DOI: 10.31289/agrica.v8i2.1078

Abstract

Cocoa is one of the plantation commodity whose role is quite important for the national economy besides oil palm, rubber and cocoa. Cultivation of cocoa commodity also play a role in encouraging the development of the region, providing jobs and incomes field farmers and agro-industry development. Deli Serdang Regency is one of the centers of cocoa porduksi people in the province of North Sumatra. In 2010, the area under cocoa plantation in Deli Serdang people of 6435.95 ha, 3760.76 production, productivity of 979.21 kg/ha/year and the number of households that looks as much as 9533.00. Deli Serdang is the second largest contributor to the production of cocoa shavings district in North Sumatra province. Based on the analysis, suggests that the cocoa commodity has a number of advantages to the development of the cocoa commodity in Deli Serdang Regency has great prospects and good. Cocoa plantation business people in Deli Serdang gain value, when based on price levels prevailing cocoa farm level (the purchase price at the collector). Financially cocoa plantation business people also deserve to be developed. The results showed that only partially variable parameters cocoa acreage of the previous year (when different variables) that significantly influenced the total area . While the other parameters the real price of cocoa, the real price of. Shift differential positive coefficient indicates that the partial commodities are cocoa plantation commodities do not have a competitive advantage in all areas of Deli Serdang. Competitive advantage and cocoa commodity acreage only in districts Sibolangit and Biru Biru.
EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI CABAI MERAH DI KECAMATAN WULUHAN KABUPATEN JEMBER Eliyatiningsih, Eliyatiningsih; Mayasari, Financia
JURNAL AGRICA Vol 12, No 1 (2019): JURNAL AGRICA
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.95 KB) | DOI: 10.31289/agrica.v12i1.2192

Abstract

Cabai merah merupakan komoditas hortikultura unggulan yang bernilai ekonomis tinggi dan banyak dibudidayakan petani di Indonesia. Usahatani cabai merah di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala, baik kendala yang bersifat teknis maupun kendala ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan faktor produksi serta menganalisis efisiensi penggunaan faktor produksi pada usahatani cabai merah di Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember. Survey dilakukan pada 60 petani sampel yang melakukan usahatani cabai merah pada musim tanam April-September 2017. Sampel dipilih menggunakan metode simple random sampling. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah fungsi produksi dengan pendekatan frontier stokastik. Hasil penelitian menunjukkan nilai efisiensi teknis masih di bawah 1 yaitu 0,92. Artinya usahatani cabai di Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember tidak efisien secara teknis. Nilai efisiensi harga sebesar 1,63 yaitu lebih dari 1 artinya belum efisien secara harga. Sedangkan nilai efisiensi ekonomi sebesar 1,49 yaitu lebih besar dari 1artinya belum efisien, ini menunjukkan bahwa usahatani cabai di Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember belum efisien secara ekonomi. Nilai return to scale pada usahatani cabai merah adalah sebesar 1,94, yang menunjukkan bahwa usahatani cabai merah di Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember berada pada posisi skala hasil yang meningkat atau increasing return to scale.
ANALISIS KORELASI SEKTOR PERTANIAN TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI PROVINSI SUMATERA UTARA Sihombing, Adelia Octavia; Bangun, Rita Herawaty
JURNAL AGRICA Vol 12, No 1 (2019): JURNAL AGRICA
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.853 KB) | DOI: 10.31289/agrica.v12i1.2220

Abstract

This study aims to analyze correlation of the agricultural sector on the level of poverty in North Sumatra Province. The data used are data on a gross domestic regional product (GDRP) according to the business field and the percentage of poor people during the years 2010-2017. The analytical method used in this study is a simple correlation analysis. The results showed that the agricultural sector variables significantly correlate poverty in North Sumatra but in a negative direction.
IDENTIFIKASI KOMODITAS UNGGULAN UNTUK PENINGKATAN DAYA SAING BIOFARMAKA DI SUMATERA UTARA Bangun, Rita Herawaty
JURNAL AGRICA Vol 12, No 1 (2019): JURNAL AGRICA
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1050.117 KB) | DOI: 10.31289/agrica.v12i1.2219

Abstract

This study aims to identify superior biopharma commodities that are priority commodities to be developed and priority areas for the development of biopharma leading commodities in Sumatera Utara Province. The analytical methods used were descriptive analysis, location quotient analysis, and shift-share analysis. The results showed that the leading biopharma commodities in Sumatera Utara Province were ginger, turmeric, and dlingo and the regions that had the potential to develop ginger and turmeric were Simalungun and Toba Samosir Regencies while the potential for dlingo development was Langkat Regency.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT DALAM MENGEMBANGKAN TERNAK SAPI POTONG Hidayat, Arif Nur; Saleh, Khairul; Saragih, Faoeza Hafiz
JURNAL AGRICA Vol 12, No 1 (2019): JURNAL AGRICA
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.135 KB) | DOI: 10.31289/agrica.v12i1.2312

Abstract

The aim of this research is to analyze factors which affected interest in developing beef cattle. The sampling method was used Simple Random Sampling method, based on this research of the 176 population of beef cattle breeders available, 37 farmers were taken as samples. The analyze method used is multiple linear regression with dependent variable is interesting in developing beef cattle and independent variable were beef cattle seed price, education, experience and age of breeder cattle. The results show that experience effected the interest in developing beef cattle meanwhile beef cattle seed price, education and age of breeder cattle were not affected in developing beef cattle in Nagori Tempel Jaya.  
PROSES ADOPSI INOVASI PUPUK CAIR ORGANIK MIKRO ORGANISME LOKAL (MOL) DI KELURAHAN GEBANG KECAMATAN PATRANG KABUPATEN JEMBER Rahmah, Frida Dewi Alfina; Arifin, Muhammad Zaenal; Anam, Khairil
JURNAL AGRICA Vol 12, No 1 (2019): JURNAL AGRICA
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.496 KB) | DOI: 10.31289/agrica.v12i1.2016

Abstract

Pupuk organik cair mikro organisme lokal (MOL) adalah pupuk yang terbuat dari bahan dasar kotoran hewan yaitu urine hewan tersebut, perasan sari buah busuk, air kelapa muda, dan gula aren. Adops iovasi Pupuk organik cair mikro organisme lokal (MOL) ini merupakan suatu upaya untuk mewujudkan pembangunan pertanian dengan melakukan peningkatan produksi pada usahatani di Kelurahan Gebang Kecamatan Patrang Kabupaten Jember. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan adopsi Pupuk organik cair mikro organisme lokal (MOL) yaitu meliputi tahap pengetahuan, sikap, keputusan, implemetasi, dan konfirmasi. Penentuan lokasi menggunakan purposive method. Lokasi penelitian ini berada di Kelurahan Gebang Kecamatan Patrang Kabupaten Jember. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dengan metode observasi, wawancara, dan pengumpulan dokumen. Metode analisis data menggunakan model analisis Miles dan Huberman yaitu dengan empat tahap meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan petani dipengaruhi oleh variable individu, interaksi, dan keaadaan soaial ekonomi, petani senang menerapkan inovasi pupuk organik cair mikro organisme lokal (MOL), petani menerima adanya inovasi tersebut, sebagian besar petani mengaplikasikan pupuk tersebut secara terus menerus.
ANALISIS KELAYAKAN PENGEMBANGAN BIODISEL ANALISI KELAYAKAN JARAK PAGAR SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF Wahyono, Teguh; Suprianto, Suprianto
JURNAL AGRICA Vol 1, No 1 (2008): JURNAL AGRICA
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agrica.v1i1.1343

Abstract

Biodisel adalah sumber energi yang dapat dibuat dari bahan baku biomassa seperti kelapa sawit, jarak pagar atau yang lainnya. Sika dilihat sifatnya, biodisel mempunyai sifat-sifat fisik yang serupa dengan minyak solar (petroleum diesel), sehingga biodisel dapat dipergunakan langsung sebagai bahan bakar pengganti ataupun campuran minyak solar untuk kendaraan bermesin disel. Pada dasarnya, aspek ekonomi sumber daya energi bukan saja ditentukan oleh harga sumber energi itu sendiri, tetapi ditentukan pula oleh harga sumber energi sejenis yang akan disubtitusi. Dengan semangkin meningkatnya harga minyak solar akan semangkin memperkecil perbedaan antara biodisel dengan BBM sehingga menjadikan biodisel menarik secara ekonomi untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif. Dari analisi yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa untuk menggantikan BBM solar dengan harga subsidi, pengembangan biodisel/usaha tani jarak pagar tidak layak secara finansial pada semua pola tanaman dan semua tingkat randemen. Sementara untuk solar tanpa subsidi, pengembangan biodisel/usaha tani jarak pagar menjadi layak secara finansial untuk semua pola tanam, bila tingkat randemen menjadi di atas 30%. Kata Kunci : biodisel, jarak pagar, analisis kelayakan
ANALISIS RANTAI PASOK (SUPPLY CHAIN) GARAM RAKYAT DI KABUPATEN PIDIE, ACEH Athaillah, Teuku; Nugroho, Yoga
JURNAL AGRICA Vol 12, No 2 (2019): JURNAL AGRICA
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.902 KB) | DOI: 10.31289/agrica.v12i2.2830

Abstract

The purpose of this research is to analyze the product, financial, and information flow in the local salt supply chain in Pidie Regency, Aceh. The sampling technique used is non-probability sampling, precisely the snowball sampling technique. Product flow, financial flow, and information flow were three elements that investigated. The analysis based on the SCOR (Supply Chain Operation Reference) method to see supply chain performance by studying at the Plan, Source, Make, and Deliver process. The results showed two types of supply chains, depends on whether farmers have an agreement with the collecting agent or not. For farmers who had a deal with the collecting agent, The salts are sold to the collecting agent and then forwarded to the selling agent. The selling agent passes it on to the wholesale seller, who then distributed to retailers and consumers. The flow of finance goes from the opposite direction, except when purchasing raw materials for firewood, the collecting agent pays it first to the farmers. To farmers who did not have agreements with collecting agents, the salt directly sold to retail stores or consumers. Financial flows run in the opposite direction for both types of supply chains, and information flow goes both ways. The main obstacle in the salt supply chain is the lack of information between salt producer and consumers expectations. Moreover, it is often difficult for large customers to believe that the quality of farmers' salt will be consistent.Kata Kunci : supply chain; local salt; SCOR;.
ANALISIS PENDAPATAN USAHA PEMBUATAN TEMPE DENGAN TAHU DI KOTA LANGSA Anzitha, Silvia
JURNAL AGRICA Vol 12, No 2 (2019): JURNAL AGRICA
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.806 KB) | DOI: 10.31289/agrica.v12i2.2661

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan pendapatan usaha pembuatan tempe dengan tahu di Kota Langsa Penelitian ini dilakukan dengan Metode Survei (Survey Method) dan dilaksanakan di Kota Langsa. Objek penelitian ini adalah pengusaha tempe dan tahu di Kota Langsa. Ruang lingkup penelitian ini meliputi produksi, harga, biaya produksi, nilai produksi dan pendapatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengusaha tempe dan tahu yang berada di Kota Langsa yang berjumlah 21 usaha. Sampel diambil dengan teknik pengambilan sampling jenuh. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata biaya produksi yang dikeluarkan pengusaha tempe adalah sebesar Rp. 19.927.897/bulan, sedangkan rata-rata biaya produksi yang dikeluarkan oleh pengusaha tahu dalam produksinya adalah sebesar Rp. 16.157.541/bulan. Selisih biaya produksi usaha tempe dan tahu adalah Rp. 3.770.357/bulan atau 23,33%. Rata-rata nilai produksi pengusaha tempe adalah sebesar Rp. 27.461.538/bulan, sedangkan rata-rata nilai produksi pengusaha tahu adalah sebesar Rp. 20.812.500/bulan. Rata-rata pendapatan bersih pengusaha pembuatan tempe untuk penggunaan bahan baku kedelai sebesar 1000 Kg kedelai yang diolah pengusaha tempe adalah Rp. 3.956.930 dan pengusaha tahu adalah Rp. 2.998.866.
POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN SENTRA PRODUKSI BAWANG MERAH PROVINSI SUMATERA UTARA Novita, Desi; Asaad, Muhammad; Rinanda, Teja
JURNAL AGRICA Vol 12, No 2 (2019): JURNAL AGRICA
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agrica.v12i2.2870

Abstract

Bawang merah memiliki peran strategis dalam perekonomian Provinsi Sumatera Utara. Bawang merah merupakan salah satu komoditas utama sebagai penyumbang inflasi. Namun demikian, Provinsi Sumatera Utara masih mengalami defisit bawang merah. Permintaan akan bawang merah akan terus meningkat dari waktu ke waktu. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perkembangan produksi bawang merah, mengindentifikasi sentra-sentra produksi bawang merah, serta menganalisis peluang investasi usahatani bawang merah di Provinsi Sumatera Utara. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan metode  deskriptif kuantitatif, metode Location Quotient (LQ), serta analisis finansial (RC Rasio, BC Rasio, BEP, dan analisis sensitivitas). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dengan 35 sampel petani bawang merah dan data sekunder dari 33 kabupaten/kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas bawang merah tahun 2018 mencapai 7,83 ton/Ha dengan luas panen sebesar 2.086 Ha. Laju pertumbuhan produksi mencapai 5,48% per tahun dan laju pertumbuhan produktivitas -1,54% per tahun. Sentra produksi bawang merah meliputi kabupaten Dairi, Samosir, Toba Samosir, Humbang Hasudutan, Padang Lawas utara, Tapanuli Utara, serta Kabupaten Simalungun. Secara finansial, usahatani bawang merah menguntungkan. Pendapatan usahatani bawang merah Rp 72.116.667 per Ha, RC Rasio sebesar 2,30. BC Rasio 1,30. Harga titik impas dalam usahatani bawang merah mencapai Rp 7.384/Kg.

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 18 No. 2 (2025): JURNAL AGRICA Vol. 18 No. 1 (2025): JURNAL AGRICA Vol. 17 No. 2 (2024): JURNAL AGRICA Vol. 17 No. 1 (2024): JURNAL AGRICA Vol. 16 No. 2 (2023): JURNAL AGRICA Vol. 16 No. 1 (2023): JURNAL AGRICA Vol 15, No 2 (2022): JURNAL AGRICA Vol. 15 No. 2 (2022): JURNAL AGRICA Vol. 15 No. 1 (2022): JURNAL AGRICA Vol 15, No 1 (2022): JURNAL AGRICA Vol 14, No 2 (2021): JURNAL AGRICA Vol. 14 No. 2 (2021): JURNAL AGRICA Vol 14, No 1 (2021): JURNAL AGRICA Vol. 14 No. 1 (2021): JURNAL AGRICA Vol 13, No 2 (2020): JURNAL AGRICA Vol 13, No 1 (2020): JURNAL AGRICA Vol 12, No 2 (2019): JURNAL AGRICA Vol 12, No 1 (2019): JURNAL AGRICA Vol 12, No 1 (2019): JURNAL AGRICA Vol 11, No 2 (2018): JURNAL AGRICA Vol 11, No 2 (2018): JURNAL AGRICA Vol 11, No 1 (2018): JURNAL AGRICA Vol 11, No 1 (2018): JURNAL AGRICA Vol 8, No 1 (2015): JURNAL AGRICA Vol 7, No 2 (2014): JURNAL AGRICA Vol 7, No 1 (2014): JURNAL AGRICA Vol 6, No 2 (2013): JURNAL AGRICA Vol 6, No 1 (2013): JURNAL AGRICA Vol 5, No 2 (2012): JURNAL AGRICA Vol 5, No 1 (2012): JURNAL AGRICA Vol 4, No 2 (2011): JURNAL AGRICA Vol 4, No 1 (2011): JURNAL AGRICA Vol 3, No 2 (2010): JURNAL AGRICA Vol 3, No 1 (2010): JURNAL AGRICA Vol 1, No 2 (2008): JURNAL AGRICA Vol 10, No 2 (2017): JURNAL AGRICA Vol 10, No 2 (2017): JURNAL AGRICA Vol 10, No 1 (2017): JURNAL AGRICA Vol 10, No 1 (2017): JURNAL AGRICA Vol 9, No 2 (2016): JURNAL AGRICA Vol 8, No 2 (2015): JURNAL AGRICA Vol 9, No 2 (2016): JURNAL AGRICA Vol 9, No 1 (2016): JURNAL AGRICA Vol 9, No 1 (2016): JURNAL AGRICA Vol 8, No 2 (2015): JURNAL AGRICA Vol 8, No 1 (2015): JURNAL AGRICA Vol 7, No 2 (2014): JURNAL AGRICA Vol 7, No 1 (2014): JURNAL AGRICA Vol 6, No 2 (2013): JURNAL AGRICA Vol 6, No 1 (2013): JURNAL AGRICA Vol 5, No 2 (2012): JURNAL AGRICA Vol 5, No 1 (2012): JURNAL AGRICA Vol 4, No 2 (2011): JURNAL AGRICA Vol 4, No 1 (2011): JURNAL AGRICA Vol 3, No 2 (2010): JURNAL AGRICA Vol 3, No 1 (2010): JURNAL AGRICA Vol 1, No 2 (2008): JURNAL AGRICA Vol 1, No 1 (2008): JURNAL AGRICA Vol 1, No 1 (2008): JURNAL AGRICA More Issue