Articles
186 Documents
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN INSOMNIA PADA MAHASISWA ANGKATAN 2017 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BAITURRAHMAH
Salman Rahul Ahmad;
Mutiara Anissa;
Ramha Triana
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 6, No 1 (2022): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24269/ijhs.v6i1.3936
Stress merupakan respon non-spesifik tubuh terhadap tuntutan baik internal ataupun eskternal yang dapat berupa respon positif maupun negatif. Individu stress dapat mengalami insomnia. Stres dan gangguan tidur dapat dialami mahasiswa kedokteran. Sumber stress mahasiswa adalah masalah interpresonal, intrapersonal, akademik, dan lingkungan. Beberapa orang memiliki reaktivitas terhadap stres yang diekspresikan dalam insomnia. Insomnia adalah kurangnya kualitas tidur yang dapat disebabkan oleh sulit tidur, sering terbangun lalu kesulitan untuk kembali tidur, bangun terlalu pagi, dan tidur tidak nyenyak. Stres dan gangguan tidur yang terus berlangsung dapat mengganggu mahasiswa mencapai kesuksesan akademik. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kejadian insomnia pada mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Baiturrahmah Angkatan 2017. Jenis penelitian adalah deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional study. Sampel penelitian adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah angakatan 2017 sebanyak 71 orang dengan teknik pengambilan sampel consecutive sampling. Analisa data bivariate dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan adanya hubungan stres dengan kejadian insomnia pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang angkatan 2017 dengan nilai p =0,007. Hal ini dikarenakan salah satu gejala stres adalah gangguan tidur dan mahasiswa angkatan 2017 (tingkat akhir) memiliki beban lebih banyak dibandiangkan angkatan lainnya
ONLINE PSYCHOEDUCATION ABOUT THE DANGERS OF EARLY MARRIAGE AGAINST THE HIGH INCIDENCE OF DIVORCE DURING THE PANDEMIC
Yulianti Yulianti
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 6, No 1 (2022): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24269/ijhs.v6i1.4327
The phenomenon of early marriage occurs at the national and international levels. According to Riskesdas data, the number of married girls aged 15-19 years is more signify (11.7%) companion male adolescents aged 15-19 years at 1.6% (Anwar Rahmah, 2016). Child marriage is related to various factors that can be structural or originate from the community, family, or individual capacity.The purpose of this study was to determine the effect of online psychoeducation on increasing the knowledge of Regina Celli Metland High School students about the dangers of early marriage. This study uses the Pre Experimental method with a one-group pre-test design. The sampling technique used was total sampling with a total sample of 53 respondents. Data analysis using Paired T-Test and Logistics Regression Test. The results showed that the P-value 0.000 0.05, which means that there are differences in the use of online psychoeducation methods with audiovisual video media to increase the knowledge of Regina Celli Metland High School students. The conclusion of the study states that online psychoeducation can increase the knowledge of Regina Celli Metland High School students about the dangers of early marriage.
CORELLATION BETWEEN NUTRITIONAL STATUS AND HEAD CIRCUMFERENCE IN CHIRLDREN WITH SPECIAL NEEDS WITH SPEECH DELAY
Septi Adelia;
Rini Andriani;
Wilson Wilson
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 6, No 1 (2022): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24269/ijhs.v6i1.4147
Growth and development of a child is influenced by several factors, including nutritional status and head circumference. Childreen who experience growth and developmental disorders are called children with special needs who have several categories, one of them is interference in speech and language. This study aims to determine the relationship between nutritional status and head circumference in children with special needs in Psychiatric Hospital Sungai Bangkong Pontianak. This study is an analytic survey with a cross sectional design on 40 children with special needs in Psychiatric Hospital Sungai Bangkong Pontianak. The results of the study were tested with the Somers'd test, chi-square test, and Fisher's test with the help of the computer program. The results of the bivariate analysis showed that there was no significant relationship between nutritional status and speech delay (p: 0,376). Bivariate analysis showed that there was no significant relationship between head circumference and speech delay (p: 0,537).
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) PADA REMAJA PUTRI KELAS X
Rohani Siregar
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 6, No 1 (2022): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24269/ijhs.v6i1.4355
SADARI merupakan tindakan deteksi kanker payudara sedini mungkin yang dapat dilakukan oleh perempuan, deteksi dini kanker payudara dapat menekan angka kematian sebesar 25-30%. Hasil studi pendahuluan Terdapat 4 dari 6 remaja putri mengatakan tidak pernah melakukan SADARI sama sekali, sedangkan 2 remaja putri pernah melakukan tapi sesekali. Penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Pada Remaja Putri Kelas X di SMK Negeri 2 Karawang. Jenis penelitian ini adalah survey kuantitatif, pengumpulan data dilakukan secara cross sectional dengan menyebarkan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Remaja Putri Kelas X SMK Negeri 2 Karawang. Sampel Penelitian ini adalah total populasi dengan jumlah sampel 150 responden. Analisis statistik yang digunakan adalah distribusi frekuensi, chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 84% responden memiliki perilaku untuk tidak melakukan SADARI. Variabel yang berhubungan signifikan adalah sikap, riwayat keluarga, informasi media, pengaruh keluarga. Variabel yang paling dominan adalah informasi media massa nilai OR 16,295 Artinya responden yang terpapar informasi media mempunyai peluang 16 kali untuk melakukan SADARI dibandingkan responden yang tidak terpapar informasi media. Disimpulkan bahwa perlu adanya upaya dari pihak sekolah untuk mengadakan penyuluhan dari petugas kesehatan tentang kesehatan reproduksi khususnya tentang SADARI, deteksi dini kanker payudara.
PENGARUH EDUKASI GIZI SEIMBANG MEDIA VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA SELAMA DARURAT COVID – 19
Dewi Pujiana;
Suratun Suratun
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 6, No 1 (2022): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24269/ijhs.v6i1.4189
Remaja yang memperoleh konsumsi pangan yang memenuhi kecukupan gizi semenjak masa anak-anak akan memiliki perkembangan tubuh yang baik. Makan yang tidak teratur dan makanan yang tidak bernutrisi baik dan seimbang menjadikan remaja mempunyai resiko tinggi menderita penyakit infeksi seperti Corona Virus Disease-19 (COVID- 19). Selama masa pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Edukasi Gizi Seimbang Media Video terhadap Pengetahuan Remaja selama Darurat COVID 19. Penelitian kuantitatif dengan desain pre eksperiment dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest group design tanpa kelompok kontrol. Sampel adalah remaja (17 -21 tahun) dan instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan Video. Pengetahuan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni sampai Juli 2021. Uji statistik adalah Uji T dependent. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan rerata pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi berdasarkan hasil Statistik Uji Parametrik T Paired (Uji T Berpasangan) didapatkan nilai P value 0,000, dimana rerata pengetahuan sebelum 68,09 dan sesudah intervensi 81,83. Terdapat Pengaruh Pemberian Edukasi Gizi Seimbang Media Video terhadap Pengetahuan Remaja selama Darurat COVID 19, sehingga efektif diberikan dalam peningkatan pengetahuan remaja khususnya remaja akhir.
VALIDATION AND ANALYSIS OF THE KID-KINDL QUESTIONNAIRE IN MALAYSIAN PRIMARY SCHOOL CHILDREN FROM THE CHILDREN’S PERSPECTIVE
Gisely Vionalita;
Zalina Ismail
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 6, No 1 (2022): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24269/ijhs.v6i1.4914
Health-related quality of life (HRQoL), conceptualized as the patient’s evaluations of their health status, is an essential indicator in evaluating health and health care and treating individual patients. The KID-KINDL questionnaire includes four main components: psychological well-being, social relationships, physical functions, and daily activities. This study aims to validate the KID-KINDL questionnaire in the Malay language and measure the HRQOL of Year One students from the children’s perspective. Forward and the Language Centre Universiti Sains Malaysia supervised the backward translation of the KID-KINDL questionnaire. The questionnaire's validation and reliability were assessed with Winstep™ software, using Rasch model statistics. KID-KINDL was applied to 90 Year One students in SK Zainab 2, Kota Bharu, Kelantan. Minor changes were made to the questionnaire after being translated. From the misfit item of those questions, the range to infit and outfit is beyond the acceptable scope for the Likert scale (0.6-1.4), and four questions were deleted in the validated version. Following validation, analysis with Rasch model statistics was carried out. This questionnaire will be used for further in-depth studies on children's health-related quality of life
PAPARAN KONFERENSI VIRTUAL SELAMA PANDEMI COVID-19 DENGAN TERJADINYA LEARNING BURNOUT PADA MAHASISWA KEDOKTERAN TAHAP PREKLINIK
Oktarina Oktarina;
Aulia Adilah
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 6, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24269/ijhs.v6i2.4776
Perubahan metode belajar terjadi selama pandemi, dengan banyaknya pembelajaran konferensi virtual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran durasi dan frekuensi paparan konferensi virtual selama pembelajaran di masa pandemi serta hubungannya terhadap learning burnout (LBO) pada mahasiswa kedokteran tahap preklinik. Desain penelitian ini merupakan analitik observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini dilakukan pada November 2020 dengan 155 orang mahasiswa kedokteran tahap preklinik sebagai sampel. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS) dan kuesioner Konferensi Virtual yang disusun oleh peneliti terdiri dari Durasi paparan (jam/hari) dan Frekuensi paparan (hari/minggu). Regresi logistik digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel. Sebagian besar durasi konferensi virtual adalah 6-8 jam/hari dan frekuensi konferensi virtual 5-6 hari/minggu Terdapat 68 orang (43,9%) yang mengalami LBO kategori rendah dan 87 orang (56,1%) yang mengalami LBO dengan kategori sedang. Didapatkan hubungan yang bermakna antara Durasi konferensi virtual terhadap terjadinya LBO dengan nilai p-value = 0,03 (p0,05). Sedangkan Frekuensi paparan konferensi virtual tidak memiliki hubungan bermakna (p-value 0,35). Hal ini disebabkan tingginya variabel frekuensi tidak berbanding lurus dengan tingginya durasi, sehingga frekuensi tidak menunjukkan tingginya distress yang menyebabkan terjadinya LBO. Diperlukan adanya penelitian lanjutan dengan sampel lebih luas dan frekuensi paparan yang lebih bervariasi.
PHORNOGRAPHIC ADDICTIVE IN ADOLESCENTS AT SMKN 1 SOUTH CIKARANG YEAR 2021
Musmundiroh Musmundiroh
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 6, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24269/ijhs.v6i2.4319
Addiction to pornography leads to negative consequences for children's behavior and brain damage beyond drug-induced damage. Teenagers who are exposed to pornography addiction cause deviant behavior to have sex before married, make out, masturbate, his study aims to find out what factors that influence pornography addiction in adolescents at SMK Negeri 1 Cikarang Selatan in 2021. The research method used quantitative with cross sectional study approach. The data collection techniques in this study use the instrument by questionnaire. Univariate results show that the highest percentage are respondents with pornographic addiction behavior in adolescents as much as 74% of adolescents experiencing pornography addiction. The results of the bivariate selection above, obtained Independent variables that can proceed to the multivariate modeling stage, namely the variables: Attitude, Use of software, Peers and Gender. In the multivariate modeling stage, peer and gender variables were re-entered into the model, apparently there were no more peer and gender variables. From the multivariate analysis, it turns out that the variables that are significantly related to pornography addiction are the attitude variable and the use of software. another variable (peers and gender) whose p value is 0.05 The most dominant software use variable is related to pornography addiction
APENDISITIS AKUT PADA MASA PANDEMI COVID-19: SEBUAH LAPORAN KASUS
Agung Bagus Sista Satyarsa;
Krenni Sepa;
I Gede Rama Pradnyana Anugrahanta;
I Komang Weka
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 6, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24269/ijhs.v6i2.4862
Appendisitis adalah peradangan yang terjadi pada appendix vermicularis, dan merupakan penyebab abdomen akut yang paling sering pada anak-anak maupun dewasa. Khususnya pada masa pandemi COVID-19 yang memiliki prosedur khusus dalam melaksanakan tindakan operatif. Penulis bertujuan melaporkan kasus apendisitis akut pada dewasa muda selama masa Pandemi COVID-19. Laporan kasus kami adalah laki-laki berumur 28 tahun, datang ke Instalasi Gawat Darurat RS Kasih Ibu Kedonganan dengan keluhan utama nyeri pada perut kanan bawah selama 4 hari disertai demam dan dengan kesulitan BAB. Temuan pemeriksaan fisik diperoleh tanda vital dalam batas normal, namun suhu tubuh 38,1oC, diperoleh nyeri tekan pada regio inguinal dextra serta McBurney sign (+), Rovsing sign (-), Abdurator sign (-), Psoas Sign (+). Pemeriksan penunjang darah lengkap diperleh leukositosis dan anemia ringan, serta dari pemeriksaan usg abdomen diperoleh kesan apendisitis akut. Berdasarkan pada Skor Alvarado diperoleh 7 dan skor Ripasa yaitu 9,5 yang berarti probable appendicitis acute. Tatalaksana yang awal antinyeri dan antibiotik dilanjutkan dengan tatatlaksana definitif yaitu apendektomi. Setelah tatalaksana tersebut dilakukan kontrol dengan kondisi akhir pasien baik dan tanpa keluhan
PHYSICAL COMORBIDITIES IN CHILDREN WITH AUTISM SPECTRUM DISORDERS
Ziske Maritska;
Rahmi Isman;
Bintang Arroyantri Prananjaya;
Nita Parisa
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 6, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24269/ijhs.v6i2.4615
Autism Spectrum Disorders (ASD) is a neurodevelopmental disorder characterized by two core symptoms; impairments in social communication and restricted or repetitive behavior. ASD is a broad group of conditions where patients have a variety of abilities and needs. Their ASD related-physical and psychological comorbidities also affect their mortality risk. This study wished to investigate physical comorbidities associated with ASD in the national reference hospital in Indonesia. This is a descriptive study with a cross-sectional approach on children with ASD who visited RSUP Dr. Mohammad Hoesin, Palembang, during 2014-2018. Data were obtained from the medical records and telephone interviews with the parents. Of all the 60 participants included in the study, most are male (n=52;86,7%). The most prevalent ASD-related physical comorbidities were gastrointestinal disorders (n=27;45%), followed by nervous system disorders (n=35;58,3%), and immune system disorders (n=11;18,3%). Despite the small sample size, the prevalence of ASD-related physical comorbidities in children with ASD is profoundly high, implying the need to do early detection from both parents and health professionals to prevent morbidity and complications that may occur. Children with autism can benefit from various therapies start in early childhood and continue throughout their lives to improve their development, and quality of life.