cover
Contact Name
muhammad azizan
Contact Email
misykat@iiq.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
azizan@iiq.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Misykat: Jurnal Ilmu-ilmu Al-QurÆan, Hadist, Syariah dan Tarbiyah
ISSN : 25278371     EISSN : 26850974     DOI : http://dx.doi.org/10.33511/misykat
Jurnal MISYKAT is a semiannual journal, published on June and December. MIYSKAT published by PPS IIQ Jakarta. MISYKAT provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, and students to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles. The journal invites professionals in study of Islamic Studies. ISSN: 2527-8371
Arjuna Subject : -
Articles 136 Documents
ISTIBDᾹL WAKAF: Ketentuan Hukum dan Modelnya Fahruroji Fahruroji
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 2, No 1 (2017): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.137 KB) | DOI: 10.33511/misykat.v2n1.111

Abstract

Wakaf merupakan ibadah māliyah atau ibadah dengan harta benda dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Wakaf akan bernilai ibadah yang berpahala manakala harta benda yang telah diwakafkan itu bermanfaat untuk umat, bahkan wakaf akan terus menerima pahala meskipun ia telah meninggal dunia selama harta benda yang telah diwakafkannya itu bermanfaat. Jadi, kemanfaatan harta benda wakaf untuk kemaslahatan umat merupakan prinsip utama dari ibadah wakaf. Dari sinilah kemudian muncul pendapat fuqaha yang menyatakan bahwa harta benda wakaf yang sudah tidak bermanfaat atau tidak menghasilkan boleh ditukar atau diganti dengan harta benda lainnya yang bermanfaat atau menghasilkan (istibdāl wakaf) berdasarkan pertimbangan kemaslahatan. Kebolehan penukaran harta benda wakaf atau istibdāl  wakaf berdasarkan pertimbangan kemaslahatan tersebut, diakomodir dalam peraturan perundang-undangan tentang wakaf yang membolehkan penukaran harta benda wakaf demi menjaga manfaat harta benda wakaf. Hanya saja, peraturan perundang-undangan tentang wakaf belum mengakomodir semua model istibdāl wakaf yang ada dalam fiqh, seperti istibdāl wakaf parsial dan istibdāl wakaf dengan harta benda pengganti yang tidak sejenis. Peraturan perundang-undangan tentang wakaf hanya mengatur penukaran harta benda wakaf dengan harta benda pengganti yang sejenis. Kata Kunci: Istibdāl, Wakaf dan Ketentuan Hukum
HAKIKAT KEBENARAN MENGKAJI TASAWUF AKHLAKI – AKHLAK KENABIAN Artani Hasbi
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 1, No 2 (2016): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.394 KB) | DOI: 10.33511/misykat.v1n2.43

Abstract

Kebenaran menjadi idaman setiap manusia. Ia mempunyai makna khusus dalam kehidupan. Ia adalah tumpuan dari segala pemikiran, sikap dan tindakan. Ia yang memberi arti hidup. Hakikat kebenaran perlu dikaji salah satunya melalui tasawuf.  Tasawuf adalah akhlak kenabian yang akan terus menjadi sumber inspirasi dan motivasi, memberi makna dan arah, serta menjadi kendali hakiki bagi terbangunnya peradaban manusia. Ia merupakan sumber utama arus-spiritual, moral, intelektual, bahkan keseluruhan jiwa manusia dalam memelihara dan mengembangkan makna dan fungsi kehambaan dan kekhalifahan diri pribadi manusia. Dengan tasawuf makna kemanusiaan selalu terjaga dan terangkat marwah dan martabatnya, tetap eksis dalam perannya, dan memiliki nilai transenden serta selalu harmonis dalam dinamika kehidupan umat dan masyarakat banyak. Tasawuf, pada dasarnya merupakan ilmu hakikat tentang tradisi dan akhlak kenabian, puncak rasionalitas kemanusiaan. Tasawuf senantiasa berdampingan, bahkan tidak bisa terpisahkan dari sistem dan fungsi pemandu spiritual kerohanian. Dan arus kerohanian tasawuf bersumber dan bermuara pada kepribadian dan akhlak nabi Muhammad Saw yang dinyatakan oleh al-Quran sebagai ''ummi'', tetapi menjadi prototype manusia ideal atau uswah hasanah.Kata Kunci : Kebenaran, Akhlak, Tasawuf, dan Kenabian 
HISTORY AND DEVELOPMENT OF TAFSIR IN SOUTHEAST ASIA (Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapore and Thailand) Amirulloh Sain Asari
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 1, No 2 (2016): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.997 KB) | DOI: 10.33511/misykat.v1n2.171

Abstract

This paper describes the history and development of tafsir in Southeast Asia, namely Indonesia, Malaysia, Brunei Darusalam, Singapore and Thailand, aimed at providing a new discourse to the academic world, that Islam has another treasure in Far Asia, which is known as a pluralistic country because Islam entered in those countries without any wars. And to provide information related the books, author influence, and method of their tafsir in general.Keyword: History, Development Tafsir, and Southeast Asia 
AL-QUR’AN DAN EKONOMI: PEMBACAAN SEMANTIKA Muhammad Saifullah
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 3, No 1 (2018): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.212 KB) | DOI: 10.33511/misykat.v3n1.113

Abstract

AbstrakTujuan dalam artikel ini adalah untuk menggambarkan maksud dari al-Qur'an sehubungan dengan ekonomi, dimana asumsi dasar Marx, meletakkannya dalam dasar struktur masyarakat. Posisi ini akan berdampak mendalam, begitulah sikap manusia, ditentukan oleh satu hal, yakni ekonomi. Segala sesuatu tidak akan berfungsi kecuali dengan ekonomi. Kehidupan sehari-hari manusia atau superstruktur, kata Marx, ditentukan oleh apa yang disebut sebagai "struktur dasar" secara keseluruhan. Artikel ini juga ingin mempertanyakan, serta ingin menganalisis dalam lingkup pandangan dunia al-Qur’an tentang ekonomi: apakah ia berada di dasar struktur atau hanya sebagai pelengkap. Karena tujuannya pada pandangan dunia, maka artikel ini akan menggunakan semantik untuk membongkar kasusnya. Keywords: Quranic, Economy, Base Structure, and Semantics 
PERNIKAHAN WANITA YANG HAMIL DI LUAR NIKAH DAN AKIBAT HUKUMNYA : Telaah Atas Dualisme Fikih dan Kompilasi Hukum Islam Saiful Millah
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 2, No 2 (2017): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1042.911 KB) | DOI: 10.33511/misykat.v2n2.39-76

Abstract

Perbedaan aturan dalam Fikih dan Kompilasi Hukum Islam (KHI) dalam memutuskan perkara yang sama seringkali menimbulkan dualisme yang membuat masyarakat muslim harus memilih, mengingat fikih itu sudah menjadi aturan hukum yang hidup (living law) dalam kehidupan masyarakat muslim sejak lama dan telah menjadi pijakan utama dalam menyelesaikan permasalahan sosial, sedangkan KHI baru muncul di Indonesia pada tahun 1991 dan merupakan hasil ijtihad kolektif para ahli hukum Islam Indonesia berdasarkan kitab-kitab fikih dari para imam mazhab yang disesuaikan dengan kondisi kehidupan masyarakat muslim Indonesia.Artikel ini menunjukkan bahwa eksistensi KHI di masyarakat masih lemah dibandingkan dengan fikih disebabkan kurangnya sosialisasi KHI dan adanya perbedaan aturan dalam KHI dan fikih yang menimbulkan dualisme dalam permasalahan sosial, seperti kasus pernikahan wanita hamil di luar nikah dan akibat hukumnya yaitu persoalan nasab anak lahir dari perkawinan tersebut. Namun, dalam lingkungan Pengadilan Agama, KHI merupakan rujukan utama bagi Hakim untuk memutuskan perkara yang dihadapinya. Meskipun demikian, keputusan akhir diserahkan kepada pengambil keputusan untuk menggunakan aturan mana yang diyakininya dan membawa maslahat bagi masyarakat, karena fikih dan KHI adalah keduanya hasil ijtihad yang bersifat relatif atau tidak mutlak untuk diikuti, bahkan menurut Abdul Gani Abdullah, tidak menggunakan fikih atau KHI tidaklah berdosa, namun, meninggalkan masalah sosial di masyarakat tanpa solusi, itulah yang berdosa. Artikel ini sependapat dengan pandangan dari para pakar hukum Islam yang mengharapkan ada titik temu antara aturan dalam fikih dan KHI melalui evaluasi dan penyempurnaan KHI, sehingga KHI yang merupakan fikih Indonesia dapat diterapkan secara menyeluruh dan memberikan solusi atas masalah sosial yang terjadi.Kata Kunci : Pernikahan Wanita Hamil, Fikih dan KHI
SYARIATISASI PENDIDIKAN WUJUD GOOD GOVERNANCE KOTA BANDUNG DALAM SLOGAN AGAMIS-INKLUSIF : Analisis Kritis Kebijakan Birokrasi Publik Suhartiningsih Suhartiningsih; Toat Haryanto; Sadari Sadari; Ummah Karimah
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 2, No 2 (2017): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (978.651 KB) | DOI: 10.33511/misykat.v2n2.155-184

Abstract

Pemerintahan Jawa Barat dalam cakupan wilayah Indonesia pada tahun 2010 penduduknya mencapai 2.359.431 Jiwa, dari jumlah penduduk Indonesia yang terdiri dari 244.215.984 Jiwa, dengan penduduk miskin mencapai 9,89 %. Slogan yang senantiasa dibangun yakni mewujudkan sosok insan Jawa Barat yang agamis dengan 7 (tujuh) penciri utama yakni : (1) Sehat, cerdas dan cermat, (2) Produktif dan berdaya saing tinggi, (3) Mandiri dan pandai mengatur diri, (4)  Berdaya tahan tinggi dalam persaingan, (5) Pandai membangun jejaring dan persahabatan global, (6) Berintegritas tinggi dan (7) Bermartabat.Beberapa kebijakan pemerintah Jawa Barat berupaya mengembangkan visi-misinya dengan melakukan peningkatan Perguruan Tinggi di Jawa Barat di antaranya melakukan peningkatan Perguruan Tinggi dari 15% (2012) menjadi 25% pada tahun 2018, Pe-negeri-an beberapa Perguruan Tinggi Swasta berbasis 4 (empat) kewilayahan dan sebaran penduduk, adanya dukungan pengembangan fasilitas kampus dan perpustakaan, adanya dukungan peningkatan kualitas penelitian dosen, adanya dukungan peningkatan pendidikan dosen, Beasiswa untuk mahasiswa jenjang diploma, S1, S2, dan S3, Beasiswa atau biaya bantuan mahasiswa terhadap program-program yang relevan untuk masyarakat, program riset kreatif (creative research) sedangkan untuk solusi terobosan pembangunan : SDM, Agama, Kesehatan, Tenaga Kerja, Energi, Lingkungan, Infrastruktur, Wisata dan Budaya.Artikel ini memfokuskan diri pada bagaimana wilayah kota Bandung dalam mewujudkan cita-cita yang diimpikan oleh pemerintah Jawa Barat yakni mewujudkan masyarakat yang agamis dengan tujuh syarat tersebut. Terkait dengan kehidupan keberagamaan, kebijakan-kebijakan syariat, di mana hukum Islam pascareformasi tidak bisa dilepaskan dari fenomena kebijakan-kebijakan bernuansa syariat diberbagai tempat di tanah air, termasuk di wilayah kota Bandung.Kata Kunci : Good Governance, Syariatisasi Pendidikan, Bandung 
ETIKA BISNIS PELENGKAP CORPORATE GOVERNANCE SYARIAH Nasimul Falah
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 1, No 1 (2016): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.63 KB) | DOI: 10.33511/misykat.v1n1.113

Abstract

Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) tahun 2010, mengintrodusir etika bisnis dengan menafsirkan prinsip-prinsip etika pada kegiatan bisnis tertentu. Dengan standar umum yang kurang jelas ini, telah menimbulkan wacana di kalangan akademisi dan praktisi. Peneliti Roszaini Haniffa and Mohammad Hudaib menemukan ketidaksesuaian antara komitmen dan praktik bisnis. Muhammad Djakfar melihat etika dan moral secara harfiah adalah sistem nilai bagaimana manusia harus hidup di tengah masyarakat, dan juga etika jauh lebih luas dari moral, etika disini diartikan sebagai filsafat moral.Berbeda dengan Sofyan S. Harahap yang memahamkan etika sebagai cabang filsafat tapi juga sebagai cabang ilmu. Pemahaman terhadap makna etika bisnis tersebut berujung timbulnya berbagai teori etika bisnis yang banyak dikemukakan para akademisi. Penulis menemukan bahwa ajaran Islam telah mempunyai etika bisnis syariah yang kokoh dimulai dari teladan yang diperaktikan oleh Nabi Muhammad Saw, yang bersumber kepada Wahyu yakni al-Qur’an dan Sunnah Rasululullah Saw,  sebagai suatu pandangan hidup (worldview) Islami sehingga bersifat lengkap (shamil) dan sempurna (kamil). Etika bisnis dalam Islam berlaku universal tidak terkondisi dengan suatu kegiatan bisnis. Kata Kunci : Etika Bisnis, Corporate Governance dan Syariah
PROBLEMATIKA UANG HARAM DALAM KAJIAN FIQH Ahmad Munif Suratmaputra
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 2, No 1 (2017): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.942 KB) | DOI: 10.33511/misykat.v2n1.21

Abstract

Pada dasarnya uang adalah alat untuk pembayaran suatu barang terkait kebutuhan yang diminiati, namun akan menjadi salah dalam realisasinya pada nilai kandungan hukumnya. Uang akan menjadi alat tidak hanya sekedar transaksi jual beli, namun uang juga menjadi alat ambisius seseorang dalam segala kepentingan yang dituju. Oleh karena itu uang harus diberikan tuntunan yang syar’i sesuai hukum Islam, tentunya dengan perspektif ushul fiqh. Tuntunan dalam Islam bukan menghukumi uang dalam label halal ataupun haram, namun lebih menekankan pada pengguna uang tersebut. Dalam kondisi ekonomi sulit bahkan ekonomi yang semapan apapun dari zaman kezaman harus ada regulasi terkait dengan ketentuan hukum terkait uang.Konsep ushul fiqh telah dijelaskan untuk senantiasa menjaga harta/uang (hifdzul mal), dalam menjaga atau melindungi harta/uang sedari dulu, setiap orang menjaga harta/uang dengan cara-cara manual dan klasik, namun pada saat zaman modern sekarang menjaga harta/uang tentunya melalui perantara Bank, baik Bank Konvensional maupun Bank Syariah. Untuk itulah apapun dan bagaimanapun sulit serta mudahnya menggunakan harta/uang maka perlu ada cara-cara baik, santun adil serta bermanfaat untuk kemaslahatan umat.Dalam menghadapi masalah-masalah hal ini, Islam memandang fenomena uang haram terkait kegunaan dan fungsi harus berimplikasi pada ajaran-ajaran agama. Artikel ini akan menganalisis bagaimana ungkapan "uang haram" dalam arti majazi, apakah uang haram itu dilihat dari sudut diper­oleh lewat jalan haram atau uang yang haram tersebut harus di-tasarruf-kan. Kata Kunci : Problematika, Uang Haram, dan Kajian Fiqh
PENDEKATAN TEOLOGIS DALAM KAJIAN ISLAM Luk Luk Nur Mufidah
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 2, No 1 (2017): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.282 KB) | DOI: 10.33511/misykat.v2n1.151

Abstract

As a science of divinity, theology has a significant role in efforts to form a mindset that will have implications for the religious person's behavior. To establish a mindset, it is necessary theological approaches that serves as a way to give birth to a new theological idea, whether it is traditional thinking, liberal, or modern. As a science of divinity, theology has a significant role in efforts to form a mindset that will have implications for the religious person's behavior. To establish a mindset, it is necessary theological approaches that serves as a way to give birth to a new theological idea, whether it is traditional thinking, liberal, or modern.As a science of divinity, theology has a significant role in efforts to form a pattern thought that would have implications for the religious person's behavior. To establish a mindset, it is necessary theological approaches that serves as a way to give birth to a new theological idea, whether it is traditional thinking, liberal, or modern. Of the various theological approaches exist, normatif theological approach is a theological approach in an effort to understand religion literally. This normatif approach can be interpreted as an attempt to understand religion using the framework of divinity revealed from a belief that empirical manifestation of a religion regarded as the most correct than others. Kata Kunci : Theology and Islamic Studies
WAKAF UANG DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF DI INDONESIA Syarif Hidayatullah
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 1, No 2 (2016): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.482 KB) | DOI: 10.33511/misykat.v1n2.71

Abstract

Wakaf uang sangat potensial untuk dikembangkan di lndonesia, karena dengan wakaf uang ini, daya jangkau mobilisasinya akan jauh lebih merata kepada masyarakat dibandingkan dengan model wakaf tradisional-konvensional dalam bentuk harta fisik. Dalam Peraturan Pemerintah No. 42 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Undang-Undang No. 4l Tahun 2004 tentang wakaf terdapat klausul mengenai objek wakaf berupa uang dan Surat Berharga. Wakaf uang diatur dalam bab khusus yang berjudul "Benda Bergerak berupa Uang", sementara wakaf Surat Berharga diatur dalam bab "Benda Bergerak Selain Uang". Meskipun wakaf uang itu sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia dan telah dijamin dalam hukum positif di Indonesia melalui Undang-Undang No. 41 Tahun 2004 tersebut, namun sebagian ulama dan masyarakat di Indonesia masih ada yang beranggapan bahwa wakaf uang tidak sah, karena syarat sah wakaf bendanya tetap, sedangkan uang bisa habis. Sehubungan dengan semua yang telah disebutkan di atas, penulis tertarik untuk mengkaji masalah wakaf uang dalam perspektif hukum Islam dan hukum positif di Indonesia, yang dapat dirumuskan sebagai berikut : “Bagaimanakah Kedudukan Hukum Wakaf Uang dan Penerapannya dalam Hukum Islam dan Hukum Positif di Indonesia”.Kata Kunci : Wakaf, Uang, Hukum Islam dan Hukum Positif

Page 2 of 14 | Total Record : 136


Filter by Year

2016 2024