cover
Contact Name
muhammad azizan
Contact Email
misykat@iiq.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
azizan@iiq.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Misykat: Jurnal Ilmu-ilmu Al-QurÆan, Hadist, Syariah dan Tarbiyah
ISSN : 25278371     EISSN : 26850974     DOI : http://dx.doi.org/10.33511/misykat
Jurnal MISYKAT is a semiannual journal, published on June and December. MIYSKAT published by PPS IIQ Jakarta. MISYKAT provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, and students to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles. The journal invites professionals in study of Islamic Studies. ISSN: 2527-8371
Arjuna Subject : -
Articles 136 Documents
Implementasi Supervisi Kepala Sekolah Pada Kompetensi Pedagogik Guru Ike Nilawati Rohaenah; Sahudi Muhibbin Syah; Mohamad Erihadiana
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 5, No 2 (2020): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v5n2.127-140

Abstract

Masalah yang dihadapi guru cenderung melaksanakan pembelajaran dengan kaku  bahkan konvensional. Hal ini tampak dari rancangan pembelajaran dalam bentuk RPP dan hasil observasi Kegiatan Belajar Mengajar  pada studi awal supervisi pegagogik guru yang peneliti lakukan, menunjukan masih perlunya pembinaan oleh kepala sekolah terhadap  kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran yang ideal di kelas sebagai upaya mendongkrak kualitas pembelajaran. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan:1) Perencanaan program supervisi kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru. 2) Proses supervisi kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru. 3) Tindak lanjut supervisi kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru. Metode penelitian yang digunakan  adalah deskriptif. Informan pada penelitian ini meliputi kepala sekolah,  dan guru. Hasil penelitian membuat model Klinis  implementasi Supervisi Kepala Sekolah dalam meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru. Guru dapat menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Kegitan belajar mengajar lebih menyenangkan,Kompetensi pedagogik guru meningkat, Guru diikut sertakan seminar dan workshop .Meningkatkan mutu pendidikan dengan nilai hasil lulusan meningkat. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2020 sampai bulan Juni 2020 di Pondok Pesantren MTs Darunnadawah dan MTs Al Ahliyah Karawang Jawa Barat. 
Sangiang Pengobatan Alternatif Suku Dayak Muslim Di Gohong, Kalimantan Tengah Zainap Hartati; Emawati Emawati; Siti Patimah
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 5, No 2 (2020): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v5n2.53-66

Abstract

Sangiang merupakan sebuah budaya suku Dayak Kalimantan Tengah, yang di dalamnya ada unsur pengobatan. Tujuan dari dilaksanakannya sangiang bukan hanya sebagai sarana pengobatan semata, tetapi seringkali pula sangiang digunakan untuk menjauhkan segala marabahaya suatu kampung dari gangguan roh-roh jahat atau murka leluhur yang disebut mamapas lewu atau tolak bala, ada pula yang mengadakan sangiang di lokasi kerja seperti pertambangan emas, sarang walet dan lokasi-lokasi pekerjaan lainnya, sangiang dilakukan agar lokasi pekerjaan aman dari segala gangguan dan melancarkan segala pendapatan. Dibalik kegiatan sangiang terkandung nilai keislaman yang mengiringi prosesi kegiatannya. Penelitian dilakukan di desa Gohong, Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data dengan pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai keislaman yang ada pada prosesi sangiang sebagai wujud dari keyakinan pada Yang Maha Kuasa, yakni harus percaya atau meyakini bahwa adanya yang ghaib, selain itu setelah upacara sangiang selesai membaca do’a selamat sebagai wujud rasa syukur atas keselamatan peyembuh tradisional  (subat) dan orang yang berobat.
Instrumen Distribusi dalam Ekonomi Islam untuk Meningkatkan Kesejahteran Umat Nandang Ihwanudin; Annisa Eka Rahayu
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 5, No 1 (2020): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v5n1.143-146

Abstract

Pertumbuhan ekonomi tidak terlepas dari keadilan distribusi bagi setiap individu. Namun pada realitanya, nampak terjadi ketidakadilan dan ketimpangan dalam pendistribusian pendapatan dan kekayaan, sehingga berdampak pada peningkatan jumlah kemiskinan. Kebijakan distribusi dalam Islam menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan yang didasarkan pada al-Qur’an, yakni agar kekayaan tidak beredar hanya pada satu kelompok saja. Untuk menciptakan kesejahteraan umat maka diperlukan instrumen dalam distribusi diantara: zakat, wakaf, waris, infak dan sedekah. hal ini bertujuan pendapatan atau kekayaan agar tidak menguntungkan pihak yang bermodal dan berakibat pada penumpukan harta pada golongan tertentu. Selain itu, masyarakat dituntut untuk menyadari akan peran pentingnya menciptakan keadilan distribusi dan mempersempit kesenjangan ekonomi. Jika instrumen distribusi tersebut dapat diimplementasikan secara bersama-sama, diharapkan akan membentuk jaminan sosial yang akan menciptakan kesejahteraan umat.
Kebijakan standar kepemimpinan kepala sekolah pengelola pendidikan Ike Nilawati Rohaenah; Sahudi Sahudi; A. Supiana Supiana; Qiqi Yuliati Zakiah
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 6, No 1 (2021): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v6n1.137-156

Abstract

Masalah ditemui di lapangan saat kepala sekolah belum berhasil membawa lembaganya ke arah tujuan yang ingin dicapai dan meningkatkan mutu pendidikan. Pentingnya artikel ini mewujudkan agar Sekolah dapat mengelola pendidikan dengan baik, berdasarkan kebijakan standar kepemimpinan kepala sekolah sebagai pengelola pendidikan di MTs Insan Kamil Payatiman Purwakarta. Standar Kebijakan berpedoman pada Pertama, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2007, tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah. Kedua, Undang Undang RI No.14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 1 ayat 10. Ketiga, Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan RI nomor 6 Tahun 2018 Tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah, Bab III Persyaratan Bakal Calon Kepala Sekolah Pasal 2 (1). Tujuan dalam artikel ini untuk meningkatkan standar kepemimpinan kepala sekolah pengelola pendidikan dan meningatkan mutu pendidikan di Indonesia. Metode penelitian lapangan (field research) bersifat kualitatif deskriptif lokasi di MTs Insan Kamil Payatiman Purwakarta Jawa Barat. Data diperoleh dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan dari bulan Februari 2020 sampai April 2020. Analisis data diperoleh dari data primer dan sekunder kemudian di olah, mulai dari reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan uji keabsahan data, responden adalah guru, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, tata usaha, siswa dan orang tua juga masyakat. Hasil penelitian Kepala sekolah MTs Insan Kamil Payatiman Purwakarta telah melaksanakan dengan baik fungsi sebagai pendidik, manajer, administrator, supervisor, pemimpin, inovator, wirausahawan. pencipta iklim kerja.
Penelusuran Kualitas dan Kuantitas Sanad Qiraah Sab’ah: Kajian Takhrij Sanad Qiraah Sab’ah M. Darwis Hude; Ahsin Sakho Muhammad; Sasa Sunarsa
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 5, No 1 (2020): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v5n1.1-22

Abstract

Qiraah sab‟ah telah disepakati ke-mutawatir-annya oleh jumhur ulama. Namun ada ulama yang berpendapat bahwa sanad qiraah sab‟ah dari para imam qiraah sab‟ah kepada Rasulullah Saw, tidak mencapai derajat mutawatir, melainkan hanya masyhur, yang berkualifikasi sahih dan maqbul. Artikel ini ini bertujuan untuk mengetahui kualitas dan kuantitas sanad qiraah sab‟ah berdasarkan kajian takhrij hadis. Pendekatannya menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research. Analisis datanya menggunakan teori takhrij hadis. Hasilnya menunjukkan bahwa dalam perspektif Ilmu Hadis, sanad qiraah sab‟ah dari para Imam qiraah sab‟ah kepada Rasulullah Saw tidaklah mutawatir secara kuantitas, dan dinilai hanya sampai pada derajat masyhur jika ditinjau dari sisi sanad masing-masing individu Imam qiraah sab‟ah. Sementara itu, jika ditinjau dari keseluruhan jalur qiraah sab‟ah kepada Rasulullah, maka sanad-nya bisa dianggap mutawatir, karena memenuhi kriteria umum ke-mutawatir-an. Namun jika ditinjau dari perspektif ilmu qiraah, bahwa qiraah sab‟ah dari para imam keapda Rasulullah Saw, sebagaimana dinyatakan jumhur ulama adalah mutawatir. Dengan alasan, sekalipun dalam sanad qiraahnya ada yang menyendiri (sedikit) dan tidak memiliki keseimbangan pada setiap thabaqah-nya, namun hakikatnya tidak sendiri. Pada saat yang sama terdapat keluarga perawi qiraah, juga penduduk di negeri tersebut yang ikut meriwayatkannya sekalipun tidak dicantumkan dalam rangkaian sanad qiraah. Selain itu, ditemukan pula bahwa masing-masing sanad qiraah sab‟ah diyakini berkualifikasi mutawatir pula jika tinjauan sanad qiraah-nya, dari perawi zaman modern sampai kepada pengarang kitab sumber qiraah. Dan dari para pengarang kitab qiraah standar kepada para Imam qiraah. Sebab diriwayatkan oleh para ahli qiraah yang jumlahnya sangat banyak.
Melagukan al-quran dengan langgam jawa: Studi Terhadap Pandangan Ulama Indonesia Siti Latifah Hanum; Ali Mursyid
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 6, No 1 (2021): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v6n1.1-38

Abstract

Beberapa tahun lalu dalam suatu forum, al-Qur‟an dibacakan dengan lagu (nada) atau langgam yang tidak biasa, yaitu langgam Jawa. Tentu saja ini langsung menuai polemik di kalangan para ulama di Indonesia. Ini tentu saja menarik untuk dikaji, sehingga menjadi rumusan masalah untuk diteliti antara lain: (1) siapa saja ulama yang kontra dengan membaca al-Qur‟an dengan langgam Jawa, apa dan bagaimana argumennya? (2) siapa saja ulama yang pro atau setuju dengan membaca al-Qur‟an dengan langgam Jawa, apa dan bagaimana argumennya? (3) bagaimana persamaan dan perbedaan di antara kedua kelompok ulama yang berbeda pandangan ini? Artikel ini dari kajian riset yang bersifat kualitatif dengan sumber data primer berupa pandangan para tokoh ulama yang terlibat dalam pro dan kontra mengenai melagukan al-Qur‟an dengan langgam Jawa. Ditemukan hasil riset berupa; Pertama, para ulama yang kontra dalam hal ini diantaranya: Prof. Dr. KH. Agil Husin Munawwar, M.A, Habib Riziq Syihab, M.A, Ust. H. Tengku Zulkarnain, Muammar ZA, dan Hj. Maria Ulfah, M.A, dengan alasan Al-Qur‟an adalah kitab suci Allah, tidak dapat dipadukan dengan langgam selain langgam yang telah disepakati jumhûr „ulama. Kedua, di anatara ulama al-Qur‟an yang pro terhadap langgam Jawa ini diantaranya: Dr. Ahsin Sakho Muhammad, M.A, Prof. Dr. Quraish Shihab, M.A, Prof. KH. Ali Mustafa Ya‟qub, dan M.A, Prof. Dr. KH. Ma‟ruf Amin, M.A dengan alasan boleh saja melagukan al-Qur‟an dengan langgam lain (Jawa) asalkan tidak keluar dari Tajwid yang benar dan tidak memaksakan langgam tersebut hingga menlanggar tajwid. Selain itu, ada juga ulama yang berpandangan moderat diantaranya Dr. KH. Ahmad Fathoni, Lc, M.A dan Romlah Widayati, dengan alasan melagukan al-Qur‟an dengan langgam apapun boleh, namun ini jangan dibesar-besarkan, dikhawatirkan akan merusak kaidah tajwid. Karena standar membaca al-Qur‟an itu tartil. Ketiga, persamaan kelompak yang setuju dan tidak setuju, sama-sama mengutamakan membaca al-Qur‟an dengan tajwid. Adapun perbedaannya, kelompok yang membolehkan al-Quran langgam Jawa, sebenarnya membolehkan dengan syarat tidak keluar dari aturan tajwid, sementara kelompok yang menolak langgam Jawa, adalah menolak langgam yang dapat menghinakan al-Qur‟an dan jika melanggar tajwid.
Analisis Shari’ah Compliance Pada Trading Forex Online Rafiqah Rafiqah
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 5, No 1 (2020): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v5n1.147-164

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana operasional trading forex online baik yang Islami maupun yang konvensional dan kesesuaiannya dengan prisip-prinsip bay‟ Sharf dalam Islam, selain itu artikel ini juga menganalisa unsur-unsur syariah compliance yang ada pada trading tersebut. Ide dan pemikiran tentang rancangan konsep trading forex online yang Islami juga menjadi fokus dalam penelitian ini. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif atas data kualitatif di mana akan dijelaskan fakta yang terjadi di dalam operasional trading forex online untuk kemudian dilihat kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip Islam secara komprehensif. Temuan penelitian ini adalah bahwa meskipun sekilas Islamic forex trading berbeda dengan conventional forex trading, namun masih terkesan bias di mana secara teknis hampir tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua type transaksi tersebut. Artinya meskipun para broker akun forex Islami menawarkan transaksi tanpa elemen Rollever Interest,  namun sebagian besar dari mereka masih mengenakan fee lainnya atas trader yang melakukan open positon lebih dari semalam, atau mengenakan kadar spread yang lebih tinggi menggantikan rollever interes
Pendidikan anak dalam konsep Islam Teni Nurrita
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 6, No 1 (2021): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v6n1.157-170

Abstract

Pendidikan yang diberikan kepada anak merupakan suatu persiapan kematangan anak dalam menghadapi masa yang akan datang. Peran pendidik dan orang tua dalam mendidik anak sangat penting karena dapat melihat potensi pada anak. Pengertian pendidikan adalah bimbingan, pembinaan atau pertolongan yang diberikan oleh pendidik kepada peserta didik agar tercapai perkembangan yang maksimal sesuai dengan bakat, potensi manusia untuk mencapai tujuan pendidikan. Pada fase anak-anak adanya keingingan anak untuk keluar rumah dan bermain dengan teman sebaya sehingga dapat berkomunikasi yang luas dan anak dapat belajar berbagai ketrampilan untuk mencoba hal-hal yang baru dari lingkungannya. Pendidikan anak sangat penting di dalam Islam karena anak merupakan generasi penerus yang akan melanjutkan kehidupan di masa yang akan datang. Adapun Ayat-ayat al-Qur’an yang berhubungan dengan pendidikan anak adalah (QS. Lukman: 13,14, 15, 16, 17, 18 dan 19). Akhlak mulia yang bisa ditanamkan pada jiwa anak-anak dalam pendidikan Islam yaitu: (a) Mengenal dan mencintai Allah. (b) Mencintai Rasulullah. (c) Belajar dan membiasakan membaca al-Qur’an. (d) Mengajarkan ibadah. Orang tua mempunyai tugas mendidik anak yakni mengenalkan Allah Swt, ditanamkan bahwa Allah itu ada, Esa dan tidak ada Tuhan lain selain Allah, seperti mengajak anak untuk melihat ciptaan Allah Swt supaya anak mempunyai kemampuan berfikir bahwa Allah-lah yang menciptakan alam semesta. Kemudian anak-anak hendaklah dikenalkan kepada kepribadian Rasulullah Saw sebagi sosok idola anak muslim dengan menceritakan kisah keteladan maupun kepahlawanan beliau sehingga ada rasa kagum dalam diri anak terhadap Rasulullah. Orangtua juga harus memberi contoh kepada anak dalam membaca al-Qur’an sehingga mereka terbiasa mendengar lantunan ayat suci setiap hari di rumah dan juga mempunyai tugas dan kewajibannya untuk mengajarkan anak dalam beribadah.
Tafsir Ayat-Ayat Pandemi: Studi Atas Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ali Mursyid
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 5, No 1 (2020): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v5n1.23-50

Abstract

Saat dunia dilanda wabah, termasuk merebak ke Indonesia, umat Islam yang mayoritas di negeri ini, tentu saja menerima dampak hebatnya. Umat Islam bukan hanya waspada menghadapi serangan virus, tetapi juga gagap terkait bagaimana beribadah di masa maraknya wabah Covid-19 ini. Maka kemudian MUI mengeluarkan beberapa fatwa untuk merespon kebutuhan umat Islam di negeri ini. Dalam artikel ini, dikaji fatwa-fatwa apa saja yang dikeluarkan MUI di saat merebaknya pandemi Covid-19 ini, isinya apa saja, untuk keperluan apa saja. Juga ayat-ayat alQur‟an yang mana saja yang menjadi dalilnya, serta terutama mengenai tafsir dan penjelasan ulama mufassir mengenai ayatayat tersebut. Hasil kajian ini menjelaskan bahwa berdasarkan penfasiran ayat-ayat al-Qur‟an yang dijadikan dalil dalam fatwafatwa MUI di masa pandemi Covid-19, memang penafsiran ayatayat tersebut menunjukkan apa yang dimaksud oleh fatwa, demi mencegah kemudharatan memberi kemudahan kepada umat Islam.
Implementasi pendidikan karakter berbasis al-quran dan as-sunnah: studi kasus kelas 6 SD al-Wildan Islamic School (Nurul Islam) Tangerang Ubaidillah Alghifary Slamet; Syahida Rena; Ine Ratu Fadhilah
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 6, No 1 (2021): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v6n1.39-65

Abstract

Pendidikan karakter berbasis al-Qur‟an dan as-Sunnah di SD Al-Wildan Islamic School (Nurul Islam) adalah program unggulan sekolah, tujuannya untuk pembentukan karakter mulia sesuai al-Qur‟an dan as-Sunnah pada diri peserta didik melalui pembelajaran sehari-hari di kelas, didukung dengan 3 kurikulum nasional, internasional dan pesantren melalui proses stimulan pendidkan karakter yang lama sejak kelas 1 sehingga di kelas 6 sudah menjadi karakter anak. Sistem evaluasi penilaian Quality Control (QC) siswa yang ketat, kemudian di nilai dan di tindak lanjuti pada program-program pendukung yaitu pelatihan guru-guru, program sosialisasi, program parent visit class (PVC), program rumah tahfizh, dengan rumusan nilai: (1) penanaman adab dan akhlak yang mulia, (2) kebersihan lingkungan, (3) sosial Masyarakat, (4) kesadaran beribadah, (5) cinta tanah air. Implementasi materi dapat dilihat pada: (1) Penyambutan siswa, (2) Bimbingan Wali kelas, (3) membuat tata tertib dikelas, (4) makan siang bersama guru dikelas, (5) mengadakan lomba kebersihan dan keindahan kelas, (6) mengadakan kegiatan bakti sosial, (7) membaca zikir pagi dan petang, (8) shalat dhuha, (9) shalat berjamaah, (10), mengadakan upacara. Faktor pendukung yakni adanya ketaatan dan disiplin guru dalam menjalankan tugas amanah, konsistensi pimpinan, adanya sinergi antara guru, wali murid dan siswa. Faktor penghambat yakni siswa baru yang belum berkarakter al-Qur‟an dan belum bisa mengaji.

Page 8 of 14 | Total Record : 136


Filter by Year

2016 2024