cover
Contact Name
muhammad azizan
Contact Email
misykat@iiq.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
azizan@iiq.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Misykat: Jurnal Ilmu-ilmu Al-QurÆan, Hadist, Syariah dan Tarbiyah
ISSN : 25278371     EISSN : 26850974     DOI : http://dx.doi.org/10.33511/misykat
Jurnal MISYKAT is a semiannual journal, published on June and December. MIYSKAT published by PPS IIQ Jakarta. MISYKAT provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, and students to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles. The journal invites professionals in study of Islamic Studies. ISSN: 2527-8371
Arjuna Subject : -
Articles 136 Documents
Implementasi Ilmu Amtsal Al-Qur’an Dalam Memahami Ayat-Ayat Hukum Ekonomi Syariah Najmah Salamah; Prinisa Hamdani; Septian Nugraha; Mochammad Syukria Mauladi; Nandang Ihwanudin
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 6, No 2 (2021): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v6n2.137-156

Abstract

Ilmu amtsal Al-Qur‟an merupakan salah satu aspek dari kajian tafsir dan ilmu tafsir. Dalam perkembangan ilmu tafsir. Ilmu ini memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap perkembangan berpikir umat Islam dalam mendalami dan memahami Al-Qur‟an, tidak terkecuali pada ranah Hukum Ekonomi Syariah (HES). Ilmu amtsal Al-Qur‟an penting diimplementasikan dalam memahai ayat-ayat HES. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan implementasi Ilmu amtsal Al-Qur‟an terhadap ayat-ayat yang terkait dengan tematema HES. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersumber dari jurnal, artikel, dan buku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan mengimplementasikan Ilmu amtsal Al-Qur‟an dapat diambil simpulan bahwa terdapat amtsal dalam Al-Qur‟an yang mengandung tema HES, yaitu antara lain QS. 2: 261 dan ayat 275. Dalam ayat 261 dijelaskan mengenai urgensi infak bagi orang yang berinfak (munfik), bahwa pahalanya dilipatgandakan seperti sebutir biji yang ditanam menumbukan tujuh tangkai dan tiap tangkainya menumbuhkan seratus bulir (1:700), demikian pahala bagi orang yang berinfak. Sedangkan dalam ayat ke 275 diumpamakan/dimisalkan orang transaksi riba tidak akan dapat berdiri dengan sempurna, melainkan seperti berdirinya orang yang tidak waras karena dirasuki setan. Hal ini menunjukkan, betapa besar dampak negative bagi orang-orang yang terjerumus melakukan praktik riba. 
Tafsir Ayat-Ayat Kekerasan Seksual: Analisis Metodologis Terhadap Penafsiran Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) Anisa Muflihah; Ali Mursyid
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 6, No 2 (2021): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v6n2.1-40

Abstract

Data telah menunjukkan bahwa, kasus kekerasan seksual angkanya terus meningkat, termasuk dalam lembaga pendidikan sekalipun. Sementara itu Permendikbud No. 30 tahun 2021 yang bertujuan untuk mencegah dan menangani kekerasan seksual di Perguruan Tinggi. Pada tahun 2017, diselenggarakan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI), yang di antaranya membahas tentang kekerasaan seksual. Penafsiran ayat-ayat kekerasan seksual dalam perspektif KUPI di antaranya menyatakan dua hal: Pertama, kekerasan seksual baik dilakukan di luar perkawinan maupun di dalam perkawinan, hukumnya haram. Kedua, perkosaan dan perzinahan, meski sama-sama hubungan seksual yang dilarang Islam, namun keduanya berbeda. Perkosaan adalah hirâbah di mana pelaku memaksa korban untuk berhubungan seksual, dalam hal ini pelaku dan korban berbeda. Pelaku melakukan dua tindakan terlarang sekaligus yakni perzinahan dan pemaksaan. Sementara korban tidak melakukan kesalahan karena dipaksa, sehingga korban kekerasan seksual tidak boleh disamakan dengan kasus perzinahan, dan seharusya korban kekerasan seksual diberikan konpensasi. Inilah di antara hasil Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) yang tertulis dalam Dokumen KUPI. Adapun dalam menganalisa digunakan pisau analisa Ilmu Tafsir, yang menganlisa sumber penafsiran, paradigma dan prinsip penafsiran, metode tafsir dan corak penafsiran. Dari hasil analisa tersebut, tentang metodologi penafsiran KUPI terkait ayat-ayat kekerasan seksual adalah: pertama, sumber penafsiran pada KUPI adalah campuran, menafsirkan dengan sumber bi al-ma‟tsûr dan menafsirkan dengan sumber bi alra‟yi. Sumber bi al-ma‟tsûr-nya menafsirkan Al-Qur‟an dengan AlQur‟an dan Al-Qur‟an dengan Sunnah/Hadits. Dalam hal ini KUPI menggunakan munâsabah antar ayat dengan ayat lainnya, antar ayat dengan hadis. Sedangkan sumber bi al-ra‟yi-nya itu dengan merujuk padangan-pandangan para ulama ahli fiqih. Kedua, prinsip-prinsip penafsiran KUPI adalah prinsip kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, ketersalingan, kebaikan, kemaslahatan, kebangsaan, dan keadilan gender. Ketiga, metode Penafsiran KUPI menggunakan metode maudhu`i  dengan  pendekatan teori mubadalah. Keempat, corak penafsiran KUPI menggunakan corak fiqih, karena memang pembahsan penafsiran ayat yang dilakukan, kemudian berujung pada penetapan hukum Islam. Selain itu juga karena pandangan ulama-ulama tafsir yang dirujuk juga kebanyakan adalah mufassir dan para ahli fiqih.
Fenomena Dan Identitas Cadar: Memahami Cadar dalam Kajian Sejarah, Al-Qur’an, Hadis, dan Ijma’ Lailul Ilham
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 6, No 2 (2021): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v6n2.157-182

Abstract

Cadar merupakan suatu realitas yang problematis dan menjadi topik pembicaraan yang hangat, khususnya dalam kontek Indonesia. Perselisihan tersebut tidak jauh berkutat pada tataran identitas cadar sebagai sebuah budaya atau syariat agama Islam. Kasus tersebut tidak selesai pada perselisihan ideologis bahkan dalam beberapa kasus sampai pada perselisihan secara sosial, seperti stigma masyarakat tentang cadar yang diidentifikasi dalam satu gerakan/kelompok Islam tertentu, cadar sebagai fanomena keislaman yang murni, cadar sebagai identitas budaya Arab, dan bahkan bagian dari identitas budaya agama lain (selain Islam). Kemudian kajian tentang cadar dalam berbagai perspektif menjadi urgen dilakukan sebagai upaya mempertegas status cadar kaitannya dalam identitas budaya dan agama. Sehingga akan ditemukan identitas sebenarnya dan menyelesaikan berbagai perselisihan yang secara umum diakibatkan oleh perbedaan cara pandang dan pemahaman terhadap cadar tersebut. 
Metode Asy-syahrani dalam Pengembangan Bahan Ajar Faraidh: Studi Kasus pada Kelas XI SMAIT Albinaa Islamic Boarding School Bekasi Muhammad Ihrom; Abdul Halim Sholeh; Syahida Rena
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 6, No 2 (2021): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v6n2.41-60

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan bahan ajar farâidh dan implementasinya pada peserta didik kelas XI SMAIT ALBINAA IBS serta mengetahui respon peserta didik terhadap penerapan bahan ajar tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode R&D model Dick dan Carey. Uji validitas angket respon siswa menggunakan metode pearson correlation. Uji reliabilitas angket respon siswa menggunakan metode cronbach‟s alpha. Hasil studi menunjukkan bahwa pengembangan buku bahan ajar farâidh dalam riset ini mendapatkan respon positif dari ahli materi (uji validitas 0.83) dan ahli media (uji validasi 0.82). Hasil studi juga didapati bahwa pengembangan buku bahan ajar farâidh yang  disusun secara sistematis, sesuai RPP, tepat dalam pembagian materi, pemberian gradasi warna, dan adanya soal-soal latihan mendapatkan respon positif 
Urgensi Media Audio Visual Dalam Pembelajaran PAI Pada Masa Pandemi Covid-19 Arif Agus Mujahidin; Aisyah Luthfi Hasanah; Meti Andani; Muh. Alif Kurniawan
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 6, No 2 (2021): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v6n2.183-196

Abstract

Dalam proses pembelajaran, komunikasi adalah media utama yang digunakan sebagai penyampaian materi oleh guru kepada peserta didik. Pada kondisi pandemi seperti sekarang ini, kegiatan belajar mengajar sangat bergantung pada seorang pendidik.  Seorang pendidik dapat menggunakan berbagai alat untuk menyampaikan materi yang dianggap dapat membantu peserta didik dalam menangkap dan mencerna setiap pembelajaran yang disampaikan oleh guru, alat ini disebut media pembelajaran. Supaya materi ajar yang disampaikan dapat diterima peserta didik, maka dibutuhkan media yang sesuai serta membantu dalam proses penyampaian materi, khususnya dalam pembelajaran PAI. Dimana pembelajaran ini memiliki peran penting dalam tatanan kehidupan manusia, dan sebagai alternatif sebuah media yang berbasis gambar dan suara guna menyampaikan materi pembelajaran pendidikan agama Islam.  
Sumber Pendidikan Islam Dalam Perspektif Al-Qur’an: Tafsir Tarbawi Term Tarbiyyah dan Ta’lim Rosidin Rosidin
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 6, No 2 (2021): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v6n2.61-98

Abstract

Artikel ini bertujuan memformulasikan sumber pendidikan Islam melalui implementasi metode tafsir tarbawi tematis yang ditujukan pada ayat-ayat yang memuat term Rabb dan derivasinya sebagai representasi pendidikan Islam dalam konteks tarbiyyah; dan ayat-ayat yang memuat term „Allama dan derivasinya sebagai representasi pendidikan Islam dalam konteks ta‟lim. Ada tiga temuan artikel ini. Pertama, dari 977 term Rabb dan derivasinya dalam Al-Qur‟an, 972 term menunjuk Allah Swt sebagai sumber pendidikan; dan 5 term menunjuk manusia sebagai sumber pendidikan. Sedangkan dari 41 term „Allama dan derivasinya, 24 ayat menunjuk Allah Swt sebagai sumber pendidikan; dan 17 term menunjuk makhluk selain Allah Swt sebagai sumber pendidikan, terutama manusia. Kedua, sumber pendidikan Islam menurut perspektif Al-Qur‟an dalam konteks tarbiyyah dan ta‟lim adalah Allah Swt dan manusia. Ketiga, Allah Swt dan manusia sebagai sumber pendidikan Islam, direalisasikan melalui empat sumber ilmu pengetahuan, yaitu sumber wahyu (Al-Qur‟an dan al-Sunnah), intuisi (ilham dan inspirasi), akal (ijtihad dan penalaran), dan alat indera (terutama pendengaran dan penglihatan).  
Evaluasi Dan Implikasi Wanprestasi Akibat Covid-19 Terhadap Isi Kontrak Dalam Akad Mudharabah Tb. Hafizh Sulthon Alshazmy; Muh. Nadratuzzaman Hosen
MISYKAT: Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadits Syari'ah dan Tarbiyah Vol 7, No 1 (2022): Misykat: Jurnal-ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v7n1.100-112

Abstract

Pandemi COVID-19 menjadi peluang bagi para anggota yang tidak memiliki itikad baik untuk melakukan wanprestasi berupa kelalaian menjalankan usaha dalam akad mudharabah. Dalam kata lain pandemi ini bisa dijadikan kedok atas kelalaian anggota. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi setiap kasus kegagalan dalam pengembalian modal yang dilakukan oleh anggota penerima fasilitas pembiayaan di KSPPS BTM BiMU, apakah disebabkan karena dampak dari pandemi COVID-19/kondisi force majeure atau karena kinerja yang buruk/wanprestasi. Selanjutnya untuk mengetahui adakah implikasi kasus tersebut terhadap perubahan isi kontrak dalam akad mudharabah yang sudah disepakati pada awal pengajuan pembiayaan di KSPPS BTM BiMU. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian normatif empiris. Dikatakan penelitian normatif karena penelitian ini memakai fatwa DSN-MUI dan Undang-Undang yang berlaku sebagai sumber bahan penelitian hukumnya. Sedangkan bisa dikatakan sebagai penelitian empiris karena penelitian ini mengambil bahan hukumnya dengan cara observasi ke lembaga yang terkait, yaitu KSPPS BTM BiMU dan wawancara langsung kepada pihak yang terkait.
Rekonstruksi Tafsir Ayat-Ayat Khalîfah: Studi Kritis Tafsir Klasik dan Kotemporer Narmodo Narmodo; Muhammad Azizan Fitriana
MISYKAT: Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadits Syari'ah dan Tarbiyah Vol 7, No 1 (2022): Misykat: Jurnal-ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v7n1.22-35

Abstract

Kajian ini membuktikan bahwa metodologi penafsiran yang meliputi, sumber penafsiran berupa relasi antar teks-akal-realitas itu bersifat struktural dan deduktif, jumlah mufassir bersifat individual dan penyajian penafsiran berbentuk linier-atomistik (tartîb mushafî) serta menggunakan pendekatan tekstualis-literalis (tafsir klasik) dan kontekstualis-literalis (tafsir kontemporer), dari keempat hal tersebut belum bisa diperoleh weltanschauung khalîfah. Sebaliknya kajian ini juga membuktikan bahwa dengan rekonstruksi metodologi meliputi: sumber penafsiran relasi antar teks-akal-realitas yang berbentuk fungsional dan dialektik, jumlah mufassir yang bersifat kolektif (tafsîr jama‘i) dan penyajian penafsiran berbentuk tematik (maudhu‘i) dengan menggunakan pendekatan penafsiran kontekstualis-interdisipliner, maka dapat di-create produk tafsir khalîfah bersifat weltanschauung.
Pandangan J.H.A. Juynbol Tentang Hadis Larangan Niyaha Muslim Tradition in Chronology Provenance and Authorship of Early Hadis Azam Azam
MISYKAT: Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadits Syari'ah dan Tarbiyah Vol 7, No 1 (2022): Misykat: Jurnal-ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v7n1.113-120

Abstract

Artikel ini mendiskripsikan tentang kajian hadis tradisional perspektif Juynbol dan mengunakan teori pendekatan sejarah sosial dan sejarah ilmu sebagai pisau analisis perkembangan dan munculnya hadis laranagan niyaha. Perkembangan hadis dan kodifikasi hadis adalah menjadi bukti otentik dalam peradaban Islam. Pada kesempatannya hadis adalah sebagai salah satu hujjah untuk menguatkan suatu hukum yang disandarkan pada Nabi Muahmmad. Maka Juynbol sangat menarik untuk lebih mengenal hadis-hadis Nabi Muhammad. Karena itu Juynbol meneleti dari sekian banyak hadis-hadis Nabi Muhammd dan perkembangannya. Sehingga berkesimpulan, hadis adalah hasil produk ulama-ulama pada abad kedua dan tidak bersumber dari Nabi Muhammad karena hadis pada masa itu hanya digunakan untuk menguatkan dan kepentingan para madzhab fiqh dan teologis. Salah sutunya Juynbol tidak percaya dengan adanya hadis niyaha (lamenting) larangan meratapi kematian (probhition), karena menurutnya, niyaha itu sudah ada sejak masa jahiliyah, kemudian Islam itu datang melarang niyaha. Disamping dalam Al-Qur’an tidak ada keterkaitan laranagan niyaha dan yang semakna dengan niyaha seperi ranna, daraba khaddahu dan begitu seterusnya tidak ada hubungannya dengan masalah kematian, pada kesempatan yang lain hadis larangan niyaha dari sisi isnad adalah cacat di Ibn Sa’ad dan tidak bisa dilacak secara ilmiah.
Air Dalam Tafsir Al-Azhar: Kajian Ayat Siklus Air dengan Pendekatan Hidrologi Iffaty Zamimah; Hilma Nurlaila Azhari
MISYKAT: Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadits Syari'ah dan Tarbiyah Vol 7, No 1 (2022): Misykat: Jurnal-ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v7n1.36-57

Abstract

Bencana alam yang berhubungan dengan air yang kerap terjadi di Indonesia, seperti banjir dan kekeringan. Para ahli menyebutkan salah satu faktor utamanya adalah gangguan pada siklus air. Untuk meminimalisir bencana-bencana itu terjadi, diharuskan untuk lebih memperkenalkan siklus air kepada khalayak umum agar bisa lebih dimengerti bahwasanya siklus air sangat dipengaruhi oleh kegiatan manusia. Siklus hidrologi adalah sirkulasi air tanpa henti dari atmosfer ke bumi dan kembali lagi ke bumi melalui proses kondensi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan lebih dalam mengenai ayat siklus air dalam tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka dengan pendekatan hidrologi  menggunakan teori Chay Asdak mengenai siklus air. Siklus air dalam tafsir Al-Azhar terbagi menjadi tiga tahap: pertama, tahap menguapnya air dari lautan ke atmosfer yang banyak dipengaruhi oleh cahaya matahari dan energi angin; kedua, tahap air turun dari atmosfer ke bumi yang mencakup proses pengembunan, berpindahnya awan dari satu tempat ke tempat lainnya dan presipitasi (hujan); ketiga, tahap aliran air di bumi yang mencakup proses infiltrasi, limpasan dan aliran permukaan. Buya Hamka menegaskan jikalau proses meresapnya air ke dalam tanah sangat bergantung dengan adanya tumbuh-tumbuhan di permukaan tanah yang berfungsi sebagai penahan air, agar tidak menjadi banjir di musim penghujan dan kekeringan di musim kemarau. Selain itu, tanaman juga mempercepat laju proses pengisian ulang air tanah yang penggunaannya banyak dimanfaatkan di Indonesia.

Page 10 of 14 | Total Record : 136


Filter by Year

2016 2024