cover
Contact Name
muhammad azizan
Contact Email
misykat@iiq.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
azizan@iiq.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Misykat: Jurnal Ilmu-ilmu Al-QurÆan, Hadist, Syariah dan Tarbiyah
ISSN : 25278371     EISSN : 26850974     DOI : http://dx.doi.org/10.33511/misykat
Jurnal MISYKAT is a semiannual journal, published on June and December. MIYSKAT published by PPS IIQ Jakarta. MISYKAT provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, and students to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles. The journal invites professionals in study of Islamic Studies. ISSN: 2527-8371
Arjuna Subject : -
Articles 136 Documents
Studi Lembaga Filantropi Media Massa Muhammad Aiz
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 5, No 1 (2020): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v5n1.165-183

Abstract

Kuatnya pengaruh kelompok masyarakat sipil (civil society) di Indonesia menyebabkan praktik filantropi masih didominasi oleh pihak non negara.  Artikel ini sesuai dengan pendapat Azyumardi Azra yang menyatakan sejak masa kesultanan di Nusantara, persoalan filantropi memang minim campur tangan penguasa. Kenyataan tersebut dapat dibuktikan pula banyaknya lembaga-lembaga filantropi, baik yang bersifat tradisional, organisasi masyarakat sipil, hingga perusahaan media massa yang ikut mengurusi urusan filantropi. Hal ini tidak hanya berimplikasi positif yakni dengan munculnya berbagai kelompok masyarakat yang berinisiatif untuk mengelola filantropi.  Namun di sisi lain menyebabkan implikasi yang negatif juga seperti belum terkelolanya potensi filantropi secara transaparan dan akuntabilitasnya pun masih rendah. Pendekatan yang digunakan dalam artikel ini adalah pendekatan historis sosiologis.
Neo-ottomanisme dan isu hagia sophia digital religion dan pengaruh popularitas erdogan terhadap kaum milenial islamis di Indonesia Bubun Nursya‟ban
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 6, No 1 (2021): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v6n1.171-194

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk membahas bagaimana Turki pasca runtuhnya kekaisaran ottoman yang memfokuskan pada pengangkatan Erdogan sebagai presiden, sepak terjang gaya politik Turki dalam mempromosikan Turki dengan politik Islamismenya mengarah pada ideologi Neo-ottomanisme yang merupakan sebuah kultur budaya Turki pada pemerintahan kesultanan kekaisaran Islam ditandai dengan “penaklukan” Hagia Sophia kekaisaran Byzantium yang kini telah hangat diperbincangkan di dunia maya serta menjamur semangat kembalinya tatanan keIslaman kepada masyarakat muslim pro-khilafah di Indonesia dengan munculnya berbagai komunitas kajian-kajian tentang khilafah dan Turki pada beberapa pemuka agama, kelompok dan komunitas pecinta Erdogan sebagai perwujudan pemimpin yang dirindukan serta antusiasme masyarakat muslim. Aktor yang dihasilkan dari perkembangan di era digital menjadi tidak terfokus antara pro-kesultanan dengan jaringan Ikhwanul Muslimin yang semakin hari berkembang menjadi pergerakan baru. Untuk menganalisis fenomena tersebut, artikel ini menyandarkan konsep digital religion Heidi A. Campbell terhadap terbentuknya komunitas atau kelompok yang semakin hari semakin banyak diminati dikalangan muslim Indonesia dengan motif yang bervariasi. Hasil temuan dari artikel ini menunjukan bahwa semangat neo-ottomanisme dan popularitas Erdogan di Indonesia terbentuk oleh masyarakat jaringan dan terbentuk kedalam komunitas media sosial terbagi kedalam beberapa golongan, ada yang sekedar penggemar Erdogan, ada pula yang memiliki semangat terwujudnya Neo-Ottomanisme bahkan ada pula yang tergolong kepada paham radikalisme. Atas dasar kesamaan visi untuk mewujudkan tatanan keIslaman baik dari kalangan komunitas atau partai politik Islam maka pesan neo-ottomanisme sangat di gemari oleh kalangan muslim pro-khilafah di Indonesia.
Teknik-Teknik Analisis Tafsir Dan Cara Kerjanya Moh. Bakir Bakir
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 5, No 1 (2020): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v5n1.51-72

Abstract

Teknik analisis dalam studi tafsir merupakan sebuah keharusan. Hal ini disebabkan bahwa teks al-Qur‟an ketika berdialog dengan manusia mesti menimbulkan beragam penafsiran. Disamping itu, karena faktor kesadaran ilmiah bahwa yang mengetahu pasti maksud suatu teks atau ucapan adalah pemilik teks dan ucapan itu sendiri. Penelitian ini berusaha mendeskripsikan teknik-teknik analisis dalam penelitian tafsir, sebagai uapaya untuk memahami kandungan-kandungan ayatayat al-Qur‟an. Paling tidak ada tiga teknik analisis dalam diskursus tafsir, yaitu analisis isi (content analysis), analisis filologis, dan analisis semantik. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif.
Harmoni syariah terhadap teror korona: kemudahan beribadah dalam menghadapi epidemi covid-19 Sunarto Sunarto
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 6, No 1 (2021): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v6n1.65-94

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendedikasi umat Islam Indonesia dalam melaksanakan ibadah di tengah-tengah merebaknya virus Corona, maka syari‟ah Islam hadir dengan watak harmoninya menawarkan kemudahan-kemudahan sebagai agama rahmatan lil „alamin. Artikel ini menggunakan kata “harmoni” maksudnya terjalinnya ikatan secara serasi atau sesuai dalam melaksanakan ibadah syar‟i walaupun dalam kondisi sulit (seperti saat merebaknya virus corona sekarang ini). Terkait dengan fenomena Corona tersebut, MUI dengan otoritasnya mengeluarkan fatwanya (Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020) tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi terjadi wabah Covid-19. Poin ke 4 dari fatwa tersebut menyatakan larangan penyelenggaraan shalat Jum‟at dan kegiatan sejenisnya yang mengundang masa, ketika wabah virus Corona tidak terkendali (darurat), dengan lebih mengutamakan keselamatan jiwa. Larangan shalat Jum‟at tersebut digantikan dengan shalat di rumah masing-masing sebagai antisipasi pandemi Corona (Covid-19). Untuk menjawab persoalan di atas, artikel ini mencoba merumuskan, menganalisa, mengaplikasikan melalui kaidah fiqhiyah yang dijadikan sebagai pisau pembedah dapat memberikan solusi terhadap cairnya permasalahan tersebut. Memproteksi kerusakan merupakan skala pioritas dari pada melakukan amal baik (درء الدفاسد مقدم على جلب الدصالح ). Kaidah tersebut dapat diaplikasikan ke dalam isu-isu Corona sebagai berikut: Meninggalkan shalat Jum‟at/Jama‟ah itu (dengan tujuan memutus rantai pandemi virus Corona) itu lebih baik, dari pada menjalankan shalat Jum‟at/jama‟ah, (dengan diganti shalat di rumah masing-masing). Dalam kondisi darurat seperti saat epedemi Corona mengancam jiwa manusia, maka syari‟at memberikan kemudahan bolehnya meninggalkan shalat jum‟at diganti shalat dzuhur di rumah.
Asimilasi Spektrum Peradaban Islam Dan Keberislaman Di India Sadari Sadari
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 5, No 1 (2020): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v5n1.73-100

Abstract

Setiap Negara memiliki ke-khas-an, untuk itu senantiasa memiliki latar pembentukan tertentu, sejarah, dan bahkan kejadian spesifik yang menjadikannya berbeda dengan lainnya. Tidak lepas dari asumsi tersebut adalah keberagamaan suatu masyarakat di Negara tertentu, termasuk keislaman di India. Sejarah merekam bagaimana dinamika keislaman di India sangatlah dinamis dan kadang-kadang dramatis. Mulai dari penjelajahan biasa sembari dakwah, berdagang, sampai penaklukkan pernah mewarnai kehidupan Muslim India di masa silam. Lalu, yang namanya kenangan betapa pun memiliki pengaruh terhadap kebiasaan Muslim hari ini di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Negara India. Artikel ini mencoba untuk menelusuri bagaimana pranata Islam di Negara tersebut, evolusi peradabannya, hingga puncak asimilasinya pada abad ke21. Artikel ini menemukan bahwa titik terbaru dari adanya proses interaksi yang panjang antara Islam dan tradisi-tradisi lainnya di India bisa dilihat dari tiga bidang yakni: ilmu pengetahuan, seni bangunan, dan bahasa.
Struktur epistemologi pancasila dan etos sains dalam al-qur`an: suatu upaya integrasi, interkoneksi dan internalisasi Wendi Parwanto; Sadari Sadari
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 6, No 1 (2021): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v6n1.95-120

Abstract

Perbedaan ruang lingkup antara al-Qur`an yang bersifat teosentris, Pancasila yang bersifat filosofis dan Etos Sains yang bersifat sainsifis menjadi suatu yang menarik untuk dikaji lebih jauh, terutama bagaimana meng-integrasikan, meng-interkoneksikan dan meng-internalisasikan nilai-nilai ketiganya dalam realitas. Artikel ini menawarkan cara alternatif untuk mengkaji topik ini lebih jauh, yaitu dengan menggunakan teori integrasi–interkoneksi Amin Abdullah. Dan juga ditambah dengan konsep internalisasi, tujuannya adalah untuk mengaktualisasikan nilai-nilai al-Qur`an, Pancasila dan Etos Sains tidak bisa hanya dengan melakukan integrasi dan interkoneksi saja. Namun, harus ada upaya internalisasi sehingga nilai-nilai ketiganya dapat diaplikasikan dalam realitas kemasyarakatan.
Kajian Riset Monodisipliner dan Interdisipliner dalam pendidikan islam Menghadapi Isu Nasional dan Global: Studi Kasus Terhadap Isu Covid-19 Nimawati Nimawati; Uus Ruswandi; Mohamad Erihadiana
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 5, No 1 (2020): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v5n1.101-122

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terjadinya diskursus di tengah-tengah masyarakat dewasa ini mengenai pandemi Covid-19. Sebagian orang menganggap ringan wabah ini dengan mengatakan bahwa kematian sudah ditentukan oleh Allah Swt. Sebagian yang lain menganggap serius wabah ini dan berupaya menghindari serta mencari strategi pencegahan dan solusinya. Bertitik tolak dari uraian tersebut penting untuk meneliti kajian monodisipliner dan interdisipliner dalam pendidikan islam menghadapi isu nasioal dan global dengan melakukan studi kasus terhadap isu covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pandemi Covid-19 dengan pendekatan monodisipliner Pendidikan Agama Islam (PAI), intradisipliner rumpun ilmu PAI, interdisipliner antara PAI dan rumpun ilmu PAI dengan disiplin ilmu-ilmu lainnya yang berkaitan dengan objek bahasan ini. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif pendekatan kualitatif dengan sumber data kepustakaan. Hasil penelitian ini adalah: pertama, dengan  pendekatan monodisipliner PAI pandemi Covid-19 adalah ciptaan Allah Swt yang harus disikapi dengan tepat, kedua, dengan pendekatan transdisipliner melalui disiplin ilmu kalam, fikih, hadis dan sejarah peradaban islam bahwa ditemukan sikap dan penanganan Covid-19 dalam praktis Rasulullah dan sahabat juga pemahamn para ulama, dan ketiga, dengan pendekatan multidisipliner bahwa Covid-19 adalah sebagai berikut, menurut ahli virologi penyebab dari wabah ini adalah coronavirus jenis baru yang disebut dengan novel coronavirus 2019 (2019-n CoV). Menurut farmakologi penyembuhannya dengan obat virus. Menurut kesehatan harus menjaga jarak dengan penderita dan harus menjaga kebersihan. Adapun menurut ahli ekonomi dan pemerintahan pandemi ini berdampak pada sektor ekonomi maka tidak dapat dilaksanakan lockdown.
Itibar Al-quran: peran tulang ekor dalam proses penciptaan dan kebangkitan manusia Indriawati Indriawati
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 6, No 1 (2021): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v6n1.121-136

Abstract

Tulang berukuran kecil yang memiliki peranan penting dalam proses kehidupan manusia dari mulai ia diciptakan sampai nanti ia kembali ke asalnya yakni tulang ekor. Dari tulang tersebutlah manusia diciptakan dan akan dibangkitkan kembali. Manusia seringkali meremehkan hal-hal yang kecil, padahal kita dapat menemukan tangan-Nya atau menarik pandangan i’itibar darinya. Karena, tidak ada sesuatu pun yang Allah Swt ciptakan itu tidak memiliki manfaat. Dan dari ciptaan-Nya itulah kita bisa merasakan adanya kehadiran Allah Swt disetiap fenomena. Metode tematik dipilih untuk membahas secara gamblang untuk menjelaskan dan memperkuat fakta-fakta tentang keajaiban tulang ekor dan peran-peranannya serta dilengkapi dengan ayat-ayat al-Qur‟an dan Hadits Nabi. Al-Qur‟an dan sains terintegrasi dalam kajian ilmiah Islam sesuai dengan tujuan al-Qur‟an untuk memberi petunjuk kepada manusia, menetapkan aturan hidup mereka meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat. Al-Qur‟an yang diturunkan pada 14 abad silam itu mengandung berbagai fakta ilmiah. Dengan keberadaannya, semua makhluk dapat mengenal Allah Swt dan keagungan-Nya. Meskipun ilmu pengetahuan kini berkembang sedemikian pesat, tak satupun teori ilmiah tersebut yang bertentangan dengan al-Qur‟an.
Konsep Ikhtilaf Dalam Perfektif Imam Syafi’i: Studi Islam Menyoal Perbedaan Sebagai Rahmat Sadari, Sadari; Desya, Mawar Monica
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 6, No 2 (2021): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v6n2.99-116

Abstract

Setiap manusia mempunyai hak dalam menyampaikan pendapat dalam hal apapun. Namun tidak dalam penentuan sebuah hukum syar‟i. Karena setiap pendapat mengenai hukum syar‟i perlu melalui sebuah proses dan memiliki kriteria khusus di dalamnya. Agar dapat ber-ijtihad dengan baik dan tepat maka harus berlandaskan pada Al-Qur‟an dan as-Sunnah. Setiap imam yang melakukan ijtihad tidak merasa dirinya paling baik, termasuk Imam Syafi‟i di mana beliau melarang muslim saat ini melakukan suatu taqlid. Para imam memiliki sudut pandang yang berbeda, yang menyebabkan terjadinya perbedaan pendapat dikalangan para imam. Hal ini dikarenakan perubahan zaman yang menyebabkan adanya suatu kasus atau permasalahan baru. Dalam hal ini kaum muslim memerlukan suatu kebenaran atas suatu kasus tersebut. Dan para imam ini yang berusaha semaksimal mungkin agar bisa  memberikan fatwa dari kasus atau permasalahan tersebut. Bukan hanya pada kalangan para imam, bahkan para imam bisa hidup harmonis dengan perbedaan yang ada. Berbeda dengan zaman sekarang, yang sering sekali melakukan perdebatan sengit guna mempertahankan pendapatnya sampai tidak menghiraukan akan larangan Allah untuk tidak bercerai berai dan hendaknya untuk terus bersatu.
Pernikahan Dini Dalam Perspektif Hukum Positif, Hukum Adat Dan Fiqh Zamroni Zamroni
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 6, No 2 (2021): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v6n2.117-136

Abstract

Pernikahan dini merupakan isu yang sering menjadi polemik dan kontroversi dalam masyarakat dikarenakan masih adanya asumsi bahwa hal tersebut dianjurkan oleh agama, didorong, serta dicontohkan oleh baginda Nabi Muhamad ﷺ. Ada juga opini yang memandang hal tersebut (pernikahan dini) sebagai hal yang negatif karena diasumsikan akan menghancurkan masa depan wanita, memberangus kreativitasnya serta mencegah wanita untuk mendapatkan pengetahuan dan wawasan yang lebih luas. Hal ini mendorong penulis untuk mengkaji permasalahan pernikahan dini dalam berbagai perspektif, yaitu dalam perspektif KUHPerdata, Undang-undang No. 1/1974, Hukum Adat, dan Fiqih.

Page 9 of 14 | Total Record : 136


Filter by Year

2016 2024