cover
Contact Name
muhammad azizan
Contact Email
misykat@iiq.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
azizan@iiq.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Misykat: Jurnal Ilmu-ilmu Al-QurÆan, Hadist, Syariah dan Tarbiyah
ISSN : 25278371     EISSN : 26850974     DOI : http://dx.doi.org/10.33511/misykat
Jurnal MISYKAT is a semiannual journal, published on June and December. MIYSKAT published by PPS IIQ Jakarta. MISYKAT provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, and students to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles. The journal invites professionals in study of Islamic Studies. ISSN: 2527-8371
Arjuna Subject : -
Articles 136 Documents
Konsep Keluarga Dan Perempuan Dalam Perspektif Jamaah Tabligh: Analisa Normatif-Sosiologis Sukron Ma'mun
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 4, No 1 (2019): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.094 KB) | DOI: 10.33511/misykat.v4n1.55-78

Abstract

Kajian ini membahas konsep keluarga dan juga peran ideal kaum perempuan (istri) dalam keluarga menurut Jamaah Tabligh. Kajian ini dilatarbelakangi oleh model keagamaan dan gerakan dakwah Jamaah tabligh yang cenderung trandisionalis dengan prinsip mengikuti tradisi yang berlaku semasa Rasulullah dan sahabat pada masa lalu. Sehingga gerakan Jamaah Tabligh seringkali dianggap sebagai kelompok revivalis trandisionalis Islam. Aktivitas utama gerakan ini adalah dakwah keagamaan, dengan menerapkan metode dakwah sebagaimana Rasulullah lakukan. Di sisi lain, banyak anggapan bahwa Jamaah Tabligh banyak mengabaikan keluarga karean aktivitas dakwah mereka seperti khuruj dan jaulah. Sementara dalam hubungan dengan kaum perempuan (istri), Jamaah Tabligh seringkali dianggap cenderung mengesampingkan perempuan atau memposisikan dalam wilayah subordinat (domestik).Kajian ini memberikan gambaran detail mengenai dua konsepsi tersebut. Kajian ini dilakukan tidak hanya melulu pada kajian pustaka, tetapi juga menambahkan dengan data dari hasil wawancara dengan ustadz-ustadz yang menjadi penggerak Jamaah Tabligh di kawasan Jawa Tengah. Data dokumentasi dari ceramah (bayan) amir Jamaah Tabligh di Indonesia juga disertakan untuk menguatkan kajian ini.
Konstruksi ‘iddah dan Ihdad dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) Nuzulia Febri Hidayati
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 4, No 1 (2019): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.502 KB) | DOI: 10.33511/misykat.v4n1.163-189

Abstract

Konstruksi Kompilasi Hukum Islam (KHI) diidentifikasi masih membidik perempuan dengan aturan-aturan yang sifatnya membatasi ruang gerak mereka, termasuk perbincangan ‘iddah dan ihdad. Validitas hukum Islam yang terdapat dalam KHI mengundang kritik, bahkan menimbulkan kontroversi. Berangkat dari hal tersebut, artikel ini ingin mengupas konstruksi yang ada, untuk kemudian Undang-Undang, hukum, dan norma penting untuk selalu menyesuaikan. Beberapa pertanyaan yang kemudian muncul ialah, mengapa konstruksi ‘iddah dan ihdad dalam KHI mendiskriminasikan perempuan, bagaimana konstruksi tersebut diperbincangkan dari perspektif gender. Artikel ini merupakan penelitian pustaka (library research), bersifat deskriptif analitik, dengan pendekatan yuridis-normatif; sosio-historis dan gender. Dalam menganalisa data-data penelitian ini menggunakan medote deduktif dengan mengemukakan teori-teori, dalil-dalil atau generalisasi yang bersifat umum, untuk selanjutnya dikemukakan kenyataan yang khusus, dan menggunakan metode deskriptif.Artikel dengan konstruksi ‘iddah dan ihdad dalam KHI terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi konsep tersebut. Pertama; masih adanya tarik ulur dalam memahami fiqh klasik, dimana seluruh rujukan kitab yang dipakai merumuskan KHI, kesemuanya lebih bersifat eksklusif. Kedua; bahwa sesuai Pengaturan Mahkamah Agung RI, KHI merupakan proyek pembangunan hukum Islam melalui yurisprudensi yang cenderung dipelopori kelompok laki-laki, dan ini sedikit banyak juga akan mempengaruhi pemikiran mereka dalam menkonstruk pasal-pasal di dalamnya. Menurut perspektif gender, konsepsi dalam KHI butuh solusi sebagai titik temu agar tidak terjadi benturan ide (konstruksi yang dirumuskan oleh fiqh klasik yang diadopsi menjadi pasal dalam KHI dengan kondisi nyata berupa kehidupan perempuan modern di sektor publik). Untuk dapat mengkompromikan kandungan hukum yang ada dalam ketentuan syara’. Sehingga bagi perempuan dan juga laki-laki tetap melakukan ketentuan syar’i yaitu mengamalkan masa tunggu dan berkabung tidak sampai pada batas puncaknya.
Konsep Jual Beli Model Dropshipping Prespektif Ekonomi Islam Labib Nubahai
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 4, No 1 (2019): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.352 KB) | DOI: 10.33511/misykat.v4n1.79-100

Abstract

Salahsatu sistem jual beli online yang populer dikalangan masyarakat saat ini adalah sistem jual beli dengan menggunakan konsep dropshipping. Jual beli model dropsipping ini melibatkan tiga elemen, yaitu suplier, dropshipper dan konsumen, dimana dropshipper biasanya meakukan penjualan barang yang didapat dari suplier dengan memanfaatkan perkembangan teknologi dan tidak perlu menyetok untuk menjual barang kepada konsumen. Studi ini membahas mengenai konsep jual beli model dropshipping prespektif fiqh. Metodologi yang digunakan dalam studi ini adalah library method. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa transaksi jual beli model dropshipping ini telah memenuhi rukun akad dalam syariah. Sedangkan dari sisi kepemilikan atas objek barang dalam praktik jual beli dropshipping memiliki dua pendapat, pendapat pertama diperbolehkan, dengan syarat penjual telah mendapatkan izin dari supplier dan dapat mengadakan barang yang akan diperjual belikan, karena pada prinsipnya penjual dalam transaksi sistem dropshipping ini adalah wakil bagi pemiliknya. Pendapat kedua dilarang, karena barang belum sepenuhnya milik penjual dan barang masih ditangan pemiliknya.
Hak Puasa Bagi Istri Yang Tanpa Izin Suami : Analisis Hadis Hafidz Taqiyuddin
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 4, No 1 (2019): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.853 KB) | DOI: 10.33511/misykat.v4n1.101-124

Abstract

Kewajiban dan hak suami dan istri diatur dalam Islam, termasuk di antaranya diatur dalam hadis Nabi Saw sebagai bagian daripada dasar hukum Islam. Di antara hal yang diatur dalam hadis terkait hal tersebut adalah tentang puasa istridanpa izin suami. Kualitas sanad dan matan tentang puasa istri tanpa izin suami, baik hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurayrah maupun hadis yang diriwayatkan Abu Sa‟id al-Khudry merupakan hadis-hadis shahih. Dengan demikian hadis-hadis tersebut yang dapat dijadikan sandaran hukum. Adapun maksud dari tidak dibolehkannya istri melakukan puasa tanpa izin suami adalah bahwa seorang istri tidak diperkenankan berpuasa tanpa izin suaminya dengan syarat-syarat berikut, yaitu: pertama, puasa yang hendak dilakukan adalah puasa Sunnah. Kedua, puasa istri dilakukan ketika suami tidak bepergian.
تكوين الجيل الذهبي من خلال رفع مستوي تعليم القيم الأخلاقية في الأسرة Faizah Ali Syibromalisi
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 4, No 1 (2019): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.104 KB) | DOI: 10.33511/misykat.v4n1.1-18

Abstract

ىذا الدقاؿ تبتُ أف الإنسانية برلم بالجيل الذىبي أك الجيل الدثالي كدعا الى تكوينو الأممكالشعوب كبرقيقيو عن طريق التًبية كالتعليم. كالطفل ىو سواد ىذا الجيل يحتل ميدانا خطتَا بُ ىيكليةبناء الجيل الذىبي. فاف عيوٌد الختَ كعلمو، نشأ عليو كسعد بُ الدنيا كالآخرة. كنظرا لذذه الأهمية, أصدرالرئيس الإندكنيسيي قرارا حكوميا بغرض رفع مستوم تعليم الأخلبؽ أك Character لدم الأطفاؿ,كلتحقيق الجيل الذىيبي بُ سنة كنظرا لدكاف إندكنيسيا كشعب لو جزكر ثقابُ أصيل يحتً القيمالأخلبقية, كالعادة كالتقاليد, متمشيا مع ركح الدبادئ الخمسة ) Pancasila (. فتعليم الأخلبؽ أفيكوف مبدءا أساسيا بُ عملية تنفيذ التًبية كالتعليم جتي يكوف الطفل قويِّا بُ كل ناحية من نواحيحياتو : قويِّا بُ أخلبقو كبُ فكره, كبُ جسمو, كقويِّا بُ كل ما يعطيو لفظ القوة من دلالة كالصدؽكالأمانة كالعفة كالتسامح كالشجاعة إلى غتَ ذلك من أمور كثتَة. فيكوف قادرا علي بضاية البلبد من أمإعتداءات كتفكك أك من سيطرة الدكؿ الأخرم كسياسيا كإقتصايا.كلا يتم ىذا الدشركع إلا بدشاركة مع الأسرة كمؤسسة التعليمية كالمجتمع, كمن ىنا كانت رسالة الأسرةكالددرسة كالمجتمع رسالة يتمم بعضها بع ن ضا., كلكن، يبقى الأسرة ىي الدسؤكلة الأكلي، اذ يتم فيها كضعاللبنات الأكلى لعملية التًبية من العناية بلؤطفاؿ جسديا كعقليا كركحيا كنفسيا, كتنمية شخصيتهم. بالرغممن خطو رة كظيفة الأسرة إلا أف ىناؾ التحديات التي تواجو الأسرة مثل انحراف سلوك الأبناءوإنشغاؿ الأب كالأ خارج الدنزؿ كالعنف داخل الأسرة التي بروؿ الأسرة دكف أداء كظيفتها. الأمر الذميتطلب منا الإرتقاء بالتعاكف كالتنسيق فيما بيننا لبحث أفضل السبل للتعامل معها بفية الوقوؼ عليأسبابها كالحد من سلبياتها.
Analisis Standar Penilaian Pendidikan Pada Pendidikan Dasar Dan Menengah Di Indonesia Khamim Khamim
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 4, No 1 (2019): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.595 KB) | DOI: 10.33511/misykat.v4n1.125-144

Abstract

Standar Penilaian Pendidikan is a part of Standar Nasional Pendidikan, where the form of explanation is from mandate of Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 concerning Sistem Pendidikan Nasional. The educators should understand on standar penilaian pendidikan, and know the background juridicial foundation of standar penilaian, mechanism, configuration, and evaluation procedure. Product of law is related to penilaian pendidikan, has set how is mechanism, configuration, education assessment instrument from SD, SMP, SMA, and University. With understanding the juridicial foundation which is related to education assessment, so educators must have a role to lead education quality that has been standared, so the destination of education in Indonesia can be realized.
Mashàhif ‘Utsmànî Dalam Pandangan Orientalis Yahya 'Abdul Rasyid
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 4, No 2 (2019): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v4n2.127-150

Abstract

Kurang meratanya pengetahuan tentang Mashâhif „Utsmani pada umumnya dan tentang Ilmu Rasm „Utsmani pada khususnya, telah menyebabkan terjadinya polemik yang berkepanjangan baik diantara sesama muslim maupun antara muslim dan kaum Orientalis. Masih sedikit sekali yang tahu bahwa al-Qur‟an diturunkan dengan Sab‟atu Ahruf (tujuh/banyak wajah bacaan) dalam rangka mengayomi berbagai macam wajah bacaan pembaca dan penghafal al-Qur‟an pada khususnya dan ummat Islam pada umumnya. Juga sejarah dan fakta perbedaan antara pengumpulan suhuf-suhuf menjadi Mushaf pada zaman Khalifah Abu Bakar r.a dan pembukuan (kodifikasi) serta penyalinan kembali Mushaf menjadi Mashâhif yang mencakup Sab‟atu Ahruf pada zaman Khalifah „Utsman bin Affan r.a. Polemik menjadi memanas ketika kaum Orientalis meragukan otentisitas dan integritas Mashâhif Utsmani, juga menurut mereka telah terjadi kasalahan gramatikal dan kejanggalan perbedaan rasm dan bacaan baik diantara Mashâhif „Utsmani maupun antara Mashâhif „Utsmani dengan mushaf-mushaf koleksi pribadi Pra „Utsmani. Tulisan ini berusaha mengurai dan memetakan masalahnya sehingga kalau terjadi polemik perbedaan pendapat dapat terlihat dengan terang benderang mana yang mempunyai pijakan yang kuat secara ilmiah dan mana yang hanya berupa dugaan-dugaan lemah atau bahkan tuduhan yang tidak berdasar, sehingga polemik tidak meruncing namun menjadi dialog yang saling membangun untuk terwujudnya perdamaian, kerukunan dan saling pengertian yang harmonis.
Syndrom Baby Bluess: Kesan dan Penanganan dalam al-Qur’an Huda, Ade Nailul
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 4, No 2 (2019): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v4n2.1-22

Abstract

Emosi memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan jiwa manusia; emosi positif akan memberi dampak positif pada kesehatan rohani dan jasmani. Sebaliknya emosi negatif dapat mengganggu kestabilan Psikis dan fisik seseorang. Pada Ibu pasca melahirkan, terjadi perubahan hormon dan pengalaman melahirkan yang tidak ringan, beberapa ibu mengalami ketidak stabilan emosi yang dikenal dengan nama syndrom Baby Blues atau Postpartum Blues. Beberapa kondisi dapat hilang dengan sendirinya, namun kondisi yang lain, bila tidak segera ditangani akan membuat gejala ini semakin parah dan menyebabkan Postpartum Depression, lebih parah lagi bisa meningkat menjadi Postpartum Psikosis yang menyebabkan ibu berhalusinasi serta dapat menyakiti dirinya maupun orang lain termasuk bayinya. Banyak orang tidak menyadari hal ini lalu mempersepsikannya sebagai gangguan makhluk halus atau sikap berlebihan ibu. Pengenalan gejala ini melalui pendekatan al-Qur‟an diharapkan dapat memberi masukan bahwa gejala emosi yang dialami Ibu dengan Baby Blues ini alamiah dan dapat terjadi sebagaimana gangguan emosi yang lain. Penelitian ini juga mencoba membumikan al-Qur‟an dalam konteks kehidupan sehari hari hingga al-Qur‟an bukan hanya dijadikan bacaan tanpa makna namun dapat diterapkan untuk menyelesaikan berbagai masalah kehidupan.
Teori Klasik Dan Kontemporer: Dari Rational Emotive Behavioral Therapy (REBT) Hingga Cognitive Restructuring (CR) Lailul Ilham; Ach. Farid
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 4, No 2 (2019): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v4n2.151-166

Abstract

Sebagaimana sifat ilmu pengetahuan pada umumnya, teknik-teknik layanan konseling juga mengalami pembaharuan berdasarkan kebutuhan dan persoalan-persoalan yang di alami individu, baik dalam aspek psikologis, kognitif, ataupun behavior. Pembaruan tersebut dapat bersifat induktif (menuju cakupan yang lebih luas) atau deduktif (menuju cakupan yang lebih khusus/spesifik). Perubahan-perubahan tersebut merupakan bukti bahwa teknik konseling juga dialektis dan tangap terhadap aspek-aspek permasalahan individu secara mendasar. Sehingga dalam pembahasan teori-teori konseling ini akan diuraikan dua teknik layanan konseling yang secara historisitas keduanya merupakan teknik yang berakar pada teori yang sama dan menalami pembaharuan (deduktif/induktif) berdasarkan perkembangan ilmu pengetahuan dalam kontek ilmu konseling.
Sisi-Sisi Keindahan Bahasa Al-Qur'an Ali Mursyid
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 4, No 2 (2019): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v4n2.23-60

Abstract

Selama ini penelitian dan kajian mengenai bahasa al-Qur‟an, masih mengangkat beberapa tema lama. Seperti tentang apakah ada bahasa selain bahasa Arab dalam al-Qur‟an. Selain itu juga, kajian biasanya seputar kajian Balaghah dan Uslub al-Qur‟an. Artikel ini, merupakan hasil penelitian pendahuluan penulis tentang Keindahan Bahasa al-Qur‟an dari berbagai sisinya. Kajian ini menggunakan pendekatan Studi Bahasa al-Qur‟an, dengan menganalisa unsur-unsur dasar kebahasaan. Yaitu unsur kata, kalimat, kekuatan deskripsi dan visualisasinya, juga tentang bunyi dan nada yang menyertai pengucapan sebuah bahasa. Kajian ini, berusaha mengeksplorasi berbagai sisi keindahan bahasa al-Qur‟an, dari sisi keunikan kata, ketepatan pilihan kata dalam al-Qur‟an dan segala hal terkait. Juga tentang rahasia keindahan susunan kalimatnya, efek deskripsinya yang mengena, visaulisainya yang begitu jelas dan bunyi-bunyi, baik bunyi kata, maupun bunyi akhir ayat-ayat al-Qur‟an yang luar biasa serasi dan indah.

Page 6 of 14 | Total Record : 136


Filter by Year

2016 2024