cover
Contact Name
BOISANDI
Contact Email
bsandi2012@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bsandi2012@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN SAINS DAN APLIKASINYA
Published by IKIP PGRI Pontianak
ISSN : 26544512     EISSN : 26551373     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Pendidikan Sains dan Aplikasinya (JPSA) memuat artikel yang membahas aspek: pendidikan Fisika dan Ilmu Fisika, pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia, pendidikan Biologi dan Ilmu Biologi, pendidikan Sains, serta inovasi-inovasi pembelajaran. Tim redaksi menerima artikel ilmiah dari hasil penelitian, laporan studi kasus, kajian, dan tinjauan pustaka. JPSA Terbit setiap 6 bulan sekali (Mei dan November) dengan p-ISSN 2654-4512 dan e-ISSN 2655-1373.
Arjuna Subject : -
Articles 124 Documents
Media Pembelajaran Berdiferensiasi Berdasarkan Kemampuan Awal dan Gaya Belajar Siswa pada Materi Gerak Kelas VII SMPN 16 Pontianak Diana Diana
JURNAL PENDIDIKAN SAINS DAN APLIKASINYA Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Sains Dan Aplikasinya (JPSA)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Pendidikan MIPA & Teknologi, Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpsa.v8i2.9959

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan kelayakan media pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini menggunakan metode 3D (Define, Design and Development). Media pembelajaran yang dikembangan diharapkan mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa sesuai dengan kemampuan awal dan gaya belajar siswa. Materi yang digunakan dalam media pembelajaran fisika berupa LKS yang didalamnya terdiri dari materi gerak berupa GLB (ggerak lurus beratutan), GLBB (gerak lurus berubah beraturan), dan GMB (gerak melingkar beraturan). Dari media pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan perbaikan dari evaluasi ahli dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berdiferensiasi berupa LKS pada materi gerak kelas VII SMPN 16 Pontianak sangat layak digunakan dalam proses belajar mengajar.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN LKS BERBASIS SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS X PADA MATERI ZAT DAN PERUBAHAN DI SMKN 1 JELAI HULU PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN LKS BERB: PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN LKS BERBASIS SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS X PADA MATERI ZAT DAN PERUBAHAN DI SMKN 1 JELAI HULU firayuniar; Ira Nofita Sari; Eti Sukadi
JURNAL PENDIDIKAN SAINS DAN APLIKASINYA Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Sains Dan Aplikasinya (JPSA)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Pendidikan MIPA & Teknologi, Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpsa.v9i1.10161

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis saintifik terhadap minat belajar dan hasil belajar siswa pada materi Zat dan Perubahan di kelas X SMKN 1 Jelai Hulu. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian berjumlah 15 siswa yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi tes pretest–posttest untuk mengukur hasil belajar dan angket untuk mengukur minat belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa setelah penerapan model PBL berbantuan LKS berbasis saintifik. Nilai rata-rata pretest sebesar 41,60 dengan ketuntasan 0%, meningkat menjadi 71,27 pada posttest dengan ketuntasan 53,33%. Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai signifikansi 0,001 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar sebelum dan sesudah perlakuan. Selain itu, minat belajar siswa juga mengalami peningkatan yang ditunjukkan melalui hasil angket dengan persentase sebesar 79% yang berada dalam kategori sangat baik. Penerapan model PBL berbantuan LKS berbasis saintifik membuat siswa lebih aktif, antusias, terlibat dalam diskusi, serta lebih memahami materi melalui kegiatan eksperimen dan pemecahan masalah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran PBL berbantuan LKS berbasis saintifik efektif dalam meningkatkan minat belajar dan hasil belajar siswa pada materi Zat dan Perubahan. Model ini dapat dijadikan alternatif bagi guru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, kontekstual, dan bermakna. Kata kunci: Problem Based Learning, LKS berbasis saintifik, minat belajar, hasil belajar, Zat dan Perubahan.
Integrating Vernacular Architecture into Science Education: Ethnoscience Analysis of Dayak Traditional Houses for Context-Based Learning Nurussaniah Nurussaniah
JURNAL PENDIDIKAN SAINS DAN APLIKASINYA Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Sains Dan Aplikasinya (JPSA)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Pendidikan MIPA & Teknologi, Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpsa.v8i2.10911

Abstract

Ethnoscience-based approaches offer a promising pathway for making science education more culturally relevant and effective in diverse Indonesian school contexts. This paper presents a systematic ethnoscience analysis of Dayak traditional houses (rumah betang) from West and Central Kalimantan and maps the embedded scientific knowledge to Indonesian national science curriculum standards (Kurikulum Merdeka, 2022) for Grades 4–9. Using a qualitative research design combining ethnographic observation, documentary analysis, and curriculum mapping, the study identified 23 distinct scientific concepts across six thematic domains material science, thermal physics, biodiversity and ecology, hydrology, structural mechanics, and sustainability embedded in the design, construction materials, and spatial logic of the rumah betang. Six context-based learning (CBL) scenarios are developed from these findings to provide actionable pedagogical guidance for science teachers in Kalimantan. The paper argues that vernacular architecture constitutes a 'master context' for ethnoscience-based science education: a single, culturally resonant real-world situation capable of anchoring learning across multiple science topics and grade levels. Implications for teacher professional development and curriculum policy in Indonesia are discussed.
Contextual Physics Learning through Ethnoscience: Enhancing Students' Analytical Thinking in Local Culture-Based Education Nurussaniah Nurussaniah
JURNAL PENDIDIKAN SAINS DAN APLIKASINYA Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Pendidikan MIPA & Teknologi, Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpsa.v7i1.10912

Abstract

This study investigates the integration of ethnoscience into contextual physics learning as a strategy for enhancing students’ analytical thinking skills within a local culture-based educational framework. The rapid shift toward standardized curricula in science education has progressively marginalized indigenous knowledge systems, creating a disconnect between students’ sociocultural backgrounds and formal scientific learning. Drawing on a quasi-experimental design involving 68 senior secondary school students in West Kalimantan, Indonesia, this research examines whether ethnoscience-integrated physics instruction produces measurable gains in analytical thinking compared to conventional teaching methods. Pre-test and post-test analytical thinking assessments were administered, and qualitative data were collected through classroom observations and reflective journals. Results indicate that students in the ethnoscience-integrated group demonstrated significantly higher analytical thinking scores (p < 0.05) and reported greater motivation and contextual relevance in learning. The findings affirm that embedding local cultural knowledge including traditional architecture, weaving patterns, and agricultural practices into physics instruction creates authentic learning contexts that promote deeper conceptual understanding. This study contributes to the growing body of literature on culturally responsive science education and provides practical implications for curriculum developers and educators in multicultural and indigenous communities.

Page 13 of 13 | Total Record : 124