cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Hijau
ISSN : 25794264     EISSN : 25501070     DOI : -
Jurnal Rekayasa Hijau diterbitkan 3 kali dalam satu tahun. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian analisis di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, desain dan kebijakan ramah lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 3 (2023)" : 8 Documents clear
Karakteristik Pasokan Batu Bara di PLTU “Damar” Periode 2019-2021 Berdasarkan Analisis Proksimat dan Nilai Kalor Qori Fajar Hermawan; Wasono Wasono; Nanda Khoirunisa; Muhammad Riza; Zetsaona Sihotang
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v7i3.208-217

Abstract

ABSTRAKBatu bara adalah bahan bakar utama dalam proses pembangkitan listrik di sebuah pembangkit listrik tenaga uap, termasuk di PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap)”Damar” ini. PLTU “Damar” mendapatkan batu bara dari beberapa pemasok dari dua wilayah yaitu Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Sumatra Selatan. Pasokan batu bara yang diterima oleh PLTU “Damar” pada tahun 2019, 2020, dan 2021 secara berurutan adalah 529.458,451 ton, 489.450,817 ton, dan 527.923,208 ton. Karakteristik pasokan batu bara yang diterima dilakukan berdasarkan hasil analisis proksimat dan nilai kalor terhadap sampel batu bara yang diambil pada proses pembongkaran. Analisis proksimat dan nilai kalor batu bara dilakukan oleh laboratorium berstandar nasional Indonesia dan telah terakreditasi Komite Akreditasi Nasional. Hasil analisis proksimat dan nilai kalor batu bara kemudian dirata-ratakan berdasarkan weighted mean. Berdasarkan analisis proksimat dan nilai kalor batu bara yang dipasok ke PLTU “Damar”memiliki nilai rata-rata untuk parameter kelembaban, zat terbang, karbon, abu dan nilai kalor sebesar 29,79%, 34,12%, 32,91%, 3,11% dan 4.657,12 kkal/kg pada periode 2019-2021. Berdasarkan nilai fuel ratio pada batu bara yang dipasok sebesar 0,964 menunjukkan bahwa batu bara tersebut tergolong batu bara golongan bituminus dengan zat terbang menengah-tinggi dan semua golongan sub-bituminus.Kata kunci: analisis proksimat, nilai kalor, fuel ratio, karakteristik batu bara ABSTRACTCoal is the main fuel in the process of generating electricity in a steam power plant, including at PLTU “Damar”. PLTU “Damar” obtains coal from several suppliers from two regions, East Kalimantan Province and South Sumatra Province. The total coal supply received by PLTU “Damar” in 2019, 2020 and 2021 are 529,450.451 tons, 489,450.817 tons and 527,923.208 tons respectively. The characteristics of the coal supply received are studied by the proximate analysis and the caloric value. The coal sample had been taken when the unloading the coal from vessel to coal yard then carried out by a national accredited laboraty in Indonesia. The results of the proximat analysis and the caloric value of the coal supplied to the PLTU “Damar”, has mean value for the parameter of moisture, volatile matter. Carbon fixed, ash content and caloric value of 29.79%, 34.12%, 32.91%, 3.11% and 4,657.12 kcal/kg in the 2019-2021 period. Based on the fuel ratio value of the supplied coal as 0.964, indicated the supplied coal is classified as bituminous coal with medium-high volatile matter and all sub-bituminous groups.Keywords: proximate analysis, caloric value, fuel ratio, coal characteristic
Desain dan Implementasi Modul Bipolar Third Harmonic Injection Pulse Width Modulation (THPWM) untuk Inverter Tiga Fasa Fani Prasetya Wahyudin; Nanang Mulyono; Dwi Septiyanto
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v7i3.263-276

Abstract

ABSTRAKPemanfaatan sumber energi terbarukan sedang dimaksimalkan penggunaannya dalam rangka menjaga ketersediaan energi listrik. Berdasarkan bentuk gelombangnya energi yang dihasilkan salah satunya berupa tegangan arus searah (DC). Sedangkan penggunaan energi listrik baik skala rumah tangga maupun industri menggunakan tegangan DC atau arus bulak-balik (AC). Tegangan DC tersebut dapat dikonversi menjadi tegangan AC menggunakan inverter. Penggunan inverter menyebabkan nilai harmonisa tegangan yang tinggi pada jaringan listrik. Teknik switching yang tepat dapat mengurangi nilai harmonisa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul yang dapat mengeluarkan sinyal untukmemicu inverter tiga fasa. Metode switching yang digunakan yaitu THPWM. Pembuatan desain hingga pengimplementasian modul THPWM dilakuakan dengan cara pengolahan sinyal analog. THPWM tersebut bekerja dengan cara membandingkan sinyal carrier dan referensi. Sinyal referensi dibentuk seperti sinyal fundamental dan memiliki frekuensi lebih besar tiga kali dari sinyal fundamentalnya. Pada penelitian ini dihasilkan modul THPWM untuk inverter 3 fasa, memiliki output 6 sinyal THPWM, dengan frekuensi sinyal referensi dan carrier yang dapat divariasikan dengan eror < 5%, sinyal THPWM yang dihasilkan dapat diatur dari 50-1500 Hz dengan tegangan kerja 12 Volt DC.Kata kunci: Frekuensi, Inverter, Polaritas, THPWM, ABSTRACTUtilization of renewable energy sources is being maximized in order to maintain the availability of electrical energy. Based on the waveform, the energy produced is one of them in the form of direct current (DC) voltage. While the use of electrical energy both on a household and industrial scale uses DC voltage or alternating current (AC). This DC voltage can be converted to AC voltage using an inverter. The use of inverters causes high voltage harmonic values in the power grid. Appropriate switching techniques can reduce the value of these harmonics. This study aims to produce a module that can output a signal to trigger a three-phase inverter. The switching method used is THPWM. Making the design to implementing the THPWM module is done by means of analog signal processing. The THPWM works by comparing carrier and reference signals. The reference signal is formed like a fundamental signal and has a frequency three times greater than the fundamental signal. In this study, a THPWM module was produced for a 3-phase inverter, which has an output of 6 THPWM signals, with a reference and carrier signal frequency that can be varied with an error < 5%, the resulting THPWM signal can be adjusted from 50-1500 Hz with a working voltage of 12 Volt DC.Keywords: Frequency, Inverter, Polarity, THIPWM
Analisis Pengelolaan Limbah Berbahaya Dan Beracun (B3) Di PT. X. Artauli Simbolon; Andika Munanda
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v7i3.218-228

Abstract

ABSTRAKLimbah berbahaya dan beracun merupakan limbah yang mengandung zat, energi atau komponen yang karena sifat, kadar, dan konsentrasinya dapat menyebabkan pencemaran atau kerusakan lingkungan dan membahayakan kesehatan serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain. PT. X merupakan salah satu industri yang bergerak dalam pembuatan pulp yang dalam prosesnya menghasilkan limbah berbahaya dan beracun. Tujuan pembuatan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan jumlah limbah berbahaya dan beracun (B3) yang dihasilkan oleh industri tersebut serta menganalisis pengelolaan limbah B3 yang diterapkan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan observasi secara langsung, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menyesuaikan sistem pengelolaan limbah B3 di PT. X dengan peraturan yang berlaku. Berdasarkan hasil dan pembahasan, sistem pengelolaan limbah B3 yang diterapkan oleh PT. X secara umum telah sesuai dengan regulasi yang meliputi pengurangan, penyimpanan, pemanfaatan dan penimbunan. Namun pengumpulan, pengangkutan dan pengolahan limbah Berbahaya dan beracun (B3) yang dihasilkan diserahkan kepada pihak eksternal.Kata kunci: Limbah B3, pengelolaan limbah , regulasi ABSTRACTHazardous and toxic waste is waste containing substances, energy, or components which due to their nature, level and concentration can cause environmental pollution or damage and endanger the health and survival of humans and other living creatures. PT. X, a pulp manufacturing company produces harmful and hazardous waste during its manufacturing processes This research aims to identify the type and quantity of hazardous waste produced by the company, as well as to evaluate their waste management Data collection methods used are direct observation, interviews, literature study and documentation. Data analysis was carried out by adjusting the hazardous waste management system at PT. X is sustainable with applicable regulations. Based on the results and discussion, the B3 waste management system implemented by PT. X, in general, complies with regulations covering reduction, storage, utilization and stockpiling. But collection, transportation and processing of hazardous waste that is handed over to external parties.Keywords: Hazardous waste, waste management, regulation
Pengolahan Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos dengan Lubang Resapan Biopori untuk Daerah Permukiman di Kecamatan Mukok Kabupaten Sanggau Iqma Priyanti; Rizki Purnaini; Jumiati Jumiati
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v7i3.252-262

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi kedalaman lubang resapan biopori dan penambahan bioaktivator kotoran ayam terhadap hasil pengomposan sampah organik serta mengetahui hasil kualitas kompos dengan metode lubang resapan biopori. Parameter kimia yang diukur adalah pH, kadar air, NPK dan C-organik. Kemudian parameter fisik yang di lakukan pengamatan seperti suhu, warna, tekstur dan bau. Hasil kualitas kompos terbaik di variasi kedalaman lubang 100 cm menggunakan bioaktivator (B3) dengan nilai Nitrogen 2,38%, Phosfor 0,34% dan Kalium 0,33%. Nilai C-Organik yang didapat pada hasil penelitian ini dengan variasi menggunakan bioaktivator (B3) yaitu 48,31% dan rasio C/N 20,43%. Analisis anova yang didapat ini diketahui bahwa uji anova ke parameter memiliki nilai signifikannya berada di bawah 0,05 sehingga hal ini dapat dikatakan terdapat hubungannya dengan tiap parameter.Kata kunci: biopori, kompos, pengolahan sampah organik ABSTRACTThis study aims to determine the effect of variations in the depth of the biopori infiltration pit and the addition of chicken manure bioactivator on the composting of organic waste and to determine the quality of the compost using the biopori infiltration hole method. The chemical parameters measured were pH, water content, NPK and C-organic. Then the physical parameters were observed such as temperature, color, texture and smell. The results of the best quality compost in the hole depth variation of 100 cm using bioactivator (B3) with a value of 2.38% Nitrogen, 0.34% Phosphorus and 0.33% Potassium. The C-Organic value obtained from the results of this study with variations using a bioactivator (B3) was 48.31% and the C/N ratio was 20.43%. From the ANOVA analysis obtained, it is known that the ANOVA test for parameters has a significant value below 0.05 so that this can be said to have something to do with perparameter.Keywords: biopore, compost, organic waste processing
Ekorestorasi Perairan menggunakan Tanaman Selada air (Nasturtium officinale) untuk mengendalikan Polusi berbasis Rhizofiltration Technology Fatimatuz Zahro; Laily Rosdiana; Fikky Dian Roqobih
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v7i3.229-238

Abstract

ABSTRAKIndeks kualitas air di dunia telah mengalami penurunan.. Sumber air yang terkontaminasi harus dikelola untuk mencegah banyaknya kerusakan di bumi. Salah satu tujuan global dalam SDGs (Sustainable Development Goals) adalah air bersih dan sanitasi (Clean water and sanitation). Nasturtium officinale atau yang juga dikenal dengan nama selada air adalah salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk bioremidiasi, khususnya dalam membersihkan air yang terkontaminasi oleh logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan temuan terdahulu tentang efektivitas tanaman selada air, kelebihan dan kekurangan tanaman selada air dan mekanisme selada air dalam bekerja secara optimal. Jenis penelitian ini dengan menggunakan metode systematic review human . Literatur dipilih berdasarkan tiga kriteria: relevan dengan konteks, jurnal dalam 5 tahun terakhir, dan dapat diakses oleh umum. Setelah proses seleksi, 4 artikel dipilih untuk direview. Dalam artikel-artikel ini, selada air terbukti krusial dalam memproses air terdegradasi lewat Rhizofiltration. Kinerjanya dalam mengakumulasi logam berat sangat potensial untuk meningkatkan ekorestorasi perairan.Kata kunci: Selada Air, Rhizofiltration technology, Ekorestorasi Perairan ABSTRACTThe water quality index in the world has decreased. Contaminated water sources must be managed to prevent much damage to the earth. One of the global goals in the SDGs (Sustainable Development Goals) is clean water and sanitation. Nasturtium officinale or also known as watercress is one of the plants that can be used for bioremidiation, especially in cleaning water contaminated by heavy metals. This study aims to explain previous findings about the effectiveness of watercress plants, advantages and disadvantages of watercress plants and the mechanism of watercress in working optimally. This type of research uses the method of systematic human review. Literature is selected based on three criteria: context-relevant, journals within the last 5 years, and publicly accessible. After the selection process, 4 articles were selected for review. In these articles, watercress proved crucial in processing degraded water through rhizofiltration. Its performance in accumulating heavy metals has the potential to improve aquatic ecorestoration.Keywords: Nasturtium officanale, Rhizofiltration technology, Aquatic Ecorestoration
A Simulated Annealing for Heterogenous Fleet Vehicle Routing Problem with Multiple Trips and Pickup-Delivery Firda Nur Rizkiani; Rosmala Sari; Arif Imran
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v7i3.277-288

Abstract

ABSTRAKSalah satu masalah paling krusial dalam Supply Chain Management (SCM) adalah perancangan jaringan distribusi yang secara signifikan memengaruhi biaya total. Salah satu masalah umum dalam distribusi adalah bagaimana merancang rute kendaraan yang optimal. Masalah ini dikenal sebagai Vehicle Routing Problem (VRP). Sebuah variasi VRP yang dikenal sebagai Heterogeneous Fleet Vehicle Routing Problem with Multiple Trips and Pickup and Delivery (HFVRPMTPD) memiliki karakteristik berikut: jenis kendaraan yang berbeda, perjalanan ganda, dan pengambilan serta pengantaran secara simultan. Penelitian ini membantu dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh Perusahaan Distribusi Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang mengantarkan dan mengumpulkan tabung gas secara simultan dengan menggunakan jenis kendaraan yang berbeda-beda dan dapat melakukan perjalanan ganda sepanjang waktu operasi. Saat ini, perencanaan rute hanya didasarkan pada pengalaman pengemudi, yang mengakibatkan peningkatan jarak total, dan akhirnya mengarah pada waktu pengiriman yang tidak efisien. Peneliti mengusulkan pendekatan Simulated Annealing (SA) dengan menggunakan Savings Matrix dan Nearest Neighbor untuk mendapatkan solusi awal, dengan tujuan meminimalkan jarak total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rute yang diusulkan memberikan solusi yang lebih baik dalam hal jarak total dibandingkan dengan solusi saat ini dari perusahaan. Analisis sensitivitas terhadap parameter SA juga dilakukan untuk menilai kinerja algoritma yang diusulkan.Kata kunci: Jaringan Distribusi, Vehicle Routing Problem, Heterogeneous Fleet Vehicle Routing Problem with Multiple Trips and Pickup and Delivery, Savings Matrix, Nearest Neighbor, Simulated Annealing ABSTRACT One of the most critical issues in Supply Chain Management (SCM) is the design of distribution networks that substantially affects the total cost. Designing optimal vehicle route plan is the most common issue in distribution. This problem is known as Vehicle Routing Problem (VRP). A VRP variant known as Heterogeneous Fleet Vehicle Routing Problem with Multiple Trips and Pickup and Delivery (HFVRPMTPD) involves the following characteristics: heterogenous vehicles, multiple trips, and simultaneous pickup and delivery. This research helps to solve the problems encountered by a Liquefied Petroleum Gas (LPG) Distribution Company which operates by delivering and collecting simultaneously the gas cylinders using heterogenous vehicle in multiple trips throughout the operation time. Currently, the route planning is solely based on the driver’s experience, resulting in increased total distance, and consequently leading to inefficient delivery times. We propose a Simulated Annealing (SA) with the initial solution obtained using Saving Matrix and Nearest Neighbor, aiming at minimizing the total distance. The results indicate that the proposed route provides a better solution in terms of total distance compared to the current solution of the company. Sensitivity analyses of the SA parameter are also conducted to assess the proposed algorithm’s performance.Keywords: Distribution Networks, Heterogeneous Fleet Vehicle Routing Problem with Multiple Trips and Pickup and Delivery, Savings Matrix, Nearest Neighbor, Simulated Annealing
Produksi Bersih Industri Rumahan Keripik Singkong (Studi: Kripik Makros Jaya Abadi) Anggun Rasmini; Thalita Helga Salsabilla; Isna Apriani
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v7i3.199-207

Abstract

ABSTRAKProduksi bersih merupakan salah satu cara atau strategi untuk meminimasi adanya pencemaran lingkungan akibat hasil dari produksi oleh industri dengan mengurangi pemakaian sumber daya dan mengurangi adanya limbah dari proses produksi yang dilakukan secara terus menerus dengan menerapkan pengelolaan limbah. Metode yang digunakan yaitu metode analisis deskriptif berdasarkan dari data primer yang didapatkan dari hasil wawancara dan observasi secara langsung ke tempat produksi. Berdasarkan hasil neraca massa, industri Kripik Makross menghasilkan limbah cair sebanyak 230 liter air sisa pencucian dan limbah padat sebanyak 40 kg limbah kulit singkong, 20 kg sisa pemotongan yang tidak terpakai. Produksi bersih yang ditawarkan kepada industri rumahan Kripik Makros Jaya Abadi dari hasil penelitian ini yaitu; (1) penghematan air sebanyak 205 liter/hari, (2) pembuatan kerupuk dari limbah kulit singkong yang dapat dijual dan menghasilkan nilai ekonomi sebesar Rp 1.260.000/hari, (3) pembuatan karbon aktif yang dapat digunakan sebagai adsorben dan (4) pembuatan dendeng dari kulit singkong sebagai makanan bergizi. Produksi bersih tersebut dapat dilakukan untuk dijual kembali sehingga dari hasil olahan limbah yang awalnya tidak bernilai dan mencemari lingkungan menjadi bernilai ekonomis dan dapat memperkecil limbah yang dihasilkan industri rumahan ini.Kata kunci: Keripik singkong, produksi bersihABSTRACTClean production is a way or strategy to minimize environmental pollution as a result of industrial production by reducing resource use and reducing waste from production processes that are carried out continuously by implementing waste management. The method used is descriptive analysis method based on primary data obtained from interviews and direct observation to the production site. Based on the results of the mass balance, the Makross Kripik industry produces 230 liters of liquid waste from washing residue and 40 kg of solid waste from cassava peel waste, 20 kg of unused cutting residue. The net production offered to the Kripik Makros Jaya Abadi home industry from the results of this study is; (1) water savings of 205 liters/day, (2) manufacture of crackers from cassava peel waste which can be sold and generates an economic value of IDR 1,260,000/day, (3) manufacture of activated carbon which can be used as an adsorbent and (4) making beef jerky from cassava skin as a nutritious food. This net production can be carried out for resale so that the processed waste which is initially worthless and pollutes the environment becomes economically valuable and can reduce the waste produced by this home industry.Keywords: Cassava chips, clean production
Analisis Higiene Dan Sanitasi Pada Industri Roti Berdasarkan Permenkes RI Nomor 1096 Tahun 2011 Nadya Nadhiroh; Dian Rahayu Jati; Suci Pramadita
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v7i3.239-251

Abstract

ABSTRAKPermasalahan higiene sanitasi yang buruk dalam dunia industri makanan di Indonesia merupakan salah satu bentuk kelemahan tenaga kerja dalam menangani pekerjaan, hal ini yang dapat menyebabkan masalah serta sebagai penyebab utama terjadinya kasus keracunan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis higiene dan sanitasi di industri roti X dengan mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1096 Tahun 2011 Tentang Higiene Sanitasi Jasa Boga. Jenis penelitian ini adalah survei deskriptif yang dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan kuesioner. Hasil dari penelitian ini yaitu mengenai kondisi bangunan yang memenuhi 4 kriteria (halaman, lantai, pencahayaan, ventilasi dan kondisi sarana sanitasi yang memenuhi 3 kriteria (air bersih, toilet, pembuangan sampah) serta kondisi peralatan belum memenuhi karena belum ada perlindungan terhadap peralatan. Penjamah makanan masih banyak yang belum memenuhi syarat yaitu kurangnya alat pelindung diri dalam pengolahan makanan dan kurangnya perilaku hidup bersih saat bekerja. Kondisi air bersih yang diambil dari sampel air hujan untuk pengolahan roti sudah memenuhi Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492 Tahun 2010 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum sedangkan kualitas air limbah untuk parameter BOD, COD, TSS dan pH belum memenuhi baku mutu berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Baku Mutu Air Limbah yang ada pada lampiran VIII mengenai kegiatan industri pengolahan susu.Kata kunci: Higiene dan sanitasi, Industri roti, Jasa Boga ABSTRACTThe problem of poor hygiene and sanitation in the food industry in Indonesia is a form of labor weakness in handling work, this can cause problems and is the main cause of food poisoning cases. This study aims to analyze hygiene and sanitation in the X bakery industry with reference to the Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1096 Tahun 2011 about Higiene Sanitasi Jasa Boga. This type of research is a descriptive survey conducted by means of observation, interviews, and questionnaires. The results of this study are regarding the condition of the building that meets 4 criteria (yard, floor, lighting, ventilation and the condition of sanitation facilities that meet 3 criteria (clean water, toilet, garbage disposal) and the condition of the equipment has not met because there is no protection of the equipment. Many food handlers still do not meet the requirements, namely the lack of personal protective equipment in food processing and the lack of clean living behavior while working. The condition of clean water taken from rainwater samples for bread processing has met the Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492 Tahun 2010 about Persyaratan Kualitas Air Minum while the quality of wastewater for the parameters BOD, COD, TSS and pH not yet qualified standards based on the Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 5 Tahun 2014 about Baku Mutu Air Limbah yang ada pada lampiran VIII mengenai kegiatan industri pengolahan susu.Keyword: Bakery industry, Hygiene and sanitation, Catering services

Page 1 of 1 | Total Record : 8