cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Hijau
ISSN : 25794264     EISSN : 25501070     DOI : -
Jurnal Rekayasa Hijau diterbitkan 3 kali dalam satu tahun. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian analisis di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, desain dan kebijakan ramah lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
Pengaruh Panel Surya Bentuk Flat dan Flexy Terhadap Daya Pengisian Baterai Sepeda Listrik Asrori Asrori; Faizul Ahmad Jatmiko; Mohammad Noor Hidayat; Dony Perdana
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v7i1.90-100

Abstract

ABSTRAK Perkembangan dunia global dan isu emisi nol (zero emmision) telah menjadi blue print energi dari semua negara. Salah satunya adalah terobosan teknologi transportasi yang ramah lingkungan. Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi kendaraan listrik telah berkembang pesat. Selain dari desain dan performansi, konsep hybrid panel surya dengan kendaraan listrik juga banyak dilakukan oleh banyak peneliti. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performansi pengisian baterai pada sepeda listrik yang dihasilkan oleh dua bentuk panel surya yang berbeda (flat dan flexy). Metode penelitian true experimental dilakukan dengan monitoring data dari sensor tegangan, arus, dan daya listrik yang dihasilkan panel surya. Sedangkan radiasi matahari diukur dengan solar power meter. Daya listrik yang dihasilkan panel surya digunakan untuk pengisian baterai sepeda listrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada radiasi matahari maksimum terjadi pada jam 13.00 WIB sebesar 1008 W/m2. Panel surya bentuk flat menghasilkan daya listrik sebesar 58,94 Wh Sedangkan bentuk flexy sebesar 44,87 Wh. Sehingga panel surya bentuk flat lebih effisien dibandingkan dengan flexy untuk pengisian baterai pada sepeda listrik.Kata kunci: panel surya flat, panel surya flexy, daya pengisian, baterai, sepeda listrikABSTRACTThe development of the global world and the issue of zero emissions has become an energy blueprint for all countries. One of them is the breakthrough of environmentally friendly transportation technology. In recent years, electric vehicle technology has developed rapidly. Apart from design and performance, the concept of hybrid solar panels with electric vehicles is also being carried out by many researchers. Therefore, this study aims to analyze the charging performance of electric bicycle batteries produced by two different forms of solar panels (flat PV and flexy PV). The true experimental research method was carried out by monitoring data from sensors of voltage, current, and electric power generated by solar panels. While solar radiation is measured with a solar power meter. The electricity generated by the solar panels is used to charge the electric bicycle battery. The results showed that the maximum solar irradiation occurred at 01.00 pm at 1008 W/m2. Flatform solar panels produce electricity of 58.94 Wh while flexible form 44.87 Wh. Therefore, flat solar panels are more efficient than flexy for charging batteries on electric bicycles.Keywords: solar panel, flat PV, flexy PV, charging power, battery, electric bicycle
Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Rumah Potong Ayam PD.X Indah Suciana; Kiki Prio Utomo; Suci Pramadita
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v7i1.37-48

Abstract

ABSTRAKKebutuhan daging, khususnya daging ayam setiap tahun terus meningkat. Tahun 2020 kebutuhan daging ayam sebesar 56.090 ton, tahun 2021 sebanyak 62.708 ton. Peningkatan tersebut menyebabkan semakin banyak rumah potong ayam (RPA) di Kota Pontianak. RPA PD.X merupakan satu diantara rumah potong ayam yang berada di Kota Pontianak dan belum memiliki IPAL untuk mengolah limbah cair yang dihasilkan. Limbah cair RPA mengandung zat organik yang tergolong tinggi sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Sampel diambil dengan menerapkan metode grab sample pada pukul 11.00 WIB, selanjutnya sampel air limbah akan diuji di Laboratorium Baristand Kota Pontianak. Debit limbah cair RPA PD.X yang direncanakan sebesar 36 m3/hari. Karakteristik limbah cair RPA PD.X yaitu BOD 317 mg/l, COD 873 mg/l, TSS 160 mg/l, minyak dan lemak 6,9 mg/l, suhu 28,3oC, serta pH 6,23. Kadar BOD, COD, dan TSS melebihi standar baku yang sudah ditentukan yaitu Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor 02 Tahun 2011. Hasil dari perencanaan ini dipilih unit pengolahan yang terdiri atas bar screen, bak ekualisasi, bak sedimentasi awal, bak biofilter aerob, serta bak sedimentasi akhir dengan total luas lahan yang diperlukan sebesar 10 m2. Total biaya yang diperlukan sebesar Rp. 26,304,507.51,-.Kata Kunci: Biofilter Aerob, Limbah Cair, Rumah Potong AyamABSTRACTThe consumption of meat, specifically chicken meat, is increasing regularly. A total of 56,090 tons of chicken meat will be required in 2020, and 62,708 tons in 2021. More chicken slaughterhouses (RPA) were built in Pontianak City as a result of this increase. One of the chicken slaughterhouses in Pontianak City, RPA PD.X, does not yet have a WWTP to handle the liquid waste it produces. RPA liquid waste contains a lot of organic stuff and could harm the environment. The grab sample method was used for sampling, and the wastewater samples were then analysed at the Baristand Laboratory in Pontianak City. RPA PD.X liquid waste will be discharged at a 36 m3/day rate. RPA PD.X wastewater's characteristics BOD 317 mg/l, COD 873 mg/l, TSS 160 mg/l, oil and grease 6.9 mg/l, temperature 28.3 C, pH 6.23. The levels of BOD, COD, and TSS are higher than the established norms,Regional Regulation of the Province of East Kalimantan Number 02 of 2011. The final processing unit, with a total necessary land area of 10 m2, was chosen based on the results of this plan. It consists of bar screens, equalization tanks, initial sedimentation tanks, aerobic biofilter tanks, and storage tanks for final sedimentation. Rp 26,304,507.51 is the total price.Keywords: Biofilter Aerob, Wastewater, Chicken Slaughterhouse
Mimicry: Implementasi Karakteristik Alam pada Desain Kursi Ikonik dan Kontemporer Maugina Rizki Havier
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v7i1.61-72

Abstract

ABSTRAKMimicry dari karakteristik alam banyak ditemukan dalam teknologi dan desain, contohnya functional Mimicry sayap burung dalam implementasi bentuk sayap pesawat terbang. Mimicry dalam desain merupakan proses menghasilkan sebuah objek dengan meniru karakteristik dari objek lain yang sudah ada sebelumnya untuk menghasilkan karya yang unik, fungsional, dan tematis. Dalam pengembangannya di dunia desain kontemporer, bentuk implementasi karakteristik alam pada kursi pun semakin beragam seiring dengan perkembangan informasi dan teknologi pada industri tersebut. Penelitian ini mengkaji objek-objek furniture kursi ikonik berkarakteristik alam dan mengkaji perkembangan desain kursi kontemporer yang juga berkonsep sejenis dengan mengklasifikasikan implementasinya ke dalam tiga tipe Mimicry diantaranya Surface Mimicry, Behavioural Mimicry, dan Functional Mimicry. Pada akhir penelitian diketahui bahwa sejak masa kursi ikonik hingga pada kursi kontemporer berkarakteristik alam, baik bentuk, konsep, dan fungsi dari kursi tersebut sudah beragam hingga menambah nilai seni diatas nilai fungsionalnya.Kata kunci: Mimicry, karakteristik alam, desain, furniture, kursiABSTRACTMimicry from nature characteristic is common in design and technology, for example functional Mimicry on bird’s wing implemented to airplane wing. Mimicry in design is a process to imitate characteristic of an object to produce another object which unique, functional, and thematic. As the growth of information and technology elevated more and more, in the world of contemporary design the implementation of nature characteristic to Chair is increasingly diverse. This research study iconic Chairs with nature characteristic and the development of contemporary Chairs akin, and then classify it into three type of Mimicry which is Surface Mimicry, Behavioural Mimicry, and Functional Mimicry. The result is to be discover that since the iconic Chair era until contemporary Chair era with nature characteristic theme, whether its form, concept, and function of the Chair, it is so diverse as far as enhance the artistic value than its function only.Keywords: Mimicry , nature characteristic, design, furniture, Chair
Perencanaan Sistem Penyediaan Air Bersih Di Terminal Antar Lintas Batas Negara (ALBN) Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya Dentry Dentry; Kiki Prio Utomo; Hendri Sutrisno
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v7i1.20-36

Abstract

ABSTRAKTerminal ALBN Sungai Ambawang merupakan fasilitas umum yang masih belum memiliki sistem penyediaan air bersih yang memadai. Air hujan merupakan sumber air yang dapat dimanfaatkan dalam skala komunal. Pemanfaatan air hujan sebagai sumber air bersih dapat dilakukan dengan metode pemanenan air hujan dari atap bangunan. Hasil perencanaan menunjukan pemanfaatan air hujan dapat memenuhi kebutuhan air bersih di terminal ALBN Sungai Ambawang. Total kebutuhan air bersih di terminal ALBN Sungai Ambawang sebesar 2074,383 m3/tahun, Total supply air hujan yang dapat ditangkap oleh atap gedung ruang tunggu dan kantor dengan total luas atap 1062 m2 yaitu sebesar 2774,343 m3/tahun dan supply air hujan yang tersisa sebesar 699,960 m3/tahun. Kapasitas ground water tank di gedung ruang tunggu direncanakan sebesar 158 m3, sedangkan di gedung kantor direncanakan sebesar 60 m3. Karena kapasitas ground water tank eksisting (96,39 m3) jauh lebih besar dibandingkan dengan ground water tank direncanakan (60 m3), sehingga ground water tank eksisting dapat dimanfaatkan. Estimasi biaya pembuatan sistem penyediaan air bersih dari air hujan di terminal ALBN Sungai Ambawang adalah sebesar Rp 614.835.771,72.Kata kunci: Terminal, Air Hujan, Sistem Pemanenan Air HujanABSTRACTThe Sungai Ambawang ALBN terminal is a public facility that still does not have an adequate clean water supply system. Rainwater is a source of water that can be utilized on a communal scale. Utilization of rainwater as a source of clean water can be done by harvesting rainwater from the roof of the building. The results of the planning show that the use of rainwater can meet the needs of clean water at the Sungai Ambawang ALBN terminal. The total demand for clean water at the Sungai Ambawang ALBN terminal is 2074.383 m3/ year, the total supply of rainwater that can be captured by the roof of the waiting room and office building with a total roof area of 1062 m3 is 2774,343 m3/ year and supply the remaining rainwater is 699,960 m3/year. The ground water tank capacity in the waiting room building is planned to be 158 m3, while in the office building it is planned to be 60 m3. Because the capacity of the existing ground water tank (96.39 m3) is much larger than the planned ground water tank (60 m3), the existing ground water tank can be utilized. The estimated cost of making a clean water supply system from rainwater at the Sungai Ambawang ALBN terminal is IDR 614,835,771.72.Keywords: Terminal, Rainwater, Rainwater Harvesting System
Passive Architectural Design Solution to Enhance Thermal Comfort using Building Information Modelling (BIM) on Cafe building in Bandung Agung Prabowo Sulistiawan; Wahyu Buana Putra; Tri Minarti Ashsabariah; Daisy Retnoayu Kusumanigrini; M. Rafi Desramahendra
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v7i1.73-89

Abstract

ABSTRAKSaat ini café menjadi tempat yang digemari oleh masyarakat untuk melakukan pertemuan formal maupun informal. Kenyamanan termal merupakan suatu kondisi dimana seseorang merasa nyaman untuk melakukan suatu kegiatan terutama di dalam ruangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kenyamanan termal pada bangunan kafe "Beda Stories" di Bandung dan dilakukan dengan menganalisis temperatur udara, kelembaban udara, kecepatan udara, serta mengeksplorasi kemungkinan alternatif desain pasif untuk mencapai kenyamanan yang diinginkan. Analisis ini menekankan pada proses penelitian dengan teori-teori yang sudah ada dengan menggunakan identifikasi dan alat ukur independen dengan menggunakan analisis statis. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data numerik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan dalam ruangan di kafe Beda Cerita Bandung memiliki kondisi kenyamanan termal yang rendah pada siang hari, karena memiliki situasi kepuasan termal yang berbeda, oleh karena itu dari hasil yang diperoleh, penelitian ini telah melakukan alternatif desain pasif dengan menggunakan Building Information Modelling (BIM) untuk mencapai kondisi kenyamanan dalam ruangan.Kata kunci: Cafe, Building Information Modelling (BIM), Kenyamanan TermalABSTRACTCurrently the café is a place favored by the public for both formal and informal meetings. Thermal comfort is a condition where a person feels comfortable to carry out an activity, especially indoors. This study aims to analyze the thermal comfort of "Beda Stories" Cafe Building in Bandung and conducted to analyze air temperature, humidity, air speed.The study also has explored the possibility of designing the passive design alternative to achieved comfort. This analysis emphasizes the research process with already-existing theories using identification and independent measuring tools utilizing static analysis. It applies quantitative research approaches employing numerical data. The results showed that the indoor environment in cafe Beda Cerita Bandung had low thermal comfort conditions during the day, as it also had different thermal satisfactory situations.Therefore, from the results obtained, the study has conducted alternative passive design using Building Information Modeling (BIM) to achieve indoor comfort condition.Cafe, Building Information Modelling (BIM), Kenyamanan TermalKeyword: Cafe, Building Information Modelling (BIM), Thermal Comfort
Analisis Angin Permukaan Di Pelabuhan Dwikora Pontianak Menggunakan Wind Rose Robby Irsan; Qolby Istiqomah
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v7i1.1-9

Abstract

ABSTRAKIndonesia negara yang memiliki banyak pulau sehingga untuk memenuhi kebutuhan dan kegiatan ekonomi perlu adanya pengiriman antar pulau. Analisis arah dan kecepatan angin permukaan Pelabuhan Dwikora Pontianak bertujuan untuk mengetahui kondisi serta dapat memprediksi arah dan kecepatan angin yang akan terjadi. Metode yang digunakan untuk menganalisis kondisi arah dkecepatan angin menggunakan metode windrose serta metode lain yang dipakai pada penelitian ini yaitu metode deskriptif analisis. Kondisi angin pada bulan Januari didominasi pola angin monsunal, bulan februari dari arah timur laut dikarenakan pusat tekanan rendah yang ada di bumi bagian utara mengakibatkan bertiup dari bumi bagian selatan, bulan Maret angin dipengaruhi gerak semu matahari, bulan April dan bulan Mei didominasi angin monsun timur, bulan Juni dan Juli terjadinya musim peralihan, bulan Agustus terjadinya panas karena angin bergerak kea rah timur laut, bulan September dan Oktober terjadinya musim peralihan, serta bulan November dan Desember terjadinya musim hujan.Kata kunci: Angin, Arah Angin, Wind rose, Pelabuhan DwikoraABSTRACTIndonesia is a country that has many islands so that to meet the needs and economic activities it is necessary to have inter-island shipping. The analysis of the direction and surface wind speed of Pontianak Dwikora Port aims to determine the conditions and can predict the direction and speed of the wind that will occur. The method used to analyze the conditions of wind direction and speed using the windrose method and other methods used in this study, namely descriptive analysis method. Wind conditions in January are dominated by monsoon winds, February is from the northeast due to the low pressure center in the northern hemisphere causing it to blow from the southern hemisphere, in March the wind is influenced by the apparent motion of the sun, April and May are dominated by east monsoon winds. , June and July are the transition season, August is hot because the wind moves to the northeast, September and October are the transition season, and November and December are the rainy season.Keywords: Wind, Wind Direction, Wind rose, Dwikora Harbor
Pengaruh Kualitas Sistem Aplikasi Ovo Terhadap Kepuasan Pelanggan Sofia Umaroh; Rini Rindiyani; Muhammad Ridwan Prasetyo
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v7i1.49-60

Abstract

ABSTRAKRekayasa Hijau: Teknologii sudah sangat berkembang pesat untuk mendorong persaingan dalam dunia bisnis. Salah satunya adalah bisnis berbasis teknologi digital dalam bidang keuangan atau Financial Technology (Fintech). OVO merupakan Fintech yang bergerak di sektor dompet digital (E-wallet). Dengan banyaknya pengguna OVO, maka kualitas sistem dan kepuasan pengguna harus sangat diperhatikan oleh OVO sendiri agar pengguna dapat merasakan kepuasan setiap menggunakan layanan dari OVO. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari kuesioner yang dibagikan kepada mahasiswa perguruan tinggi teknologi pengguna OVO dengan minimal 58 responden dari 52 responden berdasarkan referensi Statistical Power dari Cohen dengan jumlah 2 arah panah, significance level 5% dan minimum R2 0,25. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala linier dengan skala 4. Artinya, 4 = sangat setuju, 3 = setuju, 2 = tidak setuju, dan 1 = sangat tidak setuju. Data responden dianalisis menggunakan metode SEM-PLS. Kemudian dilakukan tahap pengujian validitas dan reliabilitas dengan indicator reliability, internal consistency reliability, convergen validity, dan discriminan validity. Pada tahap pengujian validitas dan reliabilitas terdapat indikator yang tidak valid atau reliabel yaitu pada indikator X1.6. Lalu dilakukan analisis multivariate antar konstruk dengan menggunakan pengujian coefficients of determinaton (R2), pengujian ukuran efek (f2), dan uji hipotesis. Pada analisis ini dilakukan dua kali iterasi dimana pada iterasi pertama pada tahap uji hipotesis, hanya hipotesis 2 yang diterima sedangkan hipotesis 1 ditolak. Namun, pada iterasi kedua yang dilakukan dengan menghapus indikator X1.6, hipotesis 1 dan hipotesis 2 diterima.Kata kunci: E-Wallet, Kualitas Sistem, Kepuasan Pelanggan, OVO, SEM-PLSABSTRACTTechnology has developed rapidly to encourage competition in the business world. One of them is a digital technology-based business in the financial sector or Financial Technology (Fintech). OVO is a Fintech engaged in the digital wallet (E-wallet) sector. With so many OVO users, the quality of the system and user satisfaction must be paid close attention to by OVO itself so that users can feel satisfaction every time they use services from OVO. The data used in this study are primary data obtained from questionnaires distributed to college students using OVO technology with a minimum of 58 respondents out of 52 respondents based on Cohen's Statistical Power reference with a total of 2 arrow directions, a significance level of 5% and a minimum R2 of 0, 25. The measurement scale used is a linear scale with a scale of 4. That is, 4 = strongly agree, 3 = agree, 2 = disagree, and 1 = strongly disagree. Respondent data was analyzed using the SEM-PLS method. Then carried out the validity and reliability testing phase with reliability indicators, internal consistency reliability, convergent validity, and discriminant validity. In the validity and reliability testing stage, there are indicators that are not valid or reliable, namely indicator X1.6. Then a multivariate analysis between constructs was carried out by using the coefficients of determinants (R2) test, effect size test (f2), and hypothesis testing. In this analysis two iterations were carried out where in the first iteration at the hypothesis testing stage, only hypothesis 2 was accepted while hypothesis 1 was rejected. However, in the second iteration which was carried out by removing the X1.6 indicator, hypothesis 1 and hypothesis 2 were accepted.Keywords: E-Wallet, System Quality, Customer Satisfaction, OVO, SEM-PLS
Laju Deforestasi Hutan Akibat Aktivitas Pertambangan di Provinsi Kalimantan Timur Nugraha Ramadhany
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v7i1.10-19

Abstract

ABSTRAKDeforestasi hutan merupakan salah satu masalah terjadinya efek gas karbon dan perubahan iklim pada level global. Tak terkecuali di Indonesia, deforestasi hutan menjadi masalah serius yang memberikan dampak negatif bagi kualitas lingkungan hidup. Berbagai aktivitas ekonomi yang berada di kawasan hutan menjadi penyebab tingginya laju deforestasi hutan di Indonesia. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dikaji secara komprehensif penyebab utama terjadinya deforastasi hutan agar dapat dirumuskan tindakan maupun kebijakan yang dapat mengurangi laju deforestasi hutan. Penulis menggunakan pendeketan DPSIR (Driving Forces, Pressure, State, Impact, Response) sebagai kerangka konseptual. Pendekatan secara kualitatif berdasarkan studi literatur dari berbagai sumber dipergunakan oleh penulis untuk mendeskripsikan masalah secara menyeluruh. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, penulis menemukan bahwa kegiatan pertambangan memberikan kontribusi yang signifikan dalam peningkatan laju deforestasi hutan di Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur. Perlu dilakukan tindakan dan kebijakan berorientasi lingkungan untuk menyelesaikan tantangan tersebut agar dapat mengatasi laju deforestasi yang terjadi di Indonesia.Kata kunci: deforestasi, hutan, pertambangan, lingkunganABSTRACTDeforestation is one of the problems caused by the effects of carbon gases and climate change at the global level. Indonesia is no exception. Deforestation is a severe problem that harms environmental quality. Various economic activities located in forest areas are the cause of the high rate of deforestation in Indonesia. Studying the prominent causes of deforestation is necessary to formulate actions and policies to reduce the deforestation rate. The author uses the DPSIR (Driving Forces, Pressure, State, Impact, Response) approach as a conceptual framework. The author uses a qualitative approach based on literature studies from various sources to describe the problem comprehensively. Based on the research conducted, the authors found that mining activities significantly contributed to increasing the rate of deforestation in Indonesia, especially in East Kalimantan. It is necessary to take environmentally oriented actions and policies to resolve these challenges to overcome Indonesia’s deforestation rate.Keywords: deforestation, forest, mining, environment.
Karakteristik Pasokan Batu Bara di PLTU “Damar” Periode 2019-2021 Berdasarkan Analisis Proksimat dan Nilai Kalor Qori Fajar Hermawan; Wasono Wasono; Nanda Khoirunisa; Muhammad Riza; Zetsaona Sihotang
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v7i3.208-217

Abstract

ABSTRAKBatu bara adalah bahan bakar utama dalam proses pembangkitan listrik di sebuah pembangkit listrik tenaga uap, termasuk di PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap)”Damar” ini. PLTU “Damar” mendapatkan batu bara dari beberapa pemasok dari dua wilayah yaitu Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Sumatra Selatan. Pasokan batu bara yang diterima oleh PLTU “Damar” pada tahun 2019, 2020, dan 2021 secara berurutan adalah 529.458,451 ton, 489.450,817 ton, dan 527.923,208 ton. Karakteristik pasokan batu bara yang diterima dilakukan berdasarkan hasil analisis proksimat dan nilai kalor terhadap sampel batu bara yang diambil pada proses pembongkaran. Analisis proksimat dan nilai kalor batu bara dilakukan oleh laboratorium berstandar nasional Indonesia dan telah terakreditasi Komite Akreditasi Nasional. Hasil analisis proksimat dan nilai kalor batu bara kemudian dirata-ratakan berdasarkan weighted mean. Berdasarkan analisis proksimat dan nilai kalor batu bara yang dipasok ke PLTU “Damar”memiliki nilai rata-rata untuk parameter kelembaban, zat terbang, karbon, abu dan nilai kalor sebesar 29,79%, 34,12%, 32,91%, 3,11% dan 4.657,12 kkal/kg pada periode 2019-2021. Berdasarkan nilai fuel ratio pada batu bara yang dipasok sebesar 0,964 menunjukkan bahwa batu bara tersebut tergolong batu bara golongan bituminus dengan zat terbang menengah-tinggi dan semua golongan sub-bituminus.Kata kunci: analisis proksimat, nilai kalor, fuel ratio, karakteristik batu bara ABSTRACTCoal is the main fuel in the process of generating electricity in a steam power plant, including at PLTU “Damar”. PLTU “Damar” obtains coal from several suppliers from two regions, East Kalimantan Province and South Sumatra Province. The total coal supply received by PLTU “Damar” in 2019, 2020 and 2021 are 529,450.451 tons, 489,450.817 tons and 527,923.208 tons respectively. The characteristics of the coal supply received are studied by the proximate analysis and the caloric value. The coal sample had been taken when the unloading the coal from vessel to coal yard then carried out by a national accredited laboraty in Indonesia. The results of the proximat analysis and the caloric value of the coal supplied to the PLTU “Damar”, has mean value for the parameter of moisture, volatile matter. Carbon fixed, ash content and caloric value of 29.79%, 34.12%, 32.91%, 3.11% and 4,657.12 kcal/kg in the 2019-2021 period. Based on the fuel ratio value of the supplied coal as 0.964, indicated the supplied coal is classified as bituminous coal with medium-high volatile matter and all sub-bituminous groups.Keywords: proximate analysis, caloric value, fuel ratio, coal characteristic
Studi Perbandingan Sifat Mekanis Vulkanisat Karet Menggunakan Plasticizer Minyak Jelantah Epoksi Dan Komersil Andri Saputra; Pani Satwikanitya; Muh Wahyu Sya'bani; Mertza Fitra Agustian; Fitria Puspita; Putra Oktavianto
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v7i2.138-151

Abstract

ABSTRAKTingginya jumlah minyak jelantah yang tersedia sebagai limbah menjadi tantangan terbesar. Asam lemak tak jenuh yang terdapat dalam minyak jelantah memiliki potensi sebagai bahan baku pembuatan plasticizer minyak epoksi. Di sisi lain, pengembangan plasticizer terbarukan berbasis bahan alam untuk menggantikan plasticizer fosil telah menjadi perhatian banyak peneliti karena isu menipisnya bahan baku minyak bumi, masalah lingkungan, hingga isu kesehatan yang ditimbulkan oleh plasticizer fosil. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perbandingan sifat mekanis vulkanisat karet yang menggunakan plasticizer minyak jelantah epoksi terhadap plasticizer komersil (minyak parafinik dan minyak kedelai epoksi). Minyak jelantah yang masih mengandung asam lemak tak jenuh diproses epoksidasi dengan metode refluks (60oC selama 4 jam) menggunakan pelarut n-heksane, katalis asam asetat glasial dan resin amberlit IR-120, dan oksigen donor hidrogen peroksida. Minyak jelantah epoksi dikarakterisasi gugus oksiran menggunakan spektrofotometer FTIR dan bilangan oksiran menggunakan metode titrasi. Plasticizer minyak jelantah epoksi, minyak parafinik, dan minyak kedelai epoksi diaplikasikan pada kompon karet dan diuji sifat mekanis vulkanisat karet menggunakan mesin universal testing machine. Hasil penelitian menunjukkan spektra FTIR minyak jelantah epoksi memperlihatkan keberadaan vibrasi peregangan gugus epoksi (C-O-C) pada puncak 1240 cm-1 dan bilangan oksiran 2,24%. Hasil pengujian vulkanisat menggunakan plasticizer minyak jelantah epoksi (EUCO) memiliki nilai kekuatan tarik, kekuatan sobek, dan ketahanan kikis yang lebih unggul dibandingkan vulkanisat menggunakan plasticizer minyak parafinik (PO). Hal tersebut menunjukkan bahwa minyak jelantah epoksi mampu menggantikan plasticizer berbasis minyak bumi, seperti minyak parafinik (PO). Kekuatan sobek dan ketahanan kikis vulkanisat yang menggunakan EUCO lebih tinggi dibandingkan vulkanisat yang menggunakan minyak kedelai epoksi (ESO), meskipun kekuatan tariknya lebih rendah, sehingga mengindikasikan bahwa minyak jelantah epoksi yang disintesis dapat memberikan kinerja yang cukup baik sebagai plasticizer karet, sebanding dengan minyak epoksi komersial, seperti minyak kedelai epoksi.Kata kunci: Minyak jelantah epoksi, Plasticizer komersil, Sifat mekanis, Vulkanisat.ABSTRACTThe high volume of waste cooking oil is one of the biggest obstacles. Unsaturated fatty acids in waste cooking oil have the potential as a raw material for producing plasticizer of epoxy oil. The development of renewable plasticizers based on natural materials to replace petroleum plasticizers has become the concern of many researchers due to the issue of depletion of petroleum raw materials, environmental problems, and health issues caused by petroleum plasticizers. This research aims to study the comparison of mechanical properties of vulcanizated rubber using plasticizer of epoxy waste cooking oil to commercial plasticizers (paraffinic oil and epoxy soybean oil). Waste cooking oil containing unsaturated fatty acids was epoxidized by reflux method (60oC for 4 hours) using n-hexane as solvent, glacial acetic acid and IR-120 amberlite resin as catalyst, and hydrogen peroxide as oxygen donor. The epoxy cooking oil was characterized for oxirane groups using FTIR spectrophotometer and oxirane number using titration method. Epoxy waste cooking oil, paraffinic oil, and epoxy soybean oil were applied to rubber compounds and tested for mechanical properties of vulcanizatesd rubber using a universal testing machine. The results showed that the FTIR spectra of epoxy waste cooking oil showed the presence of epoxy group stretching vibrations (C-O-C) at a peak of 1240 cm-1 and an oxirane number of 2.24%. The test results of vulcanizates using epoxy waste cooking oil (EUCO) have superior tensile strength, tear strength, and scrape resistance values compared to vulcanizates using paraffinic oil (PO). This shows that epoxy waste cooking oil can replace petroleum-based plasticizers, such as paraffinic oil (PO). The tear strength and scrape resistance of the vulcanizates using EUCO were higher than those using epoxy soybean oil (ESO), although the tensile strength was lower, thus indicating that the synthesized epoxy waste cooking oil can provide quite good performance as a rubber plasticizer, comparable to commercial epoxy oils, such as epoxy soybean oil.Keyword: Commercial plasticizer, Epoxy waste cooking oil, Mechanical properties, Vulcanized rubber.