cover
Contact Name
Aida Ratna Wijayanti
Contact Email
aidaratna.Bd@gmail.com
Phone
+6281233677836
Journal Mail Official
hsj@umpo.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Ponorogo Jl. Budi Utomo No 10 Ronowijayan Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Health Sciences Journal
ISSN : 25981188     EISSN : 25981196     DOI : 10.24269/hsj.v6i1.1150
Core Subject : Health,
Health Sciences Journal adalah jurnal mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Ponorogo dengan alamat website http://studentjournal.umpo.ac.id/ . Jurnal ini memuat bidang kesehatan yaitu keperawatan dan kebidanan. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada Bulan April dan Oktober. Jurnal ini mewadahi kreativitas mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Ponorogo dalam menuliskan artikel ilmiah hasil tugas akhir mereka.
Articles 186 Documents
DUKUNGAN KELUARGA BERHUBUNGAN POSITIF DENGAN KEAKTIFAN LANSIA DALAM MENGIKUTI POSYANDU LANSIA Ilham Muhammad; Laily Isro’in; Metti Verawati
Health Sciences Journal Vol 1, No 1 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v1i1.15

Abstract

AbstractCurrently, it is widely known that the family supports for the elderly give significant influence to the presence of elderly for 1 year in posyandu lansia (Elderly Health Center, hereafter – information center and health care support for the elderly). This is due to the elderly active participation in this health care center can improve their healthy optimally. The objective of the study was to explain positive family support in relation to liveliness of elderly to follow posyandu elderlyCenter in Krajan, Grogol Village, SawooSubdistrict, Ponorogo.This is a correlation study in which the subject of the research is purposively chosen by using purposive sampling. The data are collected by using questionnaire, and then the data are analyzed by using T-score counting of 1 year and 6 months of inactivity. Finally, Fisher Exact statistic test is applied as the tabulation.From the result, it is known that among all 62 respondents, there are 8 respondents or approximately 12.9% respondents got good family support and have active participation, and there are 2 respondents or approximately 3.2% respondents got poor family support but have active participation. Whereas, there are 15 respondents or approximately 24.2% respondents got good family support but have passive participation, and there are 37 respondents or approximately 59.7% respondents got poor family support and have passive participation. The results showed that family support was positively associated with elderly leprosy in following posyandu elderly p = 0,004 with α = 0,05.Finally, of this research support positive relation with elderly activeness participate in posyandu elderly expected elderlyIt is expected that the elderly can regularly participate and for the family members, it is expected that they can always give supports for the elderly in order to help them control their health. The weaknesses of this study are the range of responses to support provided by the family during folloe-up posyandu lansia(Elderly health Center) for 1 year because of the different respinden’s memory can trigger the data inaccuracy. Keywords: family support, activity, Elderly Health CenteAbstrakFenomena yang ada dukungan keluarga bagi para lansia mempengaruhi kehadiran lansia selama 1 tahun di posyandu lansia. Sebagaiaman keaktifan lansia dalam posyandu lansia sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan secara optimal. Tujuan penelitian adalah untuk menjelaskan dukungan keluarga berhubungan positif dengan keaktifan lansia dalam mengikuti posyandu lansia di dukuh krajan, desa grogol, kecamatan sawoo, Kabupaten ponorogo.Desain penelitian menggunakan korelasional dengan mengunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data mengunakan instrument kuisioner dengan pengolahan data  mengunakan skor-T dan keaktifan posyandu dengan penghitungan selama 1 tahun 6 kali dalam 1 tahun tidak aktif dan pengolahan data  mengunakan uji statistik Fisher ExactHasil penelitian didapatkan dari 62  responden. 8 responden (12,9%) dengan dukungan keluarga baik dengan keaktifan aktif, terdapat 2 responden (3,2%) dengan dukungan keluarga buruk dengan keaktifan aktif. Sedangkan 15 responden (24,2%) dengan dukungan keluarga baik dengan keaktifan tidak aktif, dan terdapat 37 responden (59,7%) dengan dukungan keluarga buruk dengan keaktifan tidak aktif. Hasil menunjukan adanya dukungan keluarga berhubungan positif dengan keaktifan lansia dalam mengikuti posyandu lansia p=0,004 dengan α=0,05.Kesimpulan dari penelitian ini dukungan keluarga berhubungan positif dengan keaktifan lansia dalam mengikuti posyandu lansia diharapkan lansia dapat memanfaatkan posyandu lansia dengan rutin, untuk keluarga lansia diharapkan keluarga lebih memberikan dukungan pada lansia agar kesehatan lansia terpantau dengan baik. Kelemahan penelitian ini adalah rentan terhadap kesalahan informasi dari respon terhadap dukungan yang diberikan keluarga selama mengikuti posyandu lansia selama 1 tahun karena daya ingat responden berbeda-beda  ini dapat memicu ketidak akuratan informasiKata Kunci: Dukungan Keluarga, Keaktifan, Posyandu lansia
HUBUNGAN PENGGUNAAN DIAPERS DENGAN KEMAMPUAN TOILETING PADA ANAK Rendika Baharudin Abror; Cholik Harun Rosjidi; Rika Maya Sari
Health Sciences Journal Vol 2, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.684 KB) | DOI: 10.24269/hsj.v2i1.82

Abstract

AbstractEach child has a task that must be passed well, especially at the age of the child (12-36 months). One of the developmental tasks in toddlers is toilet training. Long-term use of diapers can cause toilet effects. This study aims to determine the relationship between diapers with the ability of toileting in children.The design of this research is Correlation with cross sectional approach. Large sample of 70 respondents. Sampling of the study using total sampling, data collection using questionnaires and calculations using Chi-square Correlation test using SPSS 16.0 error α 0.05.The results of the research variables The use of diapers in children interpreted most of the 47 children of respondents (67.1%) Did not use and almost half of the 23 respondents (32.9%) use. The ability of toileting in children is interpreted by most of the 42 respondents (60.0%) fulfilled, and almost half of 28 respondents (40.0%) are not met.Based on the calculation of Chi-square SPSS statistic shows that p value 0,000 0,05) means that there is relationship of diaper usage with the ability of toileting in children with the closeness of cc relationship of 0.479 enough category.The results of this study concluded that almost half of them use diapers, and almost half of them do not meet the ability of toileting, the researcher suggests in the research place to put a picture or leaflet about the effect of Diaper Usage on Toileting Ability so that the wise mother in using Diapers.Keywords: diapers, toileting, children AbstrakSetiap anak mempunyai tugas perkembangan yang harus dilewati dengan baik, terlebih pada usia toddler (12-36 bulan). Salah satu tugas perkembangan pada anak usia toddler adalah toilet training. Pemakaian diapers dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek yang berbahaya serta bisa menghambat kemampuan toilet training anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Penggunaan diapers dengan kemampuan toileting pada anakDesain penelitian ini adalah Korelasi dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel 70 responden. Sampling penelitian menggunakan Total sampling, pengumpulan data menggunakan kuesioner dan perhitungan menggunakan uji Korelasi Chi-square dengan menggunakan SPSS 16.0 kesalahan α 0,05.Hasil penelitian variabel Penggunaan diapers pada anak diinterpretasikan sebagian besar 47 anak responden (67,1%) Tidak menggunakan dan hampir setengahnya 23 responden (32,9%) menggunakan. Pada kemampuan toileting pada anak diinterpretasikan sebagian besar 42 responden (60,0%) tercapai, dan hampir setengahnya 28 responden (40,0%) belum tercapai.Berdasarkan perhitungan uji statistik Chi-square SPSS menunjukkan p value 0,000 0,05) artinya ada hubungan penggunaan diapers dengan kemampuan toileting pada anak dengan keeratan hubungan cc sebesar 0,479 kategori cukupHasil penelitian disimpulkan hampir setengahnya menggunakan diapers, dan hampir setengahnya belum tercapai kemampuan toileting maka peneliti menyarankan pada tempat penelitian untuk memasang gambar atau leaflet tentang dampak Penggunaan Diapers Terhadap Kemampuan Toileting, sehingga ibu bijak dalam menggunakan Diapers.Kata kunci: Diapers, Toileting, Anak.
EFEKTIFITAS PENYULUHAN SEKS BEBAS MENGGUNAKAN VIDEO DAN GAMBAR TERHADAP PENGETAHUAN SEKS BEBAS PADA REMAJA Eko Hendri Susilo; Sholihatul Maghfirah; Dian Laila Purwaningroom
Health Sciences Journal Vol 2, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.711 KB) | DOI: 10.24269/hsj.v2i1.76

Abstract

AbstractCounseling is done to improve the knowledge of respondents. Counseling using video media has a real picture and liked the target. This study aims to determine the effectiveness of counseling using video and images of free sex knowledge in adolescents. The research method used quasi experimental design with Pretest-posttest control design design in this study there are two groups selected by simple random sampling. The population in this study is students of class XI In Vocational High School 1 Nawangan country Nawangan which amounted to 178 person. The overall sample in this study were 54 respondents, for each treatment group 27 respondents. The data were processed using computter program with paired T-Test to see the significance difference between pretest-postest of each counseling medium and Independent T-test to see the effectiveness between video and image media, significance level (p) ≤ 0.05. The result of the research shows the counseling using video media with the highest value of pretest 75, average 60,65. Posttest the highest value of 100 averages 81.02. Counseling using image media pretest value score highest score 87,5 on average 60,19. While the highest posttest value of 93.75 averaged 70.14. Pursuant to result of independent T-test obtained p value = 0,005, which mean p value smaller than α = 0,05. So there is a significant difference between video and image media extension.The conclusion of this research is counseling using video media more effective than image media in increasing free sex knowledge in adolescent. It is expected to increase the knowledge of free sex in adolescent In Vocational High School 1 Nawangan country Nawangan institutions using video as a media counseling.Keywords: Video, image, knowledge, free sex, adolescents.AbstrakPenyuluhan dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan responden. Penyuluhan menggunakan media video mempunyai gambaran yang nyata dan disukai sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penyuluhan menggunakan video dan gambar terhadap pengetahuan seks bebas pada remaja. Metode penelitian menggunakan rancangan quasi eksperimen dengan desain Pretest-postest control design dalam penelitian ini terdapat dua kelompok yang dipilih secara simplem random sampling. Populasi pada penelitian ini siswa siswi kelas XI SMK N 1 Nawangan yang berjumlah 178 orang. Sampel keseluruhan pada penelitian ini 54 responden, untuk setiap kelompok perlakuan 27 responden. Data diolah menggunakan Program komputer dengan uji paired T-Test untuk melihat perbedaan signifikas antara pretest-postest masing-masing media penyuluhan dan Independent T-test untuk melihat efektifitas antara media video dan gambar, tingkat kemaknaan (p) ≤ 0,05. Hasil penelitian menunjukan penyuluhan menggunakan media video iilai tertinggi pretest 75, rata-rata 60,65. Posttest nilai tertinggi 100 rata-rata 81,02. Penyuluhan menggunakan media gambar nilai pretest skor nilai tertinggi 87,5 rata-rata 60,19. Sedangkan posttest nilai tertinggi 93,75 rata-rata 70,14. Berdasarkan hasil uji T-test Independen diperoleh nilai p=0,005, yang berarti nilai p lebih kecil dari α=0,05. Sehingga Terdapat perbedaan yang signifikan yang antara penyuluhan media video dan gambar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penyuluhan menggunakan media video lebih efektif daripada media gambar dalam meningkatkan pengetahuan seks bebas pada remaja. Diharapkan untuk meningkatkan pengetahuan seks bebas pada remaja instansi SMK N Nawangan menggunakan video sebagai media penyuluhan.Kata kunci: Video, gambar, pengetahuan,seks bebas, remaja.
ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY OF CARE PADA NY M MASA HAMIL SAMPAI DENGAN KELUARGA BERENCANA DI BPM MURYATI SST.Keb SUKOREJO PONOROGO Ludmila Ifsilanti Alwan; Ririn Ratnasari; Suharti Suharti
Health Sciences Journal Vol 2, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.03 KB) | DOI: 10.24269/hsj.v2i2.163

Abstract

AbstractPregnancy is a period where there is a change in a woman's biological condition accompanied by psychological changes. During the period of pregnancy, childbirth, childbirth, newborns to use contraception, women will experience various health problems. So that a comprehensive midwifery care is needed including five continuous examination activities including pregnancy antenatal care (Antenatal Care), childbirth (Intranatal Care), postnatal care, neonatal care and family planning. The care provided is midwifery care in Continuity Of Care given to TM III pregnant women (34-36 weeks), childbirth, postpartum, newborns and family planning. Care provided includes reviewing, preparing midwifery diagnoses, planning midwifery care, implementing midwifery care, evaluating midwifery care, documenting midwifery care through Continuity Of Care. Antenatal Care midwifery care in Mrs. M aged 41 years G4P20012 was done once at 37 weeks 5 days of gestation which was carried out on February 24, 2018. The results of the examination found that the mother complained of low back pain. This is a reasonable complaint because it is one of the inconveniences of pregnant women in the third trimester. On February 26, 2018 at 00:45 WIB, the mother came to the Muryati SST BPM. Keb because you feel tight and remove mucus and blood. Babies are born normal on February 26, 2018 at 02.05 WIB with a weight of 3500 grams, body length of 50 cm, male gender and no congenital abnormalities. On the visit of the second neonate found the baby had grade 1 jaundice, after the assessment turned out to be a breastfed baby because the position of breastfeeding the mother is not right so it is recommended to the mother to breastfeed her baby as often as possible and teach the mother the correct breastfeeding position. Then on the next visit the yellow color of the baby is gone. Good baby growth and development. Mothers breastfeed their babies exclusively. ASI production was smooth and no problems were found. Mother's condition is also very good. Mother said she had menstruated on March 26, 2018. In Family Planning (KB)services, at first my mother chose to use KB condoms, but after counseling again about family planning, she decided to use IUD KB at post partum on day 72.After the Continuity of Care service for Mrs. M started from the third trimester of pregnancy at 37 weeks 5 days of gestation, labor, BBL, postpartum and family planning were found to be some physiological problems not pathological problems. The hope is that the midwife will maintain the quality of midwifery services according to the midwifery profession standard which is carried out in a Continuity Of Care manner so that early detection of emergencies can be identified and handled properly.Keywords: Continuity Of Care, pregnancy, labor, family planning AbstrakKehamilan merupakan periode dimana terjadi perubahan pada kondisi biologis wanita disertai dengan perubahan psikologis. Selama periode kehamilan, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir hingga penggunaan kontrasepsi, wanita akan mengalami berbagai masalah kesehatan. Sehingga diperlukan asuhan kebidanan yang komperhensif mencakup lima kegiatan pemeriksaan yang berkesinambungan diantaranya adalah asuhan kebidanan kehamilan (Antenatal Care), persalinan (Intranatal Care), masa nifas (Postnatal Care), bayi baru lahir (Neonatal Care) dan Keluarga Berencana. Asuhan yang diberikan adalah asuhan kebidanan secara Continuity Of Care diberikan pada ibu hamil TM III (34-36 minggu), bersalin, nifas, bayi baru lahir dan KB. Asuhan yang diberikan meliputi pengkajian, menyusun diagnosa kebidanan, merencanakan asuhan kebidanan, pelaksanaaan asuhan kebidanan, melakukan evaluasi asuhan kebidanan, pendokumentasian asuhan kebidanan secara Continuity Of Care. Asuhan kebidanan Antenatal Care pada Ny M usia 41 tahun G4P20012 dilakukan satu kali pada usia kehamilan 37 minggu 5 hari yang dilakukan pada tanggal 24 Februari 2018. Hasil pemeriksaan ditemukan bahwa ibu mengeluh nyeri pinggang. Hal tersebut merupakan keluhan yang wajar karena itu merupakan salah salah satu ketidaknyamanan ibu hamil pada trimester ketiga.  Pada tanggal 26 Februari 2018 pukul 00.45 WIB, ibu datang ke BPM Muryati SST. Keb karena merasakan kenceng-kenceng dan mengeluarkan lendir dan darah. Bayi lahir normal pada tanggal 26 Februari 2018 pukul 02.05 WIB dengan berat 3500 gram, panjang badan 50 cm, jenis kelamin laki laki dan tidak ada kelainan congenital. Pada kunjungan neonatus kedua ditemukan bayi mengalami ikterus derajat 1, setelah dilakukan pengkajian ternyata bayi kurang ASI karena posisi menyusui ibu kurang tepat sehingga dianjurkan kepada ibu untuk menyusui bayinya sesering mungkin serta mengajari ibu posisi menyusui yang benar. Kemudian pada kunjungan selanjutnya warna kuning pada bayi sudah hilang. Pertumbuhan dan perkembangan bayi baik. Ibu menyusui bayinya secara eksklusif. Produksi ASI sudah lancar dan tidak ditemukan masalah.  Kondisi ibu juga sangat baik. Ibu mengatakan sudah menstruasi pada tanggal 26 Maret 2018. Pada pelayanan Keluarga Berencana (KB), pada awalnya ibu memilih menggunakan KB kondom, tetapi setelah dilakukan konseling kembali tentang KB, ibu memutuskan untuk menggunakan KB IUD pada post partum hari ke 72.Setelah dilakukan pelayanan Continuity Of Care pada Ny M yang dimulai dari kehamilan trimester III pada usia kehamilan 37 minggu 5 hari, persalinan, BBL, nifas dan KB ditemukan beberapa masalah yang fisiologis bukan masalah patologis. Harapannya agar bidan tetap menjaga mutu pelayanan kebidanan sesuai standar profesi kebidanan yang dilakukan secara Continuity Of Care sehingga deteksi dini adanya kegawatdaruratan bisa segera teridentifikasi dan tertangani dengan baik.Keywords: Continuity Of Care, kehamilan, persalinan, keluarga berencana
PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG MULTIPLE INTELLIGENCES PADA ANAK DI TK BATIK BAKTI PONOROGO Very Agustin; Elmie Muftiana; Metti Verawati
Health Sciences Journal Vol 1, No 1 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v1i1.21

Abstract

AbstractMultiple intelligences are descriptive studies how an individual uses his or her intelligence to analyze the problems by providing new options. However, parents mostly tend to think that smart children are those who get a perfect score for each subject at school without considering another capability. This study reveals parents’ knowledge towards children’s multiple intelligences in TK Batik Bakti Ponorogo.The design of the study is a descriptive study by using total sampling technique. There are 42 parents used as the sample of the study. Questionnaire is utilized to collect the data from all parents in TK Batik Bakti Ponorogo. Thus, the data are analyzed by using percentage. The results of the study shows that there are 32 of 42 respondents (76.2%) have good knowledge, while one respondent (2.4%) has much knowledge of children’s multiple intelligence. In addition, nine respondents (21.4%) have low knowledge towards children’s multiple intelligences.Based on the highest percentage result, 32 respondents (76.2%), there should be a future research to study parents’ attitude on how to develop children’s multiple intelligences. Keywords: knowledge, parents, multiple intelligences, children  Abstrak Multiple intelligences atau kecerdasan majemuk merupakan penilaian secara deskriptif bagaimana individu menggunakan kecerdasannya untuk memecahkan masalah dengan menghasilkan sesuatu, tetapi sebagian besar orang tua beranggapan bahwa anak yang cerdas merupakan anak yang mendapatkan nilai 10 dalam tiap mata pelajaran yang hanya ada di dalam kelas tanpa memperhatikan hal lain yang di miliki oleh anak.Tujuan penelitian untuk mengetahui pengetahuan orang tua tentang multiple intelligences pada anak di TK Batik Bakti Ponorogo.Desain penelitian adalah deskriptif, dengan teknik total sampling, jumlah sampel 42 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diperoleh dari seluruh orang tua di TK Batik Bakti Ponorogo. Teknik analisa data menggunakan prosentase.Hasil penelitian yang didapatkan pada penelitian yaitu dari 42 responden ada 32 responden (76,2%) berpengetahuan baik, 1 responden (2,4%) mempunyai pengetahuan cukup, dan 9 responden (21,4%) berpengetahuan buruk tentang multiple intelligences.Kesimpulan dari hasil penelitian pengetahuan orang tua tentang multiple intelligences yang menduduki tingkat tertingi yaitu pengetahuan baik 32 responden (76,2%) sehingga perlu adanya kelanjutan penelitian mengenai perilaku orang tua tentang cara mengasah multiple intelligences pada anak. Kata Kunci: pengetahuan, orang tua, multiple intelligences, anak
EFEKTIVITAS GEL LIDAH BUAYA (Aloe vera) TERHADAP PENYEMBUHAN KETOMBE KERING di Madrasah Aliyah Negeri 2 Ponorogo Dewi Puspita Ningrum; Hery Ernawati; Laily Isro'in
Health Sciences Journal Vol 2, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.426 KB) | DOI: 10.24269/hsj.v2i2.158

Abstract

AbstractDandruff is often regarded as a mild thing. However, for patients it resulted in disruption of comfort and confidence. The use of natural ingredients without the side effects of chemicals for the treatment of dry dandruff is by using traditional materials obtained from the natural surroundings, one of which is aloe vera (Aloe vera). Aloe vera (Aloe vera), which chemically has elements of a compound that can replace chemical drugs to cope with dry dandruff such as phosphorus, vitamins A, B, amino acids, saponins and flavonoids. The design of this study using one group pra-post test design, with a population of 23 respondents, a sample of 23 respondents, using total sampling technique. Collecting data using questionnaires. Data processing with data normality test pre-post 30%, then using a paired t-test with significance 0.05.The results of this study obtained from 23 respondents, 17 respondents (73.9%) experienced a decline in scores, 4 respondents (17.4%) score remained, and 2 respondents (8.7%) decrease increase of dry dandruff score. Statistical analysis showed significant results with a p-value = 0.000 0.05. The conclusion of this study is aloe vera gel (Aloe vera) has an effect to healing dry dandruff. Therefore it is expected that sufferers of dry dandruff are more selective to choose the type of scalp treatment.Keywords: Aloe Vera Gel, Dry Dandruff.AbstrakKetombe kering sering dianggap sebagai hal yang ringan. Namun, bagi penderita hal tersebut mengakibatkan gangguan kenyamanan dan tidak percaya diri. Penggunaan bahan alami tanpa menimbulkan efek samping untuk pengobatan ketombe kering adalah dengan menggunakan bahan tradisional, salah satunya adalah lidah buaya (Aloe vera). Lidah buaya (Aloe vera) yang secara kimia memiliki unsur-unsur senyawa yang dapat menggantikan fungsi obat kimia untuk mengatasi ketombe kering diantaranya fosfor, vitamin A,B, asam amino, saponin dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian gel lidah buaya (Aloe vera) terhadap penyembuhan ketombe kering. Desain penelitian ini menggunakan one group pra-post test design, dengan jumlah populasi 23 responden, sampel 23 responden, dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Pengolahan data dengan uji normalitas data pre-post 30%, maka menggunakan uji paired t-test dengan kemaknaan 0,05. Hasil penelitian ini didapatkan dari 23 responden, 17 responden (73,9%) mengalami penurunan skor, 4 responden (17,4%) skor tetap, dan 2 responden (8,7%) mengalami penurunan peningkatan skor ketombe kering. Analisis statistika menunjukkan hasil yang signifikan dengan nilai = p-value 0.000 0.05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah gel lidah buaya (Aloe vera) mempunyai efek untuk penyembuhan ketombe kering. Maka dari itu diharapkan penderita ketombe kering lebih selektif untuk memilih jenis perawatan kulit kepala.Kata Kunci : Gel Lidah Buaya, Ketombe Kering.
PENGARUH KOMPRES HANGAT DENGAN JAHE TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI OSTEOARTHRITIS Agus Wijayanto; Lina Ema Purwanti; Laily Isro'in
Health Sciences Journal Vol 1, No 1 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v1i1.16

Abstract

AbstractOsteoarthritis (OA) is a degenerative disease in the joints that involves cartilage, lining the joints, ligaments, and bones causing pain and stiffness in the joints. Pain is one of the complaints experienced by patients with osteoarthritis, the process of pain in the joints can be caused by inflammation, immunologic, noninfectious, bleeding and malignant processes. The purpose of this research is to know the influence of warm compress of grated ginger on the decrease of pain scale in osteoarthritis patient.Design This research is included in Pre-Experimental research type with population of 20 respondents with osteoarthritis, using purposive sampling technique, data collection using observation sheet, data is processed using paired t test with spss. The warm compound technique of grated ginger is said to be effective if the value of p 0.05.The result showed that the average of pain scale before the warm compression of ginger grated was 5.55 (moderate pain), after a warm compression of grated ginger was 2.95 (mild pain). The result of paired t test obtained that the value of p = 0.000 (p 0.05), thus can be stated there is influence of warm compress with ginger to decrease of osteoarthritis pain scale.Conclusion from this study that warm compresses with ginger effect in reducing the scale of osteoarthritis pain, so ginger compress can be an alternative as a non-pharmacological treatment given the inappropriate use of rheumatic drugs can cause side effects of stomach or gastrointestinal damage.Keywords: Compress with Ginger, Pain, OsteoarthritisAbstrakOsteoartritis (OA) merupakan penyakit degenerasi pada sendi yang melibatkan  kartilago, lapisan  sendi, ligamen, dan  tulang  sehingga menyebabkan nyeri dan  kekakuan pada sendi. Nyeri  merupakan  salah  satu  keluhan yang  dialami  oleh  pasien  osteoarthritis, proses  terjadinya  nyeri  pada  persendian bisa disebabkan karena inflamasi, imunologik, non-infeksi, perdarahan dan proses maligna . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompres hangat parutan jahe terhadap penurunan skala nyeri pada penderita osteoarthritis.Desain Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian Pre-Experimental dengan jumlah populasi 20 responden penderita osteoarthritis, menggunakan teknik purposive sampling, pengumpulan data menggunakan lembar observasi, data diolah menggunakan Uji paired t test dengan spss.Teknik kompres hangat parutan jahe dikatakan efektif jika nilai  p 0.05.Hasil penelitian diperoleh bahwa rata-rata skalanyeri sebelum dilakukan kompres hangat parutan jahe adalah 5,55 (nyeri sedang), setelahdilakukan kompres hangat parutan jahe adalah 2,95 (nyeri ringan). Hasil dari uji paired t test didapat bahwa nilai hasil p = 0.000 (p 0.05 ), dengan demikian dapat dinyatakan ada pengaruh kompres hangat dengan jahe terhadap penurunan skala nyeri osteoarthritis.Kesimpulkan dari penelitian ini bahwa kompres hangat dengan jahe berpengaruh dalam menurunkan skala nyeri osteoarthritis, sehingga kompres jahe dapat menjadi alternatif sebagai pengobatan non farmakologi mengingat penggunaan obat rematik yang tidak tepat bisa menyebabkan efek samping kerusakan lambung atau saluran cerna.Kata Kunci: Kompres dengan Jahe, Nyeri, Osteoarthritis
PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG EFEK JANGKA PANJANG PENGGUNAAN JAMU PADA RESIKO GAGAL GINJAL KRONIK DI DESA MILANGASRI RT 05/01 KECAMATAN PANEKAN KABUPATEN MAGETAN Umi Isnayati Rohmatin; Laily Isro'in; Rika Maya Sari
Health Sciences Journal Vol 2, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.404 KB) | DOI: 10.24269/hsj.v2i1.83

Abstract

AbstrackPeople have been assuming that herbs are safer and lesser side effects, but it must be understood that herbs may not be safe for the body. Lack of public knowledge about the ingredients of herbs that are unknown. Society has not known that there are some herbs mixed by chemicals that are harmful to the body. This study aims to find out how the public knowledge about the long-term effects of herbal medicine on the risk of chronic renal failure (ggk).The research design used was descriptive, with a population of a sample of 148 people. The sampling technique used is purposive sampling with total sample of 30 respondents. Methods of data collection using questionnaires then performed data processed and analizyed based on percentage.The result of study on 30 respondents shows that most of the 16 respondent (53,3%) knowledgeable good, and a small portion 14 respondents (46,6%) knowladgeable bad.The result concluded that must people have a good knowledge about the long-term effects of herbal medicine use. The result showed that the level of community knowledge is influenced by various factors such as age, education, information, and information sources. Recommed for further research to examine the relationship of people who consume herbal medicine with chronic renal failure. Keyword : Knowledge, Society, Herb, Chronic Renal Failure AbstrakMasyarakat selama ini beranggapan bahwa jamu lebih aman dikonsumsi dan lebih kecil efek sampingnya, namun harus tetap dipahami bahwa jamu bisa saja tidak aman bagi tubuh. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kandungan jamu yang tanpa diketahui kandungannya. Masyarakat selama ini tidak tahu bahwa ada beberapa jamu yang dicampur oleh bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengetahuan masyarakat tentang efek jangka panjang penggunaan jamu pada resiko gagal ginjal kronik. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan populasi sejumlah148 warga. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner dan analisa data menggunakan analisa prosentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar 16 responden (53,3%) berpengetahuan baik, dan sebagiankecil14 responden (46,6%) berpengetahuan buruk.Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat memiliki pengetahuan yang baik tentang efek jangka panjang penggunaan jamu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti usia, pendidikan, informassi, dan sumber informasi.Untuk peneliti selanjutnya direkomendasikan dapat meneliti hubungan masyarakat yang mengkonsumsi jamu dengan gagal ginjal kronik.Kata Kunci : Pengetahuan, Masyarakat, Jamu, Resiko Gagal Ginjal Kronik.
BODY IMAGE PASIEN DIABETES MILLITUS YANG MENGALAMI GANGGREN Dania Dwi Nurcahyani; Cholik Harun Rosjidi; Lina Ema Purwanti
Health Sciences Journal Vol 2, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.845 KB) | DOI: 10.24269/hsj.v2i1.78

Abstract

AbstactDiabetes mellitus causes a DM complication where the wound complication are hard to recover, red to black, spoiled smell so there is amputation must be done in the end. This condition clearly disturbs body image which causes the patient feel embarrassed, low, and rejects this body condition. This purpose of this research is to know body image of gangrene diabetes mellitus patient in Dr. Sayidiman Magetan hospital.This research design is descriptive. The sampling technique is purposive sampling, with 589 populations. The sample is 49 respondents. The data collecting technique is questionnaire with T Score as data analysis technique.The result of this research is 25 respondents (51%) have positive body image, and 24 respondents (49%) has negative body image. This depends on gender, age, time of DM and gangrene suffer, living together, kind of dysfunction, education.Based on this research, it is hoped the patients can increase good body image in order to help the healing process, for next researcher suggested not to stop doing research about body image of gangrene diabetes mellitus with wider populations so reach optimal carefulness.Keyword : Body Image, Patient, Diabetes Mellitus, Gangrene. AbstrakPenyakit DM mengakibatkan salah satu komplikasi DM dimana komplikasi pada luka sukar sembuh, luka berwarna merah kehitaman, berbau busuk yang akhirnya dilakukan amputasi kondisi ini jelas mengganggu body image yang mengakibatkan pasien merasa malu, rendah diri, dan tidak menerima keadaan tubuhnya. Penelitian ini diuntukkan mengetahui body image pasien DM yang mengalami ganggren di RSUD dr.Sayidiman Magetan. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling, dengan populasi 589 orang, sampel berjumlah 49 responden, teknik pengumpulan data dengan kuisioner, teknik analisa menggunakan skor T. Hasil penelitian dari 49 responden didapatkan hasil 25 responden (51%) memiliki body image positif, dan 24 responden (49%) memiliki body image negatif. Hal ini dipengaruhi jenis kelamin, usia, lama menderita DM, lama menderita ganggren, tinggal bersama, jenis gangguan fungsi, pendidikan. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan pasien dapat meningkatkan body image yang baik agar membantu proses penyembuhan dengan cepat, bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk tidak berhenti melakukan penelitian tentang body image pasien DM yang mengalami ganggren dengan populasi yang lebih banyak agar tercapai ketelitian penelitian optimal.Kata Kunci : Body Image, Pasien, Diabetes Mellitus, Gangren
PENGETAHUAN WISATAWAN TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA PADA KORBAN SENGATAN UBUR-UBUR Wahyu Wijanarko; Ririn Nasriati; Saiful Nurhidayat
Health Sciences Journal Vol 1, No 1 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v1i1.22

Abstract

AbstractJellyfish are marine animals that are harmful to humans. Jellyfish often attack the beach tourists through the sting they have. The stings of a jellyfish can cause burning and even death if it does not get proper handling. So it is very necessary first aid on the right victim. But one of the societal habits for the first aid on jellyfish stings using urine or ammonia, and it is not justified. If urine is alkaline it will increase the effect of toxins. The purpose of this study is to determine the level of knowledge of tourists about first aid in victims of jellyfish stings. The research design used was descriptive with coastal tourist population of Teleng Ria beach Pacitan as many as 492 respondents, The sample as much 98 respondents. The sampling technique used is Purposive Sampling. Data collection using questionnaires, then performed data processing using Coding, Scoring, Tabulating, and analyzed based on percentage. The results of this study indicate that of 98 respondents, 72 respondents or 73.5% had less knowledge, while 22 respondents or 22.4% knowledgeable sufficient, and 4 respondents or 4.1% have good knowledge. The result of this research can be concluded that knowledge influence to handling jellyfish sting procedure accordingly so as to prevent health problems like respiratory disturbance, pain disorder, and tissue damage, hence needed improvement of knowledge about handling jellyfish sting.Keywords: Knowledge, Tourists, First Aid On The Survivors of Jellyfish StingsAbstrak`Ubur-ubur merupakan binatang laut yang berbahaya, dan sering menyerang para wisatawan pantaimelalui sengatannya. Korban sengatan ubur-ubur dapat semakin parah bahkan berakibat fatal bila tidak mendapat penanganan yang tepat. Kebiasaan masyarakat yang salah menggunakan amoniak dalam memberikan pertolongan pertama sengatan ubur-ubur harus diperbaiki. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan wisatawan tentang pertolongan pertama pada korban sengatan ubur-ubur.Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan populasi wisatawan pantai Teleng Ria Pacitan sebanyak 492 responden, sampelnya berjumlah 98 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, kemudian dilakukan pengolahan data menggunakan Coding, Scoring, Tabulating, dan dianalisis berdasarkan prosentase.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari 98 responden, didapatkan 72 responden atau 73.5% memiliki pengetahuan kurang, sedangkan 22 responden atau 22.4% berpengetahuan cukup, dan 4 responden atau 4.1% memiliki pengetahuan baik.Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan berpengaruh terhadap penanganan sengatan ubur-ubur yang sesuai prosedur sehingga mencegah masalah kesehatan seperti gangguan pernapasan, gangguan rasa nyeri, dan kerusakan jaringan, maka diperlukan peningkatan pengetahuan tentang penanganan sengatan ubur-ubur.Kata Kunci: Pengetahuan Wisatawan, Pertolongan Pertama, Sengatan Ubur-Ubur

Page 2 of 19 | Total Record : 186