cover
Contact Name
Aida Ratna Wijayanti
Contact Email
aidaratna.Bd@gmail.com
Phone
+6281233677836
Journal Mail Official
hsj@umpo.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Ponorogo Jl. Budi Utomo No 10 Ronowijayan Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Health Sciences Journal
ISSN : 25981188     EISSN : 25981196     DOI : 10.24269/hsj.v6i1.1150
Core Subject : Health,
Health Sciences Journal adalah jurnal mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Ponorogo dengan alamat website http://studentjournal.umpo.ac.id/ . Jurnal ini memuat bidang kesehatan yaitu keperawatan dan kebidanan. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada Bulan April dan Oktober. Jurnal ini mewadahi kreativitas mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Ponorogo dalam menuliskan artikel ilmiah hasil tugas akhir mereka.
Articles 186 Documents
PENGARUH KONTROL DIRI TERHADAP PERILAKU MEROKOK PADA MAHASISWA di Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Ponorogo Adhitia Ambar Rukmy; Yayuk Dwirahayu; Sri Andayani
Health Sciences Journal Vol 2, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.477 KB) | DOI: 10.24269/hsj.v2i2.159

Abstract

AbstractSmoking can be harmful for the smokers and can affect passive smokers. An effective smoking prevention is necessary to avoid high-risk various diseases from smoking behavior. One of prevention behaviors is self-control.  This study aims to verify the influence of self-control on smoking behavior in students at Faculty of Engineering in Muhammadiyah University of Ponorogo.This recent study utilizes cross sectional design study. There are 75 respondents taken and they are selected based on proportional random sampling technique. The data are collected through questionnaire and measured by using Chi-Square statistic test in SPPS 16 application. The result of the study showed by Chi-square test table demonstrate that significant value of ρ value (0,001) is less than α  (0,05). Therefore, H0 is rejected and H1 is verified. According to this, it can be concluded that there is a significant influence between self-control and smoking behavior in students of Engineering Faculty in Muhammadiyah University of Ponorogo. Based on the result of this study, further research is expected to examine smoking behavior by using another prevention approach, which is more effective to reduce smoking behavior.Keywords: Smoking Behavior, Self-Control Abstrak         Perilaku merokok dapat membahayakan kesehatan para perokok sendiri dan orang-orang disekitarnya. Mengingat tentang bahaya yang ditimbulkan dari perilaku merokok, maka dibutuhkan sebuah upaya penanganan yang efektif.  Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah kontrol diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kontrol diri terhadap perilaku merokok pada mahasiswa di fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Ponorogo.Desain penelitian ini adalah Cross Sectional dengan mengambil 75 responden. Metode penelitian menggunakan Proportional Random Sampling, pengumpulan data menggunakan kuesioner dan perhitungan menggunakan uji stastistic Chi Square dengan aplikasi SPSS 16.Hasil penelitian yang ditunjukkan oleh tabel Chi-Square Tests menunjukkan bahwa nilai signifikan ρ value (0,001) ≤ α  (0,05), maka H0 di tolak dan H1 diterima sehingga kesimpulannya adalah ada pengaruh antara kontrol diri terhadap perilaku merokok pada mahasiswa di Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Maka penelitian selanjutnya diharapkan untuk meneliti perilaku merokok dengan menggunakan upaya-upaya lain yang lebih efektif untuk menurunkan perilaku merokok. Kata Kunci : Perilaku Merokok, Kontrol Diri 
PERILAKU KELUARGA DALAM PEMENUHAN ACTIVITY OF DAILY LIVING (ADL) ANGGOTA KELUARGA DENGAN SKIZOFRENIA DI DESA PARINGAN, KECAMATAN JENANGAN, KABUPATEN PONOROGO Dinda Mar’atush Sholihah; Nurul Sri Wahyuni; Lina Ema Purwanti
Health Sciences Journal Vol 1, No 1 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v1i1.17

Abstract

Abstract Some symptoms such as losing motivation, responsibilities, apathetic, and social and Activity of Daily Living (ADL, hereafter) disturbance are often experienced by schizophrenia patients. They often experience inhuman treatments such as cruel behavior, isolated or deprived. This study aims to identify family behavior in ADL for schizophrenia’s family.This study is a descriptive study. The populations of the study are all families whose members are schizophrenia in Paringan village, Jenangan sub-district, Ponorogo district.There are 60 respondents taken as the sample of the study. Total sampling is employed to take the sample of the study. Thus, questionnaire is used as the data collection technique. In addition, score T is utilized to analyze the data.The results of the study show that most families, as many as 36 families (60%) have positive behavior and 24 families (40%) have negative behavior for having ADL for those families whose members are schizophrenia. Based on the results on the study, it is expected that the families whose members are schizophrenia should have a better positive behavior for meeting ADL for schizophrenia patients. The results of this study is proposed to the future researchers. The next studies are expected to conduct studies related to Families’ Motivation in Increased Self-Esteem Schizophrenia Patients  in the Society.  Keywords: Behavior, Family, Activity of Daily Living (ADL), SchizophreniaAbstrak Pasien skizofrenia sering terlihat adanya kemunduran yang ditandai dengan hilangnya motivasi, tanggung jawab, apatis, hubungan sosial dan gangguan pemenuhan ADL. Mereka sering mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi, misalnya kekerasan, diasingkan, diisolasi atau dipasung. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi perilaku keluarga dalam pemenuhan ADL anggota keluarga dengan skizofrenia. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh keluarga di Desa Paringan, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo yang mempunyai anggota keluarga penderita skizofrenia sejumlah 60 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah Total Sampling. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner dan teknik analisa menggunakan skor T. Dari hasil penelitian didapatkan sebagian besar yaitu 36 (60%) keluarga berperilaku positif dan hampir setengahnya yaitu 24 (40%) keluargaberperilaku negatif dalam pemenuhan ADL anggota keluarga dengan skizofrenia. Mengacu pada hasil penelitian diharapkan bagi keluarga agar meningkatkan perilaku positifnya dalam pemenuhan ADL pasien sizofrenia . Hasil penelitian ini direkomendasikan untuk peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian tentang Motivasi Keluarga dalam Meningkatan Harga Diri Pasien Skizofrenia di Masyarakat.Kata kunci : Perilaku, Keluarga, Activity of Daily  Living(ADL), Skizofren
TINGKAT KECEMASAN KELUARGA SELAMA MERAWAT PASIEN DENGAN HEMODIALISIS Di Ruang Hemodialisa RSUD dr Hardjono Ponorogo Yonna Ardhani Putri; Sholihatul Maghfirah; Suci Nurjanah
Health Sciences Journal Vol 2, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.994 KB) | DOI: 10.24269/hsj.v2i2.153

Abstract

Abstract Hemodialysis is one of the therapies performed on patients with chronic renal failure.Hemodialysis patients require treatment  a very long time so that will cause anxietyin the family. Anxiety over a long period of time will lead to fatigue and death. The purpose of the study was to determine the level of family anxiety during the care of patients with hemodialysisThe study design was descriptive with the entire population of families who treated the hemodialysis patients in hospital dr Hardjono Ponorogo amounted to 224. Sampling technique used is purposive sampling. The sample of this study is the family who treated the hemodialysis patiens in the hospital dr Hardjono Ponorogo with the amount of 45 respondents. Data collection using questionnairescale HARS in modification and data analysis using percentage.Research result obtained in this study is of 45 respondents of families who care for hemodialysis patiens are 2,22%  no anxiety, 26,67% mild  anxiety, 48,89% being anxiety, 17,78% severe anxiety and 4,44% panic anxiety.Concusion form the result of that research most families who treat hemodialysis patientsexperience being anxiety, so  needs to be done by providing health education on how to overcome anxiety in families who treat patienst hemodialysis. Keywords: Anxiety, Family, Hemodialysis Abstrak Hemodialisis merupakan salah satu terapi yang dilakukan pada penderita gagal ginjal kronik. Pasien hemodialisis membutuhkan perawatan dalam jangka waktu yang sangat lama sehingga akan menimbulkankecemasan pada keluarga Kecemasan yang berkelanjutan dengan waktu yang sangat lama akan menimbulkan kelelahan dan kematian.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat kecemasan keluarga selama merawat pasien dengan hemodialisis.Desain penelitian adalah deskriptif dengan populasi seluruh keluarga yang merawat pasien hemodialisis di RSUD dr Hardjono Ponorogo berjumlah 224.Teknik sampling yang di gunakan adalah purposive sampling.Sampel penelitian ini adalah sebagaian keluarga yang merawat pasienhemodialisis di RSUD dr Hardjono Ponorogo dengan jumlah 45 responden.Pengumpulan data menggunakan kuisioner skala HARS yang di modikifasi dan analisa data menggunakan prosentase.Hasil penelitian yang di dapatkan adalah dari 45 responden keluarga yang merawat pasien hemodialisis terdapat 2,22% tidak cemas, 26,67% kecemasan ringan, 48,89% kecemasan sedang, 17,78% kecemasan berat dan 4,44% kecemasan panik.Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa sebagaian besar keluarga yang merawat pasien hemodialisis mengalami kecemasan sedang, sehingga perlu di lakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang cara mengatasi kecemasan pada keluarga yang merawat pasien hemodialisis.Kata Kunci: Kecemasan, Keluarga, Hemodialisis
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN INDIVIDU DAN KELOMPOK DENGAN TINGKAT KEPATUHAN ASUPAN GIZI PADA PASIEN POST OPERASI DI POLI BEDAH RSUD DR HARJONO PONOROGO Honi Mujayanah; Sholihatul Maghfirah; Lina Ema Purwanti
Health Sciences Journal Vol 2, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.532 KB) | DOI: 10.24269/hsj.v2i1.79

Abstract

AbstractThe obedience of consuming nutritious food is very important for post surgery patients to accelerate effectiveness of individual and group healt education with compliance level of nutrition intake in patient post minor operation in sugery poly hospital Harjono Ponorogo.The design of this research is descriptive. population the whole patients of post surgery in the surgery poly of Harjono Ponorogo Hospital. The total sample in the research 20 respondent. The technique sampling used purposive sampling conducted on 10 April-14 July 2017. The data collection used questionnaire, data displayed of percentage. The research result obedience of the nutrition intake of minor post surgery patient who were given individual education there p= 0,0250,05, who were given group education there p= 0,1020,05. The effectiveness of individual end group health education whit adherence levels of nutrition intakein minor post operation patient was 0,3530,05 adherence to nutrition intake given individual health education was on more effective than adherence to nutrition intake provided by group healt education.The research result need the promotive efforts from the healt workerssuch as do illumination, health education or spread the health leaflet containing about the intake of nutrition after surgery.Key words: Obedience, Nutrition Post Surgery, at Surgery Poly Hospital Harjono AbstrakKepatuhan mengkonsumsi makanan bergizi penting bagi pasien post operasi untuk mempercepat penyembuhan luka dan mencegah adanya komplikasi luka. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahuiefektivitas pendidikan kesehatan individu dan kelompok dengan tingkat kepatuhan asupan gizi pada pasien post operasi minor, di poli bedah RSUD Dr. Harjono Ponorogo.Desain penelitian deskriptif.Populasi penelitian adalah seluruh pasien post operasi minor di poli bedah RSUD Dr. Harjono Ponorogo. Total sampel penelitian ini 20 responden. Tehnik sampling menggunakan Purposive Sampling dilakukan pada tanggal 10 April-14 Juli 2017.Pengumpulan data menggunakan kuesioner, data ditampilkan dengan prosentase. Hasil penelitian menunjukan kepatuhan asupan gizi pasien post operasi minor yang diberikan pendidikan secara individu terdapat p= 0,0250,05, yang diberikan pendidikan secara kelompok terdapat p= 0,1020,05. Efektivitas pendidikan kesehatan individu dan kelompok dengan tingkat kepatuhan asupan gizi pada pasien post operasi minor terdapat p= 0,3530,05 kepatuhan asupan gizi yang diberikan pendidikan kesehatan secara individu tidak lebih efektif dibandingkan kepatuhan asupan gizi yang diberikan pendidikan kesehatan secara kelompok.Hasil penelitian perlu adanya upaya promotif dari petugas kesehatan seperti melakukan penyuluhan, pendidikan kesehatan maupun penyebaran leaflet yang berisi tentang asupan gizi setelah operasi.Kata kunci: Kepatuhan, Gizi post operasi, di Poli Bedah RSUD Dr. Harjono
HUBUNGAN SENAM LANSIA DENGAN KUALITAS TIDUR LANSIA Farid Fatkhurroji; Siti Munawaroh; Cholik Harun Rosjidi
Health Sciences Journal Vol 2, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.903 KB) | DOI: 10.24269/hsj.v2i1.73

Abstract

AbstactElderly gymnastics is a sport and helps the elderly body to stay fit and stay fresh. Elderly body fitness will affect sleep patterns, because sleep is a very important requirement for human health, but not all humans can obtain the need for sleep berkuailitas in because of a problem, especially in the elderly. This study aims to determine the relationship of Elderly Gymnastics on Sleep Quality Elderly. The design of this research is Correlation with cross sectional approach. Sample size was 47 respondents. Sampling of research using Purprosive Sampling, collecting data using questioner and calculation using Chi-square Correlation test by using SPSS 17.0 error α 0,05. The results of variables of elderly gymnastics interpreted that 28 respondents (56.9%) actively followed and almost half of 19 respondents (40.4%) did not actively follow. In the elderly sleep quality variables interpreted most of the 25 respondents (53.2%) sleep quality is good, and almost half of 22 respondents (46.8%) poor sleep quality. Based on the calculation of Chi-square statistical test obtained p value = 0,000 which means smaller than α = 0.05 with a value of cc = 0,525 sufficient category. Then there is the relationship between Elderly Gymnastics with Quality Elderly Sleep at Posyandu Lestari Lansia Mojorejo Village, District Park, Madiun District in 2017 with close enough relationship. The results of this study concluded almost half of the inactivity following gymnastics because of knowledge and attitude about gymnastics, the researchers suggested the next researcher to examine the relationship of elderly perceptions about the activities of gymnastics with Sleep Quality Elderly.Keywords: Gymnastics, Elderly, Sleep Quality.AbstrakSenam lansia merupakan olahraga dan membantu tubuh lansia agar tetap bugar dan tetap segar. Kebugaran tubuh lansia akan mempengaruhi pola tidur, karena tidur merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting untuk kesehatan manusia, tetapi tidak semua manusia dapat memperoleh kebutuhan tidur yang berkuailitas di karenakan suatu masalah khususnya pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Senam Lansia Dengan Kualitas Tidur Lansia. Desain penelitian ini adalah Korelasi dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel 47 responden. Sampling penelitian menggunakan Purprosive Sampling, pengumpulan data menggunakan kuesioner dan perhitungan menggunakan uji Korelasi Chi-square dengan menggunakan SPSS 17.0 kesalahan α 0,05. Hasil penelitian variabel senam lansia diinterpretasikan bahwa 28 responden (56,9%) aktif mengikuti dan hampir setengahnya 19 responden (40,4%) tidak aktif mengikuti. Pada variabel kualitas Tidur Lansia diinterpretasikan sebagian besar 25 responden (53,2%) kualitas tidur baik, dan hampir setengahnya 22 responden (46,8%) kualitas tidur buruk. Berdasarkan perhitungan uji statistik Chi-square diperoleh p value = 0,000 yang berarti lebih kecil dari α= 0,05 dengan nilai cc=0,525 kategori cukup. Maka ada hubungan antara Senam Lansia Dengan Kualitas Tidur Lansia di Posyandu Lestari Lansia Kelurahan Mojorejo, Kecamatan Taman, Kabupaten Madiun tahun 2017 dengan keeratan hubungan cukup. Hasil penelitian disimpulkan hampir setengahnya tidak aktif mengikuti senam karena faktor pengetahuan dan sikap tentang senam, maka peneliti menyarankan pada peneliti selanjutnya untuk meneliti tentang hubungan persepsi lansia tentang kegiatan senam dengan Kualitas Tidur Lansia.Kata kunci: Senam, Lansia, Kualitas Tidur.
PENGARUH DURASI BERMAIN TERHADAP ADIKSI GAME ONLINE PADA REMAJA Di Warung Internet XGC Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun Nindar Oktavian; Saiful Nurhidayat; Ririn Nasriati
Health Sciences Journal Vol 2, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.292 KB) | DOI: 10.24269/hsj.v2i2.160

Abstract

Abstract Background: As the rapid development of Internet technology, online games are also experiencing development. Online Game presents a more varied challenge compared to offline games, this makes the players feel at home and play long enough. Online game is seductive which means it can cause addiction, Addictive online game is marked by how far someone play excessive game so that can interfere its life everyday.Method: Design of research using Cross Sectional with a population of 78, a sample of 45 respondents using purposive sampling technique. Data collection using questionnaires with data processing using Chi Square test.Result: From the result of research from total 45 respondent 24 (53,3%) respondent playing game excessively, and 21 (47,7%) not excessive. And 24 (53.3%) respondents experienced addiction. Statistical analysis showed significant result with p-value 0,002 0,05. Then H1 accepted which means there is influence between the duration of playing online games towards online game addiction.Conclusion: Playing games with a long duration is one of the factors causing online game addiction among teenagers. So there needs to be self-control of online game play behavior.Keywords:Game Online, Addiction, Teenagers Abstrak Latar Belakang: Seiring pesatnya perkembangan teknologi internet, game online juga mengalami perkembangan. Game online. Game Online menyajikan tantangan yang lebih bervariasi dibandingkan dengan game offline, hal ini membuat para pemain betah dan bermain cukup lama. Game online bersifat seduktif yang berarti dapat menyebabkan kecanduan, Kecanduan game online ditandai oleh sejauhmana seseorang bermain game secara berlebihan sehingga dapat mengganggu kehidupannya sehari-hari.Metode:Desain penelitian menggunakan Cross Sectional dengan jumlah populasi 78, sampel 45 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan pengolahan data menggunakan uji chi square.           Hasil: Dari hasil penelitian didapatkan dari total 45 responden 24 (53,3%) responden bermain game secara berlebihan, dan 21 (47,7%) tidak berlebihan. Dan 24 (53,3%) responden mengalami adiksi. Analisis statistika menunjukkan hasil yang signifikan dengan p-value 0,002 0,05. Maka H1 diterima yang artinya ada pengaruh antara durasi bermain game online terhadap adiksi game online.Kesimpulan: Bermain game dengan durasi waktu yang cukup lama menjadi salah satu faktor penyebab adiksi game online di kalangan remaja. Sehingga perlu adanya kontrol diri terhadap perilaku bermain game online.Kata kunci: Game Online, Adiksi, Remaja
ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY OF CARE PADA Ny B MASA HAMIL SAMPAI DENGAN KELUARGA BERENCANA DI BPM Ny SETYAMI NURHAYATI AMD.KEB Astria Yulinggar Purbaningtyas; Visi Prima Twin Putranti; Sriningsih Sriningsih
Health Sciences Journal Vol 1, No 1 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v1i1.18

Abstract

Abstract The success midwifery care on Contuinty Of Care can be seen on K1 and K4 coverage. Antenatal examinations performed regularly and comprehensively can detect early abnormalities and risks that may arise during pregnancy, so anomaly and risk can be overcome quickly and precisely. Midwifery care for Mrs. B age 28 years G1P00000 performed 1 visit, from 38 weeks of gestation, held on April 26, 2017. Mothers are included in low-risk pregnancy, experiencing discomfort that is odema in the foot. Has been treated in accordance with the problem so that the odema in the mother has been resolved. The mother gave birth at 38 weeks of gestation, took place in SC on April 27, 2017 at hospital Muslimat, mother referred in the process of labor of second stage because of odema in labia and mother have weakness no longer able to meneran. Based on subjective data obtained from family history of the baby born in sc, male gender, birth weight 2800 gram, body length 48 cm, baby in healthy condition. Infants have been given HB immunization. The postpartum period is 4 visits, lactation and normal lochea. At 9 hours post partum Mrs. B feel pain in the wound sectio caesarea, on the 6th day of the visit the mother had no pain, had edema on day 6 and day 14 post partum already no complaints. Care has been taken to deal with maternal complaints. The infant received BCG immunization at 30 days of age, infant growth and normal infant development and still exclusively breastfed. Overall Mrs. B during pregnancy is a low risk group, delivery by SC and Mrs. B chooses to be a MAL family palnning participant. Midwives can apply midwifery care on a continuity of care basis. Keyword : Pregnant, childbirth, postpartum,  neonates, family planning Abstrak  Keberhasilan Asuhan kebidanan secara Contuinty Of Care  dapat dilihat pada cakupan K1 dan K4. Pemeriksaan Antenatal yang dilakukan secara teratur dan komprehensif dapat mendeteksi secara dini kelainan dan resiko yang mungkin timbul selama kehamilan, sehingga kelianan dan resiko tersebut dapat diatasi dengan cepat dan tepat. Pemberian asuhan kebidanan pada Ny. B usia 28 tahun G1P00000 dilakukan 1 kali kunjungan, mulai usia kehamilan 38 minggu, dilaksanakan tanggal 26 April 2017. Ibu termasuk pada kehamilan resiko rendah, mengalami ketidaknyamanan yaitu odema pada kaki. Telah dilakukan asuhan sesuai dengan masalah sehingga odema pada ibu telah teratasi. Ibu melahirkan pada usia kehamilan 38 minggu, berlangsung secara SC pada tanggal 27 April 2017 di RS muslimat, ibu dirujuk dalam prosespersalinan kala II dikarenakan odema pada labia dan ibu sudah lemas tidak sanggup lagi untuk meneran. Berdasarkan data subyektif yang didapatkan dari anamnesa keluarga bayi lahir secara sc, jenis kelamin laki-laki, berat lahir 2800 gram, panjang badan 48 cm, bayi dalam kondisi sehat. Bayi telah diberikan imunisasi HB 0. Masa nifas dilakukan 4 kali kunjungan, laktasi dan lochea normal. Pada 9 jam post partum Ny. B merasa nyeri pada luka bekas sectio caesarea, pada kunjungan hari ke 6 ibu sudah tidak nyeri, mengalami edema pada hari ke 6 dan hari ke 14 post partum sudah tidak ada keluhan. Sudah dilakukan asuhan untuk mengatasi keluhan ibu. Bayi mendapat imunisasi BCG pada usia 30 hari, pertumbuhan bayi dan perkembangan bayi normal serta masih memeperoleh ASI secara ekskluif. Secara keseluruhan Ny. B saat hamil merupakan kelompok resiko rendah, persalinan secara SC dan Ny. B memilih untuk menjadi peserta KB MAL. Bidan dapat menerapkan asuhan kebidanan secara continuity of care.Kata kunci : hamil, bersalin, bayi baru lahir, nifas, keluarga berencana
TINGKAT DEPRESI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 Di Poli Penyakit Dalam RSUD Dr. Harjono Ponorogo Rieska Zerina Bayuningtyas; Metti Verawati; Ririn Nasriati
Health Sciences Journal Vol 2, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.625 KB) | DOI: 10.24269/hsj.v2i2.154

Abstract

Abstrac             Depression is increasingly common in patients who experience chronic chronic conditions such as stroke, diabetes, cancer and chronic pain disorders. Many people still see diabetes only in clinical terms, but diabetes and depression can trigger each other so that patients with diabetes mellitus are at high risk of depression. This study aims to determine the level of depression in patients with type 2 diabetes mellitus.The design of this study was descriptive with a population of all type 2 diabetes mellitus patients at the Internal Medicine Polyclinic Dr. Harjono Ponorogo numbered 186. The sampling technique used was Quota Sampling. The sample of this study were all type 2 diabetes mellitus patients in Dr. Harjono Ponorogo with a total of 56 respondents. Data analysis used the HDRS questionnaire to determine the level of depression in patients with type 2 diabetes mellitus.            From the results of the study of 56 respondents Depression Level in Type 2 Diabetes Mellitus Patients as many as 25 respondents (44.68%) experienced moderate depression, 15 respondents (26.78%) experienced mild depression and as many as 7 respondents (12.5%) experienced depression heavy, while 9 respondents (16.07%) did not experience depression.      The results of the study were concluded that almost half were in medium and small parts. More weight than done in conducting research, for example, the selection of respondents must be in accordance with the type of respondents studied. For the next researcher, it is suggested to conduct research on more unique factors that can affect the level of depression.Keywords: Depression Level, Type 2 Diabetes Mellitus Abstrak Depresi semakin banyak terjadi pada pasien yang mengalami kondisi kronik menahun seperti stroke, diabetes, kanker serta gangguan nyeri yang kronis. Banyak orang yang masih memandang diabetes hanya dari segi klinisnya saja, namun diabetes dan depresi dapat saling memicu sehingga pendertita diabetes mellitus resiko tinggi mengalami depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat depresi pada pasien diabetes mellitus tipe 2.Desain penelitian ini adalah deskripif dengan populasi seluruh pasien diabetes mellitus tipe 2 di Poli Penyakit Dalam RSUD Dr. Harjono Ponorogo berjumlah 186. Teknik sampling yang di gunakan adalah Quota Sampling. Sampel penelitian ini seluruh pasien diabetes mellitus tipe 2 di RSUD Dr. Harjono Ponorogo dengan jumlah 56 responden. Analisa data menggunakan lembar kuesioner HDRS untuk mengetahui tingkat depresi pada pasien diabetes mellitus tipe 2.Dari hasil penelitian terhadap 56 responden Tingkat Depresi Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 sebanyak 25 responden (44,68%) mengalami depresi sedang, 15 responden (26,78%) mengalami depresi ringan dan sebanyak 7 responden (12,5%) mengalami depresi berat, sedangkan sebanyak 9 responden (16,07%) tidak mengalami depresi.Hasil penelitian disimpulkan bahwa hampir setengahnya mengalami depresi sedang dan sebagian kecil mengalami depresi berat sehingga peneliti menyarankansupaya lebih mendetail dalam melakukan penelitian, contohnya seperti pemilihan responden harus sesuai dengan karakteristik responden yang diteliti. Bagi peneliti selanjutnya disarakan untuk melakukan penelitian tentang faktor yang lebih dominan yang dapat mempengaruhi tingkat depresi.Kata Kunci:  Tingkat Depresi, Diabetes Mellitus Tipe 2
STUDI KOMPARASI DAUN SELEDRI (APIUM GRAVEOLENS LINN) DALAM BENTUK JUS DAN AIR REBUSAN TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI Ageng Firman Alamsyah; Saiful Nurhidayat; Cholik Harun Rosjidi
Health Sciences Journal Vol 1, No 1 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v1i1.13

Abstract

AbstractHypertension is a chronic disease that patients generally do not know that they suffer from hypertension before checking their blood pressure. The use of celery leaves in the form of juice and boiling water is one of the herbal remedies for people with hypertension. Celery role flexing blood vessels serves to prevent the constriction of blood vessels and increase urine so that blood volume decreases. This study aims to analyze the effectiveness of boiled water celery leaf and celery juice to decrease blood pressure in patients with hypertension.This research uses pre post experiment design. The number of respondents at village health village paringan as many as 20 respondents. With 10 respondents were given juice and 10 respondents were given boiled water with significance level 0,05.From result of research got difference of mean of sistole and diastole after giving celery juice 39 mmHg and 22 mmHg While in boiling water obtained difference results 20 mmHg and 20 mmHg with p value of sistole 0,000 and diastole 0,025. So that celery juice is more effective than boiled water celery leaves.The conclusion of this research can be stated that celery juice is more effective or more significant compared with boiled water of celery leaves.Keywords: Celery Juice, Celery Water Stew, Blood Pressure AbstrakHipertensi adalah penyakit kronis yang pada umumnya pasien tidak mengetahui mereka sedang menderitapenyakit hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya. Penggunaan daun seledri dalam bentuk jus dan air rebusan merupakan salah satu pengobatan herbal untuk hipertensi. Seledri berperan melenturkan pembuluh darah berfungsi untuk mencegah penyempitan pembuluh darah dan memperbanyak air seni sehingga volume darah berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas air rebusan daun seledri dan jus seledri terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi.Penelitian ini menggunakan design pre post experiment. Jumlah responden di poskesdes desa paringan sebanyak 20 responden. Dengan 10 responden diberikan jus dan 10 responden diberikan air rebusan dengan tingkat kemaknaan 0,05.Dari hasil penelitian didapatkan selisih rata-rata sistole dan diastole setelah pemberian jus seledri 39 mmHg dan 22 mmHg sedangkan pada air rebusan didapatkan selisih hasil 20 mmHg dan 20 mmHg dengan p valuesistole 0,000 dan diastole 0,025.Sehingga jus seledri lebih efektif dibandingkan dengan air rebusan daun seledri.Kesimpulan dari penelitian ini dapat dinyatakan bahwa jus seledri lebih efektif atau lebih signifikan dibandingkan dengan air rebusan daun seledri.Kata Kunci : Jus Seledri, Air Rebusan Seledri, Tekanan Darah
HUBUNGAN STATUS PEKERJAAN DENGAN PERILAKU IBU DALAM PEMENUHAN GIZI BERDASARKAN KEBIASAAN SARAPAN Lulut Subekti; Sugeng Mashudi; Metti Verawati
Health Sciences Journal Vol 2, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.567 KB) | DOI: 10.24269/hsj.v2i1.80

Abstract

AbstactImproving the quality of human resources (HR) in health and nutrition factors depends on the mother's work, this results in the habits of children requesting extra money for unhealthy breakfasts outside and nutritional disorders in children who experience the process of growth and achievement of children. This study aims to analyze the relationship of employment status to the mother's behavior in the fulfillment of nutrition based on breakfast habits. The design of this research is Correlation with cross sectional approach. Population in this research is all children of class of 2-6 in SDN Mrican 1, District of Jenangan, Regency of Ponorogo with big sample 44 respondents. Sampling of the study using total sampling, data collection using questionnaire and calculation using Chi-Square Test test using SPSS 16.0 error α 0.05. The result of the research on the variables of maternal employment status was interpreted by 28 respondents (63.6%) and 16 respondents (36.4%) did not work. Maternal Behavior variable in nutrient fulfillment interpreted 24 respondents (54.5%) behaved positively and 20 respondents (45.5%) behaved negatively. Chi-Square statistical test obtained p value = 0.001 which means smaller than α = 0.05 Thus it can be said that there is a relationship On the relationship with the relationship niali Contingency Coefficient = 0.447 enough category. Research analysis there is close enough relationship between job status with mother's behavior in nutrition fulfillment based on breakfast habit at SDN Mrican 1, Sub Jenangan, Regency of Ponorogo. Maternal negative behavior in the fulfillment of nutrition that will affect the growth and development of children, the researchers advise on the place of research, especially the school environment put a picture or leaflet about the importance of breakfast for children and breakfast foods. Keywords: work status, behavior, mother, breakfast AbstrakPeningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam faktor kesehatan dan gizi tergantung pada pekerjaan ibu, hal ini berakibat pada kebiasaan anak meminta tambahan uang untuk sarapan yang tidak sehat diluar dan gangguan nutrisi pada anak yang mengalami proses tumbuh kembang dan prestasi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status pekerjaan dengan perilaku ibu dalam pemenuhan gizi berdasarkan kebiasaan sarapan.Desain penelitian ini adalah Korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh anak kelas 2-6 di SDN Mrican 1, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo dengan besar sampel 44 responden. Sampling penelitian menggunakan Total sampling, pengumpulan data menggunakan kuesioner dan perhitungan menggunakan uji Uji Chi-Square menggunakan SPSS 16.0 kesalahan α 0,05.Hasil penelitian menunjukkan Status pekerjaan ibu diinterpretasikan 28 responden (63,6%) bekerja dan 16 responden (36,4%) tidak bekerja. Variabel Perilaku ibu dalam pemenuhan gizi diinterpretasikan 24 responden (54.5%) berperilaku positif dan 20 responden (45,5%) berperilaku negatif. uji statistik Chi-Square diperoleh nilai Contingency Coefficient =0,447, dan p value = 0,001 yang berarti lebih kecil dari α= 0,05 berarti ada hubungan cukup antara status pekerjaan dengan perilaku ibu dalam pemenuhan gizi berdasarkan kebiasaan sarapan.Perilaku negatif ibu dalam pemenuhan gizi sehingga akan mempengaruhi tumbuh kembang anak, maka peneliti menyarankan pada tempat penelitian terutama lingkungan sekolah memasang gambar atau leaflet tentang pentingnya sarapa n pagi bagi anak dan jenis makanan sarapan pagi.Kata kunci: status pekerjaan, perilaku, ibu, sarapan.

Page 3 of 19 | Total Record : 186