Articles
181 Documents
A Case Study of Visually Impaired Student on A Learning Style and Learning Strategies in English Learning in Visually Impaired Charitable Institution Aisiyah Ponorogo
Yolanda Nadya Galerin;
Niken Reti Indriastuti;
Diyah Atiek Mustikawati
EDUPEDIA Vol 5, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24269/ed.v5i1.705
This research aimed to find out: (1) the difficulties that faced by Visually Impaired Students (2) the learning style that used by Visually Impaired Students (3) the learning strategiess that used by Visually Impaired Students. The type of research is descriptive qualitative research in the form of case study.. There are three visually impaired students, teacher, orphanage caregiver involved in this research. In this research, the researcher used observation, questionnaire and interview for instrument. Further the data analysis used Miles and Huberman model with the steps as following: data reduction, data display, and conclusion. The result shows that the difficulties appeared because there were in inclusive class. Almost of them felt difficult when the learning process was seeing the media such as presentation or watching a visual picture or videos. To overcome it they had different strategies.. The researcher classified that One students had memory strategies, compensation strategies and social strategies. One student used affective strategies. One student used metacognitive strategies. Based on the learning style, the most of visually impaired students were auditory learners. It can seen from all of Visually Impaired Students said that it more easier when listening to the teachers but if they didn’t understand they wrote the material first on the notebook. So, the Visually Impaired Student easier to understand the material that given by the teacher through listening. Visually Impaired Student at Charitable Institution ‘AisyiyahPonorogo didn’t have visual learning style because they were totally blind.
Teacher’s Target Language Use in Classroom Discourse: Teacher’s Point of View
Puspa Sari;
Syahrir Syahrir;
Husnani Aliah
EDUPEDIA Vol 5, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24269/ed.v5i1.619
The language class is closely related to the assumption that students will learn and generate the target language. Students are supposed to be able to relate, at least, with the language they have studied. The teacher hopes to not only teach but also use the target language in their teaching-learning process and show the students how to use it. This research explores the teacher's target language in the classroom discourse from the teacher’s point of view—a Qualitative approach employed in this research. The teacher believed that the use of the target language has to be in a maximum way. However, drawn away by the situation of students’ target language knowledge, the use of target language becomes infrequently used. She only used target language for simple words or sentences, which is she knew her students able to comprehend. She needed to use the target language and the students’ first language and mother tongue to help the students more comfortable comprehending the lesson.
ANALISIS BERPIKIR REFLEKTIF SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA
Yuli Ratnasari;
Dwi Avita Nurhidayah
EDUPEDIA Vol 4, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24269/ed.v4i2.551
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berpikir reflektif siswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilaksanakan di Muhammadiyah Boarding School Jetis Ponorogo pada kelas IX A. Adapun instrumen penelitian yang digunakan adalah tes soal berpikir reflektif dan pedoman wawancara. Tes yang digunakan sebanyak tiga soal. Semua siswa kelas IX A diberikan tes berpikir reflektif. Setelah diberikan tes, diambil 4 orang siswa yang memiliki kemampuan komunikasi baik berdasarkan rekomendasi guru dan yang memenuhi indikator berpikir reflektif. Untuk selanjutnya empat siswa tersebut menjadi subjek wawancara. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah yaitu reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Dalam penelitian ini peneliti juga menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa: proses berpikir reflektif siswa dalam menyelesaikan masalah matematika adalah cukup reflektif dan reflektif. Siswa yang mempunyai proses berpikir reflektif kategori reflektif, pada masalah yang diberikan dapat memenuhi semua langkah fase dalam indikator berpikir reflektif reacting, comparing, dan contemplating dengan baik. Sedangkan siswa yang mempunyai proses berpikir reflektif kategori cukup reflektif melewati fase reacting dan comparing saja. Siswa tidak memenuhi fase contemplating karena siswa tidak mampu menentukan maksud dari permasalahan dan tidak dapat menyimpulkan penyelesaian permasalahan. Sebaiknya hasil penelitian ini dijadikan pertimbangan oleh guru untuk mengetahui berpikir reflektif siswa supaya guru lebih mengenali dan memperhatikan berpikir reflektif siswanya saat menyelesaikan masalah matematika karena dapat digunakan sebagai evaluasi hasil belajar siswa.
Respons Pedagang Kaki Lima Terhadap Surat Edaran Bupati Ponorogo Nomor 713/235/405.01.3/2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Ponorogo
Iqbal Akbar Imamudin;
Sismonika Pupita Sari;
Sujud Tri Fajar Pamungkas;
Ardhana Januar Mahardhani
EDUPEDIA Vol 5, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24269/ed.v5i1.712
Implementasi dari Surat Edaran Bupati Ponorogo nomor 713/235/405.01.3/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Ponorogo menimbulkan pro dan kontra di masyarakat terutama untuk pelaku usaha yaitu pedagang kaki lima yang berdampak secara langsung. Penelitian ini dilakukan di Jalan Suromenggolo Kabupaten Ponorogo. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian diketahui bahwa 44,8% pelaku usaha setuju dengan pemberlakuan jam malam dan 55,2 % pelaku usaha tidak setuju dengan pemberlakukan jam malam. Selanjutnya 92,1% para pelaku usaha setuju dengan kebijakan yang PPKM dan 7.9% pelaku usaha yang tidak setuju dengan kebijakan PPKM. Ada dua alternatif untuk mengatasi keluarnya surat edaran tersebut, yaitu: pertama pemerintah melakukan peninjauan ulang dan merevisi surat edaran dan kedua adalah pemerintah hendaknya menyiapkan aplikasi order online agar kegiatan jual beli pdagang kaki lima tetap bisa dijalankan.
Penyusunan Instrumen Analisis Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Persamaan Kuadrat Berdasarkan Teori Kastolan
Rizal Nur Rochman;
Arta Ekayanti
EDUPEDIA Vol 5, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24269/ed.v5i2.782
Penelitian ini bertujuan untuk membahas mengenai penyusunan instrumen analisis kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam menyelesaikan soal-soal matematika, khususnya pada materi Persamaan Kuadrat dengan teori Kastolan. Kesalahan adalah kondisi dimana siswa mengerjakan soal mengalami kesalahan dalam memahami dan menyelesaikan dan gagal dalam mengerjakan soal yang diberikan. Berdasarkan teori kastolan ada 3 jenis kesalahan yaitu konseptual, prosedural dan teknik. Dalam penyelesaian soal persmaaan kuadrat dimungkinkan terjadi 3 kesalahan tersebut. Kesalahan konseptual terjadi ketika siswa mengalami ketidakmampuan dalam dalam menyatakan bentuk variabel serta menulis rumus dan langkah yang digunakan. Kesalahan prosedural terjadiketika siswa tidak mampu menyelesaikan dengan metode yang digunkan dalam menyelesaikan soal dan tidak bisa menyederhanakan ke bentuk paling sederhana. Kesalahan teknik terjadi ketika siswa tidak mampu memberikan atau menuliskan hasil yang diperoleh serta siswa tidak mampu mengitung dari awal pengerjaan hingga akhir. Sehingga dapat dibuat instrumen dengan jenis tes yang dapat menguji dan mengetahui jenis kesalahan-kesalahan siswa dalam mengerjakan soal persamaan kuadrat.
Hakikat Lingkungan dan Pendidikan Anak Usia Dini Terhadap Aspek Sosial Emosional
Yuyun Indah Sari
EDUPEDIA Vol 5, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24269/ed.v5i2.761
Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menjabarkan tentang pengenalan lingkungan yang didasarkan pada epistimologi, aksiologi, dan ontologi yang implikasinya pada sosial emosional anak usia dini, sehingga diperoleh hasil yang sesuai dengan harapan penelitian yaitu memberikan penggambararan mengenai hakikat lingkungan. Metode yang digunakan oleh peneliti ini ialah metode deskriptif kualitatif yang dilakukan dengan cara pengamatan secara langsung. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sosial emosional yang berdampak pada diri anak yaitu adalah rasa percaya diri. Dan kesimpulan dari hasil penelitian ini ialah lingkungan memiliki banyak pengaruh pada anak, dengan adanya lingkungan maka akan mempengaruhi sosial emosional anak, sehingga lingkungan pulalah yang mampu membentuk karakter anak untuk mnciptakan rasa percaya diri di lingkungan masyarakat
Pengembangan Media Manipulatif “Koordinat Riemann” Pada Materi Integral Tentu Untuk Kelas XII
Rendi Lusbiantoro;
Vuvut Selviana
EDUPEDIA Vol 5, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24269/ed.v5i2.867
Media pembelajaran manipulatif adalah perangkat pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan belajar dengan tujuan untuk membantu siswa mengeksplorasi ide secara aktif oleh siswa serta membantu memperjelas konsep atau pengertian contoh benda. Integral tentu merupakan materi dalam matematika wajib kelas XII dalam kurikulum 2013 (K13). Materi ini merupakan salah satu materi yang seringkali dianggap menyulitkan oleh sebagian siswa. Oleh karena itu, penggunaan media dalam membelajarakan materi integral tentu diharapkan bisa membantu dan mempermudah siswa dalam memahami materi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses dan hasil pengembangan media manipulatif “Koordinat Riemann” pada materi integral tentu untuk kelas XII SMA / SMK yang memenuhi kriteria valid dan praktis. Model pengembangan yang digunakan dalam pengembangan media manipulatif pada materi integral tentu kelas XII ini adalah model pengembangan 4D yang telah dimodifiksi dengan menghilangkan tahap keempat. Model pengembangan 4D meliputi, yaitu (1) tahap define, (2) tahap design, dan (3) tahap development. Berdasarkan analisis yang dilakukan diperoleh hasil, yaitu (1) persentase kevalidan 80,85% dengan kriteria kevalidan valid, dan (2) persentase kepraktisan 78,45% dengan kriteria kepraktisan praktis. Jadi, dapat disimpulkan bahwa lembar kerja siswa yang telah dikembangkan adalah media yang valid dan praktis serta layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran pada materi Integral tentu baik di dalam kelas.
Peran Self Confidence Bagi Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa
Rio Wahyu Adi Purnomo;
Wahyudi Wahyudi
EDUPEDIA Vol 5, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24269/ed.v5i2.1109
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran self confidence siswa bagi kemampuan komunikasimatematis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan di SMP N 1 Bungkal denganjumlah subjek penelitian sebanyak 8 siswa kelas VII A. Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan yaitu,instrumen tes tentang kemampuan komunikasi matematis siswa berupa 4 butir soal berbentuk essay denganmateri bangun datar segiempat dan segitiga. Dan instrumen non tes tentang self confidence siswa berupa angketself confidence sebanyak 16 pernyataan dengan pernyataan negatif dan positif. Dari hasil penelitian ini dapatdisimpulkan bahwa siswa yang memiliki sikap kepercayaan diri yang kurang akan cenderung sulit untukmenyampaikan dan mengekspresikan informasi, juga ide/gagasan yang dimilikinya. Sedangkan untuk siswadengan sikap kepercayaan diri tinggi mampu memahami, mengevaluasi dan mengekspresikan ide - ide yangditemui, dalam bahasa maupun simbol matematikanya sendiri. Hal ini disebabkan karena adanya pandanganpositif siswa terhadap dirinya dan kemampuannya, sehingga siswa tidak merasa cemas ataupun takut salah ketikamenyelesaikan masalah mengenai komunikasi matematis. Disaat siswa memiliki kepercayaan diri yang baik,siswa akan berani menyampaikan pendapatnya serta ide/gagasan matematikanya sendiri, hal itu akan mendorongmeningkatkan prestasinya. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa self confidence sangat berperan pentingbagi kemampuan komunikasi matematis siswa.
Menilai Kecenderungan Nilai Antar Mata Pelajaran Menggunakan Association Rule Pada Rapidminer
Adi Nurrachman;
Muhammad Faisal;
Fachrul Kurniawan
EDUPEDIA Vol 5, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24269/ed.v5i2.868
The focus of this research is trying to assess the tendency of scores between subjects using the association rule method using Rapidminer. The Association Rule method itself is often called Market Basket Analysis. The results showed that there was a tendency that students with good grades in English had good Mathematics scores with a 100% confidence level with a support value of 0.333
Problem-Based Learning: Model Pembelajaran Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa
Emida Fidyareni;
Mukti Sintawati
EDUPEDIA Vol 5, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24269/ed.v5i2.708
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar matematika siswa melalui model problem-based learning (PBL). Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Design penelitian yang digunakan adalah model Kemmis dan Mc Taggart. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri Salam I Magelang. Objek penelitian adalah hasil belajar matematika siswa. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. Penelitian dilaksanakan di masa pandemi pada bulan Oktober-November 2020. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara online menggunakan bantuan aplikasi Whatsapp. Guru memberikan instruksi dan berdiskusi dengan siswa melalui whatsapp group. Rancangan pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan lembar kerja siswa (LKS) dikembangkan dengan tahapan model PBL. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah tes hasil belajar matematika, dan lembar observasi pembelajaran. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar matematika dari siklus I ke siklus II sebanyak 15,79%. Pada siklus I, hasil belajar siswa yang tuntas mencapai KKM ada sebanyak 68,42%. Pada siklus II meningkat menjadi 84,21%. Penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa pembelajaran menggunakan model PBL dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV SD pada materi KPK dan FPB. Masalah yang diberikan dalam LKS membuat siswa untuk lebih berpikir dan memahami soal daripada menghafal rumus sehingga dapat meningkatkan pemahaman dan berdampak pada hasil belajar siswa.