cover
Contact Name
Rahmad Fani Ramadhan
Contact Email
rahmad.fani@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalilmuternak@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Ternak
ISSN : 14105659     EISSN : 26215144     DOI : -
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran encompasses a broad range of research topics in animal sciences: breeding and genetics, reproduction and physiology, nutrition, feed sciences, agrostology, animal products, biotechnology, behaviour, welfare, health, livestock farming system, socio-economic, and policy. Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran published by twice a year, June and December
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 21, No 1 (2021): June" : 10 Documents clear
Effect of Different Litter Materials on Broiler Performance and Quality of Litter Cokorda Bagus Dharma Putra Mahardika; Herlyn Djunina; Bambang Hadisutanto
Jurnal Ilmu Ternak Vol 21, No 1 (2021): June
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v21i1.30874

Abstract

An effective bedding material must be compatible have high moisture absorption, lightweight, reduce feses contaminant, non-toxic and available. This research were conducted to investigate the effects of different litter materials on broiler performance (feed intake, average daily gain, body weight, feed conversion) and quality of litter (moisture, bulk density, temperature, pH). One hundred twenty eight broilers (Cobb CP-707 strain) were randomly distribute to different litter treatment: rice hull (control), peanut straw, corncob and corn straw. This experiments were conducted using a completely randomized design with four levels of treatment and four replications. Data were statistically analyzed using ANOVA with 5% significance level. A significance treatment (P≤0,05) will be continue analyzed to Duncan Multiple Range Test. The results showed that (1) litter materials (rice hull, peanut straw, corncob, and corn straw) had no significant influence (P>0,05) on feed intake, average daily gain, body weight and feed conversion. (2) rice hull, peanut straw, corncob and corn straw as a litter materials until 32-day treatment had significant influence (P≤0,05) on litter moisture but non significant on bulk density, temperature an pH of litters.
Pengaruh Penambahan Molases Pada Proses Ensilase Terhadap Kualitas Silase Jerami Ubi Jalar (Ipomoea batatas) Tidi Dhalika; Atun Budiman; Ana Rochana Tarmidi
Jurnal Ilmu Ternak Vol 21, No 1 (2021): June
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v21i1.33105

Abstract

Abstrak,Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan molases pada proses ensilase yang menghasilkan kualitas silase jerami Ubi Jalar (Ipomoea batatas) terbaik berdasarkan nilai pH, konsentrasi asam laktat dan N-Ammonia, serta senyawa nitrogen bukan protein. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap, perlakuan yang diuji adalah persentase penambahan molases sebanyak 0%, 1 %, 2 %, 3 % dan 4 % pada proses ensilase, setiap perlakuan diulang 4 kali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam dan uji Beda Nyata Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan molases sampai 4 % pada proses ensilase menghasilkan kualitas silase jerami Ubi Jalar yang baik, ditunjukkan oleh nilai pH sebesar 3,62 dengan peningkatan kandungan asam laktat mencapai 1,84 % yang terjadi pada penambahan molases sebesar 3 %, namun mengalami penurunan pada perlakuan penambahan molases sebanyak 4 %, penurunan kandungan N-ammonia mencapai 3,56 mM/liter, dan senyawa nitrogen bukan protein 0,32 %. Dengan demikian, molases sebagai karbohidrat mudah larut dapat ditambahkan pada proses ensilase jerami Ubi Jalar sebanyak 3 % dari berat substrat untuk mempercepat terbentuknya asam laktat sehingga derajat keasaman pada substrat dapat diturunkan dan kerusakan zat makanan dalam jerami ubi jalar dapat dihindarkan.Kata Kunci : Molases, ensilage, kualitas, silase, jerami, ubi jalar.
ADF, NDF AND HEMICELLULOSA DIGESBILITY IN VITRO IN FERMENTATION LITTERS WITH DIFFERENT RIPENING PERIODS Marry Christiyanto; Cahya Setya Utama
Jurnal Ilmu Ternak Vol 21, No 1 (2021): June
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v21i1.33221

Abstract

The study aims to examine the length of chicken litter peram against digestibility Acid Detergent Fiber (ADF), digestibility Neutral Detergent Fiber (NDF) and digestibility hemicellulose in vitro.The research method was conducted by collecting chicken litter from 16 closed house cages, combined and fermented. The study used a Complete Randomized Design pattern in the direction of 4 treatments and 4 replays, the treatment is T0 = littering 0 weeks; T1 = 3 weeks litter ripening; T2 = 6 weeks litter ripening; T3 = 9 weeks litter ripening. The observed parameters are ADF digestbility, NDF digestibility and hemicellulose litter of fermented chickens using Van Soest method. The results showed that the long litter of fermented chickens had an effect on the digestiability value of ADF, NDF digestibility and hemicellulose digestibility. Litter treatment of fermented chickens by ripening increases the digestiability of ADF and hemicellulose litter of chickens while the digestitude of NDF treatment is lower than the treatment without acidification. The conclusion of the study was litter of fermented chickens with a length of 6 weeks, resulting in ADF digestibility of 54.15%, digestibility of NDF by 57.20% and digestibility of hemicellulose by 14.35%.
Perubahan frekuensi alel gen Growth Hormone pada populasi kambing keturunan Boer dan hubungannya dengan ukuran tubuh Sigit Prastowo; Novita Herowati; Nuzul Widyas; Galih Pambuko; Rebecca Vanessa
Jurnal Ilmu Ternak Vol 21, No 1 (2021): June
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v21i1.33425

Abstract

Crossbreeding antara ternak lokal dengan eksotik merupakan salah satu strategi peningkatan produktivitas ternak. Metode ini akan mengubah frekuensi alel-alel gen yang bertanggung jawab pada sifat seperti pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan frekuensi alel gen Growth Hormone (GH) dan hubungannya dengan ukuran tubuh populasi kambing keturunan Boer. Sebanyak 44 ekor kambing terdiri dari kambing Boer, dan keturunannya dengan Jawa Randu bernama Boerja F1, F2 dan F3 digunakan sebagai sumber DNA. Tipe alel ditentukan dengan metode Polymerase Chain Reaction-Restriction fragment length polymorphism (PCR-RFLP) menggunakan enzim HaeIII. Ukuran tubuh diukur pada lingkar dada (LD), panjang badan (PB), dan tinggi gumba (TG). Dua tipe alel gen GH yaitu A dan B, dengan variasi genotipe AA dan AB teramati pada penelitian ini. Frekuensi alel A pada populasi kambing Boerja F1, F2, dan F3 adalah 0,50; 0,57; dan 0,59, sedangkan alel B adalah 0,50; 0,43; and 0,41, berturut-turut. Nilai heterozigositas populasi Boerja F1 ke F3 teramati mengalami penurunan, dan ukuran tubuh LD antar populasi menunjukkan perbedaan nyata (p<0,05). Berdasarkan penelitian ini, disimpulkan bahwa perubahan frekuensi alel gen GH berhubungan dengan ukuran tubuh keturunan kambing Boer.
Produktivitas Induk Kambing Peranakan Etawah (PE) di Taman Ternak Kaligesing Ajat Sudrajat; I Gede Suparta Budisatria; Sigit Bintara; Eka Rizky Vury Rahayu; Nurul Hidayat; Raden Febrianto Chsristi
Jurnal Ilmu Ternak Vol 21, No 1 (2021): June
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v21i1.33390

Abstract

Penelitian mengenai produktivitas induk kambing Peranakan Etawah (PE) telah dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mengkaji produktivitas induk kambing PE di Taman Ternak Kaligesing. Metode penelitian menggunakan metode survey. Pengumpulan data primer dan data sekunder dilakukan melalui laporan tahunan, studi literatur serta wawancara kepada koordinator dan pegawai Taman Ternak Kaligesing. Pemilihan sampel ternak dilakukan dengan metode purposive sampling yaitu memilih indukan yang sudah beranak minimal dua kali. Parameter yang diamati diantaranya litter size, bobot sapih, umur pertama dikawinkan, service per conception (S/C), selang beranak dan masa kosong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa litter size 1,17 ekor, bobot sapih 10,4 kg, umur pertama dikawinkan 13,5 bulan, S/C 1 kali, selang beranak 9,7 bulan dan masa kosong 4 bulan. Dengan demikian secara umum produktivitas induk kambing PE di Taman Ternak Kaligesing sudah baik berdasarkakan parameter  bobot sapih, S/C, umur pertama dikawinkan dan selang beranak, namun pada litter size dan masa kosong masih perlu perbaikan. 
Penambahan Probiotik dalam Ransum Mengandung Protein Mikropartikel dan Lemak Tinggi Terhadap Profil Lemak Darah dan Kualitas Daging Broiler Lilik Krismiyanto; Mulyono ,; Nyoman Suthama; Arya Adi Wicaksono; Muslimah ,; Risda Zaki Setiawan; Ahmal Hanif; Fairuz Inaz Al Fathina Ridwan
Jurnal Ilmu Ternak Vol 21, No 1 (2021): June
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v21i1.33049

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui penambahan probiotik dalam ransum mengandung protein mikropartikel dan kadar lemak tinggi terhadap profil lemak darah dan kualitas daging broiler. Materi penelitian adalah day old chicken broiler unsex umur 1 hari berjumlah 200 ekor dan perlakuan diberikan umur 8 hari dengan koefisien keragaman 167,06 ± 11,43 g. Ransum disusun berdasarkan bahan pakan yaitu jagung giling,..bekatul,.bungkil.kedelai,.tepung ikan, minyak nabati, premiks,.CaCO3, lisin dan metionin serta Lactobacillus plantarum  sebagai probiotik. Penelitian disusun dengan.rancangan.acak lengkap.dengan.5.perlakuan.dan.4.ulangan (berisi 10 ekor tiap unit percobaan). Perlakuan.yang. digunakan : P0=Ransum dengan protein..non-mikropartikel; P1=Ransum dengan protein mikropartikel; P2=Ransum dengan protein mikropartikel dan kadar lemak 4%+L. plantarum 1,2%; P3=Ransum dengan protein mikropartikel dan kadar lemak 6%+L. plantarum 1,2%; P4=Ransum dengan protein mikropartikel dan kadar lemak 8%+L. plantarum 1,2%. Parameter yang diukur meliputi asupan lemak, profil..lemak..darah..(kolesterol, trigliserida,..high..density..lipoprotein/HDL,..low..density lipoprotein/LDL), dan kualitas daging (kadar lemak dan kolesterol). Data terolah menggunakan uji  sidik ragam dan.beda.nyata.Duncan.pada.taraf.5%. Hasil.penelitian.menunjukkan bahwa penambahan L. plantarum 1,2% dalam ransum mengandung protein mikropartikel 18% dengan kadar lemak 4-8% berpengaruh.nyata.(p<0,05).terhadap.asupan lemak, profil lemak darah (kolesterol, trigliserida, HDL, LDL), dan kualitas daging (kadar lemak.dan.kolesterol)..Kesimpulan adalah penambahan L. plantarum 1,2% dalam ransum mengandung protein mikropartikel 18% dengan kadar lemak 4% (P2) mampu menurunkan asupan lemak, profil.lemak.darah.(kolesterol,.trigliserida, HDL, LDL), dan kualitas daging (kadar lemak dan kolesterol).
Aktivitas antibakteri ekstrak daun oregano terhadap bakteri Escherichia coli dan Stapylococcus aureus sebagai alternatif feed additive unggas Mulqiama Sarmira; Sri Purwanti; Farida Nur Yuliati
Jurnal Ilmu Ternak Vol 21, No 1 (2021): June
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v21i1.33161

Abstract

Gangguan kesehatan pada ternak unggas biasanya diberikan Antibiotics Growth Promoters (AGPs). Penggunaan AGPs dilarang oleh karena itu, dicarilah alternatif herbal yang dapat digunakan untuk menggantikan antibiotik. Tanaman oregano berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun oregano terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan P1 (kontrol (+) kloramfenikol 30 µg), P2 (kontrol (-) aquades), P3 (ekstrak daun oregano 5%), P4 (ekstrak daun oregano 10%) dan P5 (ekstrak daun oregano 15%) disusun berdasarkan  rancangan acak lengkap. Parameter yang diukur yaitu zona hambat pada bakteri Escherichia coli dan Stahylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Uji kontras ortogonal menunjukkan bahwa bakteri Escherichia coli perlakuan kontrol (+) dengan perlakuan 5%, 10% dan 15% ekstrak daun oregano berpengaruh nyata (P<0,05)  tetapi pada bakteri Staphylococcus aureus tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Uji kontras polinominal memperlihatkan bahwa aktivitas antibakteri ekstrak oregano pada level 15% maksimum menghambat bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Kesimpulan bahwa ekstrak daun oregano dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus sehingga dapat digunakan sebagai feed additive pakan.  
PENGARUH PENAMBAHAN PROBIOTIK HERYAKI DALAM RANSUM TERHADAP PERFORMA PRODUKSI DAN KOLESTEROL TELUR PUYUH PADJADJARAN Ilham Effendi; Iwan Setiawan; Hery Supratman
Jurnal Ilmu Ternak Vol 21, No 1 (2021): June
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v21i1.33891

Abstract

Penggunaan probiotik Heryaki dalam penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruhnya dalam performa produksi dan kadar kolesterol telur puyuh Padjadjaran. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan enam perlakuan dengan empat kali ulangan dan setiap ulangan terdapat 7 ekor puyuh. Perlakuan diberikan dengan P0 = pakan 100% (full feed) tanpa penambahan probiotik, P1 = pakan 100% (full feed) + 0,1% probiotik, P2 = pakan 100% (full feed) + 0,2% probiotik, P3 = pakan 80% dari full feed tanpa penambahan probiotik, P4 = pakan 80% dari full feed + 0,1% probiotik, P5 = pakan 80% dari full feed + 0,2% probiotik. Parameter yang diukur adalah performa produksi dan kadar kolesterol telur. Analisa data menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Hasil penelitian menunjukkan P1 paling optimal (P<0,05%) pada performa produksi tetapi tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar kolesterol telur.
Pengaruh Frekuensi Pemberian POC Hasil Biokonversi Lalat Hermetia illucens terhadap Produksi Hijauan, Rasio Daun Batang, dan Rasio Tajuk Akar Rumput Pennisetum purpureum cv. Mott Martina Tri Puspita Sari; Iin Susilawati; Heryawan Kemal Mustafa
Jurnal Ilmu Ternak Vol 21, No 1 (2021): June
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v21i1.34390

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi pemberian pupuk organik cair hasil biokonversi lalat Hermetia illucens terhadap produksi hijauan, rasio daun batang, dan rasio tajuk akar rumput gajah mini (Pennisetum purpureum cv. Mott). Penelitian ini dilakukan di Lahan Laboratorium Tanaman Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran pada Januari sampai Maret 2021. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dengan 5 ulangan sebagai berikut :  frekuensi 1 kali pemupukan (P1), frekuensi 2 kali pemupukan (P2), frekuensi 3 kali pemupukan (P3), dan frekuensi 4 kali pemupukan (P4). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa frekuensi pemberian POC berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap berat kering akar, rasio tajuk akar, dan rasio daun batang, tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap berat kering daun, batang, dan tajuk rumput gajah mini. Frekuensi pemupukan sebanyak 2 kali (P2) merupakan hasil yang terbaik untuk produksi hijauan, rasio tajuk akar, dan rasio daun batang rumput gajah mini.
Karakteristik Mutu Sei Sapi yang Diolah Secara Tradisional terhadap Berbagai Kombinasi Waktu dan Suhu Pengasapan Zulham Sunayardi; Roostita L. Balia; Lilis Suryaningsih
Jurnal Ilmu Ternak Vol 21, No 1 (2021): June
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v21i1.34544

Abstract

Sei sapi adalah produk olahan daging secara tradisional khas Nusa Tenggara Timur yang diolah melalu proses kuring dan pengasapan dengan menggunakan kayu kusambi sehingga menghasilkan citarasa yang khas. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kombinasi waktu dan suhu pengasapan sehingga menghasilkan mutu sei sapi terbaik dan disukai. Penelitian  secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan. Pengujian mutu fisik meliputi daya ikat air dan susut masak, mutu kimia meliputi kadar protein dan polifenol, sedangkan secara organoleptik meliputi warna dan rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi lama waktu dan suhu pengasapan memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap daya ikat air dan susut masak daging sei sapi dan tidak berpengaruh nyata terhadap kadar protein dan polifenol serta secara organoleptik: warna dan rasa lebih disukai pada pengasapan dengan lama waktu 80 menit dengan suhu 800C. Kesimpulannya pengasapan dengan kombinasi lama waktu 80 menit dan suhu 800C menghasilkan mutu yang terbaik, baik dilihat dari mutu fisik (daya ikat air dan susut masak), kimia (kadar protein dan polifenol) dan secara organeleptik paling disukai.Kata kunci: Daging sei sapi, waktu dan suhu pengasapan, mutu 

Page 1 of 1 | Total Record : 10