cover
Contact Name
Rahmad Fani Ramadhan
Contact Email
rahmad.fani@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalilmuternak@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Ternak
ISSN : 14105659     EISSN : 26215144     DOI : -
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran encompasses a broad range of research topics in animal sciences: breeding and genetics, reproduction and physiology, nutrition, feed sciences, agrostology, animal products, biotechnology, behaviour, welfare, health, livestock farming system, socio-economic, and policy. Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran published by twice a year, June and December
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2007)" : 16 Documents clear
Penggunaan Daun Lamtoro (Leucaena leucocephala) dalam Ransum terhadap Produksi Pelt dan Kerontokan Bulu Kelinci Husmy Yurmiaty
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i1.2237

Abstract

Lamtoro merupakan tananaman leguminosa yang mengandung gizi lebih baik dibandingkan dengan rumput lapangan, namun penggunaannya perlu dibatasi karena mengandung senyawa mimosin yang dapat memberikan efek negatif pada kulit, khususnya pelt kelinci. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pada tingkat berapa persen penggunaan lamtoro dalam ransum memberikan pengaruh terhadap produksi pelt dan kerontokkan bulu kelinci peranakan New Zealand White.  Penelitian menggunakan 21 ekor kelinci jantan  peranakan New Zealand White umur 8 minggu dengan berat pada kisaran 700 – 1100 gram dengan koefisien variasi 8,34%. Rancangan acak lengkap (RAL) digunakan dalam penelitian ini dengan perlakuan tiga macam ransum yang mengandung tepung daun lamtoro (0%, 10% dan 20%), setiap perlakuan diulang 6 kali. Peubah yang diukur meliputi berat kulit, luas pelt dan uji kerontokan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa  produksi pelt kelinci peranakan New Zealand White (berat, tebal dan luas) nyata terbaik (P<0,05)  pada penggunaan  10 % daun lamtoro dalam ransum. Penggunaan 20 % daun lamtoro dalam ransum nyata (P<0,05) menyebabkan kerontokkan bulu kelinci peranakan New Zealand WhiteKata kunci:  daun lamtoro,  rontok bulu
Peningkatan Nilai Nutrisi Ampas Sagu (Metroxylon Sp.) Melalui Bio-Fermentasi Harry Triely Uhi
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i1.2228

Abstract

Telah dilakukan penelitian bio-fermentasi terhadap ampas sagu yang bertujuan meningkatkan kualitas nutrisi ampas sagu dengan menggunakan probion. Perlakuan yang dugunakan P1 (Ampas sagu Ihur  100 kg + Probion 100 g + Urea 100 g); P2 (Ampas sagu Tuni 100 kg + Probion 100 g + Urea 100 g); P3 ( Ampas sagu Ihur  100 kg + Probion 200 g + Urea 200 g); P4 (Ampas sagu Tuni 100 kg + Probion 200 g + Urea 200 g); P5 (Ampas sagu Ihur  100 kg + Probion 300 g + Urea 300 g); P6 (Ampas sagu Tuni 100 kg + Probion 300 g + Urea 300 g). Parameter yang diamati adalah pH media, suhu media, analisis proksimat (Protein kasar, Serat kasar, Lemak Kasar, Energi Metabolis dan Bahan Kering). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses fermentasi optimum yang tepat untuk media ampas sagu selama 21 hari dengan perlakuan terbaik dengan campuran probion 300 gram dan urea 300 gram, menghasilkan protein kasar 4,81 serat kasar 5,49, lemak kasar 0,73% dan energi metabolis 3860 kkal. Suhu fermentasi  tertinggi  pada  perlakuan P5, hari ke-15            (36 0C) dan nilai pH terendah pada akhir penelitian 4,2.Kata kunci: Ampas sagu, probion, urea, fermentasi
Tingkat Kesukaan Bakso dari Berbagai Jenis Daging Melalui Beberapa Pendekatan Statistik Kusmajadi Suradi
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i1.2233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan baso dari daging yang berbeda melalui beberapa pendekatan statistik.  Sebagai perlakuan empat macam bakso yang dibuat dari daging sapi, ayam, kelinci dan domba, masing-masing berjenis kelamin jantan., sedangkan  sebagai ulangan digunakan 15 orang panelis agak terlatih. Panelis dikelompokan sebagai ulangan Pada Uji Friedman dan Rancangan Acak Kelompok (RAK), sedangkan pada Uji Kruskal Wallis dan Rancangan Acak Lengkap (RAL), panelis diasumsikan sebagai ulangan yang seragam. Peubah yang diukur adalah tingkat kesukaan terhadap rasa, bau dan kekenyalan dengan skala hedonik sangat suka, suka, agak suka, biasa, dan tidak suka. Hasil penelitian menunjukan, bahwa tingkat kesukaan rasa, bau dan kekenyalan baso dari daging sapi dan domba lebih disukai panelis,   kemudian diikuti baso dari daging ayam dan kelinci. Pendekatan statistik dengan uji Friedman, uji Kruskall Wallis, Rancangan Acak Lengkap dan Rancangan Acak Kelompok terhadap tingkat kesukaan umumnya tidak berbeda nyata, hanya pengujian rasa melalui uji Friedman menghasilkan  perbedaan yang nyata (P< 0.05).Kata kunci : Tingkat Kesukaan, bakso, statistik
Model Matematika Kurva Produksi Telur Ayam Broiler Breeder Parent Stock A. Anang; h H. Indrijani; Ta Sundara
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i1.2224

Abstract

Produksi telur membentuk suatu kurva dengan model matematika tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model matematika terbaik untuk menggambarkan  kurva produksi telur ayam broiler breeder parent stock Cobb 500 umur 24-45 minggu. Model matematika yang diuji dalam penelitian ini ada empat, yaitu model Mc Millan, model Yang, model Logistik, dan model Adams-Bell. Model Adams-Bell dengan rumus  memiliki kecocokan yang  paling baik dengan koefisien determinasi (R2) = 0,9998, koefisien korelasi (r) = 0,999, dan galat baku (SE) = 1,060. Dengan menggunakan model Adams-Bell ini, dapat dibuat suatu dugaan kurva produksi telur broiler breeder parent stock umur 24-45 minggu.Kata Kunci:   Kurva Produksi Telur, Ayam Broiler Breeder Parent Stock    
Pengaruh Pemberian Bungkil Biji Jarak (Ricinus communis) dalam Ransum terhadap Kuantitas Kulit Segar Kelinci Peranakan New Zealand White Wowon Juanda
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i1.2238

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian bungkil biji jarak dalam ransum terhadap kuantitas kulit segar kelinci peranakan New Zealand White. Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), empat perlakuan pemberian bungkil biji jarak yaitu 0 %, 2,5 %, 5,0 % dan 7,5 %, masing-masing enam ulangan. Peubah yang diamati adalah kuantitas kulit kelinci meliputi berat, tebal dan luas kulit segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pemberian bungkil biji jarak sampai 5% dalam ransum tidak mempengaruhi kuantitas kulit segar kelinci peranakan  New Zealand White.Kata kunci: Kulit kelinci, Bungkil biji jarak, Ransum
Dampak Faktor Eksternal Kawasan terhadap Efisiensi Usaha Ternak Sapi Perah (Analisis Berdasarkan Fungsi Biaya Frontier) Muhammad Hasan Hadiana
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i1.2229

Abstract

Dua persoalan utama yang diangkat dalam penelitan ini, masing-masing adalah bagaimana keragaman efisiensi usaha ini berdasarkan indikator efisiensi biaya, dan kedua, faktor-faktor eksternal apa saja yang mempengaruhi keragaman efisiensi tersebut. Pengamatan dilakukan terhadap 246 peternak sapi perah yang tersebar di delapan wilayah kecamatan, wilayah pengamatan ini  meliputi lima wilayah kerja koperasi susu di Kabupaten Bandung. Hubungan antara variabel eksogen dan biaya produksi (variabel endogen) dijelaskan oleh model regresi yang menggabungkan dua fungsi sekaligus, yaitu fungsi biaya fontier  dan fungsi dampak inefisiensi. Koefisien regresi diduga dengan metode kemiripan maksimum, data dianalisis dengan menggunakan program Frontier 4.1 (Coelli, 1996b). Hasil penelitian menunjukkan terdapat variasi indeks efisiensi yang lebar pada usaha ternak sapi perah, yakni berkisar antara 0,15 hingga 0,94 (ukuran efisiensi berdasarakan analisis frontier berkisar antara nol hingga satu). Variasi ini sebagian besar disebabkan oleh pegaruh secara simultan sejumlah faktor eksternal (R2=91%). Ini menunjukkan masih besar peluang untuk meningkatkan efisiensi di sektor ini dengan mempengaruhi variabel instrumen kebijakan yang terdapat pada  model. Hasil penelitian juga mengidikasikan bahwa penyebaran sapi perah secara geografis akan cenderung terkonsentrasi di sekitar dataran tinggi yang masih cukup menyediakan pakan hijauan, dan mudah terjangkau pelayanan koperasi. Implikasinya meningkatkan efisiensi usaha ternak sapi perah pola koperasi memerlukan dukungan kebijakan input dan tata ruang.Kata kunci: fungsi biaya frontier, dampak inefisiensi, kebijakana tataruang
Pengaruh Pemberian Antanan (Centella asiatica) sebagai Penangkal Cekaman Panas dalam Ransum Broiler yang Mengandung Hidrolisat Bulu Ayam Engkus Kusnadi
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i1.2234

Abstract

Penelitian telah dilaksanakan untuk mempelajari pengaruh pemberian antanan (Centella asiatica) sebagai penangkal anti stress dalam ransum ayam broiler yang mengandung hidrolisat bulu ayam. Pada penelitian ini menggunakan 81 ekor broiler umur 10 hari. Terdapat dua macam perlakuan yang diberikan. Perlakuan pertama adalah tiga level kandungan antanan (0, 5, dan 10% kandungan antanan dalam ransum). Perlakuan kedua adalah tiga level tepung bulau (0, 4,8%, dan 9,6% tepung bulu dalam ransum). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 5% kandungan antanan dalam ransum cenderung meningkatkan konsumsi pakan dan pertambahan berat badan, dan 4,8% kandungan tepung bulu dalam ransum tidak menurunakn konsumsi pakan dan pertambahan berat badan. Pemberian antanan dan tepung bulu menurunian kandungan lemak abdomen dan usus.Kata kunci: Cekaman panas,  Centella asiatica, tepung bulu
Model Kurva Pertumbuhan Itik Tegal Jantan Sampai Umur Delapan Minggu Dedi Rahmat
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i1.2225

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menduga  model kurva pertumbuhan itik tegal jantan sampai umur delapan minggu. Itik yang digunakan sebanyak 120 ekor dibagi menjadi tiga kelompok masing-masing diberi ransum dengan tingkat protein 17%, 19% dan 21% dengan 2800 kkal/kg energi metabolis. Data yang yang diperoleh dibuat tebarannya, kemudian dilihat nilai koefisien determinasi (R2) dan kuadrat tengah sisa (S2). Hasil penelitian diperoleh bahwa : (1)tingkat protein dalam ransum tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan (2) kurva pertumbuhan itik tegal jantan sampai umur delapan minggu model alometrik dengan persamaan  Y = 46,9570 (X+1)1,5668Kata kunci :  Itik Tegal , kurva pertumbuhan
Identifikasi Sifat Kuantitatif Itik Cihateup sebagai Sumberdaya Genetik Unggas Lokal Dudi -
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i1.2230

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat kualitatif dan kuantitatif  itik Cihateup sebagai sumberdaya genetik unggas lokal.  Metode penelitian yang digunakan adalah survey di sentra peternakan itik Cihateup Kampung Cihateup Kec. Rajapolah, Provinsi  Jawa Barat.  Pengolahan data menggunakan analisis statistika deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan bobot telur, indeks telur, bobot day old duck (DOD) serta bobot pertama bertelur itik Cihateup berturut-turut adalah  69,34 ± 2,39 g;  81,30 ± 1,19 % (termasuk kategori normal); 45,42 ± 2,40 g; dan 2,7 ± 0,05 kg.  Seleksi itik Cihateup ditempat asalnya ini telah dilaksanakan dengan ketat sehingga kemurnian itik tersebut sebagai sumber daya genetik khas Provinsi Jawa Barat dapat lestari.Kata Kunci:  Itik cihateup, sifat kuantitatif
Konsentrasi Amonia dan Asam Lemak Terbang Rumput Brachiaria humidicola (Rendle) Schweick pada Berbagai Interval Pemotongan (In Vitro) Mansyur -; l L. Abdullah; H. Djuned; A. R. Tarmidi; T. Dhalika
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i1.2235

Abstract

Keberadaan gulma secara nyata menurunkan produksi dan kualitas hijauan. Pengendalian gulma secara fisik diharapkan dapat mempertahnakan kualitas dan produksi hijauan, dan mampu mengendalikan penyebaran gulma. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh interval pemotongan dari rumput B. humidicola yang diinvasi oleh C. odorata  dan pengaruhnya terhapa konsentrasi ammonia dan VFA hijauan (in vitro).  Penelitian telah dilakuak  di laboratorium agrostology, Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor. Analisis kecernaan in vitro dilakukan di Laboratorium Nutrisi Ternak Ruminansia dan Kimia Makanan Ternak, Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Rancangan split plot dalam waktu telah digunakan pada penelitian ini. Perlakuan yang diberikan adalah sembilan metode penanaman yang berbeda dan interval pemotongan yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi amonia dan asam lemak terbang dari hijauan yang dipotong dengan interval pemotongan 60 hari lebih tinggi dibandingkan dengan pomotongan lainnnya.  Kehadiran  dan pengendalian C. odorata tidak berpengaruh pada konsentrasi amonia dan asam lemak terbang dari hijauan B. Humidicola.Kata kunci: ammonia, asam lemak terbang, interval pemotongan, in vitro

Page 1 of 2 | Total Record : 16