cover
Contact Name
Arief Yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rofiimuhamad@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 26215047     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan (e-ISSN 2621-5047) published by the Indonesian National Nurses Association (INNA) of Central Java. Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan publishes two issues in a year. Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan has been indexed in an international database. This journal publishes articles in the area of leadership in nursing, management of nursing services, and management of nursing care.
Arjuna Subject : -
Articles 187 Documents
Pengembangan Supervisi Refleksi “Gibbs” untuk Peningkatan Kepatuhan Kebersihan Tangan Petugas Kesehatan Muhammad Fandizal; Hanny Handiyani
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v3i1.513

Abstract

Supervision is an actuating part of the management function to achieve the goals of the organization. Supervision of hand hygiene compliance 94 health workers conducted by infection, prevention, & control link nurse (IPCLN) using direct supervision methods. The purpose of developing indirect supervision is because direct supervision is not effective to be carried out, so the development of supervision reflection "Gibbs Reflective Cycle" to assess the compliance of nurses in doing hand hygiene. The method used is the Pilot Study involving internal and external reform agents. Sample selection using purposive sampling as many as 30 respondents consisting of nurses, doctors, and caregivers. The implementation of the study concluded that the compliance of officers in performing hand hygiene was 72.33%, and then Fish Bone analysis was conducted to determine the main problem. The problem was solved by developing the organization using the Kurt Lewin method and using plan, do, check and action (PDCA). The program is carried out by making manuals and operational procedures standard (OPS) for the supervision of reflection. The recommendation given is to propose a draft reflection supervision manual and the OPS that has been prepared should be endorsed by the President Director and disseminating information to the Nursing Manager, the head of the room, and / IPCLN.
Pelaksanaan Perencanaan Pulang Oleh Perawat Dewi Mustikaningsih; Ariani Fatmawati; Nia Suniati
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v3i2.524

Abstract

Pelaksanaan discharge planning dilakukan dengan tahapan  pengkajian, penetapan diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi pada pasien mulai masuk rumah sakit sampai pulang. Discharge planning belum optimal mengakibatkan adanya pasien batal pulang karena ketidaksiapan untuk perawatan di rumah dan terjadinya perawatan ulang. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan pelaksanaan discharge planning oleh perawat di Paviliun Parahyangan RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Metode yang digunakan deskriptif kuantitatif dengan teknik total  sampling, sampel berjumlah 39 responden, data yang dikumpulkan dengan cara observasi langsung dan observasi dokumentasi. Analisa data univariat untuk mengetahui frekuensi dan persentasi. Hasil menunjukan secara umum pelaksanaan discharge planning pada kategori baik 45,9%. Terdapat perbedaan data hasil observasi kategori baik 44,6% dengan dokumentasi kategori baik 47,2%, data tersebut menunjukkan hasil pelaksanaan pendokumentasian discharge planning lebih baik daripada hasil observasi. Supervisi, Standar Prosedur Operasional (SPO), lembar checklist dokumentasi, pengetahuan dan pelatihan berdampak terhadap kualitas pelaksanaan discharge planning. Rumah sakit dapat menjadikan hasil penelitian sebagai bahan untuk evaluasi, data dasar untuk melakukan penelitian lanjutan, serta menjadi informasi untuk memperkaya mata kuliah manajemen keperawatan.
Inovasi Pengembangan Sistem Infomasi untuk Meningkatkan Kepatuhan Perawat dalam Pencegahan Pasien Jatuh Christiana Nindya Timur; Septo Pawelas Arso; Muhammad Hasib Ardani
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v3i1.545

Abstract

Kepatuhan perawat dalam pencegahan pasien jatuh sangat diperlukan untuk meminimalkan terjadinya kejadian yang tidak diinginkan di rumah sakit. Rendahnya kepatuhan perawat akan menyebabkan kejadian pasien jatuh yang dapat disertai cedera. Upaya untuk meningkatkan kepatuhan perawat dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi untuk meningkatkan kepatuhan perawat dalam pencegahan pasien jatuh. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan. Hasil penelitian ini adalah pengembangan sistem informasi pencegahan pasien jatuh (SIPENJA) sebagai inovasi untuk meningkatkan kepatuhan perawat dalam pencegahan pasien jatuh.
Hubungan Penjadwalan Dinas Perawat dengan Kepuasan Kerja Perawat di Instalasi Rawat Inap Laila Rahmaniah; Ichsan Rizany; Herry Setiawan
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v3i1.554

Abstract

Kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit Idaman Banjarbaru masih rendah. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja adalah penjadwalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penjadwalan layanan keperawatan dengan kepuasan kerja perawat di Rumah. Metode penelitian ini menggunakan non-eksperimen dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian ini adalah 91 pelaksana perawat di instalasi layanan rawat inap di Rumah Sakit Idaman Banjarbaru, yang didapatkan melalui stratified random sampling. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat  hubungan positif antara penjadwalan layanan keperawatan dengan kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit Idaman Banjarbaru (p-value = 0,008; r = 0,274). Jadwal layanan keperawatan dapat memengaruhi kepuasan kerja perawat. Nilai penjadwalan layanan keperawatan masih rendah, sedangkan kepuasan kerja perawat tidak mencapai standar minimum. Penjadwalan layanan keperawatan yang baik dapat meningkatkan kepuasan kerja perawat.
Validasi Konstruksi Faktor Model Spirituality and Spiritual Care Rating Scale Versi Bahasa Indonesia (SSCRS-BI) pada Mahasiswa Program Ners Wastu Adi Mulyono
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v3i2.557

Abstract

Pemenuhan kebutuhan spiritual pasien telah hampir ditinggalkan oleh perawat. Respon subjekti perawat terhadap isu spiritualtias dicurigai berkontribusi terhadap tidak adekuatnya asuhan spiritual. Oleh karena itu penelitian terhadap persepsi perawat terhadap isu spiritual ini perlu dikaji, sayangnya alat ukur untuk persepsi  spiritual dan asuhan spiritual masih perlu kajian lebih dalam. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakan SSCRS BI sama atau berbeda dengan versi aslinya.  Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional yang dilakukan untuk mengkaji persepsi 131 mahasiswa Program Ners yang sedang praktik profesi di beberapa rumah sakit di Jawa Tengah. Confirmatory Factor Analysis diaplikasikan untuk menguji struktur model SSCRS satu faktor dan dua faktor. Reliabilitas SSCRS RS-Bahasa Indonesia juga diukur dari nilai koefisien  Alpha.Cronbach. Hasil penelitian menunjukkan Nilai CMNI/DF, CFI, TLI, RMSEA setiap model adalah sebagai berikut: Model 1 Original: 1.43, 0.875,0.844,0.875; Model 2, satu factor  17 items: 2.225, 0.420, 0.38125, 0.097; Model 3, satu Factor 15 items: 1.924, 0.728, 0.683, 0.84; Model 4 dua factor model 15 items:1.851, 0.753, 0.78, 0.081. Struktur model dua faktor dengan 15 item terlihat lebih baik dibandingkan dengan yang 17 item (original). Meskipun demikian, Koefisien Alfa Cronbach masih dibawah nilai yang dapat diterima. Tapi  MIIC dapat diterima.
Faktor-faktor yang meningkatkan kepatuhan perawat dalam penerapan prinsip enam benar pemberian obat Eni Nuryani; Luky Dwiantoro; Devi Nurmalia
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v4i1.572

Abstract

Perawat sebagai petugas yang langsung memberikan pelayanan kepada pasien, diharapkan mampu mengembangkan dan memelihara prosedur pemberian obat yang aman guna memberikan pelayanan dan proteksi terbaik bagi pasien. Tujuan studi literatur ini yaitu mengidentifikasi faktor yang meningkatkan kepatuhan perawat dalam penerapan prinsip enam benar pemberian obat. Metode penulisan yang digunakan yaitu Systematic Literatur Review untuk menelusuri berbagai faktor yang meningkatkan kepatuhan perawat dalam pemberian obat. Data yang diambil adalah artikel seputar enam benar prinsip pemberian obat dan faktor yang meningkatkan kepatuhan perawat. Literatur dari sumber terpercaya dalam Bahasa Inggris dan Indonesia dengan rentang penerbitan 2004-2019. Data yang terkumpul dilakukan critical appraisal tool sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai menjadi 9. Hasil review menunjukan terdapat beberapa faktor terkait kepatuhan perawat dalam pemberian obat yaitu pengetahuan dan sikap yang baik, adanya SOP dan kebijakan, beban kerja yang tidak terlalu berlebihan serta perawat yang bekerja sudah lama. Kesimpulan studi literatur ini yaitu faktor yang dapat meningkatkan kepatuhan perawat dalam penerapan prinsip enam benar pemberian obat adalah tingkat pengetahuan, sikap, ketersediaan SOP, beban kerja dan lama kerja perawat.
Beban Kerja dengan Kualitas Pendokumentasian Asuhan Keperawatan sesuai SNARS Nadila Nadila; Herry Setiawan; Ichsan Rizany
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v3i2.598

Abstract

Pendokumentasian merupakan suatu tindakan pencatatan untuk dapat digunakan sebagai bukti tertulis yang akurat dilakukan oleh perawat pada sebuah tindakan asuhan keperawatan. Beban kerja merupakan faktor yang mempengaruhi pendokumentasian asuhan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja dengan kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan sesuai SNARS di RSD Idaman Kota Banjarbaru. Desain penelitian mengggunakan crosss sectional melibatkan 22 perawat penanggung jawab asuhan (PPJA) dengan teknik total sampling dan 84 perawat pelaksana dengan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan uji Fisher Excat untuk PPJA dan uji Chi Square (Continuity Corretion) untuk perawat pelaksana. Hasil penelitian ini terdapat hubungan antara beban kerja PPJA dengan kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan PPJA sesuai SNARS (p-value = 0,02), dan tidak ada hubungan antara beban kerja perawat pelaksana dengan kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan perawat pelaksana sesuai SNARS (p-value = 1,00). Beban kerja PPJA yang berat dapat mempengaruhi kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan PPJA, sedangkan beban kerja berat dan ringan perawat pelaksana tidak mempengaruhi kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan. Adanya peran PPJA sebagai supervisi membuat kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan perawat pelaksana baik. Beban kerja yang sesuai dapat berdampak baik terhadap kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan perawat.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pelaksanaan Timbang Terima Shanisa Mairestika; Herry Setiawan; Ichsan Rizany
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v4i1.602

Abstract

Timbang terima adalah proses penyampaian informasi pada saat pergantian shift perawat. Ketidakakuratan informasi yang disajikan selama proses timbang terima menyebabkan hampir 70% kejadian sentinel di rumah sakit. Faktor pengetahuan, motivasi, supervisi, fasilitas dan waktu pelaksanaan dapat mempengaruhi pelaksanaan timbang terima. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan timbang terima. Desain penelitian adalah kuantitatif asosiatif dengan pendekatan cross-sectional. Responden berjumlah 39 perawat penanggung jawab perawat shift dan ketua tim yang diperoleh melalui purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan angket. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara pengetahuan (p = 0,721), motivasi (p= 0,369) dan fasilitas (p= 0,617) dengan pelaksanaan serah terima di RSD Idaman Kota Banjarbaru, dan ada hubungan antara supervisi dengan pelaksanaan dari serah terima (p= 0,023).
Meningkatkan Keselamatan Pasien dalam Deteksi Dini Perburukan Kondisi Fisiologis Pasien Menggunakan National Early Warning Score (NEWS) Irmalita Wigati; Arwani Arwani; Martha Cintia Dewi
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v3i2.639

Abstract

Early Warning System (EWS) adalah suatu sistem yang umumnya digunakan di unit medikal bedah untuk mengatasi masalah kesehatan pasien secara dini, didasarkan atas penilaian terhadap perubahan keadaan pasien melalui pengamatan yang sistematis terhadap semua perubahan fisiologi pasien dan merupakan konsep pendekatan proaktif untuk meningkatkan keselamatan pasien dan hasil klinis pasien yang lebih baik dengan standarisasi pendekatan asesmen dan menetapkan skoring parameter fisiologis yang sederhana. Tujuan studi ini adalah mengidentifikasi penerapan National Early Warning Score (NEWS) untuk deteksi dini perburukan kondisi pasien melalui kajian literatur. Kajian pustaka telah dilakukan melalui database jurnal PubMed, Proquest dan EBSCO. Kata kunci yang digunakan yaitu National Early Warning System AND Deterioration. Kriteria inklusi yang ditetapkan adalah artikel yang dipublikasikan dalam rentang 5 tahun terakhir, tipe artikel clinical trial, journal article, randomized controlled trial, human, best match, full text. Kriteria eksklusi dari sumber referensi yang diambil yaitu artikel yang isinya tidak lengkap, referensinya tidak jelas serta artikel yang tidak sesuai topik. Data dianalisis berisi judul, penulis, tahun, metodologi, dan hasil. Peneliti mengidentifikasi 44 judul dan disaring menjadi 5 artikel yang membahas NEWS untuk deteksi dini perburukan kondisi pasien. Hasil penelitian menunjukkan penerapan NEWS dapat meningkatkan monitoring vital sign 95 %, membantu perawat untuk mendeteksi perubahan kondisi pasien dan sebagai alat bantu dalam berkomunikasi dengan petugas kesehatan lainnya. NEWS merupakan sistem skoring yang sederhana, praktis dan terbukti dapat meningkatkan kewaspadaan dan respon terhadap tanda-tanda perubahan fisiologis yang buruk sehingga keselamatan pasien dapat dipantau secara optimal dan angka mortalitas dapat menurun
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kinerja Perawat Di Ruang Rawat Inap Wartini Setiawati; Iin Inayah; Setiawati Setiawati; Andria Pragholapati
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja perawat dalam memberikan pelayanan baik dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien atau yang lainnya sangat penting. Kinerja perawat dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor individu, psikologis maupun organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Mitra Anugerah Lestari (MAL) Cimahi. Metode penelitian menggunakan studi analitik dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 76 perawat pelaksana dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dianalisis secara univariat, bivariat (chi square), dan multivariat (regresi logistik). Hasil penelitian menunjukkan dari 62 perawat sebanyak 84,2% dengan kinerja baik, 78,9% berpendidikan D3, 88,2% belum pernah mengikuti pelatihan, 51,3% dengan kemampuan kerja baik, 64,5% dengan komunikasi baik, 48,7% dengan kerja sama baik, 61,8% dengan tipe kepribadian introvert, 72,4% dengan motivasi tinggi, 61,8% dengan komitmen kerja tinggi dan 96,1% dengan kedisiplinan yang baik. Hasil uji statistik menunjukkan faktor yang berhubungan dengan kinerja perawat adalah motivasi (p 0,004), komitmen kerja (p 0,020), dan tipe kepribadian (p 0,041). Variabel pelatihan (p 0,104), kemampuan kerja (p 0,054), kerjasama (p 0,260), pendidikan (p 0,554), kedisiplinan (p 0,371), dan komunikasi (p 0,555) tidak berhubungan dengan kinerja perawat. Hasil analisis regresi menunjukkan motivasi merupakan variabel paling dominan yang berhubungan dengan kinerja perawat (OR 68,384). Disarankan agar pihak rumah sakit dapat lebih meningkatkan motivasi perawat sehingga perawat mempunyai komitmen kerja tinggi yang dapat meningkatkan kinerja perawat.