Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan (e-ISSN 2621-5047) published by the Indonesian National Nurses Association (INNA) of Central Java. Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan publishes two issues in a year. Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan has been indexed in an international database. This journal publishes articles in the area of leadership in nursing, management of nursing services, and management of nursing care.
Articles
82 Documents
Analisis Kelelahan kerja sebagai penyebab resiko penurunan kinerja perawat di rumah sakit
Tri Ismu Pujiyanto;
Shindi Hapsari
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32584/jkmk.v4i2.1185
Upaya peningkatan prestasi kerja, suatu organisasi dapat mengatasi stres akibat pekerjaan yang dapat berkontribusi terhadap kelelahan pada perawat. Isu penting adalah meningkatkan kinerja pelayanan perawat dengan memperbaiki keadaan Burnout Nurse syndrome. Peningkatan kinerja perawat sangat berpengaruh terhadap kualitas pelayanan rumah sakit . Mempertimbangkan pertimbangan di atas, penelitian ini memiliki tujuan sebagai berikut untuk memperdalam kegiatan individu yang terjadi pada perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman perawat terkait tentang burnout syndrome. Penelitian ini menggunakan Design Diskriptif Fenomenologi dengan metode kualitatatif. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat yang berperan aktif dalam memberikan pelayanan keperawatan di RSUD Dr. Adhyatma MPH Tugurejo Semarang yang terdiri dari perawat pelaksana, kepala ruangan dan pimpinan. Menggunakan tehnik Purposive Sampling diperoleh 15 responden. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan tehnik FGD ( Focus Group Discussion ) kemudian diformulasikan dan dianalisa dengan tehnik Colaiizzi. Hasil penelitian diperoleh tiga tema diantaranya keluhan tidak puas. Lingkungan kerja yang tidak menyenangkan dan tanggung jawab yang berlebihan. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa keluhan perasaan perawat akan ketidak puasan, lingkungan kerja yang kurang menyenangkan hingga tanggung jawab yang berlebihan merupakan penyebab terjadinya burnout syndrome. Akibat yang dapat ditimbulkan sangat besar dan berdampak besar terhadap kualitas pelayanan asuhan keperawatan untuk pasien di Rumah Sakit.
E -Log Book Untuk Penilaian Kinerja Kompetensi Perawat klinis
Marwiati Marwiati;
M Fahrurrozi
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32584/jkmk.v4i2.1191
Penilaian kinerja dilakukan seefektif dan efisien untuk dapat mengarahkan perilaku perawat dalam memberikan asuhan keperawatan guna mendukung pelayanan Kesehatan yang optimal. Tujuan khusus penelitian ini adalah melihat sejauhmana e log book kompetensi berpengaruh penilaian kinerja perawat klinis di RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo. Desain pada penelitian ini adalah quasy eksperimen dengan pendekatan one group pre test post test desain. Hasil analisis uji t didapatkan p value <0,05 maka dikatakan ada pengaruh menggunakan e log book lebih efektif daripada menggunakan hard log book dalam kinerja kompetensi sesuai clinical appointment yang dipunyai. Hasil pada e log book efektif untuk penilaian kienrja kompetensi perawat karena menggambarkan keseluruhan proses pemberian asuhan keperawatan dalam pelayanan keperawatan.
Hubungan Karakteristik Perawat dan Safety Attitude di Rumah Sakit Jakarta
Tomy Suganda;
RR Tutik Sri Hariyati;
Hanny Handiyani;
La Ode Abdul Rahman;
Tuti Afriani
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32584/jkmk.v4i2.1215
Sikap keselamatan perawat mempengaruhi tindakan dalam menerapkan implementasi asuhan keperawatan yang berbasis keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan karakteristik perawat dan sikap keselamatan, melalui penelitian cross sectional yang melibatkan 330 perawat di 3 rumah sakit veritkal Jakarta. Instrumen yang digunakan adalah Safety Attitudes Questionnaire dengan tambahan data demografi. Terdapat hubungan signifikan antara karaktersitik perawat dan sikap keselamatan perawat. Jenis kelamin, posisi, jenjang karir, pendidikan, usia serta pengalaman kerja secara signifikan berpengaruh pada sikap keselamatan (P<0,05). Perbaikan dan peningkatan sikap keselamatan perawat dapat dievaluasi dan diperbaiki dengan mempertimbangkan karaktersitik perawat agar upaya upaya tersebut dapat tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan.
Gaya Kepemimpinan Dalam Meningkatkan Keterikatan dan Kinerja Perawat
Hanum Maftukha Ahda;
Nur Hidayah
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32584/jkmk.v4i2.1221
Keterikatan dan kinerja perawat merupakan komponen penting dalam mencapai tujuan Rumah Sakit. Pelayanan keperawatan berperan penting dalam mencapai tujuan Rumah Sakit sehingga kepemimpinan seorang perawat menjadi kunci dalam keberhasilan pelayanan tersebut. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mensintesis penelitian tentang pengaruh gaya kepemimpinan terhadap keterikatan kerja dan kinerja perawat di Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan Literature review dengan penelusuran artikel melalui database elektronik Pubmed, Emerald dan Sciencedirect yang diterbitkan dari tahun 2011-2021 dan memenuhi kriteria inklusi. Proses review menggunakan panduan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Sepuluh artikel menunjukkan kepemimpinan memiliki pengaruh positif terhadap keterikatan kerja. Lima artikel menunjukkan kepemimpinan memiliki pengaruh posisitif terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit. Kepemimpinan menjadi faktor penting yang berpengaruh terhadap keterikatan kerja dan kinerja perawat. Selain itu, dipengaruhi juga oleh faktor lain dari sumberdaya pekerjaan dan individu. Kepemimpinan memiliki peran penting dalam meningkatkan keterikatan kerja dan kinerja perawat di Rumah Sakit sehingga dapat mencapai tujuan dan kinerja organisasi yang baik.
Hubungan Fungsi Manajemen Kepala Ruangan dengan Pelibatan Pasien (Patient Engagement) dalam Asuhan Keperawatan di Masa Pandemi Covid-19
Nuridha Fauziyah;
RR Tutik Sri Hariyati;
Shanti Farida Rachmi;
Hanny Handiyani;
Rosdelima Simarmata
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32584/jkmk.v4i2.1230
Rumah sakit harus menetapkan regulasi dan proses untuk mendukung pelibatan pasien dalam proses asuhan sebagai upaya memfasilitasi keterlibatan pasien secara aktif. Adanya keterbatasan interaksi antara perawat dan pasien secara aktif menjadi sebuah tantangan tersendiri di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan fungsi manajemen kepala ruangan dengan pelibatan pasien dalam asuhan keperawatan di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional terhadap 238 perawat dengan menggunakan kuesioner online. Hasil analisis bivariat menggunakan korelasi Pearson menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara fungsi manajemen kepala ruangan dengan pelibatan pasien (p < 0,001). Kepala ruangan memiliki peranan penting dalam meningkatkan pelibatan pasien dalam asuhan keperawatan di masa pandemi Covid-19 dengan melakukan perencanaan, pengorganisasian, ketenagaan, pengarahan, dan pengawasan secara optimal.
Hubungan Iklim Organisasi Dan Handover Perawat Terhadap Insiden Keselamatan Pasien
Ayu Nuraini Soleha;
Serri Hutahaean
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32584/jkmk.v4i2.1243
Perawat sebagai satu diantara Sumber Daya Manusia terbesar di institusi pelayanan kesehatan rumah sakit mempunyai kontribusi penting dalam memberikan asuhan keperawatan. Pelayanan kesehatan dapat beresiko menimbulkan insiden keselamatan pasien. Kondisi tersebut dapat disebabkan dari kualitas iklim organisasi dan pelaksanaan handover yang tidak efektif. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa hubungan iklim organisasi dan handover perawat terhadap insiden keselamatan pasien di Ruang Rawat Inap RSU UKI. Desain penelitian deksriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 45 perawat menggunakan purposive sampling. Hasil uji Chi Square menunjukkan gambaran iklim organisasi tertutup sebanyak 23 perawat (51,1%). Handover pada perawat sebanyak 23 perawat (51,1%) menjawab efektif. Insiden keselamatan pasien menunjukkan 44,4% terjadi insiden dan 55,6% tidak terjadi insiden. Didapatkan p-value = 0,868 Tidak ada hubungan yang signifikan antara iklim organisasi dengan insiden keselamatan pasien dan nilai p-value = 0,005 Ada hubungan yang signifikan antara handover dengan insiden keselamatan pasien. Rumah sakit perlu memperhatikan hak-hak perawat seperti permasalahan mengenai imbalan yang belum sepadan dan mengadakan evaluasi secara berkelanjutan tentang iklim organisasi dan pelaksanaan handover secara efektif.
Analisis Perilaku Proaktif Perawat Dalam Melaksanakan Handover Di Ruang Intensif
Elvi Mardhiah;
Syarifah Rauzatul Jannah;
Said Usman;
Hajjul Kamil;
Dewi Marianti
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32584/jkmk.v5i1.881
Handover merupakan proses komunikasi serah terima pasien yang melibatkan perawat dan tim kesehatan lain dalam pelaksanaannya. Dibutuhkan tindakan proaktif perawat dalam mengoptimalkan pelaksanaan handover guna meningkatkan keselamatan pasien. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku proaktif perawat dalam melaksanakan handover di ruang rawat intensif. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study. Populasi penelitian 124 perawat ruang intensif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner Proactive Behaviors in Organization Scale (PBOS), Proactive Personality Scale (PPS) short version, General Self Eficacy Scale dan Orientasi pembelajaran dan analisis data menggunakan statistik differential non-parametrik, regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan kepribadian proaktif (p-value 0,041), efikasi diri (p-value 0,002), orientasi pembelajaran (p-value 0,013) dengan perilaku proaktif perawat dalam melaksanakan handover di ruang rawat intensif Rumah Sakit Umum Daerah Pemerintah Aceh. Selanjutnya, faktor yang paling dominan berhubungan dengan perilaku proaktif perawat dalam melaksanakan handoveradalah efikasi diri dengan nilai p-value = 0,020 dan nilai odd ratio 5,419. Berdasarkan hasil penelitian direkomendasikan bagi manajer atau pimpinan untuk terus meningkatkan motivasi perawat agar terus proaktif dalam melaksanakan handover melalui pelatihan rutin.
Hubungan Pelaksanaan Supervisi Keperawatan Terhadap Kepatuhan Perawat Dalam Menggunakan Alat Pelindung Diri Di Ruang Isolasi Covid-19
I Gst Agung Sri Yuni Antari;
Ni Made Nopita Wati;
I Dewa Agung Ketut Sudarsana
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32584/jkmk.v5i1.1010
Penggunaan alat pelindung diri merupakan usaha perawat dalam menciptakan lingkungan yang terhindar dari infeksi dan sebagai upaya perlindungan diri serta pasien terhadap penularan penyakit. Supervisi memiliki pengaruh besar dalam pelaksanaan asuhan keperawatan di ruangan dan bersama staf perawatan dalam pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pelaksanaan supervisi keperawatan dengan kepatuhan perawat dalam menggunakan alat pelindung diri di Ruang Isolasi Covid 19 RSUD Sanjiwani Gianyar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Sampel adalah perawat pelaksana yang bekerja di ruang isolasi Covid 19 RSUD Sanjiwani Gianyar, dengan menggunakan teknik total sampling, yang berjumlah 42 orang. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan supervisi keperawatan sebagian besar dengan kategori baik (54,8%). Kepatuhan perawat dalam menggunakan alat pelindung diri sebagian besar dengan kategori patuh (83,3%). Hasil analisis didapatkan nilai (p=0,002, r=0,467), yang berarti bahwa ada hubungan pelaksanaan supervisi keperawatan dengan kepatuhan perawat dalam menggunakan alat pelindung diri, dengan kekuatan sedang dan arah korelasi positif. Supervisi memiliki pengaruh besar dalam pelaksanaan asuhan keperawatan terhadap kepatuhan perawat pelaksana menggunakan alat pelindung diri, dengan adanya supervisi dari kepala ruangan sangat berperan dalam hal meningkatkan kepatuhan perawat patuh menggunakan APD. Pengawasan dan pengarahkan yang dilakukan dapat memberikan motivasi dari perawat pelaksana agar patuh dalam menggunakan APD.
Penggunaan Safety-Enginereed Device di Rumah Sakit (Kajian Literatur)
Auzan Hudzaifah;
Devi Nurmalia
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32584/jkmk.v5i1.1077
Kejadian needle stick injury menjadi masalah yang serius dalam bidang pekerjaan kesehatan dan menjadi persoalan keselamatan kerja yang harus dihadapi oleh tenaga kesehatan pada umumnya. Insiden cedera karena tertusuk jarum dengan tidak sengaja atau yang biasa disebut needle stick injury tersebut merupakan salah satu permasalahan keselamatan kerja di rumah sakit yang paling sering dilaporkan serta berdampak sangat serius dan nyata. Salah satunya dapat meningkatkan resiko pajanan virus berbahaya ataupun penyakit yang menular hingga kematian, sehingga rumah sakit banyak menanggung kerugian karena insiden tersebut. Dalam rangka mengurangi angka kejadian needle stick injury terciptalah gagasan baru berupa penerapan perangkat yang dipercaya menjadi sebuah solusi bagi tenaga kesehatan untuk meminimalisir terjadinya needle stick injury di rumah sakit. Berdasarkan 5 literatur didapatkan bahwa penggunaan safety-enginereed device terbukti efektif untuk mengurangi angka kejadian needle stick injury di rumah sakit. Dalam mendukung penerapan safety-enginereed device berjalan efektif di rumah sakit dibutuhkan sikap disiplin dan ketelitian yang tinggi setiap petugas kesehatan dirumah sakit dan pedoman penggunaan serta sosialisasi penggunan dari safety-enginereed device tersebut. Efektifnya penggunaan safety-enginereed device dalam menurunkan insiden needle stick injury di rumah sakit, juga dapat menurunkan angka risiko terjadinya paparan infeksi dari pasien ke petugas medis.
Efek Kepemimpinan Transformasional Pada Kinerja Perawat
Solehudin Solehudin;
Muhammad Hadi;
Suhendar Sulaeman;
Tri Kurniati;
Nursalam Nursalam
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32584/jkmk.v5i1.1183
Aktivitas perawat dalam menerapkan suatu wewenang, tugas dan tanggung jawab dalam rangka pencapaian fungsi utama profesi dan organisasi merupakan gambaran dari kinerja. Kinerja perawat mempunyai arti seperti prestasi kerja di suatu perusahaan. Pengukuran kinerja perawat dilakukan berdasarkan fakta, terbuka dan dapat dikomunikasikan. Tujuan penelitian untuk melihat dampak kepemimpinan transformasional terhadap kinerja perawat. Metode penelitian menggunakan kuantatif dengan True-Experimental Design melalui rancangan Pretest-Postest Control Group Design. Populasi penelitian perawat pelaksana rumah sakit, jumlah sampel sebanyak 76 yang terdiri dari 38 kelompok intervensi dan 38 kelompok kontrol. Uji statistik menggunakan General Linear Model Repeated Measures. Hasil penelitian didapatkan bahwa nilai p value 0,001 < 0,05 pada setiap pengukuran, Nilai perbedaan rata-rata dari pengukuran pertama sampai ketiga 6,55. Maka disimpulkan bahwa kepemimpinan transformasional mempengaruhi kinerja perawat. Kesimpulan penelitian bahwa kepemimpinan transformasional kepala ruangan dapat meningkatkan kinerja perawat pelaksana secara signifikan dengan p value 0,001. Sehingga intervensi yang dilakukan kepada kepala ruangan mempengaruhi nilai kinerja perawat pelaksana.