Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan (e-ISSN 2621-5047) published by the Indonesian National Nurses Association (INNA) of Central Java. Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan publishes two issues in a year. Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan has been indexed in an international database. This journal publishes articles in the area of leadership in nursing, management of nursing services, and management of nursing care.
Articles
82 Documents
Tingkat Kecemasan Perawat Di Ruang Isolasi Perawatan Pasien Positif Covid-19
Hasib Ardani Ardani;
Chalista Ayu Fatiha;
Agus Santoso;
Bambang Edi Warsito
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32584/jkmk.v5i2.1545
Perawat adalah salah satu tenaga kesehatan yang memiliki risiko tinggi tertular virus Covid-19, terutama pada perawat yang memiliki kontak langsung dengan pasien positif Covid-19. Tingginya risiko penularan virus, beban kerja yang tinggi, ketakutan akan menularkan kepada anggota keluarga menjadi beberapa faktor penyebab kecemasan pada perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan perawat di ruang isolasi perawatan pasien positif Covid-19. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kuantitatif. Analisis penelitian menggunakan analisis deskriptif untuk mengukur tingkat kecemasan dan data karakteristik perawat di ruang isolasi. Sampel dalam penelitian ini adalah 70 perawat yang bekerja di ruang isolasi dengan teknik total sampling. Kuisioner Hamilton Rating Scale Anxiety (HARS-A) digunakan untuk mengambil data tingkat kecemasan perawat. Hasil dari penelitian ini adalah perawat yang bekerja di ruang isolasi mengalami kecemasan dengan kategori ringan (32,9%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar perawat di ruang isolasi perawatan pasien positif Covid-19 mengalami kecemasan ringan ecemasan pada perawat dapat diatasi dengan diadakannya program konseling atau monitoring kondisi mental perawat. Selain itu, diterapkannya sistem perekrutan perawat dengan kriteria paling sedikit beresiko untuk mengalami kecemasan dapat mengurangi permasalahan mental perawat di ruang isolasi Covid-19.
Stres Kerja Memicu Sindrom Kelelahan Pada Perawat Manajer di Masa Pandemi Covid-19
Lia Dwi Jayanti;
Hanny Handiyani;
Tuti Nuraini;
La Ode A. Rahman;
Prayetni Prayetni
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32584/jkmk.v5i2.1549
Sindrom kelelahan menjadi masalah kesehatan akibat stres kerja yang dialami oleh semua manajer keperawatan di masa pandemi Covid-19. Perawat manajer rentan mengalami kelelahan karena beban kerja yang tinggi dan kurang waktu istirahat dalam melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer. Peningkatan stres kerja akan menimbulkan kelelahan psikis dan fisik perawat manajer. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi stres kerja sebagai faktor yang berhubungan dengan sindrom kelelahan perawat manajer di masa pandemi Covid-19.Desain penelitian menggunakan korelasi deskriptif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan terhadap 147 responden. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan estimasi proporsi. Analisis yang digunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji korelasi pearson. Sindrom kelelahan perawat manajer di masa pandemi Covid-19 sebesar 42,04%. Stres kerja perawat manajer di rumah sakit selama pandemi Covid-19 sebesar 57,71%. Terdapat hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan sindrom kelelahan (p=0,000). Stres kerja dapat memicu sindrom kelelahan perawat manajer di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini merekomendasikan agar pimpinan rumah sakit mengadakan pelatihan manajemen diri, membangun lingkungan kerja yang kondusif, dan meningkatkan kesejahteraan dengan pemberian insentif, gaji, serta penghargaan yang sesuai di masa pandemi. Dukungan organisasi untuk perawat manajer dengan pemberian waktu istirahat yang cukup, makanan sehat, program spiritual, dan olahraga di masa pandemi Covid-19.
Penggunaan Sistem Informasi Daily Maintenance Alat Medik Berbasis Aplikasi Website Dalam Rangka Pemeliharaan Alat Medik Di Ruang Rawat Inap
Nadilla Oktavia;
Devi Nurmalia
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32584/jkmk.v5i2.1556
Peralatan medik harus selalu dalam kondisi baik dan siap pakai sehingga keberlangsungan pelayanan dan keselamatan pasien dapat terjamin. Faktor penting dalam penjaminan mutu peralatan medik adalah pemeliharaan yang dilakukan oleh pengguna sarana, Tujuan studi literatur ini yaitu mengetahui gambaran penggunaan sistem informasi dalam bentuk software atau aplikasi berbasis website dalam pelaksanaan daily maintenance alat medik. Metode penulisan yang digunakan adalah studi literatur. Database yang digunakan Science Direct, Google Scholar, Springer dan SCOPUS. Pencarian artikel menggunakan kata kunci yaitu software or innovation preventive maintenance of medical equipment, daily maintenance medical machine. Hasil review menunjukkan bahwa penggunaan software maupun aplikasi berbasis website dalam penerapan pemeliharaan alat medik memberikan kemudahan bagi user dimana dapat dilakukan melalui media elektronik seperti komputer maupun smartphone serta dapat diakses secara offline atau online melalui berbagai macam Browser Web. Sistem informasi ini terdiri dari beberapa fitur yang dapat membuat proses pemeliharan alat medik menjadi lebih lengkap dan tersistematis. Pelaksanaan daily maintenance alat medik akan lebih termonitor dengan adanya pengembangan sistem informasi dalam bentuk software atau aplikasi berbasis website ini sehingga diharapkan dapat mengurangi resiko terjadinya kesalahan dalam pemberian pelayanan kesehatan pada pasien dan mengurangi terjadinya downtime ataupun breakdown pada alat medik.
Dampak Beban Kerja terhadap Produktifitas Kerja di Ruang Perioperasi
Richa Noprianty;
Wahyu Wahdana;
Agustin Suryanah
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32584/jkmk.v5i2.1753
Ruang perioperasi merupakan salah satu ruang yang memiliki beban kerja yang tinggi. Hal ini dikarenakan ruangan mempunyai karakteristik lingkungan, system jam kerja dan mempunyai resiko tinggi terhadap kecelakaan kerja akibat benda tajam saat tindakan operasi, terpapar gas anestesi, obat-obatan dan radiasi yang dapat menurunkan produktifitas kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak beban kerja kepada produktifitas kerja tenaga kesehatan. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan cross sectional. Sampel yang akan diberikan adalah tenaga kesehatan yang berada di ruang perioperasi berjumlah 50 orang. Instrumen yang digunakan untuk beban kerja menggunakan kuesioner NASA-TLX dan untuk produktifitas kerja menggunakan kuesioner dengan 4 item pernyataan. Penelitian ini mendapatkan persetujuan etik dengan Nomor:128/KEP.01/UNISA-BANDUNG/VI/2022. Hasil penelitian akan didapatkan kategori beban kerja berat 19 orang (38%), beban kerja sedang 23 orang (46%), dan beban kerja ringan 8 orang (16%). Produktifitas kerja tinggi sebanyak 20 orang (40%), sedang 9 orang (18%), rendah 21 orang (42%). Hasil uji chi-square didapatkan hasil 0,002 sehingga terdapat hubungan antara beban kerja dengan produktifitas kerja. Oleh karena itu perlu adanya pengukuran beban kerja serta pengawasan dari pihak manajemen rumah sakit agar produktitas meningkat sehingga mutu pelayanan kesehatan dapat diberikan secara optimal.
Hubungan Fungsi Manajemen Kepala Ruang dengan Penerapan Keselamatan Pasien
Nur Khalisah Hayati;
Endang Pertiwiwati;
Eka Santi
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32584/jkmk.v5i2.1810
Keselamatan pasien merupakan prioritas utama, keberhasilan penerapan keselamatan pasien salah satunya dengan penerapan kepala ruang dalam melaksanakan fungsi manajemen yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, mengatur staf, mengarahkan serta mengendalikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fungsi manajemen kepala ruang dengan penerapan keselamatan pasien di Rumah Sakit “X” Kota Banjarbaru. Jenis penelitian ini dengan penggunaan pendekatan kuantitatif desain cross sectional, pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan didapat 106 perawat pelaksana. Penelitian menggunakan kuesioner dan analisis dengan alternatif uji Fisher Exact. Hasil analisis penelitian menyatakan bahwa terdapat hubungan antara fungsi manajemen kepala ruang dengan penerapan keselamatan pasien di Rumah Sakit “X” Kota Banjarbaru dengan p-value=0,024 (p<0,05). Pihak rumah sakit diharapkan dapat memberikan rekomendasi pelatihan terkait keselamatan pasien sehingga perawat pelaksana mempunyai wawasan, pengetahuan, serta pengalaman yang lebih luas terhadap penerapan keselamatan pasien. Serta memberikan pembekalan terhadap kepala ruang dalam pengaturan keselamatan pasien di ruang rawat inap sehingga perawat pelaksana dapat menjalankan fungsinya dengan optimal.
Kecerdasan Emosional Terhadap Tingkat Resiliensi Pada Perawat
Tri Ismu Pujiyanto;
Noor Putri Elliya;
Eni Kusyati
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32584/jkmk.v5i2.1905
Tenaga kesehatan menjadi salah satu bagian dari garda terdepan yang ikut berperan dalam mengahadapi pandemic covid-19 dan rumah sakit menjadi tempat terselenggaranya pelayanan kesehatan. Meningkatnya jumlah kasus covid-19 di rumah sakit yang akan ditangani oleh tenaga kesehatan akan berdampak pada beban kerja selama masa pandemic covid-19. Pandemic Covid-19 yang terjadi di Indonesia telah menyebabkan krisis secara global dalam sistem perawatan kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosional terhadap tingkat resiliensi pada perawat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah perawat di ruang isolasi covid-19 dan IGD RSUD Dr. Murjani Sampit dengan teknik total sampling yang berjumlah 45 sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada semua sampel. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil Penelitian menunjukkan Perawat di RSUD Dr. Murjani Sampit memiliki kecerdasan emosional kategori tinggi sebanyak 23 responden (51,1%) dan rendah sebanyak 22 responden (48,9%). Sedangkan untuk tingkat resiliensi dengan kategori tinggi sebanyak 27 responden (60%) dan rendah sebanyak 18 responden (40%). Hasil uji chi-square didapatkan nilai p-value 0,001<0,05. Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan antara kecerdasan emosional terhadap tingkat resiliensi pada perawat di RSUD Dr. Murjani Sampit.
Faktor Penentu Perawat sehat di Rumah Sakit
Endang Sudjiati;
Hanny Handiyani;
Kuntarti Kuntarti;
La Ode Abdul Rahman;
Cori Tri Suryani
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32584/jkmk.v6i1.1109
Healthy behavior carried out by nurses often does not produce good results due to several factors. The risks that arise due to not behaving healthy nurses can reduce the health condition of nurses and the quality of service. The purpose of this study was to identify the factors that can influence the behavior of healthy nurses. The research method used a cross-sectional design to 356 nurses at the General Hospital in Jakarta. The results of the analysis showed that there was a significant relationship between age 35 years (p = 0.038) and education D3 Nursing/Midwifery (p = 0.034) with healthy nurse behavior. In multivariate analysis, the most influential variables on the behavior of healthy nurses were physical activity (p<0.05; OR = 4.760, 95%CI), spiritual (p=0.211; OR = 1.456, 95%CI) and stress management (p< 0.05; OR = 4.549, 95%CI). Recommendations to improve the behavior of healthy nurses by making healthy nurse programs on a regular basis.
Persepsi perawat pelaksana terhadap supervisi kepala ruang mempengaruhi ketepatan diagnosa keperawatan di ruang rawat inap
Erni Yuliati;
Sri Hananto Ponco;
Puguh Widiyanto
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32584/jkmk.v6i1.1724
Ketepatan diagnosa keperawatan mempengaruhi dari tujuan rencana keperawatan, sehingga implementasi yang kita lakukan sesuai dengan masalah kesehatan yang dialami oleh klien. Ketepatan diagnosa keperawatan mempengaruhi dari mutu pelayanan keperawatan yang berdampak kepada kepuasan klien dalam menerima pelayanan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan persepsi perawat pelaksan terhadap supervisi kepala ruang dengan ketepatan diagnosis keperawatan berbasis SDKI di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit X. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelaSI, dengan pendekatan Cross-Sectional, dilakukan di 17 ruang rawat inap. Sampel yang digunakan sebanyak 75-responden dengan teknik Stratified random sampling. Uji spearman dengan nilai P value 0,000 (<0,05) dengan nilai correlation coefficient adalah 0,603. Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat antara persepsi perawat pelaksana terhadap pelaksanaan supervisi kepala ruang dengan ketepatan diagnosa keperawatan berbasis SDKI di ruang rawat inap Rumah Sakit X.
Pengaruh implementasi kepemimpinan spiritual terhadap penanganan konflik di ruang perawatan
Rahmayani Rahmayani;
Cau Kim Jiu;
Wuriani Wuriani
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32584/jkmk.v6i1.1850
Manajemen konflik sangat penting dilakukan oleh seorang pemimpin sehingga sebuah konflik yang terjadi bisa memberikan manfaat sebagai evaluasi kerja untuk meningkatkan sumber daya manusia dalam pelayanan Kesehatan. Spitual Leadership merupakan paradigma baru dalam transformasi dan perkembangan organisasi yang didesain untuk mendorong terciptanya motivasi internal dan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh implementasi spiritual leadershif terhadap penanganan konflik di ruang perawatan RSUD dr. Soedarso. Jenis penelitian ini yaitu Kuantitatif menggunakan tehnik eksperimental semu (quasi experiment ),dengan desain Pre and post design with control group. Dalam menentukan sampel peneliti menggunakan teknik purposive sampling, sampel diambil dari 30% dari total 250 orang dari 10 ruang rawat inap dan intensive yang berjumlah 75 orang. Hasil penelitian yang di dapat bahwa Penanganan konflik responden kelompok intervensi sebelum diberikan Implementasi spiritual leadership sebesar (47,4 %) menjadi (76,3 %) setelah diberikan bimbingan . Kelompok kontrol tanpa diberikan bimbingan spiritual leadership sebesar (42,1 %). Penanganan konflik responden pada kelompok intervensi sebelum dan setelah itervensi terdapat perbedaan dengan p value = 0,000. Penanganan konflik responden pada kelompok kontrol sebelum dan setelah intervensi tidak terdapat perbedaan dengan p value = 0,350. Analisis lebih lanjut menyimpulkan bahwa terdapat Pengaruh Implementasi Spiritual Leadership pada perawat kelompok intervensi di RSUD Dr. Soedarso Pontianak dengan hasil didapai nilai ( p value = 0,000 < 0,05 )
Gambaran kompetensi spiritual perawat
Sarah Ulliya;
Devi Nurmalia;
Madya Sulisno;
M. Hasib Ardani;
Mustika Suci Susilastuti
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32584/jkmk.v6i1.2031
Perawatan spiritual merupakan salah satu tanggung jawab perawat saat memberikan asuhan keperawatan, tetapi perawat belum sepenuhnya mempertimbangkan aspek tersebut. Hasil studi lalu terhadap 30 pasien di 3 rumah sakit, menunjukkan bahwa sebesar 79% pasien yang dirawat tidak mendapat pendampingan spiritual oleh perawat, perawatan spiritual berada pada kategori kurang baik yaitu sebesar 57,7%, 21% pasien menyatakan mendapat pendampingan spiritual dari pemuka agama. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kompetensi Perawatan spiritual yang dimiliki oleh perawat. Desain penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan metode survei, dengan menggunakan non random sampling; quota, dengan jumlah perawat sebanyak 238 perawat. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner Nurses’ Professional Competence in Spiritual Care yang berjumlah 38 pernyataan. Hasil penelitian dengan nilai rerata 114.15 pada rentang skor minimal 38 sampai maksimal 152. Kompetensi di aspek Assessment and implementation of spiritual care masih cukup rendan diliaht dari nilai reratanya. Dan komponen Human values yang nilai rerata paling tinggi. Beberapa kompetensi perlu ditingkatkan seperti penggunaan instrumen standar dalam mengkaji kebutuhan spiritual pasien, ketersediaan waktu dalam mengidentifikasi kebutuhan spiritual pasien dan keluarga, memberikan laporan tertulis tentang kebutuhan spiritual pasien dan keluarga pasien kepada rekan kerja/kolega, dan pengadaan konseling interdisipliner untuk memberikan perawatan spiritual kepada pasien dan keluarga pasien.