cover
Contact Name
Arief Yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rofiimuhamad@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 26215047     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan (e-ISSN 2621-5047) published by the Indonesian National Nurses Association (INNA) of Central Java. Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan publishes two issues in a year. Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan has been indexed in an international database. This journal publishes articles in the area of leadership in nursing, management of nursing services, and management of nursing care.
Arjuna Subject : -
Articles 82 Documents
Hubungan Motivasi Kerja dengan Kepuasan Kerja Perawat pada Masa Pandemi COVID-19 di Rawat Inap Herry Setiawan; Muhammad Khairul Fikri; Ichsan Rizany; Herry Setiawan
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v5i1.1362

Abstract

Tingkat kepuasan perawat bekerja di Rumah Sakit Daerah Idaman Kota Banjarbaru masih rendah pada masa pandemi COVID-19. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja adalah motivasi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi kerja dengan kepuasan kerja perawat pada masa pandemi COVID-19 di rawat inap RSD Idaman Kota Banjarbaru. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan desain cross sectional. Teknik yang digunakan yaitu stratified random sampling. Sampel terdiri dari 112 perawat pelaksana di rawat inap RSD Idaman Kota Banjarbaru. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan terdapat hubungan yang positif antara motivasi kerja dengan kepuasan kerja perawat pada masa pandemi COVID-19 (p value = 0,0001 < 0,05; r = 570). Motivasi kerja perawat dapat mempengaruhi kepuasan kerja perawat pada masa pandemi COVID-19. Nilai motivasi kerja dan kepuasan kerja perawat pada masa pandemi COVID-19 masih perlu ditingkatkan, terutama kepuasan kerja yang masih dibawah standar minimum kepuasan kerja. Motivasi kerja yang baik dapat meningkatkan kepuasan kerja perawat pada masa pandemi COVID-19.
Hubungan Pengetahuan Perawat dengan Pelaksanaan Patient Safety di RSD Idaman Kota Banjarbaru Herry Setiawan; Ajrina Nurwidya Sari; Herry Setiawan; Ichsan Rizany
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v5i1.1371

Abstract

Upaya yang dilakukan untuk menurunkan insiden keselamatan pasien yaitu dengan pelaksanaan patient safety. Salah satu faktor yang memengaruhi pelaksanaan patient safety yaitu pengetahuan dimana pengetahuan merupakan sesuatu yang diperoleh berdasarkan proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan perawat dengan pelaksanaan patient safety di Instalasi Rawat Inap RSD Idaman Kota Banjarbaru. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain kolerasi menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 79 perawat pelaksana yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner. Analisis data menggunakan uji Spearman’s rho dengan nilai (p-value=0,00, r=0,655**). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan kuat antara pengetahuan perawat dengan pelaksanaan patient safety. Pihak rumah sakit diharapkan dapat mengevaluasi secara langsung pemahaman perawat mengenai patient safety untuk meningkatkan pelaksanaan patient safety sesuai kebijakan rumah sakit.
Tingkat Beban Kerja Perawat Terhadap Kualitas Dokumentasi Asuhan Keperawatan di Rumah Sakit Jiwa Daerah Samarinda Muhammad Oktariq; Edi Sukamto; Arifin Hidayat
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v5i1.1406

Abstract

Pendokumentasian asuhan keperawatan merupakan sarana komunikasi antar petugas kesehatan dalam rangka pemulihan kesehatan pasien, dan tanpa dokumentasi yang benar dan jelas maka pendokumentasian tidak dapat dipertanggung jawabkan. Dalam proses pendokumentasian dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti beban kerja pada perawat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan beban kerja perawat dengan kualitas dokumentasi asuhan keperawatan. Penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional, didapatkan 57 populasi dan 36 sampel menggunakan teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji spearman dan ditemukan bahwa perawat dengan beban kerja berat sebanyak 18 orang (50%), perawat dengan beban kerja ringan sebanyak 18 orang (50%) dan sebanyak 25 orang perawat (69,4%) dengan kualitas dokumentasi asuhan keperawatan baik, 11 orang perawat (30,6%) dengan kualitas dokumentasi asuhan keperawatan tidak baik. Nilai (Sig. 2-tailed) = 0,291 > nilai a = 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara beban kerja perawat dengan kualitas dokumentasi asuhan keperawatan di ruang rawat inap kelas III RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda.
Spiritual Well-Being Perawat Ruang Rawat Inap Di Rumah Sakit X Kota Pontianak Sarah Ulliya; Siska Nurmenasari
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v5i1.1451

Abstract

Perawat harus memahami dan menentukan spiritualitas mereka sendiri sebelumnya, agar dapat memberikan perawatan yang tepat. Belum ada penelitian terkait kondisi spiritual perawat di salah satu rumah sakit X di Kota Pontianak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan spiritual well-being perawat rawat inap di rumah sakit X di Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif survei dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Perawat pelaksana di ruang rawat inap sebesar 167 responden dipilih dengan teknik proportional random sampling. Instrumen yang digunakan berupa data demografi atau karakteristik responden dan 20 pertanyaan instrumen Spiritual Health and Life-Orientation Measure (SHALOM) versi Indonesia dari Fisher. Hasil analisis dari skoring penjumlahan didapatkan nilai spiritual well-being tinggi pada 40,1% responden. Spiritual well-being berdasarkan domain menunjukkan responden yang memiliki tingkat personal swb tinggi sebanyak 33,5%, tingkat communal swb tinggi sebanyak 36,5%, tingkat transcendental swb tinggi sebanyak 38,3%, dan tingkat environmental swb tinggi sebanyak 34,7%. Item dengan mean tertinggi berdasarkan kelasnya ditemukan ‘mendekatkan diri kepada Tuhan’ (Mean=4,73, SD=0,596) pada kelas ideal, ‘beribadah kepada Sang Pencipta’ (Mean=4,34, SD=0,683) pada kelas kenyataan, dan ‘beribadah kepada Sang Pencipta’ (Mean=4,01, SD=0,905) pada kelas bantuan untuk pasien. Kesimpulan: tingkat Spiritual Well-Being perawat di ruang rawat inap secara umum maupun per domain masih lebih banyak termasuk kategori rendah. Dengan kondisi tersebut rumah sakit dapat memfasilitasi perawat mendapatkan modul/pelatihan spiritual serta memfasilitasi perawat dengan sarana dan prasarana ibadah.
Hubungan Beban Kerja Dengan Tingkat Stres Kerja Perawat Di Instalasi Gawat Darurat Puput Risti Kusumaningrum; Esri Rusminingsih; Roby Noor Jayadi
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v5i1.1462

Abstract

Peningkatan jumlah kunjungan pasien menyebabkan peningkatan beban kerja perawat, banyaknya tugas tidak sebanding dengan kemampuan maka akan menjadi sumber stres. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap mutu pelayanan yang dilakukan oleh perawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan beban kerja dengan tingkat stres kerja perawat di Instalasi Gawat Darurat RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 22 orang perawat dengan tehnik purposive sampling. Pengumpulan data beban kerja perawat dilakukan dengan melakukan observasi Time And Motion Study sedangkan data tingkat stres kerja diambil dengan kuisioner Personal Stres Inventory. Hasil penelitian beban kerja perawat didapatkan data perawat dengan beban kerja sedang sebanyak 8 responden (36,4%), dan beban kerja tinggi sebanyak 8 orang (36,4%), sedangkan tingkat stres kerja perawat didapatkan data perawat dengan stres kerja sedang sebanyak 16 responden (72,7 %). Setelah dilakukan analisa data menggunakan korelasi Spearman Rank didapatkan nilai p value sebesar 0.01 lebih kecil dari 0.05 dengan Correlation Coefficient sebesar 0.536. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara Beban Kerja Dengan Tingkat Stres Kerja Perawat Di Ruang IGD RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Saran peneliti perlu adanya poliklinik 24 jam sehingga dapat menurunkan beban kerja perawat IGD sehingga tidak mengakibatkan peningkatan tingkat stres kerja pada perawat
Perawat dan Keselamatan Pasien: Studi Tinjauan Literatur Indrayadi Indrayadi; Nor Afni Oktavia; Meti Agustini
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v5i1.1465

Abstract

Keselamatan pasien merupakan salah satu isu global, terutama saat keberadaan pasien di rumah sakit. Penerapan keselamatan pasien di rumah sakit memerlukan peran perawat sebagai tenaga kesehatan yang paling dominan dan langsung bertemu pasien selama 24 jam, oleh sebab itu perlu melihat sejauh mana peran perawat dalam mencegah insiden keselamatan pasien. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hasil penelitian tentang penerapan keselamatan pasien oleh perawat di rumah sakit. Metode yang digunakan adalah literature review, menggunakan basis data elektronik diidentifikasi dari Pubmed, Google Scholar, Google and Grey literature (National Library of Indonesia) dengan kata kunci: keselamatan pasien, kepatuhan, penerapan keselamatan pasien oleh perawat. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah implementasi keselamatan pasien yang dilakukan oleh perawat, rancangan penelitian adalah kualitatif dan kuantitatif, penelitian menggunakan metode kuantitatif atau kualitatif, makalah empiris berbahasa Inggris atau Indonesia yang dipublikasikan antara tahun 2018-2020. Artikel yang terjaring sebanyak sembilan makalah yang disintesis secara naratif. Hasil ditemukan empat makalah mengenai penerapan keselamatan pasien, satu makalah mengenai penggunaan surgical safety check list, dua makalah mengenai pengurangan risiko infeksi, satu makalah mengenai handover dan satu makalah mengenai pengurangan risiko jatuh. Hasil kajian pustakan ini menemukan berbagai inovasi yang dilakukan oleh perawat dalam menjalankan keselamatan pasien di rumah sakit. Inovasi ini dapat dijadikan acuan bagi rumah sakit sebagai inovasi dalam meningkatkan mutu pelayanan yang mengedepankan keselamatan pasien sebagai aspek kepuasan pasien selama di rumah sakit.
Determinan Kepuasan Perawat Pada Praktik Interprofesional Kolaborasi di Rumah Sakit Yuliana Yuliana; Rr. Tutik Sri Hariyati; Tuti Afriani; Hanny Handiyani; Cori Tri Suryani
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v5i2.1428

Abstract

Praktik kolaborasi memiliki pengaruh yang besar untuk kepuasan pasien dan kepuasan profesi pemberi asuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi determinan kepuasan perawat pada Interprofesional Colaborative Practice (IPCP). Metode penelitian menggunakan studi cross sectional yang dilakukan dari bulan Maret sampai Desember 2021. Kuesioner yang digunakan hasil modifikasi, dan telah dilakukan uji validitas dan reabilitas. Kuesioner Profesional Factor, Organizational factor dan Interactional Factor nilai uji validitas 0.427-0.722 dan uji reabilitas 0.905 dengan butir kuesioner 17 item. Untuk nilai uji validitas kuesioner kepuasan perawat dalam interkolaborasi 0.590 – 0.913 dan uji reliabilitas 0.980 dengan butir kuesioner 31 item. Kuesioner disebarkan kepada 242 perawat yang bersedia mnjadi responden dan memenuhi criteria inklusi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa faktor yang mempengaruhi dan bermakna dengan kepuasan perawat dalam IPCP adalah Faktor Profesional (p=0.001), Faktor Organisasional (p=0.048). Simpulan, Faktor Profesionalpaling berpengaruh pada kepuasan perawat dalam melaksanakan inter kolaborasi dengan profesi lain, Faktor Profesional memegang peran yang sangat besar dalam mengerakkan perawat untuk menguasai kompetensinya agar tujuan asuhan dan pelayanan terhadap pasien dapat dicapai secara efisien dan efektif.
Strategi peningkatan mutu dokumentasi Keperawatan di era pandemi Covid-19 Benedictus Paskalis Dasit; Krisna Yetti; Dyah Fitri Wulandari; Ahsan Ahsan
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v5i2.1491

Abstract

Dokumentasi keperawatan merupakan cerminan proses keperawatan yang diberikan kepada pasien, mulai dari pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan asuhan keperawatan, implementasi hingga evaluasi. Studi ini bertujuan meningkatakan mutu pelaksanan pendokumentasian asuhan keperawatan di ruang rawat inap RS X pada masa pandemi Covid-19. Metode yang digunakan ialah pilot study. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur, survei, observasi dan studi dokumentasi. Proses diawali dengan pengkajian, analisis masalah, menetapkan prioritas masalah, membuat Plan of Action (POA), Implementasi hingga evaluasi. Implementasi berupa penyusunan panduan dokumentasi asuhan Keperawatan, ceklist supervisi kelengkapan dokumentasi keperawatan, promosi panduan diagnosis Keperawatan berbasis Aplikasi Android, dan formulir rencana Asuhan Keperawatan. Hasil studi menunjukan adanya peningkatan yang signifikan pada pelaksanaan dokumentasi keperawatan yaitu peningkatan 5% pada pengkajian, 6.4% pada diagnosis, 30 % pada perencanaan, 27.5% pada implementasi, 15 % pada evaluasi meskipun adanya penurunan sebesar 2% pada aspek catatan keperawatan. Disimpulkan peningkatan mutu pendokumentasian dapat dipengaruhi dengan adanya panduan pendokumentasian keperawatan serta dukungan peran dan fungsi perawat manajer. Studi ini merekomendasikan untuk mengoptimalkan peran supervisi kepala ruangan, mengadakan pelatihan dokumentasi keperawatan dan pengembangan dokumentasi secara terintegrasi kedalam sistem manajemen informasi.
Strategi Pemasaran Pada Masa New Normal di Praktik Keperawatan Mandiri Kota Tasikmalaya Fitri Nurlina; Usman Sas’yari; Komalasari Komalasari; Dwi Ayu Karin
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v5i2.1509

Abstract

Perawat sangat berpeluang untuk mendirikan praktik keperawatan mandiri. Namun dalam pelaksanaannya diperlukan sebuah strategi pemasaran untuk meningkatkan kunjungan pasien, terlebih lagi pasca pandemic covid-19 menyebabkan penurunan jumlah kunjungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran di tempat praktik keperawatan mandiri TNC. Menggunakan mix methode, dengan salmpel 30 responden dan 3 pengelola praktik keperawatan mandiri. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan menggunakan pelayanan, dimana bauran produk terlihat ada pengaruh positif. Dari hasil tersebut didapatkanlah strategi yang dilaksanakan yaitu product life cycle yang terdiri dari 4 tahap. Diharapkan pengelola praktik keperawatan mandiri dapat meningkatkan pemasaran dengan konsistensi yang efektif.
Pelatihan Bedside Handover Dan Conference Meningkatkan Pengetahuan, Kinerja Dan Kepuasan Kerja Perawat Rike Sebrianti Hamdani; Achir Yani; Yustan Adzidin
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v5i2.1537

Abstract

Bedside handover dan conference merupakan bagian komunikasi efektif keperawatan yang berperan untuk meningkatkan kesinambungan asuhan keperawatan dan pasien safety. Pemahaman bedside handover dan conference yang tepat dapat  diperoleh melalui pelatihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang  pengaruh pelatihan bedside handover dan conference terhadap peningkatan pengetahuan, kinerja dan kepuasan kerja perawat.  Metode penelitian ini adalah Pre-post test design with control group. Data diambil sebelum dan sesudah pelatihan  Bedside handover dan conference. Menggunakan  total sampling, setiap kelompok terdiri dari 32 orang. Penelitian menggunakan kuesioner  sebagai instrument dengan univariat dan bivariat analisis. Penelitian menunjukkan Ada pengaruh yang signifikan antara pelatihan bedside handover dan conference terhadap peningkatan pengetahuan, kinerja dan kepuasan kerja  perawat antara sebelum dan sesudah pelatihan pada perawat yang dilatih.  Usia, Jenis kelamin  bukan variabel counfounding  pada peningkatan pengetahuan, kinerja dan kepuasan. Namun lama kerja merupakan variabel counfounding pada peningkatan pengetahuan dan kinerja dan  bukan variabel counfounding pada kepuasan kerja perawat. Bedside handover dan confererence yang dilakukan konsisten  dan tepat terbukti meningkatkan pengetahuan, kinerja dan kepuasan kerja perawat serta diyakini mampu meningkatkan kesinambungan asuhan keperawatan dan keselamatan pasien.