cover
Contact Name
Wilson M.A. Therik
Contact Email
wilsontherik@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.kritis@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Kritis
ISSN : 02154765     EISSN : 25795651     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
KRITIS adalah Jurnal Studi Pembangunan Interdisiplin (Journal of Interdiciplinary Development Studies) yang isinya berkaitan dengan pembangunan sebagai proses multidimensional yang melibatkan reorientasi dan reorganisasi kemasyarakatan secara keseluruhan, yang mencakup penjaminan pilihan-pilihan kebutuhan hidup manusia, penegakan harga diri manusia, dan pembebasan dari penghambaan. KRITIS menerima artikel dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris, terbit dua kali dalam satu tahun (Juni dan Desember)..
Arjuna Subject : -
Articles 138 Documents
FUNDAMENTALISM VERSUS SOCIAL INJUSTICE: POLITICAL ECONOMIC DIMENSION OF THE INDONESIAN FUNDAMENTALISM Lemanto, Eduardus
KRITIS Vol 30 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/kritis.v30i1p79-99

Abstract

Millennium era has been marked off by the horrific alert of the human extermination one of which is in the cutthroat tragedy of 09/11 in 2001, Indonesia is no exception. The series of terrorist attacks and suicide bombings that have recurred almost every year since 2000 behooves the Indonesian stakeholders to giving their very eyes on the roots of the problem. In Karen Armstrong’s viewpoint, the savagery of that extremist attack that slay thousands of people has nothing to do with religion alone, but dominantly also with economic cliff and political havoc in both national and global level. But she also calls to mind that it does not mean that religion has nothing to do with any barbarous acts. The atrocities in the name of religious motives in some aspects are convincingly the constant implications of the imparity of political economy. Terrorism and the similar acts of villainy instigated by the religious ideology are like “rotting fruit” of its main tree, fundamentalism. Fundamentalism is categorized as one of the huge challenges Indonesia has been facing along the post-Reform era. This article examines the problem of the absence of social justice and multidimensional approach of development at all level as the backbones and the determining factors of the emersion of the Indonesian fundamentalism.
KEKUATAN OTOT TANGAN PETANI PADI SEBAGAI SARANA INFORMASI KLINIS DALAM MENGANTISIPASI RISIKO KECELAKAAN KERJA Awang, Johans Kristofel; Wiloso, Pamerdi Giri; Kristiyanto, Wahyu Hari
KRITIS Vol 30 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/kritis.v30i2p101-109

Abstract

Selama ini belum adanya survei (BPS) Badan Pusat Statistik di Kabupaten Sumba Barat terkait data kekuatan otot tangan petani. Tujuan penelitian ini berupa masukan kepada BPS terkait informasi data klinis kekuatan otot petani di Kabupaten Sumba Barat yang dapat dijadikan sebagai acuan bagi petani dalam bekerja guna menekan angka risiko kecelakaan di lingkungan kerja. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara mengukur kekuatan otot tangan petani menggunakan hand-dynamometer yang terhubung pada software logger pro dan memberikan pertanyaan dalam bentuk kuesioner. Penentuan jumlah sampel berdasarkan pendekatan slovin terdapat 398 sampel petani. Hasil penelitian menunjukan bahwa lebih banyak petani laki-laki dibandingkan petani perempuan sebesar 70 %, 72 % petani yang bekerja diatas 8 jam/hari lebih besar dibandingkan petani yang bekerja dibawah 8 jam/hari, masih banyak petani yang mengalami gangguan kesehatan akibat bekerja yaitu 62.8 % dan masih banyak juga petani usia lanjut yang aktif bekerja layaknya petani usia produktif. Peran data kekuatan otot tangan petani padi dapat dijadikan sebagai sumber data informasi klinis kepada Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumba Barat dan juga dapat membantu para petani dalam menyesuaikan kekuatan otot dengan beban kerja guna mengantisipasi risiko kecelakaan kerja.
NILAI-NILAI WIRAUSAHA KARANG TARUNA DALAM MENINGKATKAN PRODUK WIRAUSAHA PERTANIAN LOKAL DI DESA BALESARI Perdana, Adhi Surya; Kurnianti, Apsari Wahyu; Hidayati, Sri; Putri, Indah Riadi
KRITIS Vol 30 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/kritis.v30i2p110-130

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi pola karakter, memahami perilaku, dan mengkaji hubungan karaktersitik dan perilaku kelembagaan karang taruna yang menunjang peningkatan wirausaha produk olahan pertanian. Metode penelitian menggunakan bentuk data faktual (field research), teknik penarikan sampel penelitian dilakukan secara purposive sampling (secara sengaja) pengurus dan anggota karang taruna sejumlah 29 orang. Analisis data penelitian menggunakan analisis statistik korelasi spearman dan alat uji Minitab versi 17. Hasil penelitian yang diperoleh, wirausaha rutin karang taruna kategori lemah yakni memperhatikan pendidikan, usaha, produk, kemauan, rasa percaya diri, orientasi pada hasil dan kategori cukup sumberdaya manusia karang taruna, maka dibutuhkan perhatian khusus terkait pelatihan maupun pendampingan sebagai penunjang kegiatan wirausaha lokal. Wirausaha arbitrase yang selalu mencari peluang dalam melakukan kegiatan wirausaha lokal melalui penemuan dan pemanfaatan (baik) dan kategori lemah berupa pencarian modal, harga, produksi dan keuntungan pasar dalam produk usaha. Wirausaha inovatif terletak pada inovasi produk usaha dan sumberdaya manusia karang taruna. Kesimpulan, karakteristik pengurus dan anggota karang taruna Desa Balesari hanya terkonsentrasi pada jenis kegiatan turunan bidang pelaksana teknis, perilaku lebih memfokuskan pada wisata alam, keagamaan, olahraga, pengabdian kepada masyarakat dan kesenian, dengan kewirausahaan rutin, arbitrase dan inovatif memiliki kekuatan hubungan lemah dan cukup dengan produk wirausaha yang dijalankan hanya makanan kimpul dan kopi Giyanti.
THE RELIGION-DEVELOPMENT DOMAIN OF WAHANA VISI INDONESIA CONCERNING CHILD EDUCATION IN ALOR – EAST NUSA TENGGARA Ismoyo, Petsy Jessy
KRITIS Vol 30 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/kritis.v30i2p166-189

Abstract

This study tries to explain the role of faith-based organizations in achieving Sustainable Development Goals (SDGs) in Indonesia by showing the role of Wahana Visi Indonesia in education. Claiming themselves as Christian Faith-Based Organization that works according to the Christian Faith (Iman Kristen), WVI has huge impact on the sustainable development in Indonesia, including the education. By focusing this study to the case of Wahana Visi Indonesia (WVI), author aims to explain profoundly the effect religious actor has in development, particularly child education in Alor – East Nusa Tenggara. This study uses qualitative methods and literature study as an approach, in which authors did one-on-one interview as data collection technique, and examine through critical analysis to develop initial understanding in specified areas: religion and development and education. On the ground of major role of WVI as faith-based organization in the issue of SDGs, the author will discuss it accordingly in two main analysis as follows, the nexus of faith and development in Wahana Visi Indonesia in education field. Secondly, the author will examine the encounter and engagement that happened between religious actors (national and international), International Organizations, religious-affiliated schools and churches to understand how FBO operates in international development to achieve more effective and efficient in developing advocacy within religious-civil-society in Indonesia. Final result showed that religious is transformational, seen from the dynamic in three levels (macro-level, meso-level, micro-level) which outlined the progress of Wahana Visi Indonesia in intensifying child education in Alor – East Nusa Tenggara. The study concludes that Wahana Visi Indonesia as Faith-Based Organizations has successfully aligned ‘Christian Faith’ without the aim of proselytization in the realm of Child Education, as it works as catalyst of development for which it has influenced people-centered development regarding child education. It proves that WVI is catalyst to development, and study case of Alor – East Nusa Tenggara is an evidence how ‘faith’, ‘dialogue’ and ‘networks in religion-development domain’ has successfully made significant contribution in improving child education.
AKTOR TRANSMIGRASI BURU: STUDI PEMBANGUNAN PERTANIAN OLEH PROGRAM TRANSMIGRASI DI KECAMATAN WAEAPO, KABUPATEN BURU, PROVINSI MALUKU Melwin, Naomi Lesbatta Melwin; Wiloso, Pamerdi Giri; Handayani, Widhi
KRITIS Vol 30 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/kritis.v30i2p131-143

Abstract

Program transmigrasi Buru membawa perubahan pembangunan terhadap Waeapo yang terlihat dari keberhasilan pembangunan yang ditunjukan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk memngetahui aktor transmigrasi dalam pembangunan pertanian oleh program transmigrasi di kecamatan Waeapo, kabupaten Buru, provinsi Maluku dan menjelaskan pembangunan pertanian pada pulau Buru yang dilakukan oleh transmigran dalam kerjasama dengan masyarakat lokal dan pemerintah. Metode penelitian yaitu metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan ada kolaborasi antar aktor, yaitu pemerintah, transmigran, penduduk lokal dan hutan serta teknologi yang digunakan dalam pengembangan sektor pertanian di Kecamatan Waeapo, kabupaten Buru. Hadirnya transmigran dengan bantuan teknologi membawa perubahan terhadap lingkungan Waeapo meliputi alih fungsi hutan sebagai ekosistem alami menjadi ekosistem buatan (sawah). Selain itu, terjadi pula perubahan sosial terjadi seperti pertambahan penduduk, ekonomi, keragaman budaya, tranformasi pangan dan perubahan lingkungan fisik.
THE INSURGENCY OF ADAT, AN IMPEDIMENT TO INDONESIA AS A COMMON PROJECT Tirtosudarmo, Riwanto
KRITIS Vol 30 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/kritis.v30i2p144-165

Abstract

This article traces what is known as adatrechtpolitiek within the contexts of social unrest among the natives inspired by Islam. Adat is a form of identity politics from above and cannot be isolated from the colonial policy to contain the rise of political Islam. As adat posits exclusive and distinct characteristics it is problematic after independence to revive it for social engineering as Indonesia is a common project that is based on equality of its citizens. The main question is therefore whether or not the deployment of adat in the current political development will be an impediment for Indonesia as a common project. Using evidence from several adat communities, this article exposes the impasse of continuing adat politics as only masking real challenges confronted by contemporary Indonesian society. In the current rise of conservative Islam, rehearsing adat as identity politics is dangerous in promoting a divided society. Inclusive citizenship as an embodiment of a common project in which the right of individual and the right of community is accommodated should be the ultimate solution to eradicate inequality and to fulfill social justice.
DIGITAL CIVILITY INDEX DAN KARAKTER BANGSA DALAM WACANA PEMBANGUNAN
KRITIS Vol 31 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/kritis.v31i1p1-16

Abstract

Tulisan ini akan membahas mengenai Digital Civility Index dan hubungannya dengan karakter bangsa dalam wacana pembangunan dari sudut pandang antropologi. Belakangan ini isu mengenai karakter bangsa muncul ke permukaan melalui sebuah hasil penelitian daring yang dilakukan oleh Microsoft. Penelitian tersebut meneliti keberadaban interaksi manusia dalam ruang virtual dan penelitian tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia berada diposisi 29 dari 32 negara yang diteliti. Hal ini menimbulkan polemik dikalangan warga Indonesia yang merasa tersinggung akan hasil tersebut. Secara tidak langsung, hasil penelitian tersebut menggambarkan cerminan dari karakter diri bangsa Indonesia oleh karenanya isu ini menarik untuk ditinjau lebih dalam. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah studi literatur dan pengamatan terhadap berita seputar hasil penelitian dari Microsoft dan responsnya dari masyarakat Indonesia secara daring. Dalam mengkaji isu ini, pertama akan dibahas mengenai alur berita dan dinamikanya dalam masyarakat Indonesia terhadap hasil penelitian tersebut. Kedua akan dipaparkan mengenai konteks dari isu ini melalui sudut pandang antropologi pembangunan. Terakhir akan dijelaskan mengenai wacana pembangunan karakter bangsa yang berkelanjutan dan berbasis komunitas. Melalui tulisan ini penulis berargumen bahwa wacana pembangunan karakter bangsa memerlukan keterlibatan masyarakat serta pemerintah dalam pembangunan sebagai modal untuk menciptakan cerminan bangsa yang lebih beradab.
HIRARKI WILAYAH PRIORITAS PENANGULANGAN KEMISKINAN BERDASARKAN INFRASTRUKTUR DASAR DI KECAMATAN ARGOMULYO, SALATIGA TAHUN 2020
KRITIS Vol 31 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/kritis.v31i1p17-37

Abstract

Angka kemiskinan Kota Salatiga tahun 2016-2019 menunjukkan trend penurunan, namun demikian pada tahun 2020 terdapat kenaikan sebesar 0,18% dari semula 4,76% di tahun 2019 menjadi 4,94% di tahun 2020. Secara eksplisit kemiskinan dapat dipandang dari berbagai sektor, salah satunya sektor infrastruktur dasar. Daerah yang memiliki kelengkapan sistem infrastruktur yang lebih baik seringkali laju pertumbuhan ekonomi dan kesjahteraannya baik pula, sebaliknya jika dibandingkan dengan daerah yang memiliki kelengkapan infrastruktur yang terbatas yang mempengaruhi kesejahteraan masyarakatnya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan hirarkhi wilayah miskin atau pewilayahan kemiskinan berdasarkan aspek infrastruktur dasar, dengan unit kajian Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan prinsip penskalaan (teknik penskalaan/scalling) terhadap variabel variabel penentu kesejahteraan social di bidang infrastruktur dasar yang bbersumber pada Data Terpadu Kesejhateraan Sosial (DTKS) Kota Salatiga Tahun 2020. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Kelurahan Kumpulrejo merupakan wilayah prioritas pertama dalam intervensi program penanggulangan kemiskinan berbasis sektor infrastruktur dasar di Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga Tahun 2020. Wilayah kelurahan yang menjadi Prioritas kedua yaitu Kelurahan Noborejo, Tegalrejo dan Ledok. Sedangkan prioritas ke tiga yaitu di Kelurahan Randuacir dan Cebongan. Pewilayahan berdasarkan sektor infrastruktur dasar tersebut menjadi pijakan usulan atau rekomendasi intervensi program yang relevan.
IDENTITAS DAN MARJINALISASI: ORANG KUBU, ORANG RIMBA, SUKU ANAK DALAM
KRITIS Vol 31 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/kritis.v31i1p59-79

Abstract

This article, through the available literature, explores and problematising the shifting social and cultural identity of a minority ethnic group resided in the Province of Jambi, Sumtara; that at least has three names: Orang Kubu, Orang Rimba and Suku Anak Dalam (SAD). Frrom the changes of their names reveal the pattern of power relation that is historically embedded within their interaction with the major etnic groups and the state. In such an asymetric power relationship contexts researchers, academicians, social activists and state apparatuses; play their important roles as interlocutors and establishes the usage of names according to their own interests. As a minority ethnic group their livelihood which is closely related with tropical forrest environment in Bukit Dua-Belas; have rapidly change as it converse into transmigration areas and palm oil plantations. The weak postion in relation to the dominant ethnic groups and the state, the proses of marginalisastion occured in the interaction. The prospek of this vunarable ethnic minority group is bleak and their future only be saved through the proper affirmation action from the state.
STIGMA DIANTARA REPUBLIK MALUKU SELATAN “RMS”: PEMBANGUNAN DAN DEMOKRASI DI MALUKU
KRITIS Vol 31 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/kritis.v31i1p39-58

Abstract

Pengintegrasian negara bagian Republik Indonesia Serikat ke Republik Indonesia termasuk Negara Indonesia Timur memicu gerakan kemerdekaan oleh Dr. Ch Soumokil dengan memproklamasikan Republik Maluku Selatan (RMS) 1950. Meskipun telah berhasil dikalahkan tahun 1966 namun stigma mengenai RMS masih melekat dan diasosiasikan dengan budaya Maluku. Stigma yang masih melekat ini kemudian menguat pada saat hadirnya kembali isu RMS sewaktu terjadinya konflik kemanusiaan 1999. Salah satu factor yang menjadi pemicu bangkit kembali gerakan ini adalah ketidakpuasan terhadap negara selama Soeharto berkuasa 32 tahun. Batalnya beberapa proyek pembangunan nasional hingga protes masyarakat yang dituduh bagian dari Gerakan RMS menjadi tantangan demokrasi di Maluku. Demokratisasi di masa reformasi telah memberikan ruang bagi masyarakat yang tadinya terbungkam untuk mengekspresikan ketidakpuasan mereka melalui aksi-aksi melawan pemerintah. Kemunculan RMS menguji seberapa jauh kualitas demokrasi masyarakat terhadap pembangunan manusia di Maluku.

Page 8 of 14 | Total Record : 138