cover
Contact Name
Rizky Mulya Sampurno
Contact Email
rizky.mulya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
j.teknotan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian
ISSN : 19781067     EISSN : 25286285     DOI : -
Core Subject : Education,
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian, merupakan publikasi ilmiah kerjasama antara Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (FTIP UNPAD) dengan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA) Cabang Bandung. Jurnal ini diterbitkan 2 kali setahun (1 Volume, 2 Nomor penerbitan) dalam upaya menyebarluaskan ide-ide konseptual dan/atau hasil-hasil penelitian dan penerapan serta pengembangannya dalam bidang ilmu keteknikan dan teknologi pertanian dalam arti luas (pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan), khususnya pertanian tropika dan ilmu hayati. Penulis naskah/artikel jurnal adalah civitas academika, peneliti dan praktisi serta anggota perhimpunan/organisasi professional dari semua disiplin dan terbuka bagi umum yang menaruh minat dalam bidang ilmu terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2014)" : 10 Documents clear
KAJIAN POTENSI ANTIMIKROBA DAN FITOKIMIA EKSTRAK BUAH KETAPANG BADAK (Ficus lyrata Warb) SEBAGAI PENGAWET ALAMI Dwi Wahyudha Wira; Mohammad Djali; Roostita L. Balia
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenis pelarut yang efektif untuk mengekstraksi senyawa anti-mikroba (agen pengawet alami) pada buah ketapang badak (Ficus lyrata Warb)  perlu diidentifikasi. Kajian dilakukan dengan metode ekstraksi maserasi dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Dalam proses ekstraksi maserasi digunakan 3 jenis pelarut (air, etanol 70 %, dan etil asetat) untuk mengekstrak senyawa metabolit sekunder seperti fenol, flavonoid dan tanin (senyawa anti mikroba) yang diketahui memiliki efek menghambat perkembangan bakteri penyebab penurunan kualitas produk pangan. Efeknya diujikan kepada 3 jenis bakteri uji, yaitu; Pseudomonas aeruginosa, Eschericia coli, dan Bacillus subtilis. Hasil studi mengindikasikan terbentuknya zona bening pada media tes yang membuktikan bahwa ekstraksi dari buah ketapang badak memang memiliki aktivitas anti-mikroba. Etil asetat terbukti lebih banyak melarutkan flavonoid (13,6 mg/L) daripada air (12,73 mg/L) atau etanol 70 % (13,13 mg/L), sehingga lebih efektif dalam menghambat perkembangan ketiga bakteri uji. Selain itu, flavonoid memiliki diameter penghambat berturut-turut lebih tinggi 2,97 mm, 4,70 mm, dan 5,98 mm daripada Pseudomonas aeruginosa, Eschericia coli; dan Bacillus subtilis. Berdasarkan uji kualitatif dan kuantitatif, senyawa dominan yang dimiliki ekstrak buah ketapang badak  adalah tannin (27, 5 mg/l - 38.75 mg/l) dan senyawa fenolik (28.5 - 38,25 mg/l). Tingginya konsentrasi metabolit sekunder, terutama tanin, flavonoid dan senyawa fenol, menjadikan buah ketapang badak potensial digunakan sebagai bahan baku anti mikroba alami. Kata kunci:  pelarut, ekstraksi, buah Ketapang badak, anti-mikroba,  pengawet alami
ANALISIS ERGONOMI DAN ANALISIS BIAYA EKSTRAKTOR SARI BUAH JAMBU BIJI Totok Herwanto; Muhammad Saukat; Irfan Fauzi
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekstraktor sari buah jambu telah dirancang untuk meratifikasi 53.200 ton produksi tahunan jambu Indonesia yang kurang termanfaatkan. Namun analisis rancangan ergonomik dan biayanya belum terungkap.  Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif untuk mengungkap kinerja ergonomik dan biayanya. Hasil dari aspect antropomeri menunjukkan bahwa ekstraktor ini sesuai dengan standar antropomerik operasi untuk operator setinggi 162 cm yang memiliki nilai indeks angkat (NIA) lebih dari satu (NIA >1). Namun dengan nilai kebisingan antara 89,87-91,58 db ekstraktor ini tidak memenuhi syarat standar. Sebaliknya, analisis biayanya menunjukkan bahwa ekstraktor ini secara ekonomis wajar dengan nilai NPV, IRR, dan BCR berturut-turut Rp 16.251.680,51; 34,77%, dan 1,23, di mana  waktu pengembalian investasi tercapai pada tahun ketiga. Kata kunci: ekstraktor jus jambu, analisis ergonomik dan biaya
PENGARUH IMBANGAN TEPUNG TALAS (Colocasia esculenta (L.) Schott) DAN TAPIOKA (Manihot Utilissima) TERHADAP KARAKTERISTIKA MUFFIN Marleen Herudiyanto; Rossi Indiarto; Uus Usniroh
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tepung talas yang rendah gluten dengan campuran tepung tapioka untuk pembuatan muffin perlu dipersiapkan sebagai penganan harian yang dapat menghambat peningkatan jumlah penderita autis di Indonesia. Penelitian dilakukan untuk menentukan imbangan yang tepat antara tepung talas dan tepung tapioka terhadap beberapa karakteristik muffin yang dihasilkan. Metode eksperimen digunakan dengan rancangan acak kelompok dalam 5 ulangan pada 5 perlakuan imbangan tepung talas dan tapioka, yaitu; A = 90:10, B = 80:20, C = 70:30, D = 60:40 dan E = 50:50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan B menghasilkan muffin dengan karakteristik terbaik yaitu pengembangan volume 216,7 %, firmness 922,36 gF. Hasil organoleptik uji hedonik terhadap kenampakan keseluruhan 3,8, citarasa 3,67, mouthfeel 4,20, warna crust 4,07, warna crumb 4,13 (kisaran skor kesukaan dinilai 1(sangat tidak suka) sampai 5 (sangat suka). Hasil pengujian proksimat adalah kadar air 30,14 %, kadar abu 2,55 %, kadar lemak 14,42 %, kadar karbohidrat 47,68 %, kadar protein 5,21 % , kadar serat 1,19 % dan rendemen 86,50 %.Kata kunci: imbangan tepung talas-tapioka, autis, karakteristika muffin
PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS PABRIK PADA UNIT PENGOLAHAN KOPI DI SIDOMULYO, KECAMATAN SILO, KABUPATEN JEMBER Hamid Ahmad; Taufiq Rahman
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa model alternatif perancangan tata-letak fasilitas pabrik pada unit pengolahan kopi perlu dilakukan dalam peningkatan efisiensi dan produktivitas pabrik kopi di Sidomulyo. Metode deskriptif digunakan dengan analisis tata-letak dan perbandingan berpasangan (software POM for Window Layout analysis and Pairwise Comparisson type) untuk menentukan biaya transportasi aliran bahan, waktu tempuh aliran bahan, dan waktu operasi pengolahan. Sebagai perbandingan, tata-letak awal digunakan sebagai parameter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi dan produktivitas tertinggialiran bahan  tercapai pada biaya transportasi terendah (Rp 710,66) dengan waktu tempuh aliran bahan terpendek (71,02 detik), dan waktu operasi pengolahan bahan tersingkat (26,14 jam). Kata kunci: kopi, biaya transportasi, POM for Windows   
APLIKASI AIR BEROZON DALAM MEREDUKSI MIKROBA DAN RESIDU PESTISIDA KUBIS BUNGA (Brassica oleracea L.) DIOLAH MINIMAL Imas Siti Setiasih; Roni Kastaman; Siti Nurhasanah; Darkam Musaddad; In-In Hanidah
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umumnya kubis bunga dipasarkan dalam bentuk kuntum bunga beserta bagian daunnya.  Pada kondisi ini kurang dari 50% yang dapat dimakan dan sisanya menjadi sampah. Dalam proses pengangkutannya, kubis bunga membutuhkan biaya penyimpanan dan ruang pengangkutan yang besar, serta sering ditemukan serangga, makro, dan mikroorganisme  lainnya di bagian kelopak bunga. Pelukaan akibat pemotongan dapat meningkatkan proses metabolisme bahan dan memicu kontaminasi mikroorganisme yang akan mempercepat senesensi atau kebusukan. Salah satu upaya untuk menanggulangi masalah tersebut adalah dengan melakukan pengolahan minimal. Upaya desinfestasi disertai teknik pengemasan dan pengaturan suhu penyimpanan yang sesuai akan dapat mengeliminir pemicu kerusakan tersebut. Ozon merupakan desinfektan alami yang selain dapat mereduksi mikroorganisme juga dapat mereduksi polutan seperti residu pestisida, aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara konsentrasi ozon dan lama perendaman terhadap beberapa karakter mutu dan keamanan kubis bunga diolah minimal (KBDM) tidak terjadi. Secara mandiri, perendaman KBDM dalam air berozon konsentrasi 1 ppm dan lama perendaman 5 menit merupakan perlakuan yang berpengaruh baik terhadap jumlah total mikroorganisme dan penurunan residu pestisida. Bila dibandingkan dengan yang tidak direndam (kontrol), perlakuan perendaman dalam air berozon konsentrasi 1 ppm mampu mereduksi total mikroorganisme sebesar 45,30% dan mereduksi pestisida sebasar 46,30%. Kata kunci : ozon, kubis bunga, pengolahan minimal
KUALITAS AIR, KEMATANGAN GONAD, DAN KEBERLANGSUNGAN HIDUP POPULASI SIMPING DARI PERAIRAN KRONJO Yonvitner -; Isdradjad Setyobudiandi
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reproduksi dan pola perkembangan stadia simping perlu dipelajari untuk mengetahui tingkat kelimpahan larva, spat dan populasi dewasa yang di dukung oleh kualita air yang baik.  Metoda deskriptif digunakan dalam penelitian yang dilakukan di perairan Kronjo selama 3 bulan dengan interval pengamatan setiap bulan.  Data yang dikumpulkan mencakup data kualitas air dan data kematangan gonad simping, kelimpahan dan kepadatan simping. Selama penelitian kondisi kualitas lingkungan tergolong baik dan mendukung kehidupan populasi simping, kecuali TSS yang relatif tinggi. Hasil pengamatan menunjukkan tingkat kelimpahan relatif sama (1 :1), namun ukuran kematangan gonad dan tingkat survival larva lebih rendah.  Kelimpahan larva, spat dan dewasa juga tidak berbeda antar lokasi pengamatan, namun  larva simping yang bertahan hanya 0,08-0,27 % saja. Populasi dewasa relatif stabil dibandingkan dengan lainnya.  Kondisi ini menunjukkan bahwa walau kondisi di perairan sesuai, namun sudah tidak mampu meningkatkan tingkat kelangsungan hidup larva simping. Kata kunci : simping, kualitas air, kematangan gonad, keberlangsungan hidup, Kronjo
PENGARUH APLIKASI HIDROGEL TERHADAP BEBERAPA KARAKTERISTIK TANAH IMPACT OF HYDROGEL APPLICATION ON SOME SOIL CHARACTERISTICS Abraham Suriadikusumah
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh aplikasi hidrogel terhadap beberapa sifat atau karakteristik tanah : kadar air, stabilitas agregat, porositas makro, dan kandungan C-organik. Penelitian dilakukan pada bulan September sampai dengan November 2013 di rumah kaca dan laboratorium fisika dan kimia tanah Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran dengan ketinggian tempat ± 700 m di atas permukaan laut. Penelitian ini ditata dalam satu rancangan dasar berupa Rancangan Acak Kelompok yang meliputi 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan tadi adalah: dosis hidrogel 0 gr polybag-1 (H0), dosis hidrogel 100 gr polybag-1 (H1), dosis hidrogel 200 gr polybag-1 (H2), dan dosis hidrogel 300 gr polybag-1 (H3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi hidrogel berpengaruh nyata terhadap hampir semua variabel yang diamati (stabilitas agregat, porositas makro, dan C-organik), akan tetapi aplikasi hidrogel tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air tanah.Kata kunci: hidrogel, kadar air, stabilitas agregat, porositas makro, C-organik
PENYEDIAAN AIR BERSIH DAN SEHAT DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PENYARING AIR SEDERHANA DI DESA PULAU KABAL KABUPATEN OGAN ILIR SUMATERA SELATAN Hilda A. a; Mirna F. f; Puspitahati -
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyediaan air bersih dan sehat untuk masyarakat desa Pulau Kabal belum dapat dilayani oleh PAM. Karena itu telah dilakukan  pelatihan pembuatan dan pengoperasian alat penyaring air sederhana yang dirancang untuk keperluan rumah tangga. Kegiatan ini dilakukan dengan metode observasi lingkungan, penyuluhan, penerapan alat dan uji laboratorium. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa kualitas air yang disaring menggunakan alat penyaring air sederhana menjadi lebih baik, yaitu: Untuk air sumur diperoleh PH 7,1 , TDS 0,6 mgL-1, Ammonia 0,098 mgL-1, dan DO 2,32 mgL-1. Sedang untuk air kanal adalah PH 6,5 , TDS 3,4 mgL-1, Ammonia 0,013 mgL-1, DO 3,16 mgL-1, Dalam pengoperasiannya, alat penyaring sederhana ini mudah dioperasikan dengan biaya relatif murah, dan cocok diterapkan di Desa Pulau Kabal dan sekitarnya. Kata kunci : air bersih, alat penyaring air sederhana
KINETIKA PERUBAHAN KADAR AIR KACANG GORENG SELAMA PENYIMPANAN Dewi Maya Maharani; Nursigit Bintoro; Budi Rahardjo
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan kadar air berpengaruh terhadap kualitas kacang goreng. Fenomena ini perlu diprediksi, agar strategi pengemasan dan penyimpanan kacang goreng dapat ditentukan. Metode penelitian dilakukan melalui pengembangan model matematis perubahan kadar air kacang goreng selama penyimpanan. Variasi perlakuannya adalah lamanya pemanasan minyak, yaitu; 0, 1, 2 dan 3 jam, dan variasi rasio volume kacang terhadap volume kemasan, yaitu; 0,17; 0,38 dan 0,59. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama pemanasan minyak, maka semakin besar konstanta laju perubahan kadar air kacang goreng. Semakin besar rasio volume kacang terhadap kemasan, maka semakin kecil konstanta laju perubahan kadar air kacang goreng. Persamaan prediksi kadar air kacang goreng dengan batasan angka peroksida minyak awal (Pm) sebesar 4,87 sampai 13,41 meq/kg dan rasio volume kacang dengan kemasan (Rs) sebesar 0,17 sampai 0,59 adalah: M(t)= [(Mo-Me) +Me]. Kata kunci: kadar air, model matematis, kacang goreng, penyimpanan
BIOKONVERSI SAMPAH ORGANIK DENGAN METODE VERMICOMPOSTING (STUDI KASUS PT SARI ATER, SUBANG-JAWA BARAT) Siti Hanggita Rachmawati j; Tb. Benito A. Kurnani; Dadi Rusendi
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akumulasi sampah organik pada suatu industri pariwisata menimbulkan permasalahan estetik berupa bau dan ketidaknyamanan dipandang mata. Sampah organik ini dapat diolah dengan metode vermicomposting yang memanfaatkan pengaruh padat tebar cacing tanah jenis Lumbricus rubellus pada proses vermicomposting  terhadap konversi sampah restoran dan potongan rumput hingga menjadi kompos. Metode eksperimen dilakukan berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pada lima variasi perlakuan yang diulang lima kali, yaitu; Perlakuan A (tanpa cacing sebagai kontrol), B (dengan cacing sebanyak 1,5 kg/m2), C (dengan cacing 2 kg/m2),D (dengan cacing 2,5 kg/m2), dan E (dengan cacing 3 kg/m2). Selanjutnya dilakukan perhitungan persentase selisih kompos sebelum dan sesudah berlangsungnya proses komposting berdasarkan basis basah. Data dianalisis secara statistik dengan analisis keragaman, dilanjutkan dengan uji Duncan bila berpengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan padat tebar yang diberikan dalam proses vermicomposting berpengaruh sangat nyata terhadap biokonversi sampah restoran dan potongan rumput hingga menjadi kompos.  Perlakuan C (jumlah cacing sebanyak 2 kg/m2) menghasilkan nilai biokonversi yang paling optimum dan  secara statistik berbeda sangat nyata dengan empat perlakuan lainnya. Kata kunci: sampah organik, vermicomposting, biokonversi

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2014 2014