cover
Contact Name
Rizky Mulya Sampurno
Contact Email
rizky.mulya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
j.teknotan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian
ISSN : 19781067     EISSN : 25286285     DOI : -
Core Subject : Education,
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian, merupakan publikasi ilmiah kerjasama antara Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (FTIP UNPAD) dengan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA) Cabang Bandung. Jurnal ini diterbitkan 2 kali setahun (1 Volume, 2 Nomor penerbitan) dalam upaya menyebarluaskan ide-ide konseptual dan/atau hasil-hasil penelitian dan penerapan serta pengembangannya dalam bidang ilmu keteknikan dan teknologi pertanian dalam arti luas (pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan), khususnya pertanian tropika dan ilmu hayati. Penulis naskah/artikel jurnal adalah civitas academika, peneliti dan praktisi serta anggota perhimpunan/organisasi professional dari semua disiplin dan terbuka bagi umum yang menaruh minat dalam bidang ilmu terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 383 Documents
PENGGUNAAN BUDGET MODEL UNTUK MERANCANG IRIGASI KALENDER TANAMAN JAGUNG PADA TANAH TEKSTUR LEMPUNG BERPASIR UNTUK DAERAH IKLIM PALEMBANG Bakri dan Momon Sodik Imanudin
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kebutuhan air tanaman lahan kering serta penjadwalan irigasi. Sebagai indikator tanaman, digunakan tanaman jagung ntuk simulasi komputer.  Data iklim harian diambil dari Stasiun Kenten Palembang.  Neraca air di bawah  zona akan dianalisis menggunakan bantuan model komputer BUDGET. Jenis tanah adalah ultisol adalah dengan tekstur tanah lempung liat berpasir di bagian atas dan di lapisan bawah adalah liat. Beberapa skenario diuji pada musim peralihan, musim basah dan kering. Hasil analisis model komputer menunjukkan bahwa tanaman jagung pada musim hujan tidak memerlukan irigasi. Untuk periode peralihan (Maret sampai Mei) diperlukan irigasi di fase pembungaan, dengan total kebutuhan air 76, 5 mm. Analisis di musim kemarau (Mei-Juli) diperlukan 198 mm air irigasi. Penjadwalan aplikasi irigasi adalah  sebanyak 9 kali dengan interval setiap 7 - hari pada masa 10 hari pertumbuhan awal, tengah dan akhir. Kata kunci: hemat air, tanaman jagung, irigasi kalender, model BUDGET
FITOREMEDIASI TANAH TERCEMAR LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DENGAN MENGGUNAKAN TANAMAN AKAR WANGI (Vetiveria zizanioides L.) TERHADAP pH TANAH, Pb TOTAL TANAH DAN SERAPAN Pb DALAM TANAMAN Chaerul Wahidin; Edy Suryadi; Wagiono -
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fitoremediasi dengan mekanisme fitoekstraksi dipandang sebagai suatu usaha pembersihan jangka panjang, yang membutuhkan banyak musim tanam untuk mengurangi kandungan logam berat dari tanah tercemar. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari kemampuan tanaman akar wangi dalam menyerap Pb dan mengetahui lama tanam yang mengakumulasikan Pb terbesar pada tanaman akar wangi yang ditanam pada tanah sawah yang terpapar air limbah industri tekstil.Penelitian dilaksanakan di rumah kaca kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Jatinangor pada bulan Februari sampai Mei 2010, dengan mengambil contoh tanah tercemar dari kampung Babakan Jawa Desa Bojong Loa Kecamatan Rancaekek. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan mencoba 5 perlakuan lama tanam yaitu 20 hari, 40 hari, 60 hari, 80 hari, 100 hari dan masing-masing diulang 5 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akar wangi dapat menyerap Pb dari tanah sawah yang terpapar air limbah industri tekstil dan mengakumulasikannya terbesar pada bagian akar. Perlakuan lama tanam memberikan pengaruh yang nyata terhadap pH tanah, serapan Pb dalam batang dan daun tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan Pb total dalam tanah dan serapan Pb dalam akar. Kisaran serapan Pb dalam bagian tanaman akar wangi yaitu akar berkisar 1,80-3,03 ppm; batang berkisar 0,24-2,43 ppm dan serapan Pb dalam daun berkisar 0,16-0,53 ppm. Kata kunci : Fitoremediasi, Timbal, Akar wangi, Lama tanam
INVENTARISASI EKTOPARASIT PADA BENIH NILEM (Osteochilus hasselti) DARI GARUT, JAWA BARAT Ike Rustikawati; Walim Lili; Rosidah -
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui ektoparasit pada  stadia  benih ikan nilem (Osteochillus hasselti) yang terdapat di Pasar Ikan  Tarogong, Garut, Jawa Barat  . Pengamatan menggunakan metode deskriptif, dengan mengamati bagian  sisik/kulit, sirip dan insang ikan. Sampel diambil sebanyak 200 ekor  dari mulai bulan Juni sampai dengan bulan September 2007.Hasil menunjukkan bahwa ektoparasit yang ditemukan terdiri dari dua filum yaitu Protozoa (77%) dengan lima genus yaitu  Ichthyophthirius sp (36,16%), Trichodina sp (22,20%), Trichodinella sp (4,65%), Myxobolus sp ( 3,32%), Epistylis sp (0,07%)  dan filum Helminthes (23%) yang terdiri dari tiga genus yaitu Dactylogyrus sp (29,27%), Gyrodactylus sp (3,20%), Transversotrema sp (0,03%), dengan intensitas 55,48  dan Prevalensi 77%. Kata kunci: Ektoparasit, Benih nilam
MODIFIKASI MODEL HIDROGRAF ALIRAN PERMUKAAN WOODING UNTUK DAERAH ALIRAN SUNGAI DI DAERAH TROPIS Wagiono -; Nurpilihan Bafdal; Ramdhon Bermanakusumah; Chay Asdak
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan model hidrograf debit aliran permukaan yang dimodifikasi dari model Wooding, untuk kejadian hujan di daerah tropis, luas DAS yang lebih besar dan diharapkan lebih baik tingkat ketelitiannya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Desember 2004.Percobaan kalibrasi model telah dilakukan pada  plot percobaan berbentuk ellips dengan panjang sumbu pendek 2,0 m  dan sumbu panjang 3,0 mdi Jatinangor untuk memperoleh parameter yang akan memberikan estimasi hasil hidrograf terbaik, dan validasi model untuk menguji keandalan model pada skala DAS  di sub DAS Cigulung seluas 36,8 km2 dan sub DAS Cikapundung Maribaya seluas 76,7 km2.          Hasil kalibrasi plot percobaan mendapatkan η (koefisien detention) terpakai sebesar - 0,5 dan pengujian keandalan model definitif menunjukkan hidrograf debit aliran permukaan yang dihitung dengan menggunakan model definitip  tidak berbeda nyata pada tingkat kepercayaan 95% terhadap hidrograf debit aliran permukaan hasil pengukuran lapangan. Sedangkan analisa sensitivitas menunjukkan perubahan luas DAS dan intensitas hujan akan berpengaruh terhadap hasil perhitungan debit aliran permukaan model. Kata kunci: Hidrograf aliran permukaan  
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PENGEMBANGAN USAHA KECIL MENENGAH (UKM) NATA DE COCO DI SUMEDANG, JAWA BARAT Parama Tirta Wulandari Wening Kusuma; Dadang D. Hidayat; Novita Indrianti
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis kelayakan finansial dilakukan untuk membantu UKM Aneka Sari menelaah kelayakan usaha pengembangan Nata De Coco yang akan dijalankan. Beberapa hal yang dikaji dalam analisis ini antara lain adalah biaya investasi dan produksi, harga pokok penjualan, dan kriteria kelayakan usaha yang meliputi Break Even Point (BEP), Net Present Value (NPV), Payback Period (PP), Incremental Rate of Return (IRR) dan Benefit-Cost Ratio (BCR). Hasil perhitungan menunjukan bahwa kelayakan finansial UKM Aneka Sari. akan tercapai pada BEP dengan mpenjualan produk Nata De Coco sebanyak 15.560 kg atau senilai Rp. 21.783.556 setiap bulannya; NPV senilai Rp 119.278.467,41; Payback Periode selama 2 tahun 9 bulan; IRR senilai 71,2 % ; BCR 1.13 di pada tahun pertama dan 1,45 pada tahun kedua dan ketiga. Kata kunci: Pengembangan UKM, Analisis kelayakan finansial, Kriteria kelayakan      
Modifikasi dan Uji Kinerja Implement Rotavator untuk Mencacah Serasah dan Tunggul Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) untuk Ratoon Tubagus Irfan Khiari; Musthofa Lutfi; Gunomo Djoyowasito
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 14, No 1 (2020): TEKNOTAN, Agustus 2020
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol14n1.4

Abstract

Tebu merupakan salah satu komoditi unggulan yang ada di Indonesia, industri perkebunan tebu di Indonesia memiliki luas 420,146 hektar. Penanganan serasah sisa panen tanaman tebu di Indonesia selama ini dilakukan dengan cara dibakar. Hal ini menimbulkan lebih banyak kerugian. Oleh karena itu dilakukan modifikasi untuk merubah bajak rotari menjadi trash mulcher untuk mencacah serasah tebu. Untuk mengetahui hasil kualitas dari pencacahannya dilakukan pengukuran berat panjang serasah, persentase hasil pencacahan, dan persentase perubahan ketinggian tumpukan. Dilakukan juga pengukuran kapasitas dan efisiensi lapang, konsumsi bahan bakar dan slip roda untuk menentukan kinerja implement. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan hasil caahan berada pada kategori kualitas kurang baik dan perlakuan yang memunjukkan hasil paling baik adalah perlakuan dengan kecepatan maju traktor 4,13 km/jam. Pengujian analisi statis struktural yang meliputi deformasi total dan tegangan von mises dilakukan dengan menggunakan software ANSYS dengan material mild steel.  Nilai total deformasi pada desain sebelum dan sesudah modifikasi adalah 0,494 mm dan 0,052 mm. Sementara nilai tegangan von mises pada desain sebelum dan setealah modifikasi didaptakan sebesar 416,78 MPa dan 77.02 MPa. 
PENDUGAAN UMUR SIMPAN SIRUP DAN MINUMAN CUP JERUK SAMBAL (Citrus amblycarpa) Heny Herawati; Dian Histifarina
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendugaan umur simpan sirup dan minuman kup dapat menghemat waktu dan biaya. Penelitian bertujuan untuk menentukan umur simpan sirup dan minuman cup jeruk sambal. Metodologi pendekatan yang dilakukan adalah persamaan Arhenius melalui kegiatan analisis umur simpan dari minuman jeruk sambal. Pada awal kegiatan, penentuan umur simpan didasarkan pada hasil TPC (Total Plate Count) dengan masa inkubasi pada 3 suhu kondisi penyimpanan (suhu ruang, suhu 30ºC dan suhu 40 ºC). Berdasarkan hasil analisa terhadap sampel sirup tersebut diketahui bahwa penentuan umur simpan dengan menggunakan analisis TPC tidak memperoleh hasil yang baik, hal ini disebabkan penentuan umur  simpan dengan menggunakan metode akselerasi. Penentuan umur simpan sirup jeruk sambal berdasarkan hasil analisa pH diperoleh hasil untuk suhu ruang selama 8.93 minggu dengan nilai R2 0.9429, suhu 30ºC 6.35 minggu dengan nilai R2 0.9657 dan suhu 40ºC 5.57 minggu dengan nilai R2 0,9181. Penentuan umur simpan sirup jeruk berdasarkan parameter aw pada suhu ruang 2.83 minggu dengan nilai R2 0.9929, suhu 30ºC 2.28 minggu dengan nilai R2 0.9764 dan suhu 40ºC  1.80 dengan nilai R2 0.9634. Kata kunci: Umur simpan, Minuman, Jeruk sambal
FACTORS INFLUENCING BACTERIOCIN PRODUCTION OF LACTOCOCCUS SPECIES ISOLATED FROM PROCESSED MEAT Yurliasni -
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakteriosin yang dihasilkan oleh  spesies Lactococcus hasil isolasi dari daging olahan, secara biokimia hampir sama dengan  spesies Lactococcus lactis subsp. lactis dan menyerupai nisin. Bakteriosin ini juga mempunyai kemampuan antimikroba  yang sama dengan nisin dengan rentang yang luas melawan bakteri patogen dan bakteri perusak Gram-positif. Ketiga bakteri ini dapat tumbuh pada suhu 4 - 40ºC, membelah diri dan dapat menghasilkan sejumlah besar  bakteriosin apabila ditumbuhkan pada suhu 30ºC selama 16 jam. Bakteriosin yang dihasilkan dapat digunakan pada makanan yang disimpan pada suhu rendah  dengan harapan mempunyai masa simpan  4 – 8 minggu. Selama penyimpanan bakteri UW1, UW2 dan UW3 akan menghasilkan bakteriosin dan mengontrol pertumbuhan bakteri patogen dan bakteri perusak yang dapat tumbuh pada suhu rendah. Kata kunci : Bakteriosin, Isolat, Biopreservatif
PENGARUH PELILINAN DAN SUHU PENYIMPANAN TERHADAP UMUR SIMPAN DAN KUALITAS BUAH STROBERI (Fragaria nilgerrensis L.) Sudaryanto -; Dedi Prijatna; Laij Mariani; Doddy A. Darmaja
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelilinan merupakan salah satu teknik penyimpanan dengan prinsip menutup sebagian (+ 50 %) pori-pori permukaan buah dan sayuran. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk memperpanjang umur simpan buah stroberi yang telah dipanen, dengan metode pelilinan pencelupan, pada suhu penyimpanan dan pelapisan lilin lebah dengan konsentrasi tertentu. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kimia dan Laboratorium Pangan, Bagian Pascapanen, Balai Besar Pengembangan Teknologi Tepat Guna (B2P TTG) – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Subang. Metode penelitian yang digunakan adalah Experimental Method meliputi rancangan perlakuan, rancangan percobaan, rancangan analisis, dan rancangan respon. Rancangan perlakuan terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu konsentrasi lilin (A) terdiri dari tiga taraf : 0 %, 2 %, dan 4 %. Faktor kedua yaitu suhu penyimpanan (B) terdiri dari tiga taraf : 10˚C, 15˚C, dan 30˚C. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor dan tiga ulangan yang dianalisis dengan uji F dan ujiDuncan. Respon yang diamati susut bobot, kadar air, laju respirasi, kekerasan buah, kadar vitamin C, dan mutu organoleptik (penampakan, tekstur, warna, dan rasa) pada buah stroberi. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya interaksi antara konsentrasi lilin dan suhu penyimpanan yang berpengaruh terhadap kadar air, laju respirasi, kekerasan buah, dan kandungan vitamin C buah stroberi selama penyimpanan 10 hari, sedangkan terhadap susut bobot tidak terjadi interaksi. Faktor konsentrasi lilin dan suhu penyimpanan, masing-masing berpengaruh nyata terhadap susut bobot, kadar air, laju respirasi, kekerasan buah, dan kandungan vitamin C buah stroberi. Perlakuan yang dianjurkan untuk pelilinan buah stroberi adalah konsentrasi lilin 4 % dan suhu penyimpanan 10°C menghasilkan nilai rata-rata susut bobot sebesar 47,09 %, kadar air sebesar 78,20 %, laju respirasi sebesar 19,90 %, kekerasan buah sebesar 7,79 mm/det, vitamin C sebesar 184,13mg/100g, dan nilai rata-rata mutu organoleptik terhadap penampakan sebesar 3,9; tekstur 4,1; warna 4,0 dan rasa 3,1. Kata kunci : Fragaria nilgerrensis, L., Stroberi, Pelilinan, Konsentrasi lilin, Suhu penyimpanan
PENGARUH SUHU TERHADAP DAYA REKAT ALUMINIUM FOIL UNTUK KEMASAN Mukhammad Angwar dan; Asep Nurhikmat
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses sterilisasi dilakukan pada kondisi suhu dan tekanan tinggi  sering menyebabkanmenurunnya daya rekat kemasan dari alumunium foil yang mempercepat kadaluwarsaproduk pangan yang dikemasnya. Penelitian  menggunakan metode deskriptif  eksperimentil telah dilakukan pada suhu ber-beda untuk mengetahui daya rekat kemasan alumunium foil. Pengamatan dilakukan terhadap daya rekat 2 sampel kemasan alumunium foil (Sampel A dan B), yang diperlakukan pada suhu 160 dan 170 °C dan direkatkan selama 5 detik, di mana Sampel A direkatkan oleh sealer injak manual, sedang Sampel B oleh sealer otomatis. Data daya rekat sampel A dan B kemudian diibandingkan dengan daya rekat sampel hasil fabrikasi sebagai sampel kontrol. Hasil pembandingan menunjukan bahwa sampel A memiliki daya rekat  maksimum 1,709 kgf, minimum 1.253 kgf dan rata-rata 1.438 kgf. Sedang sampel B maksimum 1.618 kgf, minimum 1.379 kgf, dan rata-rata 1.508 kgf. Sementara sampel kontrol maksimum1.556 kgf, minimum 1.371 kgf, dan rata-rata 1.475 kgf. Kata kunci: daya rekat, aluminium foil, kemasan pangan 

Filter by Year

2007 2025