cover
Contact Name
Rizky Mulya Sampurno
Contact Email
rizky.mulya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
j.teknotan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian
ISSN : 19781067     EISSN : 25286285     DOI : -
Core Subject : Education,
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian, merupakan publikasi ilmiah kerjasama antara Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (FTIP UNPAD) dengan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA) Cabang Bandung. Jurnal ini diterbitkan 2 kali setahun (1 Volume, 2 Nomor penerbitan) dalam upaya menyebarluaskan ide-ide konseptual dan/atau hasil-hasil penelitian dan penerapan serta pengembangannya dalam bidang ilmu keteknikan dan teknologi pertanian dalam arti luas (pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan), khususnya pertanian tropika dan ilmu hayati. Penulis naskah/artikel jurnal adalah civitas academika, peneliti dan praktisi serta anggota perhimpunan/organisasi professional dari semua disiplin dan terbuka bagi umum yang menaruh minat dalam bidang ilmu terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 383 Documents
PENGGUNAAN TRANSFORMASI NDVI (NORMALIZED DEFFERENCE VEGETATION INDEX) UNTUK IDENTIFIKASI SUHU PERMUKAAN LAHAN PADA CITRA SATELIT LANDSAT TM ”STUDI KASUS DI SUB DAS CISANGKUY KABUPATEN BANDUNG” Ade Retno Sujani; Dwi Rustam Kendarto
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Informasi suhu sangat penting bagi para perencana wilayah dalam menganalisis potensi ketersediaan air, perencanaan kalender tanam, kekeringan dan sebagainya. Informasi suhu permukaan sering kali masih berupa data titik, artinya informasi tersebut diperoleh pada suatu stasiun (satu lokasi) yang mewakili suatu wilayah. Informasi suhu secara spasial sering kali juga diturunkan dari informasi titik (data stasiun) dengan model interpolasi menjadi kontur suhu. Padahal informasi suhu adalah informasi spasial yang secara dinamik setiap lokasi mempunyai nilai yang mencerminkan nilai temparetur lokasi tersebut. Namun jika pemetaan secara langsung itu dilakukan akan membutuhkan waktu dan biaya yang sangat besar. Oleh sebab itu perlu kiranya dicari suatu metode yang memungkinkan dapat menggambarkan distribusi suhu yang handal dengan efisien. Penginderaan jauh sebagai suatu ilmu yang dapat menggambarkan informasi kebumian secara baik memungkinkan digunakan sebagai suatu metode pemetaan distribusi suhu permukaan.Perkembangan penginderaan jauh dan teknologi satelit memungkinkan memperoleh informasi yang handal dalam memetakan suatu informasi. Informasi suhu permukaan merupakan salah satu hasil interaksi antara intensitas sinar matahari dengan karakteristik lahan. Interaksi intensitas sinar matahari dan karakteristik lahan digunakan sebagai metode untuk identifikasi suhu permukaan. Identifikasi informasi karakteristik lahan yang handal dalam remote sensing adalah penggunaan transformasi NDVI (Normalized Vegetation Index). Oleh sebab itu dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan NDVI untuk indentifikasi suhu permukaan. Hasil NDVI dikonversi menjadi suhu permukaan. Analisis kesalahan digunakan untuk menguji kehandalan metode ini melalui data lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NDVI mampu digunakan sebagai cara untuk identifikasi suhu permukaan. Kesalahan yang terjadi antara suhu permukaan hasil NDVI dengan data lapangan adalah 1,76. Kata kunci : Suhu permukaan, Penginderaan jauh, Citra Satelit Landsat TM, NDVI (Normalized Defference Vigetation Index)
KAJIAN EKSTRAKSI ANTOSIANIN KULIT TERUNG JEPANG (Solanum melongena L.) Nurud Diniyah; Tri Susanto; Fithri Choirun Nisa
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis terung dan konsentrasi HCl dalam etanol terhadap kualitas fisik dan kimia pigmen antosianin kulit terung. Penelitian ini disusun dengan menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) dengan 2 faktor yaitu jenis terung (T), Kopek dan Kraigi dan konsentrasi HCl dalam etanol (P) 0,50 N; 1,00 N; dan 1,50 N dengan ulangan sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 18 satuan percobaan. Data dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan uji lanjut BNT α = 5 %. Penentuan perlakuan terbaik menggunakan metode “ Multiple Attribute”. Perlakuan terbaik antosianin kulit terung diperoleh dari jenis terung Kopek dan konsentrasi HCl dalam etanol 1,00 N dengan karakteristik nilai pH 1,03; total antosianin 0,56 (mg/ml); rendemen antosianin 15,28x10-3 %; tingkat kecerahan (L*) 31,60; intensitas warna merah (a+) 33,50; dan sisa residu etanol 1,16 %. Kata kunci: Ekstraksi, Antosianin, Terung, Etanol
AUDIT ENERGI PADA BERBAGAI JENIS INDUSTRI TAHU BERDASARKAN TEKNOLOGI PEMASAKANNYA Sri Markumningsih; Bambang Purwantana; Lilik Sutiarso
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan teknologi pemasakannya cara penggunaan energi selama ini pada beberapa jenis industri tahu disinyalir belum efisien. Penelitian dilakukan pada 4 produsen tahu yang masing-masing menggunakan teknologi pemasakan berbeda, yaitu; tungku tunggal, tungku ganda, ketel uap horizontal, dan ketel uap vertikal. Metoda deskriptif analisis digunakan untuk mengkaji rasio masukan-luaran energi. Energi masukan adalah tenaga kerja manusia, energi bahan bakar, energi yang sudah terbentuk, dan energi bahan, sedang energi luaran adalah energi tahu, dan energi ampas tahu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total input energi tertinggi sebesar 19.005,05 kJ/kg tahu terjadi pada ketel uap vertikal dan terrendah sebesar 6.026,80 kJ/ kg tahu pada tungku tunggal. Tingginya konsumsi energi untuk mengoperasikan ketel uap vertikal terjadi karena ia bekerja di bawah kapasitas normal. Kata kunci : audit energi, industri tahu, ketel uap, tungku
PENGARUH KONSENTRASI SUKROSA DAN MAIZENA TERHADAP KARAKTERISTIK FRUIT LEATHER MANGGIS Herlina Marta
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Pembuatan fruit leather manggis membutuhkan kadar sukrosa dan maizena yang tepat, agar dihasilkan fruit leather manggis yang mempunyai karakteristik baik dan disukai panelis. Metode percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan, yaitu; kombinasi konsentrasi gula 10, 15, dan 20 % b/b, dan konsentrasi pati maizena 1 dan 2 % b/b.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi antara 20 persen sukrosa dan 2 persen pati jagung menghasilkan efek terbaik terhadap fruit leather manggis. Berdasarkan skala hedonic (nilai 1 tidak disukai, nilai 5 disukai), maka nilai kesukaan berturut-turut terhadap warna adalah 2.75 (biasa); aroma 3,00 (biasa); tekstur 4,59 (agak suka); rasa 4,08 (agak suka). Semua nilai diperoleh pada  kadar air 13,81 persen, kadar gula total 40,82 persen, nilai pH 4,45 dan modulus elastisitas 1,03. Kata kunci: Sukrosa, Maizena, Manggis, Fruit Leather, Karakteristik 
REKAYASA BERAS ANALOG BERBAHAN BAKU NON BERAS Marsetio -; Bambang Nurhadi; Saripah Hudaya
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beras analog adalah beras yang dibuat dari bahan bukan beras, tersusun dari serealia bukan beras, kacang-kacangan dan umbi-umbian dengan komposisi gizi mendekati beras. Pada penelitian ini bahan yang digunakan berasal dari jagung, sorgum, kedelai, kacang hijau, singkong, dan garut.Penelitian dilakukan melalui metode eksperimnetal dengan perlakuan 7 formula beras analog yaitu : F1 = Garut-Kedelai-Jagung (72 : 5,5 : 22,5), F2 = Garut-Kedelai-K.Hijau (80 : 10 : 10), F3 = Garut-Kedelai-Jagung (55,5 : 10 : 34,5), F4 = Singkong-Kedelai-Jagung (67,8 : 22,2 : 10), F5 = Singkong-Kedelai-K.Hijau (71 : 10 : 19), F6 = Sorgum-Garut-K. Hijau (76 : 10 : 14), dan F7 = Sorgum-Garut-K. Hijau (10 : 14,6 : 75,4). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Keteknikan Pengolahan Pangan Jurusan Teknologi Industri Pangan Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran.Hasil penelitian menunjukkan bahwa beras analog mentah yang disusun dari Singkong-Kedelai-Jagung (67,8 : 22,2 : 10) merupakan formula terbaik walaupun tingkat kesukaan terhadap warna antara agak suka - suka, aroma antara agak suka – kurang suka, dan tekstur antara agak suka – biasa. Setelah dmasak menjadi nasi, tingkat kesukaan tersebut mengalami kenaikan. Hanya saja, kesukaan terhadap teksturnya ternyata masih lebih rendah dibanding dengan formula beras analog yang disusun dari formula F5 (singkong kedelai-kacang hijau = 71 : 10 : 19). Beras analog (F4) ini mengandung energi 347 Kalori, protein 6,06 %, lebih rendah dari protein beras sebesar 7,4 %, lemak 0,61 %, serat kasar 5,19 %. Asam amino pembatasnya adalah metionin dan sistin. Secara fisika, beras analog masih berbentuk silinder (seperti pelet/pakan ikan). Kata kunci: Beras analog, Formula, Sifat fisika dan kimia, Nilai kesukaan
ANALISIS ERGONOMI DAN ANALISIS BIAYA EKSTRAKTOR SARI BUAH JAMBU BIJI Totok Herwanto; Muhammad Saukat; Irfan Fauzi
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekstraktor sari buah jambu telah dirancang untuk meratifikasi 53.200 ton produksi tahunan jambu Indonesia yang kurang termanfaatkan. Namun analisis rancangan ergonomik dan biayanya belum terungkap.  Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif untuk mengungkap kinerja ergonomik dan biayanya. Hasil dari aspect antropomeri menunjukkan bahwa ekstraktor ini sesuai dengan standar antropomerik operasi untuk operator setinggi 162 cm yang memiliki nilai indeks angkat (NIA) lebih dari satu (NIA >1). Namun dengan nilai kebisingan antara 89,87-91,58 db ekstraktor ini tidak memenuhi syarat standar. Sebaliknya, analisis biayanya menunjukkan bahwa ekstraktor ini secara ekonomis wajar dengan nilai NPV, IRR, dan BCR berturut-turut Rp 16.251.680,51; 34,77%, dan 1,23, di mana  waktu pengembalian investasi tercapai pada tahun ketiga. Kata kunci: ekstraktor jus jambu, analisis ergonomik dan biaya
PEMIPIL JAGUNG SEMI MEKANIS KAPASITAS SKALA MENENGAH Tam rin
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat pemipil jagung telah berkembang di Indonesia mulai dari alat pemipil jagung sangat sederhana sampai alat pemipil jagung mekanis. Namun alat pemipil jagung dengan kapasitas skala menengah belum berkembang. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis 2 rancangan alat pemipil  jagung dengan kapasitas skala menengah dan mengembangkan rancangan alat pemipil baru.  Penelitian dilakukan dengan cara membandingkan 2 rancangan alat pemipil jagung dengan kapasitas skala menengah. Hasil analisis menunjukkan bahwa alat yang lebih berat dengan kontruksi lebih lebar akan lebih stabil dan alat yang dioperasikan dengan posisi jongkok akan lebih cepat lelah dari pada dioperasikan pada posisi berdiri. Persentase biji jagung terpipil lebih baik dengan ruang pemipil yang elastis. Hasil pemipilan diperoleh 98,2 % jagung baik dan 1,48 % jagung rusak. Beban tarik untuk mengoperasikan 1-4 bonggol jagung di dalam ruang pemipil adalah 5,58-10,76 kg gaya. Kapasitas pemipilan  80,8 kg jagung tongkol per jam. Kata kunci : jagung, alat pemipil jagung, tenaga operasi, kapasitas dan jagung rusak
KARAKTERISTIK MINYAK AKAR WANGI (VETIVER OIL) DARI TANAMAN AKAR WANGI (Vetiveria zizanoides) DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI LOGAM TIMBAL Dadan Sumiarsa; Totok Herwanto; M. Reyhan Pratama
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman akar wangi (V. zizanioides) merupakan salah satu tanaman pemulih lahan (fitoremediasi) tercemar logam berat, juga penghasil minyak atsiri, vetiver oil. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh penyerapan logam berat Pb terhadap komposisi minyak akar wangi. Tanaman akar wangi ditanam pada media tanah yang ditambah logam Pb artifisial dengan konsentrasi 0 (kontrol), 200, 800, dan 3200 ppm. Setelah 5 bulan penanaman   dilakukan analisis Pb yang terakumulasi  pada bagian akar dan shoot menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Bagian akar tanaman dilakukan hidrodistilasi, dan komposisi minyak akar wangi dianalisis dengan GC-MS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman akar wangi dapat tumbuh pada media tanah yang mengandung 200, 800, 3200 mg Pb/kg dan kontrol. Rendemen minyak akar wangi masing-masing perlakuan  adalah 0,33, 0,40, dan 0,33 % dan 0,22 %. Hasil analisis komposisi minyak akar wangi menunjukkan komposisi seskuiterpen hidrokarbon meningkat dengan bertambahnya konsentrasi Pb di media, sebaliknya untuk seskuiterpen teroksigenasi menurun. Kata kunci :  Akar wangi, Minyak atsiri, Timbal
SISTEM PAKAR FUZZY PENENTUAN DAN PENIGKATAN KUALITAS MANGGIS Dwi Purnomo
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 2, No 3 (2008)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komoditas manggis (Garcinnia mangostana Linn.) merupakan salah satu komoditas buah eksotik mempunyai nilai ekonomis tinggi terutama untuk ekspor dan sangat potensial untuk dikembangkan menjadi komoditas ekspor unggulan. Faktor yang paling menentukan terhadap keberhasilan produk manggis untuk diterima di pasar adalah faktor kualitas. Pasar Internasional memiliki tuntutan kualitas yang sangat baik sementara untuk kualitas dibawahnya diperuntukkan bagi pasar lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan suatu sistem pakar dalam penentuan kualitas manggis serta menentukan strategi perbaikan proses untuk meningkatkan kualitas manggis agar sesuai dengan tuntutan pasar.  Penelitian ini dilakukan pada bulan mei hingga juli 2008. Studi kasus dilakukan di Gapoktan Athamukti, Puspahyang Tasikmalaya dan dilakukan melalui dua tahapan, yaitu  penentuan kualitas manggis dan strategi peningkatan kualitas manggis. Kedua tahapan tersebut dilakukan dengan menggunakan teknik Sistem Pakar Fuzzy (Fuzzy Expert System). Yang membedakan keduanya adalah metode FIS yang digunakan, untuk penentuan kualitas manggis digunakan metode FIS Mamdani, hal tersebut dilakukan karena baik input maupun output merupakan himpunan fuzzy. Sedangkan untuk tahapan penentuan strategi peningkatan kualitas menggunakan metode FIS Sugeno karena outputnya mempunyai nilai tunggal (crisp). Fungsi keanggotaan yang digunakan adalah Triangular Fuzzy Number (TFN). Kata kunci : Manggis, Kualitas, Strategi, Fuzzy Expert System, Fuzzy Inference System, Mamdani, Sugeno
Tahanan Draft Tanah Spesifik Beberapa Bajak Singkal di Tanah Sawah Ade Moetangad Kramadibrata
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reaksi tanah terhadap tiga permukaan kerja bajak singkal ketika beroperasi pada kondisi tanah sawah telah diprediksi dengan menggunakan formula Kisu dan pada saat yang sama diukur secara actual di lapangan untuk mengetahui tahanan draft tanah spesifiknya. Bajak singkal yang digunakan adalah lanyam kecil Cidaun, lanyam besar Ciamis (keduanya seluruhnya terbuat dari kayu) dan bajak Bujul (singkal besinya didukung oleh kayu) – dinyatakan di sini sebagai P1, P2 dan P3. Bajak-bajak ini secara bergiliran ditarik oleh seekor kerbau berbobot dinamik 23,44 kN dengan kecepatan tarik 0,48 m/s pada kedalaman 10 cm. Sebuah dynamometer terkalibrasi berkapasitas 549,36 N/cm2 terpasang di titik tarik pada palang tarik kerbau digunakan untuk mengukur tahanan draft tanah actual. Hasil pendugaan Formula Kisu menunjukan rata-rata tahanan draft tanah spesifik untuk P1, P2 dan P3 berturut-turut adalah 1,2542; 1,2123 dan 1,2548 N/cm2. Sedang data aktual yang diukur pada P1, P2 dan P3 berturut-turut menunjukan tahanan draft tanah spesifik 1,3705; 1,239 dan 1,3885 N/cm2.  Data ini membuktikan bahwa perolehan data prediksi dan data aktual masih berada di dalam interval yang dapat diterima pada nilai maksimum 4 N/cm2. Walau terdapat perbedaan nyata antara data prediksi dan data aktual, namun besaran ini masih berada dalam batas maksimum tahanan draft tanah hewan yang memiliki gaya tarik 0,4709 kN pada kecepatan tarik 0,48 m/det atau daya maksimum sekitar 0,226 kW. Kata kunci: tahanan draft tanah spesifik, bajak tradisional, hewan tarik, tanah sawah

Page 11 of 39 | Total Record : 383


Filter by Year

2007 2025