cover
Contact Name
Rizky Mulya Sampurno
Contact Email
rizky.mulya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
j.teknotan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian
ISSN : 19781067     EISSN : 25286285     DOI : -
Core Subject : Education,
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian, merupakan publikasi ilmiah kerjasama antara Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (FTIP UNPAD) dengan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA) Cabang Bandung. Jurnal ini diterbitkan 2 kali setahun (1 Volume, 2 Nomor penerbitan) dalam upaya menyebarluaskan ide-ide konseptual dan/atau hasil-hasil penelitian dan penerapan serta pengembangannya dalam bidang ilmu keteknikan dan teknologi pertanian dalam arti luas (pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan), khususnya pertanian tropika dan ilmu hayati. Penulis naskah/artikel jurnal adalah civitas academika, peneliti dan praktisi serta anggota perhimpunan/organisasi professional dari semua disiplin dan terbuka bagi umum yang menaruh minat dalam bidang ilmu terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 398 Documents
PENYEDIAAN AIR BERSIH DAN SEHAT DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PENYARING AIR SEDERHANA DI DESA PULAU KABAL KABUPATEN OGAN ILIR SUMATERA SELATAN Hilda A. a; Mirna F. f; Puspitahati -
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyediaan air bersih dan sehat untuk masyarakat desa Pulau Kabal belum dapat dilayani oleh PAM. Karena itu telah dilakukan  pelatihan pembuatan dan pengoperasian alat penyaring air sederhana yang dirancang untuk keperluan rumah tangga. Kegiatan ini dilakukan dengan metode observasi lingkungan, penyuluhan, penerapan alat dan uji laboratorium. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa kualitas air yang disaring menggunakan alat penyaring air sederhana menjadi lebih baik, yaitu: Untuk air sumur diperoleh PH 7,1 , TDS 0,6 mgL-1, Ammonia 0,098 mgL-1, dan DO 2,32 mgL-1. Sedang untuk air kanal adalah PH 6,5 , TDS 3,4 mgL-1, Ammonia 0,013 mgL-1, DO 3,16 mgL-1, Dalam pengoperasiannya, alat penyaring sederhana ini mudah dioperasikan dengan biaya relatif murah, dan cocok diterapkan di Desa Pulau Kabal dan sekitarnya. Kata kunci : air bersih, alat penyaring air sederhana
PEMETAAN KERAGAMAN WARNA DAUN PADI DENGAN CITRA YANG DIAMBIL DARI PESAWAT TERBANG MINI I Wayan Astika; Radite P. A. Setiawan; M. Ardiyansah
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang sistem akuisisi data keragaman tingkat warna daun pada suatu hamparan lahan sawah dan memetakan keragaman tersebut secara spasial yang nantinya dipakai sebagai pedoman melakukan pemupukan dengan laju variabel (variable rate application). Tingkat warna daun diukur melalui citra yang ditangkap oleh sebuah kamera digital yang kemudian diolah untuk mendapatkan tingkat warna daun sesuai dengan standar bagan warna daun (BWD) IRRI. Kamera digital dioperasikan dari suatu ketinggian dengan 2 cara yaitu dengan galah vertikal berketinggian sekitar 5 meter dan dengan pesawat terbang mini dari ketinggian sekitar 30-100 meter. Beberapa program komputer dibuat untuk melakukan beberapa proses yaitu mendapatkan koordinat-kordinat patokan, warna patokan, warna setiap piksel, melakukan konversi koordinat citra ke dalam kordinat lahan, pemetaan spasial, dan melakukan grading tingkat warna daun pada peta spasial.Hasil akhirnya adalah peta spasial dimana setiap grid memiliki informasi tingkat kehijauan daun tertentu. Percobaan pendahuluan mendapatkan bahwa perbedaan tingkat warna daun dapat dinyatakan dengan perbedaan komponen warna RGB secara konsisten pada berbagai intensitas cahaya. Artificial neural network dipakai untuk melakukan konversi koordinat di dalam citra ke koordinat lahan. Pengukuran menghasilkan akurasi 18 – 78 % pada pengukuran warna daun dengan galah dan akurasi 64 – 78 % untuk pemakaian pesawat terbang mini. Permasalahan yang dihadapi adalah efek pandangan perspektif pada citra lahan, adanya efek mata ikan pada penerbangan tinggi, dan ketelitian dalam memilih piksel patokan. Kata kunci: pertanian presisi, sensor kamera, warna daun, dosis pemupukan, pesawat terbang mini, artificial neural network
RANCANG BANGUN UNIT PENCACAH SERASAH TEBU DENGAN MENGGUNAKAN PISAU TIPE REEL Wahyu Kristian Sugandi; Radite P. A. Setiawan; Wawan Hermawan
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejumlah besar serasah tebu berukuran panjang berserakan di lahan setelah panen harus dibersihkan, karena mengganggu proses kerja pada musim tanam berikutnya. Penelitian ini menggunakan metode rekayasa merancang-bangun sebuah mesin pemotong serasah tebu. Hasilnya adalah sebuah unit prototipe mesin pemotong serasah tebu dengan pisau pemotong tipe reel berdimensi lebar 240 cm, panjang 268 cm dan tinggi 133 cm. Komponen pencacahnya terdiri dari silinder pencacah dengan panjang dan diameter masing-masing 60 dan 429 cm serta diameter poros silinder 45 cm. Mesin ini mampu memotong serasah tebu menjadi cacahan  kecil sebesar 2-4 cm dan langsung menguburkannya ke dalam tanah, di mana nutrisi yang masih terjandung dapat dimanfaatkan sebagai bahan kompos. Kata kunci : Serasah tebu, Rancang bangun unit pemotong serasah, Bahan kompos
RESPON TANAMAN TEH (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) KLON GAMBUNG 7 TERHADAP PUPUK P DAN KOMPOS BIOAKTIF Intan Ratna Dewi; Santi Rosniawaty; Mira Ariyanti
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 2, No 3 (2008)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon tanaman teh (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) Klon Gambung 7 terhadap Pupuk P dan Kompos bioaktif bioaktif.Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan Lembang Kabupaten Bandung.Ketinggian tempat 1.200 m di atas permukaan laut dengan jenis tanah Andisols.  Percobaan dilaksanakan  pada bulan Mei hingga Oktober 2007. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak kelompok dengan sebelas perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuannya adalah sebagai berikut : A = 100% dosis rekomendasi pupuk SP-36, tanpa kompos bioaktif;  B =75%  dosis rekomendasi pupuk SP-36 dan 25 g  kompos bioaktif / polibag ; C = 75% dosis rekomendasi pupuk SP-36  dan  50 g kompos bioaktif /polibag; D =  75% dosis rekomendasi pupuk SP-36 dan 75 g kompos bioaktif /polibag ; E  = 50% dosis rekomendasi pupuk SP-36 dan 25 g  kompos bioaktif / polibag ; F = 50% dosis rekomendasi pupuk SP-36 dan  50 g  kompos bioaktif / polibag ; G = 50% dosis rekomendasi pupuk SP-36 dan 75 g  kompos bioaktif / polibag ; H = 25% dosis rekomendasi pupuk SP-36 dan 25 g  kompos bioaktif / polibag ;  I = 25% dosis rekomendasi pupuk SP-36 dan  50 g  kompos bioaktif / polibag ; J = 25% dosis rekomendasi pupuk SP-36 dan 75 g  kompos bioaktif / polibag ; K = 100% kompos bioaktifHasil percobaan menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi pupuk P dan kompos bioaktif  memberikan perbedaan yang nyata terhadap jumlah daun tanaman teh umur 12 msp dan bobot kering tanaman. Perlakuan tidak memberikan perbedaan yang nyata pada tinggi tunas, diamater batang dan nisbah pupus akar. Pertumbuhan terbaik  diperoleh dari perlakuan kombinasi 75% dosis rekomendasi pupuk SP-36  dan  50 g kompos bioaktif /polibag ; dan 75% dosis rekomendasi pupuk SP-36  dan  75 g kompos bioaktif /polibag. Kata kunci : Pupuk P, kompos bioaktif, tanaman teh (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) Klon Gambung 7
RANCANG BANGUN REAKTOR BIOGAS DENGAN PENGADUK UNTUK SAMPAH ORGANIK SKALA RUMAH TANGGA Totok Herwanto; Kharistya Amaru; Dodi Nurhadi Saputra
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengurangi kelemahan reaktor biogas yang ada dan pemanfaatan sampah organik telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk merancang bangun reaktor biogas yang mudah dibuat, relatif murah, tidak korosi, tahan lama, dan memiliki pengaduk  dengan memanfaatkan sampah organik skala rumah tangga. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Desember 2011 di Desa Cikeruh, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Hasil penelitian memberikan rancangan reaktor biogas berbahan dasar drum plastik High density Polyethilen (HDPE) dengan pengaduk untuk sampah organik skala rumah tangga dengan spesifikasi: volume total 500l, volume isian 400l, panjang pengaduk 750mm dengan diameter poros 20mm. Reaktor biogas dapat menghasilkan biogas sebanyak 1100l dengan proses selama 30hari, temperatur dan pH rata-rata bahan isian berkisar 28ºC dan 7,23 dengan nilai kalor bersih 19,78 Joule/cm3. Pengaduk dapat mengaduk bahan isian di dalam reaktor biogas sehingga tidak mengalami pengeringan. Biaya investasi reaktor biogas Rp 587.000, NPV= Rp 752.906, IRR= 34,11 %, BCR= 1,59, reaktor biogas ini mencapai BEP pada produksi 1.350 l/bulan. Kata kunci : rancang bangun, reaktor biogas, pengaduk, sampah organik.
ANALISIS SIFAT FISIK DAN MEKANIK TANAH HASIL PENGOLAHAN TANAH DI KEBUN TEBU LAHAN KERING Gatot Pramuhadi; Trya Adheshi Holqi; Andri Asmoro Surbakti
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan sifat fisik dan mekanik tanah hasil operasional mesin pengolahan tanah (traktor). Pengamatan deskriptif dilaksanakan di areal kebun tebu lahan kering yang diolah menggunakan traktor roda 4 dengan implemen pengolahan tanah: bajak, garu, dan kair. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil pengolahan tanah dengan cara dibajak, digaru, dan dikair menghasilkan sifat fisik dan mekanik tanah yang bervariasi. Tekstur tanah di areal lahan penelitian adalah lempung liat berpasir (sandy clay loam) dengan kandungan fraksi pasir (sand): 61,53-63,55%, liat (clay): 24,33-28,37%, dan debu (silt): 10,10-12,12%.  Nilai kohesi tanah dan sudut gesek internal dalam pada kedalaman tanah 0-30 cm berturut-turut adalah sebesar 0,12-0,57 kgf/cm2 dan 14,27-33,66°. Perubahan densitas tanah dan tahanan penetrasi tanah sebelum dan sesudah pengolahan tanah pada kedalaman 0-10 cm, berturut-turut adalah dari 1,33-1,56 menjadi 0,98-1,35 g/cc dan dari 0,94 menjadi 0-0,02 kgf/cm2; pada kedalaman 10-20 cm adalah dari 1,27-1,63 menjadi 0,98-1,55 g/cc; dan dari1,23 menjadi 0-0,32 kgf/cm2; pada kedalaman 20-30 cm, dari 1,16-1,42 menjadi 1,07-1,62 g/cc dan dari 1,43 menjadi 0,71-1,05 kgf/cm2.  Sedang perubahan diameter bobot rata-rata (mean weight diameter) bongkah tanah hingga kedalaman 20 cm oleh Bajak I – Bajak II – Garu I – Garu II – Kair, adalah dari 1,50- 1,57 menjadi 0,65-0,98 cm.  Sementara hubungan penurunan densitas tanah (BD) akibat pengolahan tanah diikuti dengan berkurangnya diameter bobot rata-rata (MWD) dinyatakan dengan persamaan: MWD = 1,97 BD – 1,63. Besar kedalaman tekan (sinkage) dari Bajak I hingga ke Kair adalah dari 7,60-8,38 menjadi 5,99-7,16 cm akibat besar tekanan mesin ke tanah (ground pressure) sebesar 5,67-6,56 kgf/cm2. Kata kunci : Tekstur, Densitas, Tahanan penetrasi tanah, Diameter bobot rata-rata, Sinkage
STUDI EKSPERIMENTAL GAYA POTONG TANAH DAN FREKUENSI GETARAN BAJAK SAAT PEMOTONGAN TANAH PADA OPERASI PENGOLAHAN TANAH Soeharsono -; Radite Pas; Asep Sapei; Tieneke Mandang; Wawan Hermawan
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam tulisan ini akan dibahas tentang hasil-hasil eksperimental membajak tanah pada soil bin. Tujuannya adalah mencari besar dan frekuensi gaya potong tanah sehingga dapat dibuat pendekatan pendekatan model matematis dari gaya potong tanah. Hasil ini nantinya akan digunakan untuk merancang sebuah pegas elastis dari bajak getar jenis self excited vibration. Soil bin berukuran panjang 1.2 m, lebar 0.3 m dan tinggi 0.4 m. diisi dengan lapisan tanah jenis clay loam soil setebal 19-20 cm. Di dasar Soil bin dibuat lapisan hardpan setebal 10-11 cm dengan tahanan penetrasi sekitar 2.75 Mpa. Digunakan dua jenis chisel plough yaitu chisel plough dengan batang lurus tegak dan chisel plough dengan batang lurus miring. Kedalaman operasi diatur konstan sekitar 15 cm sedangkan tebal lapisan hardpan yang dibongkar adalah sekitar 5-6 cm Kecepatan membajak divariasikan pada kecepatan sekitar 0.108, 0.158, 0.212 dan 0.265 m/dt. Hasil-hasil menunjukkan bahwa chisel plough bekerja pada frekuensi pemotongan tanah yang rendah sekitar 1.45-2.0 Hz. Gaya potong tanah untuk chisel plough dengan batang lurus tegak lebih besar dibandingkan dengan gaya potong tanah untuk chisel plough dengan batang lurus miring.Gaya potong tanah semakin besar dan linier dengan semakin besarnya kecepatan membajak, sedangkan profilgaya potong tanahnya berupa fungsi matematiks yang stochastics dan dimodelkan sebagai fungsi periodik. Kata kunci: Draught force, Cutting frequency, Soil bin, Chisel plough
PENGARUH KOMBINASI DOSIS PUPUK HAYATI DAN PUPUK MAJEMUK NPKMg TERHADAP PERTUMBUHAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DI PEMBIBITAN UTAMA Mira Ariyanti; Ilfa Rini Lubis
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi dosis pupuk hayati dan pupuk majemuk terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pembibitan utama. Percobaan dilaksanakan dari bulan Juli 2007 sampai dengan bulan Oktober 2007 di Kebun Percobaan Pusat Penelitian Perkebunan Marihat, Pematang Siantar, Sumatera Utara pada ketinggian369 mdiatas permukaan laut, jenis tanah Ultisol, dengan curah hujan rata-rata2993 mmper tahun dan tipe curah hujan A.Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari sebelas perlakuan dan diulang lima kali, dengan perlakuannya sebagai berikut : B0 = 2,5 g pupuk majemuk/bibit ; B1= 0,5 cc Bio-Trent/polibeg  + 5 g pupuk majemuk/bibit ; B2 = 0,5 cc Bio-Trent/polibeg + 2,5 g pupuk majemuk/bibit ; B3 = 1 cc Bio-Trent/polibeg + 5 g pupuk mejemuk/bibit ; B4 =       1 cc Bio-Trent/polibeg  + 2,5 g pupuk majemuk/bibit ; B5 = 1,5 cc Bio-Trent/polibeg + 5 g pupuk majemuk/bibit ; B6 = 1,5 cc Bio-Trent/polibeg + 2,5 g pupuk majemuk/bibit ; B7 = 2 cc Bio-Trent/polibeg + 5 g pupuk majemuk/bibit ; B8 = 2 cc Bio-Trent/polibeg + 2,5 g pupuk majemuk/bibit ; B9 = 2,5 cc Bio-Trent/polibeg + 5 g pupuk majemuk/bibit ; B10 = 2,5 cc Bio-Trent/polibeg + 2,5g pupuk majemuk/bibit.Hasil percobaan menunjukkan kombinasi dosis pupuk hayati Bio-Trent dan pupuk majemuk NPKMg memberikan pengaruh yang berbeda nyata pada tinggi tanaman (10 MST, 14 MST, 16 MST), jumlah daun (6 MST, 8 MST, 10 MST, 12 MST, 14 MST), diameter batang (4 MST, 6 MST, 14 MST) dan luas daun (16 MST). Pemberian kombinasi pupuk hayati Bio-Trent 2,5 cc/polibeg dan pupuk majemuk 2,5 g/bibit memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap bobot kering daun (16 MST), bobot kering akar (16 MST), bobot kering batang (16 MST), bobot kering tanaman (16 MST), dan nisbah pupus akar (16 MST). Kata kunci : Bibit kelapa sawit, Pupuk majemuk, Pupuk hayati
PENGARUH KADAR AIR AWAL BAWANG DAN KUALITAS MINYAK GORENG TERHADAP SERAPAN MINYAK OLEH BAWANG MERAH (ALLIUM CEPA L) GORENG Bambang Nurhadi; Mohammad Djali; Robi Andoyo
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh kadar air awal bawang dan kualitas minyak goreng terhadap serapan minyak oleh bawang merah goreng. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari hingga Agustus 2006. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan kelompok  acak lengkap dengan dua factor (kadar air awal dan kualitas minyak goring) dan replikasi sebanyak dua kali digunakan dalam penelitian ini.  Penurunan kadar air bawang merah selama proses penggorengan terjadi melalui mekanisme difusi dan dimodelkan terbaik dengan persamaan eksponensial orde satu 3,8247e-0.0044t  dengan nilai R kuadrat sebesar 0,957. Karakteristik fisik dan kimia minyak yang telah digunakan beberapa kali mengalami perubahan. Semakin sering minyak yang digunakan, semakin tinggi bilangan peroksida, bilangan asam, sementara itu semakin rendah titik asap minyak tersebut. Kadar air awal bawang merah memberikan pengaruh yang nyata terhadap minyak yang terserap oleh bawang merah goreng. Semakin rendah kandungan air awal bawang maka makin sedikit minyak yang terserap oleh bawang merah goreng. Tetapi pengaruh kualitas minyak yang digunakan tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap minyak terserap oleh bawang merah goreng. Kata kunci: Kadar air, kualitas minyak, penyerapan minyak, bawang goreng, model eksponensial
PEMILIHAN LOKASI KOLAM PENGEMBANGAN EMBUNG POTENSIAL SEBAGAI ALTERNATIF SUMBER AIR IRIGASI UNTUK USAHATANI LAHAN KERING BERDASARKAN PARAMETER FISIK LAHAN - STUDI KASUS DI LAHAN KERING SUB DAS CITARIK Dwi Rustam Kendarto; Edi Suryadi; Bambang Aris Sistanto
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan kolam embung untuk penampungan air hujan dapat dilakukan dengan tujuan sebagai cadangan air di musim kemarau, agar produktivitas lahan dapat dipertahankan. Penempatan kolam embung dapat melalui analisis Geography Information System (GIS).Penentuan kolam embung yang potensial dikembangkan dengan GIS ini dilakukan melalui tumpang susun dengan sistem skoring dan filtering. Skoring dilakukan untuk menentukan lokasi kolam potensial secara fisik, Sedang filtering digunakan untuk menentukan keterkaitan antara faktor lokasi dan faktor penggunaan lahan. Filtering menggunakan tabel  dua dimensi dilakukan untuk menggabungkan informasi potensi secara fisik dan lokasi dengan penggunaan lahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarik. Hasil yang diperoleh menunjukkan distribusi lokasi-lokasi yang potensial untuk pengembangan kolam embung. Cara pendekatan ini dapat memberi hasil lebih baik, bila didukung oleh metode, kelengkapan dan ketelitian data yang mencakup  metode, kelengkapan dan ketelitian data (sosial ekonomi, kependudukan, kelompok tani, iklim). Kata kunci: Embung, Pemilihan lokasi, Potensi pengembangan, Analisis spasial, Lahan kering,                    DAS Citarik

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 19, No 3 (2025): TEKNOTAN, Desember 2025 Vol 19, No 2 (2025): TEKNOTAN, Agustus 2025 Vol 19, No 1 (2025): TEKNOTAN, April 2025 Vol 18, No 3 (2024): TEKNOTAN, Desember 2024 Vol 18, No 2 (2024): TEKNOTAN, Agustus 2024 Vol 18, No 1 (2024): TEKNOTAN, April 2024 Vol 17, No 3 (2023): TEKNOTAN, Desember 2023 Vol 17, No 2 (2023): TEKNOTAN, Agustus 2023 Vol 17, No 1 (2023): TEKNOTAN, April 2023 Vol 16, No 3 (2022): TEKNOTAN, Desember 2022 Vol 16, No 2 (2022): TEKNOTAN, Agustus 2022 Vol 16, No 1 (2022): TEKNOTAN, April 2022 Vol 15, No 2 (2021): TEKNOTAN, Desember 2021 Vol 15, No 1 (2021): TEKNOTAN, Agustus 2021 Vol 14, No 2 (2020): TEKNOTAN, Desember 2020 Vol 14, No 1 (2020): TEKNOTAN, Agustus 2020 Vol 13, No 2 (2019): TEKNOTAN, Desember 2019 Vol 13, No 1 (2019): TEKNOTAN, Agustus 2019 Vol 12, No 2 (2018): TEKNOTAN, Desember 2018 Vol 12, No 1 (2018): TEKNOTAN, April 2018 Vol 11, No 2 (2017): TEKNOTAN, Agustus 2017 Vol 11, No 1 (2017): TEKNOTAN, April 2017 Vol 10, No 2 (2016): TEKNOTAN, November 2016 Vol 10, No 1 (2016): TEKNOTAN, Agustus 2016 Vol 9, No 3 (2015): Teknotan, September 2015 Vol 9, No 1 (2015): Teknotan, Januari 2015 Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 1 (2014) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 2 (2013) Vol 7, No 1 (2013) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 1 (2012) Vol 5, No 3 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 4, No 2 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 2, No 3 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 1 (2008) Vol 1, No 3 (2007) Vol 1, No 2 (2007) Vol 1, No 1 (2007) More Issue