cover
Contact Name
Rizky Mulya Sampurno
Contact Email
rizky.mulya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
j.teknotan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian
ISSN : 19781067     EISSN : 25286285     DOI : -
Core Subject : Education,
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian, merupakan publikasi ilmiah kerjasama antara Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (FTIP UNPAD) dengan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA) Cabang Bandung. Jurnal ini diterbitkan 2 kali setahun (1 Volume, 2 Nomor penerbitan) dalam upaya menyebarluaskan ide-ide konseptual dan/atau hasil-hasil penelitian dan penerapan serta pengembangannya dalam bidang ilmu keteknikan dan teknologi pertanian dalam arti luas (pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan), khususnya pertanian tropika dan ilmu hayati. Penulis naskah/artikel jurnal adalah civitas academika, peneliti dan praktisi serta anggota perhimpunan/organisasi professional dari semua disiplin dan terbuka bagi umum yang menaruh minat dalam bidang ilmu terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 398 Documents
PENGARUH IMBANGAN MANGGA KWENI (Mangifera odorata Griff.) DENGAN WORTEL (Daucus carota L.) SERTA PENAMBAHAN GLISEROL TERHADAP BEBERAPA KARAKTERISTIK FRUIT LEATHER Sekar S. s; Cucu S. Achyar; Marleen Herudiyanto
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mangga kweni dan wortel dapat dibuat menjadi fruit leather. Keplastisan dari fruit leather dapat ditingkatkan dengan menambahkan gliserol. Tujuan penelitian ini untuk menetapkan imbangan mangga kweni dan wortel serta konsentrasi gliserol yang tepat, sehingga dihasilkan fruit leather dengan beberapa karakterisrik yang baik dan disukai panelis.Perlakuan terdiri dari dua faktor, yaitu imbangan bubur mangga kweni dengan bubur wortel (A) yang terdiri atas 3 taraf yaitu mangga 65 : wortel 35(a1), mangga 55 : wortel 45 (a2) dan  mangga 45 : wortel 55 (a3) dan faktor konsentrasi gliserol (B) yang terdiri dari tiga taraf yaitu 1,5% (b1), 3% (b2) dan 4,5% (b3). Penelitian telah dilakukan pada bulan Agustus 2007 di Laboratorium Kimia Pangan Universitas Padjadjaran.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara imbangan dan konsentrasi gliserol pada kadar air, rendemen, kesukaan terhadap warna, rasa, tekstur dan aroma, kecuali pada antara imbangan dan konsentrasi gliserol pada uji plastisitas. Taraf imbangan mangga kweni dan wortel 65 : 35 menghasilkan fruit leather dengan karakteristik paling baik dengan kadar air 9,16%, rendemen 27,64%, nilai kesukaan warna 3,39, aroma 3,81, rasa 3,81 dan tekstur 3,54. Taraf konsentrasi gliserol 3% menghasilkan fruit leather dengan karakteristik paling baik dengan kadar air 9,26%, rendemen 27,69%, nilai kesukaan warna 3,72, aroma 3,72, rasa 3,69 dan tekstur 3,59 Kata kunci: Fruit leather, Konsentrasi gliserol
PENGARUH PERENDAMAN DI DALAM LARUTAN NATRIUM-METABISULFIT SETELAH BLANSING TERHADAP WARNA TEPUNG PISANG RAJA BULU Carmencita Tjahjadi; Debby M. Sumanti; Hesty Maryana
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pembuatan tepung pisang perlakuan blansing uap dan perendaman dalam natrium-metabisulfit umum digunakan dalam proses pembuatan tepung pisang untuk mengendalikan pencoklatan enzimatis. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari hingga April 2006. Perendaman di dalam larutan natrium-metabisulfit dilakukan setelah blansing uap 15 menit. Konsentrasi natrium-metabisulfit yang digunakan adalah 0 ppm, 200 ppm, 400 ppm dan 600 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perendaman di dalam larutan natrium-metabisulfit 600 ppm selama 10 menit setelah blansing uap menghasilkan tepung pisang raja bulu dengan warna kuning dan bintik-bintik coklat yang lebih sedikit (L = +84,38, a = -10,26 dan b = +63,84), kadar air 9,63 % b.k, kandungan sulfit 55,39 ppm, rendemen 23,07 % dan biaya pengolahan Rp 13451,72/Kg. Kata kunci: Blansing uap, larutan natrium metabisulfit, tepung pisang
Penggunaan Program FEMAP dalam Pemetaan Tegangan dan Distribusi Regangan Pada Singkal Bajak Ade Moetangad Kramadibrata
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Distribusi tegangan dan regangan akibat tahanan draft tanah yang terjadi pada permukaan kerja  singkal bajak sempit (M-1), bajak lebar (M-2), dan bajak berbentuk anak panah pada saat pengolahan telah diamati untuk mengantisipasi kerusakan pada bagian-bagian peka material bajak yang digunakan. Setiap singkal bajak tersebut terbuat dari lembaran plat baja AISI 1040 setebal 3 mm. Metode eksperimen deskriptif digunakan, di mana setiap bajak masing-masing pada gilirannya ditarik oleh traktor berdaya 6,5 kW pada kecepatan pengolahan konstan 0.54 m/s dan pada kedalaman pengolahan 10 cm untuk mendeteksi besarnya tahanan draft tanah yang dialami singkal bajak. Gaya tahanan diukur dengan sebuah transduser cincin oktagonal yang dipasang pada batang horisontal bajak. Hasil berdasarkan tahanan draft tanah yang diukur, ditampilkan oleh FEMAP (Finite Element Modeling and Post Processing Program). Program ini mampu memperlihatkan struktur geometrik singkal dan perubahan tegangan dan regangan yang terjadi selama operasi pengolahan tanah. Interval distribusi tegangan pada struktur geometrik singkal pada bajak M-1, m-2, dan M-3 berturut-turut adalah antara –285.1 sampai 398.60;  -63.77 sampai 379.70; dan  -585.90 sampai 2429.0 N. Sedangkan distribusi regangannya berturut-turut adalah antara–1.456E-4 sampai 7.754E-3;  –8.729E-5 sampai 1.454E-3; dan  –4.193E-6 sampai 6.039E-4 cm. Kata kunci: distribusi tegangan dan regangan, transduser cincin octagonal, tahanan draft tanah
PENGARUH DARI MATERIAL HIDROPOBIK PADA PERGERAKAN AIR DALAM TANAH SELAMA INFILTRASI Bambang Aris Sistanto
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah dalam pengelolaan tanah adalah adanya tanah hidropobik (menolak air) yang menghambat pergerakan air di dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh  pergerakan air di dalam  tanah melalui analisis pergerakan infiltrasi horizontal, vertical ke atas dan vertical ke bawah. Pengamatan dilakukan dengan infiltrasi air secara horizontal, vertical ke atas dan vertical ke bawah ke dalam kolom-kolom berisi tanah hidrphobik dan tanah hidrophilik.  Hasil percobaan menunjukkan bahwa tanah hidropobik menyebabkan pergerakan air pada infiltrasi horisontal 25 kali lebih lambat di dalam tanah yang menolak air daripada di dalam tanah yang menarik air, di mana kandungan air menurun 20 sampai 25 persen di antara  masuknya sumber air dan muka pembasahan. Sedang pada Infiltrasi vertikal, kandungan air menurun drastis di antara masuknya sumber air dan muka pembasahan karenagayagravitasi dan kapiler berlawanan arah dengan laju kapiler. Selain itu, profil air tanah ternyata tidak dapat  didefinisikan melalui difusivitas selama infiltrasi horizontal, baik melalui tanah yang menolak air maupun melalui tanah yang menarik air. Kata kunci : Hidropobik, Infiltrasi Horisontal, Infiltrasi Vertikal, Difusifitas
PENGARUH JENIS PELARUT TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK KASAR ISOFLAVON DARI AMPAS TAHU Silvia Oktavia Nur Yudiastuti; Tensiska -; Marsetio -
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 3 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isoflavon dalam ampas tahu terdiri atas komponen polar (terikat gula atau glikon) dan komponen nonpolar (tidak terikat gula atau aglikon). Isoflavon diperoleh melalui ekstraksi dengan pelarut organik dan HCL secara maserasi.. Penelitian bertujuan menentukan jenis pelarut yang dapat menghasilkan isoflavon dengan aktivitas antioksidan terbaik dan mengetahui stabilitasnya terhadap suhu pengolahan pangan . Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen deskriptif diikuti dengan analisis regresi. Perlakuan yang dicoba adalah pelarut etanol (polar), etil asetat (semi-polar), dan heksan (nonpolar),  pada masing-masing pelarut  ditambahkan HCL 4N sehingga rasio ampas tahu : pelarut organik : HCl = 2 : 8 : 1. Karakteristik  yang diamati adalah rendemen ekstraksi, aktivitas antioksidan dihitung sebagai waktu induksi, stabilitas terhadap panas dari antioksidan pada suhu pasteurisasi dan sterilisasi komersial, serta konsentrasi komponen daidzein (aglikon) dari  isoflavon dengan HPLC.Ekstrak etil asetat merupakan ekstrak terbaik yang memiliki rendemen sebesar 19,0267%, waktu induksi  (hari ke-12) lebih rendah dari BHT (>12 hari), jumlah komponen daidzein sebanyak 2,28 g/100g tepung. Setelah dipanaskan pada suhu pasteurisasi serta sterilisasi komersil,  aktivitas antioksidan ekstrak etil asetat menurun sampai 50 % yang ditunjukkan dengan penurunan waktu induksi dari 12 hari menjadi 6 hari. Kata kunci: Isoflavon, Pelarut organik, Aktivitas antioksidan
EVALUASI METODE PRAKIRAAN IKLIM DI WILAYAH KARAWANG MENGGUNAKAN KARAKTERISTIKA OPERASI RELATIF (ROC) Evaluation of Climate Prediction Method in Karawang Region Using Relative Operating Characteristics (ROC) Dwi Rustam Kendarto
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Informasi mengenai prakiraan musim hujan untuk menentukan awal musim hujan dan awal musim kemarau diperlukan dalam penentuan awal musim panen dan penyusunan pola tanam yang akan diterapkan di suatu lokasi berdasarkan pengamatan terhadap data pola cuaca dan pola curah hujan harian atau bulanan. Metode ROC (Relative Operating Characteristic) digunakan sebagai alat untuk menguji kehandalan data yang diperoleh. Nilai prakiraan, dalam penelitian ini diperoleh berdasarkan data curah hujan di stasiun curah hujan Karawang tahun 1971-2007, dan data indeks Sea Surface Temperature (SST) dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai prakiraan awal musim hujan maju atau mundur dapat dihitung cukup baik dengan potensi proposional, di mana kurva hasil prakiraan musim hujan maju lebih baik daripada prakiraan musim hujan mundur. Kata Kunci: Evaluasi, nilai prakiraan, karakteristika operasi relatif (ROC) Information for predicting rainy season in the determination of rainy and dry seasons is required in determining the beginning of harvesting time and in arranging what plant pattern would be applied and developed in a certain location. The prediction is based on climate pattern as well as on daily or monthly rainfall pattern observation. ROC (Relative Operating Characteristic) method was used as a mean to test the reliability of the data obtained. The predicted value in this research was based on data of Karawang’s rainfall station of 1971 up to 2007 and those of the index of sea surface temperature of BMKG (The Office of Meteorology, Climatology and Geophysique). Result analysis showed that the forward or retreat values of the beginning of rainfall seasons could be sufficiently well calculated at a proportional potency where ROC curve obtained was at a level above normal and the result curve of forward rainfall prediction was better than that of the retreat curve.Keywords: Evaluation, Predicted value, relative operation characteristics (ROC)
PENGARUH IMBANGAN BUBUR SELEDRI DAN TAPIOKA TERHADAP KARAKTERISTIK INDERAWI KERUPUK SELEDRI (Apium graveolens L.cv. secalinum Alef) Een Sukarminah; Carmencita Tjahjadi; Fensy Renfinasari
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penambahan bubur seledri dalam pembuatan kerupuk dapat menambah citarasa khas kerupuk. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan imbangan yang tepat antara bubur seledri dan tapioka (b/b) agar diperoleh kerupuk seledri dengan karakteristik inderawi yang baik dan disukai. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dan 8 ulangan. Perlakuan yang diteliti adalah imbangan bubur seledri dan tapioka yakni 25:75 (b/b), 30:70 (b/b) dan 35:65 (b/b). Hasil penelitian menunjukkan imbangan bubur seledri dan tapioka 35:65 (b/b) menghasilkan kerupuk dengan karakteristik yang paling baik dan disukai panelis. Kerupuk seledri pada perlakuan ini berwarna hijau kekuningan, memiliki kadar air 9,4 %, rendemen kerupuk seledri mentah 65,1 %, daya pengembangan 168,7 %, nilai kesukaan terhadap kerupuk seledri mentah yang meliputi warna 2,8 dan aroma 2,9, nilai kesukaan terhadap kerupuk seledri goreng yang meliputi warna 3,5 dan aroma 3,5 dari skor maksimum 5. Kata kunci : Kerupuk, Seledri, Imbangan bubur seledri dan tapioka
ANALISIS JEJAK AIR PRODUKSI BERAS ORGANIK DI KABUPATEN TASIKMALAYA Fifi Dwi Pratiwi; Chay Asdak; Pari kesit
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi beras organik diduga berdampak terhadap ketersediaan air.  Penelitian menggunakan pendekatan analisis jejak air (water print) untuk mengidentifikasi total konsumsi air  dalam proses produksi beras organik di Desa Mangunreja dan Desa Salebu, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya. Hasil perhitungan nilai water footprint pada proses budidaya dan proses produksi beras organik di kedua desa menunjukan bahwa Nilai water footprint beras organik lebih kecil (822,2 m3/ton) daripada nilai water footprint beras non-organik (2.304,6 m3/ton). Kata kunci: jejak air, produksi beras organik, konsumsi sumber daya air
PENGARUH VARIETAS DAN KONSENTRASI GARAM (NaCl) TERHADAP KARAKTERISTIK PASTA BAWANG MERAH (Allium ascalonicum) Rahayu, S. T; Hartuti, N; Novianti, N. K
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh varietas bawang merah dan konsentrasi garam (NaCl) terhadap karakteristik pasta bawang merah. Rancangan percobaan yang digunakan RAK  dua faktorial dengan pengulangan 3 kali. Varietas bawang yang digunakan Sumenep, Bima, Kuning dan Batu. Sedangkan konsentrasi garamnya 0, 3, 6, 9, dan 12 persen. Hasil penelitian menunjukkan varietas bawang merah berpengaruh terhadap kadar air, total padatan terlarut, viskositas, rendemen, dan VRS (Volatile Reducing Substance) pasta bawang merah. Perlakuan konsentrasi garam berpengaruh terhadap total padatan terlarut, viskositas, rendemen, dan VRS  pasta bawang merah. Varietas sumenep dengan kadar garam 12 % menunjukkan karakteristik pasta bawang merah yang  terbaik dari analisis secara fisik, kimia, maupun organoleptik. Kata kunci: Varietas, Bawang merah, Garam, Pasta
PEMISAHAN KOMPONEN ANTIAGREGASI PLATELET DARI DAUN KEDONDONG (Spondias acida Blume) DENGAN KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Mira Miranti
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengekstrak dan memisahkan komponen antiagregasi platelet yang memiliki aktivitas paling tinggi dari daun kedondong muda  Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi maserasi dari daun kedondong menggunakan pelarut etanol. Selanjutnya dilakukan Fraksinasi awal dengan cara ekstraksi cair-cair (ECC)  dengan menggunakan pelarut heksanaa, diklormetan, etil asetat dan n-butanol. Selanjutnya fraksi yang paling aktif dipisahkan dengan KLT analitik Pastikfolien Kieselgel 60 F 254. Fraksi etilasetat memberikan aktivitas antiagregasi platelet tertinggi dibandingkan fraksi lainnya seperti, etanol, heksana, diklorometan, n-butanol, dan fase aquaeous. Hasil kromatografi lapis tipis (KLT) dari fraksi etil asetat menghasilkan 4 fraksi, 3 diantaranya memiliki aktivitas antiagregasi platelet yang lebih tinggi dibandingkan fraksi etil asetat itu sendiri. Dari hasil uji fitokimia dan spektrum UV diduga komponen tersebut merupakan senyawa fenolik seperti flavonoid, Kata kunci: Daun kedondong, Ekstraksi, KLT, Antiagregasi platelet

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 19, No 3 (2025): TEKNOTAN, Desember 2025 Vol 19, No 2 (2025): TEKNOTAN, Agustus 2025 Vol 19, No 1 (2025): TEKNOTAN, April 2025 Vol 18, No 3 (2024): TEKNOTAN, Desember 2024 Vol 18, No 2 (2024): TEKNOTAN, Agustus 2024 Vol 18, No 1 (2024): TEKNOTAN, April 2024 Vol 17, No 3 (2023): TEKNOTAN, Desember 2023 Vol 17, No 2 (2023): TEKNOTAN, Agustus 2023 Vol 17, No 1 (2023): TEKNOTAN, April 2023 Vol 16, No 3 (2022): TEKNOTAN, Desember 2022 Vol 16, No 2 (2022): TEKNOTAN, Agustus 2022 Vol 16, No 1 (2022): TEKNOTAN, April 2022 Vol 15, No 2 (2021): TEKNOTAN, Desember 2021 Vol 15, No 1 (2021): TEKNOTAN, Agustus 2021 Vol 14, No 2 (2020): TEKNOTAN, Desember 2020 Vol 14, No 1 (2020): TEKNOTAN, Agustus 2020 Vol 13, No 2 (2019): TEKNOTAN, Desember 2019 Vol 13, No 1 (2019): TEKNOTAN, Agustus 2019 Vol 12, No 2 (2018): TEKNOTAN, Desember 2018 Vol 12, No 1 (2018): TEKNOTAN, April 2018 Vol 11, No 2 (2017): TEKNOTAN, Agustus 2017 Vol 11, No 1 (2017): TEKNOTAN, April 2017 Vol 10, No 2 (2016): TEKNOTAN, November 2016 Vol 10, No 1 (2016): TEKNOTAN, Agustus 2016 Vol 9, No 3 (2015): Teknotan, September 2015 Vol 9, No 1 (2015): Teknotan, Januari 2015 Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 1 (2014) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 2 (2013) Vol 7, No 1 (2013) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 1 (2012) Vol 5, No 3 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 4, No 2 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 2, No 3 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 1 (2008) Vol 1, No 3 (2007) Vol 1, No 2 (2007) Vol 1, No 1 (2007) More Issue