cover
Contact Name
Rizky Mulya Sampurno
Contact Email
rizky.mulya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
j.teknotan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian
ISSN : 19781067     EISSN : 25286285     DOI : -
Core Subject : Education,
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian, merupakan publikasi ilmiah kerjasama antara Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (FTIP UNPAD) dengan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA) Cabang Bandung. Jurnal ini diterbitkan 2 kali setahun (1 Volume, 2 Nomor penerbitan) dalam upaya menyebarluaskan ide-ide konseptual dan/atau hasil-hasil penelitian dan penerapan serta pengembangannya dalam bidang ilmu keteknikan dan teknologi pertanian dalam arti luas (pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan), khususnya pertanian tropika dan ilmu hayati. Penulis naskah/artikel jurnal adalah civitas academika, peneliti dan praktisi serta anggota perhimpunan/organisasi professional dari semua disiplin dan terbuka bagi umum yang menaruh minat dalam bidang ilmu terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 398 Documents
KAJIAN RASIO MASSA DAUN-BATANG TANAMAN NILAM (Pogostemon cablin Benth) PADA PROSES PENYULINGAN MINYAK NILAM Sarifah Nurjanah; Sudaryanto Zain; Muhammad Saukat; Budhi Indrawan
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rasio massa daun-batang tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth) pada proses penyulingan minyak nilam (Patchouli Oil) diduga merupakan salah satu faktor penyebab yang mempengaruhi kualitas rendemennya. Metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga kali ulangan dilakukan pada perbandingan massa daun dan batang dengan lima perlakuan rasio, yaitu: 70:30, 60:40, 50:50, 40:60 dan 30:70 persen. Parameter yang diamati adalah rendemen, bobot jenis, indeks bias, kadar minyak, kelarutan dalam alkohol, bilangan asam dan bilangan ester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio massa daun-batang pada proses penyulingan berpengaruh nyata terhadap rendemen minyak nilam. Semakin tinggi rasio daun-batang, semakin tinggi rendemennya, namun semakin rendah bobot jenis, indeks bias, kadar dan bilangan asam minyak nilamnya. Berdasarkan rendemen minyak perlakuan rasio terbaik adalah pada 60:40 persen. Sedang berdasarkan mutu minyak, nilai tertinggi diperoleh pada rasio 30:70 persen, mencakup bobot jenis, indeks bias, kadar minyak, bilangan asam dan bilangan ester. Namun secara umum teridentifikasi bahwa mutu minyak nilam yang dihasilkan memenuhi kriteria standar Indonesia (SNI 06-2385-2006). Kata kunci: Rasio massa daun-batang, Penyulingan, Minyak nilam, Mutu rendemen
ANALISIS PENGUBAHAN IKLIM MIKRO DI DALAM KANDANG DOMBA GARUT DENGAN METODE PENGENDALIAN PASIF ”STUDI KASUS DI UPTD-BPPTD MARGAWATI, KABUPATEN GARUT” Zaida -; Handarto -; Gilang Ginanjar Natari
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 2, No 3 (2008)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Domba Garut melepaskan kalor sensibel maupun kalor laten sebagai respon terhadap perubahan iklim di dalam kandang, terutama fluktuasi suhu bola kering. Karakteristik iklim mikro di dalam kandang pengendalian pasif yang fluktuatif, tidak selalu dapat mengubah iklim yang diharapkan sepanjang hari.Adanya keterbatasan sifat-sifat termofisika konstruksi kandang pengendalian pasif menghasilkan proses-proses fisik sejalan dengan fluktuasi iklim di luar kandang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengubahan iklim mikro di dalam kandang pengendalian pasif, dengan menggunakan metode deskriptif eksplanatori. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik iklim mikro di dalam kandang lebih konstan dibandingkan lingkungan luar, dengan intensitas suhu bola kering yang lebih tinggi. Kegagalan ventilasi yang terdiri dari pergerakan angin mati, angin turbulen, dan difusi uap air oleh radiasi matahari yang tidak optimal, menyebabkan pengendalian kelembaban di ruangan kandang bagian kiri tidak berjalan efektif.Proses fisik dari analisis perbandingan antara ruangan kandang bagian kanan maupun bagian kiri terhadap luar, didominasi oleh pemanasan humidifikasi. Domba Garut mengalami stres panas antara pukul 12.00 dan 14.30. Namun, pukul 13.00 sampai 13.30 menunjukkan iklim yang efektif untuk domba Garut, dimana kalor konveksi domba Garut adalah rendah antara 31% (450 W) dan 32% (481 W). Hasil penelitian secara keseluruhan menyimpulkan kandang pengendalian pasif menunjukkan kinerja yang baik dalam meredam cekaman iklim pada domba Garut dan efektif sebagai bangunan pengendali kalor, kelembaban, dan bau.Kata kunci : Fluktuasi Iklim, Kandang domba garut, Pengendali pasif, Pengubahan iklim mikro, Proses fisik
EVALUASI KINERJA SISTEM IRIGASI Chandra Setyawan; Sahid Susanto; dan Sukirno
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Instrumen evaluasi kinerja sistem irigasi secara kuantitatif dikembangkan dengan pendekatan sistem dan berbasis keluaran telah diaplikasikan di wilayah sistem Irigasi Serayu, Jawa Tengah. Keluaran sistem dipakai sebagai indikator utama (main indikator) mencerminkan tingkat kecukupan dan ketepatan pemberian air, efisiensi irigasi, kondisi dan fungsi sistem drainase, luas tanam dan produktivitas. Komponen sistem irigasi dalam bentuk input, proses, dampak dan keberlanjutan sistem irigasi dimasukkan sebagai indikator tambahan (auxiliary indicator). UPT Jeruk Legi. UPT Kroya dan UPT Sumpiuh dipakai sebagai daerah irigasi sampel yang masing-masing mewakili daerah atas, tengah dan bawah. Dengan menggunakan rentang skor 1-4, hasil penilaian kinerja sistem irigasi berada dalam posisi baik.  Daerah irigasi yang berada di daerah atas dan tengah mempunyai total skor 2,87 dan 2,20  dan daerah bawah mempunyai total skor 2,13. Berbasis pada luaran, komponen evaluasi dipakai sebagai dasar dalam menilai kinerja Operasi dan Pemelihataan (O&P). Hasilnya menunjukkan bahwa kinerja O&P daerah irigasi bagian atas termasuk kategori sangat baik (skor 3,05) dan bagian tengah dan bawah termasuk kategori baik (skor 2,50 dan 2,42). Dengan menempatkan posisi kinerja sistem Irigasi dalam bentuk kuadranisasi menunjukan untuk UPT Jeruk Legi dan Kroya berada pada kuadran I yang mengindikasikan prasyarat kinerja sistem irigasi terpenuhi untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan, sedangkan untuk UPT Sumpiuh berada pada kuadran II yang berarti prasyarat kinerja sistem irigasi masih memerlukan peningkatan untuk memenuhi keluaran yang diinginkan. Kata kunci: evaluasi kinerja sistem irigasi, O&P sistem irigasi, indikator dasar, indikator                     tambahan 
PENGARUH APLIKASI HIDROGEL TERHADAP BEBERAPA KARAKTERISTIK TANAH IMPACT OF HYDROGEL APPLICATION ON SOME SOIL CHARACTERISTICS Abraham Suriadikusumah
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh aplikasi hidrogel terhadap beberapa sifat atau karakteristik tanah : kadar air, stabilitas agregat, porositas makro, dan kandungan C-organik. Penelitian dilakukan pada bulan September sampai dengan November 2013 di rumah kaca dan laboratorium fisika dan kimia tanah Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran dengan ketinggian tempat ± 700 m di atas permukaan laut. Penelitian ini ditata dalam satu rancangan dasar berupa Rancangan Acak Kelompok yang meliputi 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan tadi adalah: dosis hidrogel 0 gr polybag-1 (H0), dosis hidrogel 100 gr polybag-1 (H1), dosis hidrogel 200 gr polybag-1 (H2), dan dosis hidrogel 300 gr polybag-1 (H3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi hidrogel berpengaruh nyata terhadap hampir semua variabel yang diamati (stabilitas agregat, porositas makro, dan C-organik), akan tetapi aplikasi hidrogel tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air tanah.Kata kunci: hidrogel, kadar air, stabilitas agregat, porositas makro, C-organik
KAJIAN LAMA PENYIMPANAN SUHU RENDAH (5°C) PADA NASI TANAK BERULANG DARI BERAS VARIETAS CIHERANG TERHADAP NILAI KALORI DAN BEBERAPA KARAKTERISTIK LAIN Marsetio tio; Tati Sukarti; Fetri yuna; Agnes Citra Utami Kustantyasih
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu menentukan lama penyimpanan suhu rendah (5 °C) nasi tanak berulang terbaik dari beras varietas Ciherang yang memiliki nilai kalori rendah dan karakteristik yang masih layak untuk dikonsumsi. Metode penelitian yang digunakan adalah explanatory research dengan variabel bebas lama penyimpanan pada suhu rendah (5 °C) mulai dari 0 hari hingga 20 hari. Variabel yang diamati adalah kadar amilosa, intensitas warna, kadar air, tekstur, kadar glukosa, nilai kalori, dan uji organoleptik. Nasi kering terretrogradasi yang masih layak untuk dikonsumsi yaitu nasi hasil tanak berulang 3 kali yang disimpan pada suhu 5 °C paling lama 8,05 hari, dengan karakteristik warna nasi kering agak putih cerah kekuningan, warna nasi putih sedikit cerah kekuningan, aroma nasi tidak menyimpang, rasa nasi hambar sedikit aftertaste manis, tekstur nasi sedikit keras, kadar amilosa 23,06 %, kadar air 10,43 %, kadar glukosa 1,893 %, nilai kalori 300,3 kkal/100 gram, kadar abu 0,29 %, kadar protein 6,82 %, kadar lemak 0,37 %, dan kadar serat kasar 0,43 %. Kata kunci :  retrogradasi pati, penyimpanan suhu rendah, nilai kalori
KARAKTERISTIK MINYAK AKAR WANGI (VETIVER OIL) DARI TANAMAN AKAR WANGI (Vetiveria zizanoides) YANG TUMBUH DI MEDIA YANG MENGANDUNG LOGAM TEMBAGA Dadan Sumiarsa; Totok Herwanto; Irwan Chandra
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Cu terhadap komponen minyak akar wangi yang ditanam pada media tanah yang mengandung Cu. Tanaman akar wangi ditanam pada media yang mengandung 200, 800 dan 3200 mg/kg.  selama 5 bulan. Kemudian karakterisasi minyak akar wangi dari bagian akar melalui proses hidrodestilasi, analisis komposisi minyak atsiri menggunakan paduan kromatografi gas dan spektroskopi massa (KG-SM). Hasil penelitian menunjukan bahwa tanaman akar wangi dapat tumbuh di media tanah yang mengandung logam Cu artifisial dengan konsentrasi 200 dan 800 mg/kg, tetapi tidak dapat hidup pada konsentrasi 3200 mg/kg. Rendemen minyak akar wangi yang ditanam pada media tanam Cu 200 dan 800 mg/kg mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan yang ditanam pada media tanam kontrol, sebesar 0,46 dan 0,25 %. Kandungan minyak akar wangi yang ditanam di media tanah tercemar Cu artifisal mengalami penaikan untuk senyawa-senyawa seskuiterpen yang teroksigenasi seperti veridiflorol dan spathulenol, tetapi untuk senyawa-senyawa seskuiterpen hidrokarbon seperti aromadendren mengalami penurunan. Kata kunci : Akar wangi, Minyak atsiri, dan Tembaga 
PEMISAHAN EUGENOL DARI MINYAK CENGKEH DENGAN CARA DISTILASI FRAKSINASI Siti Nurhasanah; Efri Mardawati; Marleen Herudiyanto
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah memisahkan eugenol dari minyak cengkeh dengan menggunakan distilasi fraksinasi, dimana eugenol diperoleh dari residu hasil fraksinasi minyak cengkeh. Hasil fraksinasi tersebut kemudian dianalisis kandungan egugenolnya untuk menentukan rendemen operasi disitilasi fraksinasi serta sifat-sifat  fisik-kimia produk yang dihasilkan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa distilasi fraksinasi pada minyak cengkeh dengan perlakuan fraksinasi suhu 200oC dan 250oC tidak memperoleh eugenol murni (minimal 98%) tetapi kadar eugenolnya meningkat sampai 97,03% w/v dari 93,34%.  Perlakuan tekanan yang lebih kecil dan jumlah refluks yang lebih banyak akan lebih memurnikan minyak cengkeh menjadi eugenol.  Dengan distilasi fraksinasi pada minyak cengkeh dimana proses berlangsung pada suhu dan tekanan rendah menghasilkan residu yang mutunya meningkat dengan kriteria kadar eugenol meningkat, berat jenis meningkat, semakin larut dalam alkohol, indeks bias yang meningkat dan nilai putaran optik yang sesuai dengan kriteria minyak cengkeh asli (kecil). Kata kunci  : Eugenol, Minyak cengkeh, Distilasi, Fraksinasi
PENGGUNAAN METODE FUZZY DALAM PENENTUAN LAHAN KRITIS DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI DAERAH SUBDAS CIPELES Roni Kastaman; Dwi Rustam Kendarto; Sandhi Nugraha
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengatasi permasalahan akibat ketidakpastian identifikasi, ketidakpastian kualitatif dalam menilai lahan kritis melalui Sistem Informasi Geografis (GIS) dengan metode skoring, telah dilakukan penelitian dengan menggunakan metode fuzzy. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi alternatif rujukan metode dalam penentuan lahan kritis diberbagai instansi yang kerap kali menggunakan data spasial terutama yang berkaitan dengan bidang pertanian dan kehutanan. Penelitian dilakukan di subDAS Cipeles, DAS Cimanuk, Kabupaten Sumedang dari tanggal 21 Agustus 2006 hingga 30 September 2006. Analisis dilakukan di Laboratorium Sistem & Manajemen Keteknikan Pertanian, Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran, Kampus Jatinangor. Alat bantu analisis yang digunakan adalah GPS (global positions system) beserta software-nya yaitu  ArcView 3.3, AV spatial analyst 2.0a (extension ArcView), AV 3D analyst 1.0.(extension ArcView), MatLab ver.7.0.1, SPSS 13.0, Office acces 2003, dan Office excel 2003. Metode analisis fuzzy berbeda dengan metode skoring, yang biasa dilakukan dalam analisis spasial pada data GIS. Data diskrit pada metode skoring terlebih dahulu diubah ke dalam data dari fungsi keanggotaan fuzzy melalui pendekatan interpolasi fuzzy. Hasil interpretasi data melalui metode fuzzy dengan defuzzifikasi Centre of Grafity (COG) menunjukkan bahwa Metode fuzzy mampu mengatasi ketidak pastian dalam klasifikasi data lahan kritis yang disajikan dalam bentuk diskrit, dimana dari hasil uji Wilcoxon interpretasi hasil analisis fuzzy mendekati kondisi yang sebenarnya di lapangan. Kata kunci: Sistem Informasi Geografis (GIS), Analisis Fuzzy
PROSES PENGHALUSAN KOPI ROBUSTA MENGGUNAKAN MESIN PEMBUBUK TIPE HAMMER MILL Siswoyo Soekarno; Tantri Sepriska U; Siswi janto
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses penghalusan merupakan hal yang sangat mempengaruhi kualitas kopi bubuk. Semakin halus/kecil ukuran partikel kopi bubuk, rasa minuman kopi akan semakin nikmat, karena sebagian besar kandungan bubuk kopi telah tercampur secara merata. Penghancuran merupakan salah satu proses pembubukan biji kopi sangrai. Semakin kecil/halus ukuran partikel kopi bubuk yang telah dihancurkan, maka akan semakin berpengaruh terhadap aroma dan rasa kopi. Studi ini bertujuan mempelajari pengaruh kecepatan putar mesin pembubuk kopi dan suhu penyangraian, yang meliputi waktu, kapasitas pembubukan, yang merupakan hasil torsi motor penggerak, efisiensi mesin pembubuk kopi, hasil pembubukan, rata-rata ukuran diameter partikel, dan tingkat kehalusan kopi bubuk.  Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap, yaitu penelitian pendahuluan dan utama. Penelitian pendahuluan dilakukan untuk menentukan kecepatan putar enjin optimum serta penentuan preferensi suhu penyangraian, baru kemudian dilakukan penelitian utama yang meliputi proses penghalusan dan pengayakan yang menghasilkan kopi bubuk jenis robusta. Kecepatan putar enjin yang dihasilkan pada penelitian ini adalah 3.365; 2.696; dan 2.219 PPM. Berdasarkan hasil uji citarasa dengan memanfaatkan responden yang belum terlatih secara acak, rasa kopi bubuk yang terfavorit dicapai ketika proses pengolahan/penyangraiannya dilakukan pada suhu 160oC, selama 30 dan 35 menit. Semakin tinggi kecepatan putar enjin dan suhu penyangraian, maka kapasitas dan efisiensi mesin pembubuk tipe hammer mill meningkat signifikan. Oleh karena itu, kombinasi optimum antara kecepatan putar enjin dan suhu penyangraian akan berdampak pada tingkat kehalusan kopi hasil bubuk. Kata kunci: Hammer mill, Penghalusan, Kopi bubuk robusta, Pengayakan
STUDI KARAKTERISTIK PATI UBI JALAR MODIFIKASI GANDA METODE CROSS LINKING-ASETAT SERTA APLIKASINYA DALAM PEMBUATAN SAUS CABAI Mira Miranti; Tita Rialita; Fitri Filianty
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pati Ubi jalar sebagai pengental produk saus mudah mengalami retrogradasi, sineresis dan viskositasnya tidak stabil terhadap pengadukan dan pemanasan suhu tinggi. Kondisi ini dapat diatasi dengan memodifikasi struktur patinya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik  pati ubi jalar modifikasi ganda metode cross-linking-asetat dan aplikasinya pada saus cabai. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang terdiri dari 3 tahap, yaitu: pembuatan pati ubi jalar, pembuatan pati modifikasi ganda Cross linking- asetat dan pembuatan saus cabai dengan 2 perlakuan (penambahan pati alami dan pati modifikasi ganda cross-linking-asetat) dan 4 kali ulangan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pati ubi jalar alami memiliki rendemen 12,7%, kadar air 9,70%, kadar Abu 0,45 %, suhu gelatinisasi 76,90oC,  viskositas maksimum 2.233,6 cp dan konsistensi amilografi 646,4 cp.  Pati ubi jalar modifikasi ganda crosslinking-asetat memiliki kadar air 8,00%, kadar Abu 0,44%, asetilasi 2,19%, nilai derajat substitusi (DS) 0,08, suhu gelatinisasi 79,45oC, viskositas maksimum 4564,1 cp dan konsistensi amilografi 1571,2 cp. Saus cabai kedua jenis pati tersebut berwarna merah, aroma agak kuat dan kekentalan cukup. Viskositas saus cabai dengan pati modifikasi ganda crosslinking-asetat (3900 cp) lebih tinggi daripada saus cabai dengan pati alami (2150cp). viskositas menurun selama penyimpanan. Total padatan terlarut saus cabai dengan pati modifikasi ganda crosslinking-asetat (35,20obrix) lebih rendah  daripada saus cabai dengan pati alami (39,70obrix).  Total padatan terlarut meningkat selama penyimpanan. Sedang Kestabilan saus cabai dari kedua jenis pati konstan selama penyimpanan 30 hari. Kata kunci: Saus cabe, Pati alami, Pati modifikasi ganda crosslingking-asetat

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 19, No 3 (2025): TEKNOTAN, Desember 2025 Vol 19, No 2 (2025): TEKNOTAN, Agustus 2025 Vol 19, No 1 (2025): TEKNOTAN, April 2025 Vol 18, No 3 (2024): TEKNOTAN, Desember 2024 Vol 18, No 2 (2024): TEKNOTAN, Agustus 2024 Vol 18, No 1 (2024): TEKNOTAN, April 2024 Vol 17, No 3 (2023): TEKNOTAN, Desember 2023 Vol 17, No 2 (2023): TEKNOTAN, Agustus 2023 Vol 17, No 1 (2023): TEKNOTAN, April 2023 Vol 16, No 3 (2022): TEKNOTAN, Desember 2022 Vol 16, No 2 (2022): TEKNOTAN, Agustus 2022 Vol 16, No 1 (2022): TEKNOTAN, April 2022 Vol 15, No 2 (2021): TEKNOTAN, Desember 2021 Vol 15, No 1 (2021): TEKNOTAN, Agustus 2021 Vol 14, No 2 (2020): TEKNOTAN, Desember 2020 Vol 14, No 1 (2020): TEKNOTAN, Agustus 2020 Vol 13, No 2 (2019): TEKNOTAN, Desember 2019 Vol 13, No 1 (2019): TEKNOTAN, Agustus 2019 Vol 12, No 2 (2018): TEKNOTAN, Desember 2018 Vol 12, No 1 (2018): TEKNOTAN, April 2018 Vol 11, No 2 (2017): TEKNOTAN, Agustus 2017 Vol 11, No 1 (2017): TEKNOTAN, April 2017 Vol 10, No 2 (2016): TEKNOTAN, November 2016 Vol 10, No 1 (2016): TEKNOTAN, Agustus 2016 Vol 9, No 3 (2015): Teknotan, September 2015 Vol 9, No 1 (2015): Teknotan, Januari 2015 Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 1 (2014) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 2 (2013) Vol 7, No 1 (2013) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 1 (2012) Vol 5, No 3 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 4, No 2 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 2, No 3 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 1 (2008) Vol 1, No 3 (2007) Vol 1, No 2 (2007) Vol 1, No 1 (2007) More Issue