cover
Contact Name
Jurnal Arsitektur Zonasi
Contact Email
jurnal_zonasi@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
yudi.permana@upi.edu
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur ZONASI
ISSN : 26211610     EISSN : 26209934     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Journal of Architectural ZONASI is an online open access journal. It features articles on a wide range of issues in architecture, including architectural history and theory, dwelling culture, building technology and material science, architectural design, interior design, landscape architecture, heritage and conservation, and urbanism. Published three annually, in February, June, and October, the journal welcomes contributions from all over the world
Arjuna Subject : -
Articles 213 Documents
KONSEP ARSITEKTUR BIOMIMETIKA PADA PERANCANGAN GEDUNG TERMINAL 4 BANDAR UDARA SOEKARNO-HATTA DI TANGERANG, BANTEN. Ivanka, Fasya Abelleia
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 4, No 3 (2021): Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Arsitektur Zonasi Oktober 2021
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v4i3.37498

Abstract

Abstrak: Kebutuhan infrastruktur transportasi udara atau Bandar Udara yang dapat mengakomodir fungsi transportasi serta bisnis semakin meningkat, diperlukannya kapasitas mencapai 11.400 penumpang saat kondisi jam sibuk dan 38 pesawat terbang berukuran Boeing-737 dan Airbus A320 adalah kebutuhan pokok dari adanya rancangan Gedung Terminal 4 Bandar Udara Soekarno-Hatta. Hal ini yang dijawab pada hasil finalisasi desain rancangan, Menurut PT. Persero Angkasa Pura; Bandar Udara adalah lapangan udara yang perlengkapannya menjamin ketersediaan fasilitas angkutan udara untuk masyarakat, dari segi bangunan dan peralatannya. Adanya penyesuaian frekuensi aktivitas bisnis, maka keterlibatan atas integrasi sektor komersil dan ekonomi dalam area bandara mendorong moda akses kebutuhan dari adanya pengembangan gedung terminal penumpang pada kawasan komplek Soekarno-Hatta. Hal yang sensitif dari menghasilkan rancangan untuk menyelaraskan tema dengan tipologinya, selain dari penataan ruang, sirkulasi, serta zona yang ada. Penerapan tema sebagai cerminan fungsi dan eksplorasi bangunan itu tersendiri, guna menciptakan bangunan yang dapat beradaptasi dengan lingkungan dan penggunanya. Serta merepresentasikan budaya dari wilayah setempat pada sisi estetika dan penggunaan material. Arsitektur Biomimetika pada Bandar Udara Terminal 4 Soekarno-Hatta ini diulas bertujuan untuk memperlihatkan unsur lokalitas yang ada, pemilihan konsep ini memberikan kesan fungsi bangunan transportasi udara yang berkesinambungan antar alam dan manusia serta meningkatkan citra kawasan setempat dengan harapan dapat menciptakan bangunan dengan fungsi formal yang modern-futuristik dengan cara menerapkan unsur filosofis dari Arsitektur Biomimetika.Kata Kunci: Gedung Terminal, Bandar Udara, Arsitektur Biomimetika
Transformasi Tata Ruang Rumah Warga Banjar Karang Dalem I, Desa Bongkasa Pertiwi, Kabupaten Badung, Bali Prabawa, Made Suryanatha
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 4, No 3 (2021): Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Arsitektur Zonasi Oktober 2021
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v4i3.39102

Abstract

Badung Regency has declared 11 Badung Tourism Villages through Perbup no. 47 of 2010. 1 of the 11 Tourism Villages that have been proclaimed is Bongkasa Pertiwi Village (BP). The development of the number of tourist visits to BP village was quite significant before the pandemic. Along with increasing tourism activities in BP Village, there has been a transformation of the spatial layout of residents' houses that are able to accommodate the Homestay function (Tourism Accommodation). An in-depth study is needed, in order to find out to what extent the impact of BP Village's tourism development has affected the transformation of settlements, especially the private houses of its residents who are still traditional. The object of this research is Settlement Br. Karang Dalem I, which in terms of spatial settlements and private houses of residents, is very traditional. The purpose of this study was to explore, record, and analyze the spatial aspects of the settlement of Br. Karang Dalem I which is fairly unique (Typical/Traditional) along with the spatial impact of tourism developments that might affect these spatial aspects. This study will use an exploratory-qualitative method with cross-examination data analysis to obtain the best research conclusions. Based on the findings and results of the analysis, it can be concluded that the transformation occurs in the form of function adaptation but while maintaining the basic values of the traditional Balinese house layout.Keywords: Transformation; Layout; House; Traditional.
ECOBRICK: ELEMEN DESAIN ESTETIS DAN EKOLOGIS DI DESA WISATA NGERANGAN, KLATEN Ristianti, Novia Sari; Widjajanti, Retno; Kurniati, Rina; Nurini, Nurini
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 4, No 3 (2021): Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Arsitektur Zonasi Oktober 2021
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v4i3.35973

Abstract

Abstract: Waste management as a cost recovery has an economical selling value. Such as the Ecobrick concept. Ecobrick utilizes non-biological waste, converted into small pieces (bricks) and then put into plastic bottles. Plastic waste will be stored and preserved in the bottle. The household furniture is made from ecobricks such as tables, chairs, and walls. Therefore, Ecobrick can improve aesthetic and ecological functions in Kampoeng Loempang Ngerangan Tourism Village.The aim is to implement 3R waste processing through ecobricks in improving aesthetic and ecological functions in Kampoeng Loempang Ngerangan, Klaten Regency.The research method is quantitative. Stage I information is about techniques, principles, and products of Ecobricks. Stage II Guidance is implemented making ecobrick and its product. Stage III Practice is making and arranging ecobricks into buildings and furniture. Phase IV Independence and Habitual is the evaluation of Ecobrick products used for the aesthetic and ecological functions of Kampoeng Loempang. Such as a gate, stalls, tables, and chairs.The research output is implementing ecobrick technology in Kampoeng Loempang Ngerangan Tourism Village in aesthetic and ecological element designs for entrance gates as landmarks, stalls culinary tourism, and chairs and dining tables for culinary tours.Keywords: ecobrick, aesthetic, ecology, rural tourism Abstrak: Pengelolaan sampah sebagai cost recovery memiliki nilai jual yang ekonomis. Seperti konsep Ecobrick yang memanfaatkan sampah non hayati, diubah menjadi potongan-potongan kecil (bata) kemudian dimasukkan ke dalam botol plastik. Sampah plastik akan disimpan dan diawetkan dalam botol. Perabotan rumah tangga terbuat dari ecobrick seperti meja, kursi, dan dinding. Oleh karena itu, Ecobrick dapat meningkatkan fungsi estetika dan ekologi di Desa Wisata Kampoeng Loempang Ngerangan. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk menerapkan pengolahan sampah 3R melalui ecobrick dalam meningkatkan fungsi estetika dan ekologi di Kampoeng Loempang Ngerangan, Kabupaten Klaten. Metode penelitian adalah kuantitatif. Informasi tahap I adalah tentang teknik, prinsip, dan produk Ecobrick. Tahap II Bimbingan dilaksanakan pembuatan ecobrick dan produknya. Tahap III Praktek membuat dan menata ecobrick menjadi bangunan dan furniture. Tahap IV Kemandirian dan Pembiasaan adalah evaluasi produk Ecobrick yang digunakan untuk fungsi estetika dan ekologi Kampoeng Loempang. Seperti gapura, warung, meja, dan kursi. Luaran kegiatan ini adalah mengimplementasikan teknologi ecobrick di Desa Wisata Kampoeng Loempang Ngerangan dalam desain elemen estetika dan ekologi untuk gerbang masuk sebagai landmark, warung wisata kuliner, dan kursi dan meja makan untuk wisata kuliner.Kata Kunci: ecobrick, estetika, ekologis, desa wisata
IDENTIFIKASI FASILITAS PEJALAN KAKI DI KORIDOR JALAN AFFANDI YOGYAKARTA DALAM MENDUKUNG KONSEP WALKABILITY Suminar, Lintang
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 4, No 3 (2021): Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Arsitektur Zonasi Oktober 2021
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v4i3.37620

Abstract

Jalan Affandi, yang juga dikenal dengan nama Jalan Gejayan, sebagai koridor komersial di Yogyakarta memiliki kepadatan aktivitas yang tinggi. Selain sirkulasi kendaraan, kenyamanan jalur pejalan kaki merupakan aspek yang perlu diperhatikan dalam penataan ruang perkotaan. Fasilitas pejalan kaki merupakan salah satu konsentasi dalam konsep walkability yang bertujuan untuk kenyamanan pengguna jalur pejalan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fasilitas jalur pejalan kaki di Jalan Affandi dengan pendekatan konsep walkability. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan untuk mengamati dan mengindentifikasi kondisi fasilitas pejalan kaki di Jalan Affandi. Pembahasan dilakukan dengan menyandingkan kondisi eksisting dengan konsep walkability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi fasilitas pejalan kaki di koridor Jalan Affandi belum memenuhi konsep walkability. Beberapa permasalahan yang ditemukan adalah ketidaksesuaian pemanfaatan jalur pejalan kaki, kondisi fasilitas yang tidak terawat, serta minimnya fasilitas bagi difabel. Hal tersebut tentu berpengaruh pada kenyamanan pejalan kaki yang merupakan aspek penting dalam konsep walkability. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi evaluasi dan masukan bagi perencanaan di kawasan koridor Jalan Affandi Yogyakarta.Kata Kunci: fasilitas; jalur; pejalan kaki; walkability.
PERANCANGAN PUSAT STUDI KONSERVASI HUTAN BAKAU DI KABUPATEN CILACAP SEBAGAI FASILITAS EDUKASI DAN WISATA DENGAN PENDEKATAN REKREATIF EDUKATIF Haqqin, Qinan Nuril
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 4, No 3 (2021): Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Arsitektur Zonasi Oktober 2021
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v4i3.31790

Abstract

Indonesia has the potential for natural resources in the form of mangrove forests that grow in coastal areas. One of the areas that have the potential of natural resources is on the island of Central Java in Cilacap Regency, the area is named Segara Anakan. It's just that the more time develops the less quality due to some things that eventually lead to the problem of ecosystem degradation. To prevent further damage, and as a step to improve existing mangrove ecosystems, conservation activities are urgently needed. Conservation tries to maintain existing ecosystems for the survival of the ecosystem itself as well as the surrounding ecosystems. Conservation are very closely related to adequate facilities and infrastructure to help the activities contained in it. These facilities and infrastructures can be found in the building of the Study Conservation Center. Especially for conservation areas with mangrove ecosystem communities that can be functioned for educational activities, can also be used for recreational facilities for all society. This is also done in addition to facilitating the course of conservation activities as well as a form of introduction to new design objects that can combine educational and recreational functions to attract more attention from all circles.
DESAIN KAWASAN HIJAU DAN BERKELANJUTAN DI ALUN-ALUN KOTA KLATEN Kurniati, Rina; Dewi, Santy Paula; ., Nurini; Dewi, Diah Intan Kusumo; Soetomo, Sugiono; Kinanti, Lusia Sekar Raras
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 4, No 3 (2021): Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Arsitektur Zonasi Oktober 2021
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v4i3.36929

Abstract

Kawasan Alun-Alun Kota Klaten merupakan salah satu ruang terbuka publik di Kabupaten Klaten yang memiliki fungsi sebagai ruang rekreasi. Kawasan tersebut terletak di Kecamatan Klaten Tengah, yang berdasarkan RTRW Kabupaten Klaten Tahun 2011-2031 kawasan Alun-Alun Kota Klaten direncanakan menjadi Kawasan Perkotaan Kabupaten Klaten. Sebagai Kawasan Perkotaan Kabupaten Klaten, Kawasan Alun-Alun Kota Klaten diharapkan mampu menyediakan ruang untuk kegiatan pemerintahan, pelayanan sosial-ekonomi, komersial, industri, pendidikan, dan hunian. Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan rencana desain dari kawasan Alun-Alun Kota Klaten yang dapat menyediakan ruang untuk mengakomodasi aktivitas-aktivitas tersebut. Untuk menciptakan rencana desain tersebut dilakukan studi best practice, yang menghasilkan konsep sustainable green design. Konsep tersebut menghasilkan rencana desain pada kawasan meliputi penataan lingkungan dan aktivitas sosial-ekonomi. Rencana desain tersebut dilakukan melalui proses analisis  yang menghasilkan rencana zonasi kawasan untuk menciptakan efisiensi penggunaan lahan. Kemudian analisis  elemen rancang kota yang akan menghasilkan rencana desain atau master plan kawasan yang dapat memberikan arahan perencanaan kota.
Perpaduan Modernisme dan Tradisi pada Arsitektur Tadao Ando dalam Perspektif Fenomenologi Annisa, Siti Arfah; Lukito, Yulia Nurliani
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 4, No 3 (2021): Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Arsitektur Zonasi Oktober 2021
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v4i3.36460

Abstract

Abstract: Tadao Ando is a Japanese architect widely known for his architectural works that explore materials, geometry, and interactions with nature to create a spatial experience for its users. Although Ando is known as one of the architects with modern principles, his architectural thoughts and works still show individual characters, originality, connection to local tradition, and creativity in using modern architecture principles. This paper explores Ando's efforts to reconcile the principles of modernism and tradition in his architecture. In so doing, the discussion uses a phenomenological perspective built upon literature, interview, and analysis of his architectural works. The result shows that there is a reconciliation between modern and traditional values, which are predominantly represented through the application of concrete and clear compositions while maintaining building interaction with nature.Keywords: Tadao Ando; modern architecture; tradition; phenomenology. Abstrak: Tadao Ando merupakan seorang arsitek asal Jepang yang dikenal luas melalui karya arsitekturnya yang mengeksplorasi material, geometri, dan interaksi dengan alam untuk menciptakan pengalaman ruang bagi penggunanya. Meskipun Ando dikenal sebagai salah seorang arsitek yang menerapkan prinsip-prinsip modern, namun pemikiran dan karya arsitekturnya tetap menunjukkan ciri khas individu, keaslian, tetap berakar pada tradisi, dan tidak terikat dengan kelaziman prinsip modern yang ada. Tulisan ini akan menggali upaya penerapan Ando dalam mempertemukan prinsip-prinsip modern dan tradisi dalam arsitekturnya, yang akan dibahas dalam perspektif fenomenologi melalui penelusuran literatur dan hasil wawancara terhadap Ando serta analisis beberapa karya bangunannya. Berdasarkan refleksi terhadap karya arsitektur Tadao Ando, terlihat adanya perpaduan antara nilai-nilai modern yang secara dominan direpresentasikan melalui penggunaan material beton dan gubahan massa yang simpel dengan tetap memperhatikan tradisi dan budaya dengan menjaga interaksi bangunan dengan alam.Kata Kunci: Tadao Ando; arsitektur modern; tradisi; fenomenologi.
Optimalisasi Jalur Pedestrian Bagi Pengguna Disabilitas di Jalan Imam Bonjol Semarang Desetyaningrum, Imbar; Sari, Suzanna Ratih
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 4, No 3 (2021): Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Arsitektur Zonasi Oktober 2021
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v4i3.37986

Abstract

Pedestrian ways are one of the important elements of urban design as a connecting and supporting system for urban space’s vitality. Pedestrian ways in a good and accessible condition increases the user’s comfort and helps people with disabilities and special needs to be independent. Pedestrian ways located at Jalan Imam Bonjol Semarang have been renovated by government to increase its function, walkability and estetics aspect. The purpose of this study was to determine and evaluate the optimalisation use of the pedestrian ways at Jalan Imam Bonjol Semarang, especially for persons with special needs and disabilities user. The research uses qualitative approach which describe in descriptive methods, data collection through field observations and literature studies. The results showed that the use of the existing pedestrian ways in Jalan Imam Bonjol is not optimum which is not accessible for disabilities user.
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR KONTEKSTUAL BENTUK PADA BANGUNAN PERKANTORAN DI KAWASAN SCBD SUDIRMAN JAKARTA SELATAN Sejati Pertiwi, Dewi Milenia Zhasmin; Purwantiasning, Ari Widyati
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 4, No 3 (2021): Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Arsitektur Zonasi Oktober 2021
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v4i3.31457

Abstract

Kontekstual merupakan salah satu konsep dalam arsitektur yang membahas sesuatu yang memiliki kaitan dengan lingkungan sekitar. Arsitektur kontekstual merupakan penekanan terhadap penyesuaian pembangunan atau desain suatu bangunan dengan bangunan sekitar melalui proses yang dapat menghidupkan kembali bangunan lama dengan fungsi baru atau masa kini tergantung dengan keadaan kondisi sekitar tapak sehingga pada dasarnya konsep kontekstual memiliki tiga hal yang saling berkaitan, hal tersebut adalah kegiatan, lingkungan dan visual. Konteksual sangat bersinergi dengan sebuah kawasan, salah satunya adalah pada kawasan perkantoran SCBD Jakarta Selatan terrutama kontekstual pada warna bangunan. Metode pernelitin yang akan digunakan untuk mengkaji arsitektur kontekstual pada bangunan perkantoran ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu dengan cara studi literatur. Untuk mengetahui data yang akan digunakan untuk analisis kontekstualitas dari bangunan – bangunan yang ada pada kawasan perkantoran kemudian akan dibahas menggunakan analisis dari prinsip arsitektur kontekstual pada warna bangunan. Penelitian ini akan mengetahui prinsip kontekstual warna bangunan pada Kawasan Perkantoran SCBD Jakarta Selatan.
KARAKTERISTIK ELEMEN FISIK PADA AKTIVITAS KRIMINAL DI KAWASAN PASAR SANGGENG, MANOKWARI BARAT Syifaullinnas, Syifaullinnas; Marcillia, Syam Rachma
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 4, No 3 (2021): Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Arsitektur Zonasi Oktober 2021
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v4i3.37633

Abstract

Perubahan lingkungan fisik perkotaan dengan kondisi tertentu diiringi dengan terjadinya peningkatan aktivitas kriminal. Kawasan Pasar Sanggeng merupakan kawasan yang berkembang pesat sebagai pusat perekonomian di Manokwari, ibu kota Provinsi Papua Barat dengan tingkat kriminalitas tinggi. Salah satu upaya pencegahan aktivitas kriminal adalah menerapkan konsep CPTED yang mengkaji aspek pencegahan melalui pendekatan desain. Peneliti bertujuan mengidentifikasi karakter elemen fisik kawasan pada aktivitas kriminal di Kawasan Pasar Sanggeng dengan menggunakan metode deduktif kualitatif. Temuan karakteristik elemen fisik pada titik terjadinya aktivitas kriminal adalah bangunan tanpa pagar, orientasi fasad menghadap jalan, pencahayaan fasad tidak memadai, bukaan tidak sesuai standar, fasad masif, kondisi bangunan terawat, dan tidak memiliki pencahayaan jalan. Kondisi tersebut dipengaruhi tingkat aksesibilitas kawasan yang tinggi disertai rendahnya nilai akses kontrol kawasan, teritorialitas rendah, serta kurangnya pengawasan alami. Berdasarkan hasil temuan tersebut, diharapkan Pemerintah Manokwari dan perencana dalam pengembangan Kawasan Pasar Sanggeng turut memperhatikan elemen-elemen fisik kawasan sebagai alat untuk mengurangi terjadinya aktivitas kriminal. Kata Kunci: Aktivitas Kriminal; CPTED; Elemen Fisik: Pencegahan Kriminal.