cover
Contact Name
Jurnal Arsitektur Zonasi
Contact Email
jurnal_zonasi@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
yudi.permana@upi.edu
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur ZONASI
ISSN : 26211610     EISSN : 26209934     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Journal of Architectural ZONASI is an online open access journal. It features articles on a wide range of issues in architecture, including architectural history and theory, dwelling culture, building technology and material science, architectural design, interior design, landscape architecture, heritage and conservation, and urbanism. Published three annually, in February, June, and October, the journal welcomes contributions from all over the world
Arjuna Subject : -
Articles 213 Documents
Evaluasi Kelayakgunaan Reruntuhan Bangunan sebagai Komponen Rekonstruksi Hunian Pascagempa 2018 di Palu Andi Karina Deapati
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 5, No 1 (2022): Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Arsitektur Zonasi Februari 2022
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v5i1.38506

Abstract

Dalam kondisi pascabencana, ketergantungan terhadap jenis material standar tentu menjadi masalah. Penyintas pascabencana butuh rekonstruksi hunian sementara (huntara) yang cepat, hemat, dan kuat selama menunggu proses rekonstruksi hunian tetap (huntap). Dua tahun pascagempa 2018 di Kota Palu, belasan keluarga memilih untuk menetap di huntara yang mereka bangun menggunakan reruntuhan bangunan meskipun huntap yang ditawarkan pemerintah sudah siap huni. Penelitian ini mengungkap kisah semangat berhuni untuk bertahan hidup dari sembilan keluarga penyintas pascagempa di Kota Palu dan mengapa mereka bertahan di huntara mandirinya. Penelitian ini merupakan jenis kualitatif dengan pendekatan grounded theory di Kecamatan Mamboro Kota Palu. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan mengumpulkan dokumentasi awal dari pendamping rekonstruksi huntara, serta wawancara ke beberapa penghuni mengenai permasalahan purnahuni yang dialami dan mengumpulkan foto keadaan terkini objek penelitian, lalu dianalisis menggunakan alat ukur Evaluasi Purna Huni (EPH) yang difokuskan pada aspek teknis hunian dan dijabarkan melalui narasi deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para penyintas yang masih bertahan di huntara hingga 2021 ingin menyimpan memori dari bangunan lama di bangunan baru memanfaatkan reruntuhan material maupun komponen bangunannya, sekaligus dapat berhuni di bawah naungan yang cepat, hemat, kuat, dan tetap selamat. Penilaian EPH yang difokuskan pada aspek teknis menguatkan alasan mereka untuk menetap; segala ketidaknyamanan yang dirasakan para penyintas masih bisa ditoleransi dan cukup bisa meredam trauma pascagempa. Hasil ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dalam penggunaan kembali reruntuhan material dan komponen bangunan pascagempa bagi perencanaan mendatang yang serupa.
AKTIVITAS PENGGUNA PADA RUANG PUBLIK KOTA LAMA SEMARANG DILIHAT DARI KARAKTERISTIK DAN HUBUNGAN SOSIAL Rosalinda Permata Sari; Diah Intan Kusumo Dewi
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 5, No 1 (2022): Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Arsitektur Zonasi Februari 2022
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v5i1.37381

Abstract

Kota Lama Semarang merupakan salah satu ruang terbuka publik yang dimanfaatkan sebagai tempat wisata di Kota Semarang. Kota Lama Semarang banyak dikunjungi oleh pengguna dari gender dan umur yang beragam. Namun, adanya pandemi Covid-19 menyebabkan Kota Lama Semarang sebagai ruang publik yang dihindari oleh masyarakat untuk menghindari adanya penyebaran virus. Kejadian ini tentunya berhubungan dengan perilaku pengguna berdasarkan aktivitas yang terjadi di Kota Lama Semarang pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui observasi langsung. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada ruang publik Kota Lama Semarang ditemukan bahwa pada setiap koridor dan nodes yang ada memiliki aktivitas dengan karakteristik dan hubungan sosial yang berbeda-beda. Hasil pengamatan didapatkan bahwa jumlah pengguna antara pria dan wanita hampir seimbang. Namun, pengguna dengan kelompok umur terlihat perbedaannya. Hal ini terlihat pada beberapa koridor dan nodes di lokasi penelitian.
FACTORS AND CRITERIA OF BICYCLE FACILITIES TO ENCOURAGE CYCLING TO WORK Asma Rosyidah; Hanson Endra Kusuma
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 5, No 1 (2022): Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Arsitektur Zonasi Februari 2022
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v5i1.41440

Abstract

Cycling to work is one kind of bicycle commuting activity that has many benefits. This study was conducted to identify the factors that influence the motivation of cycling to work. The encouraging and discouraging factors for cycling need to be known as considerations for determining strategies that can increase the number of cyclists. Criteria for bicycle facilities in the workplace that are considered important by users are also identified. Data were collected through an online questionnaire with a mixed-method approach. Data were analyzed using factor analysis (FA). The results of factor analysis (FA) is there are 4 dimensions of the driving factors for cycling to work, including ‘environment and self’, ‘availability of facilities’, ‘accessibility’, and ‘social and hobbies’. Meanwhile, the dimensions of the deterrent factors are three, including ‘road conditions’, ‘unavailability of facilities’, and ‘accessibility and personal reasons’. The criteria for bicycle facilities in the workplace are two dimensions, including ‘convenience and security’ and ‘completeness of facilities’. From the mean value, ‘convenience and security’ is considered more important than ‘completeness of facilities’. 
Livabilitas Ruang Terbuka Publik Berdasarkan Preferensi Pengunjung Di Taman Kali Kadia Kendari La Ode Ahmad Fauzan Pasollesu
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 5, No 1 (2022): Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Arsitektur Zonasi Februari 2022
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v5i1.43888

Abstract

Taman merupakan komponen pembentuk kota yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan perkotaan. Taman selain mempunyai fungsi ekologis, dapat digunakan sebagai tempat bersosialisasi dan kegiatan ekonomi. Sehingga, taman sebagai fasilitas kota harus mempunyai tingkat livabilitas yang baik demi kenyamanan pengunjungnya. Taman Kali Kadia Kendari merupakan taman yang terdapat indikasi penurunan livabilitas. Berdasarkan observasi, terjadi penurunan jumlah pengunjung, terlihat dari berkurangnya aktivitas yang terjadi. Memiliki kelengkapan fasilitas yang memadai tetapi tidak termanfaatkan sehingga tidak terjaga. Dengan melihat antara kondisi lingkungan fisik yang terbangun dan fenomena yang terjadi, maka diperlukan sebuah upaya dalam meningkatkan kondisi livabilitas pada taman ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tingkat livabilitas, tingkat preferensi pengunjung tentang livabilitas, dan mengungkap indikator prioritas untuk meningkatkan livabilitas taman. Penelitian ini menggunakan metode deduktif dengan analisi kuantitatif dengan pengumpulan data dengan metode observasi, kuesioner dan wawancara. Hasil analisis didapatkan total 16 indikator prioritas yang memerlukan peningkatan. Indikator tersebut mencakup peningkatan kemudahan akses, penyediaan fungsi baru, peningkatan kenyamanan melalui penambahan fasilitas pelengkap, peningkatan fasilitas keamanan, dan pemenuhan fasilitas untuk mendukung taman sebagai kegiatan bersosialisasi. Kata Kunci: Livabilitas, preferensi, taman, ruang terbuka publik
DESAIN GELANGGANG OLAHRAGA LAPANGAN FUTSAL DENGAN KONSEP BAJA MASUK DESA Muhammad Zakaria Umar
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 5, No 1 (2022): Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Arsitektur Zonasi Februari 2022
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v5i1.39319

Abstract

The building structure should be effective. The IWF steel profile structure is more effective for use in the futsal field sports arena. The futsal building is a wide span building. On the other hand, the euphoria of futsal is not only in big cities, but also in rural areas such as in Pangan Jaya Village, Lainea District, South Konawe Regency. This study was aimed at designing a futsal field sports arena with an IWF steel profile structure in Pangan Jaya Village. This study uses architectural (design) methods with a qualitative approach. The data sources in this study consist of primary data sources and secondary data sources. Data collection techniques were carried out by means of observation, interviews, and documentation. The data analysis technique was carried out by collecting data, reducing data, presenting data, and summarizing data. Based on the results of this research design, it is concluded that the futsal field sports arena is designed with the concept of Steel Entering the Village (SEV) as follows: First, the author wants to socialize steel materials in rural communities; Second, steel structures are quite effective for use in buildings; Third, steel poles using IWF iron and H-beam; Fourth, the middle structure consists of steel poles, steel beams, and reinforcing cables; Fifth, the upper frame structure system uses a portal frame.
JALUR WISATA BUDAYA KABUYUTAN PADA KORIDOR KAMPUNG BUNIWANGI BANDUNG BARAT Dafidl Akmal Alrasyid
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 5, No 1 (2022): Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Arsitektur Zonasi Februari 2022
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v5i1.42603

Abstract

Kampung Buniwangi di Desa Mekarwangi merupakan salah satu desa di Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat. Kampung ini memiliki potensi budaya lokal kabuyutan, seperti Situs Patilasan Prabu Siliwangi, Makam Keramat, dan Mata Air yang menjadi Tujuh Pancuran. Pada Kampung tersebut terdapat tradisi tatali paranti sebagai kebiasaan kelompok masyarakat Sunda Kuno yang masih membudaya hingga saat ini, Kampung Buniwangi yang menjadi titik pertama sebaran Situs Kabuyutan di Bandung Utara namun belum berkembang selayaknya kriteria Kampung wisata. Permasalahan Kampung Buniwangi adalah tercampurnya aktifitas sosial dan aktifitas masyarakat yang tidak terzonasi dengan baik. Koridor kampung Buniwangi tersebut menjadi penting untuk memperbaiki dan mengembangkan kualitas wisata budaya kabuyutan, juga melestarikan budaya dan lingkungan masyarakat Sunda. Langkah yang diperlukan dalam upaya awal penataan koridor Kampung Buniwangi adalah melakukan pemetaan terhadap situs-situs yang ada. Pemetaan tersebut meliputi jalur pelaku kegiatan wisata budaya dan pengembangan fisik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi koridor wisata budaya kabuyutan pada kampung ini. Dengan hasil identifikasi pada pemetaan koridor wisata budaya kabuyutan ini, diharapkan dapat menjadi salah satu contoh dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai kearifan budaya lokal kabuyutan. Kata Kunci: Budaya lokal Kabuyutan; Kampung Buniwangi; identifikasi pemetaan koridor
Optimalisasi Activity Support di Taman Sudirman Semarang ceratomia sonaesti
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 5, No 1 (2022): Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Arsitektur Zonasi Februari 2022
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v5i1.40196

Abstract

Salah satu ruang terbuka publik aktif di Semarang adalah Taman Sudirman, yang juga berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, sehingga bermanfaat bagi masyarakat maupun lingkungan. Berbagai kegiatan terjadi didalamnya, yaitu kegiatan fisik, rekreasi, sosialisasi dan PKL. Ruang terbuka publik menjadi menarik dan hidup apabila didalamnya terdapat beragam aktivitas, sehingga memberikan makna bagi pengunjungnya sehingga ruang tersebut berhasil memenuhi fungsinya, dan tercipta keberlanjutan. Keberagaman aktivitas terjadi apabila didukung activity support yang optimal. Sehingga, perlu dikaji apakah pendukung kegiatan di Taman Sudirman ini telah optimal dalam mendukung Taman Sudirman untuk memenuhi fungsinya, agar masyarakat dapat melakukan beragam kegiatan untuk keberlanjutan taman ini. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan melakukan pengamatan langsung pada objek, studi literatur dan wawancara terhadap pengunjung maupun pedagang kaki lima. Hasil penelitian ini adanya beberapa pendukung kegiatan yang belum optimal, sehingga kegiatan yang terjadi di dalamnya masih terbatas, seperti adanya kerusakan pada pedestrian path dan sitting group, kurangnya jumlah sitting group, beberapa bagian taman yang kurang teduh, rusaknya rumput di taman 1, serta kurangnya penerangan di malam hari. Activity support yang paling dominan adalah PKL yang memberikan makna pada taman ini. Sehingga perlu dilakukan beberapa hal sebagai upaya optimalisasi activity support.
KAJIAN KENYAMANAN RUANG DITINJAU DARI TATANAN RUANG-DALAM BANGUNAN GPH PLTP DI RANTAU DEDAP Theresia - Pynkyawati
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 5, No 1 (2022): Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Arsitektur Zonasi Februari 2022
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v5i1.43956

Abstract

Bangunan Geothermal Power House (GPH) merupakan rumah pembangkit bagian dari bangunan PLTP Rantau Dedap yang berlokasi di Muara Enim, Sumatera Selatan. Di dalam bangunan terjadi proses pengkonversian energi panas bumi menjadi daya listrik dimana didalamnya berisikan 75% peralatan utilitas dan 25% pekerja. Peralatan utilitas didalam bangunan mengeluarkan panas yang mempengaruhi suhu ruang dan desain bangunan. Perencanaan arsitektur baik dari luasan maupun tatanan ruang penting untuk menunjang aktivitas didalamnya. Desain ruang-dalam yang baik akan meminimalisir suhu tinggi dan mempermudah pergerakan aktivitas di dalam bangunan tersebut. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kenyamanan ditinjau dari desain ruang-dalam yang dirasakan oleh pengguna akibat banyaknya komponen utilitas dalam ruangan. Metoda penelitian menggunakan metoda analisa deskriptif secara kualitatif dari pola tatanan ruang dan sirkulasi serta kuantitatif dari bukaan ruang dengan membandingkan antara teori dan data lapangan. Hasil kajian terhadap perancangan menunjukkan bahwa bangunan GPH PLTP memenuhi standar kenyamanan bangunan ditinjau dari bukaan, pola tatanan ruang dan sirkulasi dalam bangunan.Kata Kunci: GPH, Bukaan, Pola Tatanan Ruang, Sirkulasi
OPTIMALISASI PENERAPAN KONSEP RUANG TERBUKA RAMAH ANAK PADA TAMAN TERPADU RIMBO BUJANG Ayu Komalasari Dewi; Suzanna Ratih Sari
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 5, No 1 (2022): Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Arsitektur Zonasi Februari 2022
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v5i1.40623

Abstract

Pembangunan ruang publik merupakan salah satu tujuan pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah. Upaya penyediaan ruang publik bertujuan untuk mendukung segala kegiatan dan aktivitas masyarakat sehingga terbentuk interaksi-interaksi sosial didalamnya. Pembangunan ruang publik yang berada di Kecamatan Rimbo Bujang saat ini bertujuan untuk menyediakan ruang terbuka dalam bentuk taman terpadu yang nyaman dan dapat dinikmati oleh berbagai kalangan ditengah pusat pasar dan perdagangan perkotaan Wirotho Agung. Namun terdapat beberapa permasalahan dalam upaya penerapan konsep taman terpadu tersebut, salah satunya yakni dalam penerapan konsep ruang terbuka ramah anak. Oleh karena itu penelitian ini dilaksanakan untuk mengidentifikasi permasalahan serta memberikan arahan optimalisasi penerapan konsep pada pembangunan Taman Terpadu Rimbo Bujang ini. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriftif untuk mendeskipsikan hasil temuan dan permasalahan yang terjadi pada Taman Terpadu Rimbo Bujang. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan analisa dan arahan dalam upaya optimalisasi penerapan konsep ruang trbuka ramah anak pada taman terpadu yang berada di kota Kecamtan Rimbo Bujang.
Pengaruh Elemen Fisik dan Fungsi Bangunan Kawasan pada Taman Kota terhadap Pola Aktivitas Pengunjung Studi Kasus: Taman Foto Bandung Kiki Putri Amelia; Ariesa Farida; Hendi Anwar
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 5, No 1 (2022): Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Arsitektur Zonasi Februari 2022
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v5i1.33373

Abstract

Taman Tematik di Kota Bandung merupakan taman publik yang menarik bagi pengunjung. Selain memiliki tema konsep visual yang unik, sebuah taman publik diharapkan dapat memenuhi kebutuhan aktivitas penunjung taman, membuat pengunjung merasa nyaman melakukan aktivitas taman tersebut. Selain elemen fisik fungsional pada taman, faktor tangible lainnya adalah fungsi bangunan pada kawasan taman memiliki peran mempengaruhi pola aktivitas pengunjung ke taman kota. Pada studi kasus yang diangkat terdapat perubahan fungsi dari kawasan yang sebelumnya didominasi oleh hunian rumah tinggal menjadi bangunan komersil yang menarik pengujung sehingga meningkatkan intensitas pengunjung dikawasan taman. Kondisi tersebut dianalisis untuk dicari hubungan antara elemen fisik pada taman dan fungsi bangunan pada taman kota terhadap pola aktivitas dari pengunjung, Penelitian menggunakan metode deskriptif kualtitatif dengan membandingkan hasil survey/observasi dengan analisis studi literatur. Analisis dilakukan dengan menjabarkan kondisi fisik taman secara menyeluruh, dan crowd mapping pengunjung pada jam-jam tertentu untuk mengetahui pola pergerakan aktivitas dari pengunjung.