cover
Contact Name
Jurnal Arsitektur Zonasi
Contact Email
jurnal_zonasi@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
yudi.permana@upi.edu
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur ZONASI
ISSN : 26211610     EISSN : 26209934     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Journal of Architectural ZONASI is an online open access journal. It features articles on a wide range of issues in architecture, including architectural history and theory, dwelling culture, building technology and material science, architectural design, interior design, landscape architecture, heritage and conservation, and urbanism. Published three annually, in February, June, and October, the journal welcomes contributions from all over the world
Arjuna Subject : -
Articles 213 Documents
KAJIAN KONSEP FEMINISME PADA BANGUNAN PUSAT KECANTIKAN (Erha Derma Center, Tangerang ) Faliha, Almira Muthi; Sari, Yeptadian
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 4, No 2 (2021): Vol. 4 No. 2(2021): Jurnal Arsitektur Zonasi Juni 2021
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v4i2.31295

Abstract

Perkembangan zaman membuat era teknologi semakin canggih, hal tersebut dapat mempengaruhi gaya hidup masyarakat dalam berinteraksi sosial, khususnya bagi perempuan. Perempuan sering kali merasa tidak percaya diri dalam berinteraksi sosial. Hal itu membuat perempuan mempercantik dengan merawat dirinya ke pusat kecantikan. Agar terciptanya pusat kecantikan sesuai dengan fungsinya, yang mendukung perempuan dalam mengekspresikan dirinya maka penulis menerapkan konsep feminisme pada bangunan pusat kecantikan.  Adapun studi kasus yang akan dibahas dalam kajian ini yaitu erha derma center yang lokasinya berada di BSD Serpong, sedangkan metode yang akan digunakan adalah deskripsi kualitatif dan hasil dari penelitian yang telah dikaji dari bangunan erha derma center dapat dikatakan bahwa bangunan tersebut sudah menerapkan konsep arsitektur feminisme. Hal tersebut karena bentuk bangunan memiliki bentuk yang melengkung serta memiliki karakter yang unik, kemudian fasad menggunakan kaca sebagai bahan utama, dan  menggunakan warna-warna yang lembut baik pada interior maupun eksterior bangunan, serta memiliki ruang yang jelas dengan diberi pembatas dinding pada setiap ruangnya.
Arsitektur Folding pada Stadion Akuatik Bertaraf Internasional Arief, Reyhan
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 4, No 2 (2021): Vol. 4 No. 2(2021): Jurnal Arsitektur Zonasi Juni 2021
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v4i2.31288

Abstract

Bangunan struktur bentang lebar merupakan struktur yang populer terutama pada bangunan yang membutuhkan ruang yang bebas kolom salah satunya bangunan olahraga. Bidang olahraga air yaitu renang merupakan bidang olahraga yang cukup digemari masyarakat Indonesia. Bentuk dan fasad bangunan akuatik sangat beragam demi menampilkan keindahan dan mencermikan olahraga renang yang dinamis dan indah. Keindahan bentuk dan fasad bangunan merupakan hal krusial dalam dunia arsitektur. Arsitektur folding merupakan salah satu teknik pencarian bentukan dalam desain arsitektur, dengan mengunakan material kertas dan mentransformasikan selembar kertas yang sebelumnya tidak berdimensi menjadi berdimensi. Kreativitas dalam mentransforsmasikan kertas menjadi faktor penting dengan mencampur berbagai macam proses seperti melipat, memotong, memutar, dll. Imajinasi arsitek  dalam eksplorasi bentukan kertas ini akan menciptakan sebuah bentuk desain bangunan yang orisinil, dinamis, kreatif dan inovatif.Kata Kunci: Akuatik, Arsitektur Folding, Bentang Lebar, dan Stadion.
REVITALISASI KAWASAN CAGAR BUDAYA DENGAN PENDEKATAN PARIWISATA BERKELANJUTAN, STUDI KASUS: BENTENG TINDOI, KAB. WAKATOBI Jauhar, Jauhar .
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 4, No 3 (2021): Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Arsitektur Zonasi Oktober 2021
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v4i3.32516

Abstract

Benteng Tindoi terus terancam keberadaannya karna tidak didukung kesadaran masyarakat untuk melestarikan keunikan situs cagar budaya ini. Benteng Tindoi seharusnya menjadi aset berharga bagi pemerintah jika dikelola secara serius. Tujuan penelitian ini adalah merevitalisasi situs cagar budaya dengan memberikan vitalitas baru melalui pendekatan pariwisata berkelanjutan. Penelitian menggunakan kombinasi strategi interpretative historical, untuk mengetahui bentuk asli benteng melalui observasi dan wawancara mandalam. Kemudian strategi kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk memahami potensi wisata dan karakter sosial budaya masyarakat. Hasil penelitian ini adalah rumusan kriteria dan konsep revitalisasi mencakup pemugaran fisik benteng, penataan pariwisata berbasis pelestarian lingkungan, penataan pusat ekonomi kreatif, penataan area aktivitas sosial-budaya yang menunjang kegiatan atraksi kearifan lokal.=========================================================Fort-Tindoi existence continues to be threatened because it is not supported by public awareness to preserve the uniqueness of this cultural heritage site. Fort Tindoi should be a valuable asset for the government if it is managed seriously. The purpose of this research is to revitalize cultural heritage sites by providing new vitality through a sustainable tourism approach. This research uses a combination of historical interpretative strategies, to determine the original form of the fort through observation and interviews. Then a qualitative strategy with a descriptive approach to understanding tourism potential and the socio-cultural character of the community. The results of this research are the formulation of the criteria and concept of revitalization including the physical restoration of the fort, the arrangement of tourism based on environmental preservation, the arrangement of the creative economy center, the arrangement of the area of socio-cultural activities that support the activities of local wisdom attractions.
Kajian Aksesibilitas bagi Difabel pada Taman Bustanussalatin sebagai Ruang Publik Kota di Banda Aceh Khairunnisak, Khairunnisak; Wulandari, Elysa; Taqiuddin, Zulfikar
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 4, No 3 (2021): Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Arsitektur Zonasi Oktober 2021
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v4i3.37473

Abstract

Ruang Publik Kota berperan sebagai ruang yang mawadahi berbagai kepentingan atau aktivitas publik dan masyarakat umum. Namun, fasilitas yang disediakan ruang publik masih belum merata bagi seluruh kalangan. Penyediaan fasilitas aksesibilitas bagi kaum difabel masih belum memenuhi standar minimal konsep aksesibilitas. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi sarana aksesibilitas pada Taman Bustanussalatin sebagai ruang publik kota di Banda Aceh serta permasalahan yang menghalangi difabel untuk mengaksesnya dengan menggunakan teori 1) Desain universal (kesetaraan penggunaan ruang, keselamatan dan keamanan bagi pengguna, fleksibilitas penggunaan, kemudahan akses informasi, desain yang sederhana, efisiensi upaya pengguna, dan kesesuaian ukuran dan ruang secara ergonomis), 2) Jalur yang aksesibel, 3) Tingkat kesulitan akses, dan 4) Mobilitas dan kedekatan. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode kualitatif dengan pendekatan perilaku. Pengumpulan data berupa hasil pengamatan dan analisis penulis dengan terjun langsung ke lapangan sebagai partisipan serta melakukan wawancara. Penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh fasilitas di Taman Bustanussalatin masih belum memenuhi prinsip-prinsip aksesibilitas yaitu adalah ‘keselamatan dan keamanan bagi pengguna’, sedangkan yang paling banyak terpenuhi adalah prinsip ‘desain yang sederhana dan mudah dimengerti’. Secara khusus dapat disimpulkan bahwa kondisi Taman Bustanussalatin yang demikian menghambat kaum difabel sebagai salah satu warga kota untuk dapat berinteraksi sosial dan memenuhi kebutuhan masing-masing individu akan keberadaan ruang publik kota.Kata Kunci: aksesibilitas; difabel; ruang publik kota; desain universal.
MENELUSURI RUANG EKONOMI KOTA SEBAGAI GENIUS LOCI DI KAWASAN PECINAN JAKARTA BARAT Andiani, Nathania; Ekomadyo, Agus Suharjono
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 4, No 3 (2021): Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Arsitektur Zonasi Oktober 2021
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v4i3.38124

Abstract

Abstract: The Chinatown is part of the historical development of a city. Therefore, the Chinatown forms space and place of a city. The Chinatown has many characters and characteristics forms a place that has a meaning of the place. Glodok’s Chinatown is identical to the area of Chinese ethnicity and has a strong character in the economic sector. The purpose of this study is to explore the economic space of the city by looking at visual expressions, spaces form, and character of the created areas. This study will analysis using a phenomenological approach architecture "Genius Loci". The concept of "place" in the Chinatown will be traced for its meaning for the city residents, identity attached to the area, and its role in the history and development of the city. The method used in this research is descriptive qualitative method with data collection derived from literature review and field observations and unstructured interviews. The findings from this paper are expected to be a reference material and consideration to identify and strengthen “place making”, in accordance with the character of the Chinatown area in West Jakarta. .Keywords: character, Chinatown, genius loci,  economic space Abstrak: Kawasan Pecinan merupakan bagian dari perkembangan sejarah suatu kota. Berawal dari hal itu, kawasan pecinan membentuk ruang dan tempat sebuah  kota. Kawasan pecinan yang memiliki banyak karakter dan ciri khas membentuk sebuah tempat yang memiliki makna place. Kawasan Pecinan di Glodok identik  dengan  kawasan etnis  Tionghoa dan  memiliki  karakter yang kuat pada bidang perekonomian.. Tujuan dari studi ini adalah untuk menelusuri ruang ekonomi kota dengan melihat ekspresi visual, ruang-ruang yang terbentuk, dan karakter kawasan yang tercipta yang dianalisis menggunakan  pendekatan fenomenologi arsitektur “Genius Loci”.  Konsep “place” pada Kawasan Pecinan akan ditelusuri maknanya (meaning)  bagi warga kota, identitas (identity)  yang melekat pada kawasan, dan perannya dalam sejarah (history) dan perkembangan kota. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deeskriptif kualitatif dengan pengumpulan data yang berasal dari kajian pustaka dan observasi lapangan serta wawanca tidak terstruktur. Temuan dari penulisan ini  diharapkan dapat  menjadi  bahan  refrensi dan  pertimbangan  untuk  mengetahui dan memperkuat “place making”, sesuai dengan karakter ruang kawasan pecinan di Jakarta Barat. Kata Kunci: karakter, kawasan pecinan, genius loci, ruang ekonomi kota
KEARIFAN TROPIS PADA RUMAH TRADISIONAL MADURA Studi Kasus Rumah Bangsal Budaggan Nugroho, Agung Murti
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 4, No 3 (2021): Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Arsitektur Zonasi Oktober 2021
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v4i3.37202

Abstract

Arsitektur tropis merupakan desain yang tanggap terhadap iklim tropis yang panas dan lembap melalui strategi peneduhan, pendinginan dan penyejukan alami terutama pada bangunan tradisional. Tujuan makalah ini adalah menemu-kenali kearifan tropis pada Rumah Tradisonal Madura untuk merumuskan pengetahuan desain pasif dengan teknik pengamatan visual dan pengukuran lingkungan termal. Metode observasi visual digunakan untuk menemukan tingkat kesesuaian desain tanggap iklim. Teknik pengukuran suhu dan kelembapan udara di luar dan dalam bangunan untuk mengevaluasi kenyamanan lingkungan termal pada studi kasus Rumah Bangsal Budaggan, Pamekasan, Madura. Hasil kearifan elemen desain tropis yang ada pada Rumah Bangsal Budaggan yang  sudah sesuai adalah orientasi masa bangunan dan bukaan; penempatan dan bentuk ruang hunian tunggal tanpa penyekat; jumlah, ukuran dan tipe jendela; ruang atap yang besar. Ruang hunian mempunyai kinerja pendinginan yang lebih tinggi dibanding ruang yang lain ditandai dengan rerata suhu udara nyaman; penurunan suhu udara serta rentang waktu nyaman yang lebih panjang. Pengembangan desain tanggap iklim pada rumah Bangsal Budaggan adalah dengan perbaikan pada apek peneduh, material, ruang transisi, warna serta peninggian lantai.Kata Kunci: kearifan tropis; desain tanggap iklim; Rumah Bangsal Budaggan
PENDEKATAN PERMUKIMAN TRADISIONAL PAPUA (SILIMO) PADA PERANCANGAN PUSAT KEBUDAYAAN DI KABUPATEN JAYAPURA PAPUA Nasaningrum, Galuh Octavia
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 4, No 3 (2021): Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Arsitektur Zonasi Oktober 2021
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v4i3.27953

Abstract

Kabupaten Jayapura memiliki letak geografis yang strategis untuk menarik pengunjung wisatawan local maupun mancanegara. Jayapura merupakan Kabupaten yang berada di paling timur di Indonesia dan merupakan pintu gerbang Provinsi Papua ini memiliki sejumlah keunggulan yang cukup potensial dan diperhitungkan baik dari sektor pariwisata, industri, pertanian, maupun perkebunan. Menurut pemerintah Kabupaten Jayapura, saat ini Kabupaten Jayapura sedang mempromosikan pariwisata sebagai unggulan daerah, karena di Kabupaten Jayapura terdapat banyak sekali potensi-potensi destinasi yang harus dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, ada wisata alam dan budaya yang cukup memiliki nilai tambah yang bagus dan tidak kalah dengan destinasi-destinasi wisata lainnya di nusantara. Selain memiliki letak geografis yang strategis, Kabupaten Jayapura juga memiliki berbagai suku bangsa dengan keberagaman budaya didalamnya. Terdapat berbagai event rutin yang dilakukan setiap tahunnya dari setiap suku yang ada di Kabupaten Jayapura untuk mengenalkan budaya yang ada di Papua kepada wisatwan. Saat ini belum adanya tempat yang layak untuk mewadahi seluruh kegiatan tersebut sehingga sangat dibutuhkan Pusat Kebudayaan. Perancangan Pusat Kebudayaan ini menggunakan pendekatan arsitektur permukiman tradisional Papua atau yang biasa disebut dengan Silimo yang bertujuan untuk mencerminkan arsitektur local yang ada di Papua. Selain menjadi wadah untuk melakukan kegiatan, Pusat Kebudayaan juga bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat, menambah pemasukan daerah sebagai upaya mempertahankan arsitektur nusantara dan sebagai sarana pengenalan kepada wisatawan mancanegara. Metode yang digunakan untuk merancang Pusat Kebudayaan ini melalui dua metode yaitu yang pertama dengan metode primer dengan menganalisa tapak dan menganalisa kebutuhan ruang serta metode yang kedua yaitu menggunakan metode sekunder dengan mencari studi literature terkait Pusat Kebudayaan. Ide atau konsep hasil rancangan ialah merancang Pusat Kebudayaan dengan pendekatan Permukiman Tradisional Papua (Silimo) dengan penerapan berupa bentuk bangunan, transformasi bentuk, warna, sirkulasi, tatanan ruang dalam, ruang luar mengikuti nilai-nilai kebudayaan dan filisofi yang berkembang di Kabupaten Jayapura. Kata Kunci: Pusat Kebudayaan, Jayapura, Silimo
IDENTIFIKASI UNSUR LOKALITAS DALAM PENDEKATAN ARSITEKTUR METAFORA PADA DESAIN MASJID APUNG AMAHAMI DI BIMA Redyantanu, Bramasta Putra
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 4, No 3 (2021): Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Arsitektur Zonasi Oktober 2021
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v4i3.36816

Abstract

Masjid Amahami Bima merupakan salah satu dari bangunan peribadatan yang memakai konsep bangunan apung di atas air. Masjid, sebagai sebuah karya arsitektur, terkadang memiliki fungsi lebih dari sekedar fungsi peribadatan. Peran arsitektur bisa meluas kepada objek wisata, penanda, ikon kota dan sebagainya. Masjid yang dirancang oleh tim abdi masyarakat arsitektur Universitas Kristen Petra ini merupakan salah satu arsitektur yang dirancang dengan tujuan beragam tadi. Dalam pendekatan perancangannya, Masjid ini mencoba keluar dari paradigma masjid sebagai bangunan kubah umum, namun mencoba menggali nilai nilai lebih dari arsitektur lokal kota Bima, sekaligus penyelesaian konteks tapak dengan kondisinya yang berupa bangunan apung. Studi ini berupaya untuk memaparkan dan mengidentifikasi pendekatan metafora berbasis arsitektur lokal yang diterapkan di dalamnya. Arsitektur metafora adalah arsitektur yang memakai perumpamaan atau pengibaratan dari ide ide objek benda lain. Tujuannya adalah agar pendekatan perancangan lebih mudah untuk dipahami, sekaligus dapat bermanfaat untuk perancangan perancangan dengan konteks serupa di masa mendatang.
Penerapan Konsep Garden City di Kawasan Candi Baru Semarang Kurniawati, Wakhidah -
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 4, No 3 (2021): Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Arsitektur Zonasi Oktober 2021
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v4i3.34827

Abstract

Candi Baru adalah kawasan heritage berkonsep Garden City yang direncanakan oleh Thomas Karsten pada tahun 1916. Kawasan permukiman kolonial di perbukitan (heuvelterrein), saat ini menghadapi tantangan terkait semakin banyaknya bangunan kuno yang tidak terawat, modernisasi beberapa bangunan bersejarah, dan berkurangnya penghijauan kawasan. Permasalahan ini secara tidak langsung menjadikan penerapan Konsep Garden City di Kawasan Candi Baru menghadapi tantangan karena keunikannya semakin terdegradasi. Bagaimana penerapan konsep Garden City di Kawasan Candi Baru Semarang ini menjadi bahasan yang akan dilakukan di penelitian ini. Bahasan ini penting mengingat bahwa hanya ada empat bagian kota di masa kolonial Belanda yang dirancang dengan konsep ini, yaitu Menteng Jakarta, Candi Baru Semarang, Kota Baru Yogyakarta, dan Malang. Adapun metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah telaah literatur dan pengamatan langsung di lapangan. Hal-hal yang akan dianalisa adalah penerapan konsep secara fisik yang meliputi bentuk kota, tata masa bangunan, pola jalan, dan tata hijau kawasan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah penerapan Konsep Garden City di Kawasan Candi Baru Semarang tidak sepenuhnya sama dengan konsep Howard, menyesuaikan dengan karakter topografi kawasan.
POLA PERILAKU PESEPEDA DI RUANG PUBLIK PUSAT KOTA SEMARANG SELAMA PANDEMI COVID-19 Adhiani, Nabilla
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 4, No 3 (2021): Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Arsitektur Zonasi Oktober 2021
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v4i3.38509

Abstract

Ruang publik memiliki peran penting dan merupakan kunci utama dari kota yang tangguh sebagai tujuan kesehatan. Fungsi ruang publik menurun sejak pandemi COVID-19 yang muncul pada tahun 2019 karena adanya physical distancing sehingga banyak orang menghindari ruang publik. Banyak warga kota yang kemudian melakukan aktivitas bersepeda termasuk masyarakat Kota Semarang. Bersepeda efektif menjaga jarak fisik, namun berpotensi menimbulkan kerentanan baru karena banyak para pengguna sepeda yang mengabaikan protokol kesehatan di titik henti. Perilaku yang tidak sesuai dengan protokol kesehatan (adaptasi) inilah yang menjadi masalah dan harus diteliti. Tujuan dari penelitian ini untuk merumuskan pola perilaku para pengguna sepeda pada masa pandemi COVID-19 di kawasan Simpang Lima Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data penelitian diperoleh melalui kuesioner yang diperkuat oleh observasi dan menggunakan simple random sampling. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif dan place-centered mapping. Hasil dari penelitian ini terdapat dua pola perilaku pengguna sepeda di ruang publik Kawasan Simpang Lima Semarang, yaitu pengguna sepeda yang sudah adaptif terhadap protokol kesehatan berada di titik henti area plataran tempat upacara, pedestrian depan Masjid Baiturrahman, dan depan tulisan “Simpang Lima”, sedangkan pengguna sepeda yang belum adaptif terhadap protokol kesehatan berada di titik henti Lapangan Pancasila dan depan Mall Ciputra.

Page 11 of 22 | Total Record : 213