cover
Contact Name
Albertus Rusputranto Ponco Anggoro, S.Sn., M.Hum
Contact Email
acintya@isi-ska.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
acintya@isi-ska.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Acintya
ISSN : 20852444     EISSN : 26555247     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 1 (2020)" : 20 Documents clear
MAKNA DAN FUNGSI JEMPARINGAN MATARAMAN BAGI ABDI DALEM KARATON NGAYOGYAKARTA HADININGRAT Paramita, Widyantari Dyah
Acintya Vol. 12 No. 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/acy.v12i1.2816

Abstract

Abdi dalem are state servants and cultural servants, who can come from relatives of the palace or from retirees or ordinary people. Ngayogyakarta Palace has a community in preserving culture, one of the community is Gandhewa Mataram community. The Gandhewa Mataram community is focus on preservation of the Jemparingan Mataraman. Pamenthanging gandhewa, pamanthenging cipta is the basis of the philosophy of Jemparingan. It has existed since Hamengkubuwono I. The iconological approach which is part of iconographic theory becomes the method used in analyzing the meaning and function of Jemparingan Mataraman. The data source came from the abdi dalem who participated in the Jemparingan activities. The result of this study stated that the meaning and function of Jemparingan Mataraman were related to the community’s foundation and the life learning process aimed at realizing hamemayu hayuning bawana.Keyword: abdi dalem, jemparingan Mataraman, meaning and  function
PELATIHAN SENI TEATER DI SURAKARTA : POTENSI, PERKEMBANGAN, DAN PENGELOLAAN Makaf, Akhyar
Acintya Vol. 12 No. 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/acy.v12i1.3137

Abstract

ABSTRACT Theater Arts is widely taught in non-formal educational institutions such as studios, hermitage and extracurricular activities in formal schools. Its existence continues to grow as art education is realized to be an alternative media for the learning process. There came a number of Theater Arts training institutions in Surakarta. This research was conducted to examine the potential, development, and management of several training institutions that have a good reputation and have proven their presence in Surakarta. Qualitative research methods with analytic descriptive are used to analyze the training methods, curriculum, and management of training institutions that are used as research objects in order to see their potential and development. The results of this study can be used as a reference for anyone who is interested in developing non-formal educational institutions in the arts, especially Theater Arts. Based on this research, it can be concluded that the city of Surakarta as a City of Performing Arts, has the potential to be a location for the development of the Theater Arts training field. From the two objects of the training institution studied, the differences and variations in the training and management methods applied are described in accordance with the composition of the participants and the curriculum applied.Key words: theater arts, non-formal education, training methods, management.  ABSTRAK  Seni Teater banyak diajarkan dalam lembaga pendidikan non-formal seperti sanggar, padepokan dan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah formal. Keberadaannya terus berkembang seiring disadarinya pendidikan seni sebagai media alternatif proses pembelajaran. Maka muncullah beberapa lembaga pelatihan Seni Teater di Surakarta. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji potensi, perkembangan, dan pengelolaan dari beberapa lembaga pelatihan yang sudah bereputasi cukup baik dan teruji keberadaannya di Surakarta. Metode penelitian kualitatif dengan deskriptif analitik digunakan untuk menganalisis metode pelatihan, kurikulum, dan pengelolaan lembaga-lembaga pelatihan yang dijadikan objek penelitian, guna melihat potensi dan perkembangannya. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai rujukan bagi siapa pun yang tertarik untuk mengembangkan lembaga pendidikan non-formal di bidang seni, khususnya Seni Teater. Berdasarkan penelitian ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa kota Surakarta sebagai Kota Seni Pertunjukan, berpotensi sebagai lokasi pengembangan bidang pelatihan Seni Teater. Dari dua objek lembaga pelatihan yang diteliti, tergambar perbedaan dan variasi metode pelatihan dan pengelolaan yang diterapkan sesuai dengan komposisi peserta dan kurikulum yang diterapkan. Kata-kata kunci : seni teater, pendidikan non-formal, metode pelatihan, pengelolaan.
VISUALISASI TIGA DIMENSIONAL MOTIF BATIK PADA MEDIA KAYU Prabowo, Rahayu Adi; Marwati, Sri
Acintya Vol. 12 No. 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/acy.v12i1.3149

Abstract

ABSTRACT The beauty of batik as one form of visual culture in Indonesia is one of the priceless inheritance which has a philosophical symbolic meaning that regulates the social relationship between human and the human relationships with the God. The history of batik never revealed when batik began to exist and who created it. Batik in Indonesia has been known since the era of the Majapahit Kingdom and continues to grow until the emergence of the next kingdoms. Exploration of visual culture in Indonesia becomes a challenge in its learning and its realization. The reason is that every culture has its own social norm / custom that is very strong and influences the people's lives.The diverse application of batik motifs on various products greatly influences the strength of the existence of batik as one form of art in Indonesia which, of course, can also move the economic side of the creation of creativity that always emerges and develops in society. This artistic research of batik motifs richness that is applied into a wood carving motif is proposed to support the development of batik. This research uses a method of motifs exploration by bringing up traditional batik motifs that are packaged in a semi relief wood carving by applying a new motif patterned in accordance to the wood carving techniques. This method conveys traditional batik motifs with a three-dimensional style and in different  size in order to bring up the three-dimensional style. Keywords: Exploration, Batik Motifs, Wood Carving. ABSTRAK Keindahan batik sebagai salah satu wujud budaya rupa di Indonesia adalah merupakan salah satu warisan tak ternilai harganya, yang mempunyai kandungan makna simbolis filsafati yang mengatur hubungan sosial antar manusia serta hubungan manusia dengan Dzat Yang Maha Agung. Dalam kesejarahan tentang keberadaan batik tidak pernah diungkap kapan kali pertama muncul dan siapa yang menciptakannya. Namun batik di Indonesia telah dikenal sejak zaman Kerajaan Majapahit dan terus berkembang hingga munculnya kerajaan-kerajaan berikutnya. Ekplorasi sebuah kekayaan budaya rupa di Indonesia merupakan sebuah tantangan dalam hal pembelajaran dan perwujudannya. Hal tersebut dikarenakan setiap kekayaan budaya diiringi sebuah norma/adat sosial yang sangat kuat dan berpengaruh dalam sendi kehidupan masyarakat. Aplikasi motif batik yang beragam pada berbagai produk ini sangat mempengaruhi kekuatan keberadaan batik sebagai salah satu wujud seni rupa di Indonesia, yang tentunya juga dapat mengerakkan sisi ekonomi dari terciptanya kreativitas yang selalu muncul dan berkembang di masyarakat. Sebagai salah satu dukungan dalam perkembangan wujud seni batik ini, maka diusulkan sebuah penelitian kekaryaan (artistik) tentang kekayaan motif batik yang mengaplikasikan ke dalam sebuah motif ukir kayu yang selama ini belum pernah dilakukan. Sajian penelitian ini menggunakan metode eksplorasi motif, yaitu memunculkan motif-motif batik tradisi yang dikemas dalam tampilan ukir kayu semi relief dengan mengaplikasikan pola motif garapan baru sesuai dengan ranah teknik ukir kayu. Metode ini menuangkan motif batik tradisi namun dengan gaya tiga dimensi yang terdapat sedikit gubahan ukuran sebagai upaya memunculkan kekuatan tiga dimensionalnya. Kata Kunci : Ekplorasi, Motif Batik, Ukir Kayu.
PERANCANGAN IKON WISATA BERBASIS POTENSI WILAYAH Marwanto, Aries Budi
Acintya Vol. 12 No. 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/acy.v12i1.3138

Abstract

ABSTRAK Perancangan Ikon Wisata dilakukan di Embung “Mbah Mangun” Desa Juron, Kec. Nguter, Kab. Sukoharjo. Metode yang digunakan untuk merealisasikan rancangan dilakukan melalui metode eksplorasi, inspirasi dan elaborasi. Tahap eksplorasi meliputi pengumpulan data di lapangan, dokumentasi, kajian literatur dan wawancara. Tahap inspirasi dilakukan dalam pengembangkan gagasan atau pun konsep ide berdasarkan analisis data yang telah diperoleh. Tahap elaborasi pada kegiatan perancangan ini merupakan tahap kristalisasi ide dengan memperkuat konsep filosofi bentuk. Pada tahap ini sekaligus mempertimbangkan secara matang aspek-aspek realisasi perancangan yang berkaitan dengan tata letak ikon, material, konstruksi dan teknik perwujudan. Kata kunci: embung, ikon, wisata. ABSTRACT The design of the tourism icon is carried out in the “Mbah Mangun” Embung in Juron Village, Subdistrict Nguter, District Sukoharjo. The method used to realize the design is through exploration, inspiration and elaboration. The exploration includes data collection in the field, documentation, literature studies and interviews. Inspiration stage is carried out in developing ideas or concept of  ideas based on the analysis of data that has been obtained. The elaboration stage in this design activity represents the crystallization of ideas by strengthening the concept of the philosophy of form. This stage also considers the aspects of design realization related to the layout of icons, materials, construction and embodiment techniques.Keywords: embung, icons, tour.
“DURMA” (Model Penciptaan Pesan dan Kesan Musik Melalui Pembenturan Teks Lirik dengan Ekpresi Musik) Manggala, Bondan Aji
Acintya Vol. 12 No. 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/acy.v12i1.3139

Abstract

ABSTRACT This article is part of a report on the results of artistic research (works of music) in the field of music. Briefly expresses experience and some knowledge findings related to the process of creating musical works of art. "Durma" is an editorial for this artwork, which contains three works of music with a popular music creation approach. Inspired by the anxiety of observing the infertility of creativity in the area of popular music in Indonesia, through "Durma" the thought was made to model the creativity of popular music by paying attention to the clash of lyric texts with musical expressions to produce messages and impressions of songs that are not public. In the habits of popular music, the elements of lyric text and musical expression are linear and mutually reinforcing relationships. It has never been imagined before that when a popular musical creation thinks a little freely and tries to clash ideas with an established knowledge of popular music creation, it will instead create ambiguity and the complexity of a refreshing taste. The outputs of the "Durma" artistic research include (1) art work products in the form of audio recordings of three songs entitled (a) Candles, (b) Girls, and (c) Good Night, (2) research reports, and (3) scientific publications articles that unravel the knowledge behind this work process.Keywords : Music creation, popular, clash of musical expressions and lyric texts ABSTRAK Artikel ini adalah bagian dari laporan hasil penelitian artistik (karya musik) di bidang musik. Secara singkat, ini mengungkapkan pengalaman dan beberapa temuan pengetahuan terkait dengan proses penciptaan karya seni musik. "Durma" adalah editorial untuk karya seni ini, yang berisi tiga karya musik dengan pendekatan penciptaan musik populer. Terinspirasi oleh kecemasan mengamati ketidaksuburan kreativitas di bidang musik populer di Indonesia, melalui "Durma" pemikiran dibuat untuk memodelkan kreativitas musik populer dengan memperhatikan benturan teks lirik dengan ekspresi musik untuk menghasilkan pesan dan tayangan lagu yang tidak umum. Dalam kebiasaan musik populer, unsur-unsur teks lirik dan ekspresi musik adalah hubungan linier dan saling menguatkan. Belum pernah terbayangkan sebelumnya bahwa ketika sebuah ciptaan musik populer berpikir sedikit dengan bebas dan mencoba untuk bertabrakan dengan pengetahuan mapan tentang ciptaan musik populer, ia malah akan menciptakan ambiguitas dan kompleksitas rasa yang menyegarkan. Output dari penelitian artistik "Durma" meliputi (1) produk karya seni dalam bentuk rekaman audio dari tiga lagu berjudul (a) Lilin, (b) Gadis, dan (c) Selamat Malam, (2) laporan penelitian, dan (3) artikel publikasi ilmiah yang mengungkap pengetahuan di balik proses kerja ini. Kata kunci: Penciptaan musik, populer, benturan ekspresi musik dan teks lirik
Jagad Jawa RM Kristiadi pada Proses Kreatif Program Televisi di TVRI Yogyakarta Adji, Titus Soepono
Acintya Vol. 12 No. 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/acy.v12i1.3141

Abstract

ABSTRACT RM Kristiadi is a TV producer at TVRI who has been working since 1997. He is involved in programs that still exist at TVRI Yogyakarta, such as Obrolan Angkringan, Plengkung Gading, Karang Tumaritis, etc. These programs stil exist until right now, among others, because they lift the atmosphere of Javanese Culture in accordance with the principle of the similarity of body memory, the framework of fantasy that is believed in the process of its creation. RM Kristiadi also conducted experiments in building new works through critical thinking on the achievements that have ever existed. This research is a qualitative descriptive study, which focuses on knowing the background of RM Kristiadi's creative process. Data was collected through a series of direct interview processes with the interviewees, with data reinforced from documents. Key Word: Java Athmosphere, TV Produser, TV Program.  ABSTRAK RM Kristiadi seorang produser televisi di TVRI yang berkarya sejak tahun 1997. Dia terlibat dalam program-program yang hingga saat ini masih eksis di TVRI Yogyakarta, seperti Obrolan Angkringan, Plengkung Gading, Karang Tumaritis, dll. Program-program tersebut eksis antara lain karena mengangkat atmosfer Budaya Jawa sesuai dengan prinsip kesamaan Memori tubuh, Kerangka fantasi yang diyakini dalam proses penciptaannya. RM Kristiadi juga melakukan eksperimentasi dalam membangun kebaruan karya melalui daya kritis atas capaian-capaian yang pernah ada. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Kualitatif, yang berfokus untuk mengetahui latar belakang alur pemikiran proses kreatif RM Kristiadi. Data dikumpulkan melalui serangkaian proses wawancara langsung pada narasumber, dengan diperkuat data-data dari dokumen. Kata Kunci: Jagad Jawa, Produser Televisi, Program Acara Televisi.
DESAIN TAMAN IN-DOOR HYDROPONIC UNTUK BANGUNAN PUBLIK BERLAHAN SEMPIT DI SURAKARTA Prasetyo, Ersnathan Budi; Purnomo, Agung
Acintya Vol. 12 No. 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/acy.v12i1.3146

Abstract

Abstract Parks are important parts that cannot be left out in the design of urban landscape, architecture and interior design. Its existence is able to provide a fresh and comfortable atmosphere so that the quality of human life will be better. In its development, the availability of an ideal park in an urban environment is felt to be lack due to the increasingly limited land such as the narrow yard of the house or even no more area to make the park. Another challenge is how to utilize limited areas for in-door parks in both residential and public buildings that are more practical and efficient. This applied research aims to address this problem by offering a garden design with a hydroponic planting system which is now commonly used in agriculture or plantations to be applied to in-door garden designs. The research carried out in Surakarta is the process through identification, design experiments and design trials. The data in the form of artifacts, literature, and informants is carried out through observation, study of literature, interviews, and documentation. Design experiments are carried out using a design and aesthetic approach strengthened by an evocative, educative, psychological and socio-cultural approach. The SWOT analysis model is used in designing in-door garden designs. Design trials is executed through the activities of realizing design (experimental products) and their application (design implementation), evaluation, refinement of design concepts and formulation of recommendations. Keywords: in-door garden, hydroponic, narrow land, Surakarta.  Abstrak  Taman merupakan bagian penting yang tidak bisa ditinggalkan dalam perancangan landskap kota, arsitektur dan desain interior. Keberadaannya mampu memberikan suasana segar dan nyaman sehingga kaulitas hidup manusia akan menjadi lebih baik. Dalam perkembanganya tersedianya taman yang ideal di lingkungan perkotaan dirasakan masih kurang oleh karena semakin terbatasnya lahan seperti sempitnya halaman rumah atau bahkan tidak ada lagi area untuk dibuat taman. Hal lainnya adalah bagaimana memanfaatkan area-area yang terbatas untuk taman in-door baik di rumah tinggal maupun bangunan umum yang lebih praktis dan efisien juga menjadi sebuah tantangan. Penelitian terapan ini bertujuan menjawab permasalahan tesebut dengan menawarkan sebuah desain taman dengan sistem tanam hydroponic yang pada masa sekarang biasa digunakan dalam pertanian atau perkebunan untuk diaplikasikan ke dalam desain taman in-door. Penelitian yang dilakukan di Surakarta ini prosesnya melalui identifikasi, eksperimen desain dan uji-coba desain. Untuk menggali data yang berupa artefak, literatur, dan informan dilakukan melalui observasi, studi literatur, wawancara, dan dokumentasi. Eksperimen desain dilakukan dengan pendekatan desain dan estetis diperkuat oleh pendekatan evokatif, edukatif, psikologi dan sosio-budaya. Model analisis SWOT dipakai ketika akan melakukan perumusan desain taman in-door. Uji-coba desain melalui kegiatan mewujudkan desain (produk eksperimen) dan penerapannya (implementasi desain), evaluasi, penyempurnaan konsep desain dan perumusan rekomendasi. Keywords: taman in-door, hydroponic, lahan sempit, Surakarta.
STUDI PENCIPTAAN KARYA SITE SPECIFIC DANCE “HELAI KERTAS” Supendi, Eko; Isnanta, Satriana Didiek
Acintya Vol. 12 No. 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/acy.v12i1.3140

Abstract

ABSTRACTDance has experienced extraordinary development. Now, dance is no longer in the area of fairies but has entered the modern civilization, the tradition is shifted to the industry and academic. This is because of the role of academic dancers who conduct the research, both creation studies and scientific studies. Dance has become the object of laboratories in the studios of art academics in Indonesia and various parts of the world, so that dance laboratories and studios have emerged in various places in Indonesia. Now dance is not only seen as practicing soul, dance is no longer limited to the beauty of aesthetic invisible , but dance  also has explored other art worlds, such as theater and fine arts.Now it is difficult to distinguish between dance and theater performance. The above phenomenon often becomes a trend of artists. Art observers call it a contemporary phenomenon. Contemporary phenomena continue to develop in artists and academic world. Contemporary art is critical towards social problems around it as well as the art itself. Contemporary spirit does not only break the ice of one art discipline but also across art disciplines. Almost all elements of dance are explored and developed, one of which is site specific dance. A genre of contemporary dance that focuses on creating dance works using special places.This study uses an artistic research method. The researchers as well as the creators of site specific dance works is in the lobby of the H.U office Solopos. The research stages are in accordance with the stages of artistic research.Keywords: site specific dance, space, body, time, dance.  ABSTRAK Seni tari telah mengalami perkembangan yang luar biasa.  Sekarang, tari tidak lagi berada di wilayah peri-peri, tetapi telah masuk ke sentrum peradaban modern, dari kantong-kantong tradisi bergeser ke kantong-kantong industri dan akademik. Hal tersebut tidak lepas dari peran penari akademik yang melakukan riset, baik studi penciptaan maupun kajian ilmiah. Tari telah menjadi objek laboratorium di studio-studio akademisi seni di Indonesia dan berbagai belahan dunia, sehingga bermunculan laboratorium-laboratorium dan studio tari di berbagai tempat di Indonesia.Tari saat ini dipandang tidak saja berolah sukma, tari tidak lagi sebatas keindahan estetika yang kasat mata, tetapi tari sudah menjelajah dunia seni lainnya, seperti teater dan seni rupa.Sekarang sulit membedakan antara penyajian tari dan teater. Fenomena di atas sering menjadi trend para seniman individual. Kalangan pengamat seni menyebut fenomena tersebut sebagai fenomena kontemporer. Fenomena kontemporer terus berkembang dalam kalangan seniman dan lingkungan akademik. Seni kontemporer selain kritis terhadap persoalan sosial yang ada di sekitarnya juga kritis kepada seninya sendiri. Spirit kontemporer tidak hanya mendobrak kebekuan sekat –sekat satu disiplin seni, tetapi juga lintas disiplin seni. Hampir semua elemen tari dieksplorasi dan dikembangkan, salah satunya adalah site specific dance. Sebuah genre seni tari kontemporer yang fokus kepada penciptaan karya tari menggunakan tempat-tempat yang khusus.Penelitian ini menggunakan metode penelitian artistik, dimana peneliti sekaligus pencipta karya site specific dance di lobi kantor H.U. Solopos yang tahapan penelitiannya sesuai dengan tahapan riset artistik. Kata kunci: site specific dance, ruang, ketubuhan, waktu, tari. 
Penciptaan Tari Anak-anak Disabilitas Kami Tak Berbeda Kuncoro, Jonet Sri; supendi, eko
Acintya Vol. 12 No. 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/acy.v12i1.3148

Abstract

ABSTRACT  The dance work entitled "Kami Tak Berbeda” (We Are Not Different) is a dance work specifically for children with disabilities. This work is a development of previous works made by Jonet Sri Kuncoro. In this work combines deaf children, the blind, and physically disabled. This work is supported by three extraordinary schools in Solo Raya, namely SLB Cangakan Karanganyar and SLB B-C Hamong Putro Sukoharjo. This work was created with the approach of developing a pattern of six arising dots cell consisting of three rows with two dots on Braille letters made of 4/4 measure and sign language for the deaf and poetry reading. The peak process of the practice is a dance performance that has a form of performance combining the development of Braille letters pattern with sign language in group choreography supported by musical accompaniment as a power to express the atmosphere. Keywords: Disability, Deaf, Blind, Braille, Sign Language.  ABSTRAK Karya tari berjudul “Kami Tak Berbeda” merupakan karya tarian yang dikhususkan untuk anak-anak disabilitas. Karya ini merupakan pengembangan dari karya-karya sebelumnya yang dibuat oleh Jonet Sri Kuncoro. Pada karya ini menggabungkan antara anak-anak tuna rungu, tuna netra, dan tuna daksa. Karya ini di dukung oleh tiga sekolah luar biasa Kota Solo Raya, yaitu SLB Negeri Cangakan Karanganyar, dan SLB B-C Hamong Putro Sukoharjo. Karya ini diciptakan dengan pendekatan pengembangan pola enam sel titik timbul yang terdiri dari tiga baris dengan dua titik pada huruf Braille yang dibuat birama 4/4 dan bahasa isyarat bagi tuna rungu serta pembacaan puisi. Sebagai proses puncak dari latihan adalah pergelaran karya tari yang memiliki bentuk pertunjukan memadukan pengembangan pola huruf Braille dengan bahasa isyarat dalam koreografi kelompok yang didukung oleh iringan musik sebagai daya ungkap suasana. Kata kunci: Disabilitas, Tuna Rungu, Tuna Netra, Braille, Bahasa Isyarat.
HAK CIPTA DAN KARYA SENI DI ERA DIGITAL Murfianti, Fitri
Acintya Vol. 12 No. 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/acy.v12i1.3147

Abstract

ABSTRACT In the past two decades, art and technology have increasingly become inseparable. Technology, in this case the internet, has produced a new era known as the digital era followed by the emergence of many problems, one of which is in the field of copyright. There are many cases of copyright infringement committed by art creators and the public both consciously and unconsciously due to lack of knowledge about copyright. Moreover, all the required information, now, is available on the Internet. This condition gives a big opportunity to plagiarize an art work. Through literature studies, this study focuses on the perspective of the limitations and exceptions of arts work copyright in the digital age and explains the concepts of regulation and protection. The results of this study will be very useful in developing the course content of Etika Profesi (Professional Ethics) and HAKI (IPR) in Visual Communication Design Study Program, the Faculty of Fine Arts and Design. Keywords: Copyright, Artworks, Digital Era  ABSTRAK Dalam dua dekade terakhir, seni dan teknologi semakin tidak bisa dipisahkan. Teknologi dalam hal ini internet telah melahirkan suatu era baru yang dikenal dengan era digital yang diikuti oleh munculnya banyak permasalahan, salah satunya di bidang hak cipta. Banyak kasus-kasus pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh kreator seni maupun masyarakat pada umumnya baik disadari maupun tidak disadari karena minimnya pengetahuan tentang hak cipta, terlebih saat ini semua informasi yang dibutuhkan sudah tersedia di Internet. Kondisi ini memberi peluang yang sangat besar untuk melakukan penjiplakan terhadap sebuah karya seni. Melalui studi pustaka, kajian ini fokus pada perspektif pembatasan dan pengecualian hak cipta karya seni di era digital serta memaparkan konsep pengaturan serta perlindungannya. Hasil penelitian ini akan sangat bermanfaat dalam mengembangkan konten mata kuliah Etika Profesi dan HAKI di Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Seni Rupa dan Desain. Kata Kunci : Hak Cipta, Karya Seni, Era Digital 

Page 1 of 2 | Total Record : 20